Anda di halaman 1dari 159

perpustakaan.uns.ac.

id

digilib.uns.ac.id

TUGAS AKHIR
PRARANCANGAN PABRIK ASETALDEHIDA
DENGAN PROSES DEHIDROGENASI ETANOL
KAPASITAS 25.000 TON / TAHUN

Oleh :
1. Nur Khasanah

I1506020

2. Putri Nuraini

I1506023

PROGRAM STUDI S-1 NON REGULER TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2011

commit to user
i

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

commit to user
ii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

KATA PENGANTAR
Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan kasih-Nya,
penulis akhirnya dapat menyelesaikan penyusunan laporan tugas akhir dengan judul
Prarancangan Pabrik Asetaldehida dengan Proses Dehidrogenasi Etanol dengan
kapasitas 25.000 ton/tahun.
Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis memperoleh banyak bantuan baik
berupa dukungan moral maupun spiritual dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis
mengucapkan terima kasih kepada :
1. Ir Paryanto, M.S., selaku Ketua Jurusan Teknik Kimia Non Reguler FT UNS.
2. Fadilah S.T., M.T., selaku dosen pembimbing I dan Ir Paryanto, M.S.,
sebagai Dosen Pembimbing II tugas akhir yang telah bersedia membimbing
dalam penyusunan tugas akhir.
3. Endang Kwartiningsih S.T., M.T., dan Ir. Muljadi, M.Si selaku dosen penguji
seminar pendadaran tugas akhir.
4. Kedua orang tua kami yang telah memberikan dukungan baik moral maupun
material.
5. Segenap Civitas Akademika, atas semua bantuannya.
Penulis menyadari bahwa laporan tugas akhir ini masih jauh dari sempurna.
Oleh karena itu penulis membuka diri terhadap segala saran dan kritik yang
membangun. Semoga laporan tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi penulis pada
khususnya dan pembaca pada umumnya.

Surakarta,
Penulis

commit to user
iii

April 2011

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

DAFTAR ISI

Halaman Judul.

Lembar Pengesahan

ii

Kata Pengantar

iii

Motto Persembahan.............................................................................................

iv

Daftar Isi.

Daftar Tabel xii


Daftar Gambar xiv
Intisari. xv
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Pendirian Pabrik....1
1.2. Kapasitas Rancangan......................... 2
1.3. Pemilihan Lokasi Pabrik.

1.4. Tinjauan Pustaka...

1.4.1.

Macam macam Proses

1.4.2

Kegunaan Produk...... 11

1.4.3

Sifat Fisik dan Kimia Bahan Baku dan Produk............. 11

1.4.4

Tinjauan Proses secara Umum.. 17

BAB II DISKRIPSI PROSES


2.1. Spesifikasi Bahan Baku dan Produk
2.1.1.

18

Spesifikasi Bahan Baku. 18

commit to user
iv

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

2.1.2.

Spesifikasi Produk................. 18

2.1.3.

Spesifikasi Katalis. 19

2.2. Konsep Proses.

19

2.2.1.

Dasar Reaksi.

19

2.2.2.

Mekanisme Reaksi 20

2.2.3.

Kondisi Operasi....

22

2.3. Diagram Alir Proses 24


2.3.1.

Diagram Alir Kualitatif. 24

2.3.2.

Diagram Alir Kuantitatif... 24

2.3.3.

Langkah Proses.

28

2.4. Neraca Massa dan Neraca Energi. .

30

2.4.1.

Neraca Massa 30

2.4.2.

Neraca Panas. 34

2.5. Tata Letak Pabrik dan Peralatan.................................................

37

2.5.1.

Tata Letak Pabrik.........................................................

37

2.5.2.

Tata Letak Peralatan....

41

BAB III SPESIFIKASI ALAT..

44

3.1. Reaktor..
3.2. Absorber.......................
3.3. Kolom Distilasi..

44
45
47

3.3.1. Kolom Distilasi I... 48


3.3.2. Kolom Distilasi II. 49

commit to user
v

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

3.4. Tangki...

51

3.4.1. Tangki Penyimpan Etanol ( T-01 ) 51


3.4.2. Tangki Penyimpan Asetaldehida ( T-02 ).. 52
3.5. Heat Exchanger..

53

3.5.1. Heater-01 ( HE-01 ).. 53


3.5.2. Cooler-01

54

3.5.3. Cooler-02 .. 55
3.5.4. Cooler-03 ... 56
3.5.5. Cooler-04 .. 57
3.5.6. Cooler-05 .. 58
3.6. Vaporizer-01..... 59
3.7. Separator... 60
3.8. Kondenser..... 61
3.8.1. Kondenser-01..

61

3.8.2. Kondenser-02 62
3.9. Reboiler..... 63
3.9.1. Reboiler-01...

63

3.9.2. Reboiler-02 64
3.10. Accumulator...

65

3.10.1. Accumulator-01

65

3.10.2. Accumulator-02

66

3.11. Pompa.. 67

commit to user
vi

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

3.11.1. Pompa-01.

67

3.11.2. Pompa-02.

68

3.11.3. Pompa-03.

68

3.11.4. Pompa-04.

69

3.11.5. Pompa-05.

70

3.11.6. Pompa-06.

71

3.11.7. Pompa-07.

72

3.11.8. Pompa-08.

72

3.11.9. Pompa-09.

73

BAB IV UNIT PENDUKUNG PROSES DAN LABORATORIUM


4.1. Unit Pendukung Proses...
4.1.1.

75

Unit Pengadaan Air... 76


4.1.1.1.

Air pendingin 76

4.1.1.2.

Air umpan boiler..

4.1.1.3.

Air Konsumsi dan Sanitasi... 81

77

4.1.2.

Unit Pengadaan Steam..

4.1.3.

Unit Pengadaan Udara Tekan 85

4.1.4.

Unit Pengadaan Listrik.. 86

83

4.1.4.1.

Listrik untuk Keperluan Proses dan Utilitas. 86

4.1.4.2.

Listrik untuk Penerangan.............................. 88

4.1.4.3.

Listrik untuk AC.........................................

commit to user
vii

90

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

4.1.4.4.

Listrik untuk Laboratorium dan


Instrumentasi Listik......................................

90

4.1.5.

Unit Pengadaan Bahan Bakar 92

4.1.6.

Unit Pengadaan Dowtherm........................................... 94

4.1.7.

Unit Pengolahan Limbah... 94

4.2. Laboratorium..

95

4.2.1. Prosedur Analisa Bahan Baku. 97


4.2.1.1.

Infra Red Spectrofotometer (IRS). 97

4.2.1.2.

Densitas. 97

4.2.1.3.

Viskositas.. 98

4.2.1.4.

Analisis Water Content (kandungan air


dalam bahan padat).............

98

4.2.2. Prosedur Analisa Produk. 98


4.2.2.1.

Gas Chromatograph ( GC)........................... 98

4.2.2.2.

Konsentrasi Produk Asetaldehida................

99

4.2.3. Analisa Air.. 100


BAB V MANAJEMEN PERUSAHAAN
5.1. Bentuk Perusahaan.. 102
5.2. Struktur Organisasi..... 104
5.3. Tugas dan Wewenang. 108
5.3.1. Pemegang Saham 108
5.3.2. Dewan Komisaris 108

commit to user
viii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

5.3.3. Dewan Direksi. 109


5.3.4. Staf Ahli.. 110
5.3.5. Kepala Bagian. 110
5.4. Pembagian Jam Kerja Karyawan 118
5.4.1. Karyawan non shift / harian 118
5.4.2. Karyawan Shift/Ploog. 119
5.5. Status Karyawan dan Sistem Upah. 120
5.6. Penggolongan Jabatan, Jumlah Karyawan, dan Gaji.. 121
5.6.1. Penggolongan Jabatan. 121
5.6.2. Jumlah Karyawan dan Gaji. 122
5.7. Kesejahteraan Sosial Karyawan.. 124
5.8. Manajemen Perusahaan... 126
5.8.1. Perencanaan Produksi. 127
5.8.2. Pengendalian Produksi 128
BAB VI ANALISA EKONOMI
6.1. Penaksiran Harga Peralatan.................................. 131
6.2. Dasar Perhitungan... 134
6.3. Penentuan Total Capital Investment (TCI) 134
6.4. Hasil Perhitungan 136
6.4.1. Fixed Capital Investment ( FCI ) ... 136
6.4.2. Working Capital Investment (WCI).... 137
6.4.3. Total Capital Investment (TCI)....... 137

commit to user
ix

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

6.4.4. Direct Manufacturing Cost. 137


6.4.5. Indirect Manufacturing Cost (IMC)... 138
6.4.6. Fixed Manufacturing Cost (FMC)...... 138
6.4.7. Total Manufacturing Cost (TMC)... 138
6.4.8. General Expense (GE) 139
6.4.9. Total Production Cost (TPC).. 139
6.4.10. Analisa Kelayakan.. 139
BAB VII

KESIMPULAN

Daftar Pustaka xvi


Lampiran

commit to user
x

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1

Data pabrik penghasil asetaldehida di dunia...................................

Tabel 1.2

Data impor asetaldehida di Indonesia..............................................

Tabel 1.3

Data impor asam asetat di Indonesia...............................................

Tabel 1.4

Data pabrik asam asetat di luar negeri.............................................

Tabel 2.1

Neraca massa di Reaktor................................................................. 31

Tabel 2.2

Neraca massa Absorber................................................................... 31

Tabel 2.3

Neraca massa Kolom Distilasi I...................................................... 32

Tabel 2.4 Neraca massa Kolom Distilasi II..................................................... 32


Tabel 2.5

Neraca massa Total.......................................................................... 33

Tabel 2.6

Neraca panas Reaktor...................................................................... 34

Tabel 2.7 Neraca panas Absorber.................................................................... 34


Tabel 2.8 Neraca panas Kolom Distilasi I....................................................... 35
Tabel 2.9 Neraca panas Kolom Distilasi II...................................................... 35
Tabel 2.10 Neraca panas Total.......................................................................... 36
Tabel 2.11 Perincian Luas Area yang Dibangun............................................... 39
Tabel 4.1

Kebutuhan Air Pendingin................................................................ 77

Tabel 4.2

Kebutuhan Air Umpan Boiler.........................................................

Tabel 4.3

Kebutuhan Air Konsumsi dan Sanitasi............................................ 81

Tabel 4.4

Kebutuhan Total Air Sungai............................................................ 82

Tabel 4.5

Alat-alat yang Membutuhkan Steam............................................... 83

commit to user
xi

78

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

Tabel 4.6 Kebutuhan listrik untuk keperluan proses dan utilitas.................... 87


Tabel 4.7

Jumlah Lumen Berdasarkan Luas Bangunan.................................. 89

Tabel 4.8

Total Kebutuhan Listrik Pabrik....................................................... 91

Tabel 4.9

Kebutuhan Bahan Bakar Solar........................................................

Tabel 5.1

Perincian Jumlah Karyawan Proses................................................. 112

Tabel 5.2

Perincian Jumlah Karyawan Utilitas............................................... 113

Tabel 5.4

Jumlah Karyawan Menurut Jabatan................................................ 122

Tabel 5.5

Perincian golongan dan gaji karyawan............................................ 124

93

Tabel 6.1 Indeks Harga Alat............................................................................ 132


Tabel 6.2

Fixed Capital Invesment.................................................................. 136

Tabel 6.3

Working Capital Investment............................................................ 137

Tabel 6.4

Direct Manufacturing Cost.............................................................. 137

Tabel 6.5

Indirect Manufacturing Cost........................................................... 138

Tabel 6.6

Fixed Manufacturing Cost............................................................... 138

Tabel 6.7

General Expense.............................................................................. 139

Tabel 6.8

Analisa Kelayakan........................................................................... 140

commit to user
xii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1

Lokasi pabrik.............................................................

Gambar 2.1

Diagram Alir Proses.................................................................. 25

Gambar 2.2

Diagram Alir Kualitatif............................................................. 26

Gambar 2.3

Diagram Alir Kuantitatif........................................................... 27

Gambar 2.4

Tata Letak Pabrik...................................................................... 40

Gambar 2.5

Tata Letak Peralatan Proses....................................................... 42

Gambar 4.1

Skema Pengolahan Air............................................................. 82

Gambar 5.1

Struktur organisasi pabrik asetaldehida.................................... 107

Gambar 6.1

Chemical Engineering Cost Index............................................ 133

Gambar 6.2

Grafik analisa kelayakan pabrik............................................... 140

commit to user
xiii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

INTISARI
Nur Khasanah dan Putri Nuraini, 2011, Prarancangan Pabrik Asetaldehida
dengan Proses Dehidrogenasi Etanol dengan Kapasitas 25.000 ton/tahun,
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Tekinik, Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Pabrik asetaldehida dirancang dengan kapasitas 25.000 ton/tahun. Bahan baku
yang digunakan adalah etanol. Pabrik ini direncanakan didirikan di daerah Plesungan,
Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, pada tahun 2014 dan mulai beroperasi
pada tahun 2015. Asetaldehida banyak digunakan dalam industri kimia, yaitu sebagai
bahan intermediete untuk menghasilkan bahan kimia yang lain, antara lain sebagai
bahan baku pembuatan asam asetat, n-butanol, 2-hexyl ethanol, pentaerythrytol,
trimethyrolpropane, pyridine, pericetic acid,cratonaldehyde, asetat anhidrid, chloral,
1,3-buthylene glycol,asam laktat.
Asetaldehida dibuat dari proses dehidrogenasi etanol dengan katalis Cu-Cr
pada kisaran suhu 260-290 oC dan tekanan 1,2 atm dalam Reaktor Fixed Bed
Multitube kondisi non isotermal dan non adiabatis. Reaksi berlangsung secara
endotermis sehingga diperlukan pemanas dowtherm A. Bahan baku yang dibutuhkan
adalah etanol 95% sebanyak 27.626,21 ton/tahun, konversi yang diperoleh sebesar
50% mol. Gas keluar reaktor diserap dengan penyerap air dalam absorber yang
kemudian asetaldehida dimurnikan dalam menara distilasi, sehingga diperoleh
asetaldehida dengan kemurnian 99,9% berat.
Kebutuhan utilitas meliputi air sungai sebanyak 53,27 m3/jam, bahan bakar
(solar) sebanyak 238,99 L/jam, udara tekan sebanyak 45,83 m3/jam dan kebutuhan
listrik sebesar 450 kW. Pabrik juga didukung laboratorium untuk menjaga kualitas
produk agar sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.
Bentuk perusahaan yang dipilih adalah Perseroan Terbatas (PT), dengan
struktur organisasi line and staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian jam
kerja yang terdiri dari karyawan shift dan non-shift. Pabrik direncanakan dibangun di
atas tanah seluas 19.900 m2 di daerah Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa
Tengah. Pabrik beroperasi selama 24 jam per hari dan 330 hari per tahun. Jumlah
kebutuhan tenaga kerja sebanyak 190 orang.
Dari analisa ekonomi diperoleh modal tetap sebesar Rp 116.251.195.620 dan
modal kerjanya Rp 669.477.072.064. Biaya produksi total per tahun sebesar Rp
2.402.859.026.497. Pabrik asetaldehida ini termasuk beresiko tinggi karena bahan
baku dan produk bersifat mudah terbakar. Analisis kelayakan menunjukkan bahwa
Return of Investment (ROI) sebelum dan sesudah pajak sebesar 97,75% dan 73,31 %.
Pay Out Time (POT) sebelum dan sesudah pajak selama 0,95 tahun dan 1,24 tahun,
Break Even Point (BEP) 49,88 %, dan Shut Down Point (SDP) 45,01%. Sedangkan
Discounted Cash Flow (DCF) sebesar 11,08%. Berdasarkan hasil evaluasi diatas,
maka Pabrik Asetaldehida dengan Proses Dehidrogenasi Etanol dengan kapasitas
25.000 ton/tahun dinilai layak didirikan karena memenuhi standar persyaratan
pendirian
suatu
pabrik.

commit to user
xiv

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

BAB I
PENDAHULUAN

I.1.

Latar Belakang Pendirian Pabrik


Industri kimia di Indonesia belakangan ini memperlihatkan perkembangan

yang cukup baik. Semakin banyak bahan kimia yang diproduksi di dalam negeri baik
itu produk Up Stream (hulu), produk Mid Strean (antara/intermediate) maupun
produk Down Stream (hilir). Produk antara atau intermediate diperkirakan memiliki
prospek pasar yang cukup baik dan sekaligus memiliki peluang investasi yang cukup
besar. Sejalan dengan kebijaksanaan pemerintah untuk meningkatkan iklim industri,
maka pembangunan industri kimia dasar yang berwawasan masa depan mempunyai
prospek yang cukup cerah. Salah satu bahan kimia yang cukup penting adalah
Asetaldehida.
Asetaldehida dengan rumus molekul CH3CHO adalah salah satu senyawa
aldehid yang mempunyai sifat cairan tak berwarna, mudah terbakar dan mudah larut
dalam air.
Asetaldehida merupakan bahan yang mempunyai kegunaan yang sangat luas
dalam industri kimia. Produk ini digunakan dalam industri kimia sebagai bahan
intermediate untuk menghasilkan bahan kimia yang lain, antara lain sebagai bahan
baku pembuatan asam asetat, n-butanol, 2-hexyl ethanol, pentaerythrytol,
trimethyrolpropane, pyridine, pericetic acid,cratonaldehyde, asetat anhidrid, chloral,
1,3-buthylene glycol,asam laktat.( Mc. Ketta, 1954 )

commit to user
1

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
2

Dengan semakin meningkatnya perkembangan industri petrokimia di


Indonesia maka diperkirakan permintaan bahan baku asetaldehida pada tahun-tahun
mendatang juga meningkat. Oleh karena itu pabrik asetaldehida perlu didirikan di
Indonesia dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:

Dapat menghemat devisa negara, dengan adanya pabrik asetaldehida di dalam


negeri maka impor asetaldehida dapat dikurangi dan jika berlebih dapat
diekspor.

Dapat memacu berdirinya pabrik-pabrik baru yang menggunakan bahan baku


asetaldehida.

Menggunakan bahan baku etanol yang mudah diperoleh di dalam negeri.

Dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, sehingga dapat


mengurangi pengangguran.

1.2.

Kapasitas Rancangan
Dalam

menentukan

kapasitas

rancangan

pabrik

asetaldehida

perlu

dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut :


1. Ketersediaan bahan baku
Bahan baku yang digunakan untuk membuat asetaldehida yaitu etanol
yang diperoleh dari PT. Indo Acidatama. Dengan kapasitas produksi etanol
54.750 ton/tahun, PT. Indo Acidatama diharapkan dapat memenuhi kebutuhan
bahan baku untuk pabrik ini.
2. Kapasitas minimal

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
3

Data-data

kapasitas

pabrik

yang

telah

beroperasi

penghasil

asetaldehida di dunia dapat dilihat pada tabel 1.1 berikut


Tabel 1.1 Data pabrik penghasil asetaldehida di dunia
Kapasitas
Pabrik
(ton/tahun)
Celanese, Bay City, Texas

113.500

Celanese, Bishop, Texas

108.960

Celanese, Clear Lake City, Texas

227.000

Celanese, Pompa, Texas

4.540

Eastman, Longview, Texas

227.000

Publicker, Philadelphia, Pennsylvania

31.780

Unio Carbide, Texas

295.100

( sumber : Mc Ketta, 1976 )


3. Kebutuhan asetaldehida di Indonesia
Data impor asetaldehida di Indonesia sampai tahun 2009 dapat dilihat
pada tabel 1.2. berikut

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
4

Tabel 1.2. Data impor asetaldehid di Indonesia


Tahun

Jumlah (kg)

2005

47.681

2006

45.185

2007

17.479

2008

72.372

2009

3.268
( sumber : Badan Pusat Statistik)

Dari data impor asetaldehida hanya dilihat kecenderungannya saja.


Asetaldehida paling banyak digunakan sebagai bahana baku pembuatan asam
asetat. Data impor asam asetat di Indonesia sampai tahun 2009 dapat dilihat pada
tabel 1.3. berikut
Tabel 1.3. Data impor asam asetat di Indonesia
Tahun

Jumlah (kg)

2005

88.704

2006

91.035

2007

81.215

2008

82.286

2009

91.585
( sumber : Badan Pusat Statistik)

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
5

Dari data impor asam asetat dapat diperkirakan kebutuhan asam asetat
di Indonesia pada tahun 2015 sebesar 65.379 kg. Untuk memenuhi kebutuhan
asam asetat tersebut dibutuhkan asetaldehida sebesar 47.944 kg. Dengan
demikian dapat diketahui bahwa kebutuhan asetaldehida meningkat.
4. Pabrik asam asetat di luar negeri
Tabel 1.4. Data pabrik asam asetat di luar negeri
Negara

Jumlah (juta ton/tahun)

Jepang

0,7

Amerika Serikat

2,5

Eropa

1,5
(www.wikipedia.com)

Dari data pabrik asam asetat di atas dapat diketahui kebutuhan


asetaldehida diluar negeri sebesar 3 juta ton/tahun.
5. Pabrik yang sudah ada di Indonesia
Pabrik asetaldehida yang sudah ada di Indonesia yaitu di PT. Indo
Acidatama memproduksi sebesar 20.000 ton/tahun.
Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka kapasitas
pabrik yang akan dibangun

sebesar 25.000 ton/tahun. Dengan demikian,

diharapkan dapat memenuhi kebutuhan asetaldehida dalam negeri dan


sebagian diekspor.

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
6

1.3.

Pemilihan Lokasi Pabrik


Penentuan lokasi pabrik merupakan hal yang penting dalam perancangan

suatu pabrik karena merupakan salah satu faktor yang menentukan kelangsungan,
perkembangan dan keuntungan pabrik yang akan didirikan secara teknis maupun
ekonomis dimasa yang akan datang. Pendirian pabrik direncanakan di daerah
Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa tengah.
Pertimbangan-pertimbangan yang diambil untuk lokasi ini adalah :
1. Sumber bahan baku
Bahan baku merupakan faktor penting dalam penentuan lokasi pabrik.
Pabrik asetaldehida ini akan didirikan di daerah Plesungan, Gondangrejo,
Karanganyar, Jawa tengah karena dekat dengan sumber bahan baku yaitu
etanol. Bahan baku etanol diperoleh dari pabrik etanol PT. Indo Acidatama
yang terletak di daerah Janggalan Kemiri, Kebakkramat, Karanganyar, Jawa
Tengah. Dengan tersedianya bahan baku yang relatif besar diharapkan
kebutuhan bahan baku bisa tersedia.
2. Pasar
Dipilihkan daerah Karanganyar sebagai lokasi pabrik dengan
pertimbangan bahwa daerah ini sedang mengalami perkembangan dalam
bidang industri sehingga diharapkan kebutuhan akan asetaldehida bisa
tercukupi, juga membuka kesempatan berdirinya industri-industri lain yang
menggunakan asetaldehida sebagai bahan baku. Selain itu Karanganyar adalah

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
7

salah satu kota strategis yang mampu menyalurkan produk ke kota-kota


kawasan industri lainnya di Wilayah Jawa Tengah khususnya dan pulau Jawa.
3. Transportasi
Wilayah Karanganyar yang berada di Jawa Tengah merupakan
kawasan industri maka jalur perhubungan darat dan udara sudah tersedia.
Dengan adanya jalur perhubungan ini maka hubungan antar daerah tidak
mengalami hambatan, terutama ke daerah Indonesia bagian Timur.
4. Tenaga Kerja
Tenaga kerja dapat diperoleh dari masyarakat sekitar pabrik. Dengan
pendirian pabrik ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru, sehingga
mengurangi pengangguran di Indonesia, terutama di wilayah Karanganyar.
5. Utilitas
Ketersedian air sebagai air baku maupun sebagai air proses telah
tercukupi dari sumber-sumber air yang ada di sekitar Karanganyar yaitu
sungai Bengawan Solo.

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
8

Lokasi pabrik asetaldehida

PT. Indo Acidatama

Gambar 1.1

1.4.

Lokasi pabrik

Tinjauan Pustaka

1.4.1. Macam-Macam Proses


Secara komersial asetaldehida dapat diproduksi dengan proses sebagai
berikut:
1. Hidrasi Asetilen
Asetilen dengan kemurnian yang tinggi diumpankan ke dalam reaktor
yang berisi katalis merkuri yang dilarutkan dalam asam sulfat, suhu reaksi
dijaga 70-100C dan tekanan 15 psi. Konversi per pass 50-60%
C2H2 + H2O C2H4O

H298K = 33 kkal/kmol

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
9

Asetilen yang tidak bereaksi dikompresi dan diserap untuk dipisahkan dengan
asetaldehida sebelum direcycle ke dalam reaktor. Pemurnian asetaldehida
dilakukan dengan cara distilasi. Proses ini dikenal dengan nama proses
German. ( Mc Ketta, 1976 )
2. Oksidasi n-butana
n-Butana, udara dan gas recycle dicampur dan dikompresi pada
tekanan 100 psig kemudian dipanaskan dalam furnace sampai suhu 370C lalu
dioksidasi dalam reaktor pada suhu 450C. Konversi n-butana per pass 2535%. Gas hasil reaksi didinginkan dengan larutan formaldehid. Produk
diserap dengan air dan n-butana yang tidak bereaksi direcycle ke dalam
reaktor. Pemurnian dilakukan dengan distilasi. (Mc Ketta, 1976 )
3. Proses dari etanol
Ada 2 proses yaitu :
a.Oksidasi Etanol
C2H5OH + O2 C2H4O

H298K = -43 kkal/kmol

Campuran uap etanol dan oksigen dari udara dimasukkan dalam


reaktor Fixed Bed Multitube yang berisi katalis silver pada suhu 450-500C
dan takanan 1 atm. Konversi alkohol per pass 25-35%. Alkohol yang tidak
bereaksi dan asetaldehida diserap dari hasil gas dengan alkohol dingin.
Asetaldehida dengan etanol dipisahkan dengan distilasi, alkohol direcycle
kembali sebagai umpan reaktor. Hasil samping berupa asam asetat, etil asetat,
carbon oxides dan metana. ( Mc Ketta, 1976 )

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
10

b. Dehidrogenasi Etanol
C2H5OH C2H4O + H2

H298K = 15 kkal/kmol

Etanol diuapkan dan direaksikan dengan katalis khrom dan tambaga


pada tekanan atmosferis dan suhu 260-290C. Konversi 30-50%. Gas hasil
reaksi dikondensasi dan diserap untuk mengambil alkohol. Pemurnian
dilakukan dengan distilasi. Alkohol yang tidak bereaksi direcycle ke dalam
proses. ( Mc Ketta, 1976 )
3. Oksidasi Etilen
Proses ini dapat berlangsung dalam satu tahap (one stage process) atau
dua tahap (two stage process).
C2H4 + O2 C2H4O

H298K = -58 kkal/kmol

a. Proses satu tahap


Oksigen segar dan etilen diumpankan secara terpisah ke dalam reactor
Bubble yang berisi larutan katalis. Kandungan oksigen dalam recycle gas
dibatasi maksimal 9 % mol. Reaktor beroperasi pada suhu 100-130C dan
tekanan sekitar 3 atm dengan katalis palladium. Panas reaksi dihilangkan
dengan penguapan asetaldehid dan air dari larutan katalis. Konversi etilen per
pass 75%.
Gas hasil diserap dengan air utnuk mengkondensasi dan menyerap
asetaldehida. Recycle gas digunakan untuk mengambil kembali etilen, tetapi
pembuangan gas digunakan untuk menghilangkan gas inert dari sistem.
Karena alasan ini, maka dibutuhkan oksigen dan etilen dengan kemurnian

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
11

yang tinggi untuk meminimumkan kehilangan etilen. Residu dari scrubber


diumpankan ke dalam kolom distilasi. Pada kolom distilasi astaldehida
sebagai hasil atas dan residu kolom ini terdiri dari air dan asetaldehida. Proses
ini dikenal dengan nama proses Hoechst.
( Mc Ketta, 1976 )
b. Proses dua tahap
Pada proses ini etilen dan oksigen dari udara direaksikan dalam dua
reaktor yang terpisah. Reaktor yang digunakan adalah plug flow tubular
reactor. Reaksi dilakukan pada 125-130C dan tekanan 10 atm dengan katalis
palladium, asetaldehida yang terbentuk dari reaktor pertama keluar dengan
cara adiabatic flashing dan memanfaatkan panas reaksi. Larutan katalis
direcycle ke reaktor kedua atau reaktor oksidasi untuk mengoksidasi garam
cupro menjadi cupri. Jumlah cairan yang direcycle dibutuhkan dalam jumlah
besar karena kelarutan katalis logam rendah dan hasil asetaldehida per pass
dibatasi oleh konsentrasi garam. Konversi etilen per pass 99,5 %.( Mc Ketta,
1976 )
Dari berbagai uraian pembuatan asetaldehida diatas, proses yang dipilih
adalah proses dehidrogenasi etanol dengan pertimbangan antara lain, prosesnya
cukup ekonomis karena harga etanol yang relatif murah dan beroperasi pada tekanan
rendah.

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
12

1.4.2. Kegunaan Produk


Asetaldehida merupakan produk antara yang banyak digunakan untuk
memproduksi produk turunannya, antara lain:
1. Bahan baku pembuatan asam asetat
2. Bahan baku pembuatan n-butanol
3. Bahan baku pembuatan 2-hexyl ethanol
4. Bahan baku pembuatan pentaerythrytol
5. Bahan baku pembuatan trimethyrolpropane
6. Bahan baku pembuatan pyridine
7. Bahan baku pembuatan pericetic acid
8. Bahan baku pembuatan cratonaldehyde
9. Bahan baku pembuatan asetat anhidrid
10. Bahan baku pembuatan chloral
11. Bahan baku pembuatan 1,3-buthylene glycol,
12. Bahan baku pembuatan asam laktat.
( Mc Ketta, 1954 )
1.4.3. Sifat Fisik dan Kimia Bahan Baku dan produk
A. Bahan Baku
Etanol
a. Sifat fisis
: C2H5OH

Rumus molekul
Flammable (mudah terbakar)

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
13

Tidak berwarna (jernih)

b.

Berat molekul

: 46,07

Titik didih(1 atm), C

: 78,32

Suhu kritis, C

: 243,1

Tekanan kritis,atm

: 63,1

Density kritis,gr/cm3

: 0,7893

Panas penguapan,kj/kg

: 839328,717

Panas pembentukan,kj/kg

: -270710,708

Kapasitas panas (Cp),kj/kg K

: 0,579

Viskositas pada 20C, N.s/m2

: 1,17

Sifat kimia

Atom hidrogen dari hidroxyl group dapat diganti dengan metal aktif
membentuk methal ethoxide
Reaksi: 2C2H5OH + 2M 2C2H5OM +H2
Misal reaksi antar alkohol dengan NaOH
C2H5OH + 2NaOH C2H5ONa +H2O
Sodium ethoxide

Beradisi dengan asetilen membentuk ethyl vinil ether


Reaksi : C2H5OH + HC=CH C2H5OCH=CH2

Bereaksi dengan asam organik dan asam anorganik membentuk ester


Reaksi : C2H5OH + H2SOa C2H5OSO3H +H2O

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
14

Ethyl alkohol dapat langsung membentuk ethyl asetat dengan melalui


acetaldehyde kemudian dikondensasikan
Reaksi : CH3CH2OH CH3CHO + H2
2 CH3CHO CH3COOCH2 CH3

Dehidrogenasi ethyl alkohol membentuk acetaldehyde


Reaksi : CH3CH2OH CH3CHO + H2

Ethyl alkohol bereaksi dengan sodium hypociari membentuk


cloroform
Reaksi :
CH3CH3OH + NaOCl CHaCHO + NaCl + H2O
CH3CH3OH + 3NaOCl CCl2CHO + 3NaOH
CCIaCHO + NaOH

CHCI3 + HCOONa

B. Produk
1. Asetaldehida
a. Sifat Fisis
Rumus molekul

: CH3CHO

Berat molekul

: 44

Titik didih (1 atm),C

: 20,16

Titik lebur,C

: -123,5

Density cair, gr/cm3

: 0,778

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
15

Panas peleburan, kj/kg

: 71129,552

Panas penguapan, kj/kg

: 581588,692

Suhu kritis, K

: 461,0

Tekanan kritis, atm

: 63,22

b. Sifat Kimia
Asetaldehida adalah

senyawa yang

sangat

reaktif, yang

secara umum dipakai pada bidang manufaktur. Reaksi oksidasi,


reduksi, kondensasi, polimerisasi dan adisi adalah contoh-contoh
reaksi kereaktifannya.

Oksidasi
Oksidasi acetaldehyde fase cair dengan udara (oksigen)
merupakan reaksi yang penting dalam industri. Kebanyakan asam
asetat banyak diproduksi melalui cairan ini. Reaksi oksidasi adalah
reaksi rantai dimana asam perasetat dihasilkan dan kemudian
bereaksi dengan asetaldehida untuk menghasilkan asam asetat
melalui monoperasetat (AMP)
Reaksi :
CH3CHO + O2

CH3COOH

CH3COOH +CH3CHO
AMP

AMP

2CH3COOH

Reduksi

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
16

Reduksi terhadap gugus karbonil (C=0) menjadi alkohol


mudah terjadi. Banyak jenis katalis yang mungkin digunakan,
diantaranya platina dan asam kloropfatinat atau dari ammonium
kloropfatinat, raney nikel, palladina.

Reaksi Kondensasi
Larutan basa encer menyebabkan asetaldehida mengalami
aldol kondensasi menjadi asetadol. Aldol kondensasi adalah reaksi
yang sangat umum clan acetaldehyde.
Reaksi : 2CH3CHO + OH

CH3CHOHCH2CHO

Asetakiol adalah intermediate penting dalam pembuatan


butyraldehyde dan 1-3 butanol melalui asetaldehida dan juga
dalam pembuatan 1,3-butanediol. Juga reaksi yang penting adalah
aldol acetaldehyde dengan formaldehid berlebihan yang merupakan
bagian dari pembuatan pentarythritol C(CH20H)4 secara komersial.

Polimerisasi
Sedikit

asam

mineral

akan

mengkatalisasi

rimetrisasi

aldehida menjadi garaidehid pada suhu ruang. Jika asetaldehida


dititrasi

dengan

HCl

kering

pada

suhu

rendah tetiamer,

metacetaldehyde atau metaldehid akan terbentuk. Kemudian akan


berubah kembali menjadi acetaldehyde dan paraldehid

dengan

membiarkannya pada 60-65C selama beberapa hari. Peristiwa ini

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
17

dinamakan depolimerisasi. Depolimerisasi akan sempuna dengan


pemanasan pada tabung seal.

Reaksi Adisi
Meskipun

sedikit

acetaldehyde

(kecuali

cloral

dan

halogenased aldehid yang lain) yang membentuk hidrat yang


dapat diisolasikan, suatu larutan encer acetaldehyde mengandung
hidrat acetaldehyde (gem-diol) dalam keseimbangannya.
Reaksi : CH3CHO + H20

CH3CH(OC2H5)

Dengan cara yang sama acetaldehyde sedikit terbentuk dan


reaksi dengan g1ycol dan dengan senyawa polihidraksi yang lain.
Reaksi adisi merkaptal terhadap acetaldehyde akan membentuk
merkaptal (CH3CHCSR)2 dimana suffat analog dengan asefial juga
dibuat dengan mereaksikan acetaldehyde, dengan alkohol pada fase
uap tanpa katalis.
2. Hidrogen
a. Sifat Fisis
Rumus molekul

: H2

Berat molekul

: 2,016

Titik didih (1 atm), oC

: -252

Titik lebur (1 atm), oC

: -254,2

Suhu kritis, oC

: -239,8

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
18

Tekanan kritis, atm

: 32,57

Densitas cair, kg/m3

: 71

Pada suhu kamar dan tekanan atmosferis, H2 berbentuk gas.


b. Sifat Kimia
H2

dapat

digunakan

untuk

berbagai

macam

reaksi

satunya

adalah

reaksi

hidrogenasi dan reaksi reaksi yang lain.

1.4.4. Tinjauan Proses secara Umum


Reaksi

pembentukan

asetaldehida

salah

dehidrogenasi dimana gugus H dilepaskan dalam bentuk gas H2 dari ikatan dalam
etanol (C2H5OH) sehingga didapat produk yang relatif lebih reaktif berupa
asetaldehida dengan rumus molekus C2H4O. Asetaldehida secara komersial dibuat
dengan dehidrogenasi fase uap etanol.
Reaksi:
260 - 290C

C2H5OH(g)

CH3CHO(g) + H2

Hr = 15 kkal/kmol

Etanol diuapkan dan direaksikan diatas katalis chrom clan tembaga pada
tekanan atmosfer dan suhu 260 - 290C. Konversi 50 %. Pada suhu tersebut kondisi
reaktan adalah fase gas maka digunakan reaktor jenis Fixed Bed multitube. Pada
reaksi ini digunakan bahan baku etanol yang banyak terdapat dipasaran berupa
etanol dengan kadar minimal 95 % yaitu etanol yang diproduksi dari pabrik-

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
19

pabrik yang ada di Indonesia.

Reaksi katalitis berlangsung dalam 5 tahap, yaitu

sebagai berikut :
1. Difusi dari molekul zat pereaksi pada permukaan katalis.
2. Adsorbsi dari zat pereaksi pada permukaan.
3. Reaksi pada permukaan.
4. Desorpsi dari zat hasil.
5. Difusi dari zat hasil ke dalam fase gas.
Dalam hal ini langkah 1 dan 5 dapat diabaikan karena kecepatan difusi
sangat cepat. Sedangkan pengendali terbesar pada reaksi ini adalah reaksi
permukaan.

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

BAB II
DESKRIPSI PROSES

2.1. Spesifikasi Bahan Baku dan Produk


2.1.1. Spesifikasi Bahan Baku
Etanol
Kenampakan

: Cair

Warna

: Jernih

Kemurnian

: 95% berat

Impuritas

: H2O ( 5% berat )

Berat jenis

: 0,8160 - 0,7937 g/cm3

Viskositas

: 1,32 - 1,22 kg/l.dt

2.1.2. Spesifikasi Produk


Asetaldehida
Kenampakan

: Cair ( tekanan 1,95 atm )

Warna

: Jernih

Kemurnian

: 99,9% berat

Impuritas

: Etanol ( 0,1% berat )

Berat Jenis

: 0,7801 g/cm3

Viskositas

: 0,12 - 0,16 kg/l.dt

2.1.3. Spesifikasi Katalis

commit to user
20

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
21

Rumus Molekul

: Cr-Cu

Kenampakan

: Butiran bola

Diameter

: 0,0051 m

Bulk density

: 67 (kg/m3)

2.2. Konsep Proses


2.2.1. Dasar Reaksi
Asetaldehida secara komersial dibuat dengan cara dehidrogenasi fase
uap ethyl alcohol.
Reaksinya :
260290C
CH3CH2OH

CH3CHO + H2
Cu-Cr

Hr298 = 15 kkal

Etanol diuapkan dan direaksikan diatas katalis chrom clan tembaga


pada tekanan 1,2 atm dan temperatur 260-290C. Pada suhu tersebut kondisi
reaktan adalah fase gas, maka digunakan reaktor jenis fixed bed.
Reaksi bersifat endotermis dengan demikian diperlukan adanya
tambahan panas dari luar untuk mempertahankan suhu didalam reaktor.
Dalam hal ini digunakan dowtherm sebagai pemanas dan untuk mendapatkan
transfer panas yang baik, maka dipilih reaktor jenis fixed bed multitube.
Pada reaksi ini digunakan bahan baku etanol yang didapat dari
PT.Indo Acidatama dengan kadar 95%.

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
22

2.2.2. Mekanisme Reaksi


Reaksi katalitik berlangsung dalam 5 tahap sebagai berikut:
1. Difusi dari molekul zat pereaksi pada permukaan katalis
2. Adsorbsi dari zat pereaksi pada permukaan
3. Reaksi pada permukaan
4. Desorpsi dari zat hasil pada permukaan
5. Difusi dari zat hasil ke dalam fase gas.
Dalam hal ini langkah 1 dan 5 dapat diabaikan karena kecepatan
difusinya sangat cepat.
Model mekanisme reaksi:
Reaksi Utama:
CH3CH2OH
A

CH3CHO + H2
Cu-Cr

k1
Adsorpsi

:A + S

AS
k-1
k2

Reaksi permukaan

: AS

BS + C
k-2
k3

Desorpsi

: BS

B + S
k-3
Penyusunan persamaan kecepatan reaksi :

rs k 2 . A k 2 .PC.B

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
23

k1
A

A kad .PA .v
k 1 PA . V
k

kd 3 B
B k d .PB.v
k 3 PB v
A B V 1
kad .PA . V kd .PB.v V 1
kad

V kad .PA kd .PB 1 1

1
kad .PA kd .PB 1

rs k 2 . A k 2 .PC.B
k 2 .kad .PA .V k 2 .PC.kd .PB.v
1
1
k 2 .kad .PA .
k 2 .k d .PC.PB .
kad .PA kd .PB 1
kad .PA kd .PB 1
k 2 .kad

Ke
k 2 .kd
P .P

PA B C
Ke
k .kad k
k 2 .kad
1 kad .PA kd .PB 2
P .P
( PA B C )
Ke
k
1 kad .PA kd .PB

2.2.3. Kondisi Operasi


1.

Tinjauan Kinetika
Kecepatan reaksi pembentukan asetaldehida ditinjau dari segi kinetika
dinyatakan sebagai berikut :
CH3CH2OH

CH3CHO + H2

Persamaan kecepatan reaksi :

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
24

PB .PC
)
Ke
rs = k
1 kad .PA k d .PB
( PA

dengan:
lnk =
lnKad =
lnKd =
lnKe =

(17.900 5810,5/T)
(-1.175 + 1166,6/T)
(1.057 + 690,2/T)
(11.82 6189,1/T)
(The Canadian Journal of Chemical Engineering, vol.57, April,

1979)
Keterangan :

2.

rs

: Kecepatan reaksi, (mol / kgcat.jam)

PA

: Tekanan parsial etanol, (atm)

PB

: Tekanan parsial asetaldehida, (atm)

PC

: Tekanan parsial H2, (atm)

: Konstanta kecepatan reaksi, (jam-1)

KAD

: Konstanta kesetimbangan adsorpsi, (atm)

KD

: Konstanta kesetimbangan desorpsi, (atm)

: Temperatur, (K)

Tinjauan Termodinamika
Reaksi yang terjadi adalah :
CH3CH2OH(g)

CH3CHO(g) + H2(g)

Hr298 = Hfoproduk - Hforeaktan


= -39,72 (-54,23)
= 15 kkal

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
25

Ternyata H menunjukkan harga positif, maka reaksinya bersifat


endotermis.
Apabila ditinjau dari energi Gibbs (Gfo):
Gfo C2H5OH = - 31.46 kkal/mol
Gfo C2H4O

= - 40,23 kkal/mol

Gfo H2

= 0 kkal/mol

Gfo = Gfoproduk - Gforeaktan


= ( -40,23 + 0) (-31,46)
= -8,77 kkal
Gfo

= -RT ln K

K298

= exp (Gfo /RT)


= exp (-8,77 / 0,001987*298)
= 2.706.148,164

2.3. Diagram Alir Proses


Diagram alir proses dapat dilihat pada gambar 2.1.
2.3.1. Diagram Alir Kualitatif
Diagram alir kualitatif dapat dilihat pada gambar 2.2.
2.3.2. Diagram Alir Kuantitatif
Diagram alir kuantitatif dapat dilihat pada gambar 2.3.

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
26

commit to user

commit to user

P= 1,2 atm
T= 76,05C

C2H5OH
H2O

T-01

30C
1 atm
1
R-01

H2
C2H4O
C2H5OH
H2O

C2H4O
C2H5OH
H2O

P= 1,2 atm
T= 290C

11

P= 1,95atm
T= 40C

P= 1,95atm
T= 115,27C
C2H4O
C2H5OH
H2O

MD-01

P= 1,95atm
T= 39,6C
C2H4O
C2H5OH

P= 1,95atm
T= 94,66C

P= 1,08 atm
T= 35C

Gambar 2.1 Diagram Alir Kualitatif

C2H4O
C2H5OH
H2O

ABS-01

P= 1,08 atm
T= 41,14C

P= 1,08 atm
T= 70C

P= 1,08 atm
T= 35C

H2
C2H4O
C2H5OH
H2O

DIAGRAM ALIR KUALITATIF

P= 1atm
T= 95,51C

T-02

MD-02

P= 1atm

C2H4O
C2H5OH
H2O

10

C2H5OH
H2O

9 T= 100,11C

P= 1atm
T= 78,11C

perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
27

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
28

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
29

2.3.3. Langkah Proses


Secara garis besar proses pembuatan asetaldehida dengan proses
dehidrogenasi etanol terdiri dari tiga tahap, yaitu :
1. Penyiapan Bahan Baku
2. Reaksi Dehidrogenasi Etanol
3. Pemisahan dan Pemurnian Etanol sisa
1.

Persiapan Bahan Baku


Tahap ini bertujuan untuk menyiapkan umpan reaktor pada fase gas
dengan suhu 290C dan tekanan 1,2 atm dari etanol cair suhu 30oC.
Etanol disimpan dalam tangki penyimpanan etanol (T01) yang
berbentuk silinder tegak dengan tutup conical pada fase cair suhu 30oC dan
tekanan 1 atm. Etanol dari tangki penyimpanan dicampur dengan campuran
recycle kemudian diuapkan dalam vaporiser (VP-01).
Keluar dari vaporiser kemudian feed gas dipanaskan dalam heater
(HE01) dengan media pemanas dowtherm A sehingga suhunya sesuai
dengan kondisi umpan reaktor (290oC, 1,2 atm).

2.

Reaksi Dehidrogenasi Etanol


Proses dehidrogenasi etanol dilangsungkan dalam reaktor fixed bed
multitube katalitik untuk menghasilkan asetaldehida. Reaktor beroperasi pada
kondisi non isothermal, suhu umpan reaktor 290oC dan tekanan 1,2 atm,
sedangkan katalis yang digunakan adalah Cr-Cu.

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
30

Gas umpan reaktor masuk kedalam reaktor (R-01) melalui pipa


pemasukan umpan yang terdapat pada bagian atas dari reaktor dan kemudian
dikontakkan dengan katalis Cr-Cu dalam tube dalam reaktor.
Reaksi yang terjadi :
C2H5OH

C2H4O + H2

Konversi reaksi dalam reaktor yaitu 50 %. Reaksi tersebut


endothermic, panas reaksi disuplai dengan mengalirkan dowtherm A melalui
sela-sela tube dalam shell. Dowtherm A masuk pada suhu 400C melalui pipa
pemasukan pada bagian atas shell.
3.

Pemurnian Asetaldehida dan Isolasi Etanol


Pemisahan dan pemurnian produk dilakukan melalui dua tahapan
yaitu:
a. Pemurnian Asetaldehida
Pemurnian asetaldehida dimaksudkan untuk mendapatkan asetaldehida
dengan spesifikasi sesuai dengan pasaran. Produk keluar reaktor didinginkan
dalam cooler (CO01) dengan menggunakan cairan hasil bawah absorber
sehingga diperoleh suhu 108,16 oC yang kemudian didinginkan lagi dalam
cooler (CO-02 dan CO-03) hingga suhunya menjadi 70 oC.
Gas dari cooler kemudian dimasukkan ke dalam absorber (AB-01) yang
beroperasi pada tekanan 1,08 atm. Gas keluaran absorber yang berupa
hidrogen dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler sedangkan cairan produk
bawah absorber kemudian dialirkan ke menara distilasi I (MD-01) pada suhu

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
31

bubble pointnya 94,66oC dan tekanan 1,95 atm untuk memurnikan


asetaldehida. Kondisi atas kolom adalah 40oC, 1,95 atm. Produk asetaldehida
yang didapat memiliki kemurnian 99,9% yang kemudian disimpan dalam
tangki penyimpanan yang berbentuk silinder horisontal dengan head
berbentuk torispherical pada fase cair suhu 30oC dan tekanan 1,95 atm.
b. Isolasi Etanol
Isolasi etanol bertujuan untuk mengambil sisa etanol yang tidak
bereaksi untuk direcycle. Produk bawah kolom distilasi I digunakan sebagai
umpan kolom distilasi II. Hasil atas kolom didinginkan dengan kondensor dan
didapatkan etanol dengan kemurnian 95% yang kemudian direcycle.
Sedangkan pada bagian bawah kolom distilasi II, cairan sebagian dialirkan ke
dalam cooler, sedangkan sebagian lagi berupa etanol dan air dalam jumlah
sedikit dibuang sebagai waste.
2.4. Neraca Massa dan Neraca Energi
2.4.1. Neraca Massa
Basis :1 jam operasi
Satuan : kg

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
32

1. Neraca Massa di Reaktor


Tabel 2.1 Neraca Massa di Reaktor
Komp.
H2
C2H4O
C2H5OH
H2O
Jumlah
Total massa

Input
Arus 2
Kg/jam
Kgmol/jam
0
0
3,1566
0,0717
6600,0984
143,4804
344,2603
19,1256
6947,5153
162,6777
6947,5153

output
Arus 3
Kg/jam
Kgmol/jam
143,4804
71,7402
3159,7254
71,8119
3300,0492
71,7402
344,2603
19,1256
344,2603
234,4179
6947,5153

2. Neraca Massa di Absorber


Tabel 2.2 . Neraca Massa Absorber
Komp.
H2
C2H4O
C2H5OH
H2O
Jumlah
Total
massa

Input
Arus 3
Arus 11
Kg/jam
Kgmol/jam
Kg/jam
Kgmol/jam
143,4804
71,7402
0
0
3159,7254
71,8119
0
0
3300,0492
71,7402
32,4017
0,7044
344,2603
19,1256
7105,7521
394,7640
6947,5153
234,4179
7138,1538
395,4684

Output
Arus 4
Arus 5
Kg/jam
Kgmol/jam Kg/jam
Kgmol/jam
143,4804
71,7402
0
0
3,1597
0,0718
3156,5657
71,7401
9,7502
0,2120
3322,7007
72,2326
0,3443
0,0191
7449,6681
413,8705
156,7346
72,0431
13928,9345
557,8432

14085,6691

14085,6691

3. Neraca Massa Kolom Distilasi I


Tabel 2.3. Neraca Massa Kolom Distilasi I
Komp.
C2H4O
C2H5OH
H2O
Jumlah
Total
massa

Input
Arus 5
Kg/jam
Kgmol/jam
3156,5657
71,7401
3322,7007
72,2326
7449,6681
413,8705
13928,9345
557,8432

Output
Arus 6
Arus 7
Kg/jam
Kgmol/jam
Kg/jam
Kgmol/jam
3153,4091
71,6684
3,1566
0,0717
3,1566
0,0686
3319,5441
72,1640
0
0
7449,6681
413,8705
3156,5657
71,73700
10772,368
486,1062
8

13928,9345

13928,9345

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
33

4. Neraca Massa Kolom Distilasi II


Tabel 2.4. Neraca Massa Kolom Distilasi II

Komp.
C2H4O
C2H5OH
H2O
Jumlah
Total
massa

Input
Arus 7
Kg/jam
Kgmol/jam
3,1566
0,0717
3319,5441
72,1640
7449,6681
413,8705
10772,3688
486,1062

Output
Arus 8
Arus 9
Kg/jam
Kgmol/jam
Kg/jam
Kgmol/jam
3,1566
0,0717
0
0
3286,3487
71,4424
33,1954
0,7216
169,8524
9,4362
7279,8157
404,4342
3459,3577
80,9503
7313,0111
405,1558

10772,3688

10722,3688

commit to user

commit to user

44

46

18

C
HO
2 4

C
HO
H
2 5

H
O
2

T
otal

Jum
lah

B
erat m
olekul

H
2

K
om
ponen

m9,7502

m7,2038
m9,6893

3.313,7497
m174,4079

m72,0431

3.488,1576 m81,7274 m156,7346


3.488,1576

0,0191

0,3443

0,2120

0,0718

m3,1597

K
gm
ol/jam

K
g/jam
m71,7402

K
gm
ol/jam

A
rus4

0 m143,4804

K
g/jam

A
rus1

Input

Tabel2.5 N
eracaM
assaTotal

0,7937

K
g/jam

m71,7370 m174,8573

m9,6875

m9,6702

0,0173

K
gm
ol/jam

A
rus10

0 m174,0636

0,0686

m71,6684

K
gm
ol/jam

3.488,1576

3.156,5657

m3,1566

3.153,4091

K
g/jam

A
rus6

output

perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
34

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
35

2.4.2. Neraca Panas


Basis : 1 jam operasi
Satuan : kJ
1. Neraca Panas Reaktor
Tabel 2.6
Komponen

Neraca Panas Reaktor


Input(kj/jam)

H2
C2H4O
C2H5OH
H2O
panas reaksi
Pemanas

0
2,1003E+03
5,4064E+06
1,9445E+05

Total

1,0162E+07

Output ( kj/jam )
5,4269E+05
1,9780E+06
2,5439E+06
1,8404E+05
4913486,323

4,5593E+06
1,0162E+07

2. Neraca Panas Absorber


Tabel 2.7

Komponen
H2
C2H4O
C2H5OH
H 2O
Total

Neraca Panas Absorber

input (kj/jam)
gas in
cairan in
(T=70oC)
(T=35oC)
93172,7934
0,0000
187800,3017
0,0000
224326,0211
761,4515
29056,8342
297922,5901
534355,9504
298684,0416
833039,9920

commit to user

output (kj/jam)
gas out
cairan out
(T=35oC)
(43,18oC)
20651,6265
0,0000
40,5330
136124,2350
142,0262
142455,4517
6,4383
533619,6814
20840,6239
812199,3681
833039,9920

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
36

3. Neraca Panas Kolom Distilasi I


Tabel 2.8

Neraca Panas Kolom Distilasi I

Input
Umpan cair masuk
Q reboiler

kj/jam
Output
3.281.931,5532 Panas distilat
3.033.004,2696 Panas cairan bottom
Q condenser
Jumlah
6.314.935,8228 Jumlah
4. Neraca Panas Kolom Distilasi II
Tabel 2.9

kj/jam
109.015,2721
3.554.167,0346
2.651.753,5161
6.314.935,8228

Neraca Panas Kolom Distilasi II

Input
umpan cair masuk
Q reboiler

kj/jam
2.764.359,0927
17.524.736,4718

Total

20.289.095,5645

Output
panas distilat
panas cairan bottom
Q condenser
Total

commit to user

kj/jam
477.869,0187
2.284.125,286
17.527.101,2602
20.289.095,5645

commit to user

Totalpanas

2,43E
+07

2.43E+11

17.524.736,47

Qreboiler2

Jum
lah

2.197.691,673

24.257.028,5

17.527.101,26

Qkondenser2

Qreboiler1

1.816.440,92

Qkondenser1

4.56E+10
4.913.486,323

5.209,322

890,869

panasdibangkitkan(kj/jam
) Panasterkonsum
si (kj/jam
)

Q
reaksi

Q
pem
anas

H
O
2

4.318,453

C
HO
2 4

C
HO
H
2 5

arus1 (kj/jam
)

H
2

K
om
ponen

Tabel 2.10N
eracaPanasTotal

2,43E
+07

20.840,62

6,438

142,026

40,533

20.651,63

arus4(kj/jam
)

3.366,455

4,157

3.362,298

arus6 (kj/jam
)

891,254

890,024

1,229

arus10 (kj/jam
)

perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
37

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
38

2.5. Tata Letak Pabrik dan Peralatan


2.5.1. Tata Letak Pabrik
Tata letak pabrik adalah pengaturan atau penyusunan proses dan
fasilitas pabrik sehingga pabrik dapat berfungsi dengan efektif, efisien dan
aman. Untuk mendapatkan kondisi yang optimal, maka perlu dipertimbangkan
hal-hal sebagai berikut:
1. Pabrik asetaldehida ini merupakan pabrik baru (bukan pengembangan)
sehingga dalam penentuan tata letak pabrik tidak dibatasi oleh bangunan
yang ada.
2. Perlu disediakan area perluasan produksi yang tidak jauh dari proses yang
lama.
3. Faktor keamanan terutama bahaya kebakaran, ledakan, asap/gas beracun.
Maka dalam merencanakan lay out selalu diusahakan untuk memisahkan
sumber api dan panas dari sumber bahan yang mudah meledak. Unit-unit
proses dikelompokkan agar memudahkan pengalokasian bahaya kebakaran
yang mungkin terjadi.
4. Sistem konstruksi yang digunakan adalah outdoor untuk menekan biaya
bangunan gedung, sedangkan jalannya proses dalam pabrik tidak
dipengaruhi perubahan musim.
5. Fasilitas untuk karyawan, seperti mushola, kantin dan sebagainya
diletakkan ditempat yang strategis sehingga tidak mengganggu jalannya
proses.

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
39

6. Jarak antara pompa dan peralatan proses harus diperhitungkan agar tidak
mengalami kesulitan dalam melakukan pemeliharaan dan perbaikan.
7. Disediakan tempat untuk pembersihan alat agar tidak mengganggu
peralatan yang lain.
8. Jarak antar unit proses yang satu terhadap unit proses yang lain diatur
hingga tidak saling mengganggu.
9. Alat kontrol supaya diletakkan pada kondisi yang mudah diawasi.
Tabel 2.11. Perincian luas area yang dibangun
Bangunan
Pos keamanan

Luas, m2

Luas, ft2

Lumen

30

322.91

20.00

0.42

0.75

20502.18789

Parkir

500

5381.82

10.00

0.49

0.75

146444.1992

Musholla

100

1076.36

20.00

0.55

0.75

52187.38735

Kantin

100

1076.36

20.00

0.51

0.75

56280.51576

Kantor

1000

10763.65

35.00

0.60

0.75

837172.672

Poliklinik

100

1076.36

20.00

0.56

0.75

51255.46971

Ruang kontrol

200

2152.73

40.00

0.56

0.75

205021.8789

Laboratorium

400

4305.46

40.00

0.56

0.75

410043.7577

Proses

4000

43054.59

30.00

0.59

0.75

2918955.563

Utilitas
Ruang
generator

2000

21527.30

10.00

0.59

0.75

486492.5939

200

2152.73

10.00

0.51

0.75

56280.51576

Bengkel

300

3229.09

40.00

0.51

0.75

337683.0946

Safety

300

3229.09

41.00

1.51

1.75

50101.37305

Gudang

500

5381.82

5.00

0.51

0.75

70350.64471

Pemadam
Jalan dan
taman
Area
perluasan

200

2152.73

20.00

0.51

0.75

112561.0315

1000

10763.65

5.00

0.55

0.75

130468.4684

4000

43054.59

5.00

0.57

0.75

503562.5095

14930

160701.27

Jumlah

commit to user

6445363.863

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
40

Luas bangunan + taman = 14.930 m2


Jika luas prasarana jalan 25% dari luas tersebut, maka:
Luas tanah total =

14.930
= 19.906,67 m2
0,75
= 19.907 m2

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
41

Jalan raya
taman

parkir

kantin

klinik

kantor
mushola

taman

Pemadam
kebakaran

Jalan utama

proses

Power
plant

bengkel

laboratorium

Gudang
produk

Gudang
bahan baku

Pos
jaga

utilitas

Control
room

safety

Area perluasan

Gambar 2.4. Tata Letak Pabrik

commit to user

taman

taman

Pos
jaga

garasi

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
42

2.5.2. Tata Letak Peralatan


Tata letak peralatan proses adalah tempat kedudukan dari alat-alat
yang digunakan dalam proses produksi. Tata letak alat-alat proses harus
dirancang sedemikian rupa sehingga :
1. Mengefektifkan penggunaan luas lantai.
2. Kelancaran proses produksi terjamin.
3. Jika peralatan proses diatur sedemikian rupa maka urut-urutan proses
produksi dapat berjalan dengan lancar.
4. Karyawan akan lebih puas dan nyaman ketika bekerja

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
43

TATA LETAK PERALATAN PROSES

T-04

T-03

T-02

T-01

1
2

6 7

11

1
6

8
13
12

10

commit to user

17

14

Gambar 2.5. Tata Letak Peralatan Proses

15

18

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
44

Keterangan:
T

: Tangki Penyimpan

: Vaporizer

: Separator

: Heater-01

: Reaktor

: Cooler-01

: Cooler-02

: Cooler-03

: Absorber

: Accumulator-01

10

: Kondenser-01

11

: Menara Distilasi-01

12

: Reboiler-01

13

: Cooler-04

14

: Accumulator-02

15

: Condenser-02

16

: Menara Distilasi-02

17

: Reboiler-02

18

: Cooler-05

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

BAB III
SPESIFIKASI ALAT

3.1. Reaktor
Kode

: R-01

Tipe

: Fixed Bed Multitube

Fungsi

: Mereaksikan Etanol membentuk Asetaldehida


dengan proses dehidrogenasi

Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C


: 290oC

Kondisi operasi : - Suhu


- Tekanan
Spesifikasi

: 1,2 atm

:
Diameter luar pipa

: 0,0381 m

Diameter dalam pipa

: 0,0356 m

Jumlah pipa

: 1882 buah

Triangular pitch

: 0,0476 m

Clearance

: 0,0095 m

Diameter dalam shell

: 2,3114 m

Tinggi

: 3,37 m

Tebal shell

: 0,0063 m

Tipe head

: Torispherical Dished Head

Tebal head

: 0,0079 m

commit to user
45

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
46

Jarak baffle

: 0,5778 m

Waktu tinggal reactor

: 1,37 detik

Jumlah

:1

Katalis

:
Jenis

: Cr-Cu

Bentuk

: Bola ( spherical )

Diameter katalis

: 0,0053 m

: 0,5

Bulk

: 67 kg/m3

Pemanas

: Dowtherm A

Isolasi

:
Bahan isolasi

: Asbestos

Tebal isolasi

: 0,5313 m

3.2. Absorber
Nama alat

: Absorber

Kode

: AB-01

Tipe

: Menara bahan isian ( packed tower )

Fungsi

: Menyerap gas C2H4O dengan penyerap H2O dari


hasil reaktor ( R-01 ).

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-283 grade C

Kondisi operasi

: - Suhu gas

commit to user

: 70 oC - 35 oC

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
47

Spesifikasi

- Suhu cairan

: 35 oC 43,18 oC

- Tekanan

: 1,08 atm

Diameter

: 1,18 m

Tinggi

: 21,62 m

Tebal shell

: 0,0047 m

Tipe head

: Torispherical Dished Head

Tebal head

: 0,0063 m

Jumlah

:1

Bahan isian

Bentuk

: Raschig ring

Nominal size

: 2 in

Bahan

: ceramic

Packing factor

: 65

Bahan isolasi

: Asbestos

Tebal isolasi

: 0,0838 m

Isolasi

3.3. Kolom Distilasi


3.3.1. Kolom Distilasi I
Kode

: MD-01

Tipe

: Menara plate ( tray tower )

Fungsi

: Untuk memisahkan produk C2H4O dari cairan

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
48

absorber.
Jenis

: Kolom distilasi sieve tray.

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-283 grade C

Kondisi operasi

Kolom bagian atas


Suhu

: 40oC

Tekanan

: 1,95 atm

Kolom bagian bawah


Suhu

: 115,03oC

Tekanan

: 1,95 atm

Spesifikasi :
Diameter

: 0,91 m

Tebal shell

: 0,0079 m

Tebal head

: 0,0063 m

Tipe head

: Torispherical Dished Head

Tinggi menara : 13,36 m


Jumlah

:1

Lokasi umpan : 7
Spesifikasi plate :
Kolom bagian atas
Jumlah plate

: 7

Diameter plate

: 0,9130 m

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
49

Diameter lubang

: 0,005 m

Lubang pitch

: 0,0135 m

Jumlah lubang

: 2334 lubang

Bahan plate

: Mild steel

Jarak antar plate

: 0,4 m

Tebal plate

: 0,005 m

Kolom bagian bawah


Jumlah plate

: 12

Diameter plate

: 0,7672 m

Diameter lubang

: 0,005 m

Lubang pitch

: 0,013 m

Jumlah lubang

: 1649 lubang

Bahan plate

: Mild steel

Jarak antar plate

: 0,4 m

Tebal plate

: 0,005 m

3.3.2. Kolom Distilasi II


Kode

: MD-02

Tipe

: Menara plate ( tray tower ).

Fungsi

: Untuk memisahkan C2H5OH dari cairan MD I untuk


direcycle.

Jenis

: Kolom distilasi sieve tray.

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-283 grade C

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
50

Kondisi operasi :
Kolom bagian atas
Suhu

: 78,11oC

Tekanan

:1 atm

Kolom bagian bawah


Suhu

: 100,11oC

Tekanan

: 1 atm

Spesifikasi :
Diameter

: 1,83 m

Tebal shell

: 0,0079 m

Tebal head

: 0,0063 m

Tipe head

: Torispherical Dished Head

Tinggi menara

: 23,83 m

Jumlah

:1

Lokasi umpan : 8
Spesifikasi plate :
Kolom bagian atas
Jumlah plate

:8

Diameter plate

: 1,8345 m

Diameter lubang

: 0,005 m

Lubang pitch

: 0,014 m

Jumlah lubang

: 10226 lubang

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
51

Bahan plate

: Mild steel

Jarak antar plate

: 0,5 m

Tebal plate

: 0,005 m

Kolom bagian bawah


Jumlah plate

: 21

Diameter plate

: 1,8345 m

Diameter lubang

: 0,005 m

Lubang pitch

: 0,0135 mm

Jumlah lubang

: 5456 lubang

Bahan plate

: Mild steel

Jarak antar plate

: 0,5 m

Tebal plate

: 0,005 m

3.4. Tangki
3.4.1. Tangki Penyimpan Etanol ( T-01 )
Kode

: T-01

Tipe

: Silinder vertikal dengan conical roof dan flat bottom

Fungsi

: Menyimpan etanol selama 30 hari

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA 283 Grade C

Kondisi penyimpanan : - Suhu

: 30 oC

- Tekanan : 1 atm

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
52

Spesifikasi :
Diameter

: 24,3840 m

Tinggi

: 9,1440 m

Tebal shell

: Course 1 : 0,0333 m
Course 2 : 0,0317 m
Course 3 : 0,0286 m
Course 4 : 0,0270 m
Course 5 : 0,0238 m

Tebal head

: 0,0127 m

Tinggi head

: 2,4686 m

Tinggi tangki : 11,6125 m


Jumlah : 1

3.4.2. Tangki Penyimpan Asetaldehida ( T-02 )


Kode

: T-02

Tipe

: Silinder horisontal dengan torispherical head dan flat


bottom

Fungsi

: Menyimpan Asetaldehida selama 30 hari

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA 283 Grade C

Kondisi penyimpanan: - Suhu

: 30 oC

- Tekanan : 1,95 atm

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
53

Spesifikasi :
Diameter

: 6,0960 m

Panjang

: 36,5760 m

Tebal head

: 0,0159 m

Tinggi head

: 1,3991 m

Panjang tangki: 36,5760 m


Jumlah

:1

3.5. Heat Exchanger


3.5.1. Heater-01
Kode

: HE-01

Fungsi

: menaikkan suhu produk fase gas vaporiser sebagai


umpan reaktor

Tipe

: Shell and Tube Heat Exchanger

Bahan konstruksi

: Carbon steel

Luas transfer

: 65,4172 m2

Kondisi Operasi

: - Hot fluid

: 301,53 C 254,05C

- Cold fluid : 85,04 C 290 C


Spesifikasi :
Shell Side ( Fluida Dingin ) : hasil vaporizer (VP-01)
- ID

: 0,9906 m

- Baffle space

: 0,7429 m

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
54

- Passes (n)

:1

-Pressure Drop : 0,0642 Psi


Tube Side ( Fluida Panas ) : Dowtherm A
- OD

: 0,0381 m

- ID

: 0,0297 m

- BWG

:8

- Pitch

: 0,0476 m

- Passes (n)

:2

- Pressure Drop : 0,0656 Psi


- Jumlah pipa (Nt): 170
3.5.2. Cooler-01
Kode

: CO-01

Fungsi

: mendinginkan hasil bawah reaktor (R-01) untuk


dialirkan ke absorber (AB-01)

Tipe

: Shell and Tube Heat Exchanger

Bahan konstruksi

: Carbon steel

Luas transfer

: 20,4211 m2

Kondisi Operasi

: - Hot fluid

: 227,83 C 108,16C

- Cold fluid : 43,18 C 94,66 C


Spesifikasi :
Shell Side ( Fluida Panas ) : hasil bawah reaktor (R-01)
- ID

: 0,5397 m

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
55

- Baffle space

: 0,4048 m

- Passes (n)

:1

- Pressure Drop : 0,3784 Psi


Tube Side ( Fluida Dingin ) : Produk absorber (AB-01)
- OD

: 0,0317 m

- ID

: 0,0233 m

- BWG

: 10

- Pitch

: 0,0492 m

- Passes (n)

:2

- Pressure Drop

: 0,0064 Psi

- Jumlah pipa (Nt): 112


3.5.3. Cooler-02
Kode

: CO-02

Fungsi

: mendinginkan hasil bawah reaktor (R-01) untuk


dialirkan ke absorber (AB-01)

Tipe

: Double Pipe Heat Exchanger

Bahan konstruksi

: Carbon steel

Luas transfer

: 2,3169 m2

Kondisi Operasi

: - Hot fluid

: 108,16 C 70C

- Cold fluid : 30 C 45 C

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
56

Spesifikasi :
Anulus ( Fluida Panas ) : Hasil bawah reaktor (R-01)
- OD

: 0,1143 m

- ID

: 0,1022 m

- SN

: 40

- Pressure Drop: 0,2880 Psi


Inner Pipe ( Fluida Panas ) : Water
- OD

: 0,0889 m

- ID

: 0,0779 m

- SN

: 40

- Panjang hairpin: 1,8288 m


- Jumlah hairpin : 6
- Pressure Drop : 0,0145 Psi
3.5.4. Cooler-03
Kode

: CO-03

Fungsi

: mendinginkan hasil bawah reaktor (R-01) untuk


dialirkan ke absorber (AB-01)

Tipe

: Double Pipe Heat Exchanger

Bahan konstruksi

: Carbon steel

Luas transfer

: 2,3169 m2

Kondisi Operasi

: - Hot fluid

: 108,16 C 70C

- Cold fluid : 30 C 45 C

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
57

Spesifikasi :
Anulus ( Fluida Panas ) : Hasil bawah reaktor (R-01)
- OD

: 0,1143 m

- ID

: 0,1022 m

- SN

: 40

- Pressure Drop: 0,2880 Psi


Inner Pipe ( Fluida Panas ) : Water
- OD

: 0,0889 m

- ID

: 0,0779 m

- SN

: 40

- Panjang hairpin: 1,8288 m


- Jumlah hairpin : 6
- Pressure Drop : 0,0145 Psi
3.5.5. Cooler-04
Kode

: CO-04

Fungsi

: mendinginkan produk bawah MD-01 untuk


dialirkan ke MD-02.

Tipe

: Double Pipe Heat Exchanger

Bahan konstruksi

: Carbon steel

Luas transfer

: 3,4440 m2

Kondisi Operasi

: - Hot fluid

: 113,42 C 95,51C

- Cold fluid : 30 C 45 C

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
58

Spesifikasi :
Anulus ( Fluida Panas ) : Hasil bawah menara distilasi I (MD-01)
- OD

: 0,1143 m

- ID

: 0,1023 m

- SN

: 40

- Pressure Drop : 8,7961 Psi


Inner Pipe ( Fluida Dingin ) : water
- OD

: 0,0889 m

- ID

: 0,0779 m

- SN

: 40

- Panjang hairpin: 1,8288 m


- Jumlah hairpin : 4
- Pressure Drop : 0,1374 Psi
3.5.6. Cooler-05
Kode

: CO-05

Fungsi

: mendinginkan produk bawah MD-02 untuk dialirkan


ke absorber (AB-01)

Tipe

: Double Pipe Heat Exchanger

Bahan konstruksi

: Carbon steel

Luas transfer

: 9,2460 m2

Kondisi Operasi

: - Hot fluid

: 100,13 C 35C

- Cold fluid : 30 C 45 C

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
59

Spesifikasi :
Anulus ( Fluida Panas ) : Hasil bawah menara distilasi II (MD-02)
- OD

: 0,1143 m

- ID

: 0,1023 m

- SN

: 40

- Pressure Drop : 8,9635 Psi


Inner Pipe ( Fluida Dingin ) : water
- OD

: 0,0889 m

- ID

: 0,0779 m

- SN

: 40

- Panjang hairpin: 2,4384 m


- Jumlah hairpin: 12
- Pressure Drop : 3,6201 Psi
3.6. Vaporizer-01
Kode

: VP-01

Fungsi

: menguapkan etanol sebagai umpan reaktor (R-01)

Tipe

: Shell and Tube Heat Exchanger

Bahan konstruksi

: Carbon steel

Luas transfer

: 119,9256 m2

Kondisi Operasi

: - Hot fluid

: 130 C

- Cold fluid : 72,25 C 85,04 C

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
60

Spesifikasi :
Shell Side ( Fluida Panas ) : Etanol
- ID

: 0,7874 m

- Baffle space

: 0,5905 m

- Passes (n)

:1

- Pressure Drop : 0,0323 Psi


Tube Side ( Fluida Panas ) : Steam
- OD

: 0,0191 m

- ID

: 0,0165 m

- BWG

: 18

- Pitch

: 0,0238 m

- Passes (n)

:2

- Pressure Drop

: 0,0027 Psi

- Jumlah pipa (Nt): 822


3.7. Separator
Kode

: SP-01

Fungsi

: memisahkan uap dan cairan dari vaporizer

Material

: Carbon steel SA 283 Grade C

Jumlah

:1

Kondisi Operasi

: - Tekanan

: 1,2 atm

- Suhu

: 85,04C

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
61

Dimensi

:
-

Diameter

: 1,0668 m

Tinggi Total : 2,0078 m

Tebal silinder : 1,0763 m

Tebal head

: 0,0064 m

3.8. Kondenser
3.8.1. Kondenser-01
Kode

: CD-01

Fungsi

: mengkondensasikan hasil atas menara distilasi I


( MD-01)

Tipe

: Shell and Tube Heat Exchanger

Bahan konstruksi

: Carbon steel

Luas transfer

: 82,5261 m2

Kondisi Operasi

: - Hot fluid

: 40,19 C 39,6 C

- Cold fluid : 30 C 35 C
Spesifikasi :
Shell Side ( Fluida Panas ) : hasil atas menara distilasi I (MD-01)
- ID

: 0,6858 m

- Baffle space

: 0,5143 m

- Passes (n)

:1

- Pressure Drop : 0,0011 Psi


Tube Side ( Fluida Dingin ) :Water

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
62

- OD

: 0,0191 m

- ID

: 0.0148 m

- BWG

: 14

- Pitch

: 0,0238 m

- Passes (n)

:2

- Pressure Drop

: 0,3259 Psi

- Jumlah pipa (Nt): 602

3.8.2. Kondenser-02
Kode

: CD-02

Fungsi

: mengkondensasikan hasil atas menara distilasi II


( MD-02)

Tipe

: Shell and Tube Heat Exchanger

Bahan konstruksi

: Carbon steel

Luas transfer

: 179,1133 m2

Kondisi Operasi

: - Hot fluid

: 77,97 C 76,05 C

- Cold fluid : 30 C 45 C
Spesifikasi :
Shell Side ( Fluida Panas ) : hasil atas menara distilasi II (MD-02)
- ID

: 0,9906 m

- Baffle space

: 0,7429 m

- Passes (n)

:1

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
63

- Pressure Drop : 0,0034 Psi


Tube Side ( Fluida Dingin ) :Water
- OD

: 0,0381 m

- ID

: 0,0297 m

- BWG

:8

- Pitch

: 0,0476 m

- Passes (n)

:1

- Pressure Drop

: 0,0849 Psi

- Jumlah pipa (Nt): 307

3.9. Reboiler
3.9.1. Reboiler-01
Kode

: RB-01

Fungsi

: menguapkan sebagian hasil bawah menara distilasi I


(MD-01)

Tipe

: Shell and Tube Heat Exchanger

Bahan konstruksi

: Carbon steel

Luas transfer

: 53,6756 m2

Kondisi Operasi

: - Hot fluid

: 130 C

- Cold fluid : 115,03 C 115,27 C

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
64

Spesifikasi :
Shell Side ( Fluida Panas ) : hasil bawah menara distilasi I (MD-01)
- ID

: 0,7874 m

- Baffle space

: 0,5905 m

- Passes (n)

:1

- Pressure Drop : dapat diabaikan


Tube Side ( Fluida Dingin ) : Steam
- OD

: 0,0381 m

- ID

: 0,0347 m

- BWG

: 16

- Pitch

: 0,0476 m

- Passes (n)

:1

- Pressure Drop

: 3,3083E-07 Psi

- Jumlah pipa (Nt): 184

3.9.2. Reboiler-02
Kode

: RB-02

Fungsi

: menguapkan sebagian hasil bawah menara distilasi II


(MD-02)

Tipe

: Shell and Tube Heat Exchanger

Bahan konstruksi

: Carbon steel

Luas transfer

: 211,9907 m2

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
65

: - Hot fluid

Kondisi Operasi

: 130 C

- Cold fluid : 100,11 C 100,13 C


Spesifikasi :
Shell Side ( Fluida Panas ) : hasil bawah menara distilasi I (MD-01)
- ID

: 0,9398 m

- Baffle space

: 0,7048 m

- Passes (n)

:1

- Pressure Drop : dapat diabaikan


Tube Side ( Fluida Dingin ) : Steam
- OD

: 0,0317 m

- ID

: 0,0233 m

- BWG

:8

- Pitch

: 0,0396 m

- Passes (n)

:2

- Pressure Drop

: 0,0096 Psi

- Jumlah pipa (Nt): 436

3.10.

Accumulator

3.10.1. Accumulator-01
Kode

: ACC-01

Tipe

: horisontal drum

Fungsi

: menampung destilat dari kondenser I (CD-01)

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
66

Bahan konstruksi
Kondisi operasi

: Carbon steel
: - Suhu
-Tekanan

Spesifikasi

: 39,60oC
: 1,95 atm

:
Diameter

: 0,8310 m

Tinggi

: 0,8103 m

Tebal shell

: 0,0047 m

Tebal head

: 0,0063 m

Panjang tangki: 2,4929 m


Jumlah

:1

3.10.2. Accumulator-2
Kode

: ACC-02

Tipe

: horisontal drum

Fungsi

: menampung destilat dari kondenser II (CD-02)

Bahan konstruksi

: Carbon steel

Kondisi operasi

: - Suhu
-Tekanan

Spesifikasi

: 76,05oC
: 1 atm

:
Diameter

: 1,3371 m

Tinggi

: 1,3371 m

Tebal shell

: 0,0047 m

Tebal head

: 0,0063 m

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
67

Panjang tangki: 4,0114 m


Jumlah
3.11.

:1

Pompa

3.11.1. Pompa-01
Kode

: P-01

Fungsi

: Mengalirkan Fresh Etanol dari T-01 ke vaporizer

Tipe

: Single Stage Centrifugal Pump

Jumlah

:1

Bahan konstruksi

: commercial steel.

Kapasitas

: 23,2679 gpm

Daya pompa

: 0,39 HP

Daya motor

: 0,5 HP

NPSH required

: 0,7051 m

NPSH available

: 18,7311 m

Spesifikasi pipa

D nominal size

: 0,0031 m

No.schedule

: 10S

ID

: 0,0078 m

OD

: 0,0102 m

3.11.2. Pompa-02
Kode

: P-02

Fungsi

: Mengalirkan hasil bawah separator ke vaporizer

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
68

Tipe

: Single Stage Centrifugal Pump

Jumlah

:1

Bahan konstruksi

: commercial steel.

Kapasitas

: 12,4639 gpm

Daya pompa

: 0,12 HP

Daya motor

: 0,17 HP

NPSH required

: 0,4651 m

NPSH available

: 3,0834 m

Spesifikasi pipa

D nominal size

: 0,0032 m

No.schedule

: 10S

ID

: 0,0078 m

OD

: 0,0103 m

3.11.3. Pompa-03
Kode

: P-03

Fungsi

: Mengalirkan keluaran absorber ke CO-01

Tipe

: Single Stage Centrifugal Pump

Jumlah

:1

Bahan konstruksi

: commercial steel.

Kapasitas

: 83,9982 gpm

Daya pompa

: 1,05 HP

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
69

Daya motor

:1,5 HP

NPSH required

: 1,6594 m

NPSH available

: 16,3384 m

Spesifikasi pipa

D nominal size

: 0,0127 m

No.schedule

: 10S

ID

: 0,0171 m

OD

: 0,0213 m

3.11.4. Pompa-04
Kode

: P-04

Fungsi

: Mengalirkan keluaran CO-01 ke MD-01

Tipe

: Single Stage Centrifugal Pump

Jumlah

:1

Bahan konstruksi

: commercial steel.

Kapasitas

: 90,3636 gpm

Daya pompa

: 0,89 HP

Daya motor

: 1,5 HP

NPSH required

: 1,7423 m

NPSH available

: 7,0445 m

Spesifikasi pipa

D nominal size

: 0,0127 m

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
70

No.schedule

: 10S

ID

: 0,0171 m

OD

: 0,0213 m

3.11.5. Pompa-05
Kode

: P-05

Fungsi

: Mengalirkan asetaldehida dari ACC-01 ke MD-01


dan tangki penyimpanan asetaldehida

Tipe

: Single Stage Centrifugal Pump

Jumlah

:1

Bahan konstruksi

: commercial steel.

Kapasitas

: 38,2624 gpm

Daya pompa

: 0,65 HP

Daya motor

: 1 HP

NPSH required

: 0,9824 m

NPSH available

: 10,6845 m

Spesifikasi pipa

D nominal size

: 0,0508 m

No.schedule

: 5S

ID

: 0,0570 m

OD

: 0,0603 m

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
71

3.11.6. Pompa-06
Kode

: P-06

Fungsi

: Mengalirkan dari CO-04 ke MD-02

Tipe

: Single Stage Centrifugal Pump

Jumlah

:1

Bahan konstruksi

: commercial steel.

Kapasitas

: 65,5280 gpm

Daya pompa

: 1,69 HP

Daya motor

: 3 HP

NPSH required

: 1,4063 m

NPSH available

: 17,1757 m

Spesifikasi pipa

D nominal size

: 0,0191 m

No.schedule

: 5S

ID

: 0,0234 m

OD

: 0,0267 m

3.11.7. Pompa-07
Kode

: P-07

Fungsi

: Mengalirkan keluaran ACC-2 ke MD-02

Tipe

: Single Stage Centrifugal Pump

Jumlah

:1

Bahan konstruksi

: commercial steel.

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
72

Kapasitas

: 159,4285 gpm

Daya pompa

: 3,13 HP

Daya motor

: 5 HP

NPSH required

: 2,5439 m

NPSH available

: 20,5517 m

Spesifikasi pipa

D nominal size

: 0,1016 m

No.schedule

: 5S

ID

: 0,1101 m

OD

: 0,1143 m

3.11.8. Pompa-08
Kode

: P-08

Fungsi

: Mengalirkan keluaran MD-02 ke vaporizer

Tipe

: Single Stage Centrifugal Pump

Jumlah

:1

Bahan konstruksi

: commercial steel.

Kapasitas

: 24,6518 gpm

Daya pompa

: 0,32 HP

Daya motor

: 0,5 HP

NPSH required

: 0,7329 m

NPSH available

: 5,3987 m

Spesifikasi pipa

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
73

D nominal size

: 0,0032 m

No.schedule

: 10S

ID

: 0,0078 m

OD

: 0,0103

3.11.9. Pompa-09
Kode

: P-09

Fungsi

: Mengalirkan hasil bawah MD-02 ke absorber

Tipe

: Single Stage Centrifugal Pump

Jumlah

:1

Bahan konstruksi

: commercial steel.

Kapasitas

: 48,4786 gpm

Daya pompa

: 1,26 HP

Daya motor

: 2 HP

NPSH required

: 1,1503 m

NPSH available

: 32,8785 m

Spesifikasi pipa

D nominal size

: 0,0508 m

No.schedule

: 5S

ID

: 0,0570 m

OD

: 0,0603 m

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
74

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

BAB IV

UNIT PENDUKUNG PROSES DAN LABORATORIUM

4.1.

Unit Pendukung Proses


Unit pendukung proses atau sering disebut unit utilitas merupakan bagian

penting untuk menunjang berlangsungnya proses dalam suatu pabrik.


Unit-unit pendukung proses yang terdapat dalam pabrik asetaldehida antara lain :
1. Unit pengadaan air
Unit ini bertugas menyediakan dan mengolah air untuk memenuhi kebutuhan
air sebagai berikut :
a. Air pendingin
b. Air umpan boiler
c. Air konsumsi dan sanitasi
2. Unit pengadaan steam
Unit bertugas menyediakan kebutuhan steam sebagai media pemanas untuk
heat exchanger dan reboiler.
3. Unit pengadaan udara tekan
Unit ini bertugas menyediakan udara tekan untuk kebutuhan instrumentasi
pneumatik controller, penyediaan udara tekan di bengkel, dan kebutuhan lain.
4. Unit pengadaan listrik
Unit ini bertugas menyediakan listrik sebagai tenaga penggerak untuk
peralatan proses, keperluan pengolahan air, peralatan-peralatan elektronik atau
commit to user
74

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
75

listrik AC, maupun untuk penerangan. Listrik disuplai dari PT. PLN dan dari
generator sebagai cadangan bila listrik dari PT. PLN mengalami gangguan.
5. Unit pengadaan bahan bakar
Unit ini bertugas menyediakan bahan bakar untuk kebutuhan boiler dan
generator.
4.1.1. Unit Pengadaan Air
Air pendingin, air umpan boiler, air konsumsi umum dan sanitasi yang
digunakan adalah air yang diperoleh dari sungai Bengawan Solo yang tidak jauh
dari lokasi pabrik.
4.1.1.1. Air pendingin
Air pendingin yang digunakan adalah air sungai yang diperoleh dari
Sungai Bengawan Solo yang tidak jauh dari lokasi pabrik. Alasan digunakannya
air sungai sebagai media pendingin adalah karena faktor-faktor sebagai berikut :
a.

Air sungai dapat diperoleh dalam jumlah yang besar dengan biaya murah.

b.

Mudah dalam pengaturan dan pengolahannya.


Air pendingin ini digunakan sebagai media pendingin pada heat exchanger

dan condenser.

Tabel 4.1

Kebutuhancommit
air pendingin
to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
76

No.

Kode Alat

Nama Alat

Kebutuhan (Kg/jam)

CD-01

Kondenser-01

86.828,3873

CD-02

Kondenser-02

279.781,3531

CO-02

Cooler-02

3.830,8582

CO-03

Cooler-03

3.830,8582

CO-04

Cooler-04

11.279,9537

CO-05

Cooler-05

30.882,0888

Total

416.433,4993

Kebutuhan air pendingin sebesar 416.433,4993 kg/jam adalah waktu start


up, sedangkan pada waktu pabrik berjalan kontinyu hanya dibutuhkan make up air
10 % dari kebutuhan total air pendingin sebesar 41.643,3499 kg/jam atau 41,8254
m3/jam.
Pada penggunaan air pendingin melibatkan penggunaan cooling tower
yaitu untuk mendinginkan kembali air pendingin yang telah digunakan
sebagai media pendingin.
4.1.1.2. Air umpan boiler
Sumber air untuk keperluan ini adalah air sungai. Beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam penanganan air umpan boiler adalah :
a. Kandungan yang dapat menyebabkan korosi
Korosi yang terjadi di dalam boiler disebabkan karena air mengandung
larutan - larutan asam dan gas - gas yang terlarut.
b. Kandungan yang dapat commit
menyebabkan
to userkerak (scale forming)

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
77

Pembentukan kerak disebabkan karena adanya kesadahan dan suhu


tinggi, yang biasanya berupa garam - garam karbonat dan silikat.
c. Kandungan yang dapat menyebabkan pembusaan (foaming)
Air yang diambil dari proses pemanasan bisa menyebabkan foaming
pada boiler dan alat penukar panas karena adanya zat - zat organik,
anorganik, dan zat - zat yang tidak larut dalam jumlah besar. Efek
pembusaan terjadi pada alkalinitas tinggi.
Air ini digunakan untuk produksi steam yang di umpankan ke alat
vaporizer dan reboiler.
Tabel 4.2
No.

Kebutuhan air umpan boiler

Kode Alat

Nama Alat

Kebutuhan (kg/jam)

Vap

Vaporizer

6.290,3434

R-01

Reboiler-01

1.011,0838

R-02

Reboiler-02

2.173,6000

Total

9.475,0272

Kebutuhan air umpan boiler sebesar 9.475,0272 kg/jam adalah waktu start
up, sedangkan pada waktu pabrik berjalan kontinyu hanya dibutuhkan make up air
20 % dari kebutuhan total air umpan boiler sebesar 1.895,0054 kg/jam.

Tahapan pengolahan air agar dapatcommit


digunakan
sebagai air umpan boiler meliputi :
to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
78

1.

Kation Exchanger
Kation exchanger berfungsi untuk mengikat ion-ion positif yang terlarut
dalam air lunak. Alat ini berupa silinder tegak yang berisi tumpukan butirbutir resin penukar ion. Resin yang digunakan adalah jenis C-300 dengan
notasi RH2.
Adapun reaksi yang terjadi dalam kation exchanger adalah:
2NaCl + RH2 --------> RNa2 + 2 HCl
CaCO3 + RH2 --------> RCa + H2CO3
BaCl2 + RH2 --------> RBa + 2 HCl
Apabila resin sudah jenuh maka pencucian dilakukan dengan menggunakan
larutan H2SO4 2%. Reaksi yang terjadi pada waktu regenerasi adalah:
RNa2 + H2SO4 --------> RH2 + Na2SO4
RCa + H2SO4 --------> RH2 + CaSO4
RBa + H2SO4 --------> RH2 + BaSO4

2.

Anion Exchanger
Alat ini hampir sama dengan kation exchanger namun memiliki fungsi yang
berbeda yaitu mengikat ion-ion negatif yang ada dalam air lunak. Dan resin
yang digunakan adalah jenis C - 500P dengan notasi R(OH)2. Reaksi yang
terjadi di dalam anion exchanger adalah:
R(OH)2 + 2 HCl --------> RCl2 + 2 H2O
R(OH)2 + H2SO4 --------> RSO4 + 2 H2O
R(OH)2 + H2CO3 --------> RCO3 + 2 H2O
commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
79

Pencucian resin yang sudah jenuh digunakan larutan NaOH 4%. Reaksi yang
terjadi saat regenerasi adalah:
RCl2 + 2 NaOH --------> R(OH)2 + 2 NaCl
RSO4 + 2 NaOH --------> R(OH)2 + 2 Na2SO4
RCO3 + 2 NaOH --------> R(OH)2 + 2 Na2CO3
3.

Deaerasi
Merupakan proses penghilangan gas - gas terlarut, terutama oksigen dan
karbon dioksida dengan cara pemanasan menggunakan steam. Oksigen
terlarut dapat merusak baja. Gas gas ini kemudian dibuang ke atmosfer.

4.

Tangki Umpan Boiler


Unit ini berfungsi menampung air umpan boiler dengan waktu tinggal 24
jam. Ke dalam tangki ini ditambahkan bahan-bahan yang dapat mencegah
korosi dan kerak, antara lain:
a.

Hidrazin (N2H4)
Zat ini berfungsi untuk menghilangkan sisa-sisa gas terlarut terutama gas
oksigen sehingga dapat mencegah korosi pada boiler. Adapun reaksi
yang terjadi adalah:
N2H4 (aq) + O2 (g)

N2 (g) + 2 H2O (l)

b. NaH2PO4
Zat ini berfungsi untuk mencegah timbulnya kerak. Reaksi yang terjadi
adalah:
2 NaH2PO4 + 4 NaOH + 3 CaCO3

Ca3(PO4)2 + 3 Na2CO3 + 4 H2O

commit to user

(Powell,1954)

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
80

4.1.1.3. Air konsumsi dan sanitasi


Sumber air untuk keperluan konsumsi dan sanitasi berasal dari air sungai.
Air ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum, laboratorium, kantor,
perumahan dan pertamanan. Air konsumsi dan sanitasi harus memenuhi beberapa
syarat yang meliputi syarat fisik, syarat kimia, dan syarat bakteriologis.
Syarat fisik :
-

Suhu di bawah suhu udara luar

Warna jernih

Tidak mempunyai rasa dan tidak berbau

Syarat kimia :
- Tidak mengandung zat organik maupun zat anorganik
- Tidak beracun
Syarat bakteriologis :
Tidak mengandung bakteri-bakteri, terutama bakteri yang patogen.

Kebutuhan air untuk konsumsi dan sanitasi

Tabel 4.3

Kebutuhun air konsumsi dan sanitasi

No.

Keterangan

Kebutuhan (kg/hari)

Air untuk karyawan kantor

8.750

Air untuk laboratorium

1.600

Kantin

3.000

Air untuk kebersihan, taman, dll

1.335

Air Poliklinik

800

Total

15.485

Total kebutuhan air untuk konsumsi dan sanitasi = 15.485 kg/hari


commit to user

= 645,2083 kg/jam

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
81

Tabel 4.4 Kebutuhan total air sungai


Jumlah kebutuhan

Komponen

Kg/jam

m3/jam

416.433,4993

41,8254

Air make up umpan boiler

1.895,0054

1,9033

Air konsumsi dan sanitasi

645,2083

0,6480

44.183,5637

44.3767

Air pendingin make up

Total

Jumlah Kebutuhan air keseluruhan

= 44.183,5637 kg/jam

Untuk keperluan keamanan dalam ketersediaan air,diambil over design = 20%


Maka Total Kebutuhan air sungai sebesar 53.020,2764 kg/jam

Skema Pengolahan air sungai

commit to user
Gambar 4.1 Skema Pengolahan Air

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
82

4.1.2. Unit Pengadaan Steam


Steam yang diproduksi pada pabrik asetaldehida ini digunakan untuk
memenuhi kebutuhan panas pada vaporizer dan pemanas reboiler. Untuk
memenuhi kebutuhan steam digunakan 1 buah boiler. Steam yang dihasilkan dari
boiler ini mempunyai suhu 130 oC dan tekanan 2,67 atm.
Alat yang membutuhkan steam antara lain:
Tabel 4.5 Alat-alat yang membutuhkan steam
No.

Keterangan

Kebutuhan (lb/jam)

Vaporizer

13.867,691

Reboiler-01

2.229,0353

Reboiler-02

4.791,9186

Total

20.888,645

Untuk menjaga kemungkinan kebocoran steam pada saat distribusi, maka


jumlahnya dilebihkan sebanyak 10 %. Jadi jumlah steam yang dibutuhkan adalah
sebanyak = 22.977,5095 lb/jam
Perancangan boiler
Dirancang untuk memenuhi kebutuhan uap.
Uap yang dihasilkan : T
P

= 266F
= 39,9 Psia

uap = 1169,32 Btu/lbm


Untuk tekanan < 200 Psia maka digunakan boiler jenis boiler pipa api.
commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
83

a. Menetukan luas penampang perpindahan panas daya yang diperlukan ketel


untuk menghasilkan uap dihitung dengan persamaan:
ms.(h hf )
Daya
970,3 x34,5
Dengan :
ms : massa uap yamg dihasilkan ( lb/jam )
h

: entalpi uap yang dihasilkan ( Btu/lb )

hf

: entalpi feed ( Btu/lb )

dimana : ms = 22.977,5095 lb/jam


h

= 1169,32 Btu/lbm ( pada 266F)

feed water terdiri dari 20 % make up water dan 80 % kondensat.


Make up water adalah saturated liquid suhu 30C
h make up water = 54,03 Btu/lbm
Kondensat adalah air saturated liquid pada suhu 266F
h kondensat = 234,87 Btu/lbm
hf = 0,2.h make up water + 0,8.h kondensat
= 0,2 x 54,03 Btu/lbm + 0,8 x 234,87Btu /lbm
= 198,702 Btu/lbm
Perhitungan daya yang diperlukan :
Daya

ms.(h hf )
970,3 x34,5

= 666,23 HP
Ditentukan luas budang pemanasan adalah 12 ft2/hp
Total heating surface = 12 ft2/hp x 666,23 HP
= 7.994,7965ft2
commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
84

b. Perhitungan kapasitas ketel uap


Q = ms. ( h hf )
= 22.977,5095 lb/jam x ( 1.169,32 198,702) Btu/lb
= 22.302.384,286 Btu/jam
Spesifikasi boiler
Tipe

: Boiler pipa api

Jumlah

: 1 buah

Heat surface : 7.994,7965ft2


Laju steam

: 22.977,5095 lb/jam

Tekanan

: 39,90 psia

Temperatur

: 266F

Bahan bakar : hidrogen


4.1.3. Unit Pengadaan Udara Tekan
Kebutuhan udara tekan untuk perancangan pabrik asetaldehida yang
menggunakan 25 alat kontrol ini diperkirakan sebesar 45,83 m3/jam dengan
tekanan 45 psig dan suhu 35 C, dimana masing-masing alat membutuhkan udara
tekan sebesar 1,83 m3 /jam. Alat untuk menyediakan udara tekan berupa
kompresor yang dilengkapi dengan dryer yang berisi silika untuk menyerap air
Spesifikasi kompresor :
Kode

= CU-01

Tipe

= Single stage reciprocating compressor

Jumlah

= 2 buah ( 1 cadangan )

Kapasitas

= 45,83 m3/jam
commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
85

Suhu udara

= 35 oC

Tekanan suction

= 14,7 psia

Tekanan discharge = 45 psig


Daya kompresor

= 3 HP

Tegangan

= 220/380 V

Efisiensi

= 80 %

4.1.4. Unit Pengadaan Listrik


Pada prarancangan pabrik Asetaldehida ini kebutuhan akan tenaga listrik
dipenuhi dari PT. PLN dan generator sebagai cadangan. Generator yang
digunakan adalah generator arus bolak balik dengan pertimbangan :
1. Tenaga listrik yang dihasilkan cukup besar
2. Tegangan dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai kebutuhan dengan
menggunakan transformator
Kebutuhan listrik untuk pabrik meliputi :
4.1.4.1 Listik untuk Keperluan Proses dan Utilitas.
Kebutuhan listrik untuk keperluan proses dan keperluan utilitas
diperkirakan sebagai berikut :

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
86

Tabel 4.6. Kebutuhan Listrik Untuk Keperluan Proses dan Utilitas

HP

kW

ef.l

Total HP

P-01

0,50

0,3728

78%

0,61

P-02

0,17

0,1242

77%

0,21

P-03

1,50

1,1185

81%

1,79

P-04

1,50

1,1185

80%

1,80

P-05

1,00

0,7457

78%

1,22

P-06

3,00

2,2371

81%

3,57

P-07

5,00

3,7285

82%

5,90

P-08

0,50

0,3728

75%

0,63

P-09

2,00

1,4914

80%

2,40

PU-01

0,50

0,3728

75%

0,63

PU-02

2,50

1,8642

81%

2,98

PU-03

0,08

0,0621

70%

0,11

PU-04

0,08

0,0621

70%

0,11

PU-05

0,17

0,1242

79%

0,20

PU-06

0,17

0,1242

79%

0,20

PWT-01

1,00

0,7457

75%

1,25

PWT-02

0.33

0,2460

75%

0,41

PWT-03

2,00

1,4914

82%

2,36

PWT-04

2,50

1,8642

82%

2,95

PWT-05

7,50

5,5927

85%

8,63

PWT-06

0,25

0,1864

60%

0,35

PWT-07

0,17

0,1242

75%

0,21

PWT-08

0,08

0,0621

70%

0,11

PWT-09

0,17

0,1242

75%

0,21

PWT-10

0,17

0,1242

70%

0,22

PWT-11
KU-01
Jumlah

1
1

0,33
3

0,2485
2,2371

75%
80%

0,42
3,60
43,04

Nama

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
87

Jadi jumlah listrik yang di konsumsi untuk keperluan proses dan


utilitas sebesar 43,04 HP. Diperkirakan kebutuhan listrik untuk alat yang tidak
terdiskripsikan adalah sebesar 10 % dari total kebutuhan sebesar 4,30 HP.
Maka total kebutuhan listrik adalah 47,34 HP atau sebesar 35,3 kW.
4.1.4.2 Listrik untuk Penerangan
Untuk menentukan besarnya tenaga listrik digunakan persamaan :
L= a.F/(U.D)
Dengan :
L

: Lumen per alat

: Luas area, ft2

: Foot candle yang diperkirakan

: Koefisien utilitas ( Tabel 16, Perry, Edisi 3 )

: Efisiensi lampu yang diharapkan ( Tabel 16, Perry, Edisi 3 )

( Tabel 13, Perry, Edisi 3 )

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
88

Kebutuhan listrik untuk penerangan :


Tabel 4.7. Jumlah lumen berdasarkan luas bangunan
Bangunan
Pos keamanan

Luas, m2

Luas, ft2

Lumen

30

322,91

20

0,42

0,75

20.502,188

Parkir

500

5.381,82

10

0,49

0,75

146.444,199

Musholla

100

1.076,36

20

0,55

0,75

52.187,387

Kantin

100

1.076,36

20

0,51

0,75

56.280,516

Kantor

1000

10.763,65

35

0,60

0,75

837.172,672

Poliklinik

100

1.076,36

20

0,56

0,75

51.255,469

Ruang control

200

2.152,73

40

0,56

0,75

205.021,879

Laboratorium

400

4.305,46

40

0,56

0,75

410.043,758

Proses

4000

43.054,59

30

0,59

0,75

2.918.955,56

Utilitas

2000

21.527,30

10

0,59

0,75

486.492,594

Ruang generator

200

2.152,73

10

0,51

0,75

56.280,516

Bengkel

300

3.229,09

40

0,51

0,75

337.683,095

Safety

300

3.229,09

41

1,51

1,75

50.101,373

Gudang

500

5.381,82

0,51

0,75

70.350,645

Pemadam

200

2.152,73

20

0,51

0,75

112.561,032

Jalan dan taman

1000

10.763,65

0,55

0,75

130.468,468

Area perluasan

4000

43.054,59

0,57

0,75

503.562,509

Jumlah

14930 160.701,27

commit to user

6.445.363,86

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
89

Jumlah lumen :
1. Untuk penerangan dalam bangunan

= 5.664.888,69 lumen

2. Untuk penerangan bagian luar ruangan

= 780.475,18 lumen

Untuk

direncanakan

semua

area

dalam

bangunan

menggunakan lampu

fluorescent 40 Watt dimana satu buah lampu instant starting daylight 40 Watt
mempunyai 1.920 lumen. ( Perrys 3th, 1984 )

Jadi : Jumlah lampu dalam ruangan = 5.664.888,69/1920


= 2951 buah
Untuk penerangan bagian luar ruangan digunakan lampu mercury 100 Watt,
dimana lumen output tiap lampu adalah 3.000 lumen.( Perrys 3th, 1984 )
Jadi : Jumlah lampu luar ruangan

= 780.475,18/3000
= 261 buah

Total daya penerangan = ( 40 W . 2951 + 100 W . 261 )


= 144.140 W
= 144,14 kW
4.1.4.3 Listrik untuk AC
Diperkirakan menggunakan tenaga listrik sebesar 12.000 Watt atau
12 kW.
4.1.4.4 Listrik untuk Laboratorium dan Instrumentasi Listrik
Diperkirakan menggunakan tenaga listrik sebesar 10.000 Watt atau
10 kW.
commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
90

Tabel 4.8. Total kebutuhan listrik pabrik


Kebutuhan

kW

1. Listrik untuk keperluan proses dan utilitas

35,31

2. Listrik untuk keperluan penerangan

144,14

3. Listrik untuk AC

12,00

4. Listrik untuk laboratorium dan instrumentasi

10,00

Total

201,45

Generator
mempunyai

yang

efisiensi

digunakan

90%,

sebagai

sehingga

cadangan

generator

yang

sumber

listrik

disiapkan

harus

mempunyai output
Output Generator

0,9 x 201,45 kW

223,83 kW

Dipilih menggunakan generator dengan daya 223,83 kW, sehingga masih tersedia
cadangan daya sebesar 450 kW.
Spesifikasi Generator :
Tipe

= AC generator

Kapasitas

= 450 kW

Tegangan

= 220/360 volt

Efisiensi

= 90%

Jumlah

= 1 buah

Bahan bakar

= solar
commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
91

4.1.5.
Unit

Unit Pengadaan Bahan Bakar


pengadaan

bahan

bakar mempunyai

tugas

untuk memenuhi

kebutuhan bahan bakar pada boiler, generator dan furnace. Jenis bahan bakar
yang digunakan adalah hidrogen dari keluaran absorber dan solar yang diperoleh
dari Pertamina dan distributornya.
Pemilihan bahan bakar cair tersebut didasarkan pada alasan :
1. Mudah didapat.
2. Kesetimbangan terjamin.
3. Mudah dalam penyimpanan.
Kebutuhan bahan bakar dapat diperkirkan sebagai berikut :
a. Kebutuhan bahan bakar untuk ketel uap
Jenis bahan bakar

: hidrogen

Heating value

: 61.127 Btu/lb

Efisiensi bahan bakar : 80%


Densitas

: 0,0076 lb/ft3

Kapasitas boiler

: 22.302.384,286 Btu/j

Kebutuhan bahan bakar

= kapasitas boiler / (heating value x efisiensi )


= 152,53 kg/jam

b. Kebutuhan bahan bakar untuk generator.


Jenis bahan bakar

: solar

Heating value

: 18.800 Btu/lb

Efisiensi bahan bakar : 80%

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
92

Densitas

: 54,3188 lb/ft3

Kapasitas generator

: 1.535.469,34 Btu/jam

Kebutuhan bahan bakar = kapasitas generator/(heating value x efisiensixdensitas)


= 1,88 ft3/jam
= 53,22 L/jam
c. Kebutuhan bahan bakar untuk furnace.
Jenis bahan bakar

: solar

Heating value

: 18.800 Btu/lb

Efisiensi bahan bakar : 80%


Densitas

: 54,3188 lb/ft3

Kapasitas furnace

: 5,36E+06 Btu/jam

Kebutuhan bahan bakar = kapasitas furnace/(heating value x efisiensi x densitas)


= 6,5605 ft3/jam
= 185,7728 L/jam
Kebutuhan bahan bakar solar
Tabel 4.9 Kebutuhan bahan bakar solar
No.

Keterangan

Kebutuhan (L/jam)

Generator

53,22

Furnace

185,77

Total

238,99

Total kebutuhan bahan bakar solar sebesar 238,99 L/jam.


commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
93

4.1.6 Unit Pengadaan Dowtherm


Pemanas yang digunakan pada proses selain steam adalah dowtherm.
Dowtherm digunakan sebagai pemanas pada reaktor dan heater. Dowtherm
berada pada fase cair dengan spesifikasi ( pada suhu 673F ) :
- Densitas

: 1.056 kg/m3

- Boiling point

: 257 C

- Kapasitas panas

: 2,313 kJ/kg.K

- Viskositas

: 0,05 kg/m.jm

- Konduktivitas panas

: 0,13 kJ/j.m.K

Jumlah dowtherm yang dibutuhkan sebagai pemanas sebesar 24.826,8951


kg/jm untuk pemanas di reaktor yang kemudian keluaran dari reaktor digunakan
kembali untuk memanaskan Heater-01.
Kebutuhan dowtherm untuk prarancangan pabrik asetaldehida ini
diperkirakan sebesar 24,826 m3/jam, tekanan 1,2 atm dan suhu 400 C maka
digunakan furnace dengan bahan bakar solar.
4.1.7. Unit Pengolahan Limbah
1. Limbah cair
Limbah cair yang dihasilkan oleh pabrik ini antara lain limbah hasil
proses, dan buangan sanitasi.
a. Limbah hasil proses
Limbah dari menara distilasi II (MD-02) yang berupa campuran air
dan sedikit etanol ditampung dalam bak penampung. Limbah cair ini
diolah sampai pH 6,5-8,5 baru dibuang ke sungai
commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
94

b. Air buangan sanitasi


Air buangan sanitasi yang berasal dari seluruh toilet di kawasan pabrik
dikumpulkan dan diolah dalam unit stabilisasi dengan menggunakan
Lumpur aktif, aerasi, dan penambahan desinfektan Ca-hypochlorite.

4.2. Laboratorium
Laboratorium memiliki peranan sangat besar di dalam suatu pabrik untuk
memperoleh data data yang diperlukan. Data data tersebut digunakan untuk
evaluasi unit-unit yang ada, menentukan tingkat efisiensi, dan untuk pengendalian
mutu.
Pengendalian mutu atau pengawasan mutu di dalam suatu pabrik pada
hakekatnya dilakukan dengan tujuan mengendalikan mutu produk yang dihasilkan
agar sesuai dengan standar yang ditentukan. Pengendalian mutu dilakukan mulai
bahan baku, saat proses berlangsung, dan juga pada hasil atau produk.
Pengendalian rutin dilakukan untuk menjaga agar kualitas dari bahan baku
dan produk yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Dengan
pemeriksaan secara rutin juga dapat diketahui apakah proses berjalan normal atau

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
95

menyimpang. Jika diketahui analisa produk tidak sesuai dengan yang diharapkan
maka dengan mudah dapat diketahui atau diatasi.
Laboratorium berada di bawah bidang teknik dan perekayasaan yang
mempunyai tugas pokok antara lain :
a.

Sebagai pengontrol kualitas bahan baku dan pengontrol kualitas


produk

b. Sebagai pengontrol terhadap proses produksi


c. Sebagai pengontrol terhadap mutu air pendingin, air umpan boiler, dan
lain-lain yang berkaitan langsung dengan proses produksi
Laboratorium melaksanakan kerja 24 jam sehari dalam kelompok kerja
shift dan nonshift.
1. Kelompok shift
Kelompok ini melaksanakan tugas pemantauan dan analisa analisa
rutin terhadap proses produksi. Dalam melaksanakan tugasnya,
kelompok ini menggunakan sistem bergilir, yaitu sistem kerja shift
selama 24 jam dengan dibagi menjadi 3 shift dalam 4 regu kerja.
Masing masing shift bekerja selama 8 jam.
2. Kelompok nonshift
Kelompok ini mempunyai tugas melakukan analisa khusus yaitu
analisa yang sifatnya tidak rutin dan menyediakan reagen kimia yang
diperlukan di laboratorium. Dalam rangka membantu kelancaran
pekerjaan kelompok shift, kelompok ini melaksanakan tugasnya di
laboratorium utama dengan tugas antara lain :
commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
96

a. Menyediakan reagen kimia untuk analisa laboratorium


b. Melakukan penelitian atau percobaan untuk membantu kelancaran
produksi
4.2.1. Prosedur Analisa Bahan Baku
4.2.1.1. Infra Red Spectrofotometer (IRS).
Mengambil sampel Etanol secukupnya kemudian dianalisa langsung
menggunakan Infra red Spectrofotometer (IRS). Dengan alat ini dapat
ditentukan kandungan gugus organik yang tersusun, apakah sudah memenuhi
kriteria sebagai bahan baku atau belum.
4.2.1.2. Densitas
Alat

: Hidrometer

Cara pengujian

Menuang sampel ke dalam gelas ukur 1 liter (usahakan tidak


terbentuk gelembung).
Memasukkan termometer ke dalam gelas ukur.
Memasukkan hidrometer yang telah dipilih sesuai dengan sampel.
Memasukkan hidrometer terapung pada sampel sampai konstan lalu
membaca skala pada hidrometer tersebut.
Mengkonversi menggunakan tabel yang tersedia.

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
97

4.2.1.3. Viskositas
Alat : Viskometer tube, bath, stopwatch, termometer.
Cara pengujian

Mengisikan sampel dengan volume tertentu (sesuai dengan kapasitas


kapiler) ke dalam viskometer tube yang telah dipilih.
Memasukkan sampel ke dalam bath, diamkan selama 15 menit agar
temperatur sampel sesuai dengan temperatur bath/temperatur
pengetesan.
Pengetesan dilakukan dengan mengalirkan sampel melalui kapiler
sambil menghitung alirnya.
4.2.1.4.

Analisis Water Content (kandungan air dalam bahan padat)


Tujuannya : Untuk mengetahui jumlah volume air yang dikandung
katalis.Metode yang digunakan adalah ASTM D-99.
Prosedur : Sampel volume 100 ml ditambahkan pelarut 100 ml dan
didistilasi secara refluk. Pelarut dan air akan terkondensasi
oleh kondensor, kemudian tertangkap pelampung. Air
akan mengendap di bawah penampung dan pelarut akan
kembali ke dalam labu distilasi. Jumlah kandungan air
dibaca pada skala pelampung.

4.2.2. Prosedur Analisa Produk


4.2.2.1

Gas Chromatogrph ( GC )
GC digunakan untuk menganalisa kadar impuritas dalam bahan.

Mengambil sampel secukupnya kemudian dianalisa langsung menggunakan GC.


commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
98

Dengan alat ini dapat ditentukan kemurniannya, apakah sudah memenuhi kriteria
sebagai produk atau belum.
a. Menyiapkan Gas Chromatografi
Flow alir He : 21 ml/min
Column

: Porapak Q

Detektor

: TCD

b. Melakukan Analisis:
1. Mengocok botol sampel sampai tercapai homogen.
2. Membilas syringe dengan sampel hingga bersih
3. Mengambil l sampel dengan syringe
4. Menginjekkan pada injection port GC
5. Setelah 5 menit analisis akan diperoleh hasil
chromatogram dengan % komposisi sama dengan %
area.
4.2.2.2. Konsentrasi Produk Asetaldehida
a. Menyiapkan Gas Chromatografi
Flow alir He : 0,5 ml/min
Column

: FFAD 5 cm x 0,3 mm x 0,022 m

Detektor

: FID

b.Melakukan Analisis:
1

Mengocok botol sampel sampai tercapai homogen.

Membilas syringe dengan sampel hingga bersih

Mengambil 1l sampel dengan syringe


commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
99

Menginjekkan pada injection port GC

Setelah 10 menit analisis akan iperoleh hasil


chromatogram dengan % komposisi sama dengan %
area.

4.2.3 Analisa Air


Air yang dianalisis antara lain:
1. Air pendingin
2. Air umpan boiler
3. Air limbah
4. Air konsumsi umum dan sanitasi
Parameter yang diuji antara lain warna, pH, kandungan klorin, tingkat
kekeruhan, total kesadahan, jumlah padatan, total alkalinitas, sulfat, silika, dan
konduktivitas air.
Alat-alat yang digunakan dalam laboratorium analisa air ini antara lain:
1. pH meter, digunakan untuk mengetahui tingkat keasaman/kebasaan
air.
2. Spektrofotometer, digunakan untuk mengetahui konsentrasi suatu
senyawa terlarut dalam air.
3. Spectroscopy, digunakan untuk mengetahui kadar silika, sulfat,
hidrazin, turbiditas, kadar fosfat, dan kadar sulfat.
4. Peralatan titrasi, untuk mengetaui jumlah kandungan klorida,
kesadahan dan alkalinitas.
commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
100

5. Conductivity meter, untuk mengetahui konduktivitas suatu zat yang


terlarut dalam air.
Air umpan boiler yang dihasilkan unit demineralisasi juga diuji oleh
laboratorium ini. Parameter yang diuji antara lain pH, konduktivitas dan
kandungan silikat (SiO2), kandungan Mg2+, Ca2+.

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

BAB V
MANAJEMEN PERUSAHAAN

5.1. Bentuk Perusahaan


Bentuk perusahaan yang direncanakan pada prarancangan pabrik
Asetaldehida

ini adalah Perseroan Terbatas (PT). Perseroan Terbatas

merupakan bentuk perusahaan yang mendapatkan modalnya dari penjualan


saham, dimana tiap sekutu turut mengambil bagian sebanyak satu saham atau
lebih. Saham adalah surat berharga yang dikeluarkan dari perusahaan atau
perseroan terbatas tersebut dan orang yang memiliki saham berarti telah
menyetorkan modal ke perusahaan, yang berarti pula ikut memiliki
perusahaan. Dalam perseroan terbatas, pemegang saham hanya bertanggung
jawab menyetor penuh jumlah yang disebutkan dalam tiap saham.
Pabrik Asetaldehida yang akan didirikan mempunyai :

Bentuk perusahaan

: Perseroan Terbatas (PT)

Lapangan Usaha

: Industri Asetaldehida

Lokasi Perusahaan

: Karanganyar, Jawa Tengah

Alasan dipilihnya bentuk perusahaan ini didasarkan atas beberapa faktor,


antara lain (Widjaja, 2003) :
1. Mudah mendapatkan modal dengan cara menjual saham di pasar
modal atau perjanjian tertutup dan meminta pinjaman dari pihak
yang berkepentingan seperti badan usaha atau perseorangan.
commit to user

101

102
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

2. Tanggung jawab pemegang saham bersifat terbatas, artinya


kelancaran produksi hanya akan ditangani oleh direksi beserta
karyawan sehingga gangguan dari luar dapat dibatasi.
3. Kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin karena tidak
terpengaruh dengan berhentinya pemegang saham, direksi berserta
stafnya, dan karyawan perusahaan.
4. Mudah mendapat kredit bank dengan jaminan perusahaan yang sudah
ada.
5. Pemilik dan pengurus perusahaan terpisah satu sama lain, pemilik
perusahaan adalah para pemegang saham dan pengurus perusahaan
adalah direksi beserta stafnya yang diawasi oleh dewan komisaris.
6. Efisiensi dari manajemen
Para pemegang saham dapat memilih orang yang ahli sebagai dewan
komisaris dan direktur utama yang cukup cakap dan berpengalaman.
7. Lapangan usaha lebih luas
Suatu Perseroan Terbatas dapat menarik modal yang sangat besar dari
masyarakat, sehingga dengan modal ini PT dapat memperluas
usahanya.
8. Merupakan bidang usaha yang memiliki kekayaan tersendiri yang
terpisah dari kekayaan pribadi
9. Mudah bergerak di pasar modal

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

103
digilib.uns.ac.id

5.2. Struktur Organisasi


Struktur organisasi merupakan salah satu faktor penting yang dapat
menunjang kelangsungan dan kemajuan perusahaan, karena berhubungan
dengan komunikasi yang terjadi dalam perusahaan demi tercapainya
kerjasama yang baik antar karyawan. Untuk mendapatkan sistem organisasi
yang baik maka perlu diperhatikan beberapa azas yang dapat dijadikan
pedoman, antara lain (Widjaja, 2003) :

Pendelegasian wewenang

Perumusan tujuan perusahaan dengan jelas

Pembagian tugas kerja yang jelas

Kesatuan perintah dan tanggung jawab

Sistem kontrol atas kerja yang telah dilaksanakan

Organisasi perusahaan yang fleksibel

Dengan berpedoman terhadap asas - asas tersebut, maka dipilih organisasi


kerja berdasarkan Sistem Line and Staff. Pada sistem ini, garis wewenang
lebih sederhana, praktis dan tegas. Demikian pula dalam pembagian tugas
kerja seperti yang terdapat dalam sistem organisasi fungsional, sehingga
seorang karyawan hanya akan bertanggung jawab pada seorang atasan saja.
Untuk kelancaran produksi, perlu dibentuk staf ahli yang terdiri dari orangorang yang ahli di bidangnya. Bantuan pikiran dan nasehat akan diberikan
oleh staf ahli kepada tingkat pengawas demi tercapainya tujuan perusahaan.
Menurut Djoko (2003), ada 2 kelompok orang yang berpengaruh dalam
menjalankan organisasi kerjacommit
berdasarkan
to usersistem garis dan staff ini, yaitu :

perpustakaan.uns.ac.id

104
digilib.uns.ac.id

1. Sebagai garis atau lini, yaitu orang-orang yang melaksanakan tugas


pokok organisasi dalam rangka mencapai tujuan.
2. Sebagai staff, yaitu orang - orang yang melakukan tugas sesuai
dengan keahliannya, dalam hal ini berfungsi untuk memberi saran saran kepada unit operasional.
Dewan Komisaris mewakili para pemegang saham (pemilik perusahaan)
dalam pelaksanaan tugas sehari-harinya. Tugas untuk menjalankan
perusahaan dilaksanakan oleh seorang Direktur Utama yang dibantu oleh
Direktur Produksi dan Direktur Keuangan-Umum. Direktur Produksi
membawahi bidang produksi dan teknik, sedangkan direktur keuangan dan
umum membawahi bidang pemasaran, keuangan, dan bagian umum. Kedua
direktur ini membawahi beberapa kepala bagian yang akan bertanggung
jawab atas bagian dalam perusahaan, sebagai bagian dari pendelegasian
wewenang dan tanggung jawab. Masing-masing kepala bagian akan
membawahi beberapa seksi dan masing-masing seksi akan membawahi dan
mengawasi para karyawan perusahaan pada masing-masing bidangnya.
Karyawan perusahaan akan dibagi dalam beberapa kelompok regu yang
dipimpin oleh seorang kepala regu dimana setiap kepala regu akan
bertanggung jawab kepada pengawas masing - masing seksi.
(Widjaja, 2003).
Manfaat adanya struktur organisasi adalah sebagai berikut :
a. Menjelaskan, membagi, dan membatasi pelaksanaan tugas dan
tanggung jawab setiap orang yang terlibat di dalamnya
commit to user

105
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

b. Penempatan tenaga kerja yang tepat


c. Pengawasan,

evaluasi

dan

pengembangan

perusahaan

serta

manajemen perusahaan yang lebih efisien.


d. Penyusunan program pengembangan manajemen
e. Menentukan pelatihan yang diperlukan untuk pejabat yang sudah ada
f.

Mengatur kembali langkah kerja dan prosedur kerja yang berlaku bila
tebukti kurang lancar.

commit to user

106
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

Struktur organisasi pabrik asetaldehida sebagai berikut :

Gambar 5.1 Struktur organisasi pabrik asetaldehida


commit to user

107
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

5.3. Tugas dan Wewenang


5.3.1. Pemegang Saham
Pemegang saham adalah beberapa orang yang mengumpulkan modal
untuk kepentingan pendirian dan berjalannya operasi perusahaan tersebut.
Para pemilik saham adalah pemilik perusahaan. Kekuasaan tertinggi pada
perusahaan yang mempunyai bentuk perseroan terbatas adalah Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS).
Pada RUPS tersebut para pemegang saham berwenang (Widjaja, 2003) :
1. Mengangkat dan memberhentikan Dewan Komisaris
2. Mengangkat dan memberhentikan Direksi
3. Mengesahkan hasil-hasil usaha serta laba rugi tahunan perusahaan
5.3.2. Dewan Komisaris
Dewan komisaris merupakan pelaksana tugas sehari-hari dari pemilik
saham sehingga dewan komisaris akan bertanggung jawab kepada pemilik
saham.
Tugas-tugas Dewan Komisaris meliputi (Widjaja, 2003) :
1. Menilai dan menyetujui rencana direksi tentang kebijakan umum,
target perusahaan, alokasi sumber - sumber dana dan pengarahan
pemasaran
2. Mengawasi tugas - tugas direksi
3. Membantu direksi dalam tugas - tugas penting

commit to user

108
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

5.3.3. Dewan Direksi


Direksi Utama merupakan pimpinan tertinggi dalam perusahaan dan
bertanggung jawab sepenuhnya terhadap maju mundurnya perusahaan.
Direktur utama bertanggung jawab kepada dewan komisaris atas segala
tindakan dan kebijakan yang telah diambil sebagai pimpinan perusahaan.
Direktur utama membawahi Direktur Teknik dan Produksi, serta Direktur
Keuangan dan Administrasi.
Tugas-tugas Direktur Utama meliputi :
1. Melaksanakan kebijakan perusahaan dan mempertanggung jawabkan
pekerjaannya secara berkala atau pada masa akhir pekerjaannya pada
pemegang saham.
2. Menjaga

kestabilan

organisasi

perusahaan

dan

membuat

kelangsungan hubungan yang baik antara pemilik saham, pimpinan,


karyawan, dan konsumen.
3. Mengangkat dan memberhentikan kepala bagian dengan persetujuan
rapat pemegang saham.
4. Mengkoordinir kerja sama dengan Direktur Teknik dan Produksi, dan
Direktur Keuangan dan Administrasi.
Tugas-tugas Direktur Teknik dan Produksi meliputi :
1.

Bertanggung jawab kepada direktur utama dalam bidang produksi,


teknik, dan rekayasa produksi.

2.

Mengkoordinir, mengatur, serta mengawasi pelaksanaan pekerjaan


kepala- kepala bagian yang menjadi bawahannya.
commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

3.

109
digilib.uns.ac.id

Memimpin pelaksanaan kegiatan pabrik yang berhubungan dengan


bidang teknik, produksi pengembangan, pemeliharaan peralatan dan
laboratorium.

Tugas-tugas Direktur Keuangan dan Administrasi meliputi :


1. Bertanggung jawab kepada direktur utama dalam bidang pemasaran,
keuangan, administrasi, dan pelayanan umum.
2. Mengkoordinir, mengatur, dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan
kepala- kepala bagian yang menjadi bawahannya.
5.3.4. Staf Ahli
Staf ahli terdiri dari tenaga - tenaga ahli yang bertugas membantu
direktur dalam menjalankan tugasnya, baik yang berhubungan dengan teknik
maupun administrasi. Staf ahli bertanggung jawab kepada direktur utama
sesuai dengan bidang keahlian masing - masing.
Tugas dan wewenang staf ahli meliputi :
1. Mengadakan evaluasi bidang teknik dan ekonomi perusahaan.
2. Memberi masukan - masukan dalam perencanaan dan pengembangan
perusahaan.
3. Memberi saran - saran dalam bidang hukum.
5.3.5. Kepala Bagian
Secara umum tugas kepala bagian adalah mengkoordinir, mengatur,
dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan dalam lingkungan bagiannya sesuai
dengan garis wewenang yang diberikan oleh pimpinan perusahaan. Kepala
bagian dapat juga bertindak sebagai staf direktur. Kepala bagian
commit to user

110
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

bertanggung jawab kepada direktur Utama. Kepala Bagian membawahi


Kepala Seksi. Kepala Seksi merupakan pelaksana pekerjaan dalam
lingkungan bagiannya sesuai dengan rencana yang telah diatur oleh kepala
bagian masing-masing, agar diperoleh hasil yang maksimum dan efektif
selama berlangsungnya proses produksi. Setiap kepala seksi bertanggung
jawab terhadap kepala bagian masing-masing sesuai dengan seksinya.
Kepala bagian terdiri dari:
1. Kepala Bagian Produksi dan Utilitas
Bertanggung jawab kepada Direktur Teknik dan Produksi
dalam bidang mutu, jalannya operasi pabrik sehari-hari, dan menjaga
kelancaran proses produksi serta mengkoordinir kepala-kepala seksi
yang menjadi bawahannya.
Kepala Bagian produksi membawahi dua Kepala Seksi :
a) Kepala Seksi Proses Produksi
Tugas

: Mengawasi jalannya proses produksi, menjalankan


tindakan seperlunya terhadap kejadian-kejadian
yang tidak diharapkan sebelum diambil oleh seksi
yang berwenang.

Pendidikan: Sarjana Teknik Kimia / Teknik Mesin


Jumlah

: 1 orang

Bawahan : 4 orang kepala shift (S-1 / D3 Teknik Kimia)


12 orang operator (STM / SLTA)
commit to user

111
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

Tabel 5.1. Perincian Jumlah Karyawan Proses

Nama Alat

operator per shift

4 shift

Jumlah orang ( 4 shift)

Tangki

0,5

Vaporizer

0,05

0,2

Reaktor

0,5

Absorber

0,3

1,2

Menara Distilasi

0,6

1,2

Heat Exchanger

0,1

0,4

12

Jumlah

(tabel 6.2 Ulrich p.p 329)


b) Kepala Seksi Utilitas
Tugas

: Melaksanakan dan mengatur sarana utilitas untuk


memenuhi kebutuhan proses, kebutuhan uap, dan
air.

Pendidikan: Sarjana Teknik Kimia / Teknik Mesin


Jumlah

: 1 orang

Bawahan : 4 orang kepala shift (S-1 / D3 Teknik Kimia)


32 orang operator (STM / SLTA)

commit to user

112
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

Tabel 5.2. Perincian Jumlah Karyawan Utilitas


operator per
Nama Alat

Jumlah orang
x 4 shift

shift

( 4 shift )

Tangki

0,5

Kompressor

0,1

0,4

Heat Exchanger

0,1

0,4

0,5

16

16

0,6

2,4

Boiler
Water demineralizer
Water treatment plants
process vessel
Jumlah

32
(tabel 6.2 Ulrich p.p 329)

2. Kepala Bagian Teknik


Tugas kepala bagian teknik, antara lain:
a. Mengkoordinir kepala - kepala seksi yang menjadi bawahannya
b. Bertanggung jawab kepada direktur produksi dalam bidang
peralatan dan utilitas
Kepala Bagian teknik membawahi dua Kepala Seksi :
a) Kepala Seksi Listrik dan Instrumentasi
Tugas

: Bertanggung jawab terhadap penyediaan listrik serta


alat-alat instrumentasi.

Pendidikan: Sarjana Teknik Elektro


Jumlah

1 orang
commit to user

113
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

Bawahan :

4 orang kepala shift (S-1 / D3 Teknik Elektro)


8 orang operator (STM Listrik)

b) Kepala Seksi Peralatan dan Bengkel


Tugas

Bertanggung jawab terhadap kegiatan perawatan


dan

penggantian

alat-alat

serta

fasilitas

pendukungnya, dan melaksanakan pemeliharaan


fasilitas gedung dan peralatan pabrik.
Pendidikan

Sarjana Teknik Mesin

Jumlah

1 orang

Bawahan

4 orang kepala shift (S-1 / D3 Teknik Mesin)


8 orang operator (STM Mesin)

3. Kepala Bagian Pengembangan dan Penelitian (Litbang)


Bertanggung jawab kepada Direktur Teknik dan Produksi dan
bertanggung jawab memimpin aktivitas laboratorium, pengendalian
mutu, penelitian dan pengembangan.
Kepala Bagian Litbang membawahi dua Kepala Seksi :
a) Kepala Seksi Laboratorium dan Pengendalian Mutu
Tugas

: Menyelenggarakan pemantauan hasil (mutu) dan


pengolahan limbah.

Pendidikan: Sarjana Teknik Kimia


Jumlah

: 1 orang

Bawahan : 4 orang kepala shift (S-1 Teknik Kimia/MIPA Kimia)


8 orang operator (D3 MIPA / Analitik)
commit to user

114
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

b) Kepala Seksi Penelitian dan Pengembangan


Tugas

: Mengkoordinir kegiatan yang berhubungan dengan


peningkatan produksi dan efisiensi proses secara
keseluruhan.

Pendidikan: Sarjana Teknik Kimia


Jumlah

: 1 orang

Bawahan : 2 orang (S-1 Teknik Kimia / Mesin / Elektro)


4. Kepala Bagian Keuangan dan Pemasaran
Bertanggung

jawab

kepada

Direktur

Keuangan

dan

Administrasi dalam bidang administrasi, keuangan, dan pemasaran


termasuk pembelian bahan baku, bahan pembantu, dan penjualan
produk.
Kepala Bagian Keuangan membawahi tiga Kepala Seksi :
a) Kepala Seksi Keuangan
Tugas

: Bertanggung jawab terhadap pembukuan serta halhal yang berkaitan dengan keuangan perusahaan.

Pendidikan: Sarjana Ekonomi / Akuntansi


Jumlah

: 1 orang

Bawahan : 2 orang staff I (S-1 / D3 Ekonomi / Akuntansi)


2 orang staff II (SMEA)
b) Kepala Seksi Pemasaran
Tugas

: Mengkoordinir kegiatan pemasaran produk dan


mengatur distribusi barang dari gudang.
commit to user

115
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

Pendidikan: Sarjana Ekonomi / Teknik Industri


Jumlah

: 1 orang

Bawahan : 5 orang staff I (S-1 / D3 Ekonomi / Akuntansi)


5 orang staff II (SMEA)
c) Kepala Seksi Pembelian
Tugas

: Mengatur dan mengumpulkan semua informasi


mengenai bahan baku dan bahan lain yang
dibutuhkan perusahaan dan mengadakan tender
pembelian.

Pendidikan: Sarjana Ekonomi / Teknik Industri


Jumlah

: 1 orang

Bawahan : 1 orang staff I (S-1 / D3 Ekonomi / Akuntansi)


1 orang staff II (SMEA)
5. Kepala Bagian Administrasi
Bertanggung

jawab

kepada

Direktur

Keuangan

dan

Administrasi dalam bidang administrasi pabrik, personalia, dan tata


usaha.
Kepala Bagian Administrasi membawahi dua Kepala Seksi :
a)

Kepala Seksi Personalia


Tugas

Mengkoordinasi kegiatan yang berhubungan


dengan kepegawaian.

Pendidikan :

Sarjana Hukum / Psikologi

Jumlah

1 orang
commit to user

116
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

Bawahan

1 orang staff I (S-1 / D3 Komunikasi / Psikologi)


1 orang staff II (SLTA)

b)

Kepala Seksi Tata Usaha


Tugas

Bertanggung jawab terhadap kegiatan yang


berhubungan dengan rumah tangga perusahaan
serta tata usaha kantor.

Pendidikan :

Sarjana Ekonomi / Hukum

Jumlah

1 orang

Bawahan

1 orang staff I (S-1 / D3 Manajemen Perusahaan)


2 orang staff II (SLTA)

6. Kepala Bagian Umum


Bertanggung

jawab

kepada

Direktur

Keuangan

dan

Administrasi dalam mengelola bidang hubungan masyarakat,


keamanan dan kesejahteraan karyawan.
Kepala Bagian Umum membawahi dua Kepala Seksi :
a) Kepala Seksi Hubungan Masyarakat
Tugas

: Menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan


relasi perusahaan, pemerintah dan masyarakat serta
mengawasi

langsung

masalah

perusahaan.
Pendidikan: Sarjana Hukum / Psikologi / Komunikasi
Jumlah

: 1 orang
commit to user

keamanan

117
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

Bawahan : 2 orang staff I (S-1 / D3 Komunikasi)


4 orang kepala shift
20 orang satpam
b) Kepala Seksi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Tugas

: Bertanggung jawab terhadap masalah kesehatan


karyawan dan keluarga serta menangani masalah
keselamatan kerja dalam perusahaan.

Pendidikan: Sarjana Kedokteran Umum


Jumlah

: 1 orang

Bawahan : 3 orang staff I (S-1 / D4 Hiperkes)


4 orang staff II (D3 Hiperkes / Akper)
5.4. Pembagian Jam Kerja Karyawan
Pabrik asetaldehida ini direncanakan beroperasi selama 330 hari dalam
satu tahun dan proses produksi berlangsung 24 jam per hari. Sisa hari yang
bukan hari libur digunakan untuk perawatan, perbaikan, dan shutdown
pabrik. Sedangkan pembagian jam kerja karyawan digolongkan dalam dua
golongan yaitu karyawan shift dan non shift
5.4.1. Karyawan non shift / harian
Karyawan non shift adalah karyawan yang tidak menangani proses
produksi secara langsung. Yang termasuk karyawan harian adalah direktur,
staf ahli, kepala bagian, kepala seksi serta karyawan yang berada di kantor.

commit to user

118
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

Karyawan harian akan bekerja selama 5 hari dalam seminggu dan libur
pada hari Sabtu, Minggu dan hari besar,dengan pembagian kerja sebagai
berikut :
Jam kerja :

Hari Senin Jumat

: Jam 08.00 17.00

Jam Istirahat :

Hari Senin Kamis

: Jam 12.00 13.00

Hari Jumat

: Jam 11.00 13.00

5.4.2. Karyawan Shift / Ploog


Karyawan shift adalah karyawan yang secara langsung menangani
proses produksi atau mengatur bagian - bagian tertentu dari pabrik yang
mempunyai hubungan dengan masalah keamanan dan kelancaran produksi.
Yang termasuk karyawan shift ini adalah operator produksi, sebagian dari
bagian

teknik,

bagian

gudang

dan

bagian

utilitas,

pengendalian,

laboratorium, dan bagian - bagian yang harus selalu siaga untuk menjaga
keselamatan serta keamanan pabrik.
Para karyawan shift akan bekerja secara bergantian selama 24 jam, dengan
pengaturan sebagai berikut :
o Shift Pagi

: Jam 07.00 15.00

o Shift Sore

: Jam 15.00 23.00

o Shift Malam

: Jam 23.00 07.00

Untuk karyawan shift ini dibagi menjadi 4 kelompok (A / B / C / D)


dimana dalam satu hari kerja, hanya tiga kelompok masuk, sehingga ada
commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

119
digilib.uns.ac.id

satu kelompok yang libur. Untuk hari libur atau hari besar yang ditetapkan
pemerintah, kelompok yang bertugas tetap harus masuk.
Kelancaran produksi dari suatu pabrik sangat dipengaruhi oleh faktor
kedisiplinan para karyawannya dan akan secara langsung mempengaruhi
kelangsungan dan kemajuan perusahaan. Untuk itu kepada seluruh karyawan
perusahaan dikenakan absensi. Disamping itu masalah absensi digunakan
oleh pimpinan perusahaan sebagai salah satu dasar dalam mengembangkan
karier para karyawan di dalam perusahaan (Djoko, 2003).
5.5. Status Karyawan dan Sistem Upah
Pada pabrik asetaldehida ini sistem upah karyawan berbeda - beda
tergantung pada status karyawan, kedudukan, tanggung jawab, dan keahlian.
Menurut status karyawan dapat dibagi menjadi tiga golongan sebagai
berikut:
1.

Karyawan Tetap
Yaitu karyawan yang diangkat dan diberhentikan dengan surat keputusan
(SK) direksi dan mendapat gaji bulanan sesuai dengan kedudukan,
keahlian, dan masa kerjanya.

2.

Karyawan Harian
Yaitu karyawan yang diangkat dan diberhentikan direksi tanpa SK
direksi dan mendapat upah harian yang dibayar tiap akhir pekan.

3.

Karyawan Borongan
Yaitu karyawan yang digunakan oleh pabrik bila diperlukan saja.
Karyawan ini menerima upah borongan untuk suatu pekerjaan
commit to user

120
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

5.6. Penggolongan Jabatan, Jumlah Karyawan, dan Gaji


5.6.1. Penggolongan Jabatan
1. Direktur Utama

: Sarjana Ekonomi /
Teknik /Hukum

2. Direktur Teknik dan Produksi

: Sarjana Teknik
Kimia

3. Direktur Keuangan Dan Administrasi

: Sarjana Ekonomi/
Akuntansi

4. Kepala Bagian Produksi dan Utilitas

: Sarjana Teknik
Kimia

5. Kepala Bagian Teknik

: Sarjana Teknik
Kimia/Mesin/Elektro

6. Kepala Bagian Litbang

: Sarjana Teknik
Kimia/Mesin/Elektro

7. Kepala Bagian Keuangan dan Pemasaran

: Sarjana Ekonomi/
Akuntansi

8. Kepala Bagian Administrasi

: Sarjana Ekonomi/
Hukum

9. Kepala Seksi

: Sarjana

10. Kepala Shift

: Sarjana atau D3

11. Pegawai Staff 1

: Sarjana atau D3

12. Pegawai Staff 2

: Sarjana atau D3

13. Operator

commit to user

: D3 atau STM

121
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

14. Sopir, Keamanan, Pesuruh

: SLTA / Sederajat

5.6.2. Jumlah Karyawan dan Gaji


Jumlah Karyawan harus ditentukan dengan tepat, sehingga semua
pekerjaan dapat diselenggarakan dengan baik dan efektif.
Tabel 5.4. Jumlah Karyawan Menurut Jabatan
No

Jabatan

Jumlah

Direktur utama

Direktur produksi dan teknik

Direktur keuangan dan umum

Staff ahli

Sekretaris

Kepala Bag.Produksi

Kepala Bag.Litbang

Kepala Bag.Teknik

Kepala Bag.Umum

10

Kepala Bag Keuangan & Pemasaran

11

Kepala Bag. Administrasi

12

Kepala Seksi Proses

13

Kepala Seksi Listrik & instrumentasi

14

Kepala seksi laboratorium & pengendalian mutu

15

Kepla seksi penelitian & pengembangan

16

Kepala Seksi Peralatan

17

Kepala Seksi Utilitas

18

Kepala Seksi Tata Usaha

19

Kepala Seksi Keuangan

20

Kepala Seksi Pembelian

21

Kepala Seksi Personalia

22

Kepala Seksi Humas


commit to user
Tabel 5.4. Jumlah Karyawan Menurut Jabatan

122
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

No.

Jabatan

Jumlah

23

Kepala Seksi K3

24

Kepala Seksi Pemasaran

25

Kepala Shift

20

26

Karyawan Proses

12

27

Karyawan Listrik & Instrumentasi

28

Karyawan Laboratorium

29

karyawan penelitian

30

Karyawan K3

31

Karyawan Peralatan

32

Karyawan keuangan

33

Karyawan Utilitas

32

34

Karyawan Pembelian

35

Karyawan Tata Usaha

36

Karyawan Personalia

37

Karyawan Humas

38

Karyawan Keamanan

20

39

Karyawan Pemasaran

10

40

Dokter

41

Perawat

42

Sopir

10

43

Pesuruh

Jumlah

190

commit to user

123
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

Tabel 5.5. Perincian golongan dan gaji karyawan


Gol.

Jabatan

Gaji/bulan (Rp.)

Kualifikasi

Direktur Utama

40.000.000,00

S-1/S-2/S-3

II

Direktur

20.000.000,00

S-1/S-2

III

Staff Ahli

10.000.000,00

S-1

IV

Kepala Bagian

8.000.000,00

S-1/S-2

Kepala Seksi

6.000.000,00

S-1

VI

Kepala Shift

3.000.000,00

S-1/D-3

VII

Pegawai staff I

2.500.000,00

S-1/D-3

VII

Pegawai staff II

1.500.000,00

SMEA

VIII

Security

1.000.000,00

SLTA

Sopir

1.000.000,00

SLTA

Cleaning Service

1.000.000,00

SLTA

5.7. Kesejahteraan Sosial Karyawan


Kesejahteraan sosial yang diberikan oleh perusahaan pada para karyawan,
antara lain :
1.

Tunjangan
o

Tunjangan yang berupa gaji pokok yang diberikan berdasarkan


golongan karyawan yang bersangkutan.

Tunjangan jabatan yang diberikan berdasarkan jabatan yang


dipegang karyawan.
commit to user

124
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

Tunjangan lembur yang diberikan kepada karyawan yang bekerja


diluar jam kerja berdasarkan jumlah jam kerja.

2.

Pakaian Kerja
Diberikan kepada setiap karyawan setiap tahun sejumlah empat pasang.

3.

Cuti
o

Cuti tahunan diberikan kepada setiap karyawan selama 12 hari


kerja dalam satu tahun.

Cuti sakit diberikan kepada karyawan yang menderita sakit


berdasarkan keterangan dokter.

Cuti hamil diberikan kepada karyawati yang hendak melahirkan,


masa cuti berlaku selama 2 bulan sebelum melahirkan sampai 1
bulan sesudah melahirkan.

4.

Pengobatan
o

Biaya pengobatan bagi karyawan yang menderita sakit yang


diakibatkan oleh kecelakaan kerja, ditanggung oleh perusahaan
sesuai dengan undang-undang.

Biaya pengobatan bagi karyawan yang menderita sakit tidak


disebabkan

oleh

kecelakaan

kerja,

diatur

berdasarkan

kebijaksanaan perusahaan.
5.

Asuransi Tenaga Kerja


Asuransi tenaga kerja diberikan oleh perusahaan bila jumlah karyawan
lebih dari 10 orang atau dengan gaji karyawan lebih besar dari
Rp.1.000.000,00 per bulan.
commit to user

125
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

5.8. Manajemen Perusahaan


Manajemen produksi merupakan salah satu bagian dari manajemen
perusahaan yang fungsi utamanya adalah menyelenggarakan semua kegiatan
untuk memproses bahan baku menjadi produk dengan mengatur penggunaan
faktor - faktor produksi sedemikian rupa sehingga proses produksi berjalan
sesuai dengan yang direncanakan.
Manajemen

produksi

meliputi

manajemen

perancangan

dan

pengendalian produksi. Tujuan perencanaan dan pengendalian produksi


mengusahakan perolehan kualitas produk sesuai target dalam jangka waktu
tertentu. Dengan meningkatnya kegiatan produksi maka selayaknya diikuti
dengan kegiatan perencanaan dan pengendalian agar penyimpangan
produksi dapat dihindari.
Perencanaan sangat erat kaitannya dengan pengendalian dimana
perencanaan merupakan tolak ukur bagi kegiatan operasional sehingga
penyimpangan yang terjadi dapat diketahui dan selanjutnya dikembalikan
pada arah yang sesuai.
5.8.1. Perencanaan Produksi
Dalam menyusun rencana produksi secara garis besar ada direktur
keuangan dan umum. Hal yang perlu dipertimbangkan yaitu faktor internal
dan faktor eksternal. Faktor internal adalah kemampuan pabrik sedangkan
faktor eksternal adalah faktor yang menyangkut kemampuan pasar terhadap
jumlah produk yang dihasilkan.
commit to user

126
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

Dipengaruhi oleh keandalan dan kemampuan mesin yaitu jam kerja efektif
dan beban yang diterima.
1. Kemampuan Pasar
Dapat dibagi menjadi 2 kemungkinan, yaitu :
Kemampuan pasar lebih besar dibandingkan kemampuan pabrik,
maka rencana produksi disusun secara maksimal.
Kemampuan pasar lebih kecil dari kemampuan pabrik.
Ada tiga alternatif yang dapat diambil :
Rencana prduksi sesuai kemampuan pasar atau produksi diturunkan
sesuai dengan kemampuan pasar, dengan mempertimbangkan
untung dan rugi.
Rencana produksi tetap dengan mempertimbangkan bahwa
kelebihan produksi disimpan dan dipasarkan tahun berikutnya.
Mencari daerah pemasaran baru.
2. Kemampuan Pabrik
Pada umumnya kemampuan pabrik ditentukan oleh beberapa faktor,
antara lain
Bahan Baku
Dengan pemakaian yang memenuhi kualitas dan kuantitas, maka
akan mencapai jumlah produk yang diinginkan.

commit to user

127
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

Tenaga kerja
Kurang terampilnya tenaga kerja akan menimbulkan kerugian,
sehingga

diperlukan

pelatihan

agar

kemampuan

kerja

keterampilannya meningkat dan sesuai dengan yang diinginkan.


Peralatan (Mesin)
Ada dua hal yang mempengaruhi kehandalan dan kemampuan
mesin, yaitu jam kerja mesin efektif dan kemampuan mesin. Jam
kerja mesin efektif adalah kemampuan suatu alat untuk beroperasi
pada kapasitas yang diinginkan pada periode tertentu. Kemampuan
mesin adalah kemampuan mesin dalam memproduksi.
5.8.2. Pengendalian Produksi
Setelah perencanaan produksi disusun dan proses produksi dijalankan,
perlu adanya pengawasan dan pengendalian produksi agar proses berjalan
baik. Kegiatan proses produksi diharapkan menghasilkan produk dengan
mutu sesuai dengan standard dan jumlah produk sesuai dengan rencana
dalam jangka waktu sesuai jadwal.
a.

Pengendalian Kualitas
Penyimpangan kualitas terjadi karena mutu bahan baku tidak baik,
kerusakan alat, dan penyimpangan operasi. Hal - hal tersebut dapat
diketahui dari monitor atau hasil analisis laboratorium.

b.

Pengendalian Kuantitas
Penyimpangan kuantitas terjadi karena kesalahan operator, kerusakan
mesin, keterlambatan bahan baku serta perbaikan alat yang terlalu lama.
commit to user

128
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

Penyimpangan perlu diketahui penyebabnya, baru dilakukan evaluasi.


Kemudian dari evaluasi tersebut diambil tindakan seperlunya dan
diadakan perencanaan kembali dengan keadaan yang ada.
c.

Pengendalian Waktu
Untuk mencapai kuantitas tertentu perlu adanya waktu tertentu pula.

d.

Pengendalian Bahan Proses


Bila ingin dicapai kapasitas produksi yang diinginkan maka bahan
proses harus mencukupi sehingga diperlukan pengendalian bahan
proses agar tidak terjadi kekurangan.

commit to user

129
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

BAB VI
ANALISA EKONOMI

Pada perancangan pabrik asetaldehida ini dilakukan evaluasi atau penilaian


investasi dengan maksud untuk mengetahui apakah pabrik yang dirancang
menguntungkan atau tidak. Komponen terpenting dari perancangan ini adalah
estimasi harga alat - alat, karena harga ini dipakai sebagai dasar untuk estimasi
analisa ekonomi. Analisa ekonomi dipakai untuk mendapatkan perkiraan/estimasi
tentang kelayakan investasi modal dalam suatu kegiatan produksi suatu pabrik
dengan meninjau kebutuhan modal investasi, besarnya laba yang diperoleh, lamanya
modal investasi dapat dikembalikan dan terjadinya titik impas. Selain itu, analisa
ekonomi dimaksudkan untuk mengetahui apakah pabrik yang dirancang dapat
menguntungkan atau tidak jika didirikan.
Untuk itu, pada perancangan pabrik asetaldehida ini kelayakan investasi
modal dalam sebuah pabrik dapat diperkirakan dan dianalisa yaitu (Donald, 1989) :
1. Profitability
2. Percent Profit on Sales (% POS)
3. Percent Return 0n Investment (% ROI)
4. Pay Out Time (POT)
5. Break Even Point (BEP)
6. Shut Down Point (SDP)
7. Discounted Cash Flow (DCF)

commit to user
140

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
141

Untuk meninjau faktor - faktor di atas perlu dilakukan penafsiran terhadap


beberapa faktor yaitu :
1. Penafsiran modal industri (Total Capital Investment)
Capital Investment adalah banyaknya pengeluaran - pengeluaran yang diperlukan
untuk fasilitas - fasilitas produktif dan untuk menjalankannya.
Capital Investment meliputi :
a. Fixed Capital Investment (Modal tetap)
b. Working Capital (Modal kerja)
2. Penentuan biaya produksi total (Production Costs), yang terdiri dari :
a. Biaya pengeluaran (Manufacturing Costs)
Manufacturing

Cost

merupakan jumlah

direct,

indirect,

dan

fixed

manufacturing cost yang bersangkutan dengan produk.

Direct Manufacturing Cost

Indirect Manufacturing Cost

Fixed Manufacturing Cost

b. Biaya pengeluaran Umum (General Expense)


3. Total Pendapatan penjualan produk
6.1.

Penaksiran Harga Peralatan


Harga peralatan proses tiap alat tergantung pada kondisi ekonomi yang
sedang terjadi. Untuk mengetahui harga peralatan yang pasti setiap tahun
sangat sulit sehingga diperlukan suatu metoda atau cara untuk memperkirakan

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
142

harga suatu alat dari data peralatan serupa tahun-tahun sebelumnya.


Penentuan harga peralatan dilakukan dengan menggunakan data indeks harga.
Tabel 6.1 Indeks Harga Alat
Cost Indeks tahun

Chemical Engineering Plant Index

1991

361,3

1992

358,2

1993

359,2

1994

368,1

1995

381,1

1996

381,7

1997

386,5

1998

389,5

1999

390,6

2000

394,1

2001

394,3

2002

390,4

Sumber : Tabel 6-2 Peters & Timmerhaus, ed.5, 2003

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
143

Gambar 6.1 Chemical Engineering Cost Index


Dengan asumsi kenaikan indeks linear, maka dapat diturunkan persamaan
least square sehingga didapatkan persamaan berikut:
Y = 3,6077 X - 6823,1744
Tahun 2014 adalah tahun ke 24, sehingga indeks tahun 2014 adalah 442,73.
Harga alat dan yang lainnya diperkirakan pada tahun evaluasi (2014) dan
dilihat dari grafik pada referensi. Untuk mengestimasi harga alat tersebut pada
masa sekarang digunakan persamaan (Peters & Timmerhaus, 2003) :
Ex

= Ey .

Nx
Ny

Ex

= Harga pembelian pada tahun 2014

Ey

= Harga pembelian pada tahun 2002

Nx

= Indeks harga pada tahun 2014

Ny

= Indeks harga pada tahun 2002

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
144

6.2.

Dasar Perhitungan
Kapasitas produksi

: 25.000 ton/tahun

Satu tahun operasi

: 330 hari

Pabrik didirikan

: 2015

Harga bahan baku Etanol

: US $ 1,31 / kg

Harga bahan pembantu

6.3.

Katalis Cu-Cr

: US $ 52,13 / kg

Dowtherm

: US $ 2,87 / kg

Penentuan Total Capital Investment (TCI)


Asumsi dan ketentuan yang digunakan dalam analisa ekonomi :
1.

Pembangunan fisik pabrik akan dilaksanakan pada tahun 2014 dan pabrik
dapat beroperasi secara komersial pada awal tahun 2015.

2.

Proses yang dijalankan adalah proses kontinyu.

3.

Kapasitas produksi adalah 25.000 ton/tahun.

4.

Jumlah hari kerja adalah 330 hari per tahun.

5.

Shut down pabrik dilaksanakan selama 30 hari dalam satu tahun untuk
perbaikan alat-alat pabrik.

6.

Modal kerja yang diperhitungkan selama 1 bulan.

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
145

7.

Umur alat-alat pabrik diperkirakan 10 tahun (kecuali alat-alat tertentu


(umur pompa dan tangki adalah 5 tahun).

8.

Nilai rongsokan (Salvage Value) adalah nol.

9.

Situasi pasar, biaya dan lain-lain diperkirakan stabil selama pabrik


beroperasi.

10. Upah buruh asing U$ 11 per man hour.


11. Upah buruh lokal Rp 10.000,00 per man hour.
12. Satu man hour asing sama dengan dua man hour Indonesia.
13. Kurs rupiah yang dipakai Rp.8.828,00.
14. Semua produk Asetaldehida habis terjual.

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
146

6.4.

Hasil Perhitungan

6.4.1

Fixed Capital Invesment (FCI)


Tabel 6.2 Fixed Capital Invesment

No Jenis
1

Purchase equipment cost

Instalasi

Pemipaan

Instrumentasi

Isolasi

Listrik

Bangunan

Tanah dan perbaikan

Utilitas

US $

Rp.

Total Rp.

1.511.050

13.339.522.316

131.305

575.999.123

1.735.160.221

510.631

701.051.565

5.208.900.278

253.231

107.999.836

2.343.524.810

31.263

94.736.698

370.727.435

72.947

56.842.019

700.820.406

312.631

2.759.907.376

104.210

8.955.000.000

9.874.969.125

4.012.963

35.426.435.329

10. Engineering & construction

6.940.232 10.491.629.239
1.388.046 2.098.325.848

71.759.997.296
14.351.999.459

Direct plant cost

8.328.278 12.589.955.087

86.111.996.755

Physical plant cost

11. Contractors fee


12. Contingency
Fixed capital invesment (fci)

832.828

1.258.995.509

8.611.199.676

2.082.070

3.147.488.772

21.527.999.189

11.243.176 16.996.439.367 116.251.195.620

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
147

6.4.2

Working Capital Investment (WCI)


Tabel 6.3 Working Capital Investment

No.

Jenis

1.
Raw material inventory
2.
Inprocess inventory
3.
Product inventory
4.
Extended Credit
5.
Available Cash
Working Capital Investment
(WCI)

US $

Rp.

3.601.478
22.708
14.369.303
26.833.970
14.369.303

0
115.972.193
73.386.047.241
0
73.386.047.241

3.179.3845.871
316.437.116
200.238.252.208
236.890.284.660
200.238.252.208

59.196.761 146.888.066.675

669.477.072.064

6.4.3

Total Capital Investment (TCI)

TCI
6.4.4

= FCI + WCI = Rp 785.728.267.684


Direct Manufacturing Cost (DMC)
Tabel 6.4 Direct Manufacturing Cost

No. Jenis
1.
Harga Bahan Baku
2.
Gaji Pegawai
3.
Supervisi
4.
Maintenance
5.
Plant Supplies
6.
Royalty & Patent
7.
Utilitas
Direct Manufacturing Cost

US $
41.784.698
0
0
674.591
101.189
16.100.382
0
58.660.859

Rp.
0
2.100.000.000
2.232.000.000
1.019.786.362
152.967.954
0
871.938.150.836
877.442.905.153

commit to user

Total Rp.

Total Rp.
368.875.313.210
2.100.000.000
2.232.000.000
6.975.071.737
1.046.260.761
142.134.170.796
871.938.150.836
1.395.300.967.340

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
148

6.4.5

Indirect Manufacturing Cost (IMC)


Tabel 6.5 Indirect Manufacturing Cost

No.

Jenis

US $

Rp.

Total Rp.

1.

Payroll Overhead

315.000.000

315.000.000

2.

Laboratory

210.000.000

210.000.000

3.

Plant Overhead

1.050.000.000

1.050.000.000

112.702.673

994.939.195.573

112.702.673

1.575.000.000

996.514.195.573

Packaging &

4.

Shipping

Indirect Manufacturing
Cost
6.4.6

Fixed Manufacturing Cost (FMC)


Tabel 6.6 Fixed Manufacturing Cost

No. Jenis
1.
Depresiasi
2.
Property Tax
3.
Asuransi
Fixed Manufacturing Cost
6.4.7

US $
Rp.
843.238 1.274.732.953
112.432
169.964.394
112.432
169.964.394
1.068.102 1.614.661.740

Total Rp.
8.718.839.671
1.162.511.956
1.162.511.956
11.043.863.584

Total Manufacturing Cost (TMC)


TMC = DMC + IMC + FMCTMC = DMC + IMC + FMC
= Rp 2.402.859.026.497

6.4.8

General Expense (GE)


Tabel 6.7

General Expense

No. Jenis
1.

Administrasi

2.

Sales

3.
4.

US $

Rp
0

Total Rp

24.150.573

3.014.000.000
0

213.201.257.194

Research

6.440.153

56.853.668.318

Finance

4.720.836

11.441.515.985

53.117.060.295

35.311.562

14.455.515.985

326.185.984.808

General Expense (GE)

commit to user

3.014.000.000

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
149

6.4.9

Total Production Cost (TPC)


TPC

= TMC + GE = Rp 2.729.045.011.305

6.4.10 Analisa Kelayakan


a. Fixed manufacturing Cost ( Fa )
Fixed manufacturing Cost ( Fa ) = Rp. 11.043.863.584
b. Variabel Cost ( Va )
Raw material
Packaging + transport
Utilitas
Royalti
Variabel Cost ( Va )
c. Regulated Cost ( Ra )

= Rp 368.875.313.210
= Rp 994.939.195.573
= Rp 871.938.150.836
= Rp 142.134.170.796
= Rp 2.377.886.830.415

Labor
Supervisi
Payroll Overhead
Plant Overhead
Laboratorium
General Expense
Maintenance
Plant Supplies
Regulated Cost ( Ra )
d. Penjualan ( Sa )

= Rp 2.100.000.000
= Rp. 2.232.000.000
= Rp. 315.000.000
= Rp. 1.050.000.000
= Rp 210.000.000
= Rp 326.185.984.808
= Rp 6.975.071.737
= Rp 1.046.260.761
= Rp 340.114.317.306

Total Penjualan produk selama 1 tahun


Sa
= Rp
Tabel 6.8 Analisa Kelayakan

2.842.683.415.922

No. Keterangan

Perhitungan

Batasan

Percent Return On Investment (% ROI)


1.

2.

ROI sebelum pajak

97,75 %

ROI setelah pajak

73,31 %

min.44 %

Pay Out Time (POT), tahun


POT sebelum pajak

0,95 tahun

commit to user

max 2 tahun

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id
150

POT setelah pajak

1,24 tahun

3.

Break Even Point (BEP)

49,88 %

4.

Shut Down Point (SDP)

45,01 %

5.

Discounted Cash Flow (DCF)

11,08 %

Grafik analisa kelayakan dapat dilihat pada Gambar 6.2

Gambar 6.2

Grafik analisa kelayakan pabrik

commit to user

40 - 60 %

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

BAB VII
KESIMPULAN
Berdasarkan

tinjauan

bahwa

pabrik

asetaldehida

dengan

Proses

Dehidrogenasi Etanol belum pernah didirikan di Indonesia dan bahan baku serta
produk yang dihasilkan bersifat mudah terbakar, maka pabrik asetaldehida ini
termasuk beresiko tinggi.
Hasil Analisis ekonomi menunjukkan:
1. Persen Return on Investment ( ROI ) sebelum pajak sebesar 97,75 % dan
setelah pajak sebesar 73,31 %
2. Pay Out Time ( POT ) sebelum pajak sebesar 0,95 tahun dan setelah pajak
sebesar 1,24 tahun.
3. Break Event Point ( BEP ) besarnya 49,88 %
4. Shut Down Point ( SDP ) besarnya 45,01%
5. Discounted Cash Flow ( DCF ) besarnya 11,08 %
Dari hasil evaluasi ekonomi diatas, dapat disimpulkan bahwa pabrik asetaldehida
dengan kapasitas produksi 25.000 ton/tahun layak untuk ditindak lanjuti.

commit to user
151

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

commit to user
152

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

DAFTAR PUSTAKA

Aries, R.S., Newton, R.D., 1955, Chemical Engineering Cost Estimation, McGrawHill Book Company, New York
Baden, W., 2002, Chemical Reagent, Merck KGaA, Darmstadt
Branan, C.R., 1994, Rules of Thumb for Chemical Engineers, Gulf Publishing
Company, Houston
Brown, G.G., 1950, Unit Operation, John Wiley & Sons Inc., New York
Brownell, L.E., Young, E.H., 1959, Process Equipment Design Vessel Design,
Michigan
Coulson, J.M., and Richardson, J.F., 1989, An Introduction to Chemical Engineering,
Allyn and Bacon Inc., Massachusets
Djoko, P., 2003, Komunikasi Bisnis, Edisi 2, Erlangga, Jakarta
Fogler, H.S., 1999, Elements of Chemical Reaction Engineering, third edition,
Prentice - Hall Inc., New Jersey
Geankoplis, C.J., 2003, Transport Processes and Unit Operations, 4nd ed., PrenticeHall International, Tokyo
Geiringer, P.L., 1962, Heat Transfer Media, Reinhold Publishing Co, New York
Kern, D.Q., 1950, Process Heat Transfer, McGraw Hill International Book
Company, Singapura
Ludwig, E.E., 1965, Applied Process Design for Chemical and Petrochemical Plants,
volume 3, Gulf Publishing Company, Houston
McCabe, W.L., Smith, J.C., and Harriot, P., 1985, Unit Operation of Chemical
Engineering, McGraw Hill International Book Company, Singapura
McKetta, J.J., 1977, Encyclopedia of Chemical Processing and Design, volume 3,
Marcel Dekker, Inc., New York
Perry, R.H., and Green, D., 1984, Perrys Chemical Engineers Handbook, 6th ed.,
McGraw Hill Book Company, Singapore

commit to user
xv

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

Peters, M.S., Timmerhaus, K.D., West, R.E., 2003, Plant Design and Economics for
Chemical Engineers, 5th ed., Mc-Graw Hill, New York.
Powell, S.T., 1954, Water Conditioning for Industry, 1st ed., McGraw-Hill Book
Company, Inc., New York
Rase, H.F., and Barrow, M.H., 1957, Project Engineering of Process Plant, , John
Wiley & Sons Inc., New York
Rase, H.F., and Holmes, J.R., 1977, Chemical Reactor Design for Process Plant, vol
2 : Principles and Techniques, John Wiley & Sons Inc., Kanada
Smith, B.D., 1981, Chemical Engineering Kinetics, third edition, Kogakusha Co.
Ltd., New York
Smith, J.M., Van Ness, H.C., Abbott, M.M., 2001, Introduction to Chemical
Engineering Thermodynamics, 6th ed, McGraw-Hill Book Company, Inc.,
New York
Treybal, R.E., 1981, Mass Transfer Operation, 3rd ed, McGraw-Hill Book Company,
Inc., Japan
Ullrich, G.D., 1984, A Guide to Chemical Engineering Process Design and
Economics, John Wiley & Sons, New York
Vilbrandt, F.C., Dryden, C.E., 1959, Chemical Engineering Plant Design, 4th ed.,
McGraw-Hill Book Company, Japan
Walas, S.M., 1988, Chemical Process Equipment, 3rd ed., Butterworths series in
chemical engineering, USA
Widjaja,G., dan Yani A., 2003, Perseroan Terbatas, Raja Grafinda Persada, Jakarta
Yaws, C.L., 1999, Chemical Properties Handbook, McGraw Hill Companies Inc.,
USA
www.icisprising.com
www. the canadian journal of chemical engineering, vol.57, april, 1979
www.radar banten.com

commit to user
xvi