Anda di halaman 1dari 3

PEMANFAATAN BARANG MILIK NEGARA

PEMANFAATAN BMN
a) Pemanfaatan adalah pendayagunaan BMN yang tidak dipergunakan sesuai dengan tugas pokok
dan fungsi kementerian negara/lembaga, dalam bentuk sewa, pinjam pakai, kerjasama
pemanfaatan, dan bangun serah guna/bangun guna serah dengan tidak mengubah status
kepemilikan.
b) Pemanfaatan BMN dapat dilakukan melalui :
Sewa
Pinjam Pakai
Kerjasama Pemanfaatan
Bangun Serah Guna dan Bangun Guna Serah

1. Sewa
a) Sewa adalah pemanfaatan Barang Milik Negara oleh Pihak lain dalam jangka waktu tertentu
dan menerima imbalan uang tunai.
b) Penyewaan BMN dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan BMN yang belum/tidak
dipergunakan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi penyelenggaraan pemerintahan,
menunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kementerian/lembaga, atau mencegah
penggunaan BMN oleh pihak lain secara tidak sah.
c) BMN yang dapat disewakan adalah tanah dan/atau bangunan, baik yang ada pada Pengelola
Barang maupun yang status penggunaannya ada pada Pengguna Barang, dan BMN selain
tanag dan/atau Bangunan.
d) Pihak yang dapat menyewakan BMN
Pengelola Barang;
Pengguna Barang, dengan persetujuan Pengelola Barang.
e) Pihak yang dapat menyewa BMN
BUMN
BUMD
Badan Hukum Lainnya
Perorangan
f) Jangka waktu sewa BMN paling lama 5 tahun sejak ditandatanganimya perjanjian, dan dapat
diperpanjang.

g) Pembayaran uang sewa dilakukan secara sekaligus paling lambat pada saat penandatanganan
kontrak.
h) Selama masa sewa, pihak penyewa atas persetujuan Pengelola Barang hanya dapat mengubah
bentuk BMN tanpa mengubah konstruksi dasar bangunan, dengan ketentuan bagian yang
ditambahkan pada bangunan tersebut menjadi BMN.
i) Tata Cara Pelaksanaan Sewa BMN diatur lebih lanjut dalam Lampiran II PMK 96/PMK.06/2007.
j) Formula Tarif Sewa atas Pelaksanaan Sewa BMN diatur lebih lanjut dalam Lampiran II.A PMK
96/MK.06/2007.

2. Pinjam pakai BMN


a) Pinjam pakai BMN adalah penyerahan penggunaan BMN antara pemerintah pusat dengan
pemerintah daerah dalam jangka waktu tertentu tanpa menerima imbalan dan setelah jangka
waktu berakhir BMN tersebut diserahkan kembali kepada pemerintah pusat.
b) Pinjam Pakai BMN dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan BMN yang belum/tidak
dipergunakan untuk pelaksanaan penyelenggaraan pemerintah pusat dan untuk menunjang
pelaksanaan penyelenggaraan pemerintah daerah.
c) BMN yang dapat dipinjam-pakaikan adalah tanah dan/atau bangunan, baik yang ada pada
Pengelola Barang maupun yang status penggunaannya ada pada Pengguna Barang, serta BMN
selain tanah dan bangunan.
d) Pihak yang dapat meminjam-pakaikan BMN
Pengelola Barang;
Pengguna Barang dengan persetujuan Pengelola barang.
e) Pihak yang dapat meminjam BMN adalah Pemerintah Daerah.
f) Jangka waktu peminjaman BMN paling lama 2 tahun sejak ditandatanganinya perjanjian
pinjam pakai, dan dapat diperpanjang.
g) Dalam hal jangka waktu peminjaman BMN akan diperpanjang, permintaan perpanjangan
jangka waktu pinjam pakai dimaksud harus sudah diterima Pengelola Barang paling lambat 3
bulan sebelum jangka waktu pinjam pakai berakhir.
h) Tanah dan/atau bangunan yang dipinjam-pakaikan harus digunakan sesuai peruntukan dalam
perjanjian pinjam pakai dan tidak diperkenankan mengubah, baik menambah dan/atau
mengurangi bentuk bangunan.
i) Pemeliharaan dan segala biaya yang timbul selama masa pelaksanaan pinjam pakai menjadi
tanggung jawab peminjam.

j) Setelah masa pinjam pakai berakhir, peminjam harus mengembalikan BMN yang dipinjam
dalam kondisi sebagaimana yang dituangkan dalam perjanjian.
k) Tata Cara Pelaksanaan Pinjam Pakai BMN diatur lebih lanjut dalam PMK 96/MK.06/2007.
3. Kerjasama Pemanfaatan
a) Kerjasama Pemanfaatan adalah pendayagunaan BMN oleh pihak lain dalam jangka waktu
tertentu dalam rangka peningkatan penerimaan negara bukan pajak dan sumber pembiayaan
lainnya.
b) BMN yang dapat dijadikan objek kerjasama pemanfaatan adalah tanah dan/atau bangunan
yang ada pada Pengelola Barang maupun yang status penggunaannya ada pada Pengguna
Barang, serta BMN selain tanah dan/atau bangunan.
c) Pihak yang dapat menjadi mitra kerjasama pemanfaatan meliputi BUMN, BUMD, dan Badan
Hukum Lainnya.
d) Jangka waktu kerjasama pemanfaatan BMN paling lama 30 (tiga puluh) tahun sejak
ditandatanganinya perjanjian, dan dapat diperpanjang.
e) Penerimaan negara yang wajib disetorkan mitra kerjasama pemanfaatan selama jangka waktu
kerjasama pemanfaatan

terdiri dari kontribusi tetap dan pembagian keuntungan hasil

pendapatan kerjasama pemanfaatan BMN.


f) Tata cara pelaksanaan kerjasama pemanfaatan BMN diatur dalam lampiran IV PMK
96/PMK.06/2007

4. BGS/ Bangun Guna Serah dan BSG/ Bangun Serah Guna


a) BGS adalah pemanfaatan tanah milik pemerintah pusat oleh pihak lain dengan mendirikan
bangunan dan/atau sarana, berikut fasilitasnya, kemudian didayagunakan oleh pihak lain
tersebut dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati, untuk selanjutnya tanah beserta
bangunan dan/atau sarana, berikut fasilitasnya, diserahkan kembali kepada Pengelola Barang
setelah berakhirnya jangka waktu.
b) BSG adalah pemanfaatan tanah milik pemerintah pusat oleh pihak lain dengan mendirikan
bangunan dan/atau sarana, berikut fasilitasnya dan setelah selesai pembangunannya
diserahkan kepada Pengelola Barang untuk kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut
selama jangka waktu tertentu yang disepakati.
c) Tata cara pelaksanaan BGS dan BSG diatur dalam lampiran V PMK 96/PMK.06/2007.