Anda di halaman 1dari 11

SENSOR GAS/ALKOHOL

A. Tujuan
Mempelajari prinsip kerja sensor Gas atau Alkohol.
Mempelajari pengaruh banyaknya tetesan alkohol terhadap kesensitivan sensor.
Membandingkan nilai tegangan yang dihasilkan dengan pengaruh jarak tetesan alkohol
terhadap sensor.
Membandingkan pengaruh hambatan load (RL) terhadap kesensitivan sensor.

B. Bahan Praktikum
Bahan yang digunakan pada praktikum ini antara lain :
a. Sensor TGS 2620 buatan Figaro
b. Catu Daya (Vcc 5 v)
c. Penjepit Buaya
d. Multimeter
e. Project Board
f.

Kabel Jumper

g. Resistor dengan nilai 10 k dan 1 k

C. Rangkaian Alat Ukur

D. Data Pengukuran
1. Untuk RL 10 k
No

Tetes

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Tegangan Output (V)


Data 1
Data 2
3,3
2,67
2,1
1,73
3,34
2,17
2,71
3,21
4,41
3,68
3,38
3,21
2,92
3,68
3,31
3,38
3,84
3,91
4,46
4,58

2. Untuk RL 1 k
No

Tetes

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Tegangan Output (V)


Data 1
Data 2
0,56
0,84
1
1,19
1
1,16
1,51
1,84
1,32
1,66
1,5
2,46
1,9
2,45
1,41
1,67
1,03
0,81
1,86
2,6

E. Analisis Data dan Pembahasan


Sensor
i. Sensor yang digunakan
Pada praktikum ini, sensor yang digunakan adalah sensor TGS 2620 buatan Figaro.
Sensor gas TGS 2620 merupakan sensor kimia atau sensor gas, mempunyai nilai resistansi
Rs yang akan berubah bila terkena gas (dalam praktikum ini menggunakan alkohol).
ii. Stimulus
Stimulus pada sensor TGS 2620 ini adalah gas yang dihasilkan dari cairan alkohol.

iii. Respon
Respon dari TGS 2620 berupa perubahan nilai resistansi Rs yang akan berubah bila
terkena gas dari alkohol di udara. Ketika sensor mendeteksi keberadaan gas-gas tersebut
maka resistansi eletrik sensor tersebut akan menurun yang menyebabkan tegangan yang
dihasilkan oleh output sensor akan semakin besar. Selain itu, sensor juga mempunyai
sebuah pemanas (heater) yang digunakan untuk membersihkan ruangan sensor dari
kontaminansi udara luar agar sensor dapat bekerja kembali secara efektif.
iv. Prinsip Kerja
Sensor gas TGS 2620 hanya terdiri dari sebuah lapisan silikon dan dua buah elektroda
pada masing-masing sisi silikon. Hal ini akan
menghasilkan perbedaan tegangan pada outputnya
ketika lapisan silikon ini dialiri oleh arus listrik. Tanpa
adanya gas alkohol yang terdeteksi, arus yang
mengalir pada silikon akan tepat berada ditengahtengah silikon dan menghasilkan tegangan yang
sama antara elektrode sebelah kiri dan elektrode
sebelah kanan, sehingga beda tegangan yang dihasilkan pada output adalah sebesar 0 volt.
Ketika terdapat gas alkohol yang mempengaruhi sensor ini, arus yang mengalir akan
berbelok mendekati atau menjauhi salah satu sisi
silikon. Ketika arus yang melalui lapisan silikon
tersebut mendekati sisi silikon sebelah kiri maka
terjadi ketidakseimbangan tegangan output dan hal
ini akan menghasilkan beda tegangan di outputnya.
Begitu pula bila arus yang melalui lapisan silikon
tersebut mendekati sisi silikon sebelah kanan.
Semakin besar kosentrasi gas yang mempengaruhi sensor ini, pembelokan arus di dalam
lapisan silikon juga semakin besar, sehingga ketidakseimbangan tegangan antara kedua sisi
lapisan silikon pada sensor semakin besar pula. Semakin besar ketidakseimbangan
tegangan ini, beda tegangan pada output sensor ini juga semakin besar.

v. Karakteristik Sensor

Analisis Data
Dalam praktikum ini dilakukan pengambilan dua kali data dimana dengan menggunakan
RL = 10 k dan 1 k. Percobaan ini dilakukan dengan cara mencari tegangan keluaran dari
stimulus gas alkohol. Gas alkohol yang digunakan divariasikan dari 1 tetes hingga 10 tetes.
Selain itu, gas alkohol juga divariasikan terhadap jarak dekat atau jauhnya kapas yang diberi
tetesan alkohol terhadap sensor tersebut. Karena sensor ini sangat sensitif terhadap gas-gas
methana, CO, ethanol, iso-butan, hydrogen maka pada saat melakukan praktikum ini jarak
antara sensor dan kapas tetesan air di tutup oleh gulungan kertas sehingga diharapkan nilai
tegangan keluaran yang terbaca adalah nilai dari gas alkohol. Sensor TGS 2620 ini memiliki
hambatan (resistance) sensor (Rs). Dari datasheet dapat diketahui Rs adalah resistansi sensor
dalam konsentrasi ethanol (alkohol) 300 ppm pada saat temperature di variasikan dengan
rumus sebagai berikut :

Maka nilai Rs dengan menggunakan RL = 10 k adalah sebagai berikut ini :


Tegangan Output (V) Rs (k)
Data 1
Data 1
Data 2
1
1
3,3
2,67
5,15
2
2
2,1
1,73
13,81
3
3
3,34
2,17
4,97
4
4
2,71
3,21
8,45
5
5
4,41
3,68
1,34
6
6
3,38
3,21
4,79
7
7
2,92
3,68
7,12
8
8
3,31
3,38
5,11
9
9
3,84
3,91
3,02
10
10
4,46
4,58
1,21
Dari data di atas didapatkan grafik sebagai berikut ini :
No

Tetes

Rs (k)
Data 2
8,73
18,90
13,04
5,58
3,59
5,58
3,59
4,79
2,79
0,92

Grafik diatas merupakan karakteritas sensitivitas dari percobaan pertama dengan data 1
(kapas dengan tetesan gas alkohol berada di dekat sensor). Pada datasheet grafik karakteristis
sensitivitas merupakan hubungan antara konsentrasi gas dengan Rs. Jika dilihat grafik yang
sebelah kiri, maka dapat diketahui nilai regresi linear untuk data 1 adalah
Y = -0,6717 X + 9,1918 dengan R2 = 0,3019
dari grafik tersebut dapat dilihat bahwa grafik yang dihasilkan oleh percobaan dengan
menggunakan RL = 10 k pada data 1 mendapatkan karakteristik linear yang sesuai dengan
datasheet.
Grafik kanan di atas merupakan grafik yang membandingkan pengaruh konsentrasi
alkohol (tetesan) terhadap tegangan keluaran yang dihasilkan. Dari program excel dengan
data yang didapatkan pada saat praktikum maka didapatkan persamaan regresi linearnya
adalah
Y = 0,1338 X + 2,6413 dengan R2 = 0,3107
dari grafik tersebut dapat dilihat bahwa pengaruh konsentrasi alkohol terhadap nilai tegangan
output adalah linear.

Grafik diatas merupakan percobaan pertama dengan data 2 (kapas dengan tetesan gas
alkohol berada lebih jauh dari sensor). Grafik sebelah kiri dapat diketahui bahwa karakteristik
sensitivitas dari percobaan pertama dengan data 2 bersifat linear. Grafik ini sesuai dengan
karakteristik yang terdapat pada data sheet. Persamaan regresi percobaan pertama dengan
data 2 adalah sebagai berikut :
Y = -1,3837 x + 14,36 dengan R2 = 0,5905
Grafik kanan di atas merupakan grafik yang membandingkan pengaruh konsentrasi
alkohol (tetesan) terhadap tegangan keluaran yang dihasilkan. Dari program excel dengan
data yang didapatkan pada saat praktikum maka didapatkan persamaan regresi linearnya
adalah
Y = 0,239 x + 1,9073 dengan R2 = 0,7365

Berikut ini merupakan hasil perhitungan manual Rs dan Tegangan Output apabila dicari
menggunakan persamaan regresi yang didapatkan :
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Tetes
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Tegangan Output (V)


Data 1
3,3
2,1
3,34
2,71
4,41
3,38
2,92
3,31
3,84
4,46

Data 2
2,67
1,73
2,17
3,21
3,68
3,21
3,68
3,38
3,91
4,58

Rs (k)
Data 1

Rs (k)
Data 2

5,15
13,81
4,97
8,45
1,34
4,79
7,12
5,11
3,02
1,21

8,73
18,90
13,04
5,58
3,59
5,58
3,59
4,79
2,79
0,92

Perhitungan
Manual
V1
V2
2,78
2,15
2,91
2,39
3,04
2,62
3,18
2,86
3,31
3,10
3,44
3,34
3,58
3,58
3,71
3,82
3,85
4,06
3,98
4,30

Perhitungan
Manual
R1
R2
8,52
12,98
7,85
11,59
7,18
10,21
6,51
8,83
5,83
7,44
5,16
6,06
4,49
4,67
3,82
3,29
3,15
1,91
2,47
0,52

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa Perhitungan Manual Data Percobaan. Hal
tersebut didapatkan karena persamaan rentang data percobaan dengan nilai regresi memiliki
nilai error (seperti pada grafik).
Nilai Rs dengan menggunakan RL = 1 k adalah sebagai berikut ini :
No

Tetes

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Tegangan Output (V)


Data 1
Data 2
0,56
0,84
1
1,19
1
1,16
1,51
1,84
1,32
1,66
1,5
2,46
1,9
2,45
1,41
1,67
1,03
0,81
1,86
2,6

Rs (k)
Data 1
79,29
40,00
40,00
23,11
27,88
23,33
16,32
25,46
38,54
16,88

Dari data di atas didapatkan grafik sebagai berikut ini :

Rs (k)
Data 2
49,52
32,02
33,10
17,17
20,12
10,33
10,41
19,94
51,73
9,23

Grafik diatas merupakan karakteritas sensitivitas dari percobaan kedua dengan data 1
(kapas dengan tetesan gas alkohol berada di dekat sensor). Pada datasheet grafik karakteristis
sensitivitas merupakan hubungan antara konsentrasi gas dengan Rs. Jika dilihat grafik yang
sebelah kiri, maka dapat diketahui nilai regresi linear untuk data 1 adalah
Y = -4,0573 X + 55,397 dengan R2 = 0,4405
dari grafik tersebut dapat dilihat bahwa grafik yang dihasilkan oleh percobaan dengan
menggunakan RL = 1 k pada data 1 mendapatkan karakteristik linear yang sesuai dengan
datasheet.
Grafik kanan di atas merupakan grafik yang membandingkan pengaruh konsentrasi
alkohol (tetesan) terhadap tegangan keluaran yang dihasilkan. Dari program excel dengan
data yang didapatkan pada saat praktikum maka didapatkan persamaan regresi linearnya
adalah
Y = 0,0928 X + 0,7987 dengan R2 = 0,4524
dari grafik tersebut dapat dilihat bahwa pengaruh konsentrasi alkohol terhadap nilai
tegangan output adalah linear.

Grafik diatas merupakan percobaan kedua dengan data 2 (kapas dengan tetesan gas
alkohol berada lebih jauh dari sensor). Grafik sebelah kiri dapat diketahui bahwa karakteristik
sensitivitas dari percobaan kedua dengan data 2 bersifat linear. Grafik ini sesuai dengan
karakteristik yang terdapat pada data sheet. Persamaan regresi percobaan pertama dengan
data 2 adalah sebagai berikut :
Y = -1,9428 x + 36,043 dengan R2 = 0,1405
Grafik kanan di atas merupakan grafik yang membandingkan pengaruh konsentrasi
alkohol (tetesan) terhadap tegangan keluaran yang dihasilkan. Dari program excel dengan
data yang didapatkan pada saat praktikum maka didapatkan persamaan regresi linearnya
adalah
Y = 0,1113 x + 1,056 dengan R2 = 0,2525

Berikut ini merupakan hasil perhitungan manual Rs dan Tegangan Output apabila dicari
menggunakan persamaan regresi yang didapatkan :
No

Tetes

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Tegangan Output (V)


Data 1
0,56
1
1
1,51
1,32
1,5
1,9
1,41
1,03
1,86

Data 2
0,84
1,19
1,16
1,84
1,66
2,46
2,45
1,67
0,81
2,6

Rs (k)
Data 1

Rs (k)
Data 2

79,29
40,00
40,00
23,11
27,88
23,33
16,32
25,46
38,54
16,88

49,52
32,02
33,10
17,17
20,12
10,33
10,41
19,94
51,73
9,23

Perhitungan
Manual
V1
V2
0,89
1,17
0,98
1,28
1,08
1,39
1,17
1,50
1,26
1,61
1,36
1,72
1,45
1,84
1,54
1,95
1,63
2,06
1,73
2,17

Perhitungan
Manual
R1
R2
51,34
34,10
47,28
32,16
43,23
30,21
39,17
28,27
35,11
26,33
31,05
24,39
27,00
22,44
22,94
20,50
18,88
18,56
14,82
16,62

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa Perhitungan Manual Data Percobaan. Hal
tersebut didapatkan karena persamaan rentang data percobaan dengan nilai regresi memiliki
nilai error (seperti pada grafik). Dalam artian hasil percobaan tidak berada tepat pada garis
regresi.
Dari kedua percobaan yang telah dianalisi data hasil percobaannya dapat diketahui
pada saat nilai RL = 10 k didapatkan nilai tegangan output lebih besar dari pada nilai
tegangan output dengan nilai RL = 1 k. Hal tersebut dikarenakan jika menggunakan RL = 10
k akan menghasilkan nilai sensor resistance (Rs) lebih kecil daripada menggunakan RL = 1 k.
Ketika nilai sensor resistance (Rs) semakin besar maka Tegangan keluaran (Vout) akan semakin
kecil. Sedangkan sensor resistance (Rs) semakin kecil maka tegangan keluaran (Vout) akan
semakin besar.

F. Kesimpulan
a. Dari percobaan TS 06 ini dapat diambil kesimpulan bahwa perubahan kosentrasi gas dari
alkohol dapat mempengaruhi nilai tegangan keluaran dari sensor.
b. Semakin besar nilai RL maka akan menghasilkan Rs semakin kecil, dan sebaliknya semakin
kecil nilai RL maka akan menghasilkan Rs semakin besar.
c. Semakin besar nilai Rs akan menghasilkan Vout semakin kecil, dan sebaliknya semakin kecil
nilai Rs akan menghasilkan Vout semakin besar.
d. Sehingga jika nilai RL semakin besar maka Vout yang terukur akan semakin besar dan
sebaliknya nilai RL semakin kecil maka Vout yang terukur akan semakin kecil.