Anda di halaman 1dari 4

UJI GERAK REFLEKS

Ikhsan Pratama
Rina Yulianti
Erstiana Arifin
Rifqi Hendrik
Sidik Permana
Widad Kuswardana
DEPARTEMEN BIOLOGI, FMIPA-UNPAK
ABSTRACT
Reflex is the mechanism of the reaction to stimuli in the subconscious.
Instinctive behavior of the lower animals as large controlled by reflex in human
behavior is more a matter of reflex requirements and work as a basic defense
mechanism, but these reflexes is very important in diagnosing and localizing
neurological lesions. Runs very fast reflexes and responses to stimuli occurs
automatically, without requiring the control of the brain. So it can be said to occur
without movement or unconsciously influenced by the will first. Examples of such
reflex blinking, sneezing, or coughing.
At reflexes, impulses through a short path or a shortcut, which begins from the
receiver receptor stimulation, and then forwarded by the sensory nerve to the nerve
center, is received by the set of nerve connections (associations) without being
processed in the brain responses are sent directly to the motor nerves to be
submitted to effector, ie muscle or gland. This shortcut is called reflex arc.
Key word : Reflex, reflex eye, human tendon reflexes
DASAR TEORI
Gerak merupakan salah satu
cirri makhluk hidup. Gerak ini terjadi
karena adanya rangsang baik dari luar
maupun dari dalam individu yang
bersangkutan. Gerak yang terjadi
karena adanya kontraksi otot. Kerja
otot dalam tubuh berbeda beda
tergantung
jenis
saraf
yang
mempengaruhinya. Ada yang di
bawah pengaruh sadar ada yang
diluar
kesadaran.
Gerak
diluar
kesadaran disebut refleks.
TUJUAN
1. Mengamati gerak refleks pada
tendon manusia, dan
2. Mengamati refleks pada mata.
Jurnal Fisiologi Hewan
Uji Gerak Refleks FMIPA - Universitas Pakuan

BAHAN DAN ALAT


1. Plastik transparan
2. gulungan kertas
3. Kursi
METODE/CARA KERJA
Gerak refleks tendon patella
1. Duduklah
di kursi
dengan
menyilangkan kaki, pastikan kaki
yang diatas tergantung dengan
bebas dan nyaman.
2. Pukullah tendon dekat patella
dengan palu karet
3. Perhatikan apa yang terjadi
Gerak refleks bola mata
1. Peganglah plastik transparan
berjarak 19cm dari mata.
1

2. Seruhlah teman anda melempar


gulungan kertas ke arah anda
3. Apa yang terjadi dengan gerakan
mata anda?
TABEL HASIL PENGAMATAN

Perlakuan

Respon

Pemukulan patella

5x
gerak refleks

Lemparan
gulungan kertas

5 x menjauh

PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil pengamatan
yang telah dilakukan dari uji coba
gerak refleks pada bagian-bagian
tubuh manusia maka diperoleh data
yaitu untuk data kelompok digunakan
seorang probandus saja. Hasil dari
probandus ini yaitu pada refleks tumit
gerakan yang terjadi menjauhi martil
refleks dan merupakan gerak refleks
monosinaps karena hanya gerakan
kaki yang ada. Pada refleks kornea
gerakannya menjauhi dan merupakan
refleks polisinaps dengan gerakan
menutup mata.
Hasil pengamatan untuk data
kelas dengan 2 probandus setiap
kelompok diperoleh data yaitu untuk
gerakan yang terjadi dari setiap
macam gerak refleks yang dilakukan
disini tidak ada perbedaan setiap
probandus kelompok memperlihatkan
gerakan yang sama yaitu menjauh.
Yang terjadi perbedaan disini adalah
pada data untuk jenis gerakan
tersebut. Pada masing - masing
kelompok terdapat dua refleks yang
jenisnya monosinaps yaitu refleks
bisep dan trisep, sedangkan untuk
jenis polisinaps ada enam yaitu refleks
lutut, tumit, perut, cahaya, kornea, dan
with drawl. Hanya pada praktikum kali
ini dilihat pada pemukulan patella yaitu
Jurnal Fisiologi Hewan
Uji Gerak Refleks FMIPA - Universitas Pakuan

pada tumit dan rfleks cahaya dengan


memakai gulungan kertas.
Mekanisme gerak refleks yaitu
mulai dari stimulus atau rangsangan
kemudian ke reseptor atau indra ke
saraf sensorik ke sumsum tulang
belakang kemudian ke saraf motorikke
efektor dan kemudian menimbulkan
gerakan. Monosinaps adalah gerak
refleks yang menghasilkan hanya satu
gerakan sedangkan Polisinaps adalah
gerak refleks yang menghasilkan lebih
dari satu gerakan.
Pengamatan
ini
diperoleh
refleks yang berbeda-beda setiap
individu, hal ini mungkin disebabkan
karena gerak refleks dapat dihambat
oleh kemauan sadar, misalnya bukan
saja tidak menarik tangan dari benda
panas, bahkan dengan sengaja
menyentuh permukaan benda panas
itu (Pearce, 2006). Selain itu
rangsangan yang diberikan dapat
diubah menjadi bentuk aksi-aksi yang
berbeda oleh reseptor, nah reseptor ini
menimbulkan gerakan atau aksi-aksi
yang berbeda setiap individu.
Gerak refleks disebabkan oleh
rangsangan tertentu yang biasanya
mengejutkan
dan
menyakitkan.
Misalnya bila kaki menginjak paku,
secara otomatis kita akan menarik kaki
dan akan berteriak. Refleks juga
terjadi ketika kita membaui makanan
enak , dengan keluarnya air liur tanpa
disadari. Berikut skema gerak refleks:
gerak
refleks
terjadi
apabila
rangsangan yang diterima oleh saraf
sensori langsung disampaikan oleh
neuron
perantara
(neuron
penghubung).
Hal ini berbeda sekali gerak
dengan ekanisme gerak biasa. Gerak
biasa rangsangan akan diterima oleh
saraf sensorik dan kemudian di
sampaikan langsung ke otak. Dari otak
kemudian dikeluarkan perintah ke
saraf motorik sehingga terjadilah
gerakan. Artinya pada gerak biasa
gerakan itu diketahui atau dikontrol
2

oleh otak. Sehingga gerak biasa


adalah gerak yang disadari (Prasetyo,
2009).
Perbedaan kekuatan refleks
patellar
dengan
releks
yang
dilemparkan melalui gulungan kertas
itu
memiliki
perbedaan
yang
ditimbulkan karena beberapa faktor,
Selain itu rangsangan yang diberikan
dapat diubah menjadi bentuk aksi-aksi
yang berbeda oleh reseptor pada
pemukulan
patellar
tergantung
kekuatan pukulan palu yaitu pada
refleks tendon, kepekaan tendon,
kesadaran ressponsi, dan kebiasaan
responsi tersebut.
Meskipun
demikian,
dalam
praktikum ini antar responsi pasti ada
yang memiliki kekuatan refleks yang
sama pada semua tendon yang
diperiksa.
Begitu
pula
dengan
kekuatan refleks kornea dengan cara
di lemparkan segulungan kertas
refleks terjadi dan berbeda tergantung
pada
kesadaran
responsi
dan
kebiasaan responsi tersebut.
KESIMPULAN
Berdasakan hasil pengamatan
yang telah dilakukan maka dapat
disimpulkan bahwa gerak refleks
adalah gerakan yang tidak disadari
yang
timbul
karena
adanya
rangsangan
dan
merupakan
mekanisme pertahanan tubuh yang
terjadi jauh lebih cepat dari gerak
biasa. Gerak refleks ada yang
monosinaps dan polisinaps. Refleks
monosinaps apabila gerakan yang
terjadi hanya satu sedangkan refleks
polisinaps apabila gerakan yang terjadi
terdiri dari dua atau lebih gerakan.
Refleks adalah mekanisme
reaksi terhadap rangsangan di bawah
sadar. Perilaku naluriah dari hewan
yang lebih rendah dikuasai sebagai
besar oleh refleks pada manusia
perilaku lebih banyak merupakan
suatu masalah dari persyaratan dan
refleks bekerja sebagai mekanisme
Jurnal Fisiologi Hewan
Uji Gerak Refleks FMIPA - Universitas Pakuan

pertahanan dasar, namun refleksrefleks ini sangat penting artinya di


dalam mendiagnosis dan melokalisasi
lesi neurologi. Gerak refleks berjalan
sangat cepat dan tanggapan terjadi
secara otomatis terhadap rangsangan,
tanpa memerlukan kontrol dari otak.
Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi
tanpa dipengaruhi kehendak atau
tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh
gerak refleks misalnya berkedip,
bersin, atau batuk.
Pada gerak refleks, impuls
melalui jalan pendek atau jalan pintas,
yaitu dimulai dari reseptor penerima
rangsang, kemudian diteruskan oleh
saraf sensori ke pusat saraf, diterima
oleh set saraf penghubung (asosiasi)
tanpa diolah di dalam otak langsung
dikirim tanggapan ke saraf motor untuk
disampaikan ke efektor, yaitu otot atau
kelenjar. Jalan pintas ini disebut
lengkung refleks.
Gerak refleks dapat dibedakan
atas
refleks
otak
bila
saraf
penghubung (asosiasi) berada di
dalam otak, misalnya, gerak mengedip
atau mempersempit pupil bila ada
sinar dan refleks sumsum tulang
belakang bila set saraf penghubung
berada di dalam sumsum tulang
belakang misalnya refleks pada lutut.
Hasil pengamatan untuk data
kelas dengan 2 probandus setiap
kelompok diperoleh data yaitu untuk
gerakan yang terjadi dari setiap
macam gerak refleks yang dilakukan
disini tidak ada perbedaan setiap
probandus kelompok memperlihatkan
gerakan yang sama yaitu menjauh.
Yang terjadi perbedaan disini adalah
pada data untuk jenis gerakan
tersebut. Pada masing - masing
kelompok terdapat dua refleks yang
jenisnya monosinaps yaitu refleks
bisep dan trisep, sedangkan untuk
jenis polisinaps ada enam yaitu refleks
lutut, tumit, perut, cahaya, kornea, dan
with drawl. Hanya pada praktikum kali
ini dilihat pada pemukulan patella yaitu
3

pada tumit dan rfleks cahaya dengan


memakai gulungan kertas. Mekanisme
gerak refleks yaitu mulai dari stimulus
atau
rangsangan
kemudian
ke
reseptor atau indra ke saraf sensorik
ke sumsum tulang belakang kemudian
ke saraf motorikke efektor dan
kemudian
menimbulkan
gerakan.
Monosinaps adalah gerak refleks yang
menghasilkan hanya satu gerakan
sedangkan Polisinaps adalah gerak
refleks yang menghasilkan lebih dari
satu gerakan.
Perbedaan kekuatan refleks
patellar
dengan
releks
yang
dilemparkan melalui gulungan kertas
itu
memiliki
perbedaan
yang
ditimbulkan karena beberapa faktor,
Selain itu rangsangan yang diberikan
dapat diubah menjadi bentuk aksi-aksi
yang berbeda oleh reseptor pada
pemukulan
patellar
tergantung
kekuatan pukulan palu yaitu pada
refleks tendon, kepekaan tendon,
kesadaran ressponsi, dan kebiasaan
responsi tersebut.
Meskipun
demikian,
dalam
praktikum ini antar responsi pasti ada
yang memiliki kekuatan refleks yang
sama pada semua tendon yang
diperiksa.
Begitu
pula
dengan
kekuatan refleks kornea dengan cara
di lemparkan segulungan kertas
refleks terjadi dan berbeda tergantung
pada
kesadaran
responsi
dan
kebiasaan responsi tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Campbell, N. A., Reece, J. B., &
Mitchell, L.G Junqueira, Luiz
Carlos and JosCarneiro. 2007.
Histologi Dasar. Jakarta: EGC..
Effendi,
Mulyati
2010. Penuntun
Praktikum
Anatomi
Fisiologi
Manusia. Bogor. Laboratorium
farmasi. Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Pakuan
Fitra, alfan. 2009. Pengaruh Suhu
Terhadap
Denyut
Jantung.
Jurnal Fisiologi Hewan
Uji Gerak Refleks FMIPA - Universitas Pakuan

Diakses
melalui http:
//
alfanisti.blogspot.com /2009 /06/
pengaruh-suhu-terhadap-denyutjantung.html pada tanggal 29
November 2011
Ganong, F.William. 1995. Buku ajar
Fisiologi Kedokteran. Edisi II.
Jakarta : EGC. Penerjemah H. M
Djuahari
Wdjokusumah.
Terjemahan dari review off
Medical Physiology
Guyton, A. C. 1995. Buku Ajar
Fisiologi Kedokteran. Penerbit
Buku kedokteranEGC, Jakarta.
Guyton, Arthur C. 1995. Buku Ajar
Fisiologi Kedokteran. Edisi 9.
Jakarta : EGC. Penerjemah Ken
Ariata
Tengadi.
Terjemahan
dari Textbook
of
Medical
Physiology
Isnaeni,
Wiwi.
2006.
Fisiologi
Hewan.Yogyakarta : Kanisius
Looker AC, Dallman PR, Carroll
MD, Gunter EW, Johnson CL.
Prevalence of iron deficiency in
the United States. JAMA 1997;
277: 973-6.
Moerfiah. 2013. Buku Penuntun
Praktikum
Fisiologi
Hewan,
Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas
Pakuan.
Lewis, R. 1998. Life. 3rd ed. Boston.
WCB/McGraw Hill Companies.
Marieb, E.N. (1993). Human Anatomy
and
Physiology.
Laboratory
manual. California. The benyamin
Cummings Publ.Co.Inc.
Raharjo,
dkk.
2011. Petunjuk
Praktikum
Fisiologi
Hewan
Surabaya : UNIPRESS
Stockley, Corin, et.al. 1999. The
Usborne Ilustrated Dictionary of
Science, Usborne, London.
Ward, J and Royer, L. 2008.
Physiology at a Glance. Second
edition.Oxford : England
Whole J.W. Jr. 1986.Human Anatomy
and Physiology. Brown Publisher.
USA Pp : 361-371.
4