Anda di halaman 1dari 4

GANGGUAN REAKSI STRES AKUT

(ACUTE REACTION STRESS DISORDER)

I. Definisi Reaksi Stres Akut


Reaksi stres akut dikenal juga dengan istilah gangguan stres akut, shock psikologis atau
mental shock . Reaksi stres akut merupakan suatu keadaan yang berhubungan dengan keadaan
psikis seseorang yang terjadi berulang-ulang dan menetap yang merupakan akibat langsung dari
suatu pengalaman traumatis yang berat. Pengalaman traumatis yang terjadi berhubungan dengan
pengalaman-pengalaman fisik maupun psikis individu. Gangguan ini merupakan sebuah
kondisi psikologis yang timbul sebagai tanggapan atau reaksi terhadap peristiwa masa lalu yang
mengerikan. Reaksi stres akut adalah gangguan yang dianggap sebagai suatu respon maladaptif
terhadap stres berat atau stres yang berkelanjutan dimana mekanisme penyesuaian tidak bisa
mengatasinya sehingga menimbulkan problem dalam kehidupan sosialnya.
Reaksi stres akut menyebabkan seseorang mengalami ketakutan yang luar biasa ketika
diberikan stimulus yang berkaitan dengan kejadian yang dialaminya. Individu akan mengalami
penurunan respon emosional dan biasanya reaksi stres akut terjadi setelah adanya kejadian
traumatik. Keadaan ini ditandai dengan suasana perasaan yang murung, sedih, kurangnya
semangat dalam melakukan kegiatan sehari-hari maupun kegiatan-kegiatan yang menimbulkan
kesenangan dan apabila sudah dalam keadaan yang berat, akan menimbulkan gangguan dalam
fungsi peran dalam kehidupan sosial.
II. Faktor-Faktor Penyebab terjadinya Reaksi Stres Akut (Etiologi)
Ada beberapa kemungkinan-kemungkinan yang menyebabkan terjadinya gangguan stres
akut yaitu :
1. Pengalaman Traumatis Pada Masa Kanak-Kanak
Pengalaman-pengalaman buruk yang terjadi pada masa kanak-kanak disinyalir menjadi
penyebab munculnya gangguan reaksi stres akut pada seorang individu. Kekerasan, baik itu
kekerasan secara fisik maupun kekerasan psikis, peperangan, bencana alam, dan kecelakaan pada
masa kanak-kanak akan membawa trauma yang berkepanjangan bagi seorang individu.
Pengalaman-pengalaman buruk masa kanak-kanak akan memunculkan respon-respon pada diri
invidu, baik itu respon fisik maupun respon psikologis apabila lingkungan memberikan stresor.
2. Terjadinya Perubahan Hidup Penuh Stres Yang Baru Terjadi
Perubahan dalam hidup yang baru terjadi ikut berperan menimbulkan stres. Misalnya,
seorang individu yang kehilangan orang yang dicintai, kemudian ada stresor yang
memungkinkan individu tersebut mengingat kembali orang yang ia cintai, secara spontan
memicu reaksi atau respon yang muncul dari dalam dirinya secara tiba-tiba.
3. Adanya Konflik Dalam Diri
Konflik dalam diri berkaitan erat dengan ketidakmampuan seseorang untuk memilih dua
atau lebih macam-macam kebutuhan, keingninan serta tujuan. Stres akan muncul akibat
hilangnya kesempatan untuk menikmati alternatif yang tidak diambil
4. Tipe kepribadian Individu Yang Rentan Terhadap Gangguan Stres Akut

III.

IV.
1.

a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)
i)
2.

a)
b)
c)
d)
e)
f)
V.
1.

Tipe-tipe kepribadian pada manusia memungkinkan seseorang mengalami gangguan stres


akut. Orang yang dengan tipe kepribadian ambisius, agresif, kurang sabar, mudah tegang, mudah
tersinggung dan mudah marah memiliki tingkat prevalensi yang tinggi mengalami gangguan ini.
Manifestasi Klinis Dari Reaksi Stres Akut
Gejala-gejala reaksi stres akut menunjukkan variasi yang besar, tetapi biasanya di
sertakan dengan adanya beberapa penyempitan bidang kesadaran dan penyempitan perhatian,
ketidakmampuan untuk memahami rangsangan, dan disorientasi. Keadaan ini dapat diikuti baik
oleh penarikan lebih lanjut dari situasi sekitarnya. Tanda-tanda yang umunya hadir adalah sakit
kepala belebihan, berkeringat, wajah tampak kemerahan, nafas yang cepat, dan degub jantung
yang berdetak dengan cepat.
Dalam PPDGJ-III dikatakan bahwa pada kasus-kasus yang dapat dialihkan dari lingkup
stressor-nya, gejala-gejala dapat menghilang dengan cepat (dalam beberapa jam); dalam hal ini
dimana stress menjadi berkelanjutan atau tidak dapat dialihkan, gejala-gejala biasanya baru
mereda setelah 24-48 jam dan biasanya hampir menghilang setelah 3 hari.
Seseorang dengan Gangguan stres akut dapat mengalami kesulitan berkonsentrasi,
merasa terlepas dari tubuh mereka, pengalaman dunia sebagai tidak nyata atau mimpi, atau
mengalami kenaikan mengingat detail spesifik dari peristiwa traumatik. Peristiwa traumatik yang
dialami kembali terus-menerus muncul dalam pikiran, mimpi, ilusi atau rasa menghidupkan
kembali pengalaman atau peristiwa traumatik yang pernah dialami.
Reaksi Fisiologis dan Psikologis Dari Reaksi Stres Akut
Reaksi Fisiologis
Reaksi fisiologis yang ditimbulkan dari adanya gangguan stres akut dapat meliputi
beberapa hal yaitu sebagai berikut :
Jantung sering berdebar atau ritmenya tidak normal bahkan kacau.
Sering berkeringat dingin, bahkan telapak tangan selalu berkeringat.
Mengalami gangguan pernafasan yaitu sesak nafas atau nafas pendek.
Sering buang air kecil dan tiba-tiba sakit kepala tanpa penyebab yang jelas.
Perut sering terasa mual, ingin muntah dan kadang-kadang disertai dengan diare.
Sulit tidur dan mengalami mimpi buruk.
Nafsu makan berubah.
Kadang nafsu makan meningkat namun sering kali nafsu makan menurun drastis.
Libido menurun sehingga keinginan dan kemampuan seksual akan turun dan menghilang.
Jika tidak segera ditangani, dapat meningkat menjadi depresi.
Reaksi psikologis
Reaksi psikologis yang ditimbulkan dari adanya gangguan stres akut dapat meliputi
beberapa hal yaitu sebagai berikut :
Mengalami keletihan psikologis, kemurungan, kelesuhan, dan tidak bersemangat.
Perasaan gelisah, cemas, takut berlebihan dan secara terus-menerus merasa terancam.
Sering marah-marah tanpa sebab yang jelas.
Muncul kekecewaan dan kesedihan yang berkepanjangan.
Pesimis, mudah lupa, daya ingat menurun secara tajam dan sulit berkonsentrasi.
Tidak mampu mengambil keputusan.
Treatment (Penanganan)
Terapi Farmakologi

2.
a)

b)

c)

Terapi farmakologi merupakan suatu jenis terapi yang menggunakan obat-obatan yang
berkhasiat memulihkan fungsi gangguan neurotransmiter disusunan syaraf pusat otak yakni
sistem limbik. Sebagaimana diketahui sistem limbik merupakan bagian otak yang berfungsi
mengatur alam pikiran, alam perasaan dan perilaku seseorang. Obat yang sering dipakai adalah
obat anti cemas (axiolytic) dan anti depresi (anti depressant).
Psikoterapi
Pendekatan perilaku
Pendekatan perilaku dilakukan dengan mengubah perilaku yang menimbulkan stress
akut, toleransi atau adaptabilitas terhadap stress akut yang dialami, menyeimbangkan antara
aktivitas fisik dan nutrisi, serta manajemen perencanaan, organisasi dan waktu.
Pendekatan Kognitif
Pendekatan kognitif merupakan pendekatan yang bertujuan untuk mengubah pola pikir
individu agar berpikir positif dan sikap yang positif, membekali diri dengan pengetahuan tentang
stres, serta menyeimbangkan antara aktivitas otak kiri dan kanan. Pendekatan kognitif bisa juga
dilakukan dengan menggunakan metode hipnoterapi.
Metode Coping Stres Menggunakan Teknik Relaksasi
Relaksasi dilakukan dengan tujuan untuk melepaskan semua ketegangan-ketegangan
yang selama ini dialami oleh individu. Relaksasi yang dilakukan bisa berupa relaksasi otot-otot,
relaksasi kesadaran indra dan relaksasi pikiran-pikiran.
Semua pendekatan-pendekatan yang dilakukan bertujuan untuk merubah pola pikir serta
tingkah laku yang muncul akibat sebagai reaksi stres akut. Pendekatan yang dilakukan bertujuan
untuk merubah serta mengembalikan individu ke keadaan semula atau keadaan yang normal.
Selain itu penanganan dini terhadap reaksi stres akut mengurangi kemungkinan seorang individu
mengalami Pasca- Traumatic Stres Disorder.