Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

DASAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


GETARAN

Oleh : Kelompok II

Oleh Kelompok 6

1. Anis Susulowati

(A2A013037)

2. Rizky Tri Swastiko

(A2A013038)

3. M. Abdi Aminullah

(A2A013039)

4. Moh. Cahyo Utomo

(A2A013040)

5. Siti Asruril Jannah

(A2A013042)

6. Zakaria Fikri Al Faqih

(A2A013044)

Dosen Pengampu : Ulfa Nurullita, SKM, M.Kes

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
NOVEMBER, 2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya,
penyusun masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas Makalah Dasar K3 ini.
Makalah ini disusun agar menambah wawasan pembaca mengenai Getaran. Penyusun
menyajikan makalah ini berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber.
Penyusunan makalah ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk
menyelesaikan tugas mata kuliah Ekologi Kesehatan di Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Muhammadiyah Semarang.
Dalam penulisan makalah ini penyusun menyampaikan ucapan terima kasih yang tak
terhingga kepada:
1. Ibu Ulfa Nurullita, SKM, M.Kes, selaku dosen pengampu pada mata kuliah Dasar K3.
2. Rekan-rekan semua yang mengikuti perkuliahan Dasar K3.
3. Keluarga yang selalu mendukung penyusun.
4. Semua pihak yang ikut membantu penyusunan Makalah Dasar K3 - Getaran, yang
tidak dapat penyusun sebutkan satu persatu.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para mahasiswa dan semua yang
membaca makalah ini serta mudah-mudahan dapat memberikan wawasan yang lebih luas
kepada pembaca. Dalam penyusunan makalah ini penyusun merasa masih banyak
kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan

maupun materi, mengingat akan

kemampuan yang dimiliki penyusun. Penyusun mengharapkan kritik dan saran untuk
perbaikan dalam makalah selanjutnya.

Semarang, 22 Nov 2014

Penyusun

BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian
Getaran adalah gerakan yang teratur dari benda atau media dengan arah bolakbalik dari kedudukan keseimbangan (KEP-51/MEN/1999). Getaran terjadi saat mesin
atau alat dijalankan dengan motor, sehingga pengaruhnya bersifat mekanis. Getaran ialah
gerakan ossilasi disekitar titik. Vibrasi adalah gerakan, dapat disebabkan oleh getaran
udara atau getaran mekanis, misalnya mesin atau alat-alat mekanis lainnya. Geteran
merupakan efek suatu sumber yang memakai satuan ukuran hertz (Depkes, 2003:21).
Getaran adalah suatu factor fisik yang menjalar ke tubuh manusia, mulai dari tangan
sampai keseluruh tubuh turut bergetar (oscilation) akibat getaran peralatan mekanis yang
dipergunakan dalam tempat kerja (Emil Salim, 2002:253)
2. Parameter Getaran
Vibrasi atau getaran mempunyai tiga parameter yang dapat dijadikan sebgai tolak
ukur yaitu :
a. Amplitudo : adalah ukuran atau besarnya sinyal vibrasi yang dihasilkan. Amplitudo
dari sinyal vibrasi mengidentifikasikan besarnya gangguan yang terjadi. Makin tinggi
amplitudo yang ditunjukkan menandakan makin besar gangguan yang terjadi,
besarnya amplitudo bergantung pada tipe mesin yang ada. Pada mesin yang masih
bagus dan baru, tingkat vibrasinya biasanya bersifat relatif.
b. Frekuensi : adalah banyaknya periode getaran yang terjadi dalam satu putaran waktu.
Besarnya frekuensi yang timbul pada sat terjadinya vibrasi dapat mengdentifikasikan
jenis-jenis gangguan yang terjadi. Gangguan yang terjadi pada mesin sering
menghasilkan frekuensi yang jelas atau mengasilkan contoh frekuensi yang dapat
dijadikan sebagai bahan pengamatan.
Dengan diketahuinya frekuensi pada saat mesin mengalami vibrasi, maka
penelitin atau pengamatan secara akurat dapat dilakuakan untuk mengetahui penyebab
atau sumbeer dari permasalahan. Frekuensi biasanya ditunjukkan dalam bentuk Cycle
per menit (CPM), yang biasanya disebut dengan istilah Hertz ( dimana Hz = CPM ).
Biasanya singkatan yang digunakan untuk Hertz adalah Hz.
3

c. Phase Vibrasi ( Vibration Phase ) : adalah penggambaran akhir dari pada


karakteristik suatu getaran atau vibrasi yang terjadi pada suatu mesin. Phase adalah
perpindahan atau perubahan posisi pada bagian-bagian yang bergetar secara relatif
untuk menentukan titik referensi atau titik awal pada bagian yang lain yang bergetar.

3. Karakteristik Getaran
Kondisi suatu mesin dan masalah-masalah mekanik yang terjadi dapat diketahui
dengan mengukur karakteristik getaran pada mesin tersebut. Karakteristik-karakteristik
getaran yang penting antara lain adalah :
a. Frekuensi getaran
b. Perpindahan getaran (vibration displacement)
c. Kecepatan getaran (vibration velocity)
d. Percepatan getaran (vibration acceleration)
e. Phase getaran
Dengan mengacu pada gerakan pegas, kita dapat mempelajari karakteristik suatu
getaran dengan memetakan gerakan daei pegas tersebut terhadap fungsi waktu.

4. Jenis dan Efek Getaran


Menurut akibat yang ditimbulkan terhadap tubuh getaran dapat dibagi menjadi dua yaitu :
1. Getaran setempat :
Getaran setempat merupakan getaran yang ditimbulkan suatu mesin yang
berakibat atau menimbulkan efek getaran pada bagian tubuh yang setempat. Biasanya
bagian tubuh yang terkena getaran yaitu lengan tangan sehingga sering disebut Hand
Arm Vibration. Hand arm Vibration disebabkan oleh pengoperasian peralatan tangan
bertenaga ( Hand-held Power Tools). Dan getaran jenis ini biasanya dialami oleh
tenaga kerja yang diperkerjakan pada operator gergaji rantai, tukang semprot, potong
rumput, gerinda, penempa palu.

Menurut buku saku K3 Sucofindo tahun 2002 efek getaran pada tangan ini
dapat dijelaskan sebagai berikut:
a) Kelainan pada peredaran darah dan persyarafan (vibration white finger).
b) Kerusakan pada persendian dan tulang-tulang.
Efek getaran pada tangan lengan ini lebih mudah dijelaskan daripada menguraikan
patofisiologisnya.
Efek ini disebut sebagai sindroma getaran tangan lengan (Hand Vibration Arm
Syndrome = HVAS) yang terdiri atas:
a) Efek vaskuler-pemucatan episodik pada buku jari ujung yang bertambah parah
pada suhu dingin (fenomena raynaud),
b) Efek neurologik-buku jari ujung mengalami kesemutan total dan baal.
2. Getaran menyeluruh :
Getaran menyeluruh merupakan getaran yang ditimbulkan oleh suatu mesin
yang mengakibatkan atau berdampak pada seluruh tubuh. Getaran ini diteruskan dari
mesin melalui kaki atau pantat karena desain alas duduk yang kurang baik. Lalu
getaran seluruh tubuh biasanya dialami pengemudi kendaraan; traktor, bus, helikopter,
atau bahkan kapal.
Efek yang timbul tergantung kepada jaringan manusia, seperti :
a. 3-6 Hz untuk bagian thorax (dada dan perut),
b. 20-30 Hz untuk bagian kepala,
c. 100-150 Hz untuk rahang.
Di samping rasa tidak ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh goyangan
organ seperti ini, menurut beberapa penelitian, telah dilaporkan efek jangka lama
yang menimbulkan orteoartritis tulang belakang (Harrington dan Gill, 2005).

5. Cara Pengendalian Risiko


Setelah melakukan penilaian resiko dan mengidentifikasi siapa yang berada pada
resiko tersebut, maka harus diputuskan bagaimana cara yang paling efektif untuk
mengurangi resiko tersebut. Dalam mengendalikan resiko yang harus kita kendalikan
adalah pekerjaan yang memiliki tingkat resiko paling tinggi kemudian sedang dan
selanjutnya resiko rendah.
Pengendalian resiko tersebut meliputi :
Engineering Control : Pemasangan vibration damper untuk meredam getaran,
peredam getaran inidapat berupa pegas atau bantalan peredam yang dapat dibuat dari
karet, gabus atau bahan lain yang dapat meredam getaran. Design tempat kerja agar
pekerja tidak menerima beban berlebihan dari perlatan yang digunakan.
Administratif Kontrol : Pengaturan jadwal kerja atau pergantian shif kerja untuk
mengurangi pemaparn getaran pada pekerja.
Subtitution : Penggantian metode kerja, misalnya dengan automasi atau mekanisasi
kerja. Dan penggantian alat yang sudah tua, yang memiliki vibrasi tinggi dengan alatalat yang tingkat getarannya rendah.
Maintenance : Melakukan pemeriksaan secara berkala tentang vibrasi yang terdapat
pada peralatan atau mesin dengan alat ukur getaran unutk mengetahui tingkat vibrasi
mesin.
Alat Pelindung Diri (APD) : Dalam memilih APD yang sesuai harus diperhatiakn tipe
vibrasinya, untuk getaran menyeluruh sebaiknya menggunakan APD full Body
protection yang terbuat dari bahan karet atau kulit, selain itu pakain pelindung ini
harus juga bias menjaga pekerja tetap hangat dan kering untuk mencegah terjadinya
pengembangan Vibration White Finger. Sedangkan untuk getaran setempat atau handarm vibration sebaiknya menggunakan sarung tangan yang terbuat dari bahan karet
atau kulit.
Pemeriksaan Kesehatan : Penyediaan pemeriksaan kesehatan pada semua pekerja
sangat penting, hal ini dilakuakan untuk mengetahui kemungkinan adanya faktor
kesehatan pekerja yang mengakibatkan seorang pekerja mengalami resiko vibrasi.

Tujuan pemeriksaan kesehatan yaitu :

Mengidentifikasi seseorang yang terpapar getaran yang mungkin mereka hanya


mengalami resiko tertentu misalnya gangguan pembuluh darah seperti Raynauds
Disease.

Mengidentifikasi penyakit yang berkaitan dengan vibrasi sejak awal pada


pekerja yang terpapar terus-menerus.

Mencegah berkembangnya suatu penyakit yang akhirnya dapat menyebabkan


cacat

Mengecek kefektifan dari pengendalian vibrasi yang telah dilakukan.

Ada 3 program pemeriksaan kesehatan yang dapat di laksanakan dalam perusahaan :


1. Sebelum Bekerja :
Pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja ini dilakukan pada pekerja
baru atau pekerja yang baru bekerja dilingkungan yang terpapar getaran.
Pekerja yang menderita kelainan pembuluh darah, kelaianan jantung , arthritis,
kelainan saraf harus dihindarkan dari paparan getaran.
2. Pemeriksaan Berkala :
Pemeriksaan berkala dapat dilakukan pada pekerja yang sudah lama
bekerja dan mengalami paparan, pemeriksaan berkala ini bertujuan untuk
mengontrol

kondisi kesehatan pekerja. Biasanya pemeriksaan berkala

dilakukan setahun sekali.


3. Pemeriksaan Khusus :
Pemariksaan kesehatan secara khusus ini dilakukan pada pekerjapekerja yang mengalami keluhan-keluhan akibat terpapar getaran.

6. Cara Mengukurnya Getaran


Salah satu pengukuran lingkungan yang dilakukan di tempat kerja adalah
pengukuran getaran yang dilakukan pada titik-titik yang terdapat kontak atau terdapat
aktifitas dari pekerja. Pengukuran getaran dilakukan dengan menggunakan alat khusus,
yaitu Vibration Meter.

Beberapa peralatan yang digunakan untuk pengukuran getaran :


Alat penangkap getaran (Accelerometer atau seismometer).
Alat ukur atau alat analisis getaran (Vibration meter atau vibration analyzer).
Tapis pita 1/3 oktaf atau pita sempit (Filter 1/3 oktaf atau Narrow Band).
Pencatat tingkat getaran (Level atau X Y recorder).
Alat analisis pengukur tingkat getaran (FFT Analyzer).
Berdasarkan Permenaker PER.13/MEN/X/2011 tentang Nilai Ambang Batas Faktor
Fisika dan Faktor Kimia di Tempat Kerja, NAB adalah standar faktor bahaya di tempat kerja
sebagai kadar/intensitas rata-rata tertimbang waktu (time weighted average) yang dapat
diterima tenaga kerja tanpa mengakibatkan penyakit atau gangguan kesehatan, dalam
pekerjaan sehari-hari untuk waktu tidak melebihi 8 jam sehari atau 40 jam seminggu.
NAB Getaran untuk pemaparan Lengan dan Tangan
Jumlah Waktu Pemaparan
Per hari Kerja
4 jam dan kurang dari 8 jam
2 jam dan kurang dari 4 jam
1 jam dan kurang dari 2 jam
Kurang dari 1 jam
Catatan

Nilai Percepatan pada Frekuensi dominan


Meter per Detik Kuadrat
Gravitasi
(m/s)
4
0,40
6
0,61
8
0,81
12
1,22

: 1 gravitasi = 9,81 m/s

DAFTAR PUSTAKA
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/25608/4/Chapter%20II.pdf

Diakses

pada

tanggal 22 November 2014 pukul 19.30


http://arekteknik.com/vibration.html Diakses pada tanggal 22 November 2014 pukul 19.35
http://batikyogya.wordpress.com/2007/08/16/63/ Diakses pada tanggal 22 November 2014
pukul 19.37
http://qodirnet.blogspot.com/2009/10/penyakit-akibat-getaran.html Diakses pada tanggal 22
November 2014 pukul 19.40
http://www.rider-system.net/2009/10/getaran.html Diakses pada tanggal 22 November 2014
pukul 19.44