Anda di halaman 1dari 12

twitter: @islamexpose

TANGGAPAN KEDUA, ALI SINA


TERHADAP DR. ALIREZA ASSAR

bagaimana Khadijah
Mengawini muhammad

Tanggapan pertama bisa di-klik disini

PERTANYAAN DR ALIREZA ASSAR:


Yth Dr. Sina,
Ok, Dr. Sina, anggaplah pendiri Islam, si muhammad itu memang seorang
penipu, bandit, oom girang dsb. Tapi saya bisa membuktikan pada anda
bahwa ia adalah pribadi yang paling hebat dalam sejarah umat manusia. Saya
akan membahas ini secara bertahap.
Pertama-tama, ia pasti pandai dan ganteng sehingga perempuan yang paling
kaya dan berpengaruh pada jaman itu bisa kecantol. Khadijah, jatuh cinta
padanya, menikahinya dan memberikan semua kekayaannya kepada
muhammad untuk mengembangkan ideologinya. Setelah meninggalnya
Khadijah, banyak perempuan cantik mencoba menarik perhatiannya tetapi
tidak berhasil. Aisha adalah salah satu yang berhasil. Nah, jelaslah bahwa
muhammad memang sukses dengan perempuan, kualitas yang jarang dimiliki
kebanyakan lelaki intelek !
OK. Langkah kedua: anggaplah ia penipu. Tetapi pastilah ia penipu yang
sangat jitu bukan? Kebanyakan orang berbohong tetapi tidak ada yang
percaya. Apakah tidak aneh bahwa seorang lelaki di bagian terpencil dunia
berhasil menipu orang selama 1400 tahun dan 1,5 milyar masih mempercayai
tipuannya itu hingga hari ini? Bahkan di jaman sekarangpun, banyak politisi
mencoba membohongi rakyat tapi tidak berhasil. Nah, lagi-lagi anda lihat
bahwa muhammad memang luar biasa.
Langkah ketiga: muhammad sangat berani dan sangat sukses sebagai
panglima militer. Ia sendiri turun dalam perang dan sering ia menang!!
Bandingkan saja dengan AS dan Vietnam!!!
Nah, anda lihat sendiri sekarang bahwa muhammad memang orang luar biasa
dan oleh karena itu perlu dihormati dan bukan dihina. Upaya anda tidak akan
berpengaruh pada mereka yang mencintai dan membelanya.

email: namasamaran@riseup.net

twitter: @islamexpose

Salam,
Dr. A.R. Assar (assar@aon.at)
----------------------------------JAWABAN A SINA
Yth Dr. Assar.
1) Muhammad orang hebat?
Anda mengatakan muhammad adalah penipu, bandit dan oom girang..., dsb
tetapi anda tetap menganggapnya sebagai pribadi yang paling hebat dalam
sejarah umat manusia. Ini sangat kontradiktif. Bagaimana seorang penipu,
bandit dan oom girang bisa menjadi pribadi yang paling hebat dalam sejarah
umat manusia? Apa yang anda maksudkan dengan pribadi hebat? Apakah
Hitler juga pribadi hebat? bagaimana dengan Genghis Khan, Napoleon, Stalin,
Mao Ze Dong, Khomeini, Saddam Hussein, dan Osama Bin Laden? Bukankah
mereka juga pribadi-pribadi hebat? Ingat bahwa orang-orang biadab itu juga
mengalami kemenangan di medan perang dan dicintai banyak orang.
Kesemuanya mengkultus-individu-kan diri mereka sendiri dan rakyat tidak
henti-hentinya mengelu-elukan mereka. Definisi anda bagi manusia hebat
memang sangat rancu. Saya tidak menganggap orang yang membunuh orang
lain sebagai orang hebat.
Mari kita menganalisa surat anda point by point.
2) Perkawinan Khadijah-muhammad
Argumen anda adalah bahwa Khadijah, perempuan kaya dan berpengaruh
jatuh cinta pada muhammad dan menghabiskan kekayaannya bagi kemajuan
agama karangan muhammad.
Buku kedua saya adalah sebuah biografi muhammad dan kesehatan
psikologisnya. dalam buku ini saya menganalisa secara mendetil hubungan
muhammad dengan Khadijah. Ini cuplikan dari buku saya itu.
Khadijah adalah puteri favorit ayahnya, Khuwaylid. Malah Khuwaylid sering
lebih tergantung padanya, ketimbang pada para puteranya. Ia memang
kesayangan papi. Ia menolak lamaran para lelaki berkuasa di Mekah. Tetapi
ketika ia melihat muhammad, ia langsung jatuh cinta dan mengirim orang
untuk menyampaikan surat lamarannya.
Sekilas memang nampak bahwa kepribadian muhammad begitu magnetik
sampai menaklukkan hati seorang perempuan canggih. Namun kebenarannya
bisa anda baca dari biografinya.
Tabari menulis: Khadijah mengirimkan pesan kepada muhammad,

email: namasamaran@riseup.net

twitter: @islamexpose

mengundangnya untuk melamarnya. Ia memanggil ayahnya ke rumahnya,


memabukkannya dengan anggur, melumurinya dengan parfum dan
mendandaninya dengan mantel mahal dan memotong kerbau. Lalu Khadijah
memanggil muhammad dan para pamannya. Ketika mereka masuk, ayahnya
langsung mengawinkan mereka. Ketika sang ayah sadar ia mengatakan,
Untuk apa daging, parfum dan baju ini? Khadijah menjawab, Kau telah
menikahkan saya kepada muhammad bin abdullah. Saya tidak
melakukannya, kata sang ayah. Mengapa saya akan melakukannya jika
lamaran para lelaki paling berkuasa di Mekah-pun tidak saya setujui, apalagi
memberikanmu kepada lelaki picisan ini? [Tabari versi Persia Vol. 3 hal.832]
Kelompok muhammad keberatan dan menjawab bahwa perkawinan ini
disiasati oleh puterinya sendiri. Orang tua itu dengan marah menarik
pedangnya; saudara-saudara muhammad juga menarik pedang mereka.
Khadijah menengahi dan menyatakan cintanya pada muhammad dan
mengakui bahwa ia memang merencanakan semuanya ini. Ayahnya kemudian
berdiam tatkala sadar bahwa ini semua diluar kendalinya dan rekonsiliasipun
terjadi.
Jadi bagaimana menjelaskan kelakuan Khadijah yang jatuh cinta pada lelaki
yang 15 tahun lebih muda darinya? Kelakuan serabutan ini menunjukkan
ketidakberesan dalam kepribadian Khadijah. Apakah ia benar-benar jatuh cinta
dalam hanya satu jam pertemuan? Atau hanya suka/naksir (infatuation)?
Penulis dan kolumnis Ann Landers (1918-2002) menjelaskan perbedaannya:
Infatuation is instant desire. Naksir hanyalah perasaan nafsu menggebugebu yang instan. Cinta adalah persahabatan yang baru menghangat setelah
beberapa lama. Cinta mengakar dan bertumbuh, pelan-pelan setiap hari.
Infatuation ditandai oleh ketidakpastian (insecurity). Orang yang naksir akan
mengatakan, Kita harus menikah sekarang juga! Aku tidak mau kehilangan
kau! Ini memang memiliki elemen nafsu seksual.
Bukti menunjukkan bahwa ayah Khadijah seorang pemabuk. untuk
melancarkan perkawinannya, Khadijah memanfaatkan kelemahan ayahnya.
Hanya seorang pemabuk yang dapat kehilangan kesadarannya. Anak seorang
pemabuk sering memiliki keadaan psikologis yang dinamakan codependency.
Nampak juga bahwa ayah Khadijah terlalu protektif terhadap puteri
kesayangannya itu. Khuwaylid memiliki anak-anak lain tetapi Khadijah adalah
buah hatinya. Mungkin karena ia satu-satunya anak yang berhasil. Orang
dengan kepribadian co-dependency ini, sering tumbuh dalam bayang-bayang
orang tua yang dominan dan menyanjung mereka. Mereka menjadi obyek
obsesi orang tua mereka. Di mata mereka, fungsi mereka hanyalah agar
menampakkan orang tua mereka baik dimata orang luar. Mereka diharapkan
menjadi 'wunderkind.
Akibat bertubi-tubinya tuntutan akan kemampuan maksimalnya, sang anak
tidak mampu mengembangkan kepribadiannya sendiri. Ia tidak merasa dicintai
karena SIAPA ia tetapi karena APA yang berhasil dilakukannya. Belum lagi
dengan adanya seorang ayah pemabuk yang sering membebankan sampah

email: namasamaran@riseup.net

twitter: @islamexpose

emosionalnya pada anak-anaknya, apalagi mereka yang dianggap paling


berpotensial, sebagai kompensasi atas kegagalan dan kekurangannya.
Para penderita codependent tidak mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan
dari teman-teman yang sehat secara emosional. Itulah mengapa Khadijah
menolak lamaran para lelaki yang sukses dan matang. Orang yang cocok bagi
seorang codependent adalah seorang narsisis (seseorang yang cinta diri
sendiri) yang sendirinya juga memiliki kebutuhan yang tidak terpenuhi.
Seorang codependent sering membingungkan rasa cinta dengan rasa kasihan,
mereka bertendensi untuk mencintai orang yang bisa mereka kasihani dan
bisa mereka selamatkan.
Nama lain bagi codependency adalah "self effacing" atau inverted narcissist
atau narsisis terbalik. Inilah yang dikatakan Dr. Sam Vaknin, penulis
Malignant Self Love (Cinta Diri yang Menghancurkan) ttg hubungan antara
codependent dan narsisis:
Sang inverted narcissist hanya mampu MERASA sesuatu saat ia berada dalam
hubungan dengan narsisis lain. Sang inverted narcissist diprogram dari
permulaan untuk menjadi pasangan sempurna sang narcissist guna saling
mengipas Ego mereka, yang satu menjadi ekstensi kepribadian yang lain,
hanya untuk mendapatkan pujaan dan pengelu-eluan. [1]
Secara sosial dan dalam hal bisnis, sang inverted narcissist sering orang
sukses tetapi hubungan mereka sering tidak sehat. Khadijah sudah menikah
dua kali dan memiliki tiga anak. Tidak ada sesuatupun yang tercatat ttg para
mantan suaminya. Ia hanya digambarkan sebagai janda. Apakah kedua atau
salah satu suaminya mati atau apakah kedua perkawinannya gagal? Memang
ini tidak lagi penting. yang penting sekarang adalah hubungannya dengan
muhammad dan peran pentingnya dalam menjadikan Islam sebagai agama.
Dalam buku* saya, saya memberikan lebih banyak bukti ttg keadaan mental
codependency Khadijah. *Buku Ali Sina (Understanding Muhammad, a

Psychobiography) sudah diterjemahkan ke bhs.Indo, bisa DOWNLOAD DISINI, atau


via email: namasamaran@riseup.net

Memang pasangan muhammad-Khadijah cocok sekali! muhammad seorang


narsisis yang haus akan pujaan dan perhatian. Ia miskin, yatim piatu dan
memiliki kebutuhan emosional tinggi. Ia memerlukan seseorang untuk
mengemong dan memenuhi kebutuhannya, seseorang yang bisa dimanfaatkan
dan dikasarinya spt caranya anak-anak memanfaatkan dan meneror orang tua.
Kematangan emosional sang narsisis dibekukan saat masa kecilnya.
Kebutuhan kanak-kanaknya tidak pernah dipenuhi. Ia terus mencoba
memuaskan kepentingan ke-kanak-kanakannya. Semua bayi memang narsisis
dan ini memang tahap penting dalam pertumbuhan mereka. Tetapi jika
narsisisme ini tidak dipuaskan semasa kanak-kanak, kematangan emosional
mereka akan dibekukan pada tahap itu. Mereka mencari perhatian yang tidak
mereka dapatkan pada masa kecil mereka dalam hubungan mereka saat
dewasa nanti.
email: namasamaran@riseup.net

twitter: @islamexpose

Ibn Sa'd mengutip muhammad yang mengatakan bahwa semua keluarga suku
Quraish memiliki hubungan darah dengannya dan oleh karena itu Auwloh
dalam Quran 42:23 memerintahkan mereka untuk mencintainya, walaupun
mereka tidak suka pesan yang ia bawa. [Tabaqat Vol.1 hal.3] Tidak sulit untuk
mendengar jeritan histeris, akan cinta kasih dan perhatian, seorang lelaki yang
disepelekan semasa kecilnya.
Muhammad adalah orang yang sangat memiliki kebutuhan emosional. Khadijah,
dilain pihak, merupakan seorang inverted narcissist yang memerlukan obyek
perhatian selain memenuhi fantasinya di ranjang. Seorang codependent tidak
peduli jika ia dimanfaatkan orang lain, karena ia memang menginginkannya
(Contoh bagus: lihatlah hubungan antara Pangeran Charles dan Camilla
Parker-Bowles).
Vaknin menjelaskan: Sang inverted narcissist menggantungkan diri pada sang
narcissist utama dan ini memang merupakan suplai narcissistik-nya. Jadi
kedua tipe ini menjadi dua orang yang saling mendukung dan membentuk
sebuah sistim simbiosis. Kenyataannya namun demikian adalah, baik sang
narsisist maupun sang inverted narcissist sadar akan dinamika hubungan
mereka dan apa yang menjadikan hubungan mereka sukses dan awet. [2]
Bridget Murray dalam "Mixing oil and Water" (mencampur minyak & air)
mengatakan "Psikolog sering melihat pola khas dalam pasangan macam ini:
keduanya memiliki ketidakberesan kepribadian (personality disorder). Mereka
nampak memiliki fatal attraction dimana pola kepribadian mereka saling
bertentangan tapi saling mengisi dan jika mereka cerai, mereka akan tertarik
pada pasangan yang mirip mantan pasangan mereka,' kata Kaslow." [3]
Hubungan simbiotik antara narcissist Muhammad dan inverted
narcissist Khadijah memang sempurna.
muhammad tidak lagi harus bekerja setelah menikahi Khadijah yang kaya raya.
Ia menghabiskan waktunya dalam gua-gua dan mondar-mandir sambil
menikmati fantasinya dimana ia adalah orang yang paling disayangi & paling
dipuja diatas permukaan bumi ini. Khadijah begitu sibuk dengan suaminya
yang narcissist ini, memuaskan kebutuhannya, sampai melupakan urusan
dagangnya. Bisnisnya kemudian menurun dan kekayaannya menyusut drastis.
Dari muhammad ia mendapatkan tujuh anak. yang paling muda adalah
Fatimah, saat ia berusia lebih dari 50 thn. Ia menjaga ke-10 anaknya seorang
diri. Suaminya tidak pernah dirumah, tapi lebih sering menyendiri di gua-gua
mentalnya. Pada saat Khadijah meninggal, kekayaannya habis dan
muhammad melarikan diri ke Medinah. Ia begitu miskin sampai
menggantungkan diri atas sumbangan buah kurma dari kaum Yahudi dan
pengikutnya dari Medinah.
Vaknin mengatakan: "Hanya dengan pengorbanan dirinya, pasangannya bisa
sukses. Ia mengorbankan keinginannya, harapannya, mimpinya, kebutuhan
seksual, psikologis & materialnya, pokoknya semuanya yang bisa mengundang

email: namasamaran@riseup.net

twitter: @islamexpose

kemarahan sang Dewa Narsistik- sang tokoh utama. Sang Narcissist bahkan
semakin nampak superior dengan pengorbanan pasangannya ini. Semakin
hebat sang Narcissist, semakin mudah pengorbanan pasangannya, dan
akhirnya sang pasangan itu akhirnya hanya sekedar sebagai buntut/appendix
sang Narcissist. Sang pasangan ini kemudian membaur dengan sang Narcissist
sampai pada titik tidak berarti dan bahkan tidak lagi dapat mengingat diri
sendiri." [4]
Sang narcissist sering menuntut pengorbanan dari pasangan co-dependentnya. Dan pasangannya yang mabuk cinta itu dengan senang hati mengikuti
segala perintahnya.
Contoh :
John de Ruiter dari Alberta, Canada, adalah orang yang menyatakan diri
Sang Penyelamat, The Messiah. Dan pengikutnya yang bodoh mengiyakannya.
Joyce, isterinya yang cerai darinya setelah 18 tahun perkawinan mengatakan,
ia memang sangat mencintai suaminya. Tetapi dalam tahun terakhir
perkawinan mereka, John lebih suka menghabiskan waktu dengan kedua adik
perempuan Joyce yang cantik. Saat sang isteri mengajukan keberatan,
pertama-tama sang suami membantahnya. Tetapi affairnya itu kemudian
segera menjadi rahasia umum. Buru-buru ia menegaskan cintanya kepada
isterinya dan bahwa selingkuhnya dengan dua adik perempuan cantik itu
bukan karena nafsu.
Ini pepatahnya bagi pengikutnya; Hidup dalam suatu kode atau struktur
moral, menghancurkan cinta kasih. Narcissists memang sering hidup
diluar kode moral manapun. Ego mereka terlalu besar untuk tunduk pada
moralitas atau aturan. Bodohnya, Joyce juga tidak meninggalkannya, sampai
suatu hari suaminya datang dengan berita dahsyat. "Kami sedang duduk di
dapur sambil mengisap rokok," kata Joyce, "Ia berbicara tentang kematian
saya. Ia mengakui bahwa saya telah melalui banyak kematian, hal yang bagus,
menurutnya. Saya harus melepaskan 99% dari hidup saya. Tetapi ia tidak
akan membiarkan saya mati begitu saja. Katanya, kematian saya yang paling
dahsyat adalah jika ia diijinkan mengambil dua isteri lagi."
Joyce mengatakan dia menyangka suaminya cuma melucu. Ternyata tidak! Ia
mengangkat masalah ini untuk kedua kalinya dan meminta Joyce apakah ia
merasa 3 isteri bisa hidup dalam rumah yang sama. Ini kemudian membuka
mata Joyce. [5]
Untungnya Joyce belum pada tahap co-dependent berat, sehingga ia tidak sudi
menerima penghinaan ini. Seorang co-dependent asli akan melakukan apapun
untuk menyenangkan pasangan narcissist-nya. Hubungan antara co-dependent
dan pasangan narcissist-nya adalah: sadomasochisme. Joyce tidak tahan lagi
akan penghinaan dan pelecehan ini dan meninggalkan suaminya yang sakit
jiwa itu.
Sedihnya bagi umat manusia, KHADIJAH MEMANG CO-DEPENDENT

email: namasamaran@riseup.net

twitter: @islamexpose

ASLI, yang sudi mengorbankan apapun bagi sang narcissist tercintanya.


Untung bagi Khadijah, muhammad masih menghormatinya sehingga selama
Khadijah masih hidup, muhammad enggan mengambil isteri lain. Jangan lupa
bahwa Khadijah yang memegang keuangan keluarga. muhammad sendiri tidak
memiliki satu sen-pun, shg sulit baginya untuk membawa isteri muda kerumah
Khadijah. Lagipula, mayoritas penduduk Mekah menjadikannya bahan olokolokan. Ia dicap SINTING! Tidak ada seorangpun mau mengawininya, bahkan
sekaya apapun dia. Di Mekah, pengikutnya berjumlah kurang dari 80 orang
dan kebanyakan dari mereka adalah budak. Kalau Khadijah tetap hidup
menyaksikan meningkatnya kekuasaan suaminya, kemungkinan besar ia harus
menelan penghinaan di-madu.
Dinamika antara pasangan narcissist dan co-dependent adalah komplex,
abusive (merusak) tetapi saling memuaskan. Keduanya adl orang yang
memiliki kebutuhan besar dan hanya pasangannya-lah yang dapat memenuhi
keinginannya.
Ini mengikat keduanya kedalam simbiosis yang memuakkan tapi awet. Kalau
hubungan simbiosis ini putus, misalnya oleh kmatian salah satu pasangan,
yang lainnya tidak dapat membentuk hubuhngan yang sama dengan orang lain,
kecuali ia menemukan pasangan yang sama sakitnya. Ini alasan mengapa
setelah kematian Khadijah, muhammad menjadi gila perempuan dan
menciptakan harem dengan sebanyak mungkin perempuan yang mampu
didapatkannya. Ia mencoba mencari kompensasi atas kehilangan sugar
mommy-nya dengan sex. Ia terus menerus menambah koleksi perempuan
tetapi tidak ada seorangpun yang bisa memenuhi kebutuhan tidak normalnya
itu. Ia memerlukan perlindungan dan cinta kasih. Ia, walaupun sudah berusia
lanjut, tetap merindukan sosok ibu, sesuatu yang tidak dapat diberikan anak
ingusan macam Aisya.
Belum ada seorangpun yang menganalisa hubungan Muhammad-Khadijah
secara kritis macam ini. Dalam buku saya From Mecca to 9/11 saya
menunjukkan profil psikologis Muhammad dan hubungannya dengan mereka
yang dekat dengannya. Kita hanya bisa mengerti fenomena Muhammad, jka
kita dapat mengerti psikologinya dan hubungannya dng ibunya, orang tua
angkatnya, kakeknya, pamannya dan isterinya.
3) AISYAH
Nah Sdr Alireza:
Anda juga mengatakan: Setelah Khadijah meninggal, banyak perempuan
cantik lainnya mencoba merebut hatinya tetapi tidak berhasil, dan hanya Aisha
yang berhasil.
Maksud anda apa? Bahwa seorang anak gadis ingusan berumur ENAM TAHUN
JATUH CINTA PADA BANDOT TUA BERUMUR 51 TAHUN? bahwa Aisya-lah yang
mencoba merebut hatinya? Masaauwloh, naujubilahminjalik....
Dimana akal sehat anda? Pernyataan anda ini bahkan tidak dapat diterima
kalau anda seorang Muslimn yang tidak berpendidikan. Tapi anda ini mengaku

email: namasamaran@riseup.net

twitter: @islamexpose

sebagai ilmuwan nuklir. Jadi mana logika anda? Bagaimana hal konyol ini bisa
keluar dari mulut seorang professor macam anda?
Terlepas dari logika rancu anda, sejarahpun membuktikan bahwa anda SALAH!
Bukan Aisha yang berusia 6 tahun ini yang jatuh cinta pada muhammad, orang
yang cocok menjadi kakeknya. Malah terbalik! Saya sudah mengutip hadishadis ttg subyek ini dalam artikel saya yang didedikasi kepada Aisha. Tetapi
biarlah saya mengulangi hadis yang mengatakan bahwa muhammad sering
berfantasi ttg anak kecil bernama Aisha. (Lihat juga; Klik disini)
Sahih Bukhari 9.140
Diriwayahkan 'Aisha: Rasulullah mengatakan kepada saya, "Kau ditunjukkan
kepada saya dua kali (dalam mimpi saya) sebelum saya mengawinimu. Saya
melihat malaikat menggendongmu dalam kain sutera, dan saya mengatakan
kepadanya, 'Bukalah ia,' dan lihatlah, ternyata nampaklah kau. 'Kalau ini dari
Auwloh, maka ini harus terjadi.'
Lalu kau ditunjukkan kepada saya, malaikat mengangkatmu dalam kain sutera
dan saya mengatakan . =idem-diulang lagi= kalau ini memang dari Auwloh,
maka ini harus terjadi.' "
Hadis berikutnya menunjukkan bahwa muhammad-lah yang mendatangi ayah
Aisya, Abu Bakr, dan melamar Aisya.
Sahih Bukhari 7.18
Diriwayahkan 'Ursa: Nabi meminta Abu Bakr untuk meminang 'Aisha. Abu Bakr
mengatakan "Tetapi saya saudaramu." Nabi mengatakan, "Kau saudara saya
dalam agama Auwloh dan KitabNya, tetapi ia (Aisha) sah bagi saya untuk
dikawini."
Abu Bakr yang bodoh ini tadinya kaget dan mencoba membantah tetapi tidak
dapat menolak kemauan si pedofil muhammad. Ia hanya berhasil membuat
Muhammad menunggu 3 tahun, menunggu pertumbuhan Aisha.
4) Dalam point kedua anda menulis: Katakahlah ia seorang penipu; OK,
tetapi ia pastinya seorang penipu yang sangat jitu!!
BETUL! muhammad memang penipu jitu. Ia penipu psikopat. Ini jelas berbeda
dengan cara saya dan anda berbohong. Kita tidak dapat berbohong macam
cara psikopat dan meyakinkan orang akan kebohongan kita. Saya tidak dapat
membohongi keponakan saya yang berumur 5 tahun ttg dimana saya
menyembunyikan permennya.
Saya tidak dapat menahan geli kalau saya berbohong. Namun seorang
psikopat adalah yang pertama percaya pd kebohongannya sendiri. Ini sudah
saya bahas panjang lebar dalam artikel lain. Saya tidak akan mengulanginya
lagi dan mengundang anda untuk membacanya; disini, atau klik The Secret of
muhammad's Success.

email: namasamaran@riseup.net

twitter: @islamexpose

Catatan Kaki:
[1]
[2]
[3]
[4]
[5]

http://www.mental-health-matters.com/articles/article.php?artID=176
http://www.mental-health-matters.com/articles/article.php?artID=176
http://www.apa.org/monitor/mar04/mixing.html
http://www.drirene.com/1_nar.htm
http://www.rickross.com/reference/ruiter/ruiter3.html

sumber:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=1740
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=13400

email: namasamaran@riseup.net

twitter: @islamexpose

MUHAMMAD
DI PANGKU KHADIJAH?
Muslimers... gue rada-rada bingung nih,masa sih muhammad DIPANGKU di
paha KHADIJAH? apakah sosok muhamamd seperti anak kecil??
bukankah harusnya LELAKI yang memangku istrinya?
Sumber: Sirah nabawiyah ibnu hisyam. Jilid 1:199.
Khadijah Radhiyallahu Anha Mencari Kejelasan tentang Wahyu.
Ibnu Ishaq berkata bahwa Ismail bin Abu Hakim, mantan budak keluarga AzZubair berkata kepadaku bahwa ia diberitahu dari Khadijah
"Khadijah berkata kepada Rasulullah Shallailahu Alaihi wa Salam, 'Hai saudara
misanku, bisakah engkau bercerita kepadaku tentang sahabatmu (Malaikat
Jibril) yang datang kepadamu?' Rasulullah SAW berkata, "bisa.' Khadijah
berkata, 'Jika ia datang lagi kepadamu, maka ceritakan kepadaku' Tidak lama
setelah itu, Jibril datang kepada Rasulullah SAW seperti biasanya, Rasulullah
SAW berkata kepada Khadijah, 'Hai Khadijah, inilah Jibril datang kepadaku.'
Khadijah berkata, 'Saudara misanku, berdirilah dan duduklah di atas paha
kiriku' Rasulullah SAW berdiri lalu duduk di atas paha kiri Khadijah. Khadijah
berkata 'Apakah engkau melihatnya?' Rasulullah SAW menjawab, Ya, Khadijah
berkata, ubah posisisi dan duduklah di paha kananku' Rasulullah SAW
mengubah posisinya dengan duduk di atas paha kanan Khadijah. Khadijah
berkata, 'Apakah engkau masih melihatnya?' Rasulullah SAW menjawab ,'Ya.'
Khadijah berkata, 'Cobalah engkau duduk di atas pangkuanku!' Rasulullah
SAW mengubah posisinya dengan duduk di atas pangkuan Khadijah. Khadijah
berkata, 'Apakah engkau masih melihatnya?' Rasulullah SAW menjawab, 'Ya.'
Kemudian Khadijah duduk dengan kepala dan wajah terbuka, serta melepas
kerudungnya sedang Rasulullah SAW duduk di atas pangkuannya. Khadijah
berkata, 'Apakah engkau masih melihatnya?' Rasulullah SAW menjawab,
Tidak.' Khadijah berkatah 'Saudara misanku, bergembiralah dan bersabarlah
Demi Auwloh, sungguh dia adalah malaikat dan bukan syeiton'
Ibnu Ishaq berkata bahwa aku pernah berdiskusi dengan Abdullah bin Hasan
tentang hadils di atas. Abdullah bin Hasan berkata, "Aku pernah mendengar
ibuku. Fathimah binti Husain menceritakan hadis tersebut dari Khadijah,
namun aku pernah mendengar ibuku berkata, 'Khadijah memasukkan
Rasulullah SAW ke dalam dir 'on (baju wanita) miliknya, kemudian pada saat
itulah Jibril pergi dari hadapan Rasulullah SAW. Khadijah berkata kepada
Rasulullah SAW , 'Sungguh, dia adalah malaikat dan bukan syeiton, ....
(sick religion...!)
Click: ENGLISH VERSION

email: namasamaran@riseup.net

10

twitter: @islamexpose

Re-write:
@islamexpose

email: namasamaran@riseup.net

11

Anda mungkin juga menyukai