Anda di halaman 1dari 30

SISTEM LIMBIK

SISTEM LIMBIK merupakan keseluruhan neuronal yang mengatur tingkah


laku emosional dan dorongan motivasional. Bagian utama dari system limbik adalah
hipotalamus. Area ini mengatur perilaku, mengatur banyak kondisi internal dari
tubuh seperti suhu tubuh, osmolalitas cairan tubuh, dan dorongan untuk makan
dan minum serta mengatur berat badan. Di sekeliling hipotalamus terdapat struktur
subkortikal dari system
paraolfaktoria,

limbik

epitalamus,

yang

nuclei

mengelilinginya,

anterior

talamus,

meliputi septum,

bagian

ganglia

area

basalis,

hipokampus, dan amigdala.


Di sekeliling area subkortikal limbik terdapat korteks limbik terdiri atas sebuah
cincin korteks serebri yang dimulai dari area orbitofrontalis pada permukaan ventral
lobus frontalis, menyebar ke atas di dalam girus subkalosal di bawah bagian
anterior korpus kalosum, melewati ujung atas kalosum ke bagia medial hemisfer
serebri dalam girus singulata dan akhirnya berjalan di belakang korpus kalosumdan
ke

bawah

menuju

permukaan

ventromedial

lobus

temporalis

ke girus

parahipokampus dan unkus. Cincin korteks limbik berfungsi sebagai komunikasi


dua arah dan penghubung antara neokorteks dan struktur limbik bagian bawah.
Pada permukaan medial dan ventral dari setiap hemisfer serebri terdapat cincin
paleokorteks sangat erat dengan perilaku dan emosi.

1.

Hipotalamus
Adanya perangsangan pada hipotalamus lateral timbul rasa haus, nafsu
makan, kadang timbul rasa marah, keinginan berkelahi.

Perangsangan pada nucleus ventromedial dan area di sekelilingnya


menimbulkan rasa kenyang, menurunnya nafsu makan.

Perangsangan pada zona tipis dari nuclei paraventrikuler timbul rasa


takut, terhukum.

Dorongan

seksual

dapat

timbul

pada

rangsangan

beberapa

hipotalamus sebagian besar bagian anterior dan posterior hipotalamus.

area

a.

Fungsi Vegetatif dan Sekresi

Hipotalamus meskipun mempunyai ukuran sangat kecil hanya beberapa


sentimeter kubik, mempunyai jaras komunikasi dua arah yang berhubungan
dengan semua tingkat system limbic. Sebaliknya, hipotalamus dan strukturstruktur yang berkaitan dengannya mengirimkan sinyal-sinyal keluaran
dalam tiga arah:
1.

Kebelakang dan kebawah menuju batang otak terutama ke area

reticular mesensefalon, pons dan medulla, dan dari area tersebut ke saraf
perifer system saraf otonom.
2.

Keatas menuju sebagian besar area yang lebih tinggi didiensefalon dan

serebrum, khususnya bagian anterior thalamus dan bagian limbic korteks


serebri.
3.

Ke infundibulum hipotalamus untuk mengatur sebagian dari fungsi

sekretorik pada bagian posterior dan anterior kelenjar hipofisis.


Hipotalamus

mengatur

sebagian

besar

fungsi

vegetative

dan

fungsi

endokrin tubuh seperti halnya banyak aspek perilaku emosional.


Pengaturan fungsi vegetative dan fungsi endokrin hipotalamus
area lateral yang ditunjukkan diatas berguna untuk pengatunran rasa haus,
rasa lapar dan sebagian besar hasrat emosiaonnal.
Gambaran

umum

fungsi

vegetative

dan

fungsi

pengaturan

hipootalamus:

Pengaturan kardiovaskular
Perangsangan berbagai area dalam hipotalamus dapat menimbulkan efek
neurogenik pada system kardiovaskuler yang telah dikenal, meliputi teknan
arteri, peningkatan frekuensi denyut jantung. Pada umumnya perangsangan
hipotalamus bagian posteeri rior dan lateral meningkatkan tekanan arteri
dan frekuensi denyut jantung, sedangkan perangsangan pada area preoptik
sering

menimbulkan

efek

yang

berlawanan,

sehingga

menyebabkan

penurunan frekuensi denyut jantung dan tekanan arteri. Efek ini terutama

dijalarkan melalui pusat pengatur kardiovaskular tertentu di regio reticular


dari pons dan medulla.

Pengaturan suhu tubuh


Bagian anterior hipotalamus, khususnya area preoptik berhubungan dengan
pengaturan suhu tubuh. Peningkatan suhu darah yang mengalir melewati
area ini meningkatkan aktivitas neuron-neuron peka suhu, sementara
penurunan suhu akan menurunkan aktivitasnya. Sebaliknya, neuron-neuron
ini

mengatur

mekanisme

yang

dipakai

untuk

meningkatkan

atau

menurunkan suhu tubuh.

Pengaturan cairan tubuh


Hipotalamus mengatur cairan tubuh melalui dua cara:
1.

Dengan mencetuskan sensasi haus. Dibagian lateral terdapat area

yang disebut pusat rasa haus . bila elektrolit cairan yang terdapat dipusat
atau didaerah yang berkaitan dengan hipotalamus menjadi sangat pekat,
pada hewan akan berkembang hasrat untuk minim air.
2.

Mengatur ekskresi air ke dalam urin. Penagturan eksresi air oleh ginjal

terutama dilakukan oleh nuclei supraoptikus. Bila cairan tubuh menjadi


sangat pekat, neuron-neuron dalam area ini menjadi terangsang. Serabutserabut saraf yang berasal dari neuron-neuron ini diproyeksikan kebawah
melalui infundibulum hipotalamus kekelenjar hipofisis posterior, tempat
ujung-ujung

saraf

menyekresikan

hormone

antidiuretik

(vasopresin).

Selanjutnya diabsorbsi kedalam darah dan diangkut keginjal tempat


hormone

tersebut

bekerja

pada

akuaduktus

menimbulkan peningkatan reabsorpsi air.

koligentes

ginjal

guna

Pengaturan

kontraktilitas

uterus

dan

pengeluaran

air

susu

oleh

payudara
Perangsangan nucleus paraventrikular menyebabkna sel-sel neuronnya
menyekresi hormone oksitosin. Selanjutnya hormone ini menyebabkan
peningkatan

kontraktilitas

uterus

serta

kontraksi

sek-sel

mioepitel

mengelilingi alveoli payudara. Yang menyebabkan alveoli mengosongkan air


susu melallui putting susu.
Pada akhir masa kehamilan akan dis sekresikan banyak sekali oksitosin, dan
sekresi ini membantu memulai kontraksi persalinan untuk mengeluarkan
bayi.

Pengaturan gastrointestinal dan hasrat makan

Satu area yang berhubungna dengan rasa lapar adalah area


hipotalamus lateral. Bila area ini rusak pada kedua sisi hipotalamus akan
menyebabkan

hewan

kehilangan

nafsu

makan,

yang

kadangkala

menyebabkan kematian karena kelaparan. Pusat yang berlawanan dengan


hasrat makan disebut ayang sedang makan tiba-tiba menghentikan makan
dan benar-benar mengabaikan makanan tersebut. Namun, bila area ini
dirusak bilateral, hewan tersebut tidak dapat terpuaskan.
Area hipotalus lainnya yang termasuk dalam pengatur seluruh aktivitas
gastrointestinal adalah badan mamilari, yang sedikitnya turut mengatur
sebagian pola dari sekian banyak reflex makan, seperti menjilat-jilat bibir
dan makan.

Pengaturan hipotalamik terhadap sekresi hormone endokrin oleh


kelenjar hipofisis anterior

Perangsangan

area

tertentu

hipotalamus

juga

menyebabkan

kelenjar hipofisis bagian anterior.menyekresikan hormone-hormonnya.


Kelenjar hipofisis anterior menerima suplai darahnya terutama dari darah
yang

mula-mula

selanjutnya

mengalir

melalui

melalui

sinus-sinus

hipotalamus

vascular

hipofisis

bagian

bawah

anterior.

dan

Sebelum

mencapai hipofisis anterior, berbagai nuclei hipotalamik menyekresikan


hormone-hormon

pelepas dan hormone-hormon penghambat spesifik ke

dalam darah. Selanjutnya hormone-hormon ini diangkut lewat darah menuju


kelenjar hipofisis anterior, tempat hormone tersebut mempengaruhi sel-sel
glandular untuk mengatur pelepasan hormone-hormon hipofisis anterior
spesifik.
Fungsi perilaku dari hipotalamus dan system limbic yang berkaitan
Efek yang disebabkan oleh perangsangan.
Selain fungsi vegetative dan fungsi endokrin hipotalamus, perangsangan
atau adanya lesi pada hipotalamus seringkali member efek yang menyeluruh
pada perilaku emosional seekor heweh perangsangan dan manusia.
Pada hewan, beberapa efek perilaku akibat perangsangan adalah:
1.

Perangsangan pada hipotalamus lateral tidak hanya mengakibatkan


timbulnya rasa haus dan nafsu makan

2.

Perangsangan pada nucleus ventromedial dan area di sekelilingnya


terutama mengakibatkan efek yang berlawanan dengan efek disebabkan
oleh perangsangan pada hipotalamus lateral yakni, menimbulkan rasa
kenyang, menurunnya nafsu makan, dan hewan menjadi tenang.

3.

Perangsangan pada zona tipis dari nuclei paraventrikular, yang terletak


sangat berdekatan dengan ventrikel ketiga, biasanya menimbulkan rasa
takut dan reaksi terhukum.

4.

Dorongan seksual dapat timbul bila ada rangsangan pada beberapa area
hipotalamus besar bagian anterior dan posterior hipotalamus.
Efek yang disebebkan oleh lesi hipotalamik
Pada umumnya, lesi pada hipotalamus akan menimbulkan efek yang
berlawanan dengan yang ditimbulkan oleh perangsangan. Contoh:

1.

Lesi bilateral pada hipotalamus lateral akan mengurangi hasrat minum dan
nafsu makan ha hampir sampai hilang sama sekali, sehingga sering

menimbulkan mati kelaparan. Lesi ini menimbulkan sikap pasif yang ekstrem
pada hewan, disertai dengan hilangnya sebagian besar dorongan bertindak.
2.

Lesi bilateral pada area ventromedial hipotalamus menimbulkan efek yang


terutama berlawanan dengan yang disebabkan oleh lesi hipotalamus lateral,
menimbulkan hasrat minum dan nafsu makan yang berlebihan, disertai
keadaan hiperaktif dan seringkali menjadi sangat buas disertai keinginan
menyerang walaupun hanya mendapat provokasi ringan.

b.

Fungsi Perilaku oleh Hipotalamus

Perangsangan pada bagian,


-

Hipotalamus Lateral

: menimbulkan rasa haus, lapar dan

marah
-

Nukleus Ventromedial

: menimbulkan rasa kenyak dan tenang

Nukleus Paraventrikular

: menimbulkan rasa takut dan terhukum

Bagian anterior dan posterior : menimbulkan dorongan seksual

Pusat Ganjaran
Terletak di nuklei lateral dan ventromedial hipotalamus. Selain itu bagian
sistem limbik lainnya juga berperan yaitu bagian septum, amigdala, serta
area tertentu dalam talamus dan ganglia basalis, tegmentun basal dari
mesensefal, tapi bersifat kurang peka.
Memberikan rasa senang dan keinginan untuk terus melakukan sesuatu
hal.
Pusat Hukuman
Terletak di area kelabu sentral di sekeliling akuaduktus sylvius dalam
mesensefalon, menyebar ke atas zona periventrikular hipotalamus dan
talamus.
Amigdala dan hipokampus juga berperan dalam
sifatnya kurang kuat.

rasa terhukum ini tapi

Rasa marah juga timbul dari rangsangan di zona periventrikular dan lateral
hipotalamus, tapi dapat ditekan oleh sinyal inhibisi dan nuklei ventromedial,
hipokampus, serta korteks limbik anterior yaitu girus cingulata dan girus
subkalosal.
Rasa terhukum dan takut dapat mendahului rasa senang dan rasa
ganjaran.
Makna Rasa Ganjaran dan Rasa terhukum
Mengatur aktivitas tubuh, hasrat, rasa enggan, dan motivasi kit karena
adanya rasa senang (makna ganjaran) dan rasa benci (makan terhukum)
akan sesuatu.
Rasa ganjaran dan terhukum akan menimbulkan jejak ingatan (memory
trace).
Setiap sinyal sensorik akan merangsang setiap area di korteks serebri dan
jika tidak menimbulkan rasa ganjaran atau rasa terhukum maka sinyal
tersebut akan terhabituasi (hilang dengan sendirinya).
Pola marah merupakan suatu pola emosi yang melibatkan pusat rasa
terhukum pada hipotalamus dan struktur limbik lain. Perangsangan yang
kuat pada pusat rasa terhukum di otak, khususnya pada zona periventrikuler
hipotalamus

dan

pada

hipotalamus

lateral menyebabkan

rasa

marah.

Perangsangan pada area yang lebih rostral (posterior) dari area rasa
terhukum yakni pada garis tengah preoptikmenyebabkan timbulnya rasa
takut dan cemas berkaitan dengan kecendrungan binatang untuk melarikan
diri. Fenomena rasa marah ini terutama dicegah oleh adanya keseimbangan
aktivitas dari nuclei ventromedial hipotalamus. Hipokampus, amigdala,
bagian anterior korteks limbik (terutama girus singulata anterior dan girus
subkalosal) membantu menekan fenomena rasa marah ini.
Pemberian tranquilizer

(obat

penenang) misalnya klorpromazin biasanya

menghambat pusat-pusat rasa ganjaran dan rasa terhukum. Kerja obat pada
keadaan psikotik ialah dengan cara menekan sebagian besar area perilaku

yang penting dalam hipotalamus dan region otak limbik yang berkaitan
dengan area tersebut.

2.

HIPOKAMPUS
Bagian dari medial korteks temporalis yang memanjang, melipat ke atas
dan ke dalam untuk membentuk permukaan ventral dari radiks inferior
ventrikel lateralis. Salah satu ujung hipokampus berbatasan dengan nuclei
amigdaloid serta pada salah satu tepinya juga bersatu dengan girus
parahipokampal.

Hipokampus

beserta

struktur

lobus

temporalis

yang

berdeatan dengannya disebutformasio hipokampal. Hipokampus merupakan


saluran tambahan yang dilewati oleh sinyal sensorik yang masuk, yang
dapat menimbulkan reaksi perilaku yang sesuai tetapi dengan tujuan
berbeda. Hipokampus pada mulanya merupakan bagian dari korteks
olfaktorius.
Perangsangan

pada

berbagai

area

dalam

hipokampus

dapat

menyebabkan rasa marah, ketidakpedulian, dorongan seks yang berlebihan.


Hipokamus juga memiliki peranan dalam pembelajaran. Jika hipokampus
mengatakan
sepertinya

bahwa

sinyal

disimpan

neuronal

menjadi

tertentu

ingatan.

bersifat

Hipokampus

penting,
juga

maka
diduga

menyebabkan timbulnya dorongan untuk mengubah ingatan jangka pendek


menjadi jangka panjang, karena hipokampus berperan dalam konsolidasi
ingatan jangka panjang.
3.

AMIGDALA
Adalah kompleks nuclei yang terletak di bawah korteks dari tiang medial
anterior setiap lobus temporalis. Amigdala mempunyai banyak sekali
hubungan dua jalur dengan hipotalamus. Salah satu bagian utama dari
traktus

olfaktorius

berakhir

di

bagian

amigdala

yang

disebut

nuclei

kortikomedial terletak tepat di bawah korteks di dalam area piriformis

olfaktorius lobus temporalis. Ada juga nuclei basolateral yang penting dalam
hubungannya dengan perilaku. Amigdala menerima sinyal neuronal dari
semua bagian korteks .imbik seperti juga neokorteks lobus temporalis,
parietal, dan oksipital, terutama dari area asosiasi auditorik dan area
asosiasi visual. Amigdala menjalarkan sinyalnya kembali ke area kortikal
yang sama, ke hipokampus, ke septum, ke talamus, dan khususnya ke
hipotalamus.
Efek perangsangan amigdala yang dijalarkan melalui hipotalamus :
1.

Peningkatan atau penurunan tekanan arteri

2.

Peningkatan atau penurunan frekuensi denyut jantung

3.

Peningkatan atau penurunan motiltas dan sekresi gastrointestinal

4.

Defekasi dan mikturisi

5.

Dilatasi pupil atau kadangkala konstriksi

6.

Piloereksi

7.

Sekresi berbagai hormon hipofisis anterior, terutama hormon gonadotropin


dan adrenokrtikotropik
Perangsangan lain oleh amigdala :

Berbagai pergerakan involunter (tonik, klonik atau ritmik, penciuman dan


makan)

Kadangkala menimbulkan pola marah, melarikan diri, rasa terhukum, dan


rasa takut

Menimbulkan aktivitas seksual seperti ereksi, pergerakan persetubuhan,


ejakulasi, ovulasi, aktivitas uterus, dan persalinan prematur

Membantu

menentukan

pola

respon

menyesuaikan diri dengan setiap keadaan

perilaku

seseorang

sehingga

4.

KORTEKS LIMBIK
Mengelilingi struktur subkortikal limbik. Berfungsi sebagai area asosiasi
serebral

untuk

mengatur

perilaku. Ablasi

korteks

temporalis

anterior menyebabkan sindrom kluver-bucy. Ablasi korteks frontal orbital


posterior menyebabkan insomnia, gelisah. Ablasi girus singulata anterior dan
girus subkalosal menyebabkan pusat marah di septum dan hipotalamus
terlepas.

A. NEUROHORMONAL & SISTEM LIMBIC


PENGATURAN SISTEM NEUROHORMONAL PADA AKTIVITAS
OTAK
Selain pengaturan aktivitas otak secara langsung oleh penjalaran
sinyal saraf yang spesifik dari region otak bagian bawah ke region kortikal,
masih terdapat mekanisme fisiologis yang lain yang sering digunakan untuk
melakukan aktivitas otak. Mekanisme ini adalah untuk melepaskan bahanbahan hormonal neurotransmitter inhibisi dan eksitasi ke dalam substansi
otak. Neurohormon ini sering sekali meneteap selaman beberapa menit,
atau beberapa jam dan dengan demikian menghasilkan masa pengendalian
yang panjang, tidak hanya aktivasi atau inhibisi yang sekejap.
Gambar

disamping

memperlihatkan

tiga

system

neurohormona

yang

dipetakan yang dipetakan secara rinci pada otak tikus.:


1.

system norepinefrin

2.

system serotonin

3.

system dopamine

norepinefrin biasanya berfungsi sebagai hormone eksitasi, sedangkan


serotonin biasanya bersifat inhibisi, dan dopamine bersifat inhibisi pada
beberapa aren dan mengeksitasi pada aren yang lain. Seperti yang
diharapkan, ketiga system ini memiliki efek yang berbeda-beda pada tingkat

eksitabilitas

di

berbagai

area

otak.

System

norepinefrin

sebenarnya

menyebar ke setiap area otak, sementara system serotonin dan dopamine di


arahkan terutama ke region ganglia basalis, dan system serotonin lebih ke
struktur garis tengah (midline).
Area batang otak pada otak manusia yang berfungsi untuk mengaktivasi
empat system neurohormonal: yang tiga bentuk telah dibicirakan untuk
tikus, dan satu lagi adalah system asetilkolin. Beberapa fungsi spesifik dari
keempat system tersebut adalah sebagai berikut:
1.

lokus seruleus dan system norepinefrin. Lokus seruleus adalah

area kecil yang terletak bilateral dan sebelah posterior pada sambungan
anatara pons dan mesensefalon. Serabut-serabut saraf area ini menyebar ke
seluruh otak, sama seperti pada tikus, dan menyekresikan norepinefrin.
Norepinefrin biasanya merangsang otak untuk melakukan peningakatan
aktivitas.
2.

substansia nigra dan system dopamin. Substansia nigra terletak

disebelah anterior pada mesensefalon superior, dan neuron-neuronnya


terutama mengirimkan ujung-ujung saraf ke nucleus kaudatus dan putamen
serebrum, tempatnya menyekresikan dopamine. Neuron-neuron lain yang
letaknya berdekatan juga menyekresikan dopamine, tetapi neuron tersbut
mengirimkan ujung-ujung saraf yang lebih ventral pada otak, terutama ke
hipotalamus dan system limbic. Dopamin diduga bekerja sebagai transmitter
inhibitor di ganglia basalis, tetapi pada beberapa area otak yang lain,
kemungkinan malah mengeksitasi.
3.

nuclei rafe dan system serotonin. Dibagian tengah pons dam

medulla terdapat beberapa nuclei tipis yang disebut nuclei rafe. Kebanyakan
neuron pada nuclei ini menyekresikan serotonin. Neuron itu mengirimkan
serabut-serabut ke diensephalon dan sedikit serabut ke korteks serebri. Dan
serabut yang lain lagi turun ke medulla spinalis. Serotonin yang disekresikan
pada ujung saraf serabut medulla memiliki kemampuan untuk menekan rasa

nyeri. Serotonin yang dilepaskan dalam diensephalon dan serebrum hamper


pasti berperan sebagai inhibitor penting untuk membantu menghasilkan
tidur yang normal.
4.

neuron gigantoselular dan system asetilkolin. Serabut-serabut

yang berasal dari nucleus gigantoselular segera terbagi menjadi dua cabang,
yang satu berjalan ke atas menuju tingkat otak yang lebih tinggi, dan yang
lain berjalan ke bawah melalui trkatur retikulospinalis. Neurohormon yang
disekresikan pada ujung-ujungnya adalah asetilkolin. Pada kebanyakan
tempat, asetilkolin berfungsi sebagai neurotransmitter eksitasi. Aktivasi
neuron asetilkolin ini menghasilkan kewaspadaan pikiran dan terangsangnya
system saraf.

Berikut adalah daftar substansi neurohormonal yang lain yang


berfungsi pada sinaps tertentu atau dengan cara melepas ke dalam
cairan otak:
-

enkefalin

asam gamma aminobutirat

glutamate

vasopressin

hormone adenokortikotropik

epinefrin

endorphin

histamine

angiotensin II

neurotensin

B. INGATAN (MEMORY)
IngatanPeran Fasilitasi Sinaptik dan Inhibisi Sinaptik

Secara fisiologis, ingatan tersimpan dalam otak dengan mengubah


sensitivitas dasar penjalaran sinaptik di antara neuron-neuron
sebagai akibat aktivitas neural sebelumnya. Jaras yang baru atau
yang

terfasilitasi

disebut jejak-jejak

ingatan

(memory

traces). Jaras-jaras ini penting karena bila menetap/ada, akan


diaktifkan secara selektif oleh benak pikiran untuk menimbulkan
kembali ingatan yang ada.
Percobaan pada hewan tingkat rendah telah memperlihatkan bahwa
jejak ingatan dapat timbul pada semua tingkat sistem saraf. Bahkan
refleks-refleks medula spinalis dapat mengubah setidaknya sedikit
respons

terhadap

aktivasi

medula

yang

berturut-turut,

dan

perubahan refleks-refleks tersebut merupakan bagian dari proses


ingatan. Ingatan jangka panjang juga merupakan hasil dari perubahan penghantaran sinaptik di pusat-pusat otak bagian bawah.
Namun, sebagian besar ingatan yang kita kaitkan dengan proses
intelektual, didasarkan pada jejak ingatan yang terdapat di korteks
serebri. .
Ingatan Positif dan Negatif"Sensitisasi" atau
"Habituasi" Penjalaran Sinaptik.
Walaupun kita sering berpendapat bahwa ingatan adalah hasil dari
pengumpulan kembali pikiran-pikiran atau pengalaman-pengalaman
sebelumnya yang bersifat positif, tetapi tetap ada kemungkinan
yang sama besar untuk ingatan negatif, bukan positif saja. Artinya,
otak kita digenangi oleh informasi sensorik yang berasal dari
seluruh panca indera. Jika pikiran kita diusahakan untuk mengingat
semua informasi ini, kapasitas ingatan otak akan penuh dalam
beberapa menit saja. Untunglah, otak memiliki kapasitas untuk
belajar mengenali informasi yang tidak memberi akibat. Ini adalah
hasil dari inhibisijaras sinaptik untuk jenis-jenis informasi semacam

ini; efek yang dihasilkan disebut habituasi. Hal ini, pada indera,
merupakan tipe ingatan negatif.
Sebaliknya, untuk jenis-jenis informasi masuk dan menyebabkan
akibat yang penting, seperti rasa nyeri atau rasa senang, otak
memiliki kemampuan otomatis yang berbeda dalam hal penguatan
dan penyimpanan jejak ingatan. Ini adalah ingatan positif. Ingatan
positif

ini

adalah

hasil danfasilitasi jaras-jaras

sinaptik,

dan

prosesnya disebut sensitisasi ingatan. Kita akan mempelajari kemudian bahwa daerah khusus pada regio limbik basal otak mampu
menentukan apakah suatu informasi bersifat penting atau tidak
penting, dan membuat keputusan secara tidak sadar apakah
informasi

ini

akan

disimpan

sebagai

jejak

ingatan

yang disensitisasi atau justru ditekannya.


Klasifikasi Ingatan.
Kita tahu bahwa ingatan tertentu hanya berlangsung beberapa
detik, sementara yang lain-nya berlangsung beberapa jam, berharihari, atau bahkan bertahun-tahun. Dengan tujuan untuk membahas
masalah ini, mari kita gunakan klasrfikasi umum mengenai ingatan,
yang membagi ingatan menjadi (1)ingatan jangka pendek, yaitu
ingatan

yang

berlangsung

beberapa

detik

atau

paling

lama

beberapa menit, kecuali jika ingatan ini diubah menjadi ingatan


jangka panjang; (2) ingatan jangka menengah,yang berlangsung
beberapa

hari

sampai

beberapa

minggu

tetapi

kemudian

menghilang; dan (3)ingatan jangka panjang, yang sekali disimpan,


dapat diingat kembali selama bertahun-tahun kemudian atau
bahkan seumur hidup.
Selain klasifikasi ingatan yang umum ini, kita juga sebelumnya telah
membahas

(dalam

hubungannya

dengan

lobus

prefrontalis)

suatujenis lain dari ingatan, yang disebut "ingatan aktif", yang


terutama meliputi ingatan jangka pendek yang digunakan selama

berlangsungnya

pemikiran

intelektual,

namun

penggunaannya

berakhir saat setiap tahap permasalahan terselesaikan.


Ingatan seringkali digolongkan berdasarkan jenis informasi yang
disimpannya.

Salah

satu

penggolongan

ini

membagi

ingatan

menjadi ingatan deklaratif dan ingatan keterampilan, yaitu sebagai


berikut:
1. Ingatan

deklaratif pada

dasarnya

berarti

ingatan

terhadap

beragam detil mengenai suatu pikiran ter-integrasi, seperti ingatan


suatu pengalaman penting yang meliputi (1) ingatan akan keadaan
sekeliling, (2) ingatan akan hubungan waktu, (3) ingatan akan
penyebab

pengalaman

tersebut,

(4)

ingatan

akan

makna

pengalaman tersebut, dan (5) ingatan akan kesimpulan seseorang


yang tertinggal pada pikiran seseorang.
2. Ingatan keterampilan seringkali dihubungkan dengan aktivitas
motorik tubuh seseorang, seperti keterampilan yang terbentuk
untuk memukul bola tenis, termasuk ingatan otomatis pada (1)
pandangan ke bola, (2) menghitung hubungan dan kecepat-an bola
ke raket, dan (3) mengambil kesimpulan secara cepat pergerakan
tubuh, lengan, dan raket yang dibutuhkan untuk memukul bola
seperti yang diinginkan semua hal tersebut teraktivasi segera
berdasarkan permainan tenis yang telah dipelajari sebelumnya
kemudian beralih ke pukulan berikutnya dalam permainan seraya
melupakan detil pukulan sebelumnya.
Ingatan Jangka Pendek
Ingatan jangka pendek dicirikan oleh ingatan seseorang mengenai 7
sampai 10 angka dalam nomor telepon (atau 7 sampai 10 fakta
jelas lainnya) selama beberapa detik sampai beberapa menit pada
saat tersebut, tetapi hanya akan berlangsung selama seseorang
terus-menerus memikirkan angka-angka atau fakta-fakta tersebut.

Banyak ahli fisiologi telah memperkirakan bahwa ingatan jangka


pendek ini disebabkan oleh aktivitas saraf yang berkesinambungan,
yang merupakan hasil dari sinyal-sinyal saraf yang terus berjalan
berkeliling pada jejak ingatan sementara di dalam suatu sirkuit
neuron

reverberasi. Teori

ini

masih

belum

dapat

dibuktikan.

Kemungkinan penjelasan lain mengenai ingatan jangka pendek


ini adalah fasilitasi atau inhibisi presinaptik. Hal ini terjadi pada
sinaps-sinaps yang terletak pada fibril-fibril saraf terminal segera
sebelum fibril-fibril tersebut ber-sinaps dengan neuron-neuron
berikutnya.

Bahan-bahan

kimiawi

neurotransmiter

yang

disekresikan pada terminal seperti itu seringkali menyebabkan


fasilitasi atau inhibisi yang berlangsung selama beberapa detik
sampai

beberapa

menit.

Lintasan

jenis

seperti

ini

dapat

menimbulkan ingatan jangka pendek.


Ingatan Jangka Menengah
Ingatan jangka menengah berlangsung bermenit-menit atau bahkan
berminggu-minggu. Ingatan ini kadang-kadang akan hilang, kecuali
jika

jejak

ingatan

inemperoleh

aktivasi

secukupnya

sehingga

menjadi lebih permanen; yang kemudian diklasifikasikan sebagai


ingatan jangka panjang. Percobaan pada hewan primitif telah
menunjukkan bahwa ingatan jenis jangka menengah ini dapat merupakan hasil dari perubahan fisik atau kimiawi yang bersifat
sementara, atau keduanya, baik pada terminal sinaps presinaptik
atau pada membran sinaps postsinaptik, perubahan ini dapat
menetap
Mekanisme

selama
ini

bermenit-menit
bersifat

sangat

sampai
penting,

beberapa
sehingga

minggu.
layak

dideskripsikan secara khusus.


Ingatan Berdasarkan Perubahan Kimiawi di Terminal Presinaptik
atau Membran Neuronal Postsinaptik

Gambar 57-9 memperlihatkan mekanisme ingatan yang dipelajari


khususnya oleh Kandel dan kawan-kawan, yang dapat menimbulkan
perpanjangan ingatan dari beberapa menit sampaf 3 minggu pada
keong Aplysia besar.

Pada

gambar

ini,

terlihat

dua

terminal

presinaps. Salah satunya berasal dari neuron input sensorik dan


berakhir secara langsung pada permukaan neuron yang akan
dirangsang; keadaan ini disebut terminal sensorik. Terminal lainnya
yaitu ujung presinaptik yang terletak pada permukaan terminal
sensorik, dan disebut terminal fasilitator. Bila terminal sensorik
terangsang

secara

berulang-ulang

tanpa

perangsangan

pada

terminal fasilitator, sinyal yang dijalarkan pertama kali cukup besar,


tapi kemudian mele-mah sesuai dengan pengulangan rangsang
sampai

akhirnya

hampir

hilang.

Fenomena

ini

merupakan habituasi, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.


Habituasi adalah tipe ingatan negatifyang mengakibatkan lingkaran
neuronal kehilangan responsnya terhadap peristiwa berulang yang
tak berarti.
Sebaliknya, bila stimulus noksius merangsang terminal fasilitator
pada saat yang sama dengan perangsangan terminal sensorik,
ternyata sinyal yang dijalarkan ke neuron postsinaptik semakin
melemah secara progresif, berkurangnya penjalaran sinyal menjadi
kuat dan semakin kuat, dan hal itu akan tetap menjadi kuat selama
bermenit-menit, berjam-jam, berhari-hari, atau dengan pelatihan
yang lebih keras lagi, dapat sampai sekitar 3 minggu tanpa adanya
perangsangan lebih lanjut dari terminal facilitator. Jadi, stimulus
yang

sangat

mengganggu

menyebabkan

jaras

ingatan

menjadi terfasilitasiselama beberapa hari atau beberapa minggu


sesudahnya. Dalam hal ini yang menarik adalah bahwa walaupun
setelah terjadi habituasi, jaras tersebut dapat dialihkan ke jaras
terfasilitasi
mengganggu.

dengan

hanya

sedikit

rangsang

yang

sangat

Mekanisme Molekular pada Ingatan Menengah Mekanisme


Habituasi.
Pada

tingkatmolekular,

walaupun

penyebab

tak

seluruhnya

diketahui, efek habituasi pada terminal sensorik terjadi akibat


penutupan secara progresifkanal-kanal kalsium melalui membran
terminal. Meskipun demikian, penutupan kanal kalsium tersebut
tidak sepenuhnya dimengerti, ion kalsium dapat berdifusi ke dalam
terminal terhabituasi ini lebih sedikit daripada jumlah normal, dan
akan semakin sedikit transmiter sensoris terminal yang dilepaskan
karena pemasukan ion kalsium merupakan stimulus utama bagi
pelepasan transmiter (seperti yang telah dibicarakan pada Bab 45).
Mekanisme Fasilitasi. Pada kasus fasilitasi, mekanisme molekular
dianggap berlaku sebagai berikut:
1. Perangsangan terminal fasilitator presinaptik pada saat yang
sama

dengan

perangsangan

sensorik

menyebabkan

pelepasan serotonin pada sinaps fasilitator di permukaan terminal


sensorik.
2. Serotonin bekerja pada reseptor serotonin di membran terminal
sensorik, dan serotonin ini mengak-tifkan enzim adenililsiklase di
dalam membran. Akhirnya, adenil siklase tersebut menyebabkan
terbentuknya enzim adenosin monofosfat siklik (cAMP) juga di
dalam terminal presinaptik sensorik.
3.

AMP

siklik

mengaktifkan protein

kinase yang

menyebabkan

fosforilasi protein yang merupakan bagian dari kanal kalium di


membran terminal si-naptik sensorik itu sendiri; keadaan ini
selanjutnya

menghambat

penjalaran

kalium

pada

kanal.

Penghambatan ini dapat berlangsung selama beberapa menit


sampai beberapa minggu.
4.

Berkurangnya

penjalaran

kalium

menyebabkan

timbulnya

potensial aksi yang semakin lama pada terminal presinaps, karena

untuk pemulihan cepat dari potensial aksi diperlukan aliran keluar


ion kalium terminal.
5. Potensial aksi yang lama menyebabkan aktivasi yang semakin
lama pada kanal-kanal kalsium, sehingga banyak sekali ion kalsium
memasuki terminal sinaptik sensoris. Ion kalsium ini selanjutnya
menyebabkan peningkatan pelepasan transmiter oleh sinaps-sinaps,
sehingga

mengakibatkan

fasilitasi

penjalaran

sinaps

secara

bermakna ke neuron selanjutnya.


Jadi, dengan cara yang sangat tidak langsung, efek asosiasi
terminal fasilitator yang terangsang pada saat bersamaan dengan
terangsangnya

terminal

sensorik

menyebabkan

peningkatan

sensitivitas perangsangan yang lama pada terminal sensorik, dan


hal itu menimbulkan jejak ingatan. Penelitian oleh Byme dan
kawan-kawan,

juga

pada

keong Aplysia, diduga

masih

ada

mekanisme lain mengenai ingatan sinaptik. Penelitian Byme dan kawan-kawan memperlihatkan bahwa stimulus yang berasal dari dua
sumber terpisah bekerja pada suatu neuron, dan pada keadaan
yang sesuai, dapat menyebabkan perubahan jangka panjang
pada sifat

membran

neuron

postsinaptik dan

bukan

di

dalam

membran neuron presinaptik, tetapi menimbulkan efek ingatan


yang pada dasamya sama.
Ingatan Jangka Panjang
Tidak ada batasan yang jelas antara jenis ingatan jangka menengah
yang

lebih

lama

dengan

ingatan

jangka

panjang

yang

sesungguhnya. Namun, ingatan jangka panjang pada umumnya


diyakini sebagai hasil perubahan struktural pada saat ini, bukan
hanya perubahan kimiawi, pada sinaps-sinaps, dan hal-hal tersebut
memperkuat atau menekan penghantaran sinyal-sinyal. Sekali lagi,
marilah kita mengingat kembali percobaan pada hewan primitif
(yang sistem sarafnya jauh lebih mudah dipelajari), yang sangat

membantu kita untuk mengerti mengenai mekanisme yang mungkin


terjadi pada ingatan jangka panjang.
Perubahan

Struktur

yang

Terjadi

di

Sinaps-sinaps

Selama

Terbentuknya Ingatan Jangka Panjang


Gambaran

mikroskopik

elektron

yang

diambil

dari

hewan

invertebratatelahmenunjukkanbanyakperubahangambar-an

fisik

pada banyak sinaps selama terbentuknya jejak ingatan jangka


panjang. Perubahan struktural tidak akan terjadi jika hewan
tersebut diberi obat yang menghambat stimulasi DNA pada replikasi
protein di neuron presinaptik; dengan demikian tidak terbentuk
jejak ingatan yang permanen. Oleh karena itu, kelihatannya
pembentukan ingatan jangka panjang yang sebenamya bergantung
pada restrukturisasi sinaps-sinaps itu sendiri secara fisik dalam
cara-cara tertentu untuk mengubah sensitivitasnya dalam
menjalarkan sinyal-sinyal saraf.
Perubahan struktur fisik paling penting yang terjadi adalah sebagai
berikut:
1.

Peningkatan

tempat-tempat

pelepasan

vesikel

untuk

menyekresikan bahan-bahan transmiter.


2. Peningkatan jumlah vesikel-vesikel transmiter yang dilepaskan.
3. Peningkatan jumlah terminal presinaptik.

4. Perubahan pada struktur spina dendritik yang mem-bolehkan


terjadinya transmisi sinyal yang lebih kuat.
Jadi, dalam beberapa hal yang berbeda, kemampuan struktural dari
sinaps-sinaps
meningkat

untuk

selama

menjalarkan
adanyajejak

sinyal

tampaknya

ingat-anjangka

menjadi

panjang

yang

sebenarnya.
Jumlah

Neuron

dan

Sambungannya

Bermakna Selama Proses Belajar

Sering

Berubah

secara

Selama beberapa minggu, beberapa bulan, bahkan pada tahuntahun pertama kehidupan atau waktu-waktu selanjutnya, banyak
bagian otak menghasilkan neuron dalam jumlah yang sangat
banyak, dan neuron-neuron ini menjulurkan sejumlah cabang akson
untuk membentuk sam-bungan dengan neuron-neuron lain. Jika
akson yang baru gagal bersambungan dengan neuron selanjutnya
yang se-suai, dengan sel-sel otot, atau sel-sel kelenjar, aksonakson yang baru itu sendiri akan musnah dalam waktu beberapa
minggu. Jadi, jumlah sambungan neuron ditentukan oleh faktor
pertumbuhan saraf yang,spesifik, yang dilepaskan secara retrograd
oleh sel-sel yang terangsang. Selanjutnya, bila terjadi hubungan
yang tidak cocok,seluruh neuron yang menjulurkan cabang-cabang
akson akan lenyap.
Oleh karena itu, segera setelah bayi manusia lahir, terdapat prinsip
"gunakan itu atau hilangkan itu" yang menentukan jumlah akhir
neuron dan sambungannya pada bagian sistem saraf manusia yang
terwakili. Ini adalah suatu jenis proses belajar. Sebagai contoh Jika
satu mata dari hewan yang baru lahir ditutup selama beberapa
minggu setelah lahir, neuron-neuron di garis-garis alternatif dari
korteks

serebri

penglihatan

neuron-neuron

yang

normalnya

berhubungan dengan mata yang ditutup akan berdegenerasi, dan


mata yang tertutup itu secara sebagian atau secara total akan buta
selama sisa hidupnya. Sampai sekarang, dipercaya bahwa sangat
sedikit "proses belajar" yang diperoleh manusia dewasa dan hewan
dengan cara modifikasi jumlah neuron pada sirkuit ingatan; namun
demikian, penelitian terbaru menyatakan bahwa bahkan orang
dewasa

menggunakan

mekanisme

tersebut

setidaknya

pada

beberapa hal.
Proses Konsolidasi Ingatan
Jika ingatan jangka pendek diubah menjadi ingatan jangka
panjang, dan dapat dipanggil kembali beberapa minggu atau

beberapa tahun kemudian, maka ingatan tersebut harus mengalami


"konsolidasi".

Artinya,

ingatan

jangka

pendek

jika

diaktifkan

berulang-ulang akan menimbulkan perubahan kimia, fisik, dan


anatomis

pada

sinaps-sinaps

yang

bertanggung jawab

untuk

ingatan tipe jangka panjang. Proses ini memerlukan waktu 5 sampai


10 menit untuk konsolidasi minimal dan satu jam atau lebih untuk
konsolidasi maksimal. Sebagai contoh, bila ada kesan sensorik yang
kuat ditanamkan pada otak, namun kemudian dalam waktu satu
menit atau lebih diikuti oleh kejang otak akibat aliran listrik,
pengalaman sensorik tersebut tidak dapat diingat sama sekali.
Demikian juga, pada gegar otak (brain concussion), pemberian
anestesi umum yang dalam secara mendadak, atau efek-efek lain
yang menghambat fungsi dinamik otak secara sementara, dapat
menghambat proses konsolidasi. Proses konsolidasi dan waktu yang
dibutuhkan

untuk

terjadinya

proses

tersebut

mungkin

dapat

diterangkan me-lalui fenomena latihan (rehearsal) ingatan jangka


pendek berikut ini.
Latihan Meningkatkan Pemindahan Ingatan Jangka Pendek
Menjadi Ingatan Jangka Panjang.
Penelitian

psikologi

menunjukkan

bahwa

latihan

atau

pengulangan informasi yang sama berkali-kali ke dalam pikiran,


dapat mempercepat dan memperkuat tingkat pengalihan ingatan
jangka pendek menjadi ingatan jangka panjang, dengan demikian
mempercepat dan meningkatkan konsolidasi. Otak mempunyai
kecenderungan untuk mengulang informasi yang baru diterima,
terutama informasi yang menyita perhatian pikiran. Oleh karena itu,
sesudah melewati satu periode waktu, gambaran penting mengenai
pengalaman sensorik menjadi terfiksasi secara progresif dalam
gudang ingatan. Hal ini menjelaskan mengapa seseorang dapat
mengingat dengan lebih baik sedikit informasi yang dipelajari secara
mendalam daripada banyak informasi yang hanya dipelajari secara

superfisial. Keadaan ini juga menjelaskan mengapa orang yang


dalam keadaan segar dapat mengonsolidasikan ingatannya secara
jauh lebih baik daripada dalam keadaan kelelahan mental (mental
fatigue).
Penyusunan Ingatan Baru Selama Konsolidasi.
Salah satu gambaran terpenting konsolidasi adalah bahwa ingatan
baru disusun menjadi

bermacam-macam

golongan

informasi.

Selama proses ini berlangsungJenis informasi yang serupa ditarik


kembali dari tempat penyimpanan ingatan dan digunakan untuk
membantu proses informasi yang baru. Perbedaan dan kesamaan
informasi yang baru dan yang lama kemudian dibandingkan, dan
seba-gian proses penyimpanan ini lebih banyak dipakai untuk
menyimpan kesamaan dan perbedaan infonnasi daripada untuk
menyimpan informasi baru yang tidak diproses. Jadi, selama
konsolidasi, ingatan yang baru tidak disimpan secara acak tapi
langsung bersamaan dengan ingatan lain yang macamnya sama.
Hal ini diperlukan agar kelak orang tersebut mampu "mencari"
informasi yang dibutuhkannya dari gudang ingatan.
Peran Bagian-Bagian Spesifik Otak dalam Proses Ingatan
Hipokampus Mampu Mencetuskan Penyimpanan Ingatan Amnesia Anterograd Setelah Lesi Hipokampal.
Hipokampus merupakan bagian yang paling medial dari korteks
lobus temporalis, yang mula-mula melipat ke arah medial di bawah
otak dan selanjutnya naik ke permukaan dalam, di bawah ventrikel
lateral.

Pada

pengobatan

beberapa

pasien

epilepsi,

kedua

hipokampus tersebut diangkat. Ternyata, tindakan ini tidak terlalu


serius

memengaruhi

disimpan
Namun,

di

dalam

sesudah

mempunyai

ingatan
otak

pasien

sebelum

pengangkatan,

kemampuan

untuk

terhadap

informasi

pengangkatan

pasien

ini

yang

hipokampus.

betul-betui

tidak

menyimpan ingatan

tipe

verbal dan simbolik (ingatan tipe deklaratif) dalam ingatan jangka

panjangnya,

atau

bahkan

dalam

ingatan

intermedia

yang

berlangsung lebih dari beberapa menit. Oleh karena itu, pasien ini
tak mampu menyusun ingatan jangka panjang yang baru dari tipe
informasi tersebut yang merupakan dasar intelegensi. Keadaan ini
disebut amnesia anterograd.
Tetapi mengapa hipokampi begitu penting untuk membantu otak
dalam menyimpan ingatan yang baru? Kemungkinan jawabannya
adalah bahwa hipokampus merupakan salah satu dari sekian
banyak jaras keluar yang penting yang berasal dari area "ganjaran"
dan "hukuman" pada sistem limbik, seperti akan dijelaskan pada
bab 58. Rangsangan sensorik atau pikiran yang menyebabkan rasa
nyeri atau antipati akan merangsang pusaf hukuman limbik, dan
rangsangan yang menyebabkan rasa senang, bahagia, atau rasa
ganjaran

akan

merangsang pusat

bersama-samamenimbulkan
motivasi

seseorang.

Di

latar

antara

ganjaran limbik.
belakang

Semua

suasana

motivasi-motivasi

ini

hati

ini
dan

terdapat

dorongan dalam otak untuk mengingat pengalaman-pengalaman


dan

pikiran-pikiran

yang

menyenangkan

atau

yang

tidak

menyenangkan. Hipokampus khususnya, dan dalam derajat yang


lebih kecil pada nuklei dorsalis medialis pada talamus, yaitu struktur limbik yang lain, telah terbukti memiliki kepentingan khusus
dalam membuat keputusan mengenai pikiran mana yang cukup
penting pada dasar ganjaran atau hukuman untuk menjadi ingatan
yang berfaedah.
Amnesia Retrograd - Ketidakmampuan Memanggil Ingatan
Masa Lalu. Ketika terjadi amnesia retrograd, derajat amnesia
untuk peristiwa-peristiwa yang baru saja terjadi mungkin lebih
besar daripada peristiwa masa lalu yang telah lama terjadi. Alasan
perbedaan ini mungkin karena ingatan yang lama telah banyak
diulang-ulang sehingga jejak ingatan telah melekat kuat, dan

bagian-bagian ingatan ini telah tersimpan di daerah yang lebih luas


dalam otak.
Pada beberapa pasien yang menderita lesi hipokam-pal, terjadi
beberapa macam derajat amnesia retrograd bersama dengan
amnesia anterograd, yang menimbulkan dugaan bahwa paling
sedikitnya sebagian dari kedua macam amnesia ini saling berkaitan,
dan lesi hipokampal dapat menyebabkan terjadinya kedua kelainan
ini. Namun, kerusakan beberapa area spesifik pada talamus
mungkin menyebabkan timbulnya amnesia retrograd tanpa terjadinya amnesia anterograd yang berarti. Kemungkinan pen-jelasan
dari keadaan ini adalah bahwa talamus mungkin berperan dalam
membantu orang untuk "mencari" dari gudang ingatannya sehingga
mampu "membaca" ingatan itu. Jadi, proses mengingat itu tak
hanya membutuhkan gudang penyimpanan ingatan namun juga
membutuhkan kemampuan untuk mencari dan menemukan ingatan
di kemudian hari. Kemungkinan fungsi talamus dalam proses ini
akan dibicarakan dalam Bab 58.
Hipokampus Tidak Penting dalam Proses Belajar Refleksif.
Orang-orang dengan lesi hipokampal biasanya tidak mengalami
kesulitan

dalam

mempelajari

keterampilan

fisik

yang

tidak

melibatkan verbalisasi atau tipe intelegensia simbolik. Sebagai


contoh, orang-orang ini masih dapat mempelajari keterampilan
gerak cepat tangan dan keterampilan fisik seperti yang diperlukan
dalam

banyak

jenis

olah

raga.

Jenis

proses

belajar

ini

disebut keterampilan belajar atau proses belajar refleksif, hal ini


lebih bergantung pada pengulangan kegiatan secara fisik yang terus
menerus, bukan pelatihan simbolis dalam benak.

HYPOTHALAMUS
Fungsi

Salah satu fungsi utama dari hipotalamus adalah untuk


mempertahankan homeostasis, yaitu, untuk menjaga tubuh
manusia tetap stabil, kondisi konstan.
Hypothalamus yang merespon berbagai sinyal dari
lingkungan internal dan eksternal termasuk suhu tubuh,
lapar, perasaan yang up penuh setelah makan, tekanan
darah dan kadar hormon dalam sirkulasi. Hal ini juga
merespon stres dan mengatur ritme tubuh kita sehari-hari
seperti sekresi malam hari melatonin dari kelenjar pineal
dan perubahan kortisol (hormon stres) dan suhu tubuh
selama periode 24-jam. Hipotalamus mengumpulkan dan
menggabungkan informasi ini dan menempatkan perubahan
di tempat untuk memperbaiki ketidakseimbangan.
Meskipun hipotalamus adalah organ kecil di otak, memiliki
tugas besar untuk melakukan. Ini berbentuk seperti kerucut
dan terletak di atas batang otak, di bawah talamus. Bagian
ini membentang ke bawah hingga bertemu dengan tangkai
infundibular, yang merupakan tabung yang bergabung ke
kelenjar pituitari. Secara umum, organ ini memiliki beberapa
fungsi yang dipecah menjadi masing-masing dari tiga
bagian.
Karena berapa hipotalamus terhubung ke beberapa daerah
dari sistem saraf pusat dan otak depan limbik, harus
menyesuaikan sesuai dengan sinyal yang berbeda, baik
internal maupun eksternal. Rangsangan penciuman sering
mempengaruhi hormon endokrin. Glucorticoids dan steroid

mempengaruhi tanggapan seperti nafsu makan atau


kehausan. Paparan sinar matahari adalah sinyal yang jelas,
hal ini membantu mengatur siklus tidur dan bangun.
Daerah anterior hipotalamus terletak di depan dan
bertanggung jawab untuk beberapa fungsi. Ini adalah
bagian penting dari termoregulasi, yang merupakan
pengaturan suhu tubuh. Termoregulasi dikendalikan melalui
berkeringat dan terengah-engah. Tidur dan siklus sirkadian
juga diatur oleh daerah anterior.
Di tengah hipotalamus, daerah tuberal ditemukan. Bagian
ini bertanggung jawab atas haus dan lapar. Wilayah tuberal
juga mengontrol tekanan darah dan denyut jantung.
Pertumbuhan mengatur hormon dan produksi dopamin
diatur oleh daerah ini juga.
Pada bagian belakang hipotalamus adalah daerah posterior.
Peningkatan tekanan darah, menggigil, dan pelebaran pupil
dikontrol oleh daerah ini. Fungsi memori juga dipengaruhi
oleh daerah ini.
Hormon

Ada dua set sel-sel saraf di hipotalamus yang menghasilkan


hormon. Satu set mengirimkan hormon yang mereka
hasilkan ke bawah melalui tangkai hipofisis ke lobus
posterior kelenjar hipofisis di mana hormon ini dilepaskan
langsung ke aliran darah. Hormon-hormon ini hormon antidiuretik dan oksitosin. Hormon anti-diuretik menyebabkan
reabsorpsi air di ginjal dan merangsang oksitosin kontraksi
uterus saat melahirkan dan penting dalam menyusui.

Yang lain dari sel saraf menghasilkan merangsang dan


menghambat hormon yang mencapai lobus anterior dari
kelenjar pituitary melalui jaringan pembuluh darah yang
berjalan ke bawah melalui tangkai hipofisis. Ini mengatur
produksi hormon yang mengendalikan gonad, kelenjar tiroid
dan korteks adrenal serta produksi hormon pertumbuhan
yang mengatur pertumbuhan dan prolaktin yang penting
untuk produksi susu.
Hormon-hormon yang diproduksi di hipotalamus adalah
Corticotrophin-releasing hormone,
Dopamin, hormon pertumbuhan
sejenisneurotransmiter (zat yang menyampaikan pesan
dari satu syaraf ke syaraf yang lain) dan merupakan
perantara bagi biosintesis
hormon adrenalin dannoradrenalin. Dopamin juga
merupakan suatu hormon yang dihasilkan
olehhipotalamus. Fungsi utamanya sebagai hormon
ialah menghambat pelepasanprolaktin dari
kelenjar hipofisis.Dopamin yang berlebihan dapat
menyebabkan skizofrenia dan bila kekurangan dapat
menyebabkan penyakit parkinson.
somatostatin
Gonadotropin-releasing hormone dan

Thyrotrophin-releasing hormon.
Lesi
Fungsi hipotalamus dapat dipengaruhi oleh trauma kepala,
tumor otak, infeksi, operasi, radiasi dan kekurangan gizi. Hal
ini dapat menyebabkan gangguan keseimbangan energi
dan termoregulasi, ritme tubuh kacau, (insomnia) dan gejala
defisiensi hipofisis akibat hilangnya kontrol hipotalamus.
Defisiensi hipofisis (hypopituitarism) akhirnya menyebabkan
defisiensi hormon yang diproduksi oleh gonad, korteks
adrenal dan kelenjar tiroid serta hilangnya hormon
pertumbuhan.
Kurangnya anti-diuretik produksi hormon oleh hipotalamus
menyebabkan diabetes insipidus. Dalam kondisi ini ginjal
tidak mampu menyerap air yang menyebabkan produksi
berlebihan urin encer dan jumlah yang sangat besar minum.

Secara keseluruhan, hipotalamus mengontrol berbagai


fungsi tubuh yang penting. Neurohormonnya dikendalikan
dan dirilis oleh organ kecil ini di otak. Melalui hormon ini,
aktivitas kelenjar hipofisis dikendalikan, serta proses
metabolisme sistem saraf otonom keseluruhan.
Selain hormon dan pengendalian aspek metabolisme,
hipotalamus juga mengontrol dan melepaskan hormon yang
mempengaruhi sistem endokrin. Hormon endokrin dikirim ke
kelenjar pituitari dan memainkan peran dalam perilaku
tertentu yang didasarkan pada emosi, seperti kemarahan,
kecemasan atau ketakutan, dan kegiatan seksual.