Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN

PRAKTIKUM
BIOKIMIA BLOK
RESPIRASI TAHUN
2014
[Dwidian Khresna Risanto]
(12.610.50232)

1. HEMOLISIS SEL DARAH MERAH


Dasar percobaan
Sel darah merah mempunyai daya tahan tertentu terhadap
larutan sekitarnya.
Tujuan Percobaan
Mempelajari ketahanan eritrosit dalam berbagai konsentrasi
NaCl.
Tabung

Air (ml)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

10
9
8
7,5
7
6,5
6
5,5
5
4,5

NaCl 2%
(ml)
1
2
2,5
3
3,5
4
4,5
5
5,5

% NaCl

Teori

Praktiku

0
0,2
0,4
0,5
0,6
0,7
0,8
0,9
1,0
1,1

m
100
90
80
75
70
65
60
55
50
45

1. Tambahkan 2 tetes darah ke dalam setiap tabung


2. Campurkan dengan membalik-balikkan secara perlahan
3. Tunggu 1 jam dan catat derajat hemolisis
Pembahasan
Apakah yang dimaksud dengan resistensi osmotic ?
Kelemahan atau kurangnya daya tahan terhadap factor yang dapat
menyebabkan pecahnya kesinambungan atau integritas. Pada
percobaan ini, berarti kurangnya daya tahan eritrosit terhadap
hemolisis bila terpajan pada larutan garam yang semakin hipotonik.

2. PENGARUH ZAT KIMIA


Tujuan Percobaan
Mengamati pengaruh zat kimia terhadap eritrosit.
Cara Kerja
1. Siapkan 6 buah tabung dengan 10ml NaCl 0,9% dalam setiap
tabung
2. Tambahkan ke dalam tabung
A : 2 tetes air + 2 tetes darah
B : 2 tetes kloroform + 2 tetes darah
C : 2 tetes eter + 2 tetes darah
D : 2 tetes aseton + 2 tetes darah
E : 2 tetes toluen + 2 tetes darah
F : 2 tetes alcohol + 2 tetes darah
3. Kocok dan tunggu jam
4. Perhatikan apakah terjadi hemolisis
Hasil
Tabung
A
B
C
D
E
F

Pembahasan

Derajat Hemolisis (%)


Merah oranye
Merah
Merah tua
pucat
oranye
Merah muda

Pada larutan hipotonis, sel darah merah akan pecah karena cairan
hipotonis masuk kedalam sel darah merah sampai mengisi penuh dah
akhirnya membran pecah, sedangkan pada larutan hipotonis akan
terjadi sebaliknya.

3. TEST GUAIAC ( Darah Samar )


Dasar Percobaan
Test ini peka dan berguna untuk menyatakan adanya darah.
Jangan menggunakan larutan guaiac yang terlampau pekat, sebab
presipitat bahan-bahan resin yang banyak akan menutupi warna biru
yang terbentuk. Zat-zat lain seperti susu, nanah, dan liur juga memberi
hasil positif, tetapi setelah dididihkan 15-20 detik zat-zat ini tidak lagi
memberikan warna biru, sedangkan darah yang telah dididihkan tetap
memberikan hasil positif.
Cara Kerja
1. Pada 5ml darah encer tambahkan larutan guiac 2% dalam
alcohol tetes demi tetes sampai terjadi kekeruhan.
2. Tambahkan H2O2 3 % tetes demi tetes sampai timbul warna biru
3. Ulangi terhadap
a. darah yang dididihkan 30 detik
b. darah yang lebih encer
Hasil
Bahan Uji

Warna

Darah tanpa dipanaskan


Darah yang dipanaskan
Darah yang lebih encer
Pembahasan
Ketika hydrogen peroksida di teteskan ke dalam larutan, hydrogen
peroksida akan mengoksidasi larutan menyebabkan perubahan warna,
oksidasi ini terjadi sangat lambat. Heme adalah suatu komponen Hb
yang ditemukan di darah, mengkatalisasi reaksi ini. Memberikan hasil
sekitar 2 detik, ole karena itu, hasil tes positif adalah salah satu
gambaran perubahan warna.
4. TEST BENZIDIN ( Darah Samar )
Dasar Percobaan
Test ini sangat peka untuk menyatakan darah
Cara Kerja
1. Sediakan 3 buah tabung reaksi
2. Isi setiap tabung dengan 2ml darah dengan pengenceran 1 : 200,
1 : 400, dan 1 : 1.000.000
3. Ke dalam masing-masing tabung reaksi tambahkan 3 tetes
larutan benzidin dalam asetat glacial jenuh dan 1 ml H2O2 3%
Hasil
Pengenceran Darah
1 : 200
1 : 400
1 : 1.000.000

Warna
Coklat pekat
Coklat muda
Coklat samar

Pembahasan
Untuk apa test benzidin dapat diterapkan ?

Pada tumor ganas, seperti tumor lambung ganas, sering didapatkan


perdarahan dalam tinja (occult blood), sehingga diperlukan
pemeriksaan benzidin test.
Selain itu, biasanya digunakan untuk mengetahui intensitas darah
pada forensik

5.OKSIHEMOGLOBIN DAN HEMOGLOBIN TEREDUKSI


DASAR PERCOBAAN
Hb dapat mengikat dan melepaskan Oksigen
CARA KERJA
1. Campurkan dengan baik 2 ml darah dengan 6 ml air dalam
tabung reaksi. Perhatikan warna merah terang yang terjadi
2. Bagilah 2 isi tabung ( A dan B ). Tabung A sebagai kontrol tidak di
tambah apa apa.
3. Masukkan ke dalam tabung B pereduksi kuat ( 2 ml pereaksi
Stokes ). Tambahkan NH4)H secukupnya agar endapan yang
terbentuk larut.
4. Perhatikan warna Hb reduksi.
5. Kocok tabung B kuat kuat dan perhatikan perubahan warna.
6. Bandingkan dengan proses faal pada pernapasan.
HASIL
Tabung
A ( control )

Warna
Merah terang
(darah)

Dengan stokes
Setelah dikocok

Merah pekat
Merah pekat

PEMBAHASAN
Hemoglobin

merupakan

protein

besi

yang

terdapat

di

dalam

sitoplasma sel darah merah, yang mana berfungsi untuk mengikat


oksigen pada rantai heme nya.
Heme ini mengandung ion besi dalam bentuk valensi 2 yang kita kenal
dengan Fe2+.
Oksigen yang diikat oleh Hb ini akan dilepaskan ke jaringan untuk
digunakan sesuai dengan kebutuhan untuk menghasilkan ATP.
Pada percobaan, dikethui bahwa ikatan antara heme dan oksigen
dapat direduksi oleh pereduksi kuat yaitu pereaksi stokes yang pada
percobaan ini digunakan sebanyak 2 ml.
Dengan demikian, oksihemoglobin yang tadinya berwarna merah tua
atau yang dimaksud dengan tabung control akan berubah menjadi
hemoglobin tereduksi dengan warna biru tua oleh pereaksi stokes dan
menjadi warna biru tua kehitaman setelah di kocok.

Pengujian kali ini bertujuan untuk memperlihatkan bahwa hemoglobin


dapat mengikat oksigen menjadi HbO2 dan senyawa ini dapat terurai
kembali menjadi deoksi Hb dan O2.
Dalam keadaan tereduksi, Fe dalam hemoglobin dapat mengikat O2
menjadi HbO2. Dan HbO2 akan melepas 02 pada penambahan reaksi
stokes.
1. Hb(Fe2) + 02 <<<<<>>>>> Hb(Fe2)02
Pada hasil percobaaan Oksihemoglobin warna larutan pada tabung
merah. Kemudian pada percobaan deoksihemoglobin, tabung yang
diberikan larutan stokes sebanyak 3 tetes warna yang terbentuk
adalah merah pekat karena pada tabung tersebut terjadi proses
pelepasan O2 (oksigen).

Hemoglobin dapat mengikat oksigen dan melepaskannya dengan


mudah. Pada percobaan kali ini hemoglobin dapat mengikat oksigen
yaitu adanya warna merah terang pada tabung pertama percobaan
deoksihemoglobin yang tidak diberikan pereaksi stokes. Sedangkan
pada tabung kedua terjadi pelepasan O2 karena diberikan pereaksi
stokes dan hasil warna yang terbentuk menjadi merah pekat.

6.METHEMOGLOBIN
Dasar Percobaan
Ion fero pada Hb dapat teroksidasi menjadi ion feri.
Cara Kerja
A
1. Campurkan 2ml darah + 8ml air + 2ml K-ferisianida 33%
2. Perhatikan warna metHb yang terbentuk
3. Ujilah dengan pereaksi Stokes dan perhatikan warnanya
B

1.
2.
3.
4.

Campurkan 3ml darah dengan 3ml air dan hangatkan


Tambahkan 6ml K-ferisianida 33%
Campurkan dengan membalik-balikkan
Perhatikan gelembung-gelembung oksigen yang terbentuk

Hasil
A2
Warna metHb : Merah Kehitaman

A3

Warna dengan Stokes : Biru Kehitaman

B4

Gelembung-gelembung O2

terlihat
Tak terlihat

Pembahasan
Methemoglobin adalah sejenis hemoglobin yang tidak dapat
mengangkut oksigen karna hemoglobin yang satu ini beriakatan

dengan Feri(Fe3+) tidak seperti hemoglobin yang berikatan dengan


fero(fe2+) yang mampu mengangkut oksigen ke jaringan.

7. ALBUMIN DAN GLOBULIN SERUM


Dasar Percobaan
Garam dapat mengendapkan globulin dan albumin ( Salting Out )
Cara Kerja
1. Campurkan 3ml serum dengan 3ml (NH4)2SO4 jenuh
2. Endapkan putih terbentuk
3. Saring dan masukkan endapan ke dalam 3ml NaCl 1%
4. Kocok sampai endapan larut, ambil 2ml larutan
5. Campurkan 2 ml larutan tadi + 2 ml NaOH 10% + 3 tetes CuSO4
(test biuret)
6. Perhatikan warna yang terjadi
7. Pada filtrate tambahkan kristal sampai (NH4)2SO4 jenuh
8. Kembali terbentuk endapan putih
9. Saring dan lakukan test biuret terhadap filtrate
Hasil
Test Biuret
Butir 6
Butir 9

Warna

Positif / Negatif

Ungu violet

Pembahasan
Protein yang mengendap dalam ammonium sulfat setengah
jernih adalah globulin
Protein yang mengendap dalam ammonium sulfat jenuh adalah
albumin
Tetst biuret terhadap filtrate ( butir 9 ) memberi hasil positif / negative,
karena adanya senyawasenyawa yang mengandung gugus amida
asam yang berada bersama gugus amida yang lain.
Kelarutan protein akan berkurang bila ke dalam larutan protein
ditambahkan garam-garam anorganik, akibatnya protein akan terpisah
sebaga endapan . Peristiwa pemisahan protein ini disebut salting out.
Bila garam netral yang ditambahkan berkonsentrasi tinggi, maka
protein akan mengendap. Pengendapan terus terjadi karena
kemampuan ion garam untuk menghidrasi, sehingga terjadi kompetisi
antara garam anorganik dengan molekul protein untuk mengikat air.

Karena garam anorganik lebih menarik air maka jumlah air yang
tersedia untuk molekul protein akan berkurang.