Anda di halaman 1dari 23

OBAT ANALGETIK

NAMA OBAT

EFFICACY
FK

FD

SAFETY
(Efek Samping)

SUITABILITY
Indikasi - KI

COST
Interaksi

NON-OPIOID
ASETAMINOFEN
Parasetamol
Sediaan tablet
500 mg (dewasa
sehari 3-4x 1
tablet, anak 612th sehari 2-3x
-1 tab)
Parasetamol
120mg/5ml
(dws sehari 3x4
sdt, ank 2-6th
sehari 3x1 sdt,
6-12 th sehari
3x2 sdt, dosis
untuk anak 1015mg/kgBB/kali.

Konsentrasi
tertinggi dalam
waktu jam,
T1/2 1-3 jam
25% berikatan
dengan protein
plasma

Penghambat sintesa
prostaglandin di
hipotalamus

Hepatotoksik (dosis
besar terapi jangka
panjang),
keracunan akut
(dosis tunggal lebih
dari 4 gram),
anemia hemolitik,
ruam pada kulit,
trombositopenia.

Indikasi :
- antipiretik dan
analgesik (untuk
meringankan sakit
kepala, nyeri otot
dan menurunkan
panas)
Kontra indikasi :
gangguan fungsi hati
berat, hipersensitif
terhadap
parasetamol

Parasetamol diduga dapat


menaikan aktivitas koagulan
dari kumarin

Parasetamol
Sirup 60 ml (Rp
10.000).
Dus 100 tab Rp
15.000
Dagang
paraco,paradyn,
panadol, pamol,
pamokid.

NON SELEKTIF COX


Aspirin
(acetylsalicylic
acid)
Dosis :
Antipiretik:
Dewasa: 325-

PO :
onset = 5-30
menit
peak effect = 12 jam
waktu paruh:

Pemberian per
oral, diabsorbsi
dalam bentuk
utuh di usus
Distribusi: ke
seluruh

Mual, gangguan GI
tract, rhinitis
vasomotor, urtikaria,
edema
angioneurotik, reaksi
alergik,

Indikasi :
- antipiretik
- Analgesic: sakit
kepala, nyeri sendi,
nyeri haid, neuralgia
- demam reumatik

Sediaan :
Tablet
100mg(anak),
tablet 500mg
(dewasa)

Merek dagang :
astika: 100mgx10
(38.500)
ascardia:
80mgx10x10 (71.
Sediaan :

650mg
Anak: 1520mg/kgbb

15 menit
durasi= 3-6 jam

Demam rematik:
dewasa: 5-8g
perhari, 1g
perkali
Anak: 100125mg/kgbb/hari
Tiap 4-6jam

Ibuprofen
dosis
dewasa sehari 34x 200 mg
anak-anak 20 mg /
kgBB/ hari

Farmakokinetik
=
peak effect = 12 jam
waktu paruh: 2
jam

jaringan tubuh hipoprotombinemia


dan cairan
pada pemakaian
transeluler,
jangka panjang.
mudah
menembus
sawar darah
otak dan sawar
uri
Metabolisme:
banyak
jaringan,
terutama
mikrosom dan
mitokondria
hati
Ekresi: melalui
ginjal, sebagian
kecil melalui
keringat dan
empedu
Farmakodinamik eritema kulit
Absorbsi cepat
sakit kepala
dilambung
trombositopenia
90% terikat
ambliopia toksik
dengan protein
yang reversible
plasma
Ekskresi
berlangsung cepat
melalui urin

akut
- arthritis reumathoid
- mencegah inark
miokard

Tablet
100mg(anak),
tablet 500mg
(dewasa)
500)

Kontra indikasi :
- Tukak peptic
- Hipoprotombinemia
- hemofilia

indikasi : analgesik
- arthritis reumathoid
- mialgia
- sakit kepala
- reumatik
Kontra indikasi :
-Wanita hamil dan ibu
menyusui

Interaksi :
- Aspirin:
mengantago
nis efek
aspirin
trhadap
trombosit
sehingga
meniadakan

dofen: tab
400mgx100
(32.000)
Ethifen: sirup
100mg/5mlx60mlx1
(15.000)

- ulkus peptic
- asma
- rhinitis, urtikaria

Indometasin:
Dosis: 2-4kali
25mg sehari
Reumatik: 50100mg sebelum
tidur
Kontra indikasi :
- anak2
- ibu hamil
- pasien
gangguan
psikiatri

Waktu paruh:
2-4 jam

Farmakodinamik
=
- Absorbsi
pemberian
oral cukup
baik
- Terikat
dengan
protein
plasma
- Metabolisme
di hati
- Ekskresi dlm
bentuk asal

Nyeri abdomen,
diare, perdarahan
lambung,
pankreatitis
- Sakit kepala
hebat, pusing,
depresi
- Agranulositosis,
anemia aplastik,
trombositopenia
- Vasokontriksi
pembuluh darah
- Alergi, urtikaria,
gatal, asama

Indikasi : reumatoid
artritis,
Anti inflamasi
Analgesik-antipiretik
Spondilitis ankilosa
Osteoartritis tungkai
Kontra indikasi :
- anak2
- ibu hamil
- pasien gangguan
psikiatri
- penyakit lambung
-

efek
kardioprotekt
if
- Warfarin:
gangguan
funsi
trombosit
yang
memperpanj
ang masa
perdarahan
- Furosemid
dan thiazid:
mengurangi
efek diuresis
Interaksi :
Dialon: kapsul
- thiazid dan
100mgx100
furosemid:
(161500)
mengurangi efek
natriureti dan
diuretik
- obat beta
blocker:
memperlemah
efek hipotensif

penyakit
lambung

atau
metabolit
melalui urin
atau empedu

hierkalemia

SELEKTIF COX-2
Celecoxib
Dosis dewasa:
100-200 mg bid
Anak: belum
tentu aman
dikonsumsi

Valdexocib
Dosis :
20 mg 2x1

PO :
onset = 15-30
menit
peak effect = 30
menit
durasi = 1-3 jam

Waktu paruh 811 jm


Ekskresi melalui
urin 90%

Menghambat
COX 2 secara
selektife,
sehinngga
memiliki efek
analgesic,
antipiretik, anti
inflamasi namun
efek samping
pada saluran
cerna berkurang.

Farmakodinamik
= Menghambat
COX 2 secara
selektife,
sehinngga
memiliki efek
analgesic,
antipiretik, anti
inflamasi namun
efek samping

Nyeri
abdomen
Diare
Dyspepsia
Ruam kulit
Ulecer dan
perdarahan
saluran cerna

Resiko
kardiovaskuler
Sindrom steven
johnshon
Mulut kering
Hipertensi
Anemia
Gangguan git

Indikasi :
- Rhematoid artritis
- Osteo arthritis
Kontra indikasi :
- Reaksi alergi
terhadap
sulfonamide
- Urtika
- asma
- Wanita menyusui

Flukonazol :
meningkatkan
konsentrasi
plasma celecoxib

Indikasi : ostheoathritis
Rhematoid athtritis
dimenore

Interaksi :
Obat obat
penginduksi atau
penghambat c
450

Kontra indikasi :
- IMA
- Pasien DVT
- Hipertensi tidak
terkontrol
- Alergi sulfonamide

Litihium :
menurunkan
celarence lithium

Merek dagang :
celebrex 100mg,
200 mg)
ds : OA: 1x
200/2x100/ hr
Rhematoid
atrhtritis: 2x100200mg/hr
Rp: 258,570

Dosis
OA dan RA: 1x 1020 mg
Merek dagang :
BEXTRA

pada saluran
cerna berkurang.
Lumiracoxib

Farmakokinetik
:
Lumiracoxib
baik di absorbs
di GIT
Terikat protein
plasma 98%
Termetabolisme
dihepar
54% ekskresi
urin, 43% d
feses

Farmakodinamik :
Menghambat COX
2 secara selektife,
sehinngga
memiliki efek
analgesic,
antipiretik, anti
inflamasi namun
efek samping
pada saluran
cerna berkurang.
Namun memiliki
efek hepatotoksik

Efek samping :
- Shok
anaphlatktik
- Liver toxic:
Nausea, vomit,
abdominal pain,
dark urine,
jaundice

Ulcus peptikum

Indikasi:
Nyeri akut sampai
sedang
Kontra indikasi :
IMA
Gangguan fungsi hepar
dan ginjal
Cerebrovaskuker
disease
asma

Interaksi obat:
menghambat
sitokrom p450,
dilaporkan
berinteraksi dgn
warfarin,
fenitoin,
diazepam.

Dosis dan sediaan :


400 mg, 1x1
Nama dagang :
prexige

OPIOID
AGONIS KUAT
Morfin
Dosis :
Nyeri akut:
anak :
- po: > 6bln BB
<50 kg : 0.15-0.2
mg/kgBB tiap 34 jam
- im, iv: 0.1-0.2

PO :
- onset = 15-30
menit
- peak effect = 30
menit
- durasi = 4 jam
- t = 2 jam

- Bekerja sebagai
agonis reseptor
pada reseptor
- morfin memiliki
afinitas lebih
lemah terhadap
reseptor dan
- Efek morfin pada
system syaraf
pusat mempunyai

- Idiosinkrasi : timbul
eksitasi dengan tremor
dan jarang delirium
- alergi : dapat timbul
urtikaria, eksantem,
dermatitis kontak,
pruritus, dan bersin
- intoksikasi akut : pasien
akan tidur, sopor, atau
koma jika intoksikasi

Indikasi :
- terhadap nyeri : untuk
meredakan nyeri hebat.
morfin sering
diperlukan untuk nyeri
yg menyertai : infark
miokard, neoplasma,
kolik renal atau kolik
empedu, oklusio pemb.
darah perifer, pulmonal

- Efek depresi SSP


dapat diperpanjang
oleh fenotiazin,
mono amin
inhibitor, dan anti
depresi trisiklik.
- fenotiazin
meningkatkan efek
sedasi, tapi
meningkatkan

Sediaan :
Morfin sulfat 10
mg ; 15 mg ; 30 mg
; 60 mg

Merek dagang :
MST Continus
(tab 10 mg x 60 Rp
531.000),

mg/kgBB tiap 34 jam


dewasa:
- po:10-30
mg/kgBB tiap 4
jam
- im: 5-10
mg/kgBB tiap 4
jam
- iv: 2.5-5
mg/kgBB tiap 34 ja m

Meperidin
(Petidin)
Anak
- po, im, iv : 1-1.5
mg/kgBB/dosis
tiap 3-4 jam

dua sifat yaitu


depresi (analgesia,
sedasi, perubahan
emosi,
hipoventilasi
alveolar) dan
stimulasi
(stimulasi
parasimpatis,
miosis, mual
muntah, hiper
aktif reflek spinal,
konvulsi dan
sekresi hormone
anti diuretika
(ADH))
- pada kulit
menyebabkan
pelepasan
histamin kulit
tampak merah
dan terasa panas
terutama di flush
area (muka, leher,
dan dada bagian
atas)
Farmakokinetik = Farmakodinamik
IM: Peak effect :
- bekerja sebagai
45 menit
agonis reseptor
PO:
- efektifitas
- 50% obat
meperidin 75-100
mengalami first
parenteral kurang

cukup berat. frek. napas


:2-3x/menit, cheyne
stokes. pupil sangat kecil
(pin point pupils)
- pada bayi mungkkin
timbul konvulsi
- kematian biasanya
disebabkan oleh depresi
napas.

Efek samping :
- ES biasanya berupa
pusing, berkeringat,
euforia, mulut kering,
mual, muntah,
perasaan lemah,

atau koroner,
perikarditis akut, nyeri
akibat trauma (luka
bakar, fraktur, nyeri
pasca bedah

Kontra indikasi :
- depresi pernapasan
- penyakit penyumbatan
saluran napas
- penyakit hati akut

Indikasi :
- diindikasikan untuk
tindakan diagnostik
seperti : sitoskopi,
pielografi retrograde,
gastrokopi, dan

antianalgetik
meningkatkan
jumlah opioid yg
diperlukan u/
menghilangkan nyeri
- dosis kecil
amfetamin
meningkatkan efek
analgetik dan
euforia morfin dan
dapat mengurangi
efek sedasinya
- terdapat sinergi
analgetik antara
opioid dan obat2
aspirin
Sediaan :
Suspensi 60ml
(200mg/5ml)
Tab kunyah 400mg

(tab 15 mg x 60 Rp
792.000),
(tab 30 mg x 60 Rp
1.425.000)

Interaksi :
- nalokson dapat
mencetuskan
konvulsi pada pasien
yg mendapat dosis
besar meperidin

Sediaan :
tablet 50 dan 100
mg ; suntikan
10 mg/ml,
25 mg/ml,
50 mg/ml,

Dewasa:
- po : 50 mg tiap
3-4 jam
- im : 50-75 mg
tiap 3-4 jam
- slow iv : 5-10
mg tiap 5 menit
bial diperlukan

Metadon
Acut pain
- po, iv : 2.5-10
mg tiap 8-12
jam
analgesic (pain)
- po : 0.1-0.2
mg/kgBB tiap 48 jam

pass
lebih sama
metabolisme
dengan morfin 10
- onset: 15 menit
mg.
- peak effect : 1-2 - meperidin tidak
jam
boleh dipakai
- 60% meperidin
bersama alkohol
terikat protein
atau hipnotikplasma
sedatif karena
- durasi: 3-5 jam
kombinasi obat- t : 3 jam
obat ini dapat
- bioavaibilitas :
menyebabkan
40-60%
depresi saluran
efektifitas po
napas
dari pemberian
parenteral
- metabolisme di
hepar pada
pasien sirosis
biovaibilitas
memanjang
sampai 80% dan
t juga
memanjang
Farmakokinetik
Farmakodinamik
- onset iv: 10
Efek analgetik 7.5menit, po: 30
10 mg metadon
menit
sama kuat dengan
- peak efek : 4
efek 10 mg morfin
jam
- t : 1- 1 hari

gangguan
penglihatan, palpitasi,
disforia, sinkop, dan
sedasi
bisa menyebabkan
depresi pernapasan
(RR <10x/menit)
hipotensi ortostatik :
turunnya tekanan
darah ketika bangun
dariposisi duduk atau
berbaring

pneumoesensefalografi
karena masa kerjanya
lebih pendek dari morfin
- digunakan untuk
analgesia obstetrik
karena kurang
menyebabkan depresi
napas pada janin

Efek samping :
- Efek samping berupa
perasaan ringan, pusing,
kantuk, fungsi mental
terganggu, berkeringat,
pruritus, mual, dan
muntah
- berkurangnya ventilasi
pulmonal

Indikasi :
- Analgesik, indikasi sama
dengan morfin
- metadon digunakan
untuk pengganti morfin
atau opioid lain (misal
heroin) untuk mencegah
atau mengatasi gejala
putus obat yg

Kontra indikasi :
- KI meperidin menyerupai
KI terhadap morfin dan
opioid lain

secara berulang
- bila terjadi
perangsangan
terhadap meperidin,
obat dihentikan
digant dengan
opioid lain (misal
morfin), dan
ditambahkan anti
konvilsan
benzodiazepin bila
perlu.

75 mg/ml,
100 mg/ml

Interaksi :
- obat yang dapat
meningkatkan kadar
methadon dalam
plasma : SSRI
(khususnya
Fluvoxamine)
Ketaconazole,
Antikonvulsan

Sediaan :
- Tablet 5-10 mg
- Suntikan dalam
ampul atau vial
dengan kadar
10mg/ml

Merek dagang :
Fentanyl
Komposisi :
fentanyl
Amp 5mcg/ml x 10
ml x 5 Rp328.200

Merek dagang :

- 0.1 mg/kgBB
tiap 4-8 jam

ditimbulkan oleh obatobat tersebut


- antitusif tapi tidak
dianjurkan karena efek
adiksi
Kontra indikasi :
- akut abdomen
- trauma kepala
- kerusakan paru-paru
berat
- gangguan hati
- spasme saluran
empedu dan kencing

(Fenitoin,
karbamazepin) Rifampisin ARV :
Nevirapine,
efavirens
- Efek potensiasi
dengan metadon :
Benzodiazepin,
alkohol, dan
depresan SSP lain
Antidepresan
Trisiklik

Methadose
5 mg (20) Rp
113.300
10 mg (20) Rp
119.900

Interaksi obat :
-Jangan diberikan
bersama-sama
dengan penghambat
MAO dan dalam
jangka waktu 14 hari
setelah pemberian
penghambat MAO.
-Hendaknya hati-hati
dan dosis dikurangi,
apabila digunakan
bersama-sama
dengan obat-obat
depresan lain,
anestetik, tranquilizer,
sedatif, hipnotik dan
alkohol.

Dosis dan sediaan


:
Sebagai antitusif :
-Dewasa 10-20
mg, tiap 4 - 6 jam
sesuai kebutuhan,
maksimum 60 mg
perhari.
-Anak6-12tahun:510 mg, tiap 4 - 6
jam, maksimum 60
mg perhari.
-Anak 2-6 tahun:1
mg/kg BB perhari
dalam dosis
terbagi,
maksimum 30 mg

AGONIS LEMAH-SEDANG
KODEIN

Sebagai analgesik:
-Dewasa : 30 - 60
mg, tiap 4 - 6 jam
sesuai kebutuhan.
-Anak-anak:0,5
mg/kg BB, 4-6 kali
sehari

Farmakokinetik :
Memiliki effikasi
<< dari morfin
Absorbsi oral 75%
dg bioavaibilitas
40-70%
Lama kerja obat
3-5 jam dg T1/2 3
jam,10% dri dosis
mengalami
demetilasi mjd
morfin

Farmakodinamik :
- analgesik agonis
opioid
-Kodein dapat
meningkatkan
ambang rasa nyeri
dan mengubah
reaksi yang timbul
di korteks serebri
pada waktu
persepsi nyeri
diterima dari
thalamus.
-Kodein juga
merupakan
antitusif yang
bekerja pada

Efek samping :
-Dapat menimbulkan
ketergantungan.
- Mual, muntah,
idiosinkrasi, pusing,
sembelit.
-Depresi pernafasan
terutama pada penderita
asma, depresi jantung dan
syok.

Indikasi : analgesik dan


antitusif (Pengobatan
simtomatik batuk kering
selama bronkhitis, flu,
radang saluran
pernapasan karena alergi
atau infeksi)

Kontaindikasi : Asma
bronkial, emfisema paruparu, trauma kepala,
tekanan intrakranial yang
meninggi, alkoholisme
akut.

susunan saraf
pusat dengan
menekan pusat
batuk.
-Kodein jrg
digunakan
tersendiri ttpi
dikombinasi dlm
sediaan aspirin/
asetaminifen

-Tranquilizer terutama
fenotiazin bekerja
antagonis terhadap
analgesik opiat agonis
-kombinasi dgn
parasetamol jadi
analgesik kuat

perhari.
-Sebagai antitusif
tidak dianjurkan
untuk anak di
bawah 2 tahun.
Codein 10 mg 250
tablet Rp 112.148

Interaksi obat:
- pada pasien yg
mendapat inhibitor
MAO dapat
menyebabkan reaksi
yg tidak diinginkan
- bila digunakan
bersama alkohol,
antihistamin,
sedatif/hipnotik bisa
menyebabkan
depresi SSP
- dapat mencetuskan
gejala putus obat
pada pasien yg
mengalami
ketergantungan fisik
thd analgetik opioid
dan belum
didetoksifikasi
Interaksi obat :

Sediaan :
Larutan 30 mg/ml
dalam vial 1 ; 1.5 ;
2 dan 10 ml

AGONIS PARSIAL
Pentazosin
Analgesik
Anak :
- im 5-8 th : 15
mg
im 8-14 th : 30
mg
- po : > 12 th
sama seperti
dosis dewasa
Dewasa :
- po : 50 mg tiap
3-4 jam
- im : 30-60 mg
tiap 3-4 jam
- iv : 30 mg tiap 34 jam

Farmakokinetik : Farmakodinamik :
- peak efek im : i5 - antagonis lemah
menit, po : 12
reseptor , tapi
jam
agonisn kuat
- durasi im : 2-3
reseptor ,
jam
sehingga tidak
- Mengalami first
mengantagonis
pass
depresi napas
metabolisme
oleh morfin
- dimetabolisme - efek pada saluran
di hati,
cerna mirip
diekskresi
opioid, sedangkan
sebagai
pada uterus mirip
metabolit di
miperidin
urin

Efek samping :
- Pada dosis 60-90 mg
dapat menyebabkan
disforia dan
psikotomimetik
- penyuntikan berulang
pada tempat yang sama
dapat menyebabkan
abses steril, ulserasi, dan
jaringan parut

Indikasi:
- Untuk nyeri sedang,
tetapi kurang efektif
dibandingkan morfin
untuk nyeri berat.
- digunakan untuk
medikasi praanastetik.

Butorfanol

Farmakokinetik :

Efek samping :

Indikasi :

Farmakodinamik

Kontraindikasi :
- Bila digunakan untuk
analgesia obstetrik bisa
mengakibatkan depresi
napas
- trauma kepala,
peningkatan TIK
- gagal ginjal, hati atau
paru
- hati-hati pada lansia
kurangi dosis

Merek dagang :
Solution : talwin
30 mg/ml (10) Rp
744.200

Merek dagang :

Nyeri akut
- Im : 2 mg dapat
diulang 3-4 jam
- iv : 1 mg dapat
diulang 3-4 jam
- intra nasal
(spray) : 1 spray
( mg/ spray)

- onset, peak
efek, dan durasi
mirip dengan
morfin
- t : 3 jam

- bekerja pada
reseptor dan

- ES utama adalah kantuk,


rasa lemah, berkeringat,
rasa mengambang, dan
mual
- kadang terjadi gangguan
kardiovaskuler yaitu
palpitasi
- gangguan kulit rash

- efektif untuk mengatasi


nyeri akut pasca bedah
- efektif untuk medikasi
praanastetik akan tetapi
efek sedasinya lebih kuat
daripada miperidin

Efek samping :
Hipotensi, hipertensi,
takikardi, dispnea.

Indikasi:
-depresi nafas akibat
overdosis opioid cth: bayi
dilahirkan oleh ibu yg
mendapat opioid sewaktu
persalinan,tentamen
suicide akibat opioid.

Kontra indikasi :
Tidak dianjurkan untuk
nyeri yg menyertai infark
miokard akut

- pada pasien yg
mendapat inhibitor
MAO dapat
menyebabkan reaksi
yg tidak diinginkan
- bila digunakan
bersama alkohol,
antihistamin,
sedatif/hipnotik bisa
menyebabkan
depresi SSP
- dapat mencetuskan
gejala putus obat
pada pasien yg
mengalami
ketergantungan fisik
thd analgetik opioid
dan belum
didetoksifikasi

Solution :
butorphanol
tartrate 10 mg/ml
(2.5) Rp 569.900

Interaksi obat:
Bisulfit, metabisulfit

Sediaan :
parenteral iv, im,
sk 0,4 mg/ml.

ANTAGONIST OPIOID
Nalokson
Dwsa: 0,4-2 mg
diulang dgn
intervL 2-3 mnt
tdk respon : 10
mg.
Neonatus : 0,01
mg/kgBB iv, im, sk
diulang 3-5 mnt

Farmakokinetik:
-Parenteral secara
IV, IM
-Oral first pass
metabolism
-T1/2 : 1 jam dgn
masa kerja 1-4
jam (durasi
singkat)

Farmakodinamik:
-Antagonis
kompetetif
reseptor , k, tp
affinitas lebih >>
reseptor .

0,4 mg/ml x 2ml x


5 ampul ( Rp.
350.000)

Naltrekson

Farmakokinetik:
Diabsorpsi baik
peroral
T1/2 10 jam

Farmakodinamik:
Antagonis
kompetetif
reseptor , k, tp
affinitas lebih >>
reseptor .

Efek samping :
Mual, muntah, sakit
kepala, gugup, lelah,
cemas, somnolen

Indikasi:
Terapi ketergantungan
alkohol, utk memblokir
efek farmakologi sesudah
pemberian opiat,
tambahan terapi
detoksifikasi
ketergantungan obat.

Interaksi obat :
Tioridazin , preparat
mgd opiat

Kontraindikasi :
sedang mendapat
analgesik opiat, riwayat
sensitif thd
naltrekson,hepatitis akut
atau gagal hati

Dapat diberi:
Peroral
Alkoholisme: 50
mg 1x/hari,
detoksifikasi: 50
mg/ hari 7-10 hri,
terapi
ketergantungan
obat: awal 25 mg,
jika tdk ada gjla
putus obat dlm
wktu 1 jam diberi
dosis awal 50 mg
Tab 50 mg x 5 ( Rp.
198.000)

OBAT ANTI INFLAMASI STEROID


NAMA OBAT

EFFICACY

FK
KORTIKOSTEROID
Hydrocortisone
- Pemberian
corticostero
ids pd
konsentrasi
fisiologis
selama
minimal 2

FD
-

Menghamb
at aktivasi
T-cell dan
produksi
sitokin.
Menghamb
at

SAFETY
(Efek Samping)
Efek samping :
Osteoporosis,
DM, sindroma
chushing,
adrenokotikal
insufisiensi, gg
penyembuhan

Indikasi - KI
Indikasi :
Menekan reaksi
radang pada
kulit yang
bukan
disebabkan
infeksi, alergi

SUITABILITY
Interaksi
- Ketokonazol suatu antifungal
menghambat steroidogenesis
karena menghambat enzim CYP17
(17 alfa hidroksilase)
Mifeprislon menghambat
mekanisme umpan balik
sehingga meningkatkan ACTH

COST

Dosis :
Dewasa :
oleskan sehari 2
3x
Sediaan :
- Bentuk oral :

minggu
akan
menekan
HPA axis,
shg terjadi
penurunan
endogenou
s
hormones.
Recovery
setelah 912 bulan.
- Metabolism
e Hepar :
Hepar :
tempat
inaktivasi /
metabolism
e utama
GC. GC
dimetabolis
me oleh
enzim
cytochrome
P450 3A4
25% GC
diekskresi
bersama
empedu &
feces.

degranulasi luka, retensi


mast cell.
cairan, edema,
Menurunk hipertensi
an
permeabilit
as kapiler
secara
tidak
langsung
akibat
hambatan
pada mast
cells dan
basophils.
Menurunk
an ekspresi
cyclooxyge
nase II
(COX2) dan
sintesa
prostaglan
din.
Induksi
sintesa
lipocortin1
hamb
enz
fosfolipase
A2 me

kulit seperti
dermatitis
atopic/kontak,
neurodermatiti
s
Kontraindikasi :
Akne, rosasea,
dermatitis
perioral,
menyusui

dan kortisol

5-20 mg
- Parenteral :
25, 50
mg/mL
(suspensi)
- Topikal : 0,12% (krim,
salep, losion)
- Topikal pada
mata : 0,2%
(suspensi,
salep)
Merek Dagang :
Berlicort
tube 5g krim
Rp.7.950

Cortisone

- Renal
Clearance
75 %
metabolit
GC
diekskresi
bersama
urine.
- Duration of
bilogic
activity (h)
8-12
Elimination
half life (h)
1,5 2,0
- Diabsorbsi
cukup baik
melalui
kulit, sakus
konjungtiva
dan ruang
sinovial
- Untuk
mencapai
kadar tinggi
dengan
cepat
dalam
cairan

kadar
prostaglan
din,
leukotriene
and
platelet
activating
factor(PAF)

Sama dg di atas

Efek samping :
Osteoporosis,
DM, sindroma
chushing,
adrenokotikal
insufisiensi, gg
penyembuhan
luka, retensi
cairan, edema,
hipertensi

Indikasi :
Menekan reaksi
radang pada
kulit yang
bukan
disebabkan
infeksi, alergi
kulit seperti
dermatitis
atopic/kontak,
neurodermatiti
s
Kontraindikasi :

- Metirapon menghambat kerja


enzim 11--hidroksilase reaksi
berhenti pada pembentukan 11desoksikortisol, yg tidak mempunyai
efek penghambatan terhadap
ekskresi ACTH pada org N dpt
menimbulkan pe sekresi ACTH
dan ekskresi 11-desoksikortisol
suatu 17-hidroksikortikoid
- Aminoglutemid menghambat
konversi kolesterol menjadi -5pregnenolon gg.produksi kortisol,
aldosteron dan seks steroid
- Ketika cortisone diberikan

Sediaan :
- Bentuk oral :
5 25 mg
- Parenteral :
25, 50
mg/mL
(suspensi)
Merek Dagang :
Corthone

tubuh
diberikan
scr IV
Untuk
mendapatk
an efek
lama
diberikan
scr IM
Penggunaa
n jangka
panjang /
pada
daerah kulit
yang luas
dapat
menyebabk
an efek
sistemik,
antara lain
supresi
korteks
adrenal
90% terikat
dg protein
plasma
(globulin
dan alumin)
70%
diekskresi

Akne, rosasea,
dermatitis
perioral,
menyusui

bersamaan dengan kalium-depleting


diuretik, pasien harus diperhatikan
dengan seksama untuk
pengembangan hipokalemia
Fenitoin, fenobarbital, efedrin,
dan rifampisin dapat
meningkatkan clearance
metabolik cortisone
mengakibatkan kadar darah
menurun dan aktivitas
fisiologis berkurang
membutuhkan penyesuaian
dalam dosis cortisone

Prednisone
Dosis :
- Dewasa :
sehari 1-4
tab, max.
Sehari 2x tab
Kemudian
dikurangi
bertahap
sampai dosis
efektif
terendah
untuk terapi
pemeliharaa
n
- Anak : sehari
1-2 mg/kgBB
dalam 3-4
dosis terbagi

mengalami
metabolism
di hepar
- Duration of
bilogic
activity (h)
8-12
Masa paruh :
1,5 jam
- Sama
dengan
hidrokortiso
n
- Prodrug
yang
dengan
cepat
diubah
menjadi
prednisolon
bentuk
aktifnya
dalam
tubuh
- Duration of
bilogic
activity (h)
12-36
- Elimination

Sama dg di atas

Efek Samping :
Moonface,
osteoporosis,mu
al, anoreksia,
nyeri otot,
gelisah, iritasi
lambung,
hipernatremia,
hiperkalemia,
gg.tidur (pada
awal terapi)

Indikasi :
pengobatan
pada kasus
alergi,
inflamasi,
rematik,
penyakit yang
berkaitan
dengan kolagen
dan kulit
Kontra indikasi
:
Hipersensitivita
s, tukak
peptic,tubercul
osis aktif,
osteoporosis,
gg.syaraf,
gg.ginjal,

- Yang dapat menghambat sekresi


antara lain metirapon (metopiron)
dan aminoglutetimid
Sama dg di atas

Sediaan :
Bentuk oral
:tablet 5 mg
Generik :
Prednisolon
Dus 1000 tab 5
mg Rp 34.600
Merek Dagang :
Erlanison
botol 1000 tab
Rp 88.000

half life (h)


2,5 3,5

Prednisolone
Dosis :
- Dewasa :
sehari 4-6
tab
pemeliharaa
n, sehari 4 tab
1-4 kapl
sehari, dosis
diturunkan
scr bertahap
sampai dosis
terendah
efektif

- Sama
dengan
hidrokortiso
n
Duration of
bilogic activity
(h) 12-36

gg.hepar,
jantung, infeksi
fungsi sistemik,
herpes simplek
okuler, DM,
hipertensi,
hamil
-

Sama dg di
atas

Efek Samping :
Wajah bulan,
sukar tidur

Indikasi :
Alergi,
peradangan,
dan peny.lain
yang
membutuhkan
pengobatan
dengan
glukokortikoid
spt rematik,
asma bronkial,
peny.kolagen,
peny.kulit
Kontraindikasi :
TBC aktif,
gg.saraf, tukak
lambung,
herpes simplek,
mata erupsi,
eksantema

- Yang dapat menghambat sekresi


antara lain metirapon (metopiron)
dan aminoglutetimid
Sama dg di atas

Sediaan :
Bentuk oral :
tablet 5 mg
Merek Dagang :
Pehacort
botol 1500
tab

Methylprednisol
one
Dosis :
- Dewasa oral :
awal sehari
4-48 mg sbg
dosis tunggal
atau terbagi.
Sklerosis
multiple
sehari 160
mg selama 1
minggu,
kemudian 64
mg tiap 2
hari 1x dalam
1 bulan
- Anak oral:

- Sama
dengan
hidrokortiso
n
- Duration of
bilogic
activity (h)
12-36
Elimination
half life (h)
3,3

Sama dg di atas

Efek Samping :
- Gg elektrolit
dan cairan
tubuh,
kelemahan
otot,
penurunanre
sistensi
terhadap
infeksi, gg
penyembuha
n luka,
meningkatny
a tekanan
darah,
katarak,
gg.pertumbu
han pada

akut, wanita
hamil 3 bulan,
DM, gg.jantung,
hipertensi,
gg.ginjal dan
osteoporosis
hanya dapat
diberikan
dengan
pengawasan
yang ketat
Indikasi :
- Abnormalit
as fungsi
adrenokortikal,
peny.kolage
n, keadaan
alergi dan
peradangan
pada kulit
dan sal
pernafasan
tertentu,
peny.hemat
ologik,
hiperkalse
mia yang
berhubung

- Yang dapat menghambat sekresi


antara lain metirapon (metopiron)
dan aminoglutetimid
- Sama dg di atas
Jika pasien pada saat yang
sama menerima antibiotik
lainnya (eritromicin,
ketokonazole, esterogen atau
olahan yang mengandung
estrogen) dosis
metylprednisolon dianjurkan
utk diturunkan karena
metilprednisolon
dimetabolisme di hati,
kemungkinan tetap bahwa
pemberian bersamaan obat
hepatically dimetabolisme
lainnya dapat menyebabkan

Sediaan :
- Bentuk oral :
4 mg, 8 mg,
16 mg
- Parenteral :
40 mg/mL
Generik :
Methylpredniso
lon
10 x 10 tab 4
mg Rp. 47.727;
8 mg
Rp.64.166; 6
mg Rp.128.334
Merek Dagang :

insufisiensi
adrenokortik
al sehari
0,117
mg/kgBB
atau sehari
3,33 mg/m2
luas
permukaan
tubuh dlm
dosis terbagi
3
Dewasa vial :
10-40 mg
IM/IV. Untuk
dosis tinggi
30 mg/kgBB
selama min
30 mnt scr IV.
Dosis dpt
diulangi tiap
4-6 jam
Bayi dan
anak vial :
sehari 0,117
mg/kgBB scr
IM dg
interval 2
hari

anak,
insufisiensi
adrenal,
sindroma
chushing,
osteoporosis
, tukak
lambung
-

an dengan
kanker,
inflamasi
kolon,
peny.hati,
peradangan
nonreumatik.
Sebagai
terapi
tambahan
untuk
penyakit
neoplasma.
Sindrom
nefrotik
Neurotrau
ma (luka
pada tulang
belakang)
Kondisi
peradangan
pada mata
Perikarditis
Polip
hidung
Pengobatan
dan
pencegaha
n peny.sal

interaksi (misalnya, obat tidur).

Lameson :
Dus 10 x 10
tab 4 mg
Rp.155.000;
10 x 10 tab
8 mg
Rp.280.000;
10 x 10 tab
16 mg
Rp.475.000
Meproson 10 x
10 tab 4 mg Rp.
230.000
-

napas
Penyakit
reumatik,
syok,
tiroiditis
non
supuratif
Pencegaha
n dan
pengobatan
penolakan
transplanta
si organ
tubuh
Pengobatan
trichinosis

Kontraindikasi :
TB, infeksi
jamur sistemik,
ulkus peptik,
herpes, DM dan
varisela
Dexamethasone
Dosis :
Dosis awal
tergantung dari
individu & berat

Absorpsi :
Sbg anti
per oral,IM;
inflamasi
diabsorpsi
dg menekan
dg baik oleh
proses
mukosa GIT
peradangan

Akibat dosis
>> :
Peningkatan
gula darah,
Moon face &

Indikasi :
- Aspirin & NSAID : meningkatkan
- reaksi alergi :
risiko perdarahan & tukak
asma
gastrointestinal
bronkial.
- Diuretik tidak hemat kalium
Rinitis alergi,
(hydrodiuril,lasix) : meningkatkan

Sediaan :
Tablet 0,5 mg ;
0,75 mg
Ampul 4

ringannya
penyakit.
- Oral :
Dws : sehari
0,5-9 mg,
dosis tunggal
atau dosis
terbagi 2-4x
Anak : 0,010,04
mg/kgBB/hari
dlm beberapa
kali pemberian
- Injeksi IM,IV :
4-20 mg

& otot
Distribusi :
pengikatan
protein tdk
diketahui
Metabolism
e : di hepar
dg t1/2 = 25 jam
Eliminasi :
diekskresi
melalui urin

akut &
buffalo
menghamba
hump,
t akumulasi
Muscle
sel yg
wasting,
mengalami
Edema,
inflamasi
Retensi
(makrofag &
natrium & air,
leukosit)
Hipertensi,
Euforia/psiko
Sbg
sis,
imunosupres
Glaukoma,Tuk
an dg
ak peptik,
menurunkan
retardasi
respon imun
pertumubuha
tubuh thd
n
stimulasi
Pemakaian
rangsang
jangka panjang :
Awitan kerja
atrofi adrenal
belum
diketahui tetapi
pemberian per
oral & IM
memiliki lama
kerja yg
panjang

dermatitis,
urtikaria
- edema
serebral
- inflamasi
akut &
kronik pd
mata :
konjungtiviti
s, keratitis,
neuritis
optik
- rematoid
artritis, gout
artritis akut
Kontra indikasi
:
- Infeksi berat
- Pemakaian
steroid
kronik
- Infeksi jamur
sistemik
- Psikosis
- Penyakit
ginjal yg
berat

pelepasan K hipokalemi
- Warfarin : menurunkan efek
antikoagulan oral
- Fenitoin,teofilin,rifampin,barbiturat,
antasid : mengurangi kerja
deksametason

mg/ml, 5
mg/ml
Vial 20 mg/ml
Merek dagang :
Dexa-M (dus
25x10 tab 0,5
mg Rp. 18.750,; 15x10 tab 0,75
mg Rp. 15.300,; 5 ampul 4 mg
Rp 6.575,-)
Kalmethason
(dus 5 ampul 5
mg Rp. 26.500,; 1 vial 5 ml Rp.
21.000,-)

Betamethasone
Dosis :
- Topikal :
dioleskan
sehari 2-3x
- Tetes : dosis
awal
teteskan 1-2
tts pd mata yg
sakit setiap
jam pd siang
hari & setiap 2
jam pd malam
hari. Bila ada
perbaikan,
dosis
diturunkan 1
tts setiap 4
jam,
selanjutnya
sehari 3-4x 1
tts

Farmakokineti
k
Absorpsi :
Oral
absorpsi dg
baik
Topikal
absorpsi
sistemik
Distribusi :
menembus
plasenta
Metabolism
e : sebagian
besar
dimetabolis
me di hepar
Lama kerja
panjang (36-72
jam)

Farmakodinami
k
Menekan
inflamasi &
respon imun
normal

Topikal :
atropi lokal
gatal-gatal
hipopigmenta
si
perioral &
alergi
dermatitis
infeksi
sekunder
Oral :
Pemakaian
jangka panjang :
perdarahan
ulkus peptikum,
hipokalemi,
osteoporosis,
ggg hati, moon
face, sakit
kepala, akne
Tetes :
meningkatka
n TIO
penglihatan
kabur &
lapang
pandang

indikasi :
topikal :
- alergi dan
peradangan
lokal
Oral :
- alergi
- peny.
Kolagen
- peny. Kulit
- reumatoid
artritis
- edema
serebral
- asma
tetes :
- alergi kronik
& akut
berat,
inflamasi
pada mata
Kontra indikasi
:
topikal :
- infeksi
bakteri,
fungi &
penyakit
kulit karena

Interaksi :
Penggunaan topikal umumnya tidak
menimbulkan interaksi obat
Pemakaian dg obat topikal lain (terjadi
interaksi sistemik)

Sediaan :
- tablet 0,5
mg
- Krim 0,01% ;
0,05% ; 0,1%
; 1%
- Tetes 1
mg/ml
Merek Dagang :
Betason (tube 5
g krim Rp.
2.750,- ; dus
10x10 tab Rp.
12.513,-)
Betam-ophtal
(botol 5 ml tts
mata Rp.
43.900)

terganggu

virus
- acne rosacea
- perioral
dermatitis
Oral :
- tukak peptik
- hipertensi
- osteoporosis
- psikosis akut
tetes :
- hipersensitifi
tas
- kondisi
bakteri,jamu
r, virus, TB,
purulen pd
mata
- glaukoma
- herpetik
keratitis

Triamsinolon
Dosis :
- Dws & anak
>12 th: 4-36
mg sehari sbg
dosis tunggal
atau dosis

Absorpsi :
baik
Distribusi :
secara luas,
menembus
plasenta
Metabolism

Farmakodinami
k
Menekan
inflamasi &
respon imun
normal

Ulkus
peptikum
Cushing
syndrome
Purpura
Kemerahan
pd wajah

Indikasi :
- Reumatoid
artritis &
demam
reumatik
- Asma
bronkial

Interaksi :
- Diuretik, amfoterisin B,azlosilin,
karbenisilin, mezlosilinhipokalemi
- NSAID, alkohol, aspirin
meningkatkan risiko efek GIT yg
merugikan

Sediaan :
Tablet 4 mg
Merek dagang :
Triamcort (dus
10x10 tab Rp.
170.000,-)

terbagi
- Anak <12 th :
0,416-1,7
mg/kgBB/hari
atau 12,5-50
mg/m2
permukaan
tubuh sbg
dosis tunggal
atau dosis
terbagi

e : di hepar
dan
jaringan
lain
Ekskresi :
sebagian
kecil
diekskresi
oleh ginjal
dlm bentuk
yg tidak
berubah
Lama kerja :
sedang (12-36
jam)

Akne
Striae
Sakit kepala
Tromboembo
li
Pankreatitik
akut
Esofagitis
ulseratif
Lemah otot
Peningkatan
TIK
Papil edem

- Rinitis
vasomotor
- Leukemia
- Limfosarkom
a
- Fibrosis paru
Kontra indikasi
:
- TB aktif,
laten atau
menyembuh
Psikosis akut