Anda di halaman 1dari 5

KARAKTERISTIK EKSTRAK ENCER

1. Berat Jenis

timbang piknometer kosong (piknometer yang sudah ditara)

isi piknometer dengan air sampai penuh ( 10 mL)

timbang kembali

piknometer kosong masukan ekstrak ( 10 mL)

timbang hingga kerapatan ekstrak dapat ditetapkan

2. Pola Dinamolisa

Masukan ekstrak encer dalam cawan petri

buat poladinamolisa pada kertas saring whatman

Buat sumbu pada titik pola dinamolisa

tutup cawan petri yang berisi eksrak encer dengan pola yang sudah dibuat

cairan akan naik melalui sumbu dan akan membentuk pola pada kertas whatman

biarkan hingga difusi sirkulasi 10 menit

amati pola

ekstrak encer yang sudah ada dalam cawan

kemudian masukan indicator pH universal

biarkan pH universal kering

amati pH dengan menyamakan hasil dengan standar ( gambar pada bilangan harga

3. Ph

pH)
4. Kromatografi Lapis Tipis

Buat eluen yang sesuai (toluene 93 : etil asetat 7)

Siapkan camber dengan cara masukan pelarut naik sampai ujung kertas saring

totolkan ekstrak dengan ujung pipa kapiler pada plat KLT

biarkan beberapa saat supaya pelarut menguap (pelarut dalam ekstrak)

masukan KLT dalam camber yang sudah jenuh kemudian tutup

biarkan hingga pelarut sampai pada garis plat

Hitung nilai Rf nya

bisa ditambahkan penambah bercak asam sulfat 10%

amati warna pada spectrum uV 254 nm

DATA HASIL PENGAMATAN

No Pengamatan
1

pH

Pola

Gambar

Hasil dan keterangan


pH ekstrak 6 menunjukan ekstrak bersifat asam

a = 2 cm
a

dinamolisa

c
b = 2,1 cm
d
c = 1,9 cm
d = 1,8 cm

KLT a

Spectrum 366

Rf =
Rf =

= 0,225 cm

KLT b

Spectrum 254

Rf =
Rf 1 =

= 0,21 cm

Rf 2 =

= 0,28 cm

Rf 3 =

= 0,32 cm

Sesudah di semperot H2SO4 10 %


Rf =

Berat
ekstrak

jenis Pikno kosong konstan

= 0,062 cm

1. 10,06 g
2. 10,06 g
3. 10,06 g

Pikno + air

1. 20,55 g
2. 20,55 g
3. 20,55 g
a. bobot air = (pikno+air)-(pikno kosong)
= 20,55 g 10,06 g
= 10,49 g
b. air =

= 0,959 g/ml

c. vol pikno = vol air

= 10,93 g/ml
Pikno + ekstrak

1. 18,86 g
2. 18,86 g
3. 18,86 g
a. bobot air = (pikno+air)-(pikno kosong)
= 18,86 g 10,06 g
= 8,8 g
b. air =

= 1,14 g/ml

c. vol pikno = vol air

=
= 7,71 g/ml
d. berat jenis ekstrak =
= 1,14 g

PEMBAHASAN
karakteristik ekstrak cair meliputi karakteristik kimia dan karakteristik fisika, karakteristik kimia
ekstrak encer meliputi pH dan kromatografi lapis tipis, karakteristik fisika ekstrak encer meliputi
pola dinamolisa dan berat jenis ekstrak. yang bertujuan untuk menetapkan nilai-nilai parameter
ekstrak encer dari ekstrak yang dihasilkan, karakeristik fisika ini digunakan sebagai runtutan
dalam evaluasi kendali mutu ekstrak. ekstrak encer yang dihasilkan yaitu 2800 ml, yang pertama
dilakukan cek pH dengan menggunakan indicator pH universal, pH ekstrak yang diperoleh yaitu
6 yang menunjukan ekstrak bersifat asam.kemudian dilakukan pengujian kromatografi lapis tipis
yang bertujuan untuk mengetahui senyawa yang terdapat dalam ekstrak dengan mengukur Rf
yang diperoleh dan mengamati bercak warna yang terdapat dalam plat KLT, fase diam yang
digunakan yaitu silica gel GF 254 dan fase gerak yang digunakan yaitu toluene : etil asetat ( 9,3 :
0,7 ). pertama-tama dilakukan penjenuhan chamber dengan toluene yang dimaksudkan untuk
memeberikan tekanan udara pada pelarut yang terdapat dalam camber agar pada saat pemisahan
komponen-komponen yang terdapat pada pase diam dapat memisah dan merambat secara lurus
dan tidak member luas atau berbelok-belok. Rf yang diperoleh dari ekstrak kencur yaitu 0,062
setelah dilakukan penyemprotan dengan H2SO4 10 %. Kemudian dilakukan berat jenis ekstrak
yang yang bertujuan untuk menentukan kemurnian suatu zat. berat ekstrak yang diperoleh yaitu
1,14 g/ml berbanding lurus dengan ekstrak. Kemudian dilakukan pola dinamolisa yang
bertujuan untuk memberikan informasi kadar senyawa dalam ekstrak,gambaran awal jumlah
kandungan kimia ekstrak dalam suatu pelarut. pola dinamolisa yang diperoleh diameter 2 cm, 2,1
cm, 1,9 cm , 1,8 cm.