Anda di halaman 1dari 8

Transportasi Sel dalam Tubuh Manusia

Agusdianto Bello Chrisdarmanta A.Putra


102012222
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna Utara No.6 Jakarta 11510
Email : agusdianto.putra@civitas.ukrida.ac.id
Pendahuluan
Pada kenyataannya, semua proses kehidupan berlangsung di dalam sel mulai dari
proses nutrisi, proses regulasi, proses metabolisme, proses ekskresi, proses reproduksi dan
proses-proses kehidupan lainnya.1 Salah satu proses penting yang terjadi di dalam sebuah sel
adalah proses transportasi atau pengangkutan zat dari luar dan ke dalam sel itu sendiri.2
Proses ini berkaitan dengan pengaturan kadar air dan mineral di dalam sel yang
melibatkan pengangkutan zat-zat keluar-masuk sel dan diatur oleh membran sel. Membran
sel inilah yang memegang peran penting dalam mengatur keluar masuknya air dan zat-zat
lainnya. Proses transportasi yang diatur oleh membran sel ini bisa terjadi baik secara aktif (
memerlukan energi ) maupun terjadi secara pasif ( tanpa memerlukan energi ).2
Sel membutuhkan zat atau molekul untuk menjalankan aktivitas metabolismenya.
Kebutuhan tersebut difasilitasi dengan adanya transportasi zat-zat melalui membran sel.
Dengan adanya transportasi sel, sel mampu mendapatkan molekul yang dibutuhkan bagi
proses sintesis dan segala proses lainnya yang terjadi di dalam sel. Dengan transportasi sel,
sel juga dapat melepaskan atau mengeluarkan molekul ke lingkungan di luar sel sehingga
molekul tersebut dapat digunakan oleh tubuh manusia.

Rumusan Masalah
Rumusan masalah makalah ini adalah Amir mendapat tugas tentang transportasi sel,
serta Amir diminta untuk menjelaskan dan mencari contoh lain tentang transportasi sel.
Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah mahasiswa dapat mengerti dan menjelaskan tentang
struktur dan fungsi organel sel. Mahasiswa juga dapat mengerti dan menjelaskan transportasi
sel dan memberikan contoh-contoh dari jenis transportasi sel.
Hipotesis
Hipotesis yang diambil dari skenario adalah di dalam sel terjadi berbagai jenis
transportasi sel.

Pembahasan
Sel
Sel berasal dari bahasa latin, yaitu cella yang berarti ruang kecil. Sel ditemukan
pertama kali oleh Robert Hoeke (1635-1703), seorang ilmuwan dari Inggris.ia mengamati
sayatan tipis gabus tutub botol (Quercus suber) melalui mikroskop yang dirancangnya
sendiri. sel merupakan satuan terkecil penyusun mahluk hidup yang dapat melaksanakan
kehidupan. Garis tengah sel bervariasi antara 0,1-1,0 m. Sel terdiri dari sel uniseluler (terdiri
dari satu sel) dan multiseluler ( terdiri banyak sel). Struktur sel terdiri dari membran plasma,
nukleus (inti sel) atau nukleoid pada prokariota, sitoplasma, serta organel-organel yang
terdapat di dalamnya.1
Secara fungsional, sel akan menjalankan kehidupan jika sel-sel penyusunnya
berfungsi. Kumpulan sel yang sejenis membentuk jaringan. Sel berkembang biak dengan cara
membelah diri (mitosis). Sel mengandung materi genetik, yaitu materi penentu sifat-sifat
mahluk hidup. Karena perkembangbiakan sel dilakukan secara mitosis.1
1. Nukleus
Nukleus atau inti sel merupkan organel yang sangat penting bagi kehidupan. Inti sel
berperan mengandung satu nukleus. Bentuk sel biasanya berkaitan dengan bentuk sel.
Akan tetapi umumnya bentuk inti sel memiliki bentuk yang tidak beraturan, ada yang
bentuknya lonjong, kubus, atau bersegi banyak beraturan. Di dalam inti sel terdapat suatu
massa yang bergranula atau berbutir-butir yang disebut nukleolus (anak inti). Secara
kimia nukleolus terdiri dari DNA, RNA, dan protein. Fungsi utama dari inti sel adalah
pusat pengotrolan genetik. Serta berfungsi juga sebagai tempay penggandaan dan
transkripsi DNA.
2. Sitoplasma
Sitoplasma terdiri dari kata sito=sel, plasma=cairan. Plama berupa cairan yan
berbentuk koloid kompleks, yaitu gabungan antara gel(kental) dan sol (encer). Sitoplasma
meliputi semua materi yang berada di antara inti dan membran sel. Sitoplasma merupakan
bagian yang penting karena berperan sebagai tempat berlangsungnya biosintesi dan
bioenergetika. Di dalam sitoplasma terdiri dari berbagai organel-organel sel, yaitu
retikulum endoplasma, mitokondria, badan golgi, lisosom, vakuola, ribosom, mikrotubul,
sentriol, dan sentrosom.
a. Retikulum Endoplasma
Retikulum Endoplasma (RE) merupakan organel yang memiliki membran
berbentuk jala. Retikulum endoplasma ada dua tipe, yaitu retikulum endoplasma
agranular (RE halus) dan retikulum endoplasma granular (RE kasar).

RE halus adaalah retikulum endoplasma yang tidak ditempeli oleh ribosom


sehinnga RE ini tidak aktif dalam sintesi protein, tetapi aktif dalam sitesis lemak. RE
halus ini banyak ditemukan pada sel lemak dan leukosit.
RE kasar adalah retikulum endo plasma yang dindingnya ditempeli oleh ribosom
yang terlibat dalam sitesi protein. Membran dinding RE tadi banyak mengandung
enzim yang berkaitan dengan sintesis protein. Jadi RE kasar ini berfungsi dalam
proses transpot dan material kimia lainnya.
b. Mitokondria
Mitokondria (tunggal=mitokondria) memiliki beberapa fungsi penting dalam sel
eukariotik. Mitokondria merupakan organl sel bermembran yang bersifat aerob.
Ukuran mitokondria tergantung pada jenis sel, biasanya ukuran mitokondria berkisar
0,3m-40m.
Mitokondria memiliki dua membran yang kuat, fleksibel, dan stabil. Membran
bagian dalam membentuk tojolan-tonjolan untuk memperluas permukaaan yang
dinamakan krista mitokondria.
Mitokondria mengandung cairan atau yang mengandung lemak, protein, DNA
sirkuler, dan ribosom. DNA pada mitokondria berfungsi mengatur sintesis protein,
baik dalam sitoplasma maupun ribosom. Fungsi dari mitokondria adalah mengandung
enzim-enzim yang melakukan oksidasi makanan dan mensintesa ATP untuk energi
pada sel. Serta mitokondria berfungsi sebagai tempat terjdinya respirasi sel
menghasilkan energi.
c. Badan Golgi
Badan golgi adalah salah satu organel terbesar yang ditentukan oleh seorang ahli
dari Italia, Camillo Golgi. Ada tiga bagian yang pada badan golgi yaitu cis yang
terdekat dengan retikiulum endoplasma, medial, dan trans golgi yang terletak di
dekat membran membran plasma. Setiap bagian yang bertanggung jawab untuk
melakukan modifikasi-modifikasi yang berbeda, seperti glikosilasi (penambahan
karbohidrat), fosforilasi (penambahan fosfat), atau proteolisis (enzim termediasi yang
memecah protein), dengan protein yang baru disintesis sedang dan diproses dan
diubah menjadi matang, protein fungsional. Jaringan tras Golgi diurutkan dan
dikemas menjadi baru mesintesis dan memodifikasi protein menjadi bagian dalam
trans Golgi. Bagian bertunas dari tubuh utama dari kompleks golgi dan bentuk
struktur-struktur yang disebut vasikel transport. Gerakan protein-protein yang ini
menuju tujuan akhir selulanya atau ekstraselulernya yang difasilitasi dengan cara ini.
d. Lisosom
Lisosom adalah organel organel yang tertutup membrane dari brbagai ukuran
yang memiliki pH internal (pH 5). Pada umumnya lisosom memiliki bentuk bulat
lonjong dengan ukuran sekitar berkisar 0,2m-0,8m.
3

Lisosom mempunyai berbagai fungsi sebagai berikut, mencerna makanan hasil


fagositosis dan pinositosis. Mencerna makanan cadangan jika kekurangan makanan.
Autolisis, yakni dalam keadaan fisiologis tertentu, lisosom dapat menghancurkan
organsel yang rusak. Peristiwa ini disebut juga autofagi. Menghancurkan benda yang
ada diluar sel , misalnya sperma mengeluarkan enzim untuk menghancurkan dinding
sel telur ketika fertilisasi. Serta menetralkan zat yang bersifat karsinogen, yakni zat
yang dapat enyebabkan kanker.
e. Ribosom
Ribosom merupakan organel sitoplasma yang ukurannya kecil dengan bentuk
bulat padat. Ribosom adalah mesin seluleruntuk sintesis protein. Riboso terdiri dari
protein dan RNA ribosomal (rRNA) dengan perkiraan 40% menjadi protein dan
rRNA 60%. Ribosom yang lengkap memiliki dua subnit, satu besar yang lain kecil.
Subnit yang besar mengandung tiga moleku rRNA dan dekat dengan 50 protein
sementara subunit kecil memiliki satu rRNA dan sekitar 30 protein. Ribosom
berfungsi ketika diperlukan untuk terjemah sintesis protein dari RNA messenger
(mRNA).
f. Mikrotubul, Sentriol, dan Sentrosom
Mikrotubul ditemukan dalam sitoplasma semua eukariotik, berbentuk tabung
panjang gengan ukuran diameter 25 nm dan panjang 200 nm. Pada dinding di
mikrotubul tersusun dari dua subunit polipeptida yang mirip yaitu -tubulin dan tubulin. Mikrotubul membentuk dan menopang sel serta menyediakan jalan pada
organel yang dilengkapi motor untuk bergerak.
Sentiol adalah organel yang berbentuk selinder dengan permukaan berigi. Sentiol
mempunyai ukuran panjang 3000-5000 A dan diameter 2000 A. Sentriol itu terletak
didekat nukleus, serta dikelilingi oleh mikrotubulus yang tersusun radial kearah luar
dan susunannya seperti bintang.
Pada beberapa sel, mikrotubulus tumbuh dari sentrosom yaitu daerah dekat
nukleus. Sentrosom pada hewan dijumpai sepasang sentriol, masing-masing tersusun
dari 9 set mikrotubul trilet yang tersusun dalam lingkaran.
3. Membran sel
Membran adalah batas terluar dari sel-sel individual dan organel-organel tertentu.
Membran plasma adalah selektif permeable struktur-struktur dari sel-sel terluar yang
memisahkan bagian dalam sel dari lingkungan. Mebran sel mengandung lipid dan protein
yang membentuk strukturnya dan juga memfasilitasi fungsi seluler. Fungsi membran
plasma sebagai titik pelekatan untuk protein-protein sitoslkeletal intraseluler dan untuk
komponen-komponen matriks ekstraseluler di luar sel.
Struktur dasar dari membran sel adalah fospolipid bilayer.2 Membran Sel Tersusun
atas lapisan lipoprotein gabungan lemak dan protein perbandingan 50:50. Lipid yang
4

menyusun membran adalah pospolipid yang bersifat hidrofilik dan sterol yang bersifat
hidrofobik. Protein yagn terdapat pada permukaan luar dan dalam membran sel disebut
protein ekstrinsik yang bersifat hidrofobik. Sedangkan protein yang ada dan menembus
kedua lapis lipid disebut protein intrinsik yang bersifat hidrofobik. Membran sel bersifat
semi permiabel. Berikut ini sifat sifat membran sel:

Pembatas antara isi sel dengan bagian luar sel


Sebagai pelindung sel
Sebagai tempat pertukaran zat
Sebagai reseptor dari rangsang luar
Sebagai tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia

Transportasi sel
Ion dan molekul sel tertentu harus masuk dan keluar sel. Dalam hal ini berarti didalam
sel ada pemilihan mana sel dan molekul yang dibutuhkan dan juga sel yang tidak dibutuhkan
sehingga ada yang keluar dan juga ada yang masuk. Membran plasma melindungi dan dan
mengisolasi sitoplasma dari lingkungan dan dengan demikian, ini menyediakan penghalang
masuknya molekul dalam sel. Penghalang ini bersifat selektif permeable, memungkinkan
molekul-molekul yang penting secara fisiologis untuk masuk dan keluar sel, sementara
molekul yang lain tidak masuk.2 Perpidahan yang terjadi dengan menggunakan transportasi
aktif dan transportasi pasif.

Transpor aktif
Transpor aktif membutuhkan penggunaan energy metabolic yang diperoleh dari
reaksi kimia dan menggerakkan molekul atau ion melawan gradient konsentrasinya.5
Energi dibutuhkan untuk memindahkan zat-zat terlarut ke dalam dan keluar dari sel.
Energi yang digunakan adalah berasal dari adenosine trifospat atau ATP. 2
Transpor aktif terdiri dari transpor aktif primer, transpor aktif sekunder, endositosis,
eksositosis.
a. Transpor aktif primer
Transpor aktif primer membutuhkan energi dalam bentuk ATP. Ini
dicontohkan pada keberadaan ion K+ dan Na+ dalam membran. Kebanyakan sel
memelihara konsentrasi K+ lebih tinggi di dalam sel daripada di luar sel.sementara itu,
konsentrasi Na+ di dalam sel lebih kecil daripada di luar sel.6
b. Transpor aktif sekunder
Transpor aktif sekunder merupakan transfor yang tergantung pada potensial
alat membran. Ini dicontohkan pada asam amino dan glukosa dengan molekul
pengangkutnya berupa tranfor aktif. Padahal pengangkut tersebut bersama
pengangkut Na+ untuk berdifusi ke dalam sel. Pengangkut Na+adalah transfor aktif
primer yang memungkinkan terjadinya potensial membran.6

c. Endositosis dan eksositosis


Molekul besar, seperti protein dan polisakarida umumnya melewati mebran
melalui mekanisme yang berbeda. Mekanisme tersebut adalah endositosis dan
eksositosis. Endositosis merupakan proses pembungkusan bahan dan cairan dari luar
sel ke dalam seldengan membentuk vesikel, sedangkan eksositosis merupakan
pengeluaran zat atau cairan yang dibawa dari dalam sel menuju ke daerah luar sel.
Endositosis dan eksositosis terhadap benda padat dinamakan fagositosis. Sedangkan
endositosis dan eksositosis terhadap larutan dinamakan pinositosis.
Kedua jenis tranportasi aktif tersebut saling berhubungan erat karena tanfortasi aktif primer
akan menciptakan potensial membran yang memungkinkan berlangsungnya tranfor aktif
sekunder.6

Transportasi pasif merupakan perpindahan molekul-molekul kecil tertentu dapat melewati


membrane plasma tanpa menggunakan energy, dan bentuk bentuk dari transportasi pasif
berupa difusi, difusi terfasilatasi, dan osmosis.2
a. Difusi sederhana
Dalam ketiadaan gaya-gaya lain,suatu substansi akan berdifusi dari tempat
yang konsentrasinya tinggi ke tempat yang konsentrasinya lebih rendah. Dengan kata
lain setiap substansi akan berdifusi menuruni gradient konsentrasinya. Difusi
merupakan proses spontan karena difusi menurunkan energy bebas.3
Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar yang
lambat laun cairan teh menjadi manis, setetes parfum akan menyebar ke seluruh
ruangan (difusi gas di dalam medium udara), ketika sedang membuat minuman sirup
dimana sirup yang kita larutkan dengan air akan bergerak dari larutan yang
konsentrasinya tinggi ke larutan yang konsentrasinya rendah dan penyerapan oksigen
oleh sel yang melakukan respirasi seluler.
b. Difusi terfasilitasi
Difusi terfasilitasi memindahkan molekul besar yang tidak larut lemak seperti
glukosa untuk melewati membran sel. Substansi yang ditranspor terikat pada suatu
protein pembawa yang spesifik untuk substansi tersebut. Difusi terfasilitasi dibatasi
oleh jumlah protein pembawa, dan saat semua protein pembawa bekerja tercapailah
kejenuhan, hal ini disebut juga ambang batas atau traspor maksimum. Hormon insulin
terlibat dsalam transport glukosa ke dalam sel.4
Contoh difusi terfasilitasi adalah pada bakteri Escherichia coli yang diletakkan
pada media laktosa. Membrant sel bakteri tersebut bersifat impermeabel sehingga
tidak dapat dilalui leh laktosa. Setelah beberapa meit kemudian bakteri akan
membentuk enxim dari dalam sel yang disebut permease, yang merupakan suatu
protein sel. Enzim permease inilah yang akan membuatkan jalan bagi laktosa
sehingga laktosa ini dapat masuk melalui membran sel.

c. Osmosis
Osmosis adalah transfer cairan pelarut melalui membrane semipermeabel yang
tidak mengizinkan zat terlarut untuk melewatinya. Air adalah larutan fisiologis yang
paling penting. Dengan osmosis, air melewati membrane plasma dari daerah
konsentrasi rendah ke daerah konsentrasi tinggi. Membran plasma adalah permeable
terhadap air tapi bukan untuk zat terlarut tertentu dalam larutan dalam air.2
Contoh peristiwa osmosis:
1. Masuk dan naiknya air mineral dalam tubuh pepohonan merupakan proses
osmosis. Air dalam tanah memiliki kandungan solvent lebih besar (hypotonic)
dibandingkan dalam pembuluh, sehingga air masuk menuju xylem/sel
tanaman.
2. Jika sel tanaman diletakkan dalam kondisi hypertonic (solutt tinggi atau
solvent rendah), maka sel akan menyusut (ter-plasmolisis) karena cairan sel
keluar menuju larutan hypertonic.
3. Ikan air tawar yang ditempatkan di air laut akan mengalami penyusutan
volume tubuh.
4. Air laut adalah hypertonic bagi sel tubuh manusia, sehingga minuman air laut
justru mengebabkan dehidrasi.
5. Kentang yang dimasukan ke dalam air garam mengalami penyusutan.
Tekanan osmotic
Tekanan osmotic adalah tekanan yang terbentuk dalam larutan akibat osmosis sering
yang berlangsung dalam larutan tersebut. Semakin besar konsentrasi zat terlarut,semakin
besar tekanan osmotiknya. Tekanan osmotic suatu larutan bergantung pada jumlah partikel
zat terlarut per volume unit larutan. Dengan demikian konsentrasi molar(jumlah molekul atau
ion dalam larutan) dan bukan persentase konsentrasi dalam larutan.5
Volume sel
Ketika tekanan osmotic adalah sama baik di Dallam dan di luar sel, larutan eksternal
yang mengelilingi sel adalah dikatakan isotonic(yang sama). Sel-sel mempertahankan
volumenya dalam larutan isotonic. Suatu larutan dengan tekanan osmotic yang kurang dari
sitosol adalah hipotonik. Volume sel meningkat dalam larutan hipotonik. Hal ini terjadi
karena air bebas adalah pada konsentrasi yang tinggi diluar sel. Air bergerak dengan atau
disepanjang gradient konsentrasinya dan ada gerakan netto dari air ke dalam sel. Jika sel-sel
adalah malah ditempatkan dalam larutan dengan tekanan osmotic yang lebih tinggi daripada
sitosolnya, larutannya adalah hipertonik. Air akan keluar dari sel. Dalam upaya unutk
menyamakan tekanan osmotic, sel-sel akan menyusut.2
Kesimpulan
Membran sel merupakan sarana terjadinya transportasi sel yang berguna untuk
pengaturan kadar air dan mineral dalam sel. Terdapat dua macam transportasi sel, yaitu:
transpor pasif (difusi dan osmosis) dan transpor aktif (transpor aktif primer dan sekunder,
serta endositosis dan eksositosis).
7

Daftar Pustaka
1. Campbell N.A. Biologi tentang sel. Jakarta: Erlangga; 2004.
2. Priastini R, Hartono B, Hudyono J. Buku ajar Biologi. Edisi ke-2. Jakarta: Fakultas
Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana; 2011.
3. Reece J B, Mitchel L G. Biologi campbell. Edisi ke-1. Jakarta: Erlangga;2004.
4. James J, Baker C, Swain H. Prinsip-prinsip SAINS untuk keperawatan. Jakarta:
Erlangga; 2008.
5. Sloane E. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Jakarta: EGC; 1995.
6. Diah Aryulina. Biologi SMA dan MA untuk kelas XI. Jakarta: Erlangga; 2006.