Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN MINGGUAN

SATUAN OPERASI
ACARA V
PENGUKURAN BILANGAN REYNOLD UNTUK ALIRAN
PRODUK PANGAN CAIR

OLEH
LALU FIKRIADI ILHAM
J1A 013 063
KELOMPOK VII

PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PANGAN DAN AGROINDUSTRI
UNIVERSITAS MATARAM
2014

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakangn


Bilangan Reynold adalah perbandingan gaya-gaya yang disebabkan oleh
gaya inersia, gravitasi, dan kekentalan(viskositas). Aliran fluida dalam pipa,
berdasarkan besarnya bilangan reynold dibedakan menjadi aliran laminar, aliran
transisi, dan aliran torbulen. Bilangan Reynold

aliran digunakan untuk

menunjukkan sifat utama aliran, yaitu apakah aliran tersebut merupakan aliran
laminar atau turbulen, serta letaknya pada skala yang menunjukkan pentingnya
secara relative kecenderungan turbulen berbanding dengan laminar. Bilangan
Reynold aliran membeerikan hubungan antara inersia aliran dimana variable D
berhubungan dengan inersia aliran. Sementara viskositas . Dilihat sebagai
penyebut kepada tegangan geser viskos sehingga bilangan Reynold dilihat sebagai
rasio anatara daya inersia dengan gaya viskos aliran (Streeter. 2005).
Mekanika fluida adalah ilmu mekanika dari zat cair dan gas yang
didasarkan pada prnsip yang sama dengan prinsip yang dipakai pada zat aliran zat
cair di dalam pipa dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu aliran laminar
dan aliran turbulen. Aliran laminar adalah aliran yang bergerak dalam lapisanlapisan atau lamina-lamina, tukar menukar secara molekuler saja. Aliran turbulen
mempunyai gerakan partikel-partikel fluida yang sangat tidak menentu, dengan
saling tukar menukar momentum dalam arah melintang. Untuk menyatakan gerak
fluida adalah dengan mengikuti gerak partikel di dalam fluida. Kecepatan dari tiap
partikel fluida pada suatu titk tertentu adalah tetap,disebutkan bahwa aliran
bersifat tunak, pada suatu titik tertentu tisp partikel fluida akan mempunyai
kecepatan sama baik, besar, maupun arahnya ( Suharto, 2006). Oleh karena itu

praktikum ini dilakukan untuk mengetahui aliran-aliran yang melalui pipa kapiler
dan untuk menentukan kecepatan transisi antara kedua aliran.

1.2 Tujuan Praktikum


Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mempelajari aliran yang
melalui pipa kapiler dan untuk mengetahui arti aliran laminar dan turbulen dan
menentukan kecepatan transisi antara kedua aliran.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Apabila kecepatan suatu fluida yang mengalir dalam sebuah pipa


melampaui harga kritik tertentu (yang bergantung pada sifat-sifat fluida dan pada
radius pipa), maka sifat aliran menjadi sangat rumit. Di dalam lapisan sangat tipis
sekali yang bersebelahan dengan dinding pipa, disebut lapisan batas, alirannya
masih laminar. Kecepatan aliran dalam lapisan batas pada dinding pipa adalah nol
dan semakin bertambah besar secara uniform didalam lapisan itu. Sifat-sifat
lapisan bata sangat penting sekali dalam menentukan tahanan terhadap aliran, dan
didalam menentukan perpindahan panas ke atau dari fluida yang sedang bergerak
itu (Zemansky, 1982).
Pada aliran lambat, alirannya akan lebih tenang. Pada percobaan reynold
jenis aliran diperlihatkan dengan menambahkan zat pewarna pada air yang sedang
mengalir dan akan ditemukan bahwa air akan mengalir bersamaan dengan zat
warna tersebut dan searah dengan aliran cairan. Apabila kecepatan aliran cepat
terlihat bahwa aliran zat warna tenang tersebut akhirnya pecah sampai pada
akhirnya pada kecepatan yang sangat tinggi, zat warna ini akan mudah tercampur
dengan zat cair yang mengalir (Henderson, 1955).
Bila fluida (dikenal dengan istilah zat alir) mengalir sepanjang suatu
permukaan, baik alirannya laminar maupun turbulen, gerakan partikel-partikel di
dekat permukaan diperlambat oleh gaya-gaya viskos. Partikel-partikel fluida yang
berbatasan dengan permukaan melengket pada permukaan itu dan mempunyai
kecepatan nol relatif terhadap batas. Partikel-partikel fluida lainnya yang mencoba
untuk meluncur pada partikel-partikel yang disebutkan tadi akan terhambat
sebagai akibat interaksi antara fluida yang bergerak secara lebih cepat dan fluida

yang bergerak secara lebih lambat, yaitu suatu hal ikhwal yang menyebabkan
adanya gaya-gaya geser. Jarak dari tepi depan sampai titik dimana lapisan batas
menjadi turbulen disebut panjang kritik. Jarak ini biasanya disebutkan sebagai
suatu besaran tanpa dimensi yang disebut bilangan Reynolds (Frank, 1997).
Dalam mekanika fluida, bilangan Reynolds adalah rasio antara gayainersia
(vs) terhadap gaya viskos (/L) yang mengkuantifikasikan hubungan kedua gaya
tersebut dengan suatu kondisi aliran tertentu. Bilangan ini digunakan untuk
mengidentikasikan jenis aliran yang berbeda, misalnya laminar dan turbulen.
Namanya diambil dari Osborne Reynolds (18421912) yang mengusulkannya
pada tahun 1883. Bilangan Reynold merupakan salah satu bilangan tak
berdimensi yang paling penting dalam mekanika fluida dan digunakan, seperti
halnya dengan bilangan tak berdimensi lain, untuk memberikan kriteria untuk
menentukan dynamic similitude. Jika dua pola aliran yang mirip secara geometris,
mungkin pada fluida yang berbeda dan laju alir yang berbeda pula, memiliki nilai
bilangan tak berdimensi yang relevan, keduanya disebut memiliki kemiripan
dinamis (Anonim, 2009).
Kehilangan energi yang lebih besar yang muncul sebagai sebuah
konsekuensi dari hasil aliran turbulen seiring penambahan temperatur zat cair.
Kondisi ini dapat dikurangi dengan memperpanjang dengan menyediakan
penambahan ukuran pipa dengan tujuan mendapatkan aliran laminar (Agung,
2009).

BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat Praktikum

Praktikum ini dilaksanakan hari Minggu, 23 November 2014 di


Laboratorium Teknik dan Konservasi Lingkungan Fakultas Teknologi Pangan dan
Agroindustri Universitas Mataram.

3.2. Alat dan Bahan Praktikum


3.2.1 Alat Praktikum
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah satu set pipa
aliran kapiler, bak penampung, gelas ukur, dan stopwatch.
3.2.2 Bahan Praktikum
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah air dan
zat warna.

3.3. Prosedur Kerja

Adapun langkah-langkah kerja dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :


1. Disiapkan peralatan praktikum.
2. Dialirkan air di dalam pipa kemudian dicampur dengan zat pewarna.
3. Dilakukan percobaan untuk aliran laminar, transisi dan turbulen.

4. Di Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali ulangan.


5. Dihitung bilangan Reynold untuk setiap aliran.

BAB V
PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini dapat mengetahui atau mengenal macam-macam


aliran dalam pipa. Macam-macam aliran tersebut di antaranya adalah aliran
laminer yaitu aliran yang mempunyai kecepatan sedang atau konstan, aliran
Turbulen aliran yang sangat cepat dan bergelombang dan aliran transisi yaitu
aliran air dalam pipa kapiler yang mempunyai kecepatan gerakan air diantara
laminer dan Turbulen. Pada saat air mengalir kita bisa mengetahui suatu aliran
yang terjadi dengan menentukan besar kecilnya suatu tekanan.
Pada saat kita menentukan kecepatan aliran laminer, turbulen dan transisi kita
dapat menggunakan zat pewarna sebagai pembatas kecepatan air selama 1 menit.
Kecepatan air tergantung pada tekanan yang telah di tentukan. Pada saat
percobaan hendaknya harus memeriksa terlebih dahulu aliran pipa yang
digunakan apakah bocor atau tidak sebab apabila terjadi kebocoran akan
mengganggu kecepatan laju air.
Bilangan Reynolds adalah bilangan yang tidak berdimensi yang menunjukkan
sifat suatualiran sehingga besarnya tidak bergantung pada sistem yang dipakai.
Reynolds menunjukkan bahwa untuk kecepatan aliran yang kecil, zat warna akan
mengalir

dalam

satu

garis

lurus

seperti

benang/sumbu

pipa.

Bila kecepatan bertambah besar, benang warna akan mulai bergelombang dan
akhirnya pecah/menyebar pada seluruh aliran dalam pipa. Dari percobaan
Bilangan Reynold, terdapat 3 jenis aliran, yaitu aliran laminer, aliran transisi dan
aliran turbulen.
Aliran laminer adalah aliran fluida yang partikel-partikelnya bergerak secara
teratur, terjadi pada kecepatan rendah, fluida cenderung mengalir tanpa adanya
pencampuran lateral, berlapis-lapis seperti kartu, tidak ada arus tegak lurus arah

aliran, tidak ada pusaran dan mempunyai garis edar yang sejajar. Perpindahan
partikel ini tidak disertai dengan perpindahan momentum antara lapisan yang satu
dengan lapisan yang lainnya. Aliran laminer terjadi bila Re<2000. Dari pernyataan
tersebut, percobaan pertama yang memiliki Re sebesar 6850 termasuk kedalam
aliran laminer.
Aliran transisi adalah aliran yang terjadi pada tahap peralihan antara aliran
laminar danaliran turbulen. Secara visualisasi aliran transisi cenderung sulit
ditentukan. Aliran transisi memiliki ciri aliran yang bergelombang. Aliran transisi
terjadi bila Re sebesar antara 2000-4000. Dari pernyataan tersebut, percobaan
kedua yang memiliki Re sebesar 2240 termasuk ke dalam aliran transisi.
Aliran turbulen adalah aliran yang partikel-partikelnya bergerak tidak beraturan,
terjadi lateral mixing, secara keseluruhan arah aliran tetap sama, distribusi
kecepatan lebih seragam dengandisertai perpindahan momentum antara partikel
fluida yang bertumbukan dengankecepatan yang berubah dari titik ke titik pada
selang waktu tertentu. Pada saat keadaanturbulen, aliran akan terus bergolak yang
dimana golakannya berkisar antara 120% darikecepatan ratarata. Jika kecepatan
fluida melebihi harga tertentu, maka aliran menjadikompleks sehingga
didalamnya terjadi pusaran-pusaran yang disebut vorteks dan hambatanmenjadi
lebih besar. Aliran turbulen terjadi bila nilai Re >4000. Maka, dari pernyataan
tersebut, percobaan ketiga yang memiliki Re sebesar 10950 termasuk kedalam
aliran turbulen.

BAB VI
PENUTUP

Kesimpulan

Dari hasil pengamatan dan pembahasan dapat ditarik beberapa kesimpulan


sebagai berikut :
1. Jenis aliran suatu fluida ada 3 yaitu aliran laminer, transisi dan aliran turbulen.
2. Perhitungan bilangan Reynold dilakukan untuk mengidentifikasi jenis aliran
suatu fluida yang mengalir pada pipa kapiler.
3. Aliran laminar memiliki bilangan reynold kurang dari 2000, aliran transisi
memiliki bilangan reynold antara 2000 hingga 4000 dan aliran turbulen
memiliki bilangan Reynold lebih dari 4000.
4. Kecepatan dan kekuatan aliran sangat berpengaruh terhadap tipe aliran yang
terjadi.

6.1. Saran

Dalam peraktikum sebaiknya dilakukan secara teliti agar tidak terjadi


kesalahan dalam melakukan peraktikum.

DAFTAR PUSTAKA

Agung. 2009. Petunjuk Praktikum Satuan Operasi. Universitas Mataram.


Mataram.
Anonim. 2009. Metode Penenlitian Air. Usaha Nasional. Jakarta.
Frank.1997. Teknologi Kimia II. Pradnya Paramita. Jakarta
Henderson. 1955. FISIKA. Erlangga. Jakarta.
Zemansky. 1982. Teknologi Pangan. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan ini dibuat sebagai syarat untuk menyelesaikan mata kuliah satuan
operasi.

Mataram, 26 November 2013

Mengetahui,
Co. Assisten Praktikum Satuan Operasi

Praktikan,

RUDI ANSHORI

LALU FIKRIADI ILHAM

NIM. J1A 012 119

NIM. J1A 013 063