Anda di halaman 1dari 10

REFLEKSI KASUS

ANTENATAL CARE PADA G2P1A0 KEHAMILAN NORMAL


( dr. Triatmi Dyah Wahyuning )

I.

Case
A. Patients Identity
Name
Sex
Umur
Height
Weight
LILA
HPHT
Marital Status
Occupation
Pregnancy status
Address
Examination Date

: Ny. S
: Perempuan
: 33 tahun
: 147 cm
: 57 kg
: 24 cm
: 15 Juli 2013
: Menikah
: Ibu rumah tangga
: normal
: Kasihan
: 13 Maret 2013

B. Anamnesis
1. Chief complaint : control kehamilan
Curretn History : Pasien ingin melakukan control kehamilan rutin.
Akhir akhir ini pasien merasa sedikit gelisah menghadapi
persalinan. Gerakan janin terasa kuat, mual muntah (-), keputihan
kadang kadang, berupa cairan encer, sedikit, tidak berbau, tidak
gatal. perdarahan pervaginam (-), kontraksi kadang terasa tetapi
tidak kuat.
Riwayat obstetric :
Anak pertama lahir di bidan, berat lahir 2700 gram, memberikan
ASI Eksklusif selama 3 bulan
Tidak pernah mengalami abortus
2. Past histori:
Sakit Jantung (-)
Hipertensi (-)
DM (-)
TBC (-)/ batuk lama (-)
Pernah operasi (-)
Alergi obat/makanan (-)
Sakit ginjal (-)
Asma (-)
Epilepsi (-)
Penyakit hati (-)
Pernah kecelakaan (-)
3. Family Illness History :

Jantung (-)

Hipertensi (-)
DM (-)
TBC (-)/ batuk lama (-)
Pernah operasi (-)
Alergi obat/makanan (-)
Sakit ginjal (-)
Asma (-)
Epilepsi (-)
Penyakit hati (-)
4. Family Assessment
:
a. Family Genogram
55T
H

22 TH

56T
H

53T
H
28T
H

27
TH

20TH

3TH
BCD,

A,
33
TH

32 TH

Ny. S

5
TH

An R
A - Pasien
C - Care giver
B - Breadwinner
D - Decision maker

b. Family life cycle

Tn. R

Second Order
Changes in
Family Status
required to
proceed
developmental
ly

First order
changes or
tasks involved

Problems
encountered at
each stage of the
cycle

Anak pertama
harus sudah
mulai
dibiasakan
untuk
Pasien
sedang menerima
mempersiapkan mental kehadiran
untuk persalinan anak adiknya, diajak
kedua.
berkomunikasi
bahwa ibunya
sedang
mengandung
adiknya dan
nanti setelah
lahir akan
memiliki adik
yang lucu.

Meskipun
suami bekerja,
tetapi tetap
harus
membantu
pekerjaan
rumah tangga
supaya isteri
tidak kelelahan

Persiapan mental
dan pembiasaan
untuk suami, ibu,
dan anak pertama
menyambut
kehadiran bayi.

Family
Life Cycle
Stage

Emotional process of
transition:
Key principles

Families
with
young
children

Pasien sudah memiliki 1


anak berumur 6 tahun
dan sedang hamil anak
kedua.

c. Family map
d.

Family life line

Umur 24 tahun pasien menikah

Umur 27 tahun pasien melahirkan anak pertama

Umur 33 tahun pasien hamil anak kedua


e. Family APGAR
2-2-2-2-2 = 10 ( High Functional Family)
f.

Family SCREEM
Resources

Pathology

Social

Pasien aktif dalam kegiatan


social kemasyarakatan

Cultural

Kebiasaan tilikan bayi dan


jagong bayi di masyarakat
masih kental , bahkan
Bapak-bapak masih

Memerlukan
persiapan dana yang
tidak sedikit

begadang di malam hari


Religion

Keluarga taat beragama

Education

Pasien lulusan SMU

Economic

Suami bekerja sebagai


pegawai di pabrik

Keluarga
berpenghasilan
rendah

Medical

Pasien memiliki jampersaL

5. System :
a. Cerebrospinal
: tidak ditemukan kelainan
b. Cardiovascular
: tidak ditemukan kelainan
c. Respiratory : batuk (-), nafas bunyi (-)
d. Gastrointestinal: nauseous (-), vomiting (-), diare (-),
e. Urogenital : urine jernih, frekuensi berkemih normal
f. Muskuloskeletsl : gangguan gerak (-), turgor baik
g. Eye
: konjunctiva anemis (-/-)
h. Ekstremitas : oedem (-)
i. ENT
: none
C. Physical Examination
Tgl

Keluhan

TD
mmH
g

BB
/
Kg

UK
mg

28/8/2012

Terlambat haid 2
minggu

100/60

48

18/9/2012

Tak ada keluhan

90/60

49

9+2

2/10/2012

Kadang mual

100/60

49

11+

Kadang mual

100/70

50

14+
3

28/11/2012

Tak ada keluhan

90/70

51

19+
3

DJj

+2

24/10/2012

TFU
cm

Lab

Tindakan

PP Test
(+)

Vit B6 2x1,
Vit B12 2x1

HB=11
Gol
darah O

Vit B6 2x1
, Vit B12
2x1

2 jr
diatas
sympis
is

Vit B6 2x1,
Vit B12 2x1

2 jr
diatas
sympis
is

Vit B6 2x1,
Vit B12 2x1

Seting
gi
pusat

Balt(+)
130

Multivit 1x1
Kalk 1x1

Ket

USG

2/01/2013

Tak ada keluhan

100/60

55

24+

22

Balt(+)
140

Multivit 1x1
Kalk 1x1

28

Balt(+)
140

Multivit 1x1
Kalk 1x1

35

Puki
144

3
30/01/2013

Batuk ringan

110/70

55

28+
3

13/03/2013

Sakit pinggang

110/70

57

34+
3

Hb=
11

Multivit 1x1
Kalk 1x1

Perencanaan
tempat
persalinan

D. Adjunct Examinations
Hb = 11 gram %
E. Diagnosis :
Working Diagnosis : ANC pada G2P1A0 kehamilan normal
Diferential Diagnosis:
F. Therapy
Medication : Multivitamin yang mengandung Fe 1x1 tab
Kalk 1x1 tab
Diet : Tinggi kalori, tinggi protein, tinggi serat dan zat besi ( menu
seimbang)
G. Patient Education and counseling
Komunikasi dua arah
Menanyakan tentang perasaan dan persiapan mental ibu dalam
menghadapi persalinan
Merencanakan tempat persalinan, persiapan transportasi, donor
darah, dan dukungan keluarga ( suami, anak, orang tua) supaya
siaga setiap saat
Memberikan dukungan mental kepada ibu untuk menghadapi
persalinan
Menjelaskan mengenai tanda-tanda persalinan
Memotivasi ibu untuk melaksanakan IMD dan pentingnya ASI
Eksklusif selama 6 bulan
Menjelaskan mengenai kiat sukses menyusui
H. Prognosis : dubia
I. Monitoring
Perkembangan kondisi dan tanda-tanda persalinan
J.

Short Term Plan


Menganjurkan ibu untuk control 2 minggu kemudian, dan menjelaskan
mengenai tanda tanda persalinan

K. LONG TERM Plan :


a. After Refferal

Untuk penanganan ANC pasien tidak dirujuk, tetapi karena


Puskesmas kami rawat jalan untuk persalinan ibu bisa
melahirkan di bidan yang melayani Jampersal.
Puskesmas akan melakukan perawatan nifas, imunisasi,
pendampingan melaksanakan ASI Eksklusif dan perencanaan
Keluarga Berencana.

b. Targets and commitments of Care Plan:


Ibu mengetahui tanda-tanda persalinan dan tanda bahaya
kehamilan
Ibu sudah merencanakan rencana tempat persalinan sesuai
kondisi kesehatan ibu bisa melahirkan di bidan dan
memberitahukan akses pelayanan dengan Jampersal
Ibu merencanakan untuk melaksanakan IMD dan
memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan
c. Family Empowerment
Seluruh keluarga terlibat dalam perawatan dan rencana persalinan
ibu.
Keluarga mendukung pelaksanaan IMD dan ASI Eksklusif selama 6
bulan

II.

Discussion
A. Self Raising Questions and Answer
1. Q :Bagaimanakah penatalaksanaan kehamilan dengan IUD (Jika
ada kegagalan KB)?
A :
Reff :
2. Q : Apakah ibu hamil boleh melakukan hubungan seksual, apakah
harus menggunakan kondom?
A :
Reff :
3. Q : Bagaimana cara membedakan cairan ketuban atau cairan
vagina biasa jika terjadi pengeluaran air ketuban?
A :
Ref :
4. Q : Apakah ibu boleh menyusui bayinya jika terdapat massa
abnormal payudara?
A :
Reff :

PRINCIPLES OF FAMILY MEDICINE EURACT


N
o
1

Prinsip
Family
Medicine
Primary
Care
Managem
ent

Yang saya lakukan adalah

Person
Centered
Care

Spesific
Problem
Solving
skills

Holistik
Approach

Memberikan pelayanan ANC kepada ibu secara


holistic dan komprehensif
Pelayanan ANC terpadu berkoordinasi dengan
bidan, perawat, petugas laboratorium, customer
service, petugas gizi, dan promosi kesehatan
Secara spesifik menjelaskan mengenai tanda
bahaya
kehamilan,
tanda-tanda
persalinan,
perencanaan persalinan, persiapan donor darah,
dan manfaat ASI Eksklusif
Keputihan yang kadang dialami normal terjadi pada
wanita hamil dan tidak menunjukkan tanda suatu
penyakit
Mendiskusikan mengenai kesiapan mental dan fisik
ibu untuk menjalani persalinan dan melaksanakan
ASI eksklusif selama 6 bulan

Menganjurkan kepada ibu untuk tetap melakukan


ANC secara teratur sesuai yang dianjurkan,
setelah pemeriksaan ini ibu hendaknya kembali
untuk control 2 minggu kemudian
Memperkenalkan kepada ibu mengenai tandatanda persalinan
Mendiskusikan kepada ibu tentang rencana
persalinan
Melakukan koordinasi dengan keluarga dan
masyarakat untuk mendukung perawatan ibu
Bio: secara fisik ibu mendapatkan kehamilan
normal, sampai saat ini ibu tidak menunjukkan
tanda bahaya atau factor resiko yang khusus
Psiko: Secara psikologis ibu sedikit tegang tetapi
sudah siap menghadapi persalinan karena memang
sudah merencanakan untuk memiliki anak kedua.
Anak pertama perlu dibiasakan untuk menerima
kehadiran adiknya dengan sering diajak komunikasi
dengan adik sejak dalam kandungan, juga diajak
mengelus perut ibu untuk merasakan kehadiran
adiknya
Sosial : Secara social keluarga diajak berdiskusi
untuk persiapan menyambut kehadiran bayi

dengan mengikuti tradisi yang selama ini berjalan


tetapi tidak memberatkan secara keuangan dan
tidak mengganggu waktu istirahat keluarga dengan
bertukar pengalaman.
Perlu diwaspadai juga adanya asap rokok di dalam
rumah ketika Bapak-bapak mengobrol saat jagong
bayi, misalnya dengan membuat tulisan . Rumah
bebas Asap Rokok
5

Communit
y
orientation

Comprehe
nsive
Approach

Continuity
care

AKI di Indnesia masih tertinggi di ASEAN yaitu


sebesar 390 per 100.000 kelahiran hidup ( SDKI
1994)
Program DB4MK Kabupaten Bantul salah satunya
adalah menurunkan AKI dan AKB
Selama 1 tahun terakhir memang tidak terjadi
kematian ibu di wilayah kerja Puskesmas, tetapi
sasaran dan bumil risti di wilayah kerja cukup
banyak
sehingga
diperlukan
program
pemberdayaan masyarakat (UKBM) yang optimal
untuk
mencegah
AKI
dengan
optimalisasi
Posyandu, kegiatan KP Ibu, pemberdayaan kader
dalam hal pencatatan dan pelaporan.
Memberikan penyuluhan kepada para suami untuk
menjadi suami siaga
Memberikan penyuluhan kepada masyarakat
pentingnya
kebersamaan
dengan
kegiatan
ambulan desa dan pendampingan persiapan donor
darah untuk ibu bersalin
Pelayanan atau asuhan standar minimal termasuk 10 T :
Timbang berat badan dan tinggi badan
Nilai status gizi
Ukur Tinggi fundus uteri
Tentukan presentasi janin dan DJJ
Skrining status imunisasi TT bila diperlukan
Pemberian tablet zat besi minimum 90 tablet
selama kehamilan
Test laboratorium rutin dan khusus
Temu wicara ( konseling ) termasuk Perencanaan
Persalinan dan Pencegahan komplikasi (P4K) serta
KB paska persalinan
Persiapan keluarga dalam menghadapi persalinan
termasuk kondisi darurat misalnya transportasi dan
donor darah

Memantau kondisi kehamilan, tanda bahaya yang


mungkin timbul, dan tanda persalinan
Melakukan perawatan nifas

Memantau pemberian vitamin A nifas


Memantau pemberian ASI Eksklusif
Memantau kondisi psikologis keluarga menghadapi
kelahiran bayi, menghadapi perubahan peran yang
mungkin terjadi pada ayah dan anak pertama
berhubung ibu dalam kondisi yang lemah setelah
persalinan dan sibuk dengan mengurus bayinya.