Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN FIELDTRIP PENGANTAR EKONOMI

PERTANIAN
Kelembagaan Ekonomi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji,
Kabupaten Batu
(Untuk Memenuhi Tugas Akhir Praktikum Pengantar Ekonomi Pertanian)

Oleh :
Kelas Q
Kelompok 1
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Nasrul Ardinan Sativa 125040200111073


Nia Kharisma Amelia 125040201111051
R.M Reza Faadillah 125040201111054
M. Aufar Ul Afkaar 125040201111056
Dellavira Putri M.S 125040201111060
Nia TrihayuningTyas 125040201111063
Ade Hari Maskar
125040201111067

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan
karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Fieldtrip Pengantar

Ekonomi Pertanian di Studi Lapang Desa Tulungrejo Dusun Junggo, Kecamatan


Bumiaji, Batu dengan baik dan sesuai dengan yang kami harapkan.
Pembuatan laporan ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk
menyelesaikan tutorial terakhir Pengantar Ekonomi Pertanian. Untuk itu kami
mengharapkan kritik dan saran yang sekirannya dapat membangun dan
menyempurnakan laporan tersebut.
Dengan demikian kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini, tanpa bimbingan dan
dukungan dari saudara/saudari kami tidak akan bisa menyelesaikan laporan
dengan sempurna. Kritik dan saran yang dapat membangun selalu diharapkan
kami untuk memperbaiki laporan ini. Semoga dengan adanya laporan ini dapat
bermanfaat bagi para pembacanya.

DAFTAR PENGANTAR
KATA PENGANTAR....................................................................................

ii

ii
DAFTAR ISI...................................................................................................
iii
I PENDAHULUAN.......................................................................................
1
1.1 Latar Belakang.....................................................................................
1
1.2 Rumusan Masalah...............................................................................
2
1.3 Tujuan...................................................................................................
2
1.4 Manfaat.................................................................................................
2
II. TINJAUAN PUSTAKA............................................................................
3
2.1 Definisi Kelembagaan..........................................................................
3
2.2 Jenis-jenis Kelembagaan.....................................................................
3
2.3 Fungsi Kelembagaan Ekonomi...........................................................
3
2.4 Gambaran Umum Kelembagaan Ekonomi yang diamati di
Lapang.................................................................................................
4
III. METODOLOGI......................................................................................
5
3.1 Objek Survey........................................................................................
5
iii

3.2 Jenis dan Teknik Pengumpulan Data...............................................


5
3.2.1 Kuisioner....................................................................................
5
3.2.2 Wawancara ................................................................................
6
3.3.3 Teknik Analisis Data..................................................................
6
IV. PEMBAHASAN.......................................................................................
7
4.1 Peran Kelembagaan Ekonomi di Lapangan Masyarakat
Sekitar................................................................................................
7
4.2 Akses Petani Terhadap Kelembagaan yang Bersangkutan
(Akses Petani terhadap Pra Koperasi.............................................
8
4.3 Fungsi

Kelembagaan

Ekonomi

yang

ada

di

Lapang...............................................................................................
8
V. PENUTUP...................................................................................................
10
5.1 Kesimpulan................................................................................................
10
5.2 Saran..........................................................................................................
10
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................

iv

11
LAMPIRAN....................................................................................................
12
1.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan potensi sumber
daya alam. Potensi ini seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mendukung
kehidupan melalui kegiatan perekonomian. Kegiatan pertanian yang
dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia merupakan salah satu
wujud pemanfaatan potensi tersebut. Seiring dengan berjalannya waktu
pertanian di Indonesia juga mengalami perkembangan. Dalam menyikapi
perkembangan ini, tidak hanya dibahas tentang pengolahan lahan, cara
bercocok tanam, pengendalian hama dan penyakit tanaman tetapi perlu dikaji
juga mengenai aspek kelembagaan ekonomi yang mendukung aktivitas
pertanian tersebut. Namun pada kenyataannya, aspek kelembagaan ekonomi
ini kurang diperhatikan oleh petani di Indonesia. Sebagian besar petani
kurang aktif bahkan cenderung apatis terhadap kelembagaan ekonomi yang
ada, padahal kelembagaan ekonomi akan sangat membantu mereka jika
mereka turut serta didalamnya.
Mayoritas petani di Indonesia mengandalkan keluarga sebagai pelaku
ekonomi. Disini terlihat jelas jika petani kurang mengakses dan ikut serta
dalam kelembagaan ekonomi yang ada. Kegiatan pertanian berbasis agribisnis
di desa juga kurang berkembang, hal ini disebabkan oleh minimnya
pengetahuan tentang cara bercocok tanam yang lebih modern dan
keterbatasan modal untuk pengembangan usaha tani. Oleh karena itu, perlu
ada perhatian lebih dari berbagai pihak untuk pemberdayaan petani dan
pengembangan usaha tani yang ada. Karena bagaimanapun pertanian
merupakan salah satu pilar pembangunan bangsa.
Melihat fenomena kurang aktifnya petani dan kurang berfungsinya
kelembagaan ekonomi yang ada di desa, peran ilmu ekonomi khususnya

pengantar ekonomi pertanian sangat diperlukan. Oleh karena itu, dalam


praktikum mata kuliah pengantar ekonomi pertanian ini, penulis melakukan
analisis kelembagaan ekonomi yang ada di desa. Untuk keakuratan data,
penulis melakukan pengamatan lapang di Desa Tulungrejo RT III RW XI,
Kecamatan Bumiaji, Kabupaten Batu.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa peranan kelembagaan ekonomi di Desa Tulungrejo RT III RW XI,
Kecamatan Bumiaji, Kabupaten Batu.
2. Bagaimana akses petani terhadap kelembagaan yang terdapat di Desa
Tulungrejo RT III RW XI, Kecamatan Bumiaji, Kabupaten Batu ?
3. Apa fungsi kelembagaan ekonomi di Desa Tulungrejo RT III RW XI,
Kecamatan Bumiaji, Kabupaten Batu. ?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui peranan kelembagaan ekonomi di Desa Tulungrejo RT
III RW XI, Kecamatan Bumiaji, Kabupaten Batu.
2. Untuk mengetahui akses petani terhadap kelembagaan yang terdapat di
Desa Tulungrejo RT III RW XI, Kecamatan Bumiaji, Kabupaten Batu.
3. Untuk mengetahui fungsi kelembagaan ekonomi di Desa Tulungrejo RT III

RW XI, Kecamatan Bumiaji, Kabupaten Batu.


1.4 Manfaat
1. Agar kita dapat memahami peranan kelembagaan ekonomi Desa
Tulungrejo RT III RW XI, Kecamatan Bumiaji, Kabupaten Batu.

bagi

masyarakat setempat.
2. Agar kita dapat memahami akses petani terhadap kelembagaan yang
terdapat di Desa Tulungrejo RT III RW XI, Kecamatan Bumiaji,
Kabupaten Batu.
3. Agar kita dapat memahami fungsi kelembagaan di Desa Tulungrejo RT III
RW XI, Kecamatan Bumiaji, Kabupaten Batu.

vi

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2. 1 Definisi Kelembagaan
Pada dasarnya kelembagaan mempunyai dua pengertian yaitu :
kelembagaan sebagai suatu aturan main (rule of the game) dalam interaksi
personal dan kelembagaan sebagai suatu organisasi yang memiliki hierarki
(Hayami dan Kikuchi, 1987). Kelembagaan mempunyai pengertian sebagai
wadah dan sebagai norma (Nasution, 2002). Kelembagaan adalah batasanbatasan yang dibuat untuk membentuk pola interaksi yang harmonis antara
individu dalam melakukan interaksi politik, sosial, dan ekonomi (Douglas
North, 1993)
2. 2 Jenis-Jenis Kelembagaan
Menurut Fatimah Azzahra (2013) Jenis-jenis kelembagaan itu ada 2 yaitu
sebagai berikut :
a. Lembaga formal adalah kumpulan dua orang atau lebih yang memiliki
hubungan kerja rasional dan mempunyai tujuan bersama, biasaya
mempunyai struktur organisasi yang jelas. Lembaga formal memiliki
struktur yang menjelaskan hubungan-hubungan otoritas, kekuasaan
akuntabilitas dan tanggung jawab serta bagamaina bentuk saluran
komunikasi berlangsung dengan tugas-tugas bagi masing-masing anggota.
Lembaga formal bersifat terencana dan tahan lama, karena ditekankan
pada aturan sehingga tidak fleksibel. contohnya perseroan terbatas,
sekolah, partai politik, badan pemerintah, dan sebagainya
b. Lembaga non-formal adalah kumpulan dua orang atau lebih yang
mempunyai tujuan bersama dan biasanya hanya memiliki ketua saja.
Contohnya arisan ibu-ibu rumah tangga, belajar bersama, dan sebagainya.
2. 3 Fungsi Kelembagaan Ekonomi
Menurut (Jonhson, 1996), Fungsi kelembagaan ekonomi yaitu sebagai
berikut:

vii

a. Memproduksi barang dan jasa yang di butuhkan dalam kehidupan


masyarakat.
b. Mengatur pendistribusian barang atau jasa kepada masyarakat yang
membutuhkan.
c. Mengatur penggunaan atau pemakaian barang atau jasa dalam kehidupan
masyarakat.
d. Memberi pedoman untuk mendapatkan bahan pangan
e. Memberi pedoman untuk menggunakan tenaga kerja dan cara pengupahan
f. Memberi pedoman tentang cara pemutusan hubungan kerja
g. Memberi identitas diri bagi masyarakat
2. 4 Gambaran Umum Kelembagaan Ekonomi yang diamati dilapang
Pada penelitian yang kami lakukan didesa di Desa Tulungrejo RT III
RW XI, Kecamatan Bumiaji, Kabupaten Batu kami mendapatkan informasi
mengenai kelembagaan. Kelembagaan tersebut yaitu koperasi yang masih
dalam tahap pra koperasi. Hal tersebut dikarenakan koperasi didesa
Tulungrejo tersebut belum melakukan fungsi koperasi secara keseluruhan.
Koperasi tersebut bernama Mili Rejeki hanya menjalankan fungsi simpan
pinjam. Koperasi Mili Rejeki hanya beranggotakan warga yang tinggal
didalam desa Tulungrejo.
Kelembagaan didesa Tulungrejo ada banyak akan tetapi hanya satu
kelembagaan saja yang diamati yaitu koperasi Mili Rejeki. Ketua dari
koperasi Mili Rejeki yaitu Bapak Bambang, dan staff-staff dari koperasi
tersebut mengambil peran dari para ketua RT dan RW di desa Tulungrejo.
Koperasi ini berdiri pada tahun 2011 dengan melayani hanya untuk simpan
pinjam yang berbasis kekeluargaan, karena tujuan pendirian koperasi ini
hanya untuk membantu warga di desa Tulungrejo yang menfgalami
kesulitan modal dalam menjalankan usahanya

viii

BAB III
METODOLOGI
3.1 Objek Survey
Dalam penelitian makalah kami ini, yang menjadi objek penelitian
adalah masyarakat yang berlokasi di Desa Tulungrejo RT III RW XI,
Kecamatan Bumiaji, Kabupaten Batu. Kami melakukan penelitian terhadap
petani (Bapak Kholis Hermawan dan Bapak Khasan), dan Ketua Koperasi
Mili Rejeki sekaligus RW di Desa Tulungrejo RT III RW XI, Kecamatan
Bumiaji, Kabupaten Batu (Bapak Bambang).
Alasan pemilihan dua petani dan satu kelembagaan dikarenakan untuk
mengetahui tentang kelembagaan yang khusunya bergerak dibidang pertanian
dan kemudahan akses dari petani kedalam kelembagaan serta kondisi
ekonomi petani dan pengaruh dari hasil pertanian,lembaga terhadap proses
produksi pertanian.
3.2 Jenis dan Teknik Pengumpulan Data
Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian dan
penyusunan kami adalah metode deskriptif yang dikemukakan oleh Moch.
Nazir (2003: 54), pengertian dari metode deskriptif adalah sebagai berikut.
Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok
manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu
kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini
adalah untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sitematis,
faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar
fenomena yang diselidiki
Metode deskriptif ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data sesuai
keadaan sebenarnya, kemudian menginterprestasikan data dan fakta yang
diperoleh untuk digunakan sebagai penarik kesimpulan secara umum
mengenai keadaan masyarakat desa tersebut.
3.2.1 Kuisioner
Metode Kuisioner yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan mengajukan
daftar pertanyaan yang diisi oleh orang yang bersangkutan untuk
mendapatkan data mengenai masalah yang diteliti yaitu, adakah lembaga

ix

yang berperan di desa tersebut, bagaimana perannya di dalam masyarakat.


Langkah-langkah dalam pengambilan data secara kuisiner kami adalah
sebagai berikut;
a. Kami menentukan masalah-masalah pokok yang kami sudah pilih dari
kuisiner,
b. Kami mencari beberapa orang untuk menadapatkan data dari kuisiner
tersebut,
c. Menjelaskan maksud kedatangan kami,
d. Melakukan sesi tanya-jawab dengan orang itu, dan
e. Menyimpulkan hasil pengumpulan data dari beberapa orang
3.2.2 Wawancara
Wawancara Yaitu teknik pengumpulan data dengan orang yang
bersangkutan. Lalu dari hasil wawancara, penulis akan memperoleh data
mengenai gambaran umum tentang keadaan lembaga dan oraganisasi di
desa tersebut, seperti apakah lembaga tersebut dan peran-peran lembaga
tersebut dalam masyaraka
3.2.3 Teknik Analisis Data
a.
b.
c.
d.

Menyiapkan alat tulis (bolpoint, kertas catatan)


Menyiapkan kuisioner yang telah terisi
Menyalin data yang dari kuisioner ke dalam sebuah catatan
Memindahkan data ke dalam laporan

IV.

PEMBAHASAN
x

4.1 Peran Kelembagaan Ekonomi di Lapangan bagi Masyarakat Sekitar


Narasumber : Bapak Bambang (Ketua RW dan ketua koperasi)
Pra koperasi Mili Rejeki adalah salah satu kelembagaan yang terdapat
di desa Tulungrejo. Lembaga ini memiliki visi untuk mensejahterakan dan
membantu masyarakat dari berbagai profesi dengan memberikan simpan
pinjam untuk membantu ekonomi masyarakat yang lemah dengan jumlah
bantuan dana yang tidak terlalu besar. Koperasi ini belum lama dibentuk
sehingga bentuk koperasi ini masih berbentuk pra koperasi.
Keberadaan dan struktur dari perangkat koperasi sepenuhnya dikelola
oleh perangkat desa RT 03 RW 11 yang sebagian besar juga memiliki
pekerjaan

sampingan

sebagai

petani.

Lembaga

ini

telah

memiliki

kepengurusan yang telah terstruktur. Pra koperasi ini diketuai oleh Bapak
Bambang. Kelembagaan ini juga cukup berperan dalam membantu
masyarakat RW 11 dalam menunjang peningkatan pendapatan di bidang
pertanian khususnya dengan menyediakan pelayanan simpan pinjam dengan
mudah bersyarat.
Bapak Bambang, selaku ketua dari Pra Koperasi Mili Rejeki
menjelaskan bahwa lembaga ini sudah menjalankan peran dan fungsinya
dengan cukup optimal jika persediaan kas mencukupi. Meskipun untuk saat
ini jangkauan dari kelembagaan ini masih kurang luas karena memang hanya
mencakup warga Desa Tulungrejo khususnya RW 11.
Menurut petani yang diwawancarai yaitu Bapak Kholis dan Bapak
Khasan, akses ke koperasi sangat mudah, bunga sangat kecil yaitu 1 %, denda
yang kecil,dll. Selain itu menurut bapak bambang sendiri, koperasi yang
diketuainya itu berasaskan kekeluargaan, sehingga benar-benar untuk
membantu usaha petani di daerah Tulungrejo.

4.2 Akses Petani Terhadap Kelembagaan Yang Bersangkutan (Akses Petani


terhadap Pra Koperasi)
Narasumber : Bapak Kholis Hermawan dan Bapak Khasan

xi

Bapak Kholis Hermawan merupakan petani hortikultura. Komoditas


yang dibudidayakan yaitu tomat, bawang merah, cabe, apel, dll. Sedangkan
bapak Khasan merupakan petani apel. Kedua petani tersebut tidak menjadi
anggota dari koperasi yang diketuai oleh pak Bambang. Akan tetapi, mereka
mengetahui tentang perihal koperasi Mili Rejeki, bagaimana akses dan
kondisinya dikarenakan rumah kedua petani teresebut tidak berjauhan dengan
rumah Pak Bambang. Dulunya pak Kholis aktif di dalam Gapoktan dan
menjadi ketuanya. Beliau mengundurkan diri dikarenakan ada permasalahan
internal di kelompoknya. Sedangkan Bapak Khasan tidak mengikuti lembaga
apapun. Karena menurut beliau umurnya sudah terlalu tua untuk mengikuti
hal tersebut.
Menurut penuturan dari Bapak Kholis akses untuk masuk menjadi
anggota Pra Koperasi Mili Rejeki sangat mudah, dimana persyaratan tersebut
hanya menyerahkan KTP dan membayar uang iuran awal sebesar
Rp.100.000,-. Kemudahan ini menurut Pak Kholis merupakan salah satu visi
dari koperasi Mili Rejeki yaitu menyalurkan bantuan terhadap petani.
Mudahnya akses ke koperasi Mili Rejeki juga berkat dari kekompakan RT,
RW dan perangkat Desa Tulungrejo dalam rangka mendukung Otonomi
daerah.
4.3 Fungsi Kelembagaan Ekonomi yang ada di lapang
Berdasarkan wawancara dari narasumber yang berasal dari petani dan
sekretaris koperasi Mili Rejeki desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Batu
menyebutkan bahwa kelembagaan ekonomi yang ada di desa berupa
Lembaga Usaha Simpan Pinjam (USP) dengan menekuni usaha kelompok.
Beliau mengatakan bahwa fungsi dari kelembagaan ekonomi yang ada di
desanya adalah menyalurkan dana bantuan dari pemerintah kepada warga
sekitar yang membutuhkan melalui pinjaman dengan bunga rendah.
Penyaluran bantuan dengan sistem simpan pinjam agar bantuan terus
berkelanjutan. Rencana selanjutnya dari koperasi tersebut adalah membentuk
koperasi serba usaha, akan tetapi rencana tersebut masih belum berjalan dan
satu-satunya kegiatan yang masih berjalan adalah usaha simpan pinjam.

xii

Rencana kegiatan yang akan dijalankan adalah Sosialiasi dari pemberi


bantuan (pemerintah dinas terkait) kepada petani. Kegiatan tersebut diadakan
dengan tujuan agar petani mengetahui maksud dan tujuan pemerintah
memberikan bantuan kepada petani. Semua itu dilakukan supaya petani tidak
menggunakan bantuan tersebut secara tepat.
Menurut kelompok kami fungsi kelembagaan ekonomi yang ada di
desa Tulungrejo RT 3 RW 11 masih jauh dari fungsi kelembagaan ekonomi
pada umumnya yang dapat mensejahterakan masyarakat. Menurut Adi,
Zulkarnain (2003) fungsi kelembagaan ekonomi adalah sebagai lembaga
penyuluhan, pemasaran, dan pengkreditan serta menyediakan berbagai
fasilitas pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar mendorong
hubungan keterkaitan antar kegiatan ekonomi yang terdapat diwilayahnya.
Namun jika dilihat dari dibentuknya kelembagaan tersebut yang belum lama
dibentuk, pra koperasi ini sudah cukup membantu dan menunjukkan bahwa
kelembagaan simpan pinjam yang ada di desa mereka mampu membantu
sebagian

masyarakat

yang

membutuhkan.

Jika

dilihat

dari

fungsi

kelembagaan, maka koperasi ini belum benar-benar menjalankan fungsi dan


kegiatan selayaknya apa yang menjadi fungsi suatu lembaga karena masih
melakukan kegiatan dengan simpan pinjam saja.

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Peranan kelembagaan ekonomi di Desa Tulungrejo RT 03 RW
11, Kecamatan Bumiaji, Kabupaten Batu yang merupakan pra
koperasi dengan nama Mili Rejeki ini adalah sebagai sarana
untuk melakukan kegiatan usaha simpan pinjam kepada
masyarakat. Tetapi hal tersebut belum berjalan sesuai visi dan

xiii

misi dari lembaga tersebut yaitu dengan menyediakan dana

bagi masyarakat yang membutuhkan secara luas.


Akses petani terhadap kelembagaan yang terdapat di Desa
Tulungrejo RT 03 RW 11, Kecamatan Bumiaji, Kabupaten
Batu ini sangat mudah, karena syarat yang berlaku untuk
menjadi anggota hanya dengan menunjukkan KTP dan
membayar iuran awal. Masyarakat yang bukan merupakan
anggota dari pra koperasi ini juga boleh meminjam dana ke

lembaga ini dengan mudah bersyarat.


Fungsi kelembagaan ekonomi di Desa Tulungrejo RT 03 RW
11, Kecamatan Bumiaji, Kabupaten Batu menjadi sarana usaha
simpan pinjam bagi masyarakat sekitar khususnya RW 11
dengan peminjaman modal yang tidak besar jumlahnya kepada
masyarakat

yang

sebagian

besar

bergerak

dan

bermatapencaharian dibidang pertanian.


5.2 Saran
Sebaiknya lembaga pra koperasi ini melakukak kegiatan rutin
dengan pengutipan kas, agar dana yang digunakan untuk

kegiatan simpan piinjam selalu tersedia.


Untuk akses masyarakat terhadap lembaga ini sudah baik

dengan syarat yang tidak sulit pula.


Para perangkat dari lembaga ini harus memiliki rancangan
kegiatan dan proyek kerja yang lebih terstruktur lagi agar
koperasi dapat lebih berkembang lagi.
DAFTAR PUSTAKA

Adi, Zulkarnain. 2003. Peran Kelembagaan Ekonomi Desa Pengembangan


Wilayah Langkat Hulu Kabupaten Langkat. USU
Repository. Medan
Arifin, Imamul

dan Gina Hadi Wagiana.2002. Membuka Cakrawala


Ekonomi. PT.Setia Purna Invest.Bandung.

Fatimah. 2013. Ekonomi dan Kelembagaan. fatimahazzahra594.wordpress.


com

/2013/05/11/makalah-pengantar-ekonomi

xiv

kelembagaan.html. diakses tanggal 12 Desember


2013.
Hairiah,K.,dkk.2011. MODUL PRAKTIKUM EKOLOGI PERTANIAN.
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya:Malang.
Mardian.2012.Definisi

Kelembagaan.
com/2012/10/

mardianpratama10.

blogspot.

definisi- kelembagaan.html. diakses

tanggal 12 Desember 2013.

LAMPIRAN

xv

Bersama dengan Petani Bapak Kholis dan Ketua Koperasi Mili Rejeki Bapak
Bambang

Bersama dengan Petani Bapak Khasan

xvi