Anda di halaman 1dari 16

TUGAS RESUME

MATA KULIAH TEORI AKUNTANSI

BAB 11 (Hendriksen - Breda)


PENDAPATAN DAN BEBAN, KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN

DISUSUN OLEH :

1. DESTY EKA PUTRI

(1202110044)

2. HIKMI FAUZIAH MAULANI

(1202110054)

3. NEISYA DIETA VAEZA

(1202110063)

4. VINY OKTAVIANI ROHIMAN

(1202110074)

UNIVERSITAS TELKOM
BANDUNG 2014
1

DAFTAR ISI
TUGAS RESUME....................................................................................................................................... 1
DAFTAR ISI............................................................................................................................................... 2
Pendapatan dan Keuntungan ................................................................................................................. 3
Sifat Pendapatan ................................................................................................................................. 3
Apa yang Harus Termasuk dalam Pengertian Pendapatan? ............................................................... 4
Bagaiman Pendapatan Harus Diukur? ................................................................................................ 5
Kapan Pendapatan Diakui? ................................................................................................................. 6
Ikhtisar ................................................................................................................................................ 8
Pelaporan Pendapatan selama Produksi ............................................................................................ 8
Pelaporan Pendapatan pada Penyelesaian Produksi ........................................................................ 10
Pelaporan Pendapatan pada Saat Penjualan .................................................................................... 10
Pelaporan Pendapatan Sesudah Penjualan ...................................................................................... 10
BEBAN DAN KERUGIAN ......................................................................................................................... 11
Apa Yang Harus Termasuk Dalam Beban? ........................................................................................ 12
Bagaimana Beban Harus Diukur?...................................................................................................... 12
Kapan Beban Terjadi? ....................................................................................................................... 13
Pelaporan Beban ............................................................................................................................... 13
PERATURAN KHUSUS INDUSTRI ............................................................................................................ 15
Perfilman ........................................................................................................................................... 15
Penjualan Real Estate........................................................................................................................ 16

PENDAPATAN DAN BEBAN, KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN


Pendapatan adalah darah kehidupan dari suatu perusahaan. Tanpa pendapatan ,tidak ada
laba. Tanpa laba, tidak ada perusahaan. Apa yang benar untuk pendapatan adalah benar untuk
beban, yang sama sulitnya untuk didefinisikan. Idealnya, seharusnya mungkin dengan
pendapatan dan beban sebagai unsur unsur laba , untuk menulis suatu definisi pendapatan
dari dua bab terdahulu. Banyak pihak , termasuk FASB mengacu pada definisi yang
independen dari definsi laba dan sebaliknya mengandalkan pada perubahan perubahan
dalam aktiva dan kewajiban. Hasilnya adalah bahwa laba cenderug timbul dari definisi
pendapatan dan beban bukan dari cara lain . Yang paling buruk ,dari sudut pandang teoritis
adalah bahwa pengakuan pendapatan dan beban cenderung mengikuti praktik yang umum
bukannya praktik terbaik dari segi teori saja.

Pendapatan dan Keuntungan


Sifat pengukuran dan ketentuan waktu pendapatan adalah masalah teori akuntansi yang
sangat menarik. Dalam praktik ,definisi pendapatan seringkali dihubungkan dengan prosedur
akuntasi tertentu, jenis perubahan nilai tertentu, jenis perubahan nilai tertentu ,dan peraturan
yang diasumsikan atau implisit untuk menentukan kapan pendapatan harus dilaporkan.
Karena pengertian yang jelas dari setiap komponen pendapatan diperlukan, bab ini berusaha
untuk menguraikan konsep pendapatan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut :
1. Apakah sifat pendapatan?
2. Apa yang harus termasuk dalam pengertian pendapatan?
3. Bagaimana pendapatan harus diukur?
4. Kapan pendapatan dihasilkan dan kapan harus dilaporkan untuk tujuan akuntansi?

Sifat Pendapatan
Pada dasarnya pendapatan adalah kenaikan laba. Seperti laba, ini adalah suatu proses arus
penciptaan barang atau jasa oleh suatu perusahaan selama suatu kurun waktu tertentu. Paton
& Littelon menamakan penciptaan barang dan jasa ini sebagai produk dari perusahaan.
Beberapa definisi yang serupa juga menyatakan bahwa laba adalah produk dari perusahaan,
tetapi menambahkan bahwa produk itu harus meninggalkan perusahaan sebelum ia dapat
disebut pendapatan

(konsep arus keluar). Sebagai contoh Committee on Accounting

Concepts and Standarts of the American Accounting Assocciation mendefinisikan


pendapatan dalam pernyataan tahun 1957 sebagai berikut :
Pendapatan adalah pernyataan moneter dari keseluruhan produk dan jasa yang ditransfer
oleh suatu perusahaan kepada pelanggannya selama suatu periode waktu.
FASB menyerang masalah pendefinisian pendapatan dari arah yang berlawanan. Mereka
memusatkan pada kas yang diterima pada saat penjualan atau sesudahnya,jika itu penjualan
kredit dan mendefinisikan pendapatan dalam pengertian arus masuk (inflow) aktivva ke
dalam perusahaan sebagai hasil penjualan barang dan jasa . Dalam kata kata mereka :
Pendapatan adalah arus masuk atau penambahan lainnya pada aktiva suatu satuan usaha
atau penyelesaian kewajiban kewajibannya (atau kombinasi keduanya) dari pengiriman
atau produksi barang,pemberian jasa atau kegiatan lain yang merupakan kegiatan utama
atau pusat dari satuan usaha yang berkesinambungan.
Defini ini dicela karena beberapa alasan. Pertama, ia mengacaukan produk dengan
pembayaran yang diterima untuk produk tersebut. Pendekatan arus kas masuk juga
memerlukan pernyataan yang berhati-hati tentang arus kas masuk mana yang harus
dipertimbangkan dan mana yang harus tidak. Untuk menghindari kritik, pendapatan kadangkadang didefinisikan dalam pengertian pengaruhnya pada ekuitas pemegang saham. Ini
adalah pendekatan yang diambil dalam APB Statement No.4, di mana pendapatan
didefinisikan sebagai :
Kenaikan bruto dalam aktiva atau penurunan bruto dalam kewajiban yang diakui dan diukur
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum yang dihasilkan dari jenis jenis
kegiatan yang mencari laba itu dari suatu perusahaan yang dapat mengubah ekuitas
pemilik.
Jadi, menurut pendapatan pengarang, definisi pendapatan sebagai produk dari perusahaan
lebih unggul dari konsep arus masuk. Konsep produk bersifat netral dalam hubungannya baik
dengan waktu maupun dengan pengukuran; konsep arus kas masuk; seperti yang umum
dinyatakan; mengabaikan keduanya.

Apa yang Harus Termasuk dalam Pengertian Pendapatan?


Banyak yang mendebat bahwa perlu untuk membedakan pendapatan (revenue) dari
keuntungan (gain). Pandangan yang dinyatakan dalam buku ini adalah suatu pengertin yang
4

lebih baik mengenai akuntansi bisa dicapai dengan mengabaikan perbedaan ini sambil
mempertahankan klasifikasi yang cukup berdasar menurut jenis pendapatan untuk membantu
pemakai memahami kegiatan perusahaan. Dengan perkataan lain, semua kegiatan, apakah
utama atau sampingan, yang berhubungan dengan kegiatan menghasilkan kekayaan bagi
perusahaan akan masuk dalam kategori umum pendapatan. Diantara mereka yang mengambil
pandangan menyeluruh tersebut adalah APB dalam Pernyataan No.4. Selain penjualan dan
jasa, yang tercakup dalam pendapatan adalah penjualan sumberdaya selain produk, seperti
pabrik dan peralatan serta investasi. Paton dan Littlelon juga menyatakan bahwa, meskipun
arus penyelesaian merupakan sumber utama pendapatan, keseluruhan kisaran barang dan
jasa yang disediakan oleh perusahaan, tanpa memperhatikan jumlah relatif dari pos-pos
tertentu, harus termasuk dalam pendapatan.
Namun, FASB lebih menyukai definisi pendapatan yang kebih sempit. Definisi pendapatan
mereka menyatakan bahwa hal itu dihasilkan dari

kegiatan utama atau pusat dari

perusahaan yang bersinambung. Maksud kegiatan utama adalah untuk membedakan


pendapatan dari keuntungan, yang didefinisikan sebagai kenaikan dalam ekuitas (aktiva
bersih) dari kegiatan periferal atau insidental. Karena itu, keuntungan bagi sebagian besar
perusahaan akan mencakup laba dari kegiatan seperti penjualan tanah dan harta lain-lain
sewaktu-waktu, termasuk kenaikan dalam ekuitas yang dihasilkan dari sumbangan dan
keuntungan lain yang tidak disangka-sangka.

Bagaiman Pendapatan Harus Diukur?


Pendapatan, bagaimanapun didefinisikan, paling baik diukur dengan nilai pertukaran produk
atau jasa perusahaan. Niai pertukaran ini menyatakan ekuivalenkas, atau nilai sekarang yang
didiskontokan dari klaim uang yang akhirnya akan diterima dari transaksi pendapatan.
Keuntungan diperlakukan serupa dengan pendapatan, kecuali bahwa biaya yang berhubungan
segera diofsetkan untuk memperoleh keuntungan bersih. Dalam penjualan aktiva yang tidak
biasa diperdagangkan oleh perusahaan, biaya-biaya ini mencakup nilai aktiva yang dijual
ditambah biaya langsung penjualan.
Kriteria bahwa pendapatan harus diukur dari nilai sekarang atau ekuivalen uang yang
akhirnya diterima menunjukkan bahwa semua retur, potongan penjualan dan pengurangan
lain dari harga yang dikenakan harus harus dikurangkandari pendapatan yang dihasilkan dari
transaksi-transaksi tertentu. Dengan kata lain, hal tersebut harus diperlakukan sebagai
pengurang pendapatan, dan bukan sebagai beban. Perlakuan atas potongan tunai dan kerugian
5

yang berasal dari piutang yang tak tertagih mungkin tidak begitu jelas. Potongan tunai
diberikan, sebagian, untuk menyamakan nilaiuang yang diterima dalam periode diskon
dengan nilai uang didiskonto sekarang yang akan diterima dalam jangka kredit yang
diberikan. Semua di atas mendapat peringatan yang biasa dari materialitas. Apabila periode
menunggu pendek, potongan bisa diabaikan karena tiga alasan pragmatis :
1. Pada tingkat potongan yang rendah jumlah potongan kecil dan tidak secara material
mempengaruhi penilaian total pendapatan.
2. Karena bunga diklasifikasikan sebagai bagian dari total pendapatan, pengaruhnya
yang utama adalah ketentuan waktu. Bunga harus dicatat sesudah pencatatan
pendapatan dari transaksi awal. Akan tetapi, jika bunga tidak material jumlahnya,
memasukannya ke dalampendapatan penjualan akan mempunyai pengaruh yang kecil
pada total endapatan untuk periode tersebut.
3. Jika pendapatan tidak didiskontokan, klasifikasi pendapatan yang timbul dari
menunggu (bunga) akan hilang dan termasuk dalam klasifikasi pendapatan yang
timbul dari penjualan produk dan jasa. Namun, jika bunga yang implisit tidak material
jumlahnya,

hanya

sedikit

informasi

berguna

yang

hilang

karena

tidak

mengklasifikasikannya secara terpisah.


Karena itu, materialitas cenderung mengaburkan ketelitian teoritis.

Kapan Pendapatan Diakui?


Peraturan umum untuk pengakuan dalam akuntansi adalah bahwa pos itu harus memenuhi
definisi dari unsur itu dan bahwa pos itu dapat diukur, relevan, dan dapat diandalkan. FASB
memberikan saran untuk pengakuan pendapatan yang khusus untuk pendapatan. Menurut
mereka, pendapatan tidak boleh diakui sampai ia:
a. Dihasilkan (earned)
b. Direalisasi atau dapat direalisasi
Karena pendapatan merupakan bagian dari laba, peraturan untuk pengakuan pendapatan
adalah bagian dari peraturan untuk pengakuan laba. Karena itu, kunci untuk menentukan
kapan laba harus diakui adalah penentuan kapan ia telah dihasilkan dan direalisasi.
Pendapatan yang Dihasilkan. Dari sudut pandang ekonomi, penghasilan adalah suatu
proses berkelanjutan. ARS 3 memberikan suatu peraturan umum untuk pengakuan, yang
menyatakan bahwa :
6

Pendapatan harus diidentifikasikan dengan periode selama saat itu kegiatan ekonomi utama
yang penting untuk penciptaan dan disposisi barang dan jasa telah diselesaikan, asalkan
pengukuran objektif atas hasil-hasil kegiatan itu tersedia. Dua kondisi ini, yaitu penyelesaian
kegiatan ekonomi utama dan objektifitas pengukuran, dipenuhi pada tahap kegiatan yang
berbeda dalam kasus yang berbeda, adakalanya selambat waktu penyerahan produkatau
pelaksanaan jasa, dalam kasus lain, pada titik waktu yang lebih awal.
Suatu alternatif pelaporan pendapatan pada waktu penyelesaian kegiatan ekonomi utama
adalah konsep kejadian kritis (atau kejadian sangat penting) dari pelaporan pendapatan.
Pendekatan kejadian kritis mengakui pendapatan segera setelah ketidakpastian telah cukup
diselesaikan. Pendekatan ini menyatakan bahwa penyelesaian yang cukup terjadi ketika
keputusan yang paling kritis diambil atau ketika tugas paling sulit dilaksanakan.
Realisasi. Istilah realisasi pendapatan digunakan oleh akuntan selama beberapa tahun untuk
mengacu pada pencatatan pendapatan. Salah satu kesulitan dengan konsep realisasi adalah
bahwa istilah itu mengartikan hal-hal berbeda bagi orang-orang berbeda.Akan tetapi,
pandangan umumnya, adalah bahwa realisasi merupakan pelaporan pendapatan apabila suatu
pertukaran atau arus keluar produk telah terjadi. Jadi, pengertian realisasi secara umum
berarti pelaporan pendapatan saat disahkan oleh penjualan. Pelaporan pendapatan sebelum
atau setelah saat penjualan secara umu dipertimbangkan sebagai pengecualian peraturan
realisasi. Masalah bagaimana istilah realisasi harus digunakan adalah apa yang tersisa setelah
petanyaan kapan merealisasi pendapatan sudah terjawab dalam definisi, yang disebut pada
saat penjualan.
Untuk menghindari masalah ini, FASB sekarang lebih suka menggunakan kata pengakuan
(recognition) untuk mengacu secara spesifik pada pencatatan suatu unsur. Dengan perkataan
lain, sekarang apabila seseorang mempertanyakan apakah tepat untuk melaporkan suatu
aktiva, kewajiban, laba, pendapatan, atau beban dalam laporan keuangan, maka orang itu
harus membahas pengakuan. FASB sekarang menggunakan istilah realisasi untuk pengertian
proses pengubahan sumberdaya dan hak bukan-kas menjadi uang. Maka, dapat direalisasi,
berarti kemampuan mengubah klaim menjadi kas. Jadi suatu kondisi untuk pengakuan adalah
bahwa produk telah dijual secara tunai atau kredit.
Pengakuan Keuntungan. Waktu pengakuan keuntungan, dan khususnya keuntungan yang
berasal dari kenaikan nilai aktiva, harus identic dengan waktu pengakuan pendapatan. Akan
tetapi, akuntan umumnya lebih condong pada konsep realisasi. Yaitu biasanya mereka tidak
7

mengakui keuntungan sampai suatu pertukaran atau penjualan terjadi. Akuntan enggan
mencatat kenaikan nilai karena dua alasan:
1. Ketidakpastian dan sifat tidak kekal yang mungkin dari kenaikan nilai.
2. Kenyataan bahwa kenaikan nilai tidak meningkatkan sumbernya likuid yang dapat
digunakan untuk pembayaran dividen.

Ikhtisar
GAAP menyatakan bahwa pendapatan dan laba harus diakui dalam laporan akuntansi apabila
kriteria berikut terpenuhi:
1. Nilai ekonomi harus ditambahkan oleh perusahaan pada produknya.
2. Jumlah pendapatan harus dapat diukur.
3. Pengukuran harus dapat diuji dan secara relative bebas dari bias.
4. Harus mungkin untuk mengestimasi beban yang berhubungan dengan tingkat akurasi
yang wajar.

Pelaporan Pendapatan selama Produksi


Jasa biasanya dilaksanakan berdasarkan waktu dan pelaksanaan jasa dapat diasumsikan
merupakan kejadian penting sekali. Jumlah pendapatan telah ditentukan menurut kontrak atau
perjanjian sebelumnya. Beban yang berhubungan biasanya dapat ditentukan secara
bersamaan dengan pendapatan.

Kontrak Jangka Panjang. Aplikasi kedua yang dapat diterima dari pelaporan pendapatan
selama produksi adalah pengakuan pendapatan pada kontrak jangka panjang, biasanya
dengan metode presentase penyelesaian. Perusahaan biasanya menolak untuk menerbitkan
laporan keuangan yang tidak menunjukkan laba selama setahun dimasa selama itu
perusahaan telah melakukan banyak upaya untuk mencapai penyelesaian sebagian dari suatu
kontrak yang akan memungkinkan laba yang layak dengan tingkat kepastian wajar. Metode
presentase penyelesaian yang biasanya digunakan membandingkan biaya yang terjadi dalam
suatu periode akuntansi tertentu dengan total biaya yang diestimasikan untuk proyek itu. Ini
disebut metode biaya untuk biaya (cost to cost).

Laba yang diharapkan pada kontrak

kemudian dialokasikan pada setiap periode berdasar biaya-biaya ini. Prosedur ini mempunyai
dua kesulitan, yang membuat laba periodic yang dihasilkan diragukan:
9

1. Total biaya proyek sulit untuk diestimasikan secara akurat.


2. Ini mengasusmsikan laba perusahaan diperoleh begitu biaya terjadi.
Pertumbuhan. Berhubungan dengan pelaporan pendapatan selama produksi adalah
pengakuan nilai yang meningkat dari pertumbuhan alami atau proses penuaan. Pendapatan
atau laba dari pertumbuhan dapat diakui hanya dengan melakukan penilaian persediaan yang
dapat dibandingkan.

Pelaporan Pendapatan pada Penyelesaian Produksi


Menurut APB Statement No. 4, pendapatan bisa dilaporkan pada penyelesaian produksi
menurut kriteria hanya untuk logam mulia yang mempunyai harga jual tetap dan biaya
pemasaran yang tidak besar. Perlakuan serupa dapat diterima untuk produk pertanian,
mineral dan lainnya hanya jika perusahaan tidak dapat menentukan biaya taksiran secara
layak.

Pelaporan Pendapatan pada Saat Penjualan


Selama bertahun-tahun penyerahan merupakan aturan umum untuk pelaporan pendapatan.
Ketidakpastian mengenai pengukuran akhir dari pendapatan minimal pada saat penyerahan,
tetapi itu tidak hilang sama sekali. Kegagalan untuk menagih harga jual seringkali mungkin,
dan kemungkinan itu bergantung pada peringkat kredit pelanggan.

Pelaporan Pendapatan Sesudah Penjualan


Penangguhan elaporan pendapatan, setelah klaim sah terhadap pelanggan timbl dan kegiatan
dasar dalam penjualan produk atau jasa sejenis telah diselesaikan, dapat dibenarkan hanya
jika salah satu dari dua kriteria berikut terpenuhi:
1. Jika tidak mungkin mengukur aktiva yang diterima dalam pertukaran dengan tingkat
ketepatan yang wajar.
2. Jika beban tambahan yang material secara langsung berhubung dengan transaksi dan
jika hal itu tidak dapat diestimasikan dengan tingkat ketepatan yang wajar.
Penjualan dengan Perlindungan (recourse). Apabila penjual dihadapkan dnegan risiko
kepemilikan melalui pengembalian aktiva, pendapaan harus tidak diakui saat ini kecuali jika
semua kondisi berikut terpenuhi:
a. Harga penjual kepada pembeli sebagian besar tetap atau dapat ditentukan pada
tanggal penjualan.
10

b. Pembeli telah membayar penjual, atau pembeli diwajibkan untuk membayar penjual
dan tidak tergantung pada penjualan kembali produk.
c. Kewajiban pembeli kepada penjual tidak berubah dalam kejadian pencurian atau
kerusakan atau cacat fisik pada produk.
d. Pembeli yang memeroleh produk untuk dijual kembali mempunyai substansi ekonomi
yang terpisah dari yang disediakan penjual.
e. Penjual tidak mempunyai kewajiban yang signifikan untuk kinerja dimasa datang
yang secara langsung menyebabkan dijualnya kembali produk oleh pembeli.
f. Jumlah pengembalian masa datang secara layak dapat diestimasikan.
Penjualan Cicilan. Contoh yang paling sering dikutip untuk pelaporan pendapatan yang
ditangguhkan adalah kasus penjualan cicilan. Biasanya ini dibenarkan berdasarkan bahwa
penagihan dianggap meragukan karena pelanggan yang masuk kedalam kontrak cicilan ini
seringkali terlalu melebihkan diri mereka sendiri dank arena itu risikonya buruk. Beban
penagihan dan pemungutan sesudah saat penjualan biasanya besar, dan jaminan bisa juga
masuk kedalam perhitungan. Argument ini sangat lemah. Akantetapi ada situasi-situasi,
seperti penjualan perumahan, dimana metode cicilan bisa dibenarkan.
Metode Pemulihan Biaya. Cicilan pertama dipertimbangkan sebagai pengembalian dari
biaya yang diinvestasikan dan laba dicatat hanya setelah semua biaya telah dipulihkan.
Setelah semua biaya dipulihkan, semua cicilan selebihnya diperlakukan sebagai laba.

BEBAN DAN KERUGIAN


Istilah beban merupakan konsep arus. Beban menunjukkan perubahan yang tidak
menguntungkan dalam sumberdaya perusahaan, yaitu penurunan dalam laba. Akan tetapi,
tidak semua perubahan yang tidak menguntungkan dalam sumberdaya adalah beban.
Didefinisikan lebih tepat, beban menggunakan atau mengkonsumsi barang atau jasa dalam
proses perolehan pendapatan. Beban adalah jatuh temponya pelayanan factor yang
berhubungan baik secara atau tidak langsung dengan produksi dan penjualan produk
perusahaan. Pertanyaan yang muncul dalam hubungannya dengan pengertian beban sama
dengan pertanyaan yang diajukan mengenai pendapatan. Ini adalah:
1. Apa yang harus termasuk dalam beban?
11

2. Bagaimana beban harus diukur?


3. Kapan beban terjadi dan kapan harus dilaporkan untuk tujuan akuntansi?

Apa Yang Harus Termasuk Dalam Beban?


Menurut FASB,

beban berhubungan dengan operasi terbesar dari sebuah perusahaan.

Kerugian berasal dari transaksi yang peripheral atau incidental bagi operasi perusahaan.
Otoritas lain mendefinisikan beban secara lebih luas dengan mencakup habis waktunya biaya
operasi dan bukan operasi. Beban adalah biaya yang terjadi untuk menghasilkan pendapatan.
Konsekuensi dari definisi beban adalah pemakaian aktiva/pengurangan aktiva yang tidak
berhubungan dengan proses penyediaan barang atau jasa kepada pelanggan harus
diklasifikasikan sebagai kerugian, bukan beban. Karena itu, istilah kerugian harus dibatasi
pada arti penghapusan biaya yang tidak berhubungan dengan pendapatan dari suatu periode.

Bagaimana Beban Harus Diukur?


Beban didefinisikan sebagai penurunan aktiva bersih suatu perushaan, sutau pengukuran yang
logis adalah nilai barang dan jasa pada saat itu digunakan dalam operasi perushaan. Beban
dalam pandangan ini adalah aspek yang tidak menguntungkan dari operasi pendapatan dan
merupakan pengorbanan ekonomi unutk memperoleh pendapatan. Tujuan dari pengukuran
beban adalah untuk mengukur jumlah yang dapat dibebankan pada periode berjalan dan
menangguhkan ke periode mendatang yang merupakan perubahan barang dan jasa yang akan
digunakan pada periode mendatang. Pengukuran beban yang paling umum digunakan adalah
:
1. Biaya historis. Metode pengukuran beban dan kerugian konvensional adalah dalam
pengertian biaya historis bagi perusahaan. Alasan utamanya adalah bahwa hal itu
diasumsikan dapat diuji, Karen amerupakan pengeluaran oleh kas.
2. Penentuan biaya. Pada dasrnya biaya diukur dengan nilai kini dari sumberdaya
ekonomi yang diserahkan atau akan diserahkan dalam perolehan barang dan jasa yang
digunakan dalam proses operasi atau disebut juga nilai pertukaran.
3. Harga kini. Karen apendapatan biasanya diukur dalam pengertian harga kini yang
diterima untuk produk, seringkali dikemukakan bahwa beban yang ditandingkan

12

terhadap pendapatan ini juga harus diukur dalam satuan harga kini barang dan jasa
yang dikonsumsi.

Kapan Beban Terjadi?


Menurut definisi, beban terjadi ketika barang dan jasa digunakan dalam proses perolehan
pendapatan. Pelaporan beban dilakukan dengan mecatat kegiatan ini dalam akun atau
menyertakannya dalam laporan keuangan.
Konsep penandingan (matching concept). Jika laba dilaporkan secara bertahap sepanjang
keseluruhan proses operasi, maka tidak diperlukan penandingan. Tapi jika transaksi
pendapatan dan beban dilaporkan secra terpisah dan Karen aperolehan dan pembayaran
barang biasanya tidak bersamaan dengan proses penjualan produk, penandingan dianggap
perlu dilakukan. Suatu pendingan yang tepat terjadi hanya apabila hubungan yang wajar ada
diantara pendapatn beba. Oleh karena itu, waktu pengkuan beban mensyaratkan :

Hubungan dengan pendapatan

Pelaporan dalam periode yang sama seperti pendapatan terkait yang dilaporkan

Pendekatan Aktiva/Kewajiban.

FASB menggunakan pendekatan aktiva/kewajiban yang

pada dasarnya menentukn pertama apakah suatu pos merupakan aktiva. Jika suatu pos gagal
dalam uji tersebut, maka ia diklasifikasikan sebagai beban atau kerugian. Penerapan yang
paling sempurna dari pendekatan ini bisa ditemukan dalam SFAS 96 tentang pajak
penghasilan yang ditangguhkan. Kewajiban pajak penghasilan ditentukan secara langsung,
seperti juga utang pajak penghasilan yang ditangguhkan. Perubahan dalam dua akun neraca
ini, bersama dengan jumlah pajak yang sebenarnya dibayarkan ke Dinas Perpajakan dan
wewenang pajak lain, menentukan besarnya beban pajak. Dengan perkataan lain, beban pajak
adalah nilai sisa.

Pelaporan Beban
Untuk menyimpulkan bagian tentang beban ini, empat hal terakhir perlu dibuat. Pilihan
antara konsep laba inklusif dan konsep operasi kini menyatakan bagaimana pentingnya
pembedaan antara beban dan kerugian; tetapi ini tidak membantu untuk menetapkan
bagaimana mendefinisikan masing-masingnya. Memutuskan pendekatan mana yang
menghasilkan konsep yang paling berarti mengenai laba bersih tidak mendefinisikan beban,
meskipun hal itu bisa membantu untuk menjernihkan pemikiran seseorang.
13

Klasifikasi beban sebagai penjualan, administrasi, atau harga pokok penjualan


mungkin bergunan untuk tujuan analitis dalam perusahaan, tetapi untuk tujuan pelaporan
eksternal, pembedaan ini tidak memberikan fungsi khusus yang berguna. Pembaca laporan
keuangan tidak dapat lebih baik membuat peramalan dengan menggunakan klasifikasi ini
atau dapat lebih mengevaluasi kontribusi dari beberapa fungsi.
Urutan beban dalam laporan rugi laba juga tidak relevan. Beban tidak dipulihkan dalam
urutan terpilih. Harga pokok penjualan tidak lebih penting daripada beban administrasi.
Pengukuran laba tidak berarti sampai semua beban dikurangkan dari pendapatan total.
Terakhir, klasifikasi beban yang mungkin berguna bagi investor dan yang lain adalah
klasifikasi yang menggambarkan sifat perilaku beban. Artinya, beban harus diklasifikasikan
dan digambarkan sesuai dengan apakah hal itu bersifat variasi atau tetap dalam hubungannya
dengan produksi, volumen penjualan, atau beberapa faktor lain. Mungkin juga harus ada
suatu manfaat dalam menggambarkan hubungannya mereka dengan arus kas.
Aturan untuk pengakuan beban diringkaskan oleh FASB dengan cara berikut:
Beban dan kerugian umumnya diakui apabila manfaat ekonomi suatu perusahaan habis
digunakan dalam penyerahan atau produksi barang, pemberian jasa, atau kegiatan lain yang
merupakan operasi terbesar atau utama yang berkelanjutan atau apabila aktiva yang
sebelumnya diakui diperkirakan selanjutnya memberi manfaat yang berkurang atau tidak
sama sekali.
Konsumsi manfaat ekonomi selama suatu periode bisa diakui secara langsung atau dengan
menghubungkannya dengan pendapatan yang diakui selama periode tersebut:
a. Beberapa beban, seperti harga pokok penjualan, ditandingkan dengan pendapatan
hal itu diakui sesudah pengakuan pendapatan yang dihasilkan secara langsung dan
bersama dari transaksi atau kejadian lain yang sama seperti beban itu.
b. Banyak beban, seperti gaji penjualan dan administrasi, diakui selama periode saat kas
dibelanjakan atau kewajiban terjadi untuk barang atau jasa yang digunakan secara
serentak dengan perolehan atau segera sesudahnya.
c. Beberapa beban, seperti penyusutan dan asuransi, dialokasikan oleh prosedur yang
sistematis dan rasional pada periode selama itu aktiva yang terkait diharapkan
memberikan manfaat.

14

Suatu beban atau kerugian diakui jika terbukti bahwa manfaat ekonomi masa datang dari
suatu aktiva yang sebelumnya diakui telah berkurang atau hilang, atau bahwa suatu
kewajiban telah terjadi atau meningkat, tanpa manfaat ekonomi yang berhubungan.

PERATURAN KHUSUS INDUSTRI


Pada bagian berikut, dua contoh peraturan khusus industri ditelaah untuk menggambarkan
sifat sangat rinci dari beberapa peraturan di mana FASB terpaksa harus membuatnya.

Perfilman
Produser film mendapat suatu imbalan dari investasi mereka dengan melisensi kepada pihak
lain hak untuk memutar film mereka. Ada dua kategori utama lisensi: teater dan televisi.
Produser umumnya melisensi film ke teater berdasarkan persentase pendapatan box office.
SFAS 53 mengizinkan lisensor (pemberi lisensi) untuk menghasilkan pendapatan dari teater
hanya pada tanggal saat film diputar. Hak untuk film secara efektif dijual ke televisi, yang
menciptakan serangkaian peraturan yang berbeda. Secara khusus:
Lisensor akan mengakui pendapatan dari persetujuan lisensi untuk bahan program televisi
pada saat periode lisensi dimulai dan semua kondisi berikut terpenuhi:
a. Biaya lisensi untuk setiap film diketahui.
b. Biaya setiap film diketahui atau dapat diperhitungkan secara wajar.
c. Penagihan biaya lisensi cukup terjamin.
d. Film itu telah diterima oleh lisensee dengan kondisi persetujuan lisensi itu.
e. Film tersedia untuk pertunjukkan atau telecast pertama. Kecuali suatu lisensi yang
dipersengketakan mencegah penggunaan oleh penerima lisensi, pembatasan dalam
persetujuan lisensi yang sama atau persetujuan lisensi yang lain dengan penerima
lisensi yang sama pada waktu pertunjukkan kemudian tidak boleh mempengaruhi
kondisi ini.
Biasanya, apabila kondisi-kondisi yang disebutkan dalam paragraf sebelumnya dipenuhi, baik
lisensee maupun lisensor secara kontrak berkewajiban dalam suatu persetujuan lisensi yang
tidak dapat dibatalkan dan mampu melaksanakan sesuai dengan semua syarat yang penting
dari persetujuan lisensi tersebut. Jika faktor-faktor yang penting menimbulkan keraguan
mengenai kewajiban atau kemampuan untuk melaksanakan sesuai persetujuan itu, pengakuan
pendapatan harus ditangguhkan sampai faktor-faktor tersebut tidak ada lagi.

15

Beberapa akan berkata bahwa semua ini melekat dalam konsep kejadian kritis dan tidak perlu
dikemukakan dengan cara begini.

Penjualan Real Estate


Peraturan pengakuan pendapatan untuk real estate bahkan lebih terinci. Hal itu menjadi
sangat merepotkan sehingga FASB berkewajiban untuk menyusun suatu bagan arus agar
memungkinkan pembaca mangikuti mereka. Metode akrual penuh akuntansi untuk
pendapatan, yaitu, pengakuan pendapatan sederhana, diizinkan hanya apabila semua kondisi
berikut terpenuhi:
1. Berakhirnya periode pengembalian. Banyak penjualan tanah eceran disertai dengan
periode cooling-off di mana pembeli meminta pengembalian atas deposito mereka
dan pembayaran selanjutnya. Periode ini harus sudah dilewati.
2. Jika kondisi ini tidak dipenuhi, metode deposito harus digunakan, yaitu pembayaran
diperlakukan sebagai deposito dan dibukukan sebagai kewajiban sampai periode itu
berakhir.
3. Pembayaran kumulatif yang mencukupi. Pembeli harus melakukan pembayaran yang
lebih besar atau sama dengan 10 persen dari harga jual kontrak.
4. Jika kondisi ini tidak terpenuhi, metode deposito harus digunakan.
5. Putang yang dapat ditagih. Pengalaman piutang tak tertagih penjual harus tidak
melebihi 10 persen. Alternatif lain, uang muka pembeli harus melebihi 20 persen.
6. Nonsubordinasi dari piutang. Pembeli tidak diperkenankan mengambil hipotik kedua
pada tanah yang lebih dulu dibayar untuk hipotik pertama.
7. Jika salh satu dari dua kondisi terakhir ini tidak terpenuhi, maka pertanyaan beralih ke
kemampuan keuangan penjual. Jika penjual secara keuangan kuat, metode pengakuan
pendapatan secara cicilan disyaratkan, jika tidak, metode deposito digunakan.
8. Gunakan metode deposito.
9. Penyelesaian pengembangan. Kondisi akhir untuk penggunaan metode akrual penuh
adalah penjual tidak berkewajiban untuk mengembangkan lebih lanjut kapling yang
telah terjual.
10. Jika pengembangan pada kapling yang dijual belum selesai, tetapi ada bukti kemajuan
dan ada harapan yang wajar bahwa tanah itu dapat dikembangkan untuk tujuan
dinyatakan, maka metode persentase penyelesaian dapat digunakan. Jika salah satu
dari kondisi ini tidak terpenuhi, pertanyaan beralih kembali ke kemampuan keuangan
penjual seperti ditunjukkan di nomor 7 di atas.
16