Anda di halaman 1dari 12

1.

Bahan Isolasi Padat


1.1 Kaca
Kaca adalah salah satu produk industri kimia yang paling akrab dengan
kehidupan kita sehari-hari. Namun tidak banyak yang kita ketahui mengenai kaca
tersebut.
Sifat-Sifat Kaca
1. Massa jenis kaca berkisar antara 2 hingga 8,1 g/cm3.
2. Kekuatan tekannya 6000 hingga 21000 kg/cm2.
3. Kekutan tariknya 1 hingga 300 kg/cm2. Karena kekuatan tariknya relatif
kecil, maka kaca adalah bahan yang regas. Walaupun kaca adalah substansi
berongga,

tetapi

tidak

mempunyai

titik

leleh

yang

tegas,

karena

pelelehannya adalah perlahan-lahan ketika suhu pemanasan dinaikkan.


4. Titik pelembekan kaca berkisar antara 500 hingga 1700 C. Makin sedikit
kandungan SiO2 makin rendah titik pelembekan kaca. Demikian pula halnya
dengan muai panjang (), makin banyak kadar SiO2 yang dikandungnya
akan makin kecil nya.
5. Muai panjang untuk kaca berkisar antara 5,5. 10-7

hingga 150. 10-7

per derajat celcius. Nilai dari angka muai panjang adalah sangat penting bagi
suatu

kaca dalam hubungannya

dengan kemampuan

kaca

menahan

perubahan suhu. Piranti dari kaca yang dipanaskan atau didinginkan secara
tiba-tiba akan meregang. Hal ini disebabkan distribusi suhu yang tidak
merata pada lapisan luarnya dan keadaan tersebut menyebabkan piranti
retak.
Kemampuan larut kaca terhadap bahan lain akan bertambah sesuai
dengan kenaikkan suhunya. Kaca yang mempunyai kekuatan hidrolik rendah
ketahanan permukaannya pada media yang lembab adalah kecil. Kaca silika
mempunyai ketahanan hidrolik paling tinggi. Kekuatan hidrolik akan sangat
berkurang jika kaca diberi alkali. Pada kenyataannya, kaca silika adalah tidak
peka terhadap asam kecuali asam fluorida.
Pada pabrikasi kaca, asam fluorida digunakan untuk membuat kaca
embun. Pada umumnya kaca tidak stabil terhadap pengaruh alkali. Sifat-sifat

elektris dari kaca dipengaruhi oleh komposisi dari kaca itu sendiri. Kaca yang
digunakan untuk teknik listrik pada suhu normal diperlukan syarat- syarat antara
lain : resitifitas berkisar antara 108 hingga 1017 -cm, permitivitas relatif r
berkisar antara 3,8 hingga 16,2, kerugian sudut dielektriknya 0,003 hingga 0,01,
tegangan break-down 25 hingga 50 kV/mm.
1.2 Porselin
Porselin adalah bahan isolasi kelompok keramik yang sangat penting dan
luas penggunaannya. Istilah bahan-bahan keramik adalah digunakan untuk semua
bahan anorganik yang di bakar dengan pembakaran pada suhu tinggi dan bahan
asli berubah substansinya.
Isolator porselin yang baik secara mekanis mempunyai kuat dielektrik
kira-kira 60 kV/cm, kuat tekan dan kuat tariknya masing-masing 70.000 kg/cm2
dan 500 kg/cm2.
Untuk pembuatan isolator porselin diperlukan suhu berkisar antara 13000
C hingga 15000 C dalam jangka waktu 20 hingga 70 jam. Kenaikan suhu
dari normal hingga suhu diatas adalah perlahan-lahan. Setelah mencapai suhu yang
diinginkan,

pendinginannya

dilakukan

secara

perlahan-lahan

sebelum

di

keluarkan dari oven. Untuk pembakaran atau pemanasan dalam oven dapat
digunakan solar, gas, batu bara atau listrik.
Sifat-Sifat Porselin
Sifat-sifat poselin adalah sebagai berikut :
1. Massa jenisnya berkisar antara 2,3 hingga 2,5 g/cm3.
2. Koefisien muai panjang () 3.10-6 hingga 4,5.10-6 per 0C. Hal ini perlu
mendapatkan perhatian jika dilem dengan semen atau diikat dengan
logam, karena semen = 11.10-6 per 0C, baja = 14.10-6 per 0C.
3. Kekuatan tekan porselin adalah 4000 hingga 6000 kg/cm2.
4. Kekuatan tarik 300 hingga 500 kg/cm2 untuk yang menggunakan pelapis,

200 hingga 300 kg/cm2 yang tanpa pelapis.


5. Kekuatan tekuk 80 hingga 100 kg/cm2. Porselin lebih regas daripada kaca.
Sedangkan, sifat kelistrikan porselin antara lain :
1. Tegangan tembus berkisar antara 10 hingga 30 kV/mm.
2. Resistifitas 1011 hingga 1014 cm.
3. Permitifitas () berkisar antara 6 hingga 7, tan 0,015 hingga 0,02.
4. Sudut kerugian dielektrik akan naik jika suhu dinaikkan.
1.3 Keramik
Sifat kimia
Massa jenis
Koefisien muai panjang ()
Kekuatan tekan
Kekuatan tarik
Kekuatan tekuk

3
2,3 hingga 2,5 gram/cm
-4
-6
0
3.10 hingga 4,5.10 per C
2
4000 hingga 6000 kg/cm
2
300 hingga 500 kg/cm dengan pelapis
2
80 hingga 100 kg/cm

Sifat Kelistrikan
Tegangan tembus

antara 10 hingga 30 kV/mm

Resistivitas
Permitivitas ()

11
14
10 hingga 10 cm
Antara 6 hingga 7

tan

0,015 hingga 0,02

Sifat Mekanik
Adapun sifat mekanik dari keramik yaitu kuat, keras, dan juga tahan
terhadap korosi. Selain itu juga, keramik memiliki titik leleh yang tinggi.
Kelebihan dan Kekurangan Keramik
Beberapa kelebihan isolator keramik antara lain:
1. Stabil, adanya ikatan ionik yang kuat antaratom yang menyusun keramik,
seperti silikon dan oksigen dalam silica dan silicates, membuatnya strukturnya

sangat stabil dan biasanya tidak mengalami degradasi karena pengaruh


lingkungan.

Ini

berarti bahwa

isolator keramik tidak akan rusak oleh

pengaruh UV, kelembaban, aktivitas elektrik, dsb.


2. Mempunyai kekuatan mekanik yang baik, merupakan ciri alami bahwa
bahan keramik mempunyai sifat mekanik yang kuat, sehingga pada
pemakaian isolator porselin sebagai terminal kabel, bushing, dan arrester surja
tidak memerlukan material lain untuk meyokongnya.
3. Harganya relatif murah, penyusun porselin seperti clay,

feldspar dan

quartz harganya relatif murah dan persediaannya berlimpah.


4. Tahan lama, proses pembuatan porselin yang terdiri dari beberapa
proses

seperti pencetakan dan pembakaran dalam mengurangi kadar air

menyebabkan porselin mempunyai sifat awet.


Di samping kelebihan-kelebihan di atas, isolator keramik mempunyai beberapa
kekurangan, yaitu:
1.

Mudah

pecah,

isolator

porselin

rentan

pecah

pada

saat

dibawa

maupunsaat instalasi.
Vandalisme merupakan faktor utama yang yang menyebabkan isolator
pecah.
2.

Berat, salah satu sifat dari keramik adalah mempunyai massa yang berat.
Oleh karenanya, pada isolator porselin berukuran besar dan berat biasanya
mahal karena biaya yang dikeluarkan untuk pengiriman dan instalasi.

3.

Berlubang akibat pembuatan kurang sempurna, berdasarkan pengalaman


isolator porselin yang berlubang dapat meyebabkan terjadinya tembus
internal (internal dielectric breakdown).

4.

Bentuk geometri kompleks, porselin mempunyai relatif mempunyai


karakteristik jarak rayap
memperpanjang

jarak

yang

rayap

tidak

kecil,

oleh

karenanya

dilakukan dengan

untuk

memperbesar

diameter atau memperpanjang isolator melainkan mendesain isolator


dengan membuat shed-shed. Hal ini membuat bentuknya menjadi kompleks.
5.

Mudah terpolusi, permukaan porselin bersifat hidrophilik, yang berarti


bahwa permukaan porselin mudah untuk menangkap air, sehingga pada

kondisi lingkungan yang berpolusi mudah untuk terbentuk lapisan konduktif


di permukaannya. Hal ini yang dapat menyebabkan kegagalan isolasi yaitu
flashover.
1.4 Kertas
Kertas merupakan salah satu bagian dari bahan isolasi berserat. Bahanbahan isolasi berserat sangat besar peran dan penggunaannya pada teknik listrik.
Dikatakan sebagai bahan berserat karena bahan-bahan ini terdiri dari serat-serat
yang terpisah satu sama lain. Pada kebanyakan bahan ini struktur seratnya sangat
mudah dilihat, sedangkan pada kayu dan kertas, untuk memeriksa strukturnya
perlu menggunakan mikroskop.
Kelebihan dari bahan berserat adalah mempunyai fleksibilitas yang baik,
kekuatan mekanis yang tinggi, mudah diproses dan murah harganya. Adapun
kekurangannya adalah higroskopis dan tegangan tembusnya rendah. Untuk
mengatasi hal tersebut, bahan-bahan berserat yang akan digunakan sebagai
pengisolasi perlu diimpregnasi. Bahan berserat asli tergolong bahan isolasi kelas
Y sedangkan jika sudah diimpregnasi menjadi kelas A.
Sampai saat ini, kertas yang dicelup dengan minyak merupakan jenis
isolasi yang terbanyak dipakai pada kabel-kabel tegangan tinggi. Pada umumnya
isolasi kertas yang dicelup minyak dapat mencapai umur sampai 30 tahun tanpa
perawatan, murah biayanya dan mudah memasangnya. Konduktivitas thermal
pada kertas adalah hanya 0,18 W / cm, sehingga pada penghantar yang naik suhu
kerjanya, kemampuan penyaluran listriknya juga akan naik, bersamaan dengan
membaiknya kemampuan memancarkan panas.
Kertas dihasilkan dari bahan selulose yang secara kimia terdiri dari
rangkaian

cincin-cincin

glukosa.

Ketika glukosa

mengalami pemanasan

tinggi kekuatan mekanis kertas dikurangi oleh penyusutan rangkaian. Hal ini
disertai oleh pembebasan air. Adanya kelembaban mempercepat tingkat
pembusukan kimia dan pengurangan kekuatan mekanisnya. Kemunduran akibat
panas dan dielektris ditunjukkan oleh pemendaman umumnya. Dalam suatu
percobaan ditunjukkan bahwa umur yang diharapkan dari isolasi kertas adalah
fungsi dari suhu dan waktu. Percobaan itu juga menunjukkan bahwa tingkat

kerusakan kertas kabel dapat diukur. Kerusakan tersebut tidak begitu berarti
pada 100

C tetapi cukup besar pada 120

C. Suhu tertinggi yang diijinkan

agar kabel dapat dipakai tak terbatas dan mengikuti aturan nilai terdahulu bila
mekanisme kegagalan kabel dapat dihapuskan.dalam keadaan tertentu secara
ekonomis dapat dibenarkan untuk membebani kabel pada suatu umur yang
direncanakan.
1.5 Kayu
Pada tahun-tahun yang silam, kayu banyak digunakan sebagai isolasi sejak
perkembangan teknik listrik misalnya untuk tiang listrik, karena terdapat dimanamana dan harganya murah. Sekarang kayu banyak terdesak oleh besi, beton, dan
bahan sintetis. Kelebihan kayu adalah kekuatan mekanisnya cukup tinggi
tergantung dari macam dan kerasnya kayu dan tidak terlalu berat. Kekuatan
2
tariknya berkisar antara 700 hingga 1300 kg/cm , massa jenisnya berkisar antara
2
0,5 hingga 1 gr/cm , tetapi kelemahannya adalah menyerap air, dapat rusak karena
hama dan penyakit serangga sehingga mudah rapuh. Supaya daya tahan lama,
maka kayu harus diawetkan atau diimpregnansi lebih dahulu.
Cara mengimpregnansi kayu sebagai berikut :
Bahan untukmengimpregnansi antara lain minyak cat, minyak vernis yang
dipanaskan

hingga

o
o
120 hingga 130 C

denga

kayu

yang

diimpregnansi

o
dimasukkan kedalamnya. Selanjutnya didinginkan hingga suhu 60 C dan kayu
dikeluarkan dari minyak. Kayu yang sudah dikeluarkan dari minyak selanjutnya
dikeringkan dalam oven dengan suhu 110

o
hingga 130 C. Jika dilakukan

dengan cat, impregnansi tanpa dilakukan pemanasan selama 5 hingga 8 jam


pada suhu 135oC. Kayu
hingga

80%

yang telah diimpregnansi bertambah beratnya 70

di samping kekuatannya bertambah. Jika yang digunakan

mengimpregnansi adalah vernis bakelit dengan kandungan alkohol 50%, benda


yang sudah diimpregnansi harus dikeringkan pada suku 110

o
hingga 130 C,

kemudian dicelupkan lagi ke dalam bahan pengimpregnansi dan selanjutnya

o
dikeringkan lagi dengan suhu 130 hingga 135oC.
Kayu yang akan digunakan sebagai isolator selain diimpregnansi juga perlu
diberi antiseptik agar tahan terhadap peluruhan dan dilapisi dengan antipirin agar
tidak mudah terbakar.

1.6 Asbes
Asbes dapat diperoleh dari batu-batuan yang merupakan jalur kecil yang
terdiri atas kumpulan serat yang paralel satu sama lain.Panjang serat-serat tersebut
tergantung ukuran jalurnya yang berkisar antara satu hingga beberapa sentimeter.
Makin panjang serat suatu asbeb, makin tinggi mutunya dan makin mahal
harganya.
o

Pada suhu 300

o
hingga 400 C, asbes dianggap tidak terjadi perubahan,

tetapi pada suhu yang lebih tinggi lagi kandungan airnya akan hilang dan
kekuatan mekanisnya akan menurun.
Hal yang menyebabkan asbes tahan terhadap suhu tinggi adalah karena
pori- porinya mudah dimasuki udara sehingga konduktivitas panasnya rendah.
o
Asbes akan meleleh pada suhu 1150 . Bahan-bahan asbes tidak digunakan di atas
1000 volt karena kemampuan isolasinya jelek.
2. Bahan Isolasi Cair
2.1 Sovol
Sovol adalah cairan yang agak kental, tidak berwarna. Massa jenisnya jauh
lebih besar dari minyak transformator yaitu 1,5 g/cm3. Tegangan tembus sovol
kurang lebih sama dengan minyak transformator yaitu 20 kV/cm, sedangkan
permitivitasnya lebih tinggi.
Bahan sovol ditambah sedikit dengan Trichlorobenzena (C8H3L3) untuk
mengurangi kekentalannya diperoleh bahan baru dengan nama Sovtol.
Salah satu manfaat penggunaan sovol dan sovtol adalah karena
pencampuran uapnya dengan udara tidak terbakar dan tidak menyebabkan ledakan.
Karena itu transformator yang diisi dengan sovtol tidak mempunyai resiko

kebakaran dan dapat dipasang di dalam ruangan jika transformator minyak biasa
tidak memungkinkan dipasang.
Sovol dan sovtol tidak dapat digunakanuntuk bahan isolasi pemutus, karena
akibat adanya busur api pada waktu terjadinya pemutusan akan menghasilkan
karbon. Kekurangannya yang lian, bahan ini adalah beracun, karena itu jika
mengunakan bahan ini harus diimbangi dengan ventilasi yang baik.
2.2 Minyak Silikon
Bahan ini lebih mahal harga daripada minyak transformator. Tetapi
mempunyai

kelebihan

antara

lain

sudut

kerugian

dielektrik

kecil,

higroskopisitasnya dapat diabaikan dan resistivitas panasnya relative tinggi. Massa


jenis 1 g/cm3, permitivitas relatifnya 2,5; tan 0,0002 Pada 1000 Hz, titik nyala
tidak kurang dari 145C, titik beku tidak lebih rendah dari -60C.
2.3 Silikon cair (silicon liquids)
Silikon cair adalah minyak yang berasal dari campuran atom
silikon (si) dan oksigen (02) dengan bahan organik seperti methyl dan phenyl.
Minyak ini memiliki beberapa kelebihan, yaitu :
-

Mempunyai ketahanan yang baik pada temperatur tinggi, yaitu berkisar


o

200 C.
-

Permitivitasnya rendah ( 2,20 2,27)

Tahan terhadap tegangan dengan frekuensi tinggi, hingga 1 Mhz

Kekurangan dari minyak ini adalah :


-

Dapat menghasilkan gas yang banyak apabila terjadi percikan api, sehingga
menurunkan kekuatan dielektriknya

Harganya relatif mahal, sehingga jarang digunakan untuk transformator


berdaya besar
2.4 Flourinasi cair
Minyak ini berbahan dasar senyawa organik yang sebagian atom

karbonnya telah digantikan oleh flour organik.


Minyak ini memiliki kelebihan :

- Sifat kimianya yang sangat stabil dan dapat digunakan secara kontinuitas
o

pada suhu 200 C dan bahkan lebih


- Mempunyai transfer panas yang baik daripada minyak isolasi mineral dan
minyak isolasi silikon
Adapun kekurangan dari minyak ini adalah :
- Penurunan sifat-sifat dielektrik yang disebabkan oleh kandungan air
- Mempunyai sifat mudah menguap

3. Bahan Isolasi Gas


3.1 Sulphur Hexa Fluorida
Sulphur Hexa Fluorida (SF6) merupakan suatu gas bentukan antara unsure
sulphur dengan fluor dengan reaksi eksotermis :
S + 3 F2 ----------------SF6 + 262 kilo kalori
Molekul SF6 seperti ditunjukkan pada Gambar

Gambar. 2. Molekul sulphur hexa fluorida


Terlihat pada gambar 3.5 bahwa molekul SF6 mempunyai 6 atom Fluor yang
mengelilingi sebuah atom Sulphur, di sini masing-masing atom Fluo mengikat 1buah
elektron terluar atom Sulphur. Dengan demikian maka SF6 menjadi gas yang inert
atau stabil seperti halnya gas mulia. Sampai saat ini SF6 merupakan gas terberat yang
mempunyai massa jenis 6,139 kg/m3 yaitu sekitar 5 kali berat udara pada suhu 0
celsius dan tekanan 1 atmosfir. Sifat lainnya adalah : tidak terbakar, tidak larut pada
air, tidak beracun, tidak berwarna dan tidak berbau. SF6 juga merupakan bahan
isolasi yang baik yaitu 2,5 kali kemampuan isolasi udara. Perbandingan SF6 dengan
beberapa gas lain seperti tercantum pada Tabel :
Gas

Massa jenis (kg/m3)

Konduktivitas panas

Tegangan Tembus kV/

Udara

1,228

(W/ . m)
5 . 10-6

SF6

6,139

1,9 . 10-5

75

Nitrogen (N 2)

1,191

5,4 . 10-6

30

Karbon dioksida

1,867

3,2 . 10-6

27

Hidrogen

0,086

3,3 . 10-5

18

kv/cm
30

3.2. Hidrogen
Hidrogen merupakan gas yang ringan walaupun tegangan tembusnya tidak
terlalu tinggi tetapi bagus untuk pendinginan

karena konduktivitas termalnya

tinggi. Pada mesin-mesin listrik yang besar, penggunaan hidrogen sebagai pendingin
(misalnya : pada generator turbo, kondensor sinkron) dapat mengurangi rugi-rugi
pada belitannya. Dengan demikian daya guna mesin dapat naik. Di samping itu
kebisingan dapat dikurangi karena kepekatan hidrogen lebih rendah dibandingkan

dengan udara.Tetapi pemakaian hidrogen sebagai pendingin harus disekat dengan


sempurna, karena pencampuran hidrogen dengan udara dengan perbandingan
tertentu dapat menyebabkan letusan.
3.3. Neon
Gas neon adalah salah satu gas mulia yang banyak diginakan sebagai bahan
pengisi lampu-lampu tabung. Tegangan tembusnya sekitar 100 V / cm, resistivitas
termalnya 2150 C / W / cm3 dan mempunyai massa jenis 0,000833 g / cm3.
3.4 Karbon Dioksida
Gas karbon dioksida (CO2) dapat digunakan sebagai gas residu pada
bahan dielektrik cair (minyak) pada alat-alat tegangan tinggi antara lain : kabel,

3
transformator. Sifat-sifatnya antara lain : resistivitas termal 6880 C / W /cm ,
tegangan tembusnya rendah yaitu 157 V/ cm , permitivitas relatif pada suhu 0C
adalah 1.000985. Gas freon12 ( CCl2F2) yang umumnya digunakan pada teknik
pendinginan

juga

dapat

digunakan

sebagai

bahan

konndensator(kadang-kadang dicampur dengan gas nitrogen).

dielektrik

pada