Anda di halaman 1dari 67

LIPID

Materi kuliah Farmakognosi Umum

Oleh: Ami Tjitraresmi, S.Si., M.Si.

Definisi:
Ester dari asam lemak berantai
panjang dengan alkohol

Macam-Macam Bentuk Lipid:


1. Minyak
2. Lemak
3. Lilin (wax)

Perbedaan ini didasarkan atas tipe


alkoholnya:

minyak/lemak gliserol
wax alkohol dgn BM tinggi

Fungsi Lipid dalam Sel:


1.

Komponen struktur sel


glikolipid dan fosfolipid

2.

3.

Bahan pelindung/pelapis
Cadangan energi sel

Sifat:

Hidrofob tapi terkadang sedikit larut


dalam pelarut polar.
Tidak mudah menguap
Mudah teroksidasi udara bau tengik
Pada t normal minyak berbentuk cair
sedangkan lemak berbentuk semisolid
atau solid.
Pada suhu kamar: semua minyak
tumbuhan bbtk cair kecuali lemak coklat
dan semua lemak hewan bbtk padat
kecuali cod liver oil.

Melting Points and Solubility in Water of Fatty Acids

Ekstraksi Minyak tumbuhan:

Pengempaan
Cara dingin virgin oil atau cold
pressed oil
Cara panas hot pressed oil

Ekstraksi dengan pelarut organik

Ekstraksi Lemak hewan:


1.

Dipanaskan dalam air mendidih baik


dengan atau tanpa tekanan.

2.

Lemak akan meleleh dan naik ke


permukaan dipisahkan dengan
cara dekantasi.

3.

Minyak/lemak yang dihasilkan kmd


dapat difiltrasi dan dijernihkan
dengan ozon.

Penyebaran:

Minyak sayur dan lemak paling


banyak terdapat dalam bagian biji.
contoh: Minyak dari biji kapas, biji
wijen, kelapa, biji almond, dll.

Pada beberapa tanaman, bagian lain


dari tanaman tersebut menghasilkan
minyak yang banyak.
contoh: pericarp zaitun.

Fungi yang menghasilkan minyak


untuk makanan antara lain adalah
ergot.

Rumus kimia:

Rumus kimia yang umum untuk


minyak dan lemak adalah gliserida
asam lemak (trigliserida)
H2C-OCOR

HC-OCOR
H2C-OCOR
R, R, R = asam lemak

Contoh trigliserida dengan R=R=R

H2C-OCO(CH2)10CH3

H2C-OCO(CH2)16CH3

H2C-OCO(CH2)7CH=CH(CH2)7CH3

HC-OCO(CH2)10CH3

HC-OCO(CH2)16CH3

HC-OCO(CH2)7CH=CH(CH2)7CH3

H2C-OCO(CH2)10CH3

H2C-OCO(CH2)16CH3

H2C-OCO(CH2)7CH=CH(CH2)7CH3

trilaurin

tristearin

triolein

Uji Lipid:
United States Pharmacopeia: ada beberapa uji yang dilakukan
pada minyak/lemak yang meliputi: identifikasi, kualitas serta
kemurnian. Pengujian tersebut berdasarkan pada komponen
dari asam lemak yang terkandung dalam minyak/lemak.
Bilangan asam (acid value atau acid number), adalah jumlah
NaOH (mg) yang dibutuhkan untuk menetralkan asam lemak
bebas dalam 1 g sampel.
Bilangan sabun (saponification value), adalah jumlah NaOH
(mg) yang dibutuhkan untuk menetralkan asam lemak dan untuk
mensaponifikasi ester yang terkandung dalam 1 g sampel.
Bilangan iodine (iodine number), adalah jumlah iodine yang
terserap (g), dalam kondisi tertentu oleh 100 g sampel. Hal ini
mengindikasikan derajat ketidakjenuhan dari asam lemak dalam
sampel.
Uji Fisik lain spt: titik leleh, indeks refraksi.

Jenis lipid

Lipid dengan asam lemak


Wax
Lemak dan minyak (trigliserida)
Phospholipid
Sphingolipid

Lipids tanpa asam lemak


Steroid

14

Jenis Lipid Tumbuhan:


1.

Trigliserida sederhana

2.

Trigliserida campuran

3.

Mgd bukan saja asam fosfat tapi juga sekurang-kurangnya satu


penyulih lain yang biasanya bersifat basa, spt kolina,
etanolamina dan seria
Terdapat banyak dalam tumbuhan

Glikolipid

5.

Bila R, R dan R merupakan asam lemak yang berlainan

Fosfolipid

4.

Bila asam lemak R=R=R, contoh: triolein (3 sisa asam oleat)

Yang terpenting: monogalaktosildigliserida, yaitu molekul yang


sangat aktif permukaan, berperan pd metabolisme kloroplas.
Dlm tumbuhan hanya sedikit jumlah glikolopid yang ada

Sulfolipid

Digliserida yang berikatan dengan gula kuinovosa


(=6-deoksiglukosa dengan sisa asam sulfonat pd posisi 6)

Struktur kimia bbrp lipid


tumbuhan:
H2C-OCOR
HC-OCOR
H2C-OCOR
Trigliserida

H2C-OCOR
RCOO-CH

H2C- O- P- O-basa

basa= kolin, etanolamin,


serin

OFosfolipid

H2C-OCOR
Gula: Galaktosa, galaktosil galaktosa, kuinovosa
HC-OCOR
H2C-O-gula

Glikolipid

Keragaman struktur dalam setiap golongan lipid


disebabkan oleh perbedaan sisa asam lemak yang ada.

Biosintesis Asam Lemak:

Jalur biosintesis asam lemak tidak jenuh, bercabang atau


ganjil dan modifikasinya ada peran enzim-enzim
tertentu.
Untuk pembentukan ikatan rangkap fatty acid CoA

desaturases

Contoh: alur biosintesis asam lemak tdk jenuh dan


bercabang pada biji jarak (Ricinus communis) yg blm
matang enzim menghidroksilasi asam oleat (oleyl Co-A)
untuk memproduksi Ricinoleic acid.
Acetyl Co-A Stearyl Co-A Oleyl Co-A Ricinoleyl Co-A

Stearic acid

Oleic acid

Ricinoleic acid

(octadecenoic) (9-octadecenoic) (12 hidroxy-9-octadecenoic)

Biosintesis Trigliserida:

A. Asam Lemak
Pembagian asam lemak berdasarkan struktur kimianya:
1.Asam lemak jenuh
2.Asam lemak tidak jenuh

Asam Stearat
(jenuh)

Asam Oleat
(tidak jenuh)

Asam Lemak terdiri dari rantai karbon


dan ggs karboksilat

Biasanya diperoleh dengan cara


menghidrolisis lemak atau minyak
Biasanya mrp campuran dan
komposisinya bervariasi tgt dari
sumbernya.

Asam lemak sebetulnya jarang berada dalam keadaan


bebas.

Kecenderungan asam lemak mempunyai atom C


berjumlah genap (ada beberapa yang beratom C ganjil).

Sebagian besar mempunyai rantai jenuh.

Asam Lemak Esensial

Mamalia tidak mempunyai enzim untuk menghasilkan asam


lemak dengan ikatan rangkap sebelum C9, sehingga harus
diperoleh dari makanannya asam lemak essensial
(Essensial Fatty Acid or EFA)

Linoleate danLinolenate adalah asam lemak esensial yang


dibutuhkan mamalia

Asam arakidonat adalah asam lemak tidak jenuh yang


merupakan turunan dari asam lemak esensial

Eikosanoat adalah turunan dari asam arakidonat dan


merupakan prekursor hormon. Yang termasuk golonga ini
adalah prostaglandin, thromboksan dan leukotrien

Sifat Fisika asam lemak jenuh:


Hanya terdiri dari C-C
Molekul membentuk pola
tertentu
Antar rantai asam lemak
cenderung untuk berikatan
Titik leleh tinggi sehingga
berbentuk padat di suhu
kamar

Asam lemak jenuh


Formula

Common Name

Melting Point

CH3(CH2)10CO2H

lauric acid

45 C

CH3(CH2)12CO2H

myristic acid

55 C

CH3(CH2)14CO2H

palmitic acid

63 C

CH3(CH2)16CO2H

stearic acid

69 C

CH3(CH2)18CO2H

arachidic acid

76 C

Sifat Fisika asam lemat tidak jenuh:


Sedikitnya mengandung satu ikatan rangkap
Berbentuk rantai yang tidak lurus
Antar rantai asam lemak tidak ada kecenderungan untuk
berikatan
Titik leleh rendah sehingga berbentuk cair pada suhu kamar

Asam lemak tidak jenuh


Formula

Common Name

Melting
Point

CH3(CH2)5CH=CH(CH2)7CO2H

palmitoleic
acid

0 C

CH3(CH2)7CH=CH(CH2)7CO2H

oleic acid

13 C

CH3(CH2)4CH=CHCH2CH=CH(CH2)7CO2H

linoleic acid

-5 C

CH3CH2CH=CHCH2CH=CHCH2CH=CH(CH2)7CO2
H

linolenic acid -11 C

CH3(CH2)4(CH=CHCH2)4(CH2)2CO2H

arachidonic
acid

-49 C

Titik leleh dan komposisi asam lemak dari beberapa


lemak dan minyak:

B. Minyak/Lemak:
Oksidasi
Minyak mampu menyerap O2 dari udara. O2
menjenuhkan ikatan rangkap membentuk
oksida yang berpolimerasi membentuk hard
film.
1.

Drying oils (untuk industri cat)


minyak yang dapat mengeringmenjadi plat film setelah
teroksidasi di udara. Contohnya minyak biji rami, minyak perilla,
dan minyak kenari.

2.

Semidrying oils
suatu yang minyak yang secara parsial mengeras ketika bereaksi
dengan udara. Contoh: minyak jagung, minyak biji kapas dan
minyak biji bunga matahari

3.

Nondrying oils
minyak yang tidak mengeras ketika bereaksi dengan udara.
Contoh: minyak kelapa dan minyak kacang tanah.

Hidrogenasi
Ikatan rangkap 2 dari asam lemak
tidak jenuh dapat juga mengikat
hidrogen pada kondisi tertentu
lemak semi solid untuk memasak
H2

Lipid tak jenuh

Lipid
jenuh
(isomer trans)

Contoh lemak terhidrogenasi:

Asam lemak tidak jenuh Cis atau Trans

Asam lemak tidak jenuh alami merupakan isomer cis

Setelah mengalami hidrogenasi sebagian ikatan rangkap


akan menjadi jenuh, dan sebagian ikatan rangkap akan
berubah menjadi isomer trans

Isomer trans bentuknya lebih lurus (linear) sehingga sifat dan


titik lelehnya menjadi lebih mirip asam lemak jenuh, dan
dapat menyebabkan penyakit jantung dan kanker.
Sehingga saat ini dikembangkan penelitian hidrogenasi
lemak tanpa menghasilkan isomer trans

Saponifikasi

Saponifikasi adalah hidrolisis lemak oleh basa kuat

Pruduk yang dihaslkan dari reaksi saponifikasi adalah gliserol


dan garam dari asam lemak (sabun)
NaOH dengan lemak jenuh menghasilkan sabun yang
padat (keras)
KOH dengan lemak tidak jenuh menghasilkan sabun yang
lunak atau cair

Sulfatasi
Diperoleh dengan mereaksikan
minyak dengan asam sulfat pada suhu
rendah, kemudian hasilnya dicuci dan
dinetralkan. Molekul asam akan terikat
pada ikatan rangkap 2 btk sulfat
dari lemak senyawa surfaktan

Kegunaan Minyak/Lemak:
1.

2.
3.
4.

5.
6.
7.

8.
9.

Emollient
Media untuk bbrp sediaan obat
Mempunyai efek terapeutik tertentu, spt castor oil
(laksatif)
Bahan pembuat sabun
Sbg drying oil dalam industri cat
Lubricant
Makanan berkalori tinggi dg tekanan osmotik rendah
sediaan parenteral (Intralipid, Liposyn, Soyacal)
Sclerosing agent morrhuate acid, garam natrium
asam lemak dari minyak hati ikan.
Beberapa mempunyai nilai terapeutik dan nilai ekonomi
yang tinggi.

Perbandingan komposisi asam lemak dlm


lemak hewan dan tumbuhan:
Source

Saturated Acid (%)


C10
& less

C12
lauric

C14
myristic

15
-

2
1
-

11
1
3
7

50
-

18
1
2
-

Unsaturated Acid (%)


C16
palmitic

C18
stearic

C18
oleic

C18
linoleic

C18
others

9
15
8
1

27
48
46
2

4
6
10
20

1
2
3
52

2
3
2
5
3
3

6
50
85
43
56
19

1
34
5
7
26
76

7
-

Animal Fats
Butter
Lard
Human fat
Herring oil

30
27
25
12

Plants oils

Coconut
Corn
Olive
Palm
Peanut
safflower

8
10
7
41
8
3

C. Wax/Lilin:

Definisi:
Ester yang dihasilkan dari kondensasi asam lemak
rantai lurus dengan alkohol primer berantai lurus
dengan BM tinggi kenyataannya banyak yang
berupa campuran asam lemak degan BM yang
berbeda-beda dengan alkohol

Pd tbh, lilin ditemukan sbg bagian terluar dinding sel


dari jaringan epidermal terutama pada daun dan buah.

Lilin tidak mudah terhidrolisis seperti lemak dan tidak


dapat diuraikan oleh enzim yang menguraikan lemak.
Oleh karenanya lilin tidak berfungsi sebagai bahan
makanan.

Sifat-sifat dari lilin/wax:


Plastis/fleksibel pada suhu normal
Titik leleh sekitar 45 C (113 F)
Viskositas relatif rendah ketika
mencair
Tidak larut dalam air, tetapi larut
dalam pelarut aromatik, kloroform,
eter, ester, dan keton
Hidrofobik

Konstituen utama pada lilin daun tanaman


n-Alkanes

CH3(CH2)xCH3

21 to 35C jumlah ganjil

Alkyl esters

CH3(CH2)xCOO(CH2)yCH3

34 to 62C- jumlah genap

Fatty acids

CH3(CH2)xCOOH

16 to 32C - jumlah genap

Fatty alcohols (primer)

CH3(CH2)yCH2OH

22 to 32C - jumlah genap

Fatty aldehydes

CH3(CH2)yCHO

22 to 32C - jumlah genap

Ketones

CH3(CH2)xCO(CH2)yCH3

23 to 33C - jumlah ganjil

Fatty alcohols (sekunder)

CH3(CH2)xCHOH (CH2)yCH3

23 to 33C - jumlah ganjil

-Diketones

CH3(CH2)xCOCH2CO(CH2)yCH3

27 to 33C - jumlah ganjil

Triterpenols

Sterols, -amyrin, -amyrin, uvaol, lupeol, erythrodiol

Triterpenoid acids

Ursolic acid, oleanolic acid, dll

Beberapa Contoh Minyak, Lemak,


Asam Lemak dan Wax

Minyak

Castor Oil

Diperoleh dari biji jarak, Ricinus communis Linne


(Euphorbiaceae)
Biji jarak mengandung 45-55% minyak; 20% protein yang terdiri
dari globulin, albumin, nukleoalbumin, glikoprotein dan ricin
(lektin toksik atau hemaglutin); alkaloid, ricinin dan beberapa
enzim.

Minyak jarak merupakan cairan minyak yang berwarna kuning


pucat atau tidak berwarna, hampir tidak berbau, dan hampir tidak
berasa.
Minyak jarak tdd:
Campuran trigliserida, 75% adalah triricinolein
Asam oleat, linoleat, dihidroksistearat atau asam lemak jenuh
lainnya (palmitat atau stearat)

Penggunaan:
Laksatif
Plastisizer
Komponen vaginal jelly untuk menjaga keasaman wanita

Olive oil

Diperoleh dari buah Olea europea Linne (Oleaceae) caranya dengan


mengempa buah yang sdh dihancurkan dan bebas dari endocarpnya.
Minyak zaitun merupakan minyak berwarna kuning pucat sampai kuning
kehijauan, bau lemah tapi khas, tidak berasa sampai sedikit pahit.
Minyak zaitun dapat bercampur dengan eter akrbon disulfida dan
kloroform dan sedikit larut dalam alkohol. Bj minyak zaitun 0,910-0,915
pd suhu 25oC.
Komposisinya bervariasi, spt:
Varieatas Turki:
75% asam oleat, 10% asam palmitat, 9% asam linoleat dan sedikit
asam stearat, miristat, heksadekanoat, arakhidat.
Varietas Italia:
65% asam oleat, 15% asam palmitat, 15% asam linoleat &
komponen minor dari as. lemak lainnya.
Penggunaan:
Retardant pd pembuatan semen gigi
Bahan pembuatan sabun
Emolient
Laksatif
Salad oil

Peanut Oil
Diperoleh dari bauh atau biji Arachis hypoaea Linne
(leguminosae) Arachis oil
Minyak kacang merupakan minyak tidak berwarna atau
berwarna kuning pucat dengan rasa dan aroma seperti
kacang.

Komposisi:
Asam oleat (50-60%)
Asam linoleat (18-30%)
Asam palmitat (8-10%)
As stearat, arakhidat, behenat, lignoserat (10-12%)

Penggunaan:
Food oil
Bahan pembuatan sabun putih
Pelarut untuk sediaan i.m.

Soybean Oil

Diperoleh dari biji Glycine soja Siebold et Zaccarini


(Leguminosae)

Komposisi:

Asam oleat (30%)


Asam linoleat (50%)
Asam linolenat (7%)
Asam lemak jenuh, as. palmitat, as. stearat
(14%)

Penggunaan:

Komponen nutrisi parenteral


Sumber lechitin (menjaga keseimbangan
metabolisme lipid dan kolesterol)
Suplemen makanan (oral) minyak kedelai yg
dihidrogenasi

Coconut Oil

Diperoleh dari biji buah Cocos


nucifera Linne (Palmae)

Komposisi:
Asam lemak jenuh (80-85%): asam laurat (50%),
asam miristat (20%), asam kaprilat dan asam kaprat.

Penggunaan:
Coconut oil dan trigliserida rantai sedang (Medium
Chain Triglyserides (MCT)) merupakan komponen
sediaan oral untuk suplemen makanan

Corn Oil
Diperoleh

dari embrio Zea mays Linne


(Graminae)
Minyak
jagung merupakan minyak jernih
berwarna kuning muda, tidak berbau dan tidak
berasa khas.
Komposisi:

Asam oleat (37%)


Asam linoleat (50%)
Asam palmitat (10%)
Asam stearat (3%)

Penggunaan:

Solvent untuk sediaan injeksi


Salad oil
Suplemen makanan berkalori tinggi
Corn oil bisa dihidrogenasi untuk keperluan memasak

Lemak

Theobroma Oil

Diperoleh dari biji coklat Theobroma


cacao Linne (Sterculiaceae) yang telah
dipanggang.
Minyak/lemak coklat adalah
lemah
padat berwarna putih kekuningan,
dengan bau dan rasa seperti coklat. Titik
leleh lemak coklat adalah 30-35oC.
Komposisi:

Asam oleat (37%)


Asam linoleat (2%)
Asam palmitat (26%)
Asam stearat (34%)

Penggunaan:

Basis untuk sediaan supositoria

Lanolin
Diperoleh dari bulu domba Ovis aries Linne
(Bovidae), mengandung 30-35% air
hidrous wool fat
Lanolin adalah lemak berwarna putih
kekuningan dengan bau yang khas
Komposisi:

Kolesterol
Isokolesterol
Ester dari lanopalmitat, lanoserat, karnauba,
oleat, miristat dan asam lemak lainnya

Penggunaan:

Basis salep
Komponen dalam berbagai krim kulit dan
kosmetik

Asam Lemak

Asam Stearat

Asam stearat untuk keperluan farmasi tdd:


Asam stearat (40%)
gab keduanya 90%
Asam palmitat (40%)

Asam stearat yg dimurnikan mgd 90% asam stearat dan jml


total asam stearat dan asam palmitat 96%.

Penggunaan:
Garam Ca dan Mg asam stearat dipakai sbg pelincir tablet
(lubricant)
Garam Zn-nya sbg dusting powder
Garam Na-nya sbg emulsifying agent
Alumunium stearat sbg suspending agent
Gliseril monostearat dan propilen glikol monostearat sbg
emulsifying agent
Esternya digunakan sbg emolient

Asam Oleat
Diperoleh dari lemak dan minyak yang
dapat dimakan
Seringkali mrp produk samping
produksi asam stearat.
Asam oleat terutama tdd cis-9-asam
oktadekanoat.

Penggunaan:
Digunakan dalam pembuatan emulsi
Oleil alkohol sbg emolient dan emulsifying
agent

Asam Linoleat-Asam Linolenat


Merupakan asam lemak tidak jenuh ganda (banyak)
Kedua asam lemak ini essensial bagi manusia
berperan dalam pertumbuhan normal dan baik bagi
manusia disebut juga vitamin F
Campuran kedua asam lemak ini diperoleh terutama
dari soybean oil dan minyak sayur lainnya.

Omega-3 alpha-linolenic acid ( ALA),


eicosapentaenoic acid (EPA), and docosahexaenoic
acid (DHA). Ketiganya merupakan asam lemak tak
jenuh yang mempunyai masing-masing 3,5 atau 6
ikatan rangkap (cis).

Asam lemak Omega-6 contoh: asam (gamma)linoleat dan asam arachidonat) berperan pada
kesehatan kulit, fungsi ginjal
Penggunaan:
Suplemen makanan

Sumber asam lemak omega:

Wax/Lilin

Spermaseti

Diperoleh dari kepala ikan paus sperma Physeteridae


macrochepalus Linne (Physeteridae)

Komposisi:
Camp ester asam lemak hexadecyl: Hexadecyl dodekanoat
(cetil laurat), hexadecyl tetradecanoat (cetyl miristat),
hexadecyl octadecanoat (cetyl stearat) jmlnya 85% total
ester

Penggunaan:
Emolient
Komponen sediaan cold cream dan sediaan kosmetika
lainnya.

CH3(CH2)14CO2-(CH2)15CH3

Beeswax

Disebut juga yellow wax


Diperoleh dari rumah lebah Apis mellifera Linne (Apidae)
Komposisi:
Camp alkil ester dari asam lemak dan asam lilin yang
berbeda (72%), myricyl palmitat, asam lilin bebas (14%) dan
komponen minor spt: polen dan propolis.
Penggunaan:
Stiffening agent dan bahan pembuatan salep kuning
Bahan untuk membuat semir
CH3(CH2)24CO2-(CH2)29CH3

Carnauba wax

Diperoleh dari daun Acopernicia prunifera (mueller)


H.E.Moore (palmae)

Komposisi:
Camp alkil ester dari asam lilin (80%), alkohol monohidrat
(10%) dan komponen minor spt: lakton dan resin.
Penggunaan:
Bahan pembuat lilin
Bahan untuk membuat semir

CH3(CH2)30CO2-(CH2)33CH3

Prostaglandin

Mrp metabolit lipid C20 (pra zat seny gol eikosanoid) yg


dibentuk dari asam lemak essensial tidak jenuh yang
diperoleh dari makanan
Penamaan prostaglanding berdasarkan struktur asam
prostanoat (berantai jenuh).
Prostaglandin dibagi menjadi bbrp gol spt:
prostaglandin A, B, E, F, G, H, I
Strukturnya mempunyai cincin siklopentana dengan 2
rantai samping yang mempunyai ikatan rangkap
Prostaglandin memberikan efek farmakologis dlm dosis
kecil (spt hormon)
Efek farmakologi:
Stimulasi otot halus
Mengatur produksi steroid
Menghambat pembentukkan asam rambut
Inhibisi agregasi platelet
Mediator inflamasi

Prostaglandin (lanjutan)

Struktur Kimia Prostaglandin E

Aktivitas Biologi Prostaglandin:


Eicosanoid

Major site(s)
of synthesis

Major biological activities

PGD2

mast cells

inhibits platelet and leukocyte aggregation,


decreases T-cell proliferation and lymphocyte
migration and secretion of IL-1a and IL-2;
induces vasodilation and production of cAMP

PGE2

kidney, spleen,
heart

increases vasodilation and cAMP production,


enhancement of the effects of bradykinin and
histamine, induction of uterine contractions
and of platelet aggregation, maintaining the
open passageway of the fetal ductus
arteriosus; decreases T-cell proliferation and
lymphocyte migration and secretion of IL-1a
and IL-2

PGF2a

kidney, spleen,
heart

increases vasoconstriction,
bronchoconstriction and smooth muscle
contraction

Aktivitas Biologi Prostaglandin:


Eicosanoid

Major site(s) of
synthesis

PGH2

PGI2

Major biological activities

precursor to thromboxanes A2 and B2,


induction of platelet aggregation and
vasoconstriction

heart, vascular
endothelial cells

inhibits platelet and leukocyte aggregation,


decreases T-cell proliferation and
lymphocyte migration and secretion of IL-1a
and IL-2; induces vasodilation and
production of cAMP

Terimakasih
atas perhatiannya