Anda di halaman 1dari 14

Pembesaran Kelenjar Tiroid dan Pengaruh

Kelenjar Tiroid Dalam Metabolisme Endokrin


Siti Mariam Narastitian Pambudi
102012153
A5
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Alamat Korespondensi :
Fakultas Kedokteran Iniversitas Kristen Krida Wacana
Jalan Terusan Arjuna Utara No. 6 Jakarta 11510
Email : rsitimariam@ymail.com
Pendahuluan
Sistem endokrin dan sistem saraf secara bersama lebih dikenal sebagai supra sistem
neuroendokrin yang secara kooperatif untuk menyelenggarakan fungsi kendali dan koordinasi
pada tubuh. Pada umumnya, sistem endokrin bekerja untuk mengendalikan berbagai fungsi
fisiologis tubuh, antara lain aktivitas metabolisme, pertumbuhan, reproduksi, regulasi
osmotik, dan regulasi ionik. Sistem endokrin berinteraksi dengan sistem saraf untuk mengatur
aktivitas tubuh. Pengendalian endokrin diperantarai oleh pembawa pesan kimia, atau hormon,
yang dilepas oleh kelenjar endokrin ke dalam cairan tubuh, diabsorbsi ke dalam aliran darah,
dan dibawa melalui sistem sirkulasi menuju jaringan/sel target. Hormon mempengaruhi sel
target melalui reseptor hormon, yaitu suatu molekul protein yang memiliki sisi pengikat
untuk hormon tertentu. Respon hormonal tubuh biasanya lebih lambat, durasi lebih lama, dan
distribusinya lebih luas dari pada respon langsung otot dan kelenjar terhadap stimulus sistem
saraf. Walaupun hormon dan enzim keduanya merupakan bahan kimiawi, namun hormon dan
enzim tidak sama mekanisme kerjanya. Enzim bekerja pada reaksi kimia sedang hormon
bekerja terhadap sel sasaran tertentu sehingga akan berubah tingkah lakunya. Mungkin
dengan contoh akan lebih jelas. Misalnya, lipase sebagai enzimakan memecah zat lemak,
protein akan memecah molekul protein dan seterusnya. Sedang hormon, yang selalu
dihasilkan oleh sel-sel khusus akan mempunyai selsasaran tertentu pula.
Kelenjar endokrin (endocrineglarul) terdiri dari (1) kelenjar hipofise atau pituitari
(hypophysisor pituitary glanrl) yang terletak di dalam rongga kepala dekat dasar otak; (2)
kelenjar tiroid (thyroid glanrl) atau kelenjar gondok yang terletak di leher bagian depan; (3)
1

kelenjar paratiroid (parathyroidglanrl) dekat kelenjar tiroid; (4) kelenjar suprarenal


(suprarenalglanrl) yang terletak di kutub atas ginjal kiri-kanan; (5) pulau Langerhans (islets
of langerhans) di dalam jaringan kelenjar pankreas; (6) kelenjar kelamin (gonarl)laki di testis
dan indung telur pada wanita. Placenta dapat juga dikategorikan sebagai kelenjar endokrin
karena menghasilkan hormon. Kata hormon berasal dari bahasa Yunani hormon yang artinya
membuat gerakan atau membangkitkan. Hormon mengatur berbagai proses yang mengatur
kehidupan.
Makalah ini akan membahas tentang salah satu kelenjar endokrin yang berperan penting
terhadap sistem tubuh yaitu adalah kelenjar tiroid. Kelenjar Tiroid menghasilkan 2 jenis
hormone yaitu triiodotironin (T3) dan tetraiodotironin/tiroksin (T4)

Hormon tiroid berperan dalam metabolisme umum (sintesis protein), perkembangan umum,
diferensiasi jaringan (proses tumbuh kembang) dan ekspresi gen
Skenario
Seorang perempuan berusia 40 tahun mengeluh berkeringat berlebihan dan
kehilangan berat badan yang mendadak. Pada pemeriksaan didapatkan pembesaran kelenjar
tiroid

Pembahasan
Struktur makroskopis dan mikroskopis kelenjar tiroid

Gambar 1. Letak Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid ialah organ endokrin yang terletak di leher manusia. Kelenjar tiroid terletak
pada leher bagian depan, tepat di bawah kartilago krikoid, disamping kiri dan kanan trakhea.
Pada orang dewasa beratnya lebih kurang 18 gram. Kelenjar ini terdiri atas dua lobus yaitu
lobus kiri kanan yang dipisahkan oleh isthmus. Masing-masing lobus kelenjar ini mempunyai
ketebalan lebih kurang 2 cm, lebar 2,5 cm dan panjangnya 4 cm. Tiap-tiap lobus mempunyai
lobuli yang di masing-masing lobuli terdapat folikel dan parafolikuler. Di dalam folikel ini
terdapat rongga yang berisi koloid dimana hormon-hormon disintesa. Kelenjar tiroid
mendapat sirkulasi darah dari arteri tiroidea superior dan arteri tiroidea inferior. Arteri
tiroidea superior merupakan percabangan arteri karotis eksternal dan arteri tiroidea inferior
merupakan percabangan dari arteri subklavia. Lobus kanan kelenjar tiroid mendapat suplai
darah yang lebih besar dibandingkan dengan lobus kiri. Dipersarafi oleh saraf adrenergik dan
kolinergik. saraf adrenergik berasal dari ganglia servikalis dan kolinergik berasal dari nervus
vagus.1

Gambar 2. Perdarahan Kelenjar Tiroid


Jika dilihat secara mikroskopis pada seetiap lobus dari kelenjar tiroid terbagi oleh jaringan
penyambung yang tak sempuna menjadi pseudolobuli. Setiap pseudolobuli terdiri daripada
folikel-folikel yang dibatasi oleh sel-sel epitel yang disebut sel-sel epitel folikular yang
lumennya terisi oleh zat yang mempunyai viskositas yang tinggi yang disebut koloid. 2
Diantara sel-sel folikular dan anyaman penyambung reticular terdapat membrane basal. Selsel folikular berbentuk kubis dan berbentuk gepeng apabila berada didalam keadaan yang tidak
aktif dan dalam bentuk torak tinggi pada hiperaktif. Permukaan bebasnya terdapat tonjolan
protoplasma seperti mikrovili. Disamping sel-sel folikular terdapat sel-sel parafolikular. Selsel ini lebih pucat dan besar dan menghasilkan hormon kalsitonin.2
3

Fungsi kelenjar tiroid


Dua hormon tiroid utama yang dihasilkan oleh folikel-folikel adalah tiroksin (T4) dan
triiodotironin (T3). Tiroksin (T4) mengandung empat atom yodium dan triiodotironin (T3)
mengandung tiga atom yodium. T4 disekresi dalam jumlah lebih banyak dibandingkan
dengan T3, tetapi apabila dibandingkan milligram per milligram, T3 merupakan hormon yang
lebih aktif daripada T4.
Fungsi utama hormon tiroid T3 (triiodotironin) dan T4 (tiroksin) adalah mengendalikan
aktivitas metabolik seluler. Kedua hormon ini bekerja sebagai alat pacu umum dengan
mempercepat proses metabolisme. Efeknya pada kecepatan metabolisme sering ditimbulkan
oleh peningkatan kadar enzim-enzim spesifik yang turut berperan dalam konsumsi oksigen,
dan oleh perubahan sifat responsif jaringan terhadap hormon yang lain. Hormon tiroid
mempengaruhi replikasi sel dan sangat penting bagi perkembangan otak. Adanya hormon
tiroid dalam jumlah yang adekuat juga diperlukan untuk pertumbuhan normal. Melalui
efeknya yang luas terhadap metabolisme seluler, hormon tiroid mempengaruhi setiap sistem
organ yang penting.3,4 Kelenjar tiroid berfungsi untuk mempertahankan tingkat metabolisme
di berbagai jaringan agar optimal sehingga mereka berfungsi normal. Hormon tiroid
merangsang konsumsi O2 pada sebagian besar sel di tubuh, membantu mengatur
metabolisme lemak dan karbohidrat, dan penting untuk pertumbuhan dan pematangan
normal.8 Hormon-hormon tiroid memiliki efek pada pertumbuhan sel, perkembangan dan
metabolisme energi. Efek-efek ini bersifat genomic, melalui pengaturan ekspresi gen, dan
yang tidak bersifat genomic, melalui efek langsung pada sitosol sel, membran sel, dan
mitokondria. Hormon tiroid juga merangsang pertumbuhan somatis dan berperan dalam
perkembangan normal sistem saraf pusat.7 Hormon ini tidak esensial bagi kehidupan, tetapi
ketiadaannya menyebabkan perlambatan perkembangan mental dan fisik, berkurangnya daya
tahan tubuh terhadap dingin, serta pada anak-anak timbul retardasi mental dan kecebolan
(dwarfisme). Sebaliknya, sekresi tiroid yang berlebihan menyebabkan badan menjadi kurus,
gelisah, takikardia, tremor, dan kelebihan pembentukan panas.8
Dua jenis hormon berbeda yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid membentuk hormon tiroid
yaitu tiroksin dan triiodotironin. Kedua hormon ini merupakan asam amino dengan sifat unik
yang mengandung molekul iodium yang terikat pada struktur asam amino.6,8
4

Tiroksin (T4)
Hormon tiroksin (T4) mengandung empat atom iodium dalam setiap molekulnya. 6,7 Hormon
ini disintesis dan disimpan dalam keadaan terikat dengan protein di dalam sel-sel kelenjar
tiriod; pelepasannya ke dalam aliran darah terjadi ketika diperlukan. Kurang lebih 75%
hormon tiroid terikat dengan globulin pengikatprotein (TBG; thyroid-binding globulin).
Hormon tiroid yang lain berada dalam keadaan terikat dengan albumin dan prealbumin
pengikat tiroid.6 Bentuk T4 yang terdapat secara alami dan turunannya dengan atom karbon
asimetrik adalah isomer L. D-Tiroksin hanya memiliki sedikit aktivitas bentuk L. 8 Hormon
tiroid yang bersirkulasi dalam plasma terikat pada protein plasma, diantaranya : 7 (1) globulin
pengikat tiroksin (TBG). (2) prealbumin pengikat tiroksin (TBPA). (3) albumin pengikat
tiroksin (TBA). Dari ketiga protein pengikat tiroksin, TBG mengikat tiroksin yang paling
spesifik. Selain itu, tiroksin mempunyai afinitas yang lebih besar terhadap protein pengikat
ini di bandingkan dengan triiodotironin. 7 Secara normal 99,98% T4 dalam plasma terikat atau
sekitar 8 g/dL (103 nmol/L); kadar T4 bebas hanya sekitar 2 g/dL. Hanya terdapat sedikit T4
dalam urin. Waktu paruh biologiknya panjang (6-7 hari), dan volume distribusinya lebih kecil
jka dibandingkan dengan cairan ekstra seluler (CES) sebesar 10L, atau sekitar 15% berat
tubuh.8
Triiodotironin (T3)
Hormon yang merupakan asam amino dengan sifat unik yang mengandung molekul iodium
yang terikat pada asam amino ini hanya mengandung tiga atom iodium saja dalam setiap
molekulnya.6,7 Hormon tiroksin juga di bentuk di jaringan perifer melalui deiodinasi T4.
Hormon triiodotironin (T3) lebih aktif daripada hormon tiroksin (T4). T4 dan T3 disintesis di
dalam koloid melalui iodinasi dan kondensasi molekul-molekul tirosin yang terikat pada
linkage peptida dalam triglobulin. Kedua hormon ini tetap terikat pada triglobulin sampai
disekresikan. Sewaktu disekresi, Tiroid T4 Hipofisis TSH T4 Terikat protein plasma (8g/dL)
T4 Terikat protein jaringan T4 bebas (0,002 g/dL) Gambar 2. Distribusi T4 dalam tubuh.
Distribusi T3 juga serupa. Panah terputusputus menyatakan inhibisi sekresi TSH akibat
peningkatan kadar T4 bebas dalam cairan ekstra seluler (CES). Perkiraan konsentrasi dalam
darah manusia diperlihatkan dalam tanda kurung.8 koloid diambil oleh sel-sel tiroid, ikatan
peptida mengalami hidrolisis, dan T3 serta T4 bebas dilepaskan ke dalam kapiler.8
Triiodotironin mempunyai afinitas yang lebih kecil terhadap protein pengikat TBG
5

dibandingkan dengan tiroksin, menyebabkan triiodotironin lebih mudah berpindah ke


jaringan sasaran. Faktor ini yang merupakan alasan mengapa aktivitas metabolik
triiodotironin lebih besar.7 T3 mugkin dibentuk melalui kondensasi monoidotirosin (MIT)
dengan diidotirosin (DIT). Dalam tiroid manusia normal, distribusi rata-rata senyawa
beriodium untuk T3 adalah 7%. Kelenjar tiroid manusia mensekresi sekitar 4 g (7 nmol) T3.
Kadar T3 plasma adalah sekitar 0,15 g/dL (2,3 nmol/L), dari 0,15 g/dL yang secara normal
terdapat dalam plasma, 0,2% (0,3 ng/dL) berada dalam keadaan bebas. Sisa 99,8% terikat
pada protein, 46% pada TBG dan sebagian besar sisanya pada albumin, dengan pengikatan
transtiretin sangat sedikit.8
Metabolisme hormone tiroid
Sewaktu memasuki darah, semua tiroksin dan triiodotironin kecuali 1 persennya, segera
berikatan dengan protein plasma, terutama globulin pengikat-tiroksin. Sewaktu memasuki sel,
kedua hormon ini berikatan dengan protein intraseluler. Kerja triiodotironin timbul kira-kira
empat kali lebih cepat daripada kerja tiroksin, namun tiroksin yang memiliki afinitas dengan
protein pengikat-plasma maupun dengan protein intraseluler yang lebih tinggi daripada
triiodotironin Waktu paruh T4 di plasma ialah 6 hari sedangkan T3 24-30 jam. Sebagian T4
endogen (5-17%) mengalami konversi lewat proses monoydeyodinasi menjadi T3. jaringan
yang mempunyai kapasitas mengadakan perubahan (konversi) ini ialah jaringan hati, ginjal,
jantung, dan hipofisis. Dalam proses ini terbentuk juga rT3 yang secara metaboliktidakaktif .
Efek umum dari hormon tiroid adalah menyebabkan transkripsi inti dari sejumlah besar
genOleh karena itu, sesungguhnya dalam semua sel tubuh, sejumlah besar enzim protein
transpor, dan zat lainnya akan meningkat. Hasil akhir dari semuanya ini adalh peningkatan
menyeluruh aktivitas fungsional di seluruh tubuh . Menurut efek metabolik hormon ini antara
lain adalah:
1. Kalorigenik. Hormon ini dapat berefek kalorigenik, yaitu menghasilkan panas atau
energi. Hal ini terjadi karena hormon tiroid menyebabkan membran sel dari sebagian
besar sel menjadi mudah dilewati oleh ion natrium, yang selanjutnya akan
mengaktifkan pompa natrium dan lebih jauh lagi meningkatkan pembentukan panas.
2. Termoregulasi. Hormon ini menjadi regulator panas untuk pemeliharaan suhu tubuh

3. Metabolisme protein. Pemberian hormon tiroid menyebabkan ukuran maupun jumlah


mitokondria sebagian besar sel tubuh meningkat. Selanjutnya tiroid meningkatkan
kecepatan pembentukan adenosin trifosfat (ATP) untuk membangkitkan fungsi
seluler. Akibatnya sintesis protein juga akan meningkat.
4. Metabolisme karbohidrat. Hormon tiroid merangsang metabolisme karbohidrat,
temasuk penggunaan glukosa yang cepat oleh sel, meningkatkan glikolisis,
glukogenesis, kecepatan absorbsi saluran cerna, dan sekresi insulin.
5. Metabolisme lipid. T4 mempercepat metabolisme kolesterol dan lemak.
6. Vitamin A. Konversi provitamin A menjadi vitamin A di hati memerlukan hormon
tiroid.
7. Hormon ini penting untuk pertumbuhan saraf otak dan perifer, khususnya 3 tahun
pertama kehidupan. Lain-lain: gangguan metabolisme kreatin fosfat menyebabkan
miopati, tonus traktus gastrointestinal meninggi, hiperperistaltik, sehingga sering
terjadi diare, gangguan faal hati, anemia defisiensi Fe dan hipertiroidisme.
8. Berperan dalam sintesis gonadotropin, hormon pertumbuhan, reseptor beta adregenik.
Hormon tiroid juga menyebabkan efek pada sistem kardiovaskular, berupa
peningkatan aliran darah dan curah jantung, frekuensi dan kekuatan denyut jantung,
volume darah, dan tekanan arteri. Hormon ini juga berperan dalam peningkatan
respirasi, nafsu makan, kecepatan berpikir, menyebabkan otot bereaksi dengan kuat,
tremor otot, dan lain-lain
Mekanisma pengaturan hormon tiroid oleh hipotalamus hipofisis sumbu tiroid.
TSH ( thyroid stimulating hormone) mempertahankan struktur kelenjar tiroid. Jika
kekurangan hormon ini akan terjadi atrofi toiroid dan hanya sedikit hormon yang dihasilkan.
Apabila banyak sekresi hormone (hipertiroidism) akan terjadi pertambahan size sel folikular
dan hyperplasia (pertambahan jumlah sel-sel folikular).7 TSH disekresi oleh hipofisis anterior.
TRH (thyrotropin releasing hormone) berfungsi untuk merangsang sekresi TSH oleh hipofisis
anterior. TRH dihasilkan oleh hipotalamus. Pertambahan hormon tiroksin akan merangsang
umpan balik negatif pada hipotalamus dan menginhibasi sekresi TRH. 7 Pada hipotiroidisme,
hormon tiroksin tidak dihasilkan oleh kelemjar tiroid maka tidak berlaku umpan balik negatif

dan hal ini menyebabkan hipersekresi TRH yang akhirnya akan menyebabkan kelenjar tiroid
membesar.
Sekresi hormon tiroid ini diatur oleh suatu mekanisme umpan balik spesifik yang
bekerja melalui hipotalamus dan kelenjar hipofisis anterior.
Salah satu rangsangan yang telah diketahui dengan baik adalah rasa dingin. Efek ini hampir
selalu disebabkan oleh eksitasi pusat hipotalamus untuk pengaturan temperatur tubuh.
Keadaan ini merangsang sekresi Thyrotrophin Releasing Hormone (TRH) yang kemudian
melewati median eminence, tempat ia disimpan dan kemudian dikeluarkan lewat sistem
hipotalamohipofiseal ke sel tirotrop hipofisis. Akibatnya, timbul stimulasi sekresi TSH
(Tryroid Stimulating Hormone), yang merupakan salah satu hormon kelenjar hipofisis
anterior. TSH yang masuk dalam sirkulasi akan mengikat reseptor di permukaan sel tiroid
(TSH-receptor-TSH-R) Hal ini menyebabkan pengaktifan adenilsiklase yang ada di dalam
membran, yang meningkatkan pembentukan cAMP di dalam sel. cAMP yang bekerja sebagai
second messenger untuk mengaktifkan protein kinase, yang menyebabkan banyak fosforilasi
di seluruh sel. Akibatnya segera timbul peningkatan sekresi hormon tiroid dan perpanjangan
waktu pertumbuhan jaringan kelenjar tiroidnya sendiri. Kedua hormon tiroid (T3 dan T4)
memiliki efek umpan balik di tingkat hipofisis. Khususnya hormon bebaslah yang berperan
dan bukannya hormon yang terikat. T3 di samping berefek pada hipofisis juga pada tingkat
hipotalamus. Sedangkan T4 akan mengurangi kepekaan hipofisis terhadap rangsangan TRH. 8
Peran iodium dalam pembentukan hormon tiroid
Dalam melakukan aktivitasnya hormon tiroid membutuhkan yodium. Bila terjadi defisiensi
yodium dalam kelenjar tiroid, kecepatan pembentukan hormone mula-mula tetap, tetapi
persediaan yodium dalam kelenjar tiroid semakin berkurang. Dalam keadaan demikian
kelenjar tiroid berusaha mengambil yodium dalam darah. Bila deficit yodium semakin besar
maka pengeluaran hormone akan semakin berkurang.
Makanan yang kaya dengan yodium ialah asparagus, pisang, wortel, minyak ikan kod,
kuning telur, bawang putih, kacang lima, cendawan bawang merah, singkong, kacang,
makanan laut, bayam, stroberi, dan tomat. Makanan yang dapat menghambat pergerakan
yodium dalam tubuh (dalam jumlah yang berlebihan) ialah kobis bunga, buah pic, kacang
tanah, dan kacang kedelai. Meminum air yang mengandungi kadar yodium dan kelebihan
dalammengkonsumsi garam juga dapat menyebabkan kekurangan yodium. Nutrien yang
8

penting untuk kelenjar tiroid yang kurang bekerja ialah semua asam amino, vitamin B
kompleks, beta-karotin, vitamin A-C, E,yodium daripada air laut, besi, dan asam lemak tak
tepu.
Orang yang mengalami hipotiroid dianjurkan untuk memakan makanan seperti apricot, keju,
ayam, kurma, kuning telur, parsli, dan susu mentah. Makanan yang penting untuk orang yang
mengalami hipertiroid ialah makanan yang mengandungi multi vitamin dan kompleks
mineral, kompleks vitamin B, vitamin C, E, asam lemak dan lesitin.4
Metabolisme Yodida dalam kelenjar tiroid
Konsentrasi yodida
Yodida masuk dalam kelenjar tiroid dengan bantuan transporter (protein pengangkut).
Aktivitas transporter ini dikendalikan oleh hormone TSH (Thyroid Stimulating Hormone).
Yodida akan dipekatkan di dalam kelenjar tiroid, dengan bantuan Na+ K+ ATPase. 70%
yodida disimpan dalam bentuk inaktif yaitu monoiodotirosin (MIT) dan diiodotirosin
(DIT), 30%nya dalam bentuk residu iodotironil, T3 dan T4.
Yodida dengan jumlah sangat kecil dapat masuk dengan cara difusi. Bila tidak disatukan ke
dalam DIT atau MIT (hanya sekitar <10%), mereka jugabisa meninggalkan tiroid dengan
bebas melalui proses difusi.
Transporter yodida dapat dihambat oleh molekul perklorat (ClO4-),perrhenat (ReO4-) dan
perteknetat (TcO4-). Ketiganya bersaing untukmendapatkan transporter yodida dan
dipekatkan dalam tiroid.
Oksidasi Yodida
Oksidasi yodida terjadi pada permukaan lumen sel folikular dan melibatkan enzim
peroksidase. Oksidasi yodida dihambat oleh obat-obatan antitiroid (golongan tiourea) yaitu
tiourasil, propiltiourasil dan metimazol
Iodinasi Tirosin

Yodida yang teroksidasi akan bereaksi dengan tirosin dalam tiroglobulin dengan melibatkan
enzim tiroperoksidase. Kemudian terjadi reaksi organifikasi yaitu pembentukan MIT dan
DIT, terjadi dalam waktu beberapa detik saja.
Perangkaian iodotirosil
2 molekul DIT membentuk T4 dan 1 molekul DIT ditambah 1 molekul MIT membentuk T3.
Enzim yang berperan dalam perangkaian ini belum diketahui pasti, diperkirakan
tiroperoksidase juga. Obat yang menghambat perangkaian ini juga diperkirakan sama dengan
obat yang menghambat oksidasi yodida yaitu dari golongan tiourea. Hormon tiroid (T3 dan
T4) yang terbentuk tetap menjadi bagian integral tiroglobulin sampai saatnya diurai dan
dilepas ke dalam darah dengan proses hidrolisis. Hidrolisis tersebut dirangsang TSH dan
dihambat oleh yodida. Kalium yodida digunakan untuk menghambat pembentukan hormone
tiroid pada penderita hipertiroidisme.
Biosintesis Tiroglobulin
Tiroglobulin disintesis di bagian basal sel kemudian bergerak ke lumen dan disimpan di
koloid ekstrasel. Tiroglobulin tersusun dari 115 residu tirosin. Terbentuk dari 8-10%
karbohidrat, 0,2-1% yodida. 70% yodida yang ada tersebut terdapat sebagai precursor inaktif
yaitu monoiodotirosin (MIT) dan diiodotirosin (DIT), 30% nya lagi berada dalam residu
iodotironil, T3 dan T4. Bila yodium mencukupi rasio T4:T3 adalah 7:1. Bila terjadi defisiensi
yodium rasio tersebut turun, begitu juga rasio DIT:MIT. Tiroglobulin akan dihidrolisis
menjadi T3 dan T4 aktif. Selama proses hidrolisistiroglobulin kembali masuk ke dalam sel.
Semua tahapan ini dirangsang oleh TSH (Thyroid Stimulating Hormone) dan hormone ini
(dengan bantuan cAMP) juga meningkatkan transkripsi gen tiroglobulin.
Hidrolisis tirogobulin
T3 dan T4 disimpan dalam tiroglobulin di koloid ekstrasel dan dalam kelenjar tiroid normal
pasokan hormone ini disimpan beberapa minggu. Lalu ketika ada stimulasi dari oleh TSH
dalam waktu beberapa menit akan terjadi peningkatan mikrovili pada membran apical.
Mikrotubulus akan menangkap tiroglobulin dan pinositosis selanjutnya mengembalikan
tiroglobulin ke dalam sel folikular. Kemudian akan terbentuk fagolisosom yang di dalamnya
terdapat berbagai enzim proteasedan peptidase. Enzim-enzim tersebut akan menghidrolisis
10

tiroglobulin menjadi asam amino termasuk iodotironi. T3 dan T4 akan dilepas dari bagian
basal sel ke dalam darah. Sebagianyodida dalam bentuk DIT dan MIT akan mengalami
deiodinasi oleh enzim deiodinase menjadi yodida bebas dan tirosin. Hormon tiroid yang
dilepas sebanyak 50 g/hari. Rata-rata yodida yang yangdipakai untuk pembentukan
hormone ini sekitar 25-30% yodida yang dikonsumsi. Kebutuhan yodida perhari 150-200 g.
Goiter

Gambar 3. Goiter
Merupakan pembesaran tiroid (penyakit gondok). Penyakit ini menunjukkanadanya suatu
upaya untuk mengimbangi penurunan hormone tiroid, sementara TSH naik. Ada beberapa
kerusakan dalam penyakit ini:

kerusakan dalam pengangkutan yodida

kerusakan pada proses iodinasi

kerusakan enzim deiodinase

produksi protein teriodinasi abnormal

Dalam kondisi semakin parah penyakit ini dapat berlanjut menjadi hipotiroidisme. Dapat
diatasi dengan hormone tiroid eksogen.
Hipotiroidisme
Dapat disebabkan karena kegagalan tiroid tapi bisa pula disebabkan karena penyakit pada
hipofisis atau hipotalamus. Pada hipotiroidisme laju metabolic basal (Basal metabolic
rate/BMR) menurun. Gambaran klinis yang menonjol adalah :

denyut jantung lambat

hipertensi diastolic

perilaku lamban
11

mudah mengantuk

konstipasi

sensitive terhadap suhu dingin

kulit dan rambut kering

rona muka pucat kekuningan

Hipotiroidisme pada anak-anak mengakibatkan perawakan pendek tanpa retardasi mental.


Bila terjadi pada intrauterus atau neonates akan mengakibatkan kretinisme yaitu keadaan
yang ditandai dengan sejumlah cacat congenital dan retardasi mental berat dan ireversibel.
Hipertiroidisme (Tirotoksikosis)
Merupakan keadaan produksi hormone tiroid berlebihan. Sebagian besar kasus di AS terjadi
karena penyakit Graves akibat produksi IgG perangsang tiroid (TSI=Thyroid Stimulating
IgG) yang mengaktifkan reseptor TSH. Keadaan ini menyebabkan pembesaran difus kelenjar
tiroid dan produksi T3 dan T4 yang berlebihan dan tidak terkendali. Pengobatan dilakukan
melalui obat antitiroid dan gambaran klinis yang muncul adalah seperti berikut :

frekuensi denyut jantung yang cepat

tekanan nadi yang melebar

gelisah

insomnia

penurunan berat badan meskipun selera makan meningkat

kelemahan

produksi keringat berlebihan

sensitive terhadap panas

kulit basah dan merah

Pemeriksaan Basal Metabolisme Rate (BMR)


Metabolisme basal adalah banyaknya energi yang dipakai untuk aktifitas jaringan tubuh
sewaktu istirahat jasmani dan rohani. Energi tersebut dibutuhkan untuk mempertahankan
fungsi vital tubuh berupa metabolisme makanan, sekresi enzim, sekresi hormon, maupun
berupa denyut jantung, bernafas, pemeliharaan tonus otot, dan pengaturan suhu tubuh. 8
12

Basal metabolisme rate (BMR) atau taraf metabolisme pada kondisi basal ditentukan dalam
keadaan individu istirahat fisik dan mental yang sempurna. Pengukuran metabolisme basal
dilakukan dalam ruangan bersuhu nyaman setelah puasa 12 sampai 14 jam (keadaan postabsorptive). Sebenarnya taraf metabolisme basal ini tidak benar-benar basal. Taraf
metabolisme pada waktu tidur ternyata lebih rendah dari pada taraf metabolisme basal, oleh
karena selama tidur otot-otot terelaksasi lebih sempurna. Apa yang dimaksud basal disini
ialah suatu kumpulan syarat standar yang telah diterima dan diketahui secara luas.
Metabolisme basal dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu jenis kelamin, usia, ukuran dan
komposisi tubuh, faktor pertumbuhan. Metabolisme basal juga dipengaruhi oleh faktor
lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan keadaan emosi atau stres. 8
Orang dengan berat badan yang besar dan proporsi lemak yang sedikit mempunyai
metabolisme basal lebih besar dibanding dengan orang yang mempunyai berat badan yang
besar tapi proporsi lemak yang besar. Demikian pula, orang dengan berat badan yang besar
dan proporsi lemak yang sedikit mempunyai metabolisme basal yang lebih besar dibanding
dengan orang yang mempunyai berat badan kecil dan proporsi lemak sedikit. 8
Metabolisme basal seorang laki-laki lebih tinggi dibanding dengan wanita. Umur juga
mempengaruhi metabolisme basal dimana umur yang lebih muda mempunyai metabolisme
basal lebih besar dibanding yang lebih tua. Rasa gelisah dan ketegangan, misalnya saat
bertanding menghasilkan metabolisme basal 5% sampai 10% lebih besar. Hal ini terjadi
karena sekresi hormon epinefrin yang meningkat, demikian pula tonus otot meningkat. 8

Kesimpulan

Daftar Pustaka
1. Snell, Richard. Anatomi klinik untuk mahasiswa kedokteran. Jakarta : EGC 2006 ; h. 8798.
2. Junqueira LC, Carneiro J. Histologi dasar: teks dan atlas. Ed. 10. Jakarta: EGC;
2007.h.369-87
3. Murray RK, Granner DK, Mayes PA. Biokimia harper edisi 27. Jakarta: EGC 2009
4. Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke system. Edisi ke-6. Jakarta: EGC; 2011
13

5. Ganong WF. Buku ajar fisiologi kedokteran.Edisi ke-20. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC; 2003
6. Harjasasmita. Ikhtisat biokimia dasar B. Jakarta: FKUI 2003.
7. Wartd JPT, Clarke RW, Linden RWA. At.a glance fisiologi. Jakarta: Erlangga; 2009.h.84107
8. Murray KR, Granner DK, Mayes PA, Rodwell VW. Biokimia Harper. Ed-22. Jakarta:
EGC; 1995.h.152-255
9.

14