Anda di halaman 1dari 7

CLASS PISCES

AND CLASS AMPHIBI


Ikhsan Pratama
Wahyu Hening kartiko
Joni Vernando
Heri Winarno Akbar
Tyan Destrian
Widad Kusuwardana
DEPARTEMEN BIOLOGI, FMIPA-UNPAK
ABSTRACT
fin fish is one part of the fish that have important functions in the movement
of the fish and the fish took food movement. Because these fish fins have a very
important function in the movement of the fish, it should be fin is not broken,
because if one of the fins are damaged, then this could disrupt the movement of
the fish and the fish balance.
The frog is a member of the classic Amphibia. Amphibia comes from the
word meaning amphibi and bios dual of life, because the animal is Amphibians live
two life forms, first in fresh water and then on land. Board frogs divided into three
parts, namely: Caput (head) cervical (neck) Truncus (loss)
Key words : Pisces. Amphibi

DASAR TEORI
A. Kelas Pisces
Untuk
determinasi
ikan,
digunakan kunci determinasi dengan
ciri-ciri yang dicantumkan dalam
kunci determinasi, dimulai dari nomor
(1). Dilanjutkan dengan nomor-nomor
berikutnya, sesuai nomor yang
tercantumkan di belakang karakterkarakter yang bersangkut. Begitu
selanjutnya, sampai pada akhirnya
akan didapatkan berturut-turut :
Ordo,familia,genus,dan spesies dari
ikan tersebut. Ciri-ciri ikan yang
pentng untuk determinasi:
a. Rumus sirip, yaitu suatu rumus
yang menggambarkan bentuk

dan jumlah jari-jari sirip, serta


bentuk dari siripnya sendiri.
b. Perbandingan antara panjang,
lebar, dan tinggi bagian-bagian
tertentu, atau antara bagianbagian itu sendiri.
c. Bentuk
garis
rusuk
(linea
lateralis) dan jumlah sisik yang
membentuk garis rusuk tersebut
d. Jumlah
sisik
pada
garis
pertengahan sisi atau garis sisi
e. Bentuk, susunan dan tempat
melekatnya sisik-sisik dan gigigigi
Catatan : Notasi yang digunakan
untuk penulisan rumus sirip, adalah
sebagai berikut:

Jurnal Taks. Hewan


Class Pisces and Class Amphibi FMIPA-Universitas Pakuan

Sirip punggung (Pinna dorsalis)


=D
Sirip punggung pertama (
dimuka) = D1
Sirip
punggung
kedua
2
(dibelakang) = D
Sirip ekor (Pinna caudalis) = C
Sirip dubur (Pinna analis) = A
Sirip perut (Pinna ventralis) = V
Sirip dada (Pinna pectoralis) = P
Jenis jari-jari sirip : Jari-jari
sirip dapat dibedakan menjadi 2
macam :
A. Jari-jari keras
B. ari-jari lemah
Jari-jari keras tidak beruasruas, tidak berlubang, keras, dan
tidak dapat dibengkokkan. Biasanya
jari-jari keras ini berupa duri atau
patil, dan merupakan alat untuk
mempertahankan diri bagi ikan. Jarijari lemah biasanya bening, seperti
tulang rawan, mudah dibengkokkan
dan
beruasruas.
Bentuknya
berbeda-beda
tergantung
jenis
ikannya. Jari-jari lemah mungkin
sebagian mengeras, salah satu sisi
bergerigi, bercabang, atau satu sama
lain berhimpitan.
Jarijari
keras,
jumlahnya
dituliskan dengan huruf Romawi,
walaupun jari-jari itu pendek sekali
atau rudimenter. Misal sirip
punggung terdiri dari 10 jari-jari
keras, maka rumusnya adalah D.X.
Jari jari lemah, jumlahnya
dituliskan dengan huruf biasa.
Misalnya sirip punggung terdiri dari
10
jari-jari
lemah
maka
penulisannya D.10.
Bila pada satu sirip terdapat dua
macam jari-jari, maka jumlahnya
tiap-tiap
macam
dituliskan
berdampingan.
Misalnya
sirip
punggung terdiri dari 10 jari-jari

keras dan 8 jari-jari lemah, maka


penulisannya adalah D.X.8.
Bila bagian sirip punggung berjarijari keras jelas terpisah dari bagian
yang berjari-jari lemah, sehingga
dapat dikatakan bahwa sirip
punggung ada 2, maka rumusnya
menjadi D1.X dan D2*.
Pada ikan yang mempunyai sirip
punggung dan sirip dubur dengan
jari-jari yang jelas, maka dua jarijari yang terakhir dihitung sebagai
1 jari-jari.
Pada ikan yang jari-jari
sirip
ekornya bercabang, jumlah jari-jari
sirip ini ditetapkan sebanyak
jumlah jari-jari yang bercabang
ditambah 2.
Menghitung jari-jari sirip
Untuk membedakan rumus
dari suatu sirip, pertama cantumkan
dulu notasi yang menentukan sirip
mana yang dimaksud. Misal suatu
jenis ikan memounyai jari-jari sirip
punggung 6, jari-jari sirip ekor 12, dan
jari-jari sirip dubur 6, dimana 2 di
antaranya keras, maka rumus
siripnya ditulis D.6; C.12; A.II.4.
Menghitung
jari-jari
sirip
yang
berpasangan, dilakukan pada sirip
yang terletak pada sisi sebelah kiri.
Pada pengamatan, ikan diletakkan
dengan perut ke arah ventral, dan
kepala di sebelah kiri.
Macam-macam ukuran
Oleh
karena
jenis
ikan
berbeda-beda ukurannya disebabkan
umur dan keadaan tempat hidupnya,
maka tidaklah mungkin memberikan
ukuran untuk determinasi secara
mutlak. Ukuran yang diberikan untuk
determinasi
hanya
ukuran
perbandingan saja.
1. Panjang baku (SL) : Jarak garis
lurus antara ujung kepala paling
depan (biasanya ujung salah satu

Jurnal Taks. Hewan


Class Pisces and Class Amphibi FMIPA-Universitas Pakuan

rahang) dengan pelipatan pangkal


sirip ekor.
2. Panjang seluruhnya (TL) : Jarak
garis lurus antara ujung kepala paling
depan dengan ujung sirip yang paling
belakang.
3. Tinggi badan (Bd. Dept) : Jarak
antara pangkal sirip punggung
sampai pangkal sirip perut
4. Tinggi batang ekor (Depth of
C.Pedc) : Jarak terendah dari
pelipatan atau pangkal ekor
5. Panjang batang ekor : Jarak
miring antara tepi caudal dasar sirip
dubur dengan pangkal jari-jari tengah
punggung.
6. Panjang dasar sirip punggung
atau sirip dubur : Jarak antara
pangkal jari-jari pertama sampai
selaput sirip di belakang jari-jari
berakhir
7. Panjang bagian muka sirip
punggung : Jarak antara ujung
hidung (antara bibir) hingga ke
pangkal
jari-jari
pertama
sirip
punggung
8. Panjang kepala : Jarak antara
ujung dengan hidung sampai ke tepi
belakang keping tutup insang
9. Tinggi kepala : Panjang garis
tegak antara pertengahan kepala
sampai bawah.
10. Lebar mata : Panjang garis
tengah rongga mata
11. Lebar kepala (Hd.W) : Jarak
lurus terbesar antara kedua keeping
tutup insang pada kedua sisi kepala
12.
Panjang
bagian
kepala
dibelakang mata (Post. Orb. L) :
Jarak antara pinggiran belakang
rongga mata hingga pinggiran
belakang selaput keeping tutup
insang
13. Panjang hidung (Sn.L) : Jarak
antara pinggiran termuka hidung
(bibir) dan pinggiran rongga mata
sebelah ke muka
14. Panjang ruang antara mata
(inter-Orb-L) : Jarak antara pinggiran

atas dari kedua rongga mata


15. Faris rusuk : gurat sisis (linea
lateralis)
16. Rumus sirip : Rumus yang
menunjukkan macam, jumlah dan
sifat dari sirip
Bentuk linea lateralis dan sisik
yang membentuk linea lateralis
Linea lateralis ikan jumlahnya
bermacam-macam, ada yang hanya
satu, ada yang lebih, bentuknya ada
yang lengkap, ada pula yang
terputus, lurus atau bengkok, dan
melengkung
ke
atas
atau
melengkung ke bawah. Sisik yang
membentuk linea lateralis berlubang
atau berpori, dan di bawah sisik
terdapat
bekas
saraf.
Untuk
menghitung jumlah sisik pada garis
linea lateralis, dimulai dari sisik di
belakang lengkung bahu sampai sisik
pada permulaan pangkal ekor, atau
pada ruas tulang belakang bagian
ekor yang terakhir
Menghitung jumlah sisik di atas
dan di bawah linea lateralis
Weber dan de Beaufort
menghitung jumlah sisik di atas di
bawah
linea
lateralis.
Dengan
membuat garis tegak dari permulaan
sirip punggung pertama hingga
pertengahan dasar perut, dan
menghitung jumlah sisik yang dilalui
garis ini.
Apabila cara ini tidak mungkin
diterapkan karena melalui dasar sirip
perut, maka diambil garis garis dari
ujung dasar sirip perut (jari-jari
terakhir) ke sirip punggung (jari-jari
pertama).
Cara
lain
untuk
menentukan jumlah sisik di atas linea
lateralis, yaitu dimulai dari permulaan
sirip punggung dan dihitung ke
bawah miring. Untuk menentukan
jumlah sisik di bawah linea lateralis,
dimulai dari permulaan sirip dubur
dan dihitung miring ke atas. Pada

Jurnal Taks. Hewan


Class Pisces and Class Amphibi FMIPA-Universitas Pakuan

semua cara ini, sisik dari linea


lateralis sendiri tidak ikut dihitung.

selaput
pendengar pada
Bufo
terdapat kelenjar paratoid yang
bentuknya lebih kurang oval atau
bulat panjang. Kelenjar ini merupakan
kelenjar bias yang menghasil getah
berwarna putih. Pada ujung posterior
terdapat lubang cloaca, lubang ini
dapat polos tetapi dapat pula
dilengkapi dengan jumbal-jumbal

Gambar 1.1 Anatomi Ikan

Tungkai
Tungkai depan lebih pendek,
dibedakan
atas
:
branchium,
anterbranchium dan menus yang
dilengkapi dengan 4 buah jari,
Tungkai belakang lebih panjang
(pada katak jauh lebih panjang),
dibedakan atas femur, crus dan pes
yang dilengkapi dengan 5 buah jari,
Di antara jari-jari pada umumnya
terdapat selaput tipis yang ukuran
lebarnya tergantung dari jenisnya.
Ujung jari dapat tumpul atau
dilengkapi bantalan yang lebar dan
tebal, Pada ventral jari-jari kadangkadang
dilengkapi
dengan
tuberculum subarticulare. Ada tepi
telapak
kaki
belakang
sering
dilengkapi
dengan
tuberculum
metatarsal luar dan tuberculum
metatarsal dalam.

(Lenon Jhon, 2011)

B. Kelas Amphibia
Kepala
Berbentuk segi tiga, dengan
moncong yang tumpul, celah mulut
lebar, bentuknya lebih kurang seperti
bulan sabit, Rahang bawah tidak
bergigi, rahang atas bergigi ataupun
tidak. Pada umumnya vomer bergigi,
kedudukan vomer terhadap nares
posteriors sangat penting untuk
identifikasi, Lidah melekat pada dasar
mulut bagian anterior, ujungnya
berbelah atau (utuh), runcing atau
tumpul. Lubang hidung satu pasang
terletak dekat ujung moncong, Mata
besar dan bulat, menonjol arah
dorsolateral
dilengkapi
dengan
kelopak mata atas yang tebal
berdaging dan kelopok mata bawah
yang lebih tipis. Kedua kelopak tidak
dapat bergerak. Di sebelah dalam
kedua kelopak terdapat mata ke-3
yang berupa selaput tipis yang
disebut membrane nictitans. Selaput
ini dapat bergerak ke dorsal menutup
bola mata.
Gunanya untuk menjaga agar
bola mata tidak kering apabila hewan
berada
di darat, atau
untuk
melindungi bola mata apabila hewan
berada di dalam air.Di sebelah ventro
caudal mata terdapat selaput yang
lebar dan jelas, atau dapat pula
tertutup kulit sehingga bentuknya
tidak jelas. Di sebelah dorsal caudal

Kulit
Kulit dapat kasar berbintil-bintil
dan kering, dapat pula licin dan
lembab. Tidak dijumpai adanya sisik,
kadang-kadang kulit membentuk
lipatan-lipatan tertentu baik pada
badan atau pada tungkai, Warna kulit
dapat polos dapat berwarna-warni,
antara sisi dorsal dan sisi ventral
warnanya berbeda, sisi ventral lebih
terang. Warna kulit disebabkan oleh
pigmen tertentu, misalnya hitam,
merah kuning, metalik. Warna-warna
yang terjadi mungkin kelabu, coklat
kekuningan, hijau atau kombinasi dari
warna-warna
tersebut.
Pada
kelompok-kelompok yang rendah war

Jurnal Taks. Hewan


Class Pisces and Class Amphibi FMIPA-Universitas Pakuan

nanya lebih sederhana.


Gelang bahu dan gelang panggul
Selain ciri-ciri eksternal, ciri-ciri
antomiterutuama struktur gelang
bahu dan gelang dan gelang panggul
mempunyai arti penting di dalam
klasifikasi. Gelang bahu : Struktur
gelang bahu bagian ventral, terutama
coracoids dan precoracoid dapat
berbeda antara satu dengan yang
lain. Tulang-tulang tersebut dapat
tersusun tumpang tindih antara
pasangan masing-masing atau dapat
pula bertemu dan bersatu di bagian
medialnya. Gelang panggul : Bentuk
diaphosys sacralis dapat berbedabeda ada yang silindris ( misal Rana)
ada pula yang lebar (Bufo). Di antara
kedua macam struktur dan bentukbentuk itu, terdapat bentuk-bentuk
variasi yang cukup banyak

Gambar 1.2 Anatomi katak


(Heni Api Puspitasari,2011)

TUJUAN
Mengenal ciri-ciri morfologi
eksternal
pada
Kelas
Pisces,
melakukan pengukuran tubuh Pisces,
menghitung
jari-jari
sirip
dan
menghitung jumlah sisik di atas dan
di bawah linea lateralis Mengenal ciriciri morfologi eksternal pada Kelas
amphibi, melakukan pengukuran
tubuh amphibi.
ALAT DAN BAHAN:

Alat : Pinset, Mikroskop, Jarumjarum pentul panjang berujung


tumpul, Penggaris untuk pengukur,
Pensil 2b, penghapus, Kapas.
Bahan : Kelas Pisces (ikan mas) dan
Kelas Amphibi (katak).
METODE KERJA
Menyiapkan specimen segar
atau awetan dari Kelas Pisces dan
Kelas Amphibi. Melakukan identifikasi
bagian-bagian morfologi eksternal
pada kelas pisces, melakukan
pengukuran tubuh Pisces menghitung
jari-jari sirip dan menghitung jumlah
sisik di atas dan di bawah linea
lateralis.
Melakukan
identifikasi
morfologi eksternal pada Kelas
Amphibi.
a. Kelas Pisces :
Ambilah seekor dari Kelas
Pisces yang hidup atau awetan,
Letakkan di atas kertas amati
morfologi eksternal dari Holothuria
sp., Melakukan identifikasi morfologi
eksternal pada ikan, Melakukan
pengukuran dengan menggunakan
pengaris dan jangka sorong. Ukuran
dalam centimenter, Panjang baku
(Sl), Panjang seluruhnya (TL), Tinggi
badan (Bd.Dept), Tinggi batang ekor
(Depth of C.pedc), Panjang batang
ekor, Panjang dasar sirip punggung
atau sirip dubur, Panjang bagian
muka sirip punggung, Panjang
kepala, Tinggi kepala, Lebar mata,
Lebar kepala (Hd.W), Panjang bagian
kepala dibelakang mata (Post. Orb.
L), Panjang hidung (Sn.L), Panjang
ruang antara mata (Inter-Orb.L), Faris
Rusuk=gurat sisis (linea lateralis),
Menentukan rumus sirip, Gambarkan
dan tulis bagian-bagiannya.
b. Kelas Amphibi :
Ambilah seekor jenis kelas
amphibi. Hidup atau awetan Letakkan
di atas cawan, amati morfologi

Jurnal Taks. Hewan


Class Pisces and Class Amphibi FMIPA-Universitas Pakuan

eksternal
dari
kelas
Gambarkan
dan
tulis
bagiannya

amphibi
bagian-

Pembahasan
Sirip ikan terdiri dari 2 macam
yakni,
2
macam
sirip
yang
berpasangan
yaitu
sirip
dada
(pectoral fin) dan sirip perut (ventral
fin) kemudian 3 macam sirip yang
tidak berpasangan yaitu sirip ekor
(caudal fin), sirip anus (anal fin), dan
sirip punggung (dorsal fin) (Windarti,
et all. 2012).
Soeseno (2006) mengatakan
bahwa sirip ikan mempunyai fungsi
sebagai kemudi dan pendorong
utama dalam air. Berdasarkan data
yang diperoleh berdasarkan dari
pengamatan selama praktikum dapat
diketahui dari tabel 1, bahwasanya
ikan melakukan gerakan keatas
dengan menggunakan sirip dada
(pectoral fin) dan sirip anus (anal Fin)
sedangkan untuk melakukan gerakan
ke bawah ikan menggunakan sirip
dada (pectoral fin), gerakan ke depan
menggunakan sirip dada (pectoral
fin),
gerakan
ke
belakang
menggunakan sirip dada (pectoral fin)
dan sirip anus (anal fin), gerakan ke
samping menggunakan sirip dada
(pectoral fin), sirip perut (ventral fin)
dan sirip anus (anal fin). Sedangkan
jika ikan dalam posisi diam, sirip yang
digunakan yaitu sirip dad (pectoral
fin).
Ikan tidak pernah mengunyah
ataupun menghancurkan makanan
secara fisik di dalam rongga mulut,
karena ikan tidak memiliki gigi
geraham seperti pada mamalia. Oleh
karena itu proses penghancuran
makanan berlangsung di dalam
lambung. Pada ikan Cyprinidae
makanan
dihancurkan
dalam
lambung palsu, dan pada ikan
herbivora makanan dihancurkan di
intestinum (Windarti, et all. 2012).

tubuh Rana cancrivora terdiri


atas tiga bagian yaitu : Kepala
(Caput), Dada (thorax) dan anggota
gerak (extremitas) Kepala terdiri atas
mata (organon sus), rongga mulut
(cavumoris), cekung hidung (Fovea
nasalis) dan tutup insang (Apparatus
operculare).
Bagian
Trunchus
(Badan) Terdapat : sisik (Squama)
dengan tipe cycloid, sirip (pinnae)
yang terdiri atas sirip dada (pinnae
torakhalis), sirip dubur (Pinnae
analis), Sirip perut (p.Abdominalis),
sirip ekor (p.caudalis) dan sirip
punggung (pinn dorsalis). Selain itu
juga terdapat gurat sisi (linea
lateralis)
yang
membujur
di
sepanjang kedua sisi tubuh sampai
ekor. Ekor hanya terdapat sirip
belakang saja.
Ikan mas memiliki insang
sebagai alat pernafasan. Jantung
ikan terdiri dua ruang (satu atrium
dan satu ventrikel). Ikan berkembang
biak secara ovipar atau bertelur.
Fertilisasi
ikan
terjadi
secara
eksternal yakni pembuahan yang
terjadi diluar tubuh ikan yaitu di dalam
air. Sebelum membedah tubuh ikan,
harus mengikuti langkah-langkah
sebagai berikut: Kulit ikan dibersihkan
agar lumpur atau kerikil hilang Posisi
ikan dihadapkan ke arah kiri
Kesimpulan
Setelah dilakukan pengamatan
dalam praktikum pergerakan sirip
ikan
bahwasanya
sirip
ikan
merupakan salah satu bagian dari
ikan yang mempunyai fungsi penting
dalam pergerakan ikan dan dalam
pergerakan
ikan
mengambil
makanan. Karena sirip-sirip ikan
tersebut memiliki fungsi yang sangat
penting dalam pergerakan ikan, maka
sebaiknya sirip tersebut tidaklah
rusak, karena jika salah satu dari sirip
tersebut rusak, maka hal ini dapat
mengganggu proses pergerakan ikan

Jurnal Taks. Hewan


Class Pisces and Class Amphibi FMIPA-Universitas Pakuan

dan

proses keseimbangan ikan.


Katak adalah satu anggota
dari classic Amphibia. Amphibia
berasal dari kata amphi artinya
rangkap dan bios artinya kehidupan,
karena Amphibia ialah hewan yag
hidup dengan dua bentuk kehidupan,
mula-mula di dalam air tawar
kemudian di darat. Badan katak
terbagi atas tiga bagian, yaitu:
Caput (kepala)
Alat- alat yang terdapat pada
bagian ini adalah: rima oris, cavum
oris, nares anteriores, organon visos,
dan membrane tympani.
Cervix (leher) : tidak nyata
Truncus (badan)
Terbagi
menjadi
dua,
yaitu
anggota badan muka dan anggota
badan belakang.

Stockley, Corin, et.al (1999). The


Usborne Ilustrated Dictionary of
Science, Usborne, London.
Whitten, T. & J. Whitten. (1992). Wild
Indonesia. London. New Holland
& WWF.
Yahya, Harun (2011). Frog and fishes
CreationWiki, the encyclopedia
admin.harunyahya.com

DAFTAR PUSTAKA
Agus Rochdianto, (2005). Analisis
Finansial Usaha Pembenihan
Ikan Karper (Cyprinus carpio
Linn) di Kecamatan Penebel,
Kabupaten
Tabanan,
Bali.
Skripsi S1 FE, Universitas
Tabanan
Axelrod, Herbert R. (1996). "Exotic
Tropical
Fishes".
T.F.H.
Publications.
Darda, Ibnu Rouland & Wahyu.
Prihatini. (2012). Buku Penuntun
Praktikum Taksonomi Hewan,
Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas
Pakuan.
John lenon (2011). Anatomi Ikan Mas
(Cyprinus carpio). Angkatandua
enam.blogspot.com
Lewis, R. (1998). Life. 3rd ed. Boston.
WCB/McGraw Hill Companies.
Mader, S.S. (2004). Biology. Boston.
McGraw-hill.
Puspitasari, Heni Api (2011). anatomi
kodok pohon bufo , endemic
TNGGP Blog.uad.ac.id
Jurnal Taks. Hewan
Class Pisces and Class Amphibi FMIPA-Universitas Pakuan