Anda di halaman 1dari 9

Chapter 12

Surat-Surat Berharga

Pengertian Surat Berharga

Surat bisa digolongkan menjadi:

Surat Berharga (Negotible Instrument)

Surat Berharga adalah surat yang sengaja diterbitkan sebagai pemenuhan suatu prestasi, berupa
pembayaran sejumlah yang, tetapi tidak dilakukan dengan alat pembayaran lain. (Cek, Wesel,
Surat Sanggup, Commercial Paper, dll)

Surat yang Berharga (Letter of Value)

Surat yang Berharga adalah surat yang diterbitkan sebagai pemenuhan prestasi yang berupa
bukan pembayaran sejumlah uang, melainkan sebagai bukti diri bagi pemegangnya. (KTP, SIM,
Kartu Kredit, dll)

Fungsi dan Peredaran Surat Berharga

Surat Berharga berfungsi sebagai:

surat bukti hak tagih/surat legitimasi, si pemegang berhak atas sejumlah uang yang tercantum
dalam surat berharga tersebut,

alat memindahkan hak tagih, pemegang dapat mengalihkan surat berharga kepada pihak lain,

alat pembayaran, artinya untuk kemudahan alat pembayaran,

pembawa hak, artinya siapa saja pembawa surat berharga adalah berhak untuk
menguangkan, tanda dibuktikan lebih dahulu keabsaan perikatan dasar.

Terbuatnya perjanjian menyebabkan tindakan penerbitan surat berharga. Dalam transaksi bisnis, surat
berharga sering digunakan. Alasannya adalah:

Aspek keamanan,

Lebih praktis,

Prestise,

Lebih mudah,

Obyek perjanjian.

Syarat Umum Surat Berharga:

Harus berbentuk tertulis,

Harus punya nama,

Tanda tangan,

Jumlah tertentu,

Perintah/janji tak bersyarat,

Ada kata perintah atau janji membayar,

Nama orang yang harus membayar,

Hari pembayaran.

Surat Berharga yang terdapat di dalam KUHD

1. Wesel
Wesel diatur dalam pasal 100 sampai dengan 173 KUHD.
Wesel adalah surat perintah tanpa syarat untuk membayar sejumlah uang tertentu pada hari bayar
kepada orang yang ditunjuk oleh Penerbit atau penggantinya di suatu tempat tertentu.

Syarat wesel sebagai surat berharga:

Penyebutan istilah wesel,

Perintah tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu,

Nama orang yang harus membayar,

Penetapan hari bayar,

Penetapan tempat pembayaran yang harus dilakukan,

Nama orang yang menerima/dibayar,

Tanggal dan tempat wesel diterbitkan,

Tanda tangan Penerbit.

Apabila salah satu syarat tidak dipenuhi, maka surat tersebut tidak dapat dikatakan sebagai wesel,
tetapi sesuai dengan pasal 101 (1) KUHPerdata tetap diakui sebagai wesel dengan konsekuensi
sebagai berikut:

Apabila wesel tidak menyebutkan hari bayar, wesel dianggap dibayar pada saat diperlihatkan
kepada tertarik,

Apabila wesel tidak menyebutkan tempat pembayaran, pembayaran dilakukan di tempat


tinggal tersangkut,

Apabila wesel tidak disebutkan tempat penerbitan, wesel dianggap ditandatangani di tempat
yang disebutkan di samping nama penerbit.

2. Cek
Cek diatur dalam pasal 178 sampai dengan 229 KUHDagang.
Cek adalah surat perintah tanpa syarat kepada bank-bank yang memelihara rekening nasabah
untuk membayarkan suatu jumlah uang tertentu kepada orang tertentu atau yang ditunjuk olehnya
atau pembawanya.
Syarat cek sebagai surat berharga:

Terdapat kata Cek ,

Perintah tanpa syarat untuk membayar sejumlah uang,

Nama orang yang harus membayar/ Tertarik,

Penetapan hari bayar,

Penetapan tempat pembayaran,

Nama orang atau penggantinya yang harus dibayar,

Tanggal dan tempat cek diterbitkan,

Tanda tangan orang yang menerbitkan.

Jenis-Jenis Cek adalah sebagai berikut:

Cek atas unjuk/Pembawa (aan toonder), adalah cek dimana Bank akan membayarkan kepada
siapa saja yang datang untuk menguangkan cek tersebut,

Cek atas nama ( aan order ), adalah cek dimana Bank akan membayar kepada orang yang
namanya tercantum di dalam cek tersebut,

Cek atas Nama Pembawa, adalah cek ini berlaku sebagai cek atas unjuk, tetapi apabila
sebutan pembawa dicoret, maka cek ini berlaku sebagai cek atas nama,

Cek Perjalanan (Traveller cheque) adalah salah satu peralatan bank untuk melayani nasabah
dalam perjalanan, guna membiayai perjalanan, ongkos penginapan, perbelanjaan dll.

Cek Mundur (Postdated cheque) adalah

cek yang oleh penerbitnya diberikan tanggal yang

akan datang. Cek jenis ini hanya dapat diuangkan pada tanggal yang telah tercantum dalam
cek tersebut,

Cek Silang (Crossed cheque) adalah cek yang diberikan tanda silang/garis miring yang sejajar
pada bagian muka. Cek semacam ini tidak dapat diuangakan secara tunai melainkan harus
masuk kerekening bank tersebut,

Cek kosong, adalah cek yang pada saat diajukan kepada bank tertarik untuk diuangkan tidak
ada dana yang cukup pada rekening nasabah Penarik.

Surat Berharga yang terdapat di luar KUHD

1.

Bilyet Giro

Bilyet Giro adalah surat perintah dari nasabah kepada bank penyimpan dana untuk
memindahbukukan sejumlah dana dari rekening yang bersangkutan kepada rekening yang
bersangkutan kepada rekening pemegang yang disebutkannya namanya. Bilyet Giro diatur dalam SE
BI No.4/670/UPPB/PBB, tanggal 24 Januari 1972 jo SK Direktur BI No.28/32/KEP/DIR, tanggal 4 Juli
1995.
Syarat Bilyet Giro:

Terdapat kata Bilyet Giro dan no Bilyet Giro,

Nama tertarik,

Perintah tanpa syarat untuk memindahbukukan dana,

Nama dan no. rekening pemegang,

Nama bank penerima,

Jumlah dana yang dipindahbukukan dalam angka maupun huruf,

Tempat dan tanggal penarikan,

Tanda tangan, nama jelas dan dilengkapi stempel,

Tanggal efektif.

Bilyet Giro Kosong adalah bilyet giro yang diajukan kepada bank, namun dananya pada bank tidak
mencukupi untuk membayar. Bagi penerbit yang menerbitkan Bilyet Giro Kosong akan mendapatkan
sanksi administrasi berupa pencantuman nama nasabah ke dalam Daftar Hitam Penarikan Bilyet Giro
kosong dan nasabah harus mengembalikan sisa blanko Bilyet Giro yang belum dipergunakan.

2.

Promes (Surat Sanggup/Aksep)

Promes adalah surat yang dibuat oleh seseorang yang berisikan suatu kesanggupan untuk
membayar sejumlah uang pada waktu tertentu. Promes diatur pada pasal 174 sampai dengan 177
KUHD.
Syarat promes adalah:

Penyebutan Surat sanggup,

Kesanggupan tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu,

Penetapan hari bayar,

Penetapan tempat di mana pembayaran harus dilakukan,

Nama orang yang kepadanya pembayaran harus dilakukan,

Tanggal dan tempat surat sanggup itu ditandatanganinya,

Tanda tangan orang yang mengeluarkan surat sanggup itu.

3.

Saham

Saham adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan.
Saham merupakan usatu modal dasar sebelum terjun ke dalam dunia investasi saham. Keuntungan
perusahaan diberikan kepada pemilik saham dalam bentuk dividen.
Saham dibagi menjadi 2 kategori utama:
-

Saham biasa (Common stock).


Saham biasa adalah suatu sertifikat atau piagam yang memiliki fungi sebagai bukti
kepemilikan suatu perusahaan dengan berbagai aspek-aspek penting bagi perusahaan.
Pemilik saham akan mendapatkan hak untuk menerima sebagian pendapatan tetap (dividen)
dari perusahaan serta kewahhiban menanggung reiko kerugian yang diderita perusahaan.

Saham preferen (Preferred stock).


Saham preferen adalah saham yang pemiliknya akan memiliki hak lebih dibanding hak
pemilik saham biasa. Pemegang saham preferen mendapatkan dividen terlebih dahulu dan
memiliki hak suara lebih.

4.

Sertifikat Deposito

Pengaturan SK Direksi BI No. 21/48/KEP/DIR dan SEBI No. 21/27/UPG, tanggal 27 Oktober 1988
menyatakan bahwa Sertifikat Deposito adalah : Surat Berharga atas unjuk dalam rupiah yang
merupakan surat pengakuan hutang dari Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank ( LKBB ) yang
dapat diperjualbelikan dalam pasar uang.
Syarat penerbitan Sertifikat Deposito:
a. Pada halaman depan:

Kata Sertifikat Deposito dan Dapat diperagakan,

Nomor seri dan no. urut,

Nama dan tempat kedudukan penerbit,

Nilai nominal dalam rupiah,

Tanggal dan tempat penerbitan rupiah,

Tingkat bunga atau diskonto,

Pernyataan bahwa Penerbit mengikatkan diri,

Tanda tangan penerbit.

b. Pada halaman belakang:

Penerbit menjamin Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito dapat diperjualbelikan dan dapat dipindahtangankan,

Pelunasan dilakukan pada tanggal jatuh waktu dengan menyerahkan kembali warkat sertifikat
tersebut.

5.

Sertifikat Bank Indonesia (SBI)

SBI diatur pada:


1.

UU No.23/1999 tentang Bank Indonesia,

2.

UU No.10/1998 tentang Perbankan

3.

UU No. 8/1995 tentang Pasar modal

4.

Keppres RI No.5/1984 tentang penerbitan SBI

5.

Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No.31/67/KEP/ DIR menyatakan bahwa : Surat
berharga atas unjuk dalam rupiah yang diterbitkan Bank Indonesia sebagai pengakuan
hutang berjangka waktu pendek dengan sistem diskonto.

Syarat Fromal SBI adalah:


a. Pada halaman depan

Kata Sertifikat Bank Indonesia

No. seri dan no. urut,

Ada tulisan Berlaku untuk jumlah .

Ada klausula Pembawa

Tanggal dan tempat penerbitan rupiah,

Pernyataan bahwa BI mengikatkan diri untuk membayar,

Tanda tangan Gubernur dan Direktur BI.

b. Pada halaman belakang

Adanya pernyataan dari BI tentang apabila SBI tersebut cacat,

Biaya yang harus dikeluarkan bertalian dengan penggantian,

Dasar penerbitan SBI adalah SK BI,

Klausula hak menagih si Pemegang SBI,

Ada tulisan jumlah nominal angka.

6.

Obligasi

Obligasi merupaka suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi
beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal
jatuh tempo pembayaran. Penerbit obligasi bisa BUMN, perusahaan, ataupun pemerintah.

7.

Letter of Credit

Letter of Credit atau dalam bahasa Indonesia disebut Surat Kredit Berdokumen merupakan salah
satu jasa yang ditawarkan bank dalam rangka pembelian barang, berupa penangguhan pembayaran
pembelian oleh pembeli sejak Letter of Credit dibuka sampai dengan jangka waktu tertentu sesuai
perjanjian.
Dalam mekanisme transfer ada 4 pihak yang terlibat, yaitu:
a. Nasabah
Nasabah adalah sebagai pihak pemilik/pengirim yang memberi amanat kepada Bank untuk
memindahkan dananya ke pihak penerima.
b. Bank Penarik (Drawer Bank)
Bank Penarik adalah bank pelaku transfrer yang menerima dana dan amanat dari nasabah untuk
ditransfer kepihak Bank Tertarik (Drawee) yang pada akhirnya Bank Tertarik akan menyerahkan
kepada penerima dana akhir.
c. Bank Tertarik (Drawee Bank)
Bank Tertarik adalah Bank yang menerima transfer masuk dari Bank Penarik untuk diteruskan kepada
penerima dana akhir.
d. Penerima Dana (Beneficiary)
Penerima Dana adalah pihak akhir yang menerima dana transfer dari Bank Tertarik.

8.

Anjungan Tunai Mandiri (ATM)

ATM adalah sebuah alat elektronik yang mengijinkan nasabah bank untuk mengambil uang dan
mengececk rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang teller manusia. Banyak
ATM juga mengijinkan pernyimpanan uang atau cek, transfer uang atau bahkan membeli perangko.