Anda di halaman 1dari 60

SNI ISO/TR 13843:2011

Kualitas air Pedoman validasi metode mikrobiologi


(ISO/TR 13843:2000, IDT)

ICS 07.100.20

Badan Standardisasi Nasional

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk di komersialkan

Standar Nasional Indonesia

Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang menyalin atau menggandakan sebagian atau
seluruh isi dokumen ini dengan cara dan dalam bentuk apapun dan dilarang mendistribusikan
dokumen ini baik secara elektronik maupun tercetak tanpa izin tertulis dari BSN
BSN
Gd. Manggala Wanabakti
Blok IV, Lt. 3,4,7,10.
Telp. +6221-5747043
Fax. +6221-5747045
Email: dokinfo@bsn.go.id
www.bsn.go.id
Diterbitkan di Jakarta

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk di komersialkan

BSN 2011

SNI ISO/TR 13843:2011

Daftar isi

Daftar isi....................................................................................................................................i
Prakata ....................................................................................................................................ii
1

Ruang lingkup................................................................................................................... 1

Istilah dan definisi ............................................................................................................. 1

Susunan dokumen............................................................................................................ 9

Konsep dasar.................................................................................................................. 10

Batasan dan karakteristik dari metode mikrobiologi ....................................................... 14

Model variasi matematika ............................................................................................... 17

Spesifikasi Praktek saat ini .......................................................................................... 26

Spesifikasi Pendekatan yang direkomendasikan ........................................................ 27

Penentuan dan ekspresi dari karakteristik kinerja .......................................................... 28

10

Prosedur dan tahapan validasi ..................................................................................... 32

11

Rancangan untuk menentukan spesifikasi ................................................................... 35

Lampiran A (normatif) Prosedur statistik dan program komputer ......................................... 37


Lampiran B (informatif) Contoh numerik............................................................................... 41
Lampiran C (informatif) Contoh dari eksperimen pengesahan ............................................. 53
Bibliografi .............................................................................................................................. 54

BSN 2010

SNI ISO/TR 13843:2011

Prakata

SNI ISO/TR 13843:2011 dengan Kualitas air Pedoman validasi metode mikrobiologi
merupakan adopsi identik dari ISO/TR 13843:2000, Water quality -- Guidance on validation
of microbiological methods.
SNI ISO/TR 13843 ini disusun atas kerjasama Panitia Teknis 65-05 Produk Perikanan dengan
Panitia Teknis 13-03 Kualitas Lingkungan dan Manajemen Lingkungan, dan telah dibahas
dalam rapat konsensus lingkup panitia teknis 13-03 pada tanggal 27 Oktober 2009 di Jakarta
yang dihadiri oleh wakil dari pemangku kepentingan (stakeholder) yaitu produsen, konsumen,
pakar, dan pemerintah. SNI ini telah melalui tahap pemungutan suara pada tanggal 28
Januari 2011 sampai dengan 28 Maret 2011 dengan hasil disetujui menjadi SNI.
Pengguna harus memperhatikan bahwa Standar Internasional mengalami revisi dan setiap
acuan yang diterapkan adalah edisi terakhir.
SNI ini disusun sesuai dengan ketentuan yang diberikan dalam:
a) Pedoman Standardisasi Nasional (PSN) 03.1:2007, Adopsi Standar Internasional dan
Publikasi Internasional lainnya Bagian 1: Adopsi Standar Internasional menjadi SNI.
b) Pedoman Standardisasi Nasional (PSN) 08:2007, Penulisan SNI.
Dalam standar ini istilah ISO diganti dengan SNI ISO, dan istilah International Standards
diganti dengan National Standards.
Apabila pengguna menemukan keraguan dalam standar ini maka disarankan untuk melihat
standar aslinya yaitu ISO/TR 13843:2000 (E) dan/atau dokumen terkait lain yang
menyertainya.

BSN 2010

ii

SNI ISO/TR 13843:2011

Kualitas air pedoman dalam validasi metode Mikrobiologi

Ruang lingkup

SNI ISO bagian ini menjelaskan validasi metode Mikrobiologi, dengan penekanan khusus
pada metoda kuantitatif selektif dimana perkiraan kuantitatif didasarkan pada penghitungan
partikel mikroorganisme baik secara langsung, dengan bantuan dari sebuah mikroskop,
ataupun tidak secara langsung, berdasarkan pada pertumbuhan (perbanyakan) sel
mikroorganisme menjadi koloni atau kekeruhan dalam media cairnya.
Prinsip dan prosedur dalam ruang lingkup ini dinyatakan secara umum dengan ada/tidak ada
(A/T), angka paling memungkinkan (APM), jumlah koloni dan jumlah penghitungan langsung
secara mikroskopis.
SNI ISO bagian ini tidak diterapkan untuk validasi metode cepat atau modern yang sebagian
besar berdasarkan pada pengukuran produk yang terbentuk atau perubahan yang terjadi
dari aktivitas mikroorganisme, tetapi tidak mendeteksi individu partikel sel
mikroorganismenya.

Istilah dan definisi

Untuk SNI ISO 13843 ini, berlaku istilah dan definisi sebagai berikut.
2.1
akurasi dari pengukuran
kedekatan dari suatu hasil uji dengan nilai acuan yang diterima
CATATAN
Istilah akurasi, ketika dipergunakan untuk suatu satuan hasil uji, melibatkan suatu
kombinasi dari komponen acak dan suatu kesalahan sistematik atau komponen bias

[ISO 3534-1:1993,3.11]
2.2
ukuran analit
kuantitas tertentu yang digunakan dalam pengukuran
CATATAN 1

Lihat acuan [5]

CATATAN 2 Dalam mikrobiologi, analit didefinisikan secara ideal sebagai suatu daftar spesies yang
telah didefinisikan secara taksonomi, dimana pada umumnya, secara praktis, analit hanya dapat
didefinisikan pada taraf yang kurang tepat dibandingkan dengan definisi taksonomi.

2.3
porsi analisis, porsi uji
volume dari suspensi partikel sel yang diinokulasi ke dalam suatu unit detektor
CATATAN Contoh dari suatu unit detektor adalah cawan agar, membrane filter, tabung reaksi, dan
bilik hitung mikroskopis (microscopic grid square).

2.4
rentang penggunaan
kisaran dari suatu konsentrasi partikel sel yang secara rutin diukur oleh suatu metode.
BSN 2010

1 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

2.5
karakteristik yang dikategorikan
metode numerik yang dinyatakan sebagai frekuensi relatif berdasarkan penggolongan A/T
atau +/-.
2.6
CFU, satuan pembentuk koloni
CFP, partikel pembentuk koloni
CATATAN
Istilah ini diperkenalkan pada awalnya untuk menyatakan ide bahwa satu koloni
mungkin berasal tidak hanya dari satu sel tetapi dari rangkaian atau kumpulan sel, kelompok spora,
sebatang miselium dst. Istilah ini tidak tepat untuk menyetarakan jumlah koloni yang diamati dengan
jumlah sel yang hidup yang ditanam di media pertumbuhan. Satuan tumbuh, partikel yang dapat
hidup, propagul (2.27) dan kuman (2.13) adalah istilah dengan arti yang serupa tetapi menyatakan
ide awal yang lebih baik dan dipakai tidak hanya untuk metoda penghitungan koloni tetapi juga untuk
APM dan A/T.

2.7
Koefisien variasi
CV
simpangan baku (deviasi standar) relatif untuk suatu karakteristik non negatif, rasio dari
simpangan baku untuk rata-rata
CATATAN 1

Rasio mungkin dinyatakan sebagai suatu persentase.

CATATAN 2 Istilah deviasi standar relatif kadang-kadang digunakan sebagai suatu alternatif untuk
koefisien variasi, tetapi penggunaan ini tidak direkomendasikan.

[ISO 3534-1:1993, 2.35]


CATATAN 3
Dalam Laporan Teknis ini istilah koefisien variasi (CV) digunakan ketika simpangan
baku relatif dinyatakan dalam persen (CV % = 100 RSD).

2.8
uji kolaboratif
metode atau uji kinerja laboratorium dimana beberapa laboratorium bergabung dalam suatu
eksperimen pengujian yang direncanakan dan dikoordinasikan oleh suatu laboratorium
penyelenggara.
CATATAN Uji kolaboratif sebagian besar terdiri dari dua jenis. Pengujian kalibrasi yang dilakukan
antar laboratorium sehingga laboratorium yang berpartisipasi dapat saling membandingkan hasil
analisisnya.

Uji kinerja metode menghasilkan penilaian yang tepat (repeatability, reproducibility) dari data
yang dikumpulkan ketika beberapa laboratorium yang berpartisipasi menganalisis contoh uji
yang sama dengan menggunakan suatu metode yang distandardisasikan dengan ketat.

BSN 2010

2 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

2.9
penghitungan koloni yang dikonfirmasi (diverifikasi)

x
Penghitungan koloni presumtive yang dikoreksi false positive-nya.

x = pc =

k
c
n

(1)

Keterangan :
c

adalah jumlah presumptive

adalah tingkat positif yang benar

adalah jumlah positif presumptive yang dipisahkan untuk dikonfirmasi;

adalah jumlah tetap/yang dikonfirmasikan

2.10
diagram kontrol
scattergram dua dimensi untuk memantau kinerja metode dengan nilai kontrol yang
diperoleh dari suatu Studi Tipe A
CATATAN Dalam diagram kontrol poros horisontal biasanya dalam skala waktu atau skala ordinat
dan variabel kontrolnya adalah rata-ratanya atau beberapa ukuran presisi (s, CV, RSD).

2.11
detektor
detektor partikel
cawan dari matriks yang solid atau suatu tabung cairan berisi suatu media pertumbuhan
untuk menghitung atau mendeteksi mikroorganisme yang hidup
2.12
seperangkat deteksi
seperangkat detektor
kombinasi dari cawan petri dan tabung dimana konsentrasi mikroorganisme dalam suatu
contoh uji dapat ditentukan secara kuantitatif.
CATATAN Seperangkat deteksi terdiri dari satu set cawan petri atau tabung yang digunakan untuk
menentukan satu nilai hasil analisis.
CONTOH
Cawan petri paralel dari suatu suspensi, cawan petri dari pengenceran cairan yang
berurutan, sistem tabung APM 3 x 5, cawan microtitre.

2.13
kuman
kesatuan hidup yang mampu untuk menghasilkan pertumbuhan dalam media pertumbuhan
Cf. propagul (2.27)
2.14
diagram panduan
scattergram dua-dimensi untuk menyajikan data kinerja metode (kuantitas atau presisi)
dengan nilai-nilai panduan tentatif (arbitary guide) atau nilai panduan yang diperoleh
berdasarkan alasan Type B.
CATATAN
BSN 2010

Dalam diagram panduan, poros horisontal biasanya jumlah koloni per detektor.
3 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

2.15
distribusi Poisson heterogen
sebaran yang timbul ketika rata-rata dari suatu distribusi Poisson yang berbeda secara acak
dari satu kejadian ke kejadian lain.
CATATAN 1

lihat acuan [11]

CATATAN 2

lihat juga distribusi binomial negatif (2.19).

2.16
batas deteksi (limit of detection)
jumlah partikel x (per bagian analitis) dimana kemungkinan p0 dari suatu hasil negatif sama
dengan 5 %
CATATAN 1

Peluang dari hasil positif p (+) = 1 p0.

CATATAN 2

a) Perhitungan dari x melalui distribusi Poisson:

1
1
x = In = In
= In(20) = 3.00
0.05
p0
b) Perhitungan dari x melalui distribusi binomial:

(p
x=

u 2
0

) = 0.05

u 2

20

u 2

2.17
batas penentuan (limit of determination)
konsentrasi partikel rata-rata yang paling rendah x per bagian analitis dimana ketidakpastian
standar relatif yang diharapkan sama dengan suatu nilai yang ditentukan (RSD)
CATATAN

a) Perhitungan dari x melalui distribusi Poisson:

x=

(RSD )2

b) Perhitungan dari x melalui distribusi binomial negatif:

x=

1
, diberikan faktor penyebaran yang melebihi = u
(RSD )2 u 2

2.18
linieritas
hubungan linier dari sinyal terhadap konsentrasi dari analit
Cf. proporsionalitas (2.28)

BSN 2010

4 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

2.19
distribusi binomial negatif
suatu distribusi statistik yang tersebar berlebihan (overdispersed) dari penghitungan
CATATAN 1

Variannya dapat dinyatakan sebagai:

2 = + u2 2

(2)

Keterangan adalah rata-rata.


CATATAN 2
Dalam SNI ISO bagian ini, faktor penyebaran yang berlebihan (u) diganti untuk
eksponen terbalik (1/k) dari rumus standar untuk distribusi binomial negatif.

2.20
penyebaran yang berlebihan
variasi dalam keacakan Poisson yang berlebihan.
CATATAN
Hal ini di deteksi secara kualitatif dengan indeks penyebaran Poisson, dan di ukur
secara kuantitatif dengan menilai parameter u (faktor penyebaran yang berlebihan) dari distribusi
binomial negatif.

2.21
faktor penyebaran yang berlebihan
u
merupakan ketidakpastian acak tambahan dari penentuan yang lebih dari distribusi Poisson,
diukur sebagai deviasi standar relatif.
2.22
kesalahan tumpang tindih (overlap error)
kesalahan bertumpuk (crowding error)
pengurangan (depression) sistematis dari jumlah koloni karena beberapa koloni yang
bersatu merata (confluence)
CATATAN
Secara kuantitatif, kesalahan tumpang tindih (overlapping) bergantung pada bagian
ruang pertumbuhan yang tersedia bagi pertumbuhan koloni.

2.23
perhitungan paralel
jumlah partikel atau jumlah koloni dalam bagian-bagian analitis yang sama yang diambil dari
suspensi yang sama
2.24
distribusi poisson
sebaran acak sepenuhnya dari jumlah partikel ketika pengambilan contoh uji suatu suspensi
yang dicampur secara sempurna
CATATAN Peluang P (k) dari pengamatan k dalam suatu bagian uji ketika rata-rata sama dengan
yang dihitung dari

P(k ) =

k
k!

BSN 2010

(3)

5 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

2.25
presisi
kedekatan dari kesesuaian antara hasil uji bebas yang diperoleh menurut kondisi yang
ditentukan.
CATATAN Presisi tidak berhubungan dengan nilai sebenarnya atau nilai yang ditetapkan. Biasanya
dinyatakan sebagai ketidaktepatan dan dihitung sebagai suatu simpangan baku dari hasil uji.

2.26
validasi primer
validasi penuh
penetapan tentang spesifikasi kinerja suatu metode baru dan/atau percobaan verifikasi
sehingga suatu metode memenuhi kriteria kualitas yang diperoleh secara teoritis
2.27
propagul
suatu kesatuan yang dapat hidup, sel vegetatif, kelompok sel, spora, kelompok spora, atau
bagian dari miselium jamur yang mampu berkembang dalam suatu media pertumbuhan
Cf. kuman (2.13)
2.28
proporsionalitas
kesesuaian dari jumlah partikel yang diamati dengan volume (atau pengenceran) dari suatu
bagian pengenceran yang dilakukan secara seri yang berasal dari suspensi yang sama.
CATATAN Proposionalitas dihitung untuk evaluasi statistik sebagai statistik rasio yang kemungkinan
log G2 dengan derajat bebas n -1.

2.29
metode kualitatif
analisis yang responnya adalah salah satu dari ada atau tidak ada analit dalam suatu jumlah
contoh uji tertentu
CATATAN

Lihat acuan [10]

2.30
temubalik (recovery)
istilah umum untuk jumlah partikel yang dinilai dalam suatu uji bagian atau contoh uji,
dengan memahami bahwa ada suatu jumlah partikel yang benar (walaupun tidak diketahui)
yang mana jumlahnya 100 % atau kurang yang dapat ditemubalikkan oleh detektor
2.31
akurasi relatif
tingkat kesesuaian antara respon yang diperoleh dengan metode acuan dan respon yang
diperoleh dengan metode alternatif pada contoh uji yang identik
CATATAN

BSN 2010

Lihat acuan [10]

6 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

2.32
perbedaan relatif
d
merupakan perbedaan antara dua nilai yang diukur dibagi dengan rata-ratanya

d=

x A x B 2( x A x B )
=
x
x A + xB

(4)

d % = 100 d
CATATAN

Untuk tujuan praktis hasil nilai yang sama didapat dari perhitungan d = ln ( x A ) ln ( x B )

2.33
temubalik relatif
rasio (A/B) dari jumlah koloni yang diperoleh dengan dua metode yang diuji pada bagian uji
yang sama dengan suspensi yang sama, dimana B adalah acuannya (ketika dapat
digunakan).
2.34
standar deviasi relatif
RSD
Pendugaan simpangan baku suatu populasi dari suatu contoh uji untuk hasil n yang dibagi
dengan rata-rata contoh uji itu

RSD =

s
x

(5)

Cf. Koefisien varian (2.7)


2.35
keberulangan (repeatability)
kedekatan dari kesesuaian antara hasil dari pengukuran yang dilakukan untuk suatu ukuran
yang sama dalam kondisi pengukuran yang sama.
CATATAN 1

Lihat panduan pada pernyataan ketidakpastian dalam pengukuran [6].

CATATAN 2
Keberulangan dapat dihitung sebagai r = 2,8sr dimana sr adalah standar deviasi
keberulangan.

2.36
reproduksibilitas (reproducibility)
kedekatan dari kesesuaian antara hasil pengukuran yang dilakukan untuk suatu ukuran yang
sama dalam kondisi pengukuran yang berbeda.
CATATAN 1

Lihat panduan pada pernyataan ketidakpastian dalam pengukuran [6].

CATATAN 2

Reproduksibilitas dihitung sebagai R = 2,8 sR.

BSN 2010

7 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Keterangan :
sR adalah deviasi standar reproduksibilitas yang tersusun dari standar deviasi sL dan deviasi standard
keterulangan sr antar laboratorium:

s R = s L2 + sr2

(6)

2.37
ketangguhan (robustness)
kekurangpekaan dari suatu metode analitis terhadap perubahan yang kecil dalam prosedur
CATATAN 1

Lihat acuan [23]

CATATAN 2
Untuk menguji ketangguhan, disarankan untuk menjalankan metode dengan
kesalahan yang disengaja (abuse) namun terkontrol.

2.38
validasi sekunder
dilakukan dengan percobaan untuk menunjukan bahwa fungsi metode baku sesuai dengan
spesifikasi pihak pengguna.
2.39
selektivitas nyata
F
Perbandingan jumlah koloni target terhadap jumlah total koloni pada volume contoh uji yang
sama

F = lg(t / n )

(7)

Keterangan :
t adalah konsentrasi yang nyata dari jenis target presumtif yang dinilai dengan menghitung
koloni;
n adalah konsentrasi dari jumlah total koloni

2.40
sensitivitas
bagian dari jumlah total biakan positif atau koloni yang tepat sesuai dengan persyaratan
dalam suatu pemeriksaan berdasarkan dugaan.
2.41
spesifisitas
bagian dari jumlah total biakan negatif atau koloni yang tepat sesuai dengan persyaratan
dalam suatu pemeriksaan berdasarkan dugaan.
2.42
standar ketidakpastian
ketidakpastian dari hasil suatu ukuran yang ditunjukkan sebagai standar deviasi.
CATATAN

Lihat acuan [5]

2.43
evaluasi tipe A
(dari ketidakpastian ) metode evaluasi ketidakpastian dengan analisis statistik dari observasi
yang berseri.

BSN 2010

8 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

CONTOH

Pengamatan seperti : standar deviasi, simpangan baku relatif.

CATATAN 1

Lihat acuan 5 dan 6.

CATATAN 2
Keberulangan dan reproduksibilitas sering dinilai dengan menyelenggarakan uji
metode kolaboratif dimana beberapa laboratorium menganalisis contoh uji yang sama yang diberikan
oleh penyelenggara pusat.

2.44
evaluasi tipe B
(dari ketidakpastian ) metode evaluasi ketidakpastian dengan menggunakan cara selain
analisis statistik dari seri observasi seperti distribusi probabilitas yang diasumsikan
berdasarkan pada pengalaman atau informasi lain
CATATAN

Lihat acuan [5] dan [6].

2.45
ketidakpastian
(dari pengukuran) parameter, yang dihubungkan dengan hasil suatu pengukuran yang
mengkarakterisasi penyebaran nilai yang dapat mempengaruhi ukuran.
CATATAN

Lihat acuan [6]

2.46
ketidakpastian
(dari hitungan) standar deviasi relatif dari hasil hitungan yang diulang dari koloni atau partikel
pada cawan petri atau bidang pengukuran yang sama menurut kondisi yang ditentukan
CONTOH kondisi yang ditentukan seperti orang yang sama atau orang yang berbeda dalam satu
laboratorium atau laboratorium yang berbeda.

2.47
rentang validasi
kisaran dari jumlah rata-rata partikel setiap bagian analitis untuk kepatuhan dari spesifikasi
validasi (terutama linearitas) yang telah diterima.
CATATAN
dipercaya.

Biasanya dinyatakan sebagai rentang dari penghitungan jumlah koloni yang dapat

Susunan dokumen

Bagian pertama (ketentuan 4 sampai 8) dari Laporan Teknis ini berisi bahan informatif
mengenai prinsip dasar, karakteristik, dan batasan dari metode Mikrobiologi, dan juga pada
aspek umum validasi. Bagian kedua (ketentuan 9 sampai 11) adalah dokumen validasi
aktual, berisi spesifikasi dan prosedur-prosedur yang direkomendasi untuk analisis
penentuan.
Konsep dan prinsip baik lama dan baru tidak sepenuhnya ditetapkan pada Laporan Teknis
ini. Tiga lampiran dilampirkan. Lampiran A memperinci formula/rumus statistik yang sebagian
besar relevan dengan dokumen ini, lampiran B berisi contoh-contoh numerik dan lampiran C
memberikan rencana terperinci untuk dua percobaan valildasi.

BSN 2010

9 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Uji statistik dalam pengertian ini bukan menjadi pemikiran utama. Perhitungan matematis
digunakan sebagian besar untuk memberikan rangkuman yang tepat tentang data dan
distribusi statistik untuk mendapatkan nilai panduan. Suatu tabel dari distribusi 2 adalah
panduan yang paling sering digunakan.
Dua program BASIC diberikan pada lampiran A yang dapat di-copy dengan mudah ke dalam
komputer atau kalkulator yang dapat diprogram untuk membantu dalam perhitungan dasar
yang paling sering dibutuhkan.

Konsep Dasar

4.1

Umum

Selama statistik partikel diperhatikan, penghitungan mikroskopik mengikuti hukum yang


sama seperti penghitungan yang dapat ditumbuhkan (viable), tetapi keduanya, dengan
pengecualian metode mikrokoloni, terbebas dari masalah biologis yang berhubungan
dengan pertumbuhan. Pewarnaan yang berbeda, komplek yang dilabel spesifik, atau
pereaksi lain yang digunakan untuk menunjukan target analisis, tidak merubah prinsip
pengukuran. Prinsip-prinsip validasi yang sama seperti metode selektif bagi pertumbuhan
suatu koloni dapat juga digunakan.
Penghitungan plak bakteriofag pada prinsipnya sama seperti pada penghitungan koloni
bakteri.
4.2
4.2.1

Validasi
Umum

Validasi adalah suatu proses memberikan bukti bahwa suatu metode mampu untuk
menjalankan tujuan yang dimaksudkan untuk mendeteksi atau mengukur suatu
mikroorganisme atau kelompok mikroorganisme yang spesifik dengan akurasi dan presisi
yang memadai. Metode jumlah total tidak mempunyai suatu kelompok target yang dapat
ditetapkan dan hanya dapat divalidasikan dalam hubungannya dengan metode lain atau
terhadap presisi sesuai teori.
Validasi digolongkan sebagai primer atau sekunder sesuai tujuan.
4.2.2

Validasi primer

Validasi primer adalah suatu proses eksplorasi yang bertujuan untuk menetapkan batas
operasional dan karakter kinerja suatu metode baru, dimodifikasi atau yang belum cukup
dikarakterisasi. Validasi ini menghasilkan data numerik dan gambaran spesifik kinerja dan
menyertakan suatu gambaran yang rinci dan jelas dari suatu target yang diinginkan (koloni,
tabung atau plak yang positif).
Validasi primer dilakukan dengan menggunakan skema uji yang dirancang secara khusus.
Suatu laboratorium yang mengembangkan metoda sendiri (in house) atau memodifikasi
metoda yang telah ada, sebaiknya melaksanakan langkah-langkah validasi primer.
Penting sekali untuk diperhatikan bahwa para teknisi yang terlibat dalam validasi primer
harus mempunyai pengalaman yang komprehensif dengan metode mikrobiologi yang lain.

BSN 2010

10 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

4.2.3

Validasi sekunder

Validasi sekunder (juga disebut verifikasi) dilakukan ketika suatu laboratorium memulai untuk
menerapkan suatu metode yang dikembangkan di tempat lain. Validasi sekunder
memfokuskan pada pengumpulan bukti sehingga laboratorium mampu untuk memenuhi
spesifikasi yang ditetapkan dalam validasi primer. Saat ini spesifikasi tidak tersedia untuk
sebagian besar dari metode. Hasil dari jaminan kualitas eksternal (lihat 4.2.8) mungkin harus
digunakan sebagai langkah pertama ke arah validasi sekunder yang sempurna.
Secara khusus, validasi sekunder menggunakan format yang dipilih dan disederhanakan dari
prosedur yang sama seperti dalam validasi primer, tetapi dapat diperluas dalam waktu yang
lebih lama. Contoh uji yang asli (natural) adalah bahan uji yang optimal dan pekerjaan
validasinya hanya membahas prosedur dalam batasan operasional yang ditentukan dalam
validasi primer.
4.2.4

Pengendalian mutu (AQC= Analytical Quality Control)

Penggunaan dari metode yang valid dalam batasan spesifik yang dapat diandalkan tidak
secara otomatis menjamin hasil yang valid. Pengendalian mutu penting dilakukan dalam
analisis rutin sehari-hari untuk menjamin penggunaan metoda dengan benar dan berhasil.
Pengendalian mutu adalah suatu proses berkelanjutan. Komponen utamanya adalah
diagram panduan yang pembatasannya diturunkan dari spesifikasi metode (dari validasi
primer) atau dari pertimbangan teoritis.
Metode dari pengendalian mutu adalah perluasan dari proses analitis rutin, seperti replikasi
pada tingkat yang berbeda, atau penghitungan sederhana yang tidak biasa dilakukan pada
data rutin. Sebagai tambahan, juga digunakan bahan acuan, interkalibrasi dan contoh uji
yang ditambahkan (spiked sample).
Pengendalian mutu dibutuhkan dalam validasi primer dan sekunder. Hanya hasil yang valid
dalam pengertian pengendalian mutu yang harus digunakan sebagai kriteria validasi dan
karakteristik kinerja.
Kelompok kerja nasional dan internasional telah menghasilkan banyak dokumen
pengendalian mutu metode mikrobiologi (misalnya, acuan [1, 2, 3, 4, 7, 8, 20, 21, 24, 26]).
Buku pedoman standar juga berisi bagian tentang subjek tersebut. Walaupun sangat penting
untuk validasi, metode pengendalian mutu tidak diperinci dalam Laporan Teknik ini.
Selanjutnya diasumsikan bahwa laboratorium mempunyai pengendalian mutu yang sesuai
dan sistem jaminan kualitas internal dan eksternal yang berlaku.
4.2.5

Metode yang setara (equivalent)

Adalah penting untuk menggunakan dua metode secara paralel pada contoh uji yang sama
ketika mengembangkan suatu metode yang dikembangkan dan sudah digunakan sendiri (inhouse), dan juga ketika mengumpulkan informasi untuk membenarkan penggunaan dari
suatu metode alternatif.
Kinerja metode berisi banyak aspek. Tidak ada uji tunggal dari kesetaraan metode, tidak
juga ada kriteria numerik untuk itu. Satu metode mungkin lebih unggul dalam hal
spesifisitasnya namun lebih rendah temubaliknya. Semua informasi kolektif tentang
ketangguhan, presisi, dan spesifisitas yang diperoleh selama uji validasi dapat digunakan
untuk perbandingan metode (contoh B.2, B.3, B.4 dalam lampiran B). Metode itu hanya perlu
diuji secara paralel untuk perbandingan temubalik-nya.
BSN 2010

11 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Metode terbaik adalah yang menghasilkan temubalik paling tinggi dari target
mikroorganisme, jika tidak maka konfirmasi perlu dilakukan untuk penggunaan rutin. Suatu
metode akan lebih disukai jika menghasilkan temubalik yang sedikit lebih rendah tetapi tidak
memerlukan konfirmasi. Suatu metode dinyatakan tidak valid jika dalam validasi primernya
memiliki frekuensi false negative dan false positive yang tinggi dan tidak dapat dikoreksi
dengan menentukan target koloni yang lebih tepat.
4.2.6

Bahan uji

Pendapat populer menyatakan bahwa validasi sebaiknya mensimulasi kegiatan rutin


sebanyak mungkin. Contoh uji alami dengan konsentrasi microorganisme alami sebaiknya
digunakan sebagai bahan uji utama. Ada pengecualian untuk beberapa keadaan.
Bahan buatan (bahan acuan yang disertifikasi [CRM] dan spiked sample) digunakan dalam
sistem jaminan mutu internal dan eksternal untuk menjamin profisiensi dasar dari
laboratorium yang berpartisipasi dalam validasi metode.
Spiking mungkin berguna dan bahkan perlu dalam validasi sekunder apabila sulit untuk
mendapatkan contoh uji alami yang mengandung mikroorganisme target. Personil
laboratorium akan dapat terbiasa dengan karakter target tersebut.
Contoh uji negatif (blanko) sebaiknya dibatasi pada penjaminan mutu internal. Penyertaan
blanko tersebut diantara contoh uji yang digunakan untuk kesetaraan metode, mungkin akan
mengarah pada kesan yang tidak tepat dari suatu korelasi yang baik diantara dua metode.
Jika diketahui di awal bahwa contoh uji alami tidak mengandung mikroorganisme target,
maka contoh uji tersebut lebih cocok digunakan dalam seleksi menguji false positif dalam
kegiatan validasi yang sesungguhnya.
Rentang konsentrasi optimal untuk validasi metode Mikrobiologi adalah lebih sempit
dibanding dengan rentang dalam penggunaannya. Konsentrasi yang tinggi tidak diperlukan.
Contoh uji seperti itu menyerupai kultur biakan murni dan tidak dapat digunakan dalam
pengukuran kinerja suatu metode atau pengujian laboratorium.
Contoh uji dengan kandungan bakteri yang sangat rendah, diperlukan untuk keperluan
analisis masalah kesehatan publik, tetapi tidak sesuai untuk perbandingan metode dan
kegiatan validasi lainnya karena alasan statistik. Permasalahan ini sebagian besar dapat
dihindari, karena metode mikrobiologi pada umumnya tidak sensitif terhadap konsentrasi di
ujung skala terendah. Setiap individu kuman bereaksi dengan media , hampir tidak
dipengaruhi oleh partikel-partikel lainnya dalam contoh uji. Jika suatu metoda memiliki
temubalik yang rendah dibandingkan dengan yang lain, faktanya lebih mudah ditemukan
dengan duapuluh atau tiga puluh partikel koloni yang tumbuh per cawan petri dibandingkan
dengan atau atau beberapa saja.
Metode yang dianalisis valid pada konsentrasi yang cukup untuk validasi, lebih dipercaya
digunakan pada konsentrasi analit yang rendah.
4.2.7

Contoh uji- Keterwakilan (Representativeness) dan kecukupan (sufficiency)

Teori statistik memberikan solusi untuk menghitung jumlah contoh uji yang diperlukan untuk
pengujian berbeda atau perkiraan situasi yang berbeda [3, 13]. Untuk dapat menggunakan
teori tersebut maka perlu ditetapkan besarnya pengaruh dan kekuatan terhadap sistem
deteksinya. Perkiraan ketidakpastian (presisi) dari suatu penentuan sebaiknya tersedia dan
sampling sebaiknya dilakukan secara acak.
BSN 2010

12 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Banyak atau semua persyaratan diatas sulit untuk dipenuhi di awal perencanaan dan
pelaksaaan pengujian kinerja metode mikrobiologi. Teknik statistik, jika digunakan
menyeluruh akan memberikan panduan umum.
Jumlah dan variasi contoh uji yang diuji seharusnya cukup meyakinkan. Tanpa bantuan
statistik, tidak ada cara pasti untuk memutuskan. Dalam beberapa kejadian, contoh uji
pertama yang dipelajari mungkin memberikan jawaban bahwa metode itu tidak cukup baik.
Biasanya, selalu dibutuhkan lebih banyak contoh uji. Mungkin memerlukan seribu contoh uji
untuk membuktikan bahwa dua metode A/T tidak setara. Bila contoh uji terlalu sedikit akan
membuang waktu saja.
4.2.8

Jaminan mutu eksternal dan uji kolaboratif lainnya

Partisipasi dari beberapa laboratorium di dalam analisis suatu bahan homogen adalah
dianggap penting, baik untuk kinerja metode dan kinerja laboratorium. (Setelah diketahui
outliers dan dikeluarkan, sisa data dapat memberikan informasi yang penting pada kinerja
metode dan profisiensi).
Uji kolaboratif telah dikembangkan menjadi suatu cara yang secara luas digunakan untuk
menguji karakteristik presisi dari metode kimia [34]. Namun agak prematur untuk
merekomendasikan hal yang sama sepenuhnya pada mikrobiologi. Diasumsikan bahwa
semua laboratorium yang berpartisipasi memiliki pengalaman beberapa tahun dan
kemampuan menggunakan metode yang diuji. Saat ini ada kecenderungan bahwa
eksperimen kolaboratif telah menjadi pengujian profisiensi laboratorium dan kegiatan
pelatihan.
Sejumlah metode Mikrobiologi telah digunakan selama beberapa dekade (misalnya, agar
Endo untuk coliforms, mFC untuk coliforms thermotolerant, agar m-Enterococcus untuk
enterococci intentinal) oleh ratusan laboratorium. Metode ini secara teoritis akan lebih sesuai
digunakan dalam pengujian kolaboratif kinerja metoda
Ketika membuat tes profisiensi kolaboratif untuk organisme target spesifik dengan
menggunakan media selektif, contoh uji sebaiknya di-spiked dengan kultur murni atau
campuran dari berbagai mikroorganisme. Alternatifnya menggunakan bahan acuan
tersertifikasi. Ini adalah suatu kondisi yang dibuat dan disederhanakan. Hal ini dapat
mengurangi kesulitan yang sering dialami oleh berbagai laboratorium dalam menggunakan
metode untuk analisis contoh uji alami. Selama karakteristik kinerja terinci dari suatu metode
mikrobiologi belum dinyatakan secara kuantitatif, tipe dari skema jaminan mutu eksternal
(EQA) ini mungkin merupakan cara yang paling memuaskan untuk metoda validasi sekunder
(verifikasi).
4.3
4.3.1

Detektor
Umum

Secara umum medium pertumbuhan dan tempatnya adalah suatu detektor (2.11). Dua jenis
detektor, padat dan cair, digunakan pada berbagai metode Mikrobiologi yang berbeda. Jenis
detektor ini berhubungan erat dengan prinsip deteksi dan penghitungan yang berbeda:
detektor cair dengan A/T dan APM, sementara detektor padat dengan penghitungan koloni.
Semua bentuk validasi dalam mikrobiologi memfokuskan pada kinerja detektor.

BSN 2010

13 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Seperangkat tabung (APM) atau satu seri dari cawan agar yang digunakan untuk analisis
disebut sebagai seperangkat deteksi atau seperangkat detektor (2,12). Setiap tabung APM
adalah satu detektor A/T.
CONTOH
Setiap sumur (well) dari suatu cawan mikrotitre adalah sebuah detektor A/T. Seluruh
cawan ketika digunakan sebagai suatu sistem APM adalah seperangkat deteksi.

4.3.2

Perbandingan detektor

Untuk sebagian besar metode penghitungan koloni, suatu media cair dengan komposisi
kimia yang sama tetapi tanpa matrik padat (agar, membran filter) dapat digunakan.
Pengaruh lingkungan padatan dapat dievaluasi dengan membandingkan jumlah koloni
dengan perkiraan APM. Hal ini menunjukan bahwa reaksi deteksi target sama pada kedua
tipe detektor dan jumlah dari tabung APM cukup besar untuk menyatakan presisi. Sensivitas
dari detektor A/T dapat juga dievaluasi dengan perbandingan media cair-padat yang serupa.
4.4

Karakteristik Kinerja

Karakteristik kinerja harus dapat dihitung dan diuji untuk digunakan dalam validasi.
Istilah karakteristik kinerja dalam Laporan Teknik ini sebagian besar mengikuti penggunaan
chemometric. Definisi semula dari istilah itu tidak selalu sesuai metode mikrobiologi, karena
telah dimodifikasi dan disesuaikan berdasarkan kebutuhannya.
Karakteristik kinerja yang tercantum dalam Laporan Teknik ini berhubungan dengan ruang
lingkup (daftar situasi dan jenis contoh uji dimana metode dapat digunakan), presisi,
linearitas, temubalik, batas kerja yang berkenaan dengan jumlah koloni tertinggi dan
terendah yang dapat direkomendasikan per cawan, selektivitas, spesifisitas dan
ketangguhan (ruggedness). Definisi dari istilah ini semua dan yang lainnya dapat ditemukan
pada klausa definisi 2.
4.5

Spesifikasi

Spesifikasi adalah pernyataan numerik atau kualitatif dari karakteristik kinerja atau dari batas
kerja yang diturunkan darinya. Validasi primer sebaiknya memperhatikan hal berikut :
a)

identifikasi morfologi dari target (presumptif)

b)

pernyataan mengenai kondisi inkubasi (suhu, waktu, atmosfir gas, kelembaban) dan
karakteristik media (pH, stabilitas);

c)

pernyataan mengenai batas kerja yang dapat dipercaya dalam hal jumlah plak dan
koloni per detektor (cawan, membran filter) jika mungkin;

d)

Pernyataan ketidakpastian dalam batas yang ditetapkan yang dapat dipercaya;

e)

Ruang lingkup dan batasan.

5
5.1

Batasan dan karakteristik dari metode mikrobiologi


Temubalik analit

Analit mikrobiologi terdiri dari partikel hidup yang utuh, dengan berbagai cara disebut satuan
pembentuk koloni (CFU), partikel pembentuk koloni (CFP), kuman, profagul, dll (lihat klausa
2). Jumlah koloni yang diamati adalah suatu perkiraan dari jumlah partikel yang hidup.
BSN 2010

14 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Kegunaan pengujian kinerja dibatasi oleh ketidakmungkinan untuk mengetahui jumlah


sebenarnya analit dalam suatu contoh uji atau bagian analitis. Detektor tidak mampu untuk
mengetahui jumlah kuman secara tepat.
Viabilitas didefinisikan dengan pertumbuhan, yaitu dengan metode itu sendiri. Temubalik
mutlak tidak dapat ditentukan dan ketertelusuran (traceability) adalah tidak mungkin. Karena
viabilitas bisa muncul berbeda pada detektor yang berbeda dan atau riwayat contoh uji yang
berbeda. Temubalik relatif (yang menyertakan metoda dan acuan yang baru) adalah suatu
karakteristik kinerja praktis walaupun nilai sebenarnya tidak diketahui.
5.2

Varian contoh uji

Dalam lingkungan dan bahkan dalam contoh uji laboratorium, sebaran partikel tidak
homogen. Varian sampling dari lingkungan bukan merupakan karakteristik dari metode.
Tetapi varian sub sampling dari suatu contoh uji laboratorium dapat dipertimbangkan
sebagai karakteristik dari metode. Tidak mungkin secara praktis melakukan pencampuran
sempurna tanpa kehilangan beberapa sel hidup. Varian contoh uji tetap dapat menyebabkan
masalah dalam validasi. Kinerja terutama presisi dan batas kerja atas, perlu ditentukan
terpisah untuk matrik yang berbeda.
5.3

Distribusi dan sebaran berlebihan (overdispersion) dari partikel

Variasi acak yang disebabkan oleh distribusi partikel yang tidak homogen diantara dua
contoh uji yang paralel, bahkan dalam suspensi yang tercampur sempurna, adalah
merupakan karakteristik dari metode mikrobiologi. [31].
Variasi acak dasar tidak dapat dihindari dan tidak berkaitan dengan ketrampilan teknis atau
peralatan. Hal ini mengikuti hukum matematika yang dikenal dengan distribusi Poisson [28],
maka dapat dihitung.
Ketidaksempurnaan teknis dan banyak hal lainnya menyebabkan adanya variasi tambahan.
Penentuan paralel bahkan lebih bervariasi daripada yang dijelaskan oleh distribusi Poisson.
Situasi ini disebut sebaran yang berlebihan overdispersion [2.20].
Banyak argumen yang mendukung distribusi binomial negatif (2.19) sebagai suatu model
sebaran yang berlebihan dalam mikrobiologi [11, 14, 15].
5.4

Interaksi dalam detektor

Banyak kesulitan yang timbul dari interaksi faktor biotik dan abiotik di dalam detektor.
Detektor cair memiliki kelemahan dalam hal kemungkinan berbagai mikroflora yang tumbuh
bersama dalam tabung yang sama. Detektor koloni memiliki kelemahan dalam hal kelebihan
pertumbuhan dan tertutupnya koloni target oleh kotoran dan pertumbuhan dari non target.
Pengamatan hasil menjadi sulit, tidak dapat diandalkan atau tidak memungkinkan.
5.5

Ketangguhan

Metode Mikrobiologi tidak tangguh. Baik analit maupun pengotor adalah hidup. Hal ini
menyebabkan timbulnya fenomena yang tidak diharapkan pada detektor. Para mikrobiologis
sebaiknya dapat mengenal dan mengerti hal ini. Pengaruh matriks, tekanan inkubasi,
kualitas dan asal campuran substrat, komposisi dari mikroorganisme dalam contoh uji dan
pelatihan teknisi dapat mempengaruhi hasil.

BSN 2010

15 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Sumber dari kurang tangguhnya metode mikrobiologi ada pada lima prinsip utama : contoh
uji (sifat fisikokimia dan populasi mikroorganisme), kompetensi personil, penyiapan contoh
uji, kondisi inkubasi, dan media deteksi. Dari semua ini, tiga terakhir sebaiknya
distandardisasi.
Validasi primer sebaiknya menetapkan batasan umum agar metode yang diharapkan
menunjukkan kinerja yang baik. Rancangan statistik yang efisien untuk pengujian
ketangguhan yang dikembangkan oleh AOAC [34] juga dapat digunakan dalam mikrobiologi.
Dengan mempertimbangkan sifat hidup alami analit, kebebasan memilih dalam hal waktu
reaksi (waktu inkubasi) dan suhu inkubasi, menyebabkan sering terjadi hal tak terduga.
Penghitungan koloni lebih sensitif terhadap waktu dari yang diasumsikan secara umum.
Sebagai contoh dalam standar internasional di beberapa negara yang berbeda sering kali
menerapkan ketangguhan dalam batas yang tidak mungkin dilakukan.
CONTOH
Deskripsi metode deteksi dan penghitungan coliform memperbolehkan inkubasi selama
18 jam sampai 24 jam pada 36C 1C . Hal ini menyatakan stabilitas hasil yang dipengaruhi oleh
variasi waktu dan temperatur inkubasi, kemungkinan lebih dari yang sebenarnya.

Ketika temperatur menjadi salah satu dari faktor selektif (misalnya 44C untuk termotoleran
coliform), bahkan posisi dari cawan dalam inkubator atau tumpukan cawan dapat
mempunyai pengaruh yang kuat pada hasil analisis. Ini telah diakui pada beberapa standar
dengan menentukan tumpukan tertinggi yang diperbolehkan (misalnya enam cawan).
Penghilangan pengaruh penumpukan memerlukan inkubasi satu lapisan saja, yang
dianggap tidak dapat dilaksanakan.
Fitur ketangguhan penting lainnya yang jarang diperhatikan adalah penyimpanan contoh uji
sebelum analisis. Dipercaya valid secara umum bahwa contoh uji toleran terhadap
penyimpanan dalam refrigerator, misalnya sampai 24 jam [9]. Cekaman dingin (cold-stress)
selama penyimpanan dalam refrigerator mungkin tidak penting dalam penghitungan jumlah
koloni tetapi hal ini dapat menimbulkan kesalahan dalam metoda terutama metoda yang
sangat selektif. Shock panas dan cekaman lainnya tidak umum tetapi sangat spesifik
terhadap suatu metode.
5.6

Kesalahan bias (Spurious errors)

Salah satu fitur khas dari sebagian besar metode penghitungan koloni mikrobiologi, adalah
kecenderungan terjadinya permasalahan yang tidak diduga, terutama pada teknik cawan
petri tunggal. Teknik lainnya yang berbeda (penanaman di cawan, sebar permukaan, filtrasi
membran) tidak memiliki kecenderungan seperti diatas. Permasalahannya karena adanya
satu koloni yang mengganggu, kelembaban, perbedaan suhu, padatan dan pengotor,
kontaminan dan lainnya. Kejadian seperti ini tidak menggambarkan kinerja metode secara
umum dan tidak masuk pertimbangan dalam validasi dan tidak dapat diprediksi dalam model
matematika. Ketika sangat sering terjadi, maka metode jadi diragukan. Tetapi metode kultur
cair kurang terpengaruh.
Secara ilmiah kesalahan bias terjadi pada metode mikrobiologi sehingga sebaiknya
disertakan dalam perkiraan ketidakpastian kinerja. Maka metode tersebut harus divalidasi
pada saat digunakan.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam Laporan teknis ini adalah bahwa kesalahan
bias harus menjadi hal penting yang perlu diperhatikan dalam kegiatan harian jaminan mutu
(AQC). Walaupun deteksi kesalahan bias sangat tergantung pada keahlian para teknisi,
harus diupayakan untuk dapat mengenal dan menghilangkannya. Jika kesalahan bias sering
ditemukan dapat menyebabkan kegagalan analisis, maka metode yang digunakan jelas tidak
sesuai dengan tujuannya.
BSN 2010

16 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

5.7

Diagram pedoman dan kontrol

Prosedur analisis adalah proses dan hasil pengukuran atau penentuannya dianggap sebagai
produknya. Maka ide dasar diagram kontrol yang berasal dalam suatu proses industri, akan
dapat diterapkan dalam suatu proses analisis. Diagram kontrol ini akan membantu deteksi
apakah terjadi perubahan yang mendadak atau laten pada proses jaminan mutu. Ketika
permasalahannya tidak dapat lagi dikontrol, maka prosesnya dapat dihentikan dan
diperbaiki.
Kemungkinan mengontrol proses sangat terbatas. Yang paling umum dilakukan adalah
menggunakan contoh uji acuan untuk menguji konsistensi temubalik (tidak adanya bias
sistematik) dan analisis ganda untuk menguji presisi (keterulangan dan atau
reproduksibilitas).
Pemikiran ini sesuai untuk analisis kimia secara otomatis, tetapi tidak untuk analisis
mikrobiologi. Hal ini mengasumsikan bahwa proses (seperti prosedur analisis) kinerjanya
baik diawal, kemudian memburuk dengan cepat atau bertahap dan akhirnya menghasilkan
kesalahan analisis. Sebenarnya sulit untuk menunjukkan kapan suatu metoda berada dalam
kontrol atau tidak dapat dikontrol. Hasil analisis yang buruk mungkin tidak berhubungan
dengan hasil lainnya dalam waktu yang bersamaan.
Plot grafis sangat berguna dan menjadi alat praktis tidak hanya dalam jaminan mutu (AQC)
tetapi juga dalam konteks validasi tertentu. Maka untuk alasan tersebut di atas, penggunaan
dalam mikrobiologi sebaiknya terbatas untuk memberikan panduan dalam praktek analisis.
Jangan digunakan untuk menyalahkan seluruh analisis atau hasilnya.
Disarankan untuk istilah diagram kontrol sebaiknya dibatasi untuk mengontrol situasi yang
jelas, seperti memantau suhu inkubasi. Istilah diagram panduan lebih cocok ketika
mengillustrasikan kinerja metode mikrobiologi secara grafis. Walaupun demikian beberapa
nilai panduan dapat dipilih untuk membantu pengambilan keputusan.

Model variasi matematika

6.1
6.1.1

Variasi dasar yang tidak dapat dihindarkan distribusi Poisson


Umum

Peluang variasi jumlah partikel dalam suatu analisis yang paralel pada rentang kondisi
optimum dari detektor mikrobiologi adalah seimbang jika suspensinya tercampur dengan
baik (acak lengkap) dan tidak ada ketidakpastian teknis dari pengukurannya.
Ini menciptakan suatu dilema khas mikrobiologi. Metode-metode penghitungan koloni, dalam
sebagian besar aspek biologi dan teknis, kinerja terbaiknya terjadi ketika jumlah partikelnya
sedikit namun presisi statistik tidak memadai.

BSN 2010

17 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

6.1.2

Presisi dari detektor jumlah koloni

Presisi biasanya dinytakan dengan istilah deviasi standar. Statistik dasar dari variasi
penghitungan koloni koloni dapat dimodelkan secara matematika dengan distribusi Poisson.
Varian (s2) dari distribusi Poisson adalah sama secara numerik dengan rata-rata (m)
(persamaan dari rata-rata dan varian tidak membuktikan bahwa data mengikuti distribusi
Poisson). Simpangan baku relatif (RSD) berbanding terbalik dengan rata-rata atau sevara
umum dengan jumlah total (c) dari suatu set deteksi. ada dalam hubungan terbalik untuk
jumlah rata-rata atau lebih secara umum terhadap jumlah total (c) dari satuan deteksi:

RSD =

s
c
1
=
=
c
c
c

(1)

CONTOH Suatu analisis dengan teknik cawan tunggal dari contoh uji suspensi yang tercampur
dengan sempurna menghasilkan 48 koloni, maka secara teoritis akan mempunyai presisi relatif (RSD)
dari 1 / 48 = 0.14 (CV = 14 %). Jika hasil 48 koloni tersebut berasal dari tiga cawan yang paralel,
semisal 12 + 16 + 20 = 48, simpangan baku relatif dari rata-rata 48/3 = 16 akan jadi sama.

Ketergantungan dari presisi relatif (CV, koefisien variasi) pada jumlah karakter (c)
ditunjukkan pada gambar 1.

Gambar 1 - Koefisien dari variasi jumlah koloni dalam suatu suspensi campuran
dengan sempurna mengikuti hukum distribusi Poisson.
Grafik itu menunjukkan mengapa jumlah koloni seperti 20, 25 atau 30 secara tradisional
telah dianggap jumlah terendah yang dapat diandalkan.
Model Poisson dapat digunakan untuk memperkirakan statistik ketidakpastian secara teoritis
untuk penghitungan koloni dan sebaliknya dapat digunakan untuk membuat keputusan pada
batas minimum berdasarkan presisi statistiknya.
Ketidak pastian acak meningkatkan dengan cepat ketika jumlah koloni berkurang (Gambar
1). Dalam rentang hitungan di bawah sekitar sepuluh, biasanya terjadi apad analisis demi
kepentingan kesehatan masyarakat, pengukuran-pengukuran tunggal tidak akan tepat
sehingga tidak dapat dikarakterisasikan sebagai lebih baik daripada semikuantitatif.

BSN 2010

18 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Rentang jumlah 1 sampai 10 berkaitan dengan rentang yang menentukan karakter presisi
dari 3 x 5 tabung APM yang umum. Menggolongkan penghitungan koloni kurang dari 10
sebagai semikuantitatif adalah sesuai dengan pendapat para pakar statistik bahwa desain
3 x 3 dan 3 x 5 lebih dianggap sebagai test-test mengukut tingkatan besaran daripada
perkiraan kuantitas. (Tabung perkiraan APM 3 x 5 mempunyai rentang kepercayaan 95 %
95 % pada sekitar 0,5 unit logaritmik (12).
6.1.3

Presisi dari detektor APM

Presisi dalam metode APM tergantung pada jumlah hasil penghirungannya sendiri, tetapi
didalam beberapa cara
yang lebih sulit dibandingkan dengan penhitungan koloni.
Simpangan baku dari log APM adalah satu kurva bergelombang. Itu mempunyai banyak
batas minimum sebagai tingkatan pengenceran dalam set deteksi. Sebagai suatu contoh,
berikut ini adalah simpangan baku logaritmik dihitung untuk tabung 3 x 10 APM detektor
yang dibuat dengan bantuan program komputer [19] (Gambar 2).

Gambar 2 - Simpangan baku logaritmik dari 3 x 10 tabung APM


Jumlah tabung positif pada susunan yang utuh diplot di absis. Kurva yang bergelombang
memperlihatkan simpangan baku yang sebenarnya. Garis lurus horisontal adalah perkiraan
Cochran's [12].
Cochran [12] mengusulkan suatu simpangan baku tetap untuk keseluruhan rentang APM.
Perkiraan ini ditunjukan oleh garis horizontal didalam gambar 2. Di sini terlihat bahwa
penyimpangan yang pasti, terjadi pada set tabung APM yang negatif.
Sesuai dengan rumus Cochran's [12], presisi penilaian APM dalam skala logaritmik
tergantung secara sederhana terhadap jumlah tabung (n) dan terhadap faktor pengenceran
(f) antara pengenceran yang berurutan. Tetapan (konstanta) 0,58 dipilih "dengan mata"
untuk pengenceran sepuluh kalilipat untuk memberikan gambaran yang sesuai dalam
gambar 2. Jika faktor pengenceran antara pengenceran yang berurutan faktor kurang dari
sepuluh, kemudian tetapan 0,55 dapat digunakan [12].
SD atau lg APM = 0,58
BSN 2010

lg f
n

(2)

19 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

95 % batas kepercayaan di banyak tabel APM didasarkan pada perkiraan Cochran didalam
persamaan (2), tetapi akan digantikan dengan lebih tepat batas-batas "yang benar-benar"
didalam tabel yang baru-baru ini diterbitkan.
Simpangan baku dari nilai APM sekarang ini dengan mudah diperoleh dengan suatu
program komputer yang sesuai, misalnya. [19].
Disamping sifatnya pendekatan, Rumus Cochran bermanfaat didalam perencanaan dan
perbandingan metoda eksperimental (lihat contoh di bawah).
CONTOH Diassumsikan suatu perkiraan berdasarkan pada sistem pendeteksian APM untuk sumur
3 x 32 dalam suatu cawan microtitre 96-sumur.,Dengan faktor pengenceran f = 3, maka simpangan
baku log APM sesuai dengan rumus Cochran adalah:

SD lg APM = 0,58

lg f
0,55 0,0149 = 0,0672
n

(3)

Dengan jumlah paralel tabung yang tinggi dan dengan faktor-faktor pengenceran kurang dari
10, sistem APM menjadi sama atau lebih baik dari pada metoda penghitungan koloni karena
kondisi pertumbuhan yang lebih baik, penafsiran yang lebih mudah dan kurangnya
kesalahan tumpang tindih.
6.1.4

Batas dari pendeteksian Model Poisson

Pada konsentrasi partikel yang sangat rendah semua metoda mikrobiologi, termasuk APM
dan penghitungan jumlah koloni, secara essensial menjadi sebuah metoda A/T. Perlu
diperhatikan terutama dalam bidang kesehatan atau jaminan produk, dimana hasil
penghitungan yang dibawah tiga atau empat sebagai hasil deteksi yang positif dari suatau
keberadaan.
Jika batas dari pendeteksian ditetapkan sebagai kemungkinan penilaian suatu hasil positif,
maka akan tidak terbaca dalam grafik pada gambar 1. Peluang dari suatu hasil positif p(+)
ketika distribusi Poisson berlaku dapat dihitung dari

p (+ ) = 1 e m

Keterangan :
e

adalah dasar dari logaritma alami;

m adalah rata-rata jumlah partikel setiap bagian analisis.


CONTOH Salah satu dari definisi populer untuk batas dari pendeteksian adalah konsentrasi di mana
peluang pendeteksian keberadaan dari suatu analit setara dengan 95 % [p(+) = 0,95]
Jika p(+) adalah dijadikan 0,95, kemudian e-m = 1 - 0,95 = 0,05. Penyelesaian persamaan untuk m
menghasilkan In(0,05) =3,0. Jadi pada rata-rata jumlah 3, peluang untuk dari pendeteksian suatu
partikel dalam bagian pengujian setara dengan 0,95 (dengan ketentuan bahwa distribusi Poisson
berlaku).

BSN 2010

20 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

6.2

Penyebaran yang berlebihan - Model binomial negatif

6.2.1

Umum

Upaya pembuatan suspensi dasar, inokulasi dan penghitungan kolini tidak sepenuhnya
lepas dari ketidakpastian. Setiap tahapan teknis menambah ketidakpastian pada total
variabilitas dari pengukuran. Pengukuran secara paralel yang melibatkan semua prosedur
analisis tidak dapat diharapkan untuk mengikuti distribusi Poisson. Penyebaran yang
berlebihan, semisal variasi yang lebih besar daripada acak lengkap (dalam pengertian
Poisson) diantara pengukuran paralel akan dapat diamati..
Penyebaran yang berlebihan adalah status normal dari analisis pengukuran mikrobiologi dan
distribusi Poisson adalah satu perkecualian.
Penyebab umum dari penyebaran yang berlebihan, terlepas dari bias kesalahan, telah
mempengaruhi secara sebanding dengan rata-rata atau jumlah sebenarnya dari koloni hasil
penghitungan koloninyang dideteksi dalam set deteksi. Argumentasi lain mengapa pada
penyebaran yang berlebihan dari penghitungan mikrobiologi mengikuti pola ini telah
dijelaskan seperti pada refernsi 11.14]. Sebagai dasar ketidakpastian karena penyebaran
partikel dalam suspensi yang mengikuti distribusi Poisson, total varian s2 mungkin dapat
ditulis sebagai

s2 = c +u2 c2

(5)

Keterangan :
u

adalah atas faktor penyebaran yang berlebihan, simpangan baku relatif dari tambahan
ketidakpastian;

adalah jumlah koloni di keseluruhan susunan pendeteksian.

Bagian pertama dari varian (c) karena proses Poisson, sisanya (u2c2) karena pengaruh
komdinasi semua faktor penyebaran berlebihan. Distribusi statistik seperti model varian ini
disebut dengan suatu distribusi binomial nenatif (juga dikenal sebagai distribusi Poisson
campuran atau heterologus).
Sebagai akibatnya, simpangan baku relatif mungkin dapat dinyatakan sebagai :

RSD =

1
+ u2
c

BSN 2010

(6)

21 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Gambar 3 memperlihatkan efek dari tingkat perbedaan dari penyebaran yang berlebihan di
terhadap total relatif presisi (koefisien variasi).

CATATAN Ketergantungan koefisien dari variasi (CV) terhadap jumlah (c) dari partikel yang dihitung
dan variasi tambahan . GariskKurva lebih rendah: model Poisson dengan tanpa penyebaran yang
berlebihan. Garis kurva yang lebih atas adalah binomial negatif dengan 15 % dan 30 % penyebaran
yang berlebihan (u = 0,15 dan 0,30)

Gambar 3 - Efek dari penyebaran yang berlebihan terhadap CV


Jumlah koloni diperlukan untuk mencapai suatu total presisi relatif adalah relatif lebih tinggi
dalam kondisi penyebaran berlebihan dibandingkan didalam kasus acak Poisson. Hal ini
dapat dihitung dengan cara memecahkan persamaan (6) untuk jumlah koloni c:

c=

(7)

RSD 2 u 2

CONTOH
Untuk mencapai simpangan baku relatif RSD = 0,2 ketika penyebaran yang berlebihan
adalah u 0,15 memerlukan, sesuai dengan persamaan (7), jumlah koloni c = 1/(0,22 - 0,152) = 1/(0,04 0,0225) = 57, Presisi yang sama dicapai dalam suatu situasi acak secara penuh (Poisson) dengan
jumlah koloni c = 1/0,22 = 1/0,04 = 25
CATATAN Jelas bahwa total presisi lebih rendah dari penyebaran yang berlebihan yang tidak dapat
dicapai di dalam satu penentuan tunggal. Prosedur keseluruhan harus diulangi jika presisi yang lebih
baik diperlukan. Dengan n penentuan paralel, total simpangan baku relatif mungkin dapat secara
kasar diperkirakan dari

RSD =

u2
n

(8)

Keterangan :

adalah jumlah total koloni direkam;

u
n

adalah konstanta pada overdispersion;


adalah jumlah dari penentuan paralel.

BSN 2010

22 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

6.2.2

Limit pendeteksian - Model binomial negatif

Batas pendeteksian, jika didefinisikan dalam kaitannya dengan probabilitas dari suatu hasil
positif dapat dihitung dari probabilitas negatif. Mengutip Anscombe [11] tetapi mengubah
simbol yang digunakan dalam laporan teknis, probabilitas hasil negatif (probabilitas nol)
diberikan dengan rumus:

p0 = 1+ u 2 c

1 / u 2

(9)

Menyelesaikan persamaan untuk c memberikan batas pendeteksian ketika peluang negatif


dan faktor penyebaran yang berlebihan diberikan.
u 2
p0 1
(10)
c=
u2
Sebagaimana bukti dari Gambar 2, batas pendeteksian adalah sedikit dipengaruhi oleh
penyebaran yang berlebihan (lihat contoh di bawah).
CONTOH
Jumlah koloni rata-rata diperlukan dalam rangka untuk mencapai peluang 95 % dari
suatu hasil positif dalam kondisi penyebaran berlebihan tergantung pada faktor penyebaran yang
berlebihan. Bila mengasumsikan faktor penyebaran yang berlebihan u = 0.30. Penggantian langsung
dari peluang hasil negatif P0 = 1 p(+) = 1 - 0,95;= 005; didalam persamaan. (10) menghasilkan

c = 0,05 u 1 / u 2 = (0,05-0,09- 1/0,09 = 3,44. Penilaian yang sesuai dengan distribusi Poisson (tidak
2

ada pada /pada penyebaran yang berlebihan) akan jadi c=In (1/0,05) = 3,00 (lihat contoh m 6.2 4).

6.2.3

Mengukur penyebaran yang berlebihan

Terdapat tiga cara utama untuk memperkirakan parameter u [20].


Metoda Anscombe I [11] effisien pada rentang nilai rata-rata dan faktor-faktor penyebaran
yang diperlukan dalam validasi metode-metode penghitungan koloni. Ini mencakup
penyelesaian persamaan (5) untuk menentukan u.
Untuk bisa menggunakan metoda Anscombe I, suatu substansial seri (yang disukai lebih dari
30) dari observasi independen pada suatu contoh tunggal yang harus tersedia untuk menjadi
dasar penilaian handal dari varian (s2) dan rata-rata (m) pada Persamaan (5) yang
menghasilkan, ketika menggantikan m untuk c

u2 =

s2 m
m2

(11)

Untuk jadi efisien, observasi harus dibatasi pada jumlah koloni di dalam rentang kerja
optimal. Rata-rata harus tidak pernah lebih kecil daripada 30. Hal ini dapat diterapkan
terutama untuk memperkirakan u dalam experimen tunggal.
CONTOH
Untuk mendemonstrasikan kelayakan dari pada kalkulasi penyebaran yang berlebihan,
suatu eksperimen dibuat untuk dengan bebas memperkenalkan penyebaran yang berlebihan dalam
suatu penghitungan paralel 24 membran filtrasi yang dibuat dari suspensi kultur murni Enterococcus
faecium, dimana 8 cawan petri diinokulasi oleh 8 ml, 10 ml dan 12 ml suspensi bakteri tersebut. Ini
memperkenalkan suatu ketidaktepatan volume yang menyebabkan suatu jumlah perkiraan kasar
penyebaran berlebih dari penghitungan 24 membran filter tersebut.

BSN 2010

23 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Volume dihitung dari 8 ml x 8 ml, 8 ml x 10 ml, dan 8 ml x 12 ml mempunyai suatu rata-rata


= 10 dan simpangan baku o= 1,633. Ketidakpastian standar relatif sehubungan dengan
penyebaran yang berlebihan harus oleh karena itu adalah u = s / m = 0,163 3 (CV = 16,33
%), jika volume persis seperti dinyatakan.
24 jumlah koloni yang diamati mempunyai suatu rata-rata m = 379,29 dan varian s2 =
4 586,54. Sesuai dengan persamaan (11), u2 = (4586,54 - 379,29)/379,292 = 0,0292.
Karenanya, pada koefisien penyebaran yang berlebihan u = 0,029 2 = 0,1710 adalah dosis
yang cukup untuk nilai yang diharapkan, mempertimbangkan bahwa itu hal ini juga meliputi
hitungan dan ketidakpastian volume yang diabaikan didalam yang diharapkan u = 0,1633
(Seluruh 8 ml, 10 ml dan 12 ml ukuran yang dipercaya tepat.)
Penilaian ketidakpastian yang dihitung diatas yang tidak secara umum sah, karena
didasarkan hanya pada suatu contoh.
Solusi kedua adalah juga didasarkan pada persamaan (5) tetapi mempertimbangkan
beberapa contoh uji. Membagi persamaan dengan c menghasilkan

Y=

s2
=1+ u 2c
c

(12)

Kapanpun penentuan paralel tersedia, penilaian dari varian dan rata-rata dapat dihitung.
Menghitung perbandingan Y = s 2 / c dari masing-masing susunan yang menyediakan
sejumlah besar pasangan (Y,c). Keserongan (slope) dari garis regresi disesuai dengan titik
yang memberikan perkirakan dari u2 . Penyebaran acak tak bisa diacuhkan dan patut
dipertimbangkan jika penilaian dari rata-rata serta varian adalah didasarkan pada contoh uji
yang sedikit (jumlah yang sedikit dari analisis parelel) (lihat contoh B.7). Keuntungan dari
pendekatan ini adalah bahwa penilaian dari penyebaran yang berlebihan pada seleksi
jumlah contoh uji yang besar dan berbeda sehingga dapat digunakan dalam skala umum.
CATATAN Alasan di atas terpakai baik ketika mean (m) adalah jumlah koloni (partikel) yang tidak
ditransformasi per set deteksidan set-set deteksi tersusun identik dalam semua analisis yang paralel.

6.2.4

Kelebihan pada tingkat detektor

Penghitungan secara parallel dari suatu suspensi tunggal mungkin juga variasi lebih dari
yang distribusi Poisson perbolehkan. Ini merupakan observasi klasik [16]. Pada level ini
yang hanya menjadi kasus penyebab dispersi berlebihan adalah kesalahan pemipetan,
penghitungan ketidakpastian dan kesalahan bias (kecelakaan). Dispersi berlebihan adalah
suatu alat pengukuran yang handal yang dapat dideteksi dengan dispersi indeks
X 2 ,G 2 (lihat contoh B.6 dalam lampiran B).
.
6.3 Statistik dan batas praktis

6.3.1

Umum

Batas kerja bawah dalam metode mikrobiologi adalah masalah perluasan definisi.
Batas atas adalah persyaratan ruang yang menjamin terjadinya interaksi koloni
mikroorganisme. Pertikel mikroorganisme tumbuh bermultiplikasi jutaan kali untuk dapat
dilihat sebagai suatu koloni dengan mata telanjang.

BSN 2010

24 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

6.3.2

Batas bawah

Ketika analisa dilakukan satu kali (satu cawan) maka batas bawah statistiknya dapat
dinyatakan sebagai batas handal bawah dari penghitungan per cawan. Kehandalan
didefinisikan oleh pilihan presisi.
Batas bawah sebaiknya dipilih dekat dengan angka 20 koloni per set deteksi. Pada jumlah
koloni yang kooefisien variasinya dalam kondisi random acak (Poisson) didapatkan
ca 25% (6.1.4). Jika dispersi berlebih diketahui angkanya, penghitungan batas bawah
dapat didasarkan pada model binomial negatif (6.2.2)
6.3.3

Batas atas

Analisis A/T tidak memiliki batas atas. Seperti pada jumlah kuman dalam peningkatan bagian
analisis peluang deteksi keberadaannya mendekati keyakinan.
Dengan metode APM, partikel batas atas dapat melebihi ketika semua tabung pengenceran
positif. Kesalahan ini tidak menggambarkan batas atas pada metode itu sendiri, hanya
kesalahan pengenceran saja. Batas atas tidak dapat dihitung untuk alasan secara statistik
karena presisi tidak bergantung pada satu cara langsung yang sederhana dalam jumlah
partikel yang dimasukan dalam set deteksi. Ini adalah karakteriswtik prosedur APM yang
presisinya dapat ditingkatkan dengan merubah konfigurasi set deteksi. (lihat 6.1).
Dengan metode penghitungan koloni, teori ketelitian dapat menunjukan jumlah target koloni
yang tetap dalam observasi deteksi. Prakteknya, metode penghitungan koloni mempunyai
batas atas per deteksi yang bervariasi sesuai dengan kondisi test. Deteksi penghitungan
koloni (cawan agar, membrane filter) menjadi tersumbat sumbatan atau jenuh untuk
beberapa alasan, salah satunya adalah jumlah koloni-koloni target adalah hanya satu.
Banyak kasus dan sehingga banyak cara untuk memenetukan batas atas. Salah satu
kemungkinannya adlah menetukan jumlah koloni per cawan ketika jumlah ketidakpastian
(termasuk kesalahan sistematik) meningkat kembali ke level seperti pada batas bawah. [30].
Pertimbangan lain adalah terjadinya pertumbuhan koloni yang sangat padat dan tumpang
tindih oleh pertumbuhan non target. Fenomena seperti ini dapat secara kuantitatif diperbaiki
dengan metode seleksi atau lebih ilmiah untuk menjelaskan penutupan ini, i.e. bagian ruang
yang tersedia yang ditumbuhi oleh koloni. Bahkan kultur murni pun mempunyai batas atas
tergantung pada penutupan target pertumbuhan koloni yang tidak sesuai. Beberapa
fenomena dapat dilakukan dengan metode kuantitatif secara selektif , atau metode lain yang
lebih mendekati, contohnya pemisahan pada koloni tersangka. Biakan murni mempunyai
batas atas yanga dapat dipercaya [25].
Aspek ketiga adalah kehilangan proporsinya (tidak linier) yang terjadi pada pertumbuhan
yang padat pada cawan.
6.4

Uji umum untuk keacakan deteksi dari penyebaran berlebihan

Deviasi dari pengambilan secara acak (presentase kelebihan atau penyebaran yang
rendah) dapat dideteksi secara efektif dengan satu dari dua tingkatan terbaik dari uji fit, viz.
Indeks dispersi bakteri X 2 , D 2 , atau log-rasio kemungkinan statistic ( G 2 ). Perhitungan
dari presentase indeks dapat dilihat pada lampiran A.

BSN 2010

25 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Dalam hal ini (cawan secara parallel) dimana sebaran berlebihan tidak mempunyai alasan
teknis yang dapat diterima, kesesuaian dengan distribusi Poisson dapat digunakan sebagai
suatu metode test kinerja analis [16a,33]. Karena kesederhanaannya, karakteristik ini sangat
berguna sebagai alat AQC.

Spesifikasi Praktek saat ini

Salah satu contoh bagaimana prosedur standar yang terbaik menyatakan karakteristik
kinerja metode, dapat ditemukan dalam bagaimana Standard Methods for the Analysis of
water and Wastewater (Metode Standar Analisa Air dan Air limbah) [8] mengintruksikan para
pemakai menggunakan metodenya. Pada bagian yang berbeda dari prosedur membran filter
untuk total coliform, para pengguna akan mendapatkan pernyataan yang berkaitan dengan
spesifikasi:
a) Ruang lingkup
Ruang lingkup metode ini dapat dilihat dari tabel yang merekomendasikan volume contoh
uji untuk tipe air yang berbeda. Tabel ini memuat semua jenis air minum, air untuk
rekreasi dan juga air limbah.
b) Ketahanan Inkubasi dan sensitivitas-waktu
Peraturan utama diberikan sebagai berikut: "Inkubasikan selama 20 jam sampai 22 jam
pada (35 0,5)C." Pada bagian lain dari perkecualian dokumen untuk peraturan utama
disajikan. Contoh uji air yang didisinfeksi mungkin menyertakan organisma yang ditekan
yang tumbuh relatif lambat dan menghasilkan maksimum kilapan dalam 22 jam sampai
24 jam. Mikroorganisme dari sumber-sumber yang tidak terganggu bisa menghasilkan
kilap pada 16 jam sampai 18 jam, dan kilapan selanjutnya memudar setelah 24 jam
sampai 30 jam.
c) Batas kerja yang dapat dipercaya
Batas kerja yang dapat dipercaya dapat diduga dari : "Menghitung jumlah, menggunakan
membran filter dengan 20 sampai 80 koloni...". Ini diikuti dengan reservasi lebih lanjut
sehingga menghubungkan batas kerja dengan selektivitas: "...dan lebih daripada 200
koloni dari semua jenis setiap membran. "Beberapa alasan untuk hal tersebut ditemukan
pada bagian lain dari dokumen itu: "Ukuran contoh uji akan ditentukan oleh kepadatan
bakteri yang diharapkan, yang mana dalam contoh uji air minum akan dibatasi hanya
dengan tingkat kekeruhan atau dengan tingkat pertumbuhan noncoliform pada media".
d) Identifikasi dan definisi Target
Semua bakteri yang menghasilkan sebuah koloni merah dengan suatu kemilau metalik di
dalam 24 jam inkubasi pada 35C pada suatu media jenis Endo dianggap anggotaanggota dari kelompok coliform. Kemilau mungkin mencakup keseluruhan koloni atau
mungkin nampak hanya dalam suatu area tengah atau pada keliling/batas luar."
Ada pertimbangan lebih lanjut: "Media jenis Endo adakalanya mungkin menghasilkan
koloni tidak normal berwarna merah gelap tanpa suatu kemilau metalik. Verifikasi dari
berbagai jenis koloni khusus (kemilau) dan tidak normal (tidak-kemilau) akan mendeteksi
false negative dan memberikan pengalaman dalam pengenalan koloni."

BSN 2010

26 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

e) Keterbatasan dan spesifikasi lain


Dokumen standar juga menawarkan rekomendasi dan membuat usulan pentgingnya
kontrol kualitas media dan peralatan analisis.

Spesifikasi Pendekatan yang direkomendasikan

Secara umum, standar saat ini menyediakan sedikit bantuan untuk laboratorium yang
menyakinkan bahwa mereka menerapkan metode yang baik dan memperoleh hasil yang
valid.
Apa yang nampaknya kekurangan adalah suatu presentasi ringkas dari apa yang
laboratorium perlu lakukan untuk memverifikasi bahwa metode itu juga bekerja dengan baik
di tangan mereka serta bagaimana cara untuk mengenali kinerja yang baik dari pencapaian
yang tidak baik.
Suatu bagian dari spesifikasi harus ditambahkan pada semua standar yang tertulis.
Format untuk metode penghitungan jumlah koloni mungkin sebaiknya mencakup hal berikut:
a) Sensitivitas: dengan sedikit pengecualian (kasus menyebutkan) lebih dari 90% dari yang
positif ditetapkan dari uji presumptif.
b) Selektivitas: pada umumnya lebih baik dari pada 1 (lihat definisi selektivitas). Hasil
tidak valid jika selektivitas kurang dari 2.
c) Penghitungan ketidakpastian: simpangan baku relatif dari penghitungan duplo (ulangan)
hitungan di dalam sebuah laboratorium pada umumnya kurang dari uZ = 0,05.
Penghitungan ketidakpastian individual (satu orang) secara normal di bawah uZ= 0,03.
d) Penghitungan cawan paralel : Variasi ada di dalam distribusi Poisson. (Jika tidak, tingkat
penyebaran yang berlebihan harus diberikan.)
e) Variasi intra-contoh uji mempunyai suatu koefisien ketidakpastian dengan penambahan
kurang dari uX = 0,10 pada contoh uji air. Pada contoh uji benda padat, ketidakpastian
yang ditambahkan harus tetap di bawah 0,15.
f)

Proporsionalitas (linearitas) detektor tergantung pada selektivitas. Hal Itu cukup dengan
batasan jumlah koloni yang diberikan di bawah ini:
Selektivitas
0
-0,5 sampai -1
-1 sampai -2
Dibawah -2

Batas atas linearitas


(koloni target per cawan)
500 (kultur murni)
200 sampai 100
100 sampai 25
Hanya pendeteksian A/T

Dengan pertumbuhan koloni yang berlebihan, batas atas fungsional mungkin dicapai lebih
cepat. Tanpa tergantung dari nilai selektivitas, jumlah tidak valid jika lebih dari 1/3 ruang
yang tersedia ditempati oleh pertumbuhan (target dan non-target).
Hal di atas hanyalah satu contoh bagaimana spesifikasi yang nyata dari kinerja metode
ditampilkan. Spesifikasi seperti itu dapat diuji dengan rancangan yang sesuai. Nilai numerik
diberikan sebagai ilustrasi. Nilai tersebut tidak untuk dipahami sebagai nilai baku sekarang
ini.
BSN 2010

27 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Jika informasi antara temubalik relatif dibandingkan dengan suatu acuan baku tersedia, hal
itu juga harus diberikan.
Jika data reproduksibilitas dari uji kinerja metode kolaboratif tersedia, maka harus
ditambahkan sebagai informasi lebih lanjut.
Sebagai tambahan, syarat pengujian, gambaran target dan tempat penyimpanan contoh uji
harus ditetapkan.

Penentuan dan ekspresi dari karakteristik kinerja

9.1

Umum

Karakteristik kinerja berdasar pada frekuensi dari jenis kategori kualitatif disebut secara
katagoris pada pembahasan berikut ini.
Dalam hubungannya dengan metode selektif, karakteristik kinerja ditentukan dengan
verifikasi presumptif baik pada kultur yang positif maupun yang negatif.
9.2
9.2.1

Karakteristik Kategori yang berhubungan dengan kekhususan dan selektivitas


Umum

Tinjauan kualitatif yang paling komprehensif dari kinerja metode didapat dengan mempelajari
contoh uji alami. Contoh uji tersebut sebaiknya mencakup ruang lingkup yang lengkap dari
metode, termasuk contoh uji yang berbeda, keadaan terkontaminasi dan musim yang
berbeda.
Suatu koloni atau suatu plak setara dengan satu uji A/T atau satu tabung dalam satu seri
APM.
Di dalam validasi primer kedua, kultur presumptif baik yang positif maupun yang negatif
harus diverifikasi.
Cara yang paling hemat biaya dan yang menarik secara biologis dari pengujian metode
kultur cair (keduanya baik A/T dan APM) adalah menggunakan desain APM. Tabung-tabung
dalam pengenceran yang memberikan hasil positif maupun negatif diseleksi untuk proses
verifikasi. Tabung-tabung tersebut adalah pengenceran dimana tabung positif dihasilkan
dari pertumbuhan satu sel atau sel yang sangat sedikit.
Karakteristik kinerja yang berhubungan dengan selektivitas dan kekhususan bisa
didefinisikan secara numerik (17). Karakteristik kinerja berhubungan dengan proporsi relatif
dari koloni atau tabung yang diasumsikan positif atau negatif atas dasar pengaruh pertama
(presumptif) yang kemudian dibandingkan dengan 'kebenaran" setelah verifikasi. Setelah uji
verifikasi n dibuat, hasilnya dibagi ke dalam empat kategori:
a) Jumlah positif presumptif ditemukan positif (positif sebenarnya);
b) Jumlah negatif presumptif ditemukan positif (negatif palsu);
c) Jumlah positif presumptif ditemukan negatif (positif palsu);
d) Jumlah negatif presumptif ditemukan negatif (negatif sebenarnya).

BSN 2010

28 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Frekuensi ini dapat dinyatakan dalam tabel 2 x 2:

Perhitungan yang
dikonfirmasi

+
-

Penghitungan Presumptif
+
a
b
c
d
a+c
b+d

a+b
c+d
n

Karakteristik kinerja yang dihitung dari pengamatan ini ditetapkan sebagai berikut:
1.

Sensitivitas = a/(a + b), bagian dari total positif yang ditetapkan dengan benar pada
penghitungan presumptif;

2.

Kekhususan = d/(c + b), bagian dari total negatif yang ditetapkan dengan benar pada
penghitungan presumptif;

3.

Tingkat positif yang salah = c/(a + c), bagian dari positif yang diamati yang ditetapkan
dengan salah;

4.

Tingkat negatif yang salah = b/(b + d), bagian dari negatif yang diamati yang ditetapkan
dengan salah;
Jumlah total uji adalah a + b + c + d = n.

5.

Efisiensi E adalah suatu parameter tunggal umum, yang


koloni atau tabung yang ditetapkan dengan benar:

memberikan bagian dari

E = (a + d)/n.
Koloni tersebut harus diambil secara acak dari semua koloni (target dan non-target) yang
dianggap sebagai suatu keseluruhan. Dengan kultur cair, semua positif dan negatif mungkin
diuji pada proporsi aktualnya.
Sehubungan dengan pengaruh yang kuat dari operator dan populasi mikroorganisme, tidak
suatu pun dari karakteristik kinerja yang dirinci di atas dapat mempunyai suatu nilai tetap
metode-spesifik.
Validasi kedua hanya perlu memperhatikan hasil positif yang salah (false positif), kecuali jika
tingkat sensitivitaslebih rendah dibandingkan dengan yang dispesifikasikan dan terjadi
berulang.
9.2.2

Selektivitas

Selektivitas dari suatu metode mikrobiologi ditetapkan dalam Laporan Teknis ini sebagai
logaritma dari bagian koloni target presumptif (positif presumptif) terhadap total:

F = lg[(a + c ) / n]
Selektivitas dapat menjadi rendah dalam beberapa jenis contoh uji atau selama musim
tertentu sehingga suatu penghitungan target y ang dapat dipercaya tidak dapat diperoleh.
Selektivitas sangat mempengaruhi rentang kerja atas.

BSN 2010

29 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Selektivitas "presumptif" yang ditentukan di atas merupakan suatu alat yang diseleksi demi
kenyamanan. Jika sumber-sumber daya tersedia, selektivitas riil yang didasarkan pada
penghitungan yang diverifikasi dari positif yang benar, secara ilmiah lebih baik. Batasan
ekonomis mungkin membatasi penggunaannya untuk perbandingan akhir diantara metode.
Selektivitas yang nyata bervariasi sekali karena pengaruh musiman dan penyebab lain yang
merubah kelimpahan relatif dari target dan latar belakang populasi . Ini bukan suatu konstan
metode-spesifik. Meskipun demikian, selektivitas memberikan informasi tentang kinerja
metode dan mungkin membantu memilih diantara alternatif. Berbagai macam kasus
sebaiknya dipelajari. Karena tidak tersedia kriteria keputusan, tidak ada dasar untuk
memutuskan
jumlah spesifik yang cukup. Sebaiknya dikumpulkan cukup data untuk
menyakinkannya.
9.3
9.3.1

Batas kerja
Batas bawah untuk pendeteksian dan penentuan

Batas kerja bawah merupakan suatu persoalan definisi dalam semua metode (lihat
ketentuan 6). Nilainya, batas harus dinyatakan sebagai jumlah cukup untuk koloni atau
partikel yang paling rendah pada setiap rangkaian pendeteksian atau cawan paralel.
9.3.2

Batas atas

Setiap metode, sebenarnya setiap individual analisis/penentuan, mempunyai suatu batas


atas yang dapat dipercaya. Ini bukan angka tetap yang jelas, tetapi agak berada di daerah
kabur dari jumlah koloni ketika jumlah penghitungan per cawan menjadi terlalu tidak
meyakinkan untuk suatu penentuan yang valid.
Batas kerja atas dari suatu detektor koloni disyaratkan sebagai berikut.
a)

Penyebaran berlebihan dari jumlah koloni paralel mungkin menjadi lebih nyata dan
lebih sering. Situasi itu dapat dikenal dengan pertolongan dari indeks penyebaran
Poisson (Contoh B.3).

b)

Jumlah koloni dari pengenceran yang berbeda (volume) tidak cocok. Proporsionalitas
(linearitas) hilang. Proporsionalitas dapat diuji dengan metode yang didasarkan pada
indeks G2 (lampiran A, dan contoh B.4).

Uji proporsionalitas (linearitas) lebih efektif dari keduanya. Kedua fitur dapat diselidiki
dengan penggunaan suatu uji proporsionalitas tunggal yang dirancang secara khusus
(lampiran C) [27, 33] atau dengan mengumpulkan data pada elemen-elemen di atas dari uji
terpisah.
9.4

Rentang Kerja dari Prosedur APM

Batas praktis atas dan bawah dari prosedur APM merupakan kasus ekstrem ketika hanya
satu tabung dalam set pendeteksian yang positif atau negatif.
Oleh karena itu rentang aplikasi yang nyata dari suatu set pendeteksian 3 x 5 adalah 0,2
sampai 160 partikel per volume unit (bagian analitis) dari seri pertama (paling sedikit
diencerkan), tanpa tergantung dengan media nutrien atau populasi target.

BSN 2010

30 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

9.5
9.5.1

Presisi
Umum

Setiap pengukuran analitis sebaiknya disertai dengan suatu perkiraan presisi, meskipun
tidak mungkin untuk menentukan secara eksperimen presisi dari setiap penentuan individual.
Oleh karena itu, ada kepentingan yang sungguh-sungguh dalam mendapatkan pernyataan
presisi valid yang umum untuk metode yang berbeda.
Idealnya, validasi primer sebaiknya memberikan suatu perkiraan umum dimana presisi dari
pengukuran dapat didasarkan. Hal ini hanya mungkin dalam mikrobiologi dengan dua cara.
Orang harus mengasumsikan keacakan total, dan sebagai akibatnya validitas dari distribusi
Poisson, atau menentukan suatu tetapan umum dari penyebaran berlebihan dengan
eksperimen.
Perkiraan presisi dapat diperoleh dengan dua cara yang berbeda yang dinamai Tipe A dan
Tipe B (lihat ketentuan 2) [5, 6].
9.5.2

Perkiraan presisi Tipe A

Perkiraan Tipe A berasal dari kalkulasi statistik berdasarkan pada penentuan paralel. Tipe ini
dinyatakan sebagai simpangan baku (ketidakpastian standar) atau simpangan baku relatif.
Perkiraan Tipe A yang paling umum diperoleh dari uji kinerja metode kolaboratif sesuai
dengan prinsip-prinsip yang terutama yang dikembangkan oleh AOAC [18]. Perkiraan Tipe A
dari pengukuran mikrobiologi sejauh ini telah dihitung dan dinyatakan sebagai simpangan
baku pada skala logaritmik.
Perkiraan seperti itu belum menunjukkan kegunaannya pada standar mikrobiologi.
Seperti diskusi pada ketentuan 6, presisi dari penentuan mikrobiologi tidak tetap bahkan
dalam skala logaritmik, tetapi tergantung pada jumlah koloni. Itu merupakan satu alasan
mengapa perkiraanumum Tipe A selalu mendekati dan cenderung untuk menjadi besar.
9.5.3

Perkiraan presisi Tipe B

Perkiraan Tipe B didasarkan pada distribusi probabilitas yang diasumsikan atau informasi
lain.
Distribusi Poisson telah dianggap suatu model statistik yang sesuai pada suspensi acak
dengan sempurna dalam mikrobiologi. Pernyataan presisi yang didasarkan pada distribusi
Poisson cukup umum dalam standar mikrobiologi.
CONTOH
Metode Standar Amerika meliputi pernyataan ketidakpastian Tipe B berikut ini: "Untuk
hasil dengan hitungan, c, lebih besar dari 20 organisme, hitung kira-kira 95% batas kepercayaan
menggunakan persamaan distribusi normal berikut:
Batas atas

= c +2 c

Batas bawah

=c-2 c

Simpangan baku dalam hal ini jelas didasarkan pada asumsi dari persamaan dari varian
dan rata-rata (Poisson).
BSN 2010

31 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Untuk alasan yang didiskusikan dalam ketentuan 6, model Poisson sangat diidealkan dan
menghasilkan perkiraan ketidakpastian minimal. Hal itu mempunyai keuntungan yang
berbeda sehingga suatu perkiraan individual dapat dihubungkan ke setiap penentuan.
9.5.4

Model campuran

Suatu model penyebaran berlebihan yang didasarkan pada distribusi binomial negatif
menggabungkan elemen Poisson teoritis dengan suatu konstan penyebaran berlebihan
empiris (lihat 6.2.3).
Penentuan dari faktor penyebaran berlebihan merupakan suatu tujuan realistis untuk validasi
primer. Metode untuk menentukannya dibicarakan pada (6.2.3).
Nilai ketidakpastian sebaiknya diberikan untuk aplikasi yang berbeda dari suatu metode jika
itu bervariasi dari situasi ke situasi. Hal itu mungkin tergantung pada matriks yang akan
dipelajari dan dinyatakan sebagai simpangan baku relatif.
9.5.5

Presisi dari APM

Perkiraan APM mengandalkan pada asumsi dari keacakan lengkap dari distribusi partikel
dalam set pendeteksian. Dengan jumlah partikel rendah yang terlibat, kepercayaan ini tidak
dengan mudah ditantang dengan pengujian eksperimental.
Presisi dari perkiraan APM ditentukan dengan jumlah dari tabung paralel per pengenceran
dan dengan koefisien pengenceran. Suatu pendekatan rumus, mengasumsikan suatu
ketidakpastian tetap lebih dari rentang jangkauan, diberikan pada [12]. Batas kepercayaan
95 % untuk kombinasi standar dari tabung dipublikasikan pada tabel APM (lihat juga 6.1).

10

Prosedur dan tahapan validasi

10.1

Umum

Validasi selalu berjalan bertahapan. Penyelidikan kinerja metode yang aktual harus didahului
dengan suatu pencarian rentang kerja yang dapat dipercaya dimana kinerja metode adalah
relevan. Penemuan perbandingan apapun diantara dua metode harus dibatasi pada kasuskasus dimana kedua metode tersebut dapat dipercaya.
10.2
10.2.1

Validasi Primer
Identifikasi Target

Studi kultur murni selama pengembangan awal dari suatu metode, memberikan gambaran
dasar dari koloni target atau tabung A/T. Jelas, lebih dari satu keturunan (strain) kultur murni
dari target harus diuji.
Validitas dari gambaran dasar harus dibuktikan dengan menggunakan metode yang
diusulkan atas contoh uji alami yag pilihan secara representatif (lihat 4.2.6). Koloni target
presumptif, plak atau kultur diuji dengan mengisolasi kultur dan membuat uji konfirmasi yang
sesuai. Koloni non-target presumptif atau tabung-tabung negatif diuji dengan cara yang
sama.
Nilai numerik dari sensitivitas, selektivitas, tingkat kesalahan positif dan kesalahan negatif
dan efisiensi, dihitung.
BSN 2010

32 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Gambaran target dikembangkan jika perlu.


10.2.2

Menghitung Ketidakpastian dan sensitivitas waktu

Setelah morfologi target didefinisikan dengan baik, metode digunakan secara tentatif pada
suatu koleksi contoh uji alami.
Basis kehandalan dari penghitungan dipelajari dengan menghitung ulang koloni dari cawan
yang sama dalam jangka waktu yang pendek. Jika lebih dari satu orang di laboratorium
bekerja dengan metode itu maka semuanya harus terlibat.
Hasil perhitungan dari sensitivitas waktu sangat baik dipelajari dari hubungan pada hitungan
cawan yang sama pada dua titik waktu : pada permulaan dan pada akhir dari asumsi kisaran
toleransi waktu inkubasi. Pengaruhnya dievaluasi dengan menggunakan ketidakpastian dari
menghitung ulang sebagai dasar perbandingan.
Latihan akan menghasilkan perkiraan numerik individu atau kolektif dari ketidakpastian
hitungan, yang dinyatakan sebagai simpangan baku relative (contoh B.1 dan B.2).
Perhitungan simpangan baku dari hasil orang yang berbeda adalah lebih informatif
daripada yang dihitung dari hitungan rangkap oleh satu orang. (Satu orang jika dihitung
rangkap, bisa salah, bisa sangat tepat) perbedaan sistematik antar orang-orang juga dapat
dideteksi dan dievaluasi.
Pengamatan pada penghitungan ketidakpastian dan sensivitas waktu akan memberikan
indikasi pertama dari masalah potensial dengan digunakannya secara luas dari metode
tersebut.
10.2.3

Fitur ketangguhan lainnya

Jika ada keraguan tentang pengaruh temperatur inkubasi, kelembaban atau atmosfer gas,
hal tersebut dapat dipelajari dengan uji khusus yang melibatkan inkubasi secara paralel dari
sub contoh uji dibawah kondisi alternatif
Direkomendasikan bahwa keputusan pada kasus ini didasarkan pada uji statistik jadi bukan
hanya perkiraan saja. Rancangan percobaan didasarkan pada rancangan faktorial dari
analisis varian biasanya paling sesuai.
Faktor yang tidak diuji secara khusus dianggap tidak efektif atau dibawah kontrol.
10.2.4

Batas kerja atas

Setelah ditetapkan kondisi-kondisi lingkungan dan karakteristik target, langkah selanjutnya


adalah menyelidiki batasan kuantitatif yang dimasalahkan pada detektor.
Hal ini dapat dilakukan dengan suatu jenis eksperimen tunggal: suatu rangkaian
pengenceran atau volume yang diratakan dengan baik, secara paralel [21,25]. Pelatihan ini
memberikan data untuk menaksir batas atas berdasarkan proporsionalitas dan kemampuan
ulang (lampiran C).

BSN 2010

33 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

10.2.5

Presisi

Laboratorium yang bertanggung jawab untuk memperkenalkan suatu metode baru


selayaknya juga bertanggung jawab untuk memberikan nilai awal dari perkiraan presisinya.
Ini semua harus mencakup penilaian dari perhitungan ketidakpastian dan kemampuan ulang
serta penilaian reproduksibilitas dengan pengulangan yang berbeda (cawan paralel, seri
pengenceran paralel, matriks). Laboratorium lain membutuhkan informasi ini untuk validasi
sekunder dari metode untuk menetapkan sistem dari pengendalian mutu analitis.
Jika tidak ditemukan dasar yang cukup untuk menghitung suatu perkiraan tipe B dari asumsi
atau distribusi statistik yang diketahui dan informasi lain, percobaan contoh uji yang terbagi
dan contoh uji paralel dibuat untuk memperoleh perkiraan yang tepat dari tipe A.
Studi kinerja metode kolaboratif [18] yang melibatkan beberapa laboratorium adalah tidak
sesuai untuk validasi dari metode baru karena mereka beranggapan bahwa setiap peserta
mempunyai pengalaman yang mantap dengan metode tersebut. Nantinya ini akan menjadi
mungkin.
10.2.6 Temubalik sebenarnya dan relatif
Temubalik absolut (nilai sebenarnya) dari analit mikrobiologi adalah tidak dapat diukur, hal ini
adalah suatu masalah dalam validasi primer dari suatu metode baru tersebut.
Temubalik yang sebenarnya dapat diperkirakan dengan uji pada kultur murni atau
menggunakan contoh uji spike menggunakan suatu metode non-selektif sebagai acuan.
Beberapa bahan acuan yang bersertifikat juga tersedia untuk tujuan ini.
Untuk mengamati temubalik relatif, contoh uji alami dipelajari dengan metode yang diusulkan
dan suatu metode acuan secara paralel. Temubalik yang rendah dibandingkan dengan
temubalik pada metode standar adalah suatu alasan yang kuat untuk meragukan metode itu.
Agar dapat dipercaya perbandingan harus didasarkan pada jumlah koloni yang
dikonfirmasikan.
10.2.7

Spesifikasi

Karakteristik kinerja numerik yang diamati sebaiknya ditulis pada suatu bagian dari
spesifikasi dalam protokol metode yang sesuai dengan 7 c).
10.3

Validasi sekunder

Sejumlah contoh uji alami sebaiknya diperoleh. Contoh uji yang terbagi atau seri
pengenceran dengan pengulangan dikaji dengan cawan yang paralel. Penghitungan secara
duplo dilakukan untuk menghitung pencapaian kinerja yang diharapkan.
Sejumlah presumtif positif (sedikitnya 100) sebaiknya diisolasikan dan diuji. Karakteristik
kinerja kategoris dihitung dan diperbandingkan dengan nilai-nilai yang sudah ditentukan ,
jika tersedia.

BSN 2010

34 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

11
11.1

Rancangan untuk menentukan spesifikasi


Model umum untuk spesifikasi kuantitatif dasar

Suatu rancangan percobaan yang didasarkan pada rancang yang baik pada suatu seri
pengenceran atau volume dengan ulangan cawan dan hitungan memberikan data untuk
menentukan batas kerja atas dan beberapa spesifikasi kuantitatif lainnya (contoh B1,
lampiran C).
Rancangan yang sesuai adalah suatu versi yang disederhanakan [27] dari suatu rencana
yang digunakan sebagai suatu uji kinerja analis [33].
Suatu contoh uji cair dengan hati-hati dicampur atau suatu suspensi dari suatu bahan padat
yang dicairkan terlebih dulu supaya memberikan kerapatan yang diharapkan dari suatu
jumlah koloni per cawan yang sedikit agak melebihi batas atas yang diasumsikan dari
kinerja detector. Suatu seri dari enam atau tujuh berikutnya dengan tahap pengenceran 1 : 2
dilanjutkan dari suspensi awal. Tiga cawan secara paralel ditanami dari masing-masing
pengenceran.
Cawan dari pengenceran rata-rata lebih dari 20 koloni per cawane yang telah diberi kode
dibaca secara random oleh satu orang.
Jika semua atau suatu sub susunan cawan yang dipilih secara acak dibaca oleh orang
kedua, hasilnya akan memberikan data hitungan ketidakpastian yang sama baiknya.
Dengan banyak metode, penampilan khusus dari koloni target mungkin berubah selama
waktu yang diperlukan untuk melakukan perhitungan duplo dari suatu seri cawan secara
ekstensif. Jumlah yang disetujui /tidak setuju seharusnya diuji secara terpisah.
CATATAN
Seri geometrik didasarkan pada tahap pengenceran 1:2 adalah agak kasar. Jumlah
koloni pada tahap awalnya menurun drastis . Metode dengan suatu batas kerja atas yang rendah
tidak dapat dievaluasi secara efisien. Suatu perbandingan pengenceran yang lebih kecil dari 1:2
direkomendasikan pada kasus seperti itu.

Metode saringan membran memudahkan variasi dari volume contoh uji, memungkinkan
lebih banyak variasi yang lebih sesuai. Sebagai contoh dalam hal ini adalah suatu seri
aritmatik dengan perbandingan volume 1:2:3:4:5:6:7 dapat dipraktekkan. Hal ini mempunyai
keuntungan tambahan bahwa semua porsi tes berasal dari suspensi tunggal.
Data dianalisis secara proporsional, penyebaran berlebihan dari paralel dan ketidakpastian
hitungan, dengan asumsi acak sempurna pada setiap tahapan sebagai dasar evaluasi.
Desain unit (contoh B.1, lampiran C) hanya melibatkan satu contoh uji. Suatu rencana yang
serupa harus diulang dengan banyak contoh uji (minimum sepuluh) untuk mampu
menyamaratakan hasilnya.
Perhitungan statistik didasarkan pada prosedur terperinci pada lampiran A, dengan contoh
praktis B.3 dan B.4 pada lampiran B.
11.2

Presisi dari seluruh prosedur analitis

Rencana yang digambarkan pada 11.1 tidak menunjukkan presisi dari seluruh prosedur
analitis. Untuk menentukan presisi dari penentuan, pengujian dengan contoh uji yang dibagi
atau dibutuhkan seri ulangan pengenceran (contoh B2, lampiran C).

BSN 2010

35 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Sebaiknya diperoleh contoh uji alami dengan medium atau analit dengan jumlah tinggi.
Setelah prosedur pencampuran yang standar, ditetapkan ulangannya. Cawan yang paralel
direkomendasikan walaupun tidak selalu diperlukan.
Sedikitnya tiga puluh contoh uji mencakup seluruh ruang lingkup yang dibutuhkan untuk
memenuhi kecukupan yang memadai.
Jumlah dari penentuan paralel (seri pengenceran) per contoh uji sebaiknya paling sedikit
dua. Lima atau enam penentuan paralel memberikan hasil yang lebih dapat dipercaya.
Walaupun direkomendasikan, jumlah paralel tidak perlu sama untuk setiap contoh uji.
Hasilnya digunakan untuk menghitung konstanta penyebaran berlebihan (6.2.3) dengan cara
yang digambarkan untuk cawan paralel dalam contoh B.7.
11.3

Karakteristik kategori

Karakteristik yang terkait dengan selektivitas, sensivitas, spesifitas, dll (9.2) dapat dipelajari
hubungannya dengan uji yang digambarkan pada 11.2 kecuali waktu kerja menjadi suatu
faktor pembatas
Cawan dengan jumlah yang rendah, yaitu secara teknik dan biologis dapat dipercaya, jumlah
koloni dipilih. Semua koloni dari jenis target dan non target dihitung.
Dalam validasi primer, koloni-koloni dari kedua jenis dipisahkan secara acak untuk
diverifikasi. Jumlah harus tidak kecil artinya sekurang-kurangnya 20 atau 30 dari dua jenis
per contoh uji, jika tersedia. Dua jenis koloni tidak perlu dari pengenceran yang sama
selektivitas tidak memungkinkan. Ketika selektivitas adalah tinggi (koloni target lebih dari
90%) hal itu mungkin tidak perlu untuk mengisolasi koloni-koloni presumtif negatif.
Dalam validasi kedua, hanya koloni-koloni presumtif positif perlu diisolasi dan diverifikasi.
11.4

Data tidak terencana

Hasil dari bermacam pengamatan paralel yang dikumpulkan dalam waktu lama tanpa
rancangan khusus dapat digunakan sebagai informasi tambahan untuk mendukung atau
mengembangkan batas kerja yang tinggi atau spesifikasi penyebaran berlebihan.

BSN 2010

36 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Lampiran A
(normatif)

Prosedur statistik dan program komputer

A.1

Ketidakpastian penghitungan

Ketidakpastian penghitungan diperkirakan dengan membaca cawan pertumbuhan yang


sama lebih dari satu kali. Dari hasil ini, simpangan baku atau simpangan baku relatif dapat
dihitung.
CATATAN Akronim tiga huruf seperti RSD bisa membingungkan dalam rumus matematika, , huruf u
digunakan secara konsisten sebagai simbol untuk simpangan baku relatif.

Diasumsikan suatu cawan (tidak diketahui) berjumlah x koloni karakteristik dan ditandai
dengan x1 , x 2 ,......, x n jumlah yang diamati dalam cawan oleh orang yang sama berulang kali
atau oleh orang yang berbeda.
Menghitung ketidakpastian uz dinyatakan sebagai simpangan baku relatif:

uz =

s( x )
x

dimana

s(x ) =

(x

x)

n 1

dalam hal penghitungan duplikat, cara yang sama dapat dihitung dari

uZ =

2 x1 x2
x1 + x2

Sejumlah besar kasus (cawan) dengan sedikitnya 20 koloni masingmasing diambil secara
acak lebih dari waktunya, tidak dipilih seperti biasanya. Rata-rata kuadratnya diambil sebagai
perkiraan penghitungan relatif rata-rata ketidakpastian.

uZ =

2
u Z21 + u Z2 2 .... + ....u Zn
n

Untuk penilaian yang dapat dipercaya, n harus ada paling sedikit 30.
Tergantung pada orang yang berpartisipasi, berikut istilah yang digunakan:
-

Keberulangan individu (atau pribadi) ; ringkasan hasil dari satu orang yang membaca
cawan yang sama sebanyak dua kali (atau lebih)

BSN 2010

37 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Keberulangan dalam laboratorium: nilai rata-rata bobot (kuadrat) dari keberulangan


individu dari personil laboratorium; suatu ringkasan tentang hasil hitungan yang
diduplikasi atau disalin dari seluruh personal.

Reproduksibilitas dalam laboratorium: rata-rata (kuadratik) dari hasil beberapa orang dari
laboratorium yang sama pada pembacaan cawan yang sama.

Reproduksibilitas diantara laboratorium: hasil rata-rata (kuadratik) dari orang di


laboratorium yang berbeda yang membaca cawan yang sama.

Lihat contoh B.1, B.2, dan B.3


A.2

Uji umum dari proporsionalitas (linearitas)

Misalkan n adalah jumlah koloni dari c1, c2, .cn yang didapat dari studi suspensi tes yang
sama dalam volume atau pengeceran yang berhubungan dengan jumlah R1, R2..Rn.
Perkiraan kemungkinan log dari proporsionalitas (linearitas) dari jumlah, dapat dihitung dari

c
c
c
c

G n2 1 = 2 c1 In 1 + c 2 In 2 + ..... + c n In n ( c )xIn
R
R
R
R

1
2
n

Suatu program BASIC untuk menghitung G 2 dilampirkan.


Suatu nilai panduan yang diperoleh dengan merujuk ke tabel 2 dengan derajat kebebasan
n - 1. Nilai yang melebihi nilai pada tabel menunjukkan permulaan dari proporsionalitas pada
tingkat probabilitas yang dipilih.
CATATAN rumus ini dapat digunakan untuk menguji persesuaian cawan paralel juga memberikan
=Rn = 1) untuk setiap volume relatif. Hasilnya biasanya
angka yang sama (misalnya R1,=R2=
hampir sama seperti indeks penyebaran Poisson yang diberikan pada A.3.

Suatu program BASIC untuk menghitung kemungkinan log umum indeks rasio G2 sesuai
dengan A.2. Lihat contoh B.5.
10

print LIKELIHOOD RATIO INDEX G^2

20

INPUT NUMBER OF TERMS, n = N

30

C=0: R=0:T=0:D=0

40

FOR I= 1 TO N

50

PRINT I=;I

60

INPUT COLONY COUNT =;C

70

INPUT RELATIVE VOLUME =;R

80

IF C=0 THEN W=0: GO TO 100

90

W=CLOG (C/R)

100

S=S+W

110

T=T+R

120

D=D+C

130

NEXT I

140

Y =2(S-D*LOG(D/T)

BSN 2010

38 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

150

Y =(INT(1000*Y+0.5))/1000

160

PRINT

170

PRINT INDEX G^2=;Y

180

PRINT

190

PRINT

200

INPUT ANOTHER SET?(Y/N);A$

210

IF A$=Y OR A$=YGO TO 20 ELSE 220

220

END

CATATAN Pada versi BASIC ini LOG berarti logaritma dasar. Pada versi lain symbol LN mungkin
diperlukan pada baris yang bernomor 90 sampai 140.

A.3

Indeks Penyebaran Poisson

Jumlah koloni paralel c1, c2, .cn dari bagian yang sama untuk suspensi campuran penuh
dapat diuji untuk keacakan dengan menghitung indeks penyebaran Poisson:

n ci2 ( ci )

2
n 1

n ci2

ci

CATATAN 1

Simbol D , dan T1 sering juga digunakan X

CATATAN 2

Rumus umum

G 2 pada A.2 malahan dapat digunakan

Penyebaran yang berlebihan (over dispersion) dapat dideteksi dengan menunjuk pada tabel
distribusi 2 dengan derajat kebebasan n-1
Pisahkan X 2 yang angka pentingnya kecil, terutama sekali jika jumlah cawan paralel (n)
adalah kecil. Hal itu direkomendasikan bahwa jumlah besar (sedikitnya 100) dari susunan
cawan paralel yang dipelajari lebih dari periode yang panjang. Contoh uji harus merupakan
sumber dan alasan yang berbeda.
Nilai X 2 dan derajat kebebasan adalah (aditif) bahan tambahan. Persetujuan umum tentang
beberapa susunan paralel dapat diuji dengan membandingkan jumlah dari nilai X 2 dengan
nilai teoritis 2 dengan derajat kebebasan yang sesuai dengan jumlah derajat kebebasan.
Tes tersebut sangat kuat.
Ketika sekitar 100 individu nilai X 2 tersedia, mereka dapat dikelompokkan dalam kelas
frekuensi, dengan batasan kelas yang dibaca dari tabel 2 yang sesuai. Frekuensi yang
diamati dapat dibandingkan dengan frekuensi yang diharapkan sesuai dengan distribusi
teoritis. Membandingkan distribusi frekuensi dari dua metode dengan cara ini lebih informatif
dibanding jumlahnya saja (lihat Contoh B.6).
Suatu program BASIC untuk menghitung indeks penyebaran Poisson X 2 diberikan pada
A.3.

BSN 2010

39 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Lihat juga contoh B.6.


10

PRINT DISPERSION INDEX X^2

20

INPUT NUMBER OF PARALLELS,n=;n

30

S1=0: S2 = 0

40

FOR I=;I

60

INPUT COLONY COUNT=;C

70

S1=S1+C

80

S2=S2+C^2

90

NEXT I

100

X =(NS2-S1^2)/S1

110

X2=(NT(1000*X+0.5))/1000

120

PRINT

130

PRINT INDEX X^2=X2

140

PRINT

150

INPUT ANOTHER SET?(Y/N)A$

160

IF A$=Y OR A$=y GOTO 20 ELSE 170

170

END

BSN 2010

40 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Lampiran B
(informatif)

Contoh numerik

B.1

Umum

Contoh B.1, B.2 dan B.3 adalah tentang keberulangan dan reproduksibilitas, yaitu hasil dari
membaca cawan yang sama oleh satu atau lebih orang. Contoh B.4 berhubungan dengan
ketangguhan hasil berkenaan dengan waktu inkubasi. Contoh B.5 menggambarkan suatu
analisis linearitas. Contoh 6 menunjukkan cara untuk menggunakan informasi yang
terkandung dalam cawan parallel dan contoh B.7 menggambarkan hitungan dari penyebaran
yang berkelebihan yang tetap dari data tes paralel.
Contoh yang disajikan pada B1 sampai B3 menggambarkan perhitungan yang
direkomendasikan ketika hasil hitungan duplikat atau replika tersedia. Hasil seperti itu
didasarkan pada membaca cawan yang sama berulang kali menurut kondisi yang sama,
yaitu didalam suatu jarak waktu yang lebih pendek dibanding dengan asumsi toleransi yang
diperbolehkan untuk metode tersebut. Dalam praktek waktu rata-rata ini adalah interval
maksimum 1 jam.
Tergantung pada orang-orang yang berpartisipasi, perhitungan formal yang sama (lihat A1)
menghasilkan perkiraan dari pencakupan berbeda.
Cawan perhitungan yang diulang sebaiknya diseleksi secara acak, dengan mengabaikan
cawan yang mengandung kurang dari 20 koloni. Bila tidak, cawan tersebut sebaiknya
merepresentasikan rentang rangkaian aplikasi keseluruhan dari metode tersebut.
Untuk suatu penilaian umum yang layak dapat dipercaya, sedikitnya 30 kasus yang harus
tersedia.
Keterulangan antar laboratorium dapat dipelajari dengan baik dengan mengumpulkan analis
dalam suatu sesi umum daripada mengirimkan dan mengedarkan cawan petrinya.
CATATAN
Dalam penghitungan mikrobiologi yang paling mudah, sebagai penghitungan
koloni dari suatu kultur murni dalam medium reguler untuk membran filter, hasil
penghitungan jumlah dapat diharapkan masuk dalam keterulangan dengan simpangan baku
lebih baik daripada 2 % (RSD < 0.02). Hal ini berlaku hampir sama ketika penghitungan
diulang oleh satu orang atau oleh orang yang berbeda dari laboratorium yang berbeda
sampai beberapa ratus koloni per pawan.
Ketika koloni target harus diidentifikasi dalam suatu populasi campuran berdasarkan
perbedaan warna, ukuran, bentuk, tekstur atau reaksi dengan media pertumbuhan, tugas
penghitungan menjadi lebih sulit. Satu orang analis dapat sering mengulang jumlah yang
cukup akurat tetapi deviasi antara analis yang berbeda menjadi besar. Berapa besar suatu
ketidaktentuan dapat ditoleransikan dalam suatu metode yang valid belum diputuskan.
Simpangan baku relatif lebih besar dripada 0.1 (lima sampai sepuluh kali RSD dari hitungan
kultur murni) adalah suatu tanda tertentu dari suatu masalah atau kesulitan.

BSN 2010

41 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

B.2

Contoh B.1 Keberulangan penghitungan personal

B.2.1

Umum

Dalam contoh data riil berikut pada jumlah total koloni


pada media non-selektif,
keterulangan simpangan baku relatif adalah biasanya lebih besar daripada ideal (RSD <
0.02) seperti yang ditunjuk diatas.
Orang A dan B, bekerja pada laboratorium yang sama secara independen, membaca cawan
yang berbeda dua kali dalam suatu jangka waktu singkat. Jumlah duplikat ditunjukkan
dengan x1 dan x 2 .
B.2.2

Perhitungan

Rata-rata ( m ) dan simpangan baku ( s ) dari masing-masing pasangan dihitung pertama


kali. Dari mereka nilai-nilai RSD = s / m diperoleh (kolom yang kedua dari belakang).
Cawan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

x1

x2

129
417
73
49
86
37
112
204
66
306

122
377
80
52
81
39
115
214
71
299

125,5
397,0
76,5
50,5
87,5
38,0
113,5
209,0
68,5
302,5

4,95
28,28
4,95
2,12
3,54
1,41
2,12
7,07
3,54
4,95

RSD
0,0394
0,0712
0,0647
0,0420
0,0423
0,0372
0,0187
0,0338
0,0516
0,0164

Orang
A
A
A
A
B
B
B
B
B
B

Penilaian kemampuan dapat mengulang rata-rata perseorangan diperoleh sebagai berikut:


Orang A:

RSD A =

0,0394 2 + 0,0712 2 + 0,0647 2 + 0,0420 2


= 0,056
4

Orang B:

RSD B =

0,04232 + ...... + 0,0164 2


= 0,036
6

Untuk memperoleh keterulangan simpangan baku relatif yang disertakan dalam kelompok
pada laboratorium dimana A dan B adalah teknisi, rata-rata kuadrat dari semua sepuluh nilai
dapat dihitung dengan cara yang sama.

RSD c =

0,0394 2 + 0,0712 2 + ...... + 0,0164 2


= 0,046
10

BSN 2010

42 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Suatu penilaian yang tidak disertakan dalam kelompok bias lebih sesuai. Hal itu dapat
diperoleh dengan mengambil rata-rata kuadrat dari rata-rata perseorangan:

RSDc =

RSD A2 + RSDB2
=
2

0,056 2 + 0,036 2
= 0,047
2

B.3
Contoh B2 Penilaian kemampuan dapat mengulang yang dikelompokkan :
Analisis tentang varian
Nilai rata-rata untuk satu orang atau laboratorium sebagai suatu keseluruhan dapat juga
diperoleh dengan satu cara analisis varian. Jumlah koloni x1 dan x 2 dalam Contoh
B.1 dikonversikan ke nilai - In mereka dan kemudian varian diantara dan didalam dianalisis.
Analisis varian dari semua keterulangan hasil ditunjukkan dibawah ini:
db

JK

KT

Antar-cawan

10,4817

1,1646

Didalam cawan

10

0,0190

0,0019

Keterangan:
db = derajat bebas
JK = jumlah kuadrat
KT = Kuadrat Tengah (varian)

Varian cawan KT merupakan keterulangan hasil yang disertakan dalam kelompok.


Simpangan baku relatif untuk keterulangan adalah akar kuadrat dari kuadrat rata-rata
didalam cawan (karena simpangan baku dalam skala In dengan kasar sesuai dengan
simpangan baku relatif dalam skala aritmatik).

RSD c = 0,0019 = 0,044


Nilainya sangat hampir sama seperti dalam Contoh B.1.
Jika nilai tinggi (lebih daripada 0.1) mungkin perlu untuk melihat kembali pada tabel untuk
menguji nilai individual RSD untuk mencari alasan. Satu nilai yang kebetulan besar mungkin
bertanggung jawab, atau mungkin ada suatu kecenderungan pada jumlah rata-rata koloni.
Hal ini dapat digambarkan dengan sangat baik secara grafik dengan memplot nilai RSD
terhadap jumlah koloni.
Keterulangan personal atau intra laboratorium dibutuhkan sebagai suatu nilai dasar ketika
memperkirakan suatu fitur ketangguhan seperti sensivitas waktu atau reproduksibilitas
penghitungan Nilai ideal dari 0,02 sering terlalu optimistik.

BSN 2010

43 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

B.4

Contoh B.3 Reproduksibilitas penghitungan diantara laboratorium

Dua orang (A1, A2) dari laboratorium A dan tiga (B1, B2, B3) dari laboratorium B yang
digabungkan dalam suatu sesi penjumlahan koloni yang disusun oleh laboratorium B. Cawan
agar standar diambil dari penentuan rutin dan dibaca oleh setiap peserta. Cawan dengan
kurang lebih 30 koloni dihilangkan. Hasil dari enam cawan ditunjukkan dalam daftar dibawah
Cawan
1

A1
33

A2
26

B1
33

B2
34

B3
33

Rata-rata
31,8

RSD
0,1029

160

156

166

176

174

166,4

0,0520

142

128

142

146

139

139,4

0,0491

78

97

81

81

83

84,0

0,0891

89

94

81

94

92

90,0

0,0603

38

44

38

42

40

40,4

0,0645

Enam cawan yang jauh sangat sedikit untuk suatu penilaian umum yang dapat dipercaya,
tetapi menggambarkan perhitungan.
Rata-rata kuadratik dari simpangan baku relatif adalah:

RSD c =

0,1029 2 + 0,0520 2 + 0,04912 + 0,08912 + 0,06032 + 0,0645 2


= 0,0724
6

Dibandingkan dengan kemampuan menghasilkan kembali hitungan dalam satu laboratorium


(Contoh B.1 dan B.2) nilai diperoleh dalam percobaan kolaboratif ini hampir dua kali nilai itu.
Analisis dari varian mungkin digunakan dalam pencarian perbedaan sistematik diantara
orang atau diantara laboratorium.
B.5

Contoh B.4 Ketangguhan : sensivitas waktu dari penghitungan koloni

Ketergantungan dari jumlah koloni pada inkubasi dapat secara mudah diuji dengan
menghitung dua kali cawan yang sama : pada dua waktu inkubasi yang berbeda yang
diperbolehkan oleh metode itu.
Dalam analisis coliform total dengan metode membran filtrasi (MF) sesuai dengan ISO,
membran filter akan diinkubasikan selama 18 jam sampai 24 jam pada suatu temperatur
yang ditetapkan.
Untuk menguji validitas dari batas yang diberikan, lima contoh uji air diuji dengan metode
MF. Cawan membran filter dengan jumlah koloni yang dapat dipercaya dihitung setelah 18
jam dan 24 jam.
Hasilnya didaftar dibawah:
Contoh uji
1
2
3
4
5
BSN 2010

Jumlah 18 jam
90
44
70
8
29

Jumlah 24 jam
93
88
69
49
69
44 dari 56

Perubahan %
+3
+ 100
-2
+ 613
+ 238

SNI ISO/TR 13843:2011

Dalam hanya dua contoh uji (1 dan 3), perbedaan antara 18 jam dan 24 jam jumlah sesuai
dengan kemampuan dapat mengulang yang normal dari hitungan (CV = 3% sampai 4%)
digambarkan oleh contoh B.2 dan B.3.
Biasanya tidak ada yang perlu terhadap hasil tes/uji dari percobaan secara statistik seperti
itu. Pada dasarnya, satu pengecualian yang jelas adalah cukup untuk menolak hipotesis dari
ketangguhan. Dalam contoh ini, setiap satu dari contoh uji 2, 4 dan 5 menunjukkan bahwa
perubahan jumlah yang sangat banyak dalam rangkaian yang dapat diterima yang
diasumsikan.
Hasil dari contoh ini akan ditafsirkan sehingga baik spesifikasi untuk toleransi waktu inkubasi
atau ruang lingkup dari metode dipertimbangkan kembali.
B.6 Contoh B.5 Analisis dari suatu uji proporsional : batas atas dari kinerja detektor
B.6.1

Umum

Suatu contoh uji natural diencerkan sebelumnya ke tingkat yang sesuai untuk suatu seri
pengenceran dari enam langkah berurutan untuk 1:2, disiapkan sesuai dengan rencana yang
disajikan pada lampiran C.
Tiga cawan paralel dibuat dari masing-masing pengenceran dengan menggunakan teknik
sebar permukaan. Koloni dihitung setelah inkubasi dua hari.

Pengenceran
-1

2
2-2
2-3
2-4
2-5
2-6

B.6.2

Jumlah
Si

Volume
relatif
VR,i

Si/ VR,i

162
148
97
68
24
17

487
385
322
184
89
41

32
16
8
4
2
1

15,22
24,06
40,25
46,00
44,50
41,00

Total :

1508

63

Jumlah Paralel
121
109
111
56
36
11

204
128
114
60
29
13

Rasio

Uji proporsionalitas umum

Untuk menguji proporsionalitas umum (linearitas) dari jumlah koloni dan volume contoh uji,
itu cukup untuk menghitung indeks rasio kemungkinan log (G2) untuk persetujuan jumlah dari
jumlah koloni paralel dengan volume relatif respektif.
Jumlah harus setuju dengan rangkaian geometrik 32/16/8/4/2/1.
Uji statistik mempunyai 6 -1 = 5 derajat bebas
Sesuai dengan rumus (lampiran A, aitem A.2):

G52 = [487 In(487/32) + 385 In (385/16) + 322In (322/8) + 184 In (184/4 + 89 In (89/2)
+ 41In (41/1) - 1508 In (1508/63) ] = 292,526
BSN 2010

45 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Nilai dari indeks diperbandingkan dengan distribusi 2 dengan lima tingkat kebebasan. Nilai
yang dihitung melebihi nilai teoritis untuk 0.1% (20,515), yang mana berarti bahwa linearitas
umum dari hasil yang sangat jelek. (Kesimpulan adalah jelas bahwa dalam hal ini bahkan
tanpa perhitungan,dan dapat dicapai dengan benar-benar melihat pada jumlah dalam tabel
itu). Secara jelas rasio 2 : 1 antara pelemahan suksesif tidak disadari dalam jumlah koloni.
Kesimpulannya, oleh karena itu, bahwa sistem detektor tidak linear dalam contoh uji ini
dalam jumlah rangkaian koloni dari 41/3 = 14 sampai 483/3 = 161 koloni per cawan. Dari
inspeksi jumlah, atau bahkan lebih secara jelas dari jumlah per volume relatif (S1/V1), yang
dapat disimpulkan bahwa jumlah koloni yang tinggi menyimpang sebagian besar dari
harapan. Detektor telah menjadi disfungsional bahkan dibawah 160 koloni per cawan.
Dengan uji proporsionalitas yang serupa yang dilakukan pada contoh uji yang berbeda,
sejumlah nilai yang dipasangkan dapat diperoleh: jumlah rata-rata yang paling tinggi diuji
(161 dalam hal ini) dan nilai indeks penyebaran yang diobservasi (G2 = 292,526 dalam hal
ini). Merencanakan nilai indeks pada diagram pedoman membantu menentukan jumlah
koloni yang paling tinggi dimana proporsionalitas dari metode tersebut cukup.
Suatu contoh uji dari 14 contoh uji diuji dengan cara ini ditunjukkan pada gambar B.1. Suatu
nilai garis pedoman yang berubah-ubah untuk 15,09 (probabilitas 1%) dipilih dan ditunjukkan
dengan sebuah garis horisontal. Titik diatas garis termasuk rangkaian dengan
proporsionalitas yang jelek. Poros horisontal (cmaks) memberikan jumlah rata-rata per cawan
dari pelemahan yang paling rendah yang termasuk dalam uji proporsionalitas. Garis
horisontal dan miring memotong pada jumlah koloni rata-rata dimana probabilitas dari
proporsionalitas memadai menjadi kurang daripada 1%.

Gambar B.1 Linearitas dari seri penghitungan dari enam pengenceran biner yang
bertahap dari 14 contoh uji.
Linearitas yang diukur berkenaan dengan G2.cmax= jumlah koloni rata-rata per cawan dari
pengenceran dengan jumlah koloni tertinggi.
Akhirnya tidak selalu sejelas contoh ini. Suatu analisis yang lebih terperinci dari data
mungkin dibutuhkan untuk menjelaskan ketiadaan proporsionalitas.
BSN 2010

46 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

CATATAN 1 Penggunaan dari pemberian alasan diatas mengisyaratkan bahwa semua seri yang
termasuk dalam studi proporsionalitas mempunyai jumlah yang sama untuk pengenceran yang dapat
dihitung (tingkat kebebasan). Jika hal itu akan terjadi bahwa semua seri tidak mempunyai jumlah yang
sama pengenceran pengenceran yang dapat dihitung, ukuran proporsionalitas lainnya I = G2/(n-1)
akan digunakan. Nilai panduan menjadi agak lebih tidak jelas dalam contoh ini karena I = 2/( )
bukan suatu yang tetap tetapi tergantung pada tingkat kebebasan ( ).

CATATAN 2
I = 2/( ) digunakan untuk disebut rasio Lexis, untuk menghormati Lexis ekonom
Jerman. Hal itu seringkali ditunjukkan dengan simbol L.

Untuk menguji pada perincian yang lebih besar dimana kehilangan linearitas berlangsung,
indeks total G52 = 292,526 dapat dibagi lagi dalam perbandingan orthogonal dengan bekerja
naik atau turun tabel dan membentuk perbedaan secara berturut-turut untuk setiap jumlah
individu, dengan semua jumlah dibawah yang diambil bersama-sama.
B.7
B.7.1

Contoh B.6 Data cawan paralel


Umum

Data pada jumlah cawan paralel dengan mudah dikumpulkan. Mereka berguna untuk
validasi metode karena perbedaan teknis antara cawan paralel terdiri dari hampir tidak ada
lainnya daripada kesalahan volume dalam pemipetan. Kecuali kalau beberapa adalah
kesalahan secara radikal dengan teknik pemipetan, ketidakpastian volume secara praktis
menghilang diantara partikel acak yang menyebar (6.1).
Persesuaian statistik (keacakan) dari suatu susunan cawan paralel dapat diukur dengan
menghitung indeks Poisson dari penyebaran sesuai dengan A.3 atau indeks rasio
kemungkinan log sesuai dengan A.2.
Jika pertentangan yang kuat dengan keacakan Poisson diobservasi, sebabnya hampir pasti
sesuatu lainnya daripada ketidakakurasian pemipetan. Dengan cara ini analisis dari data
cawan paralel dapat menjalankan tujuan dari validasi metode.
Suatu nilai indeks individu dapat digunakan untuk menilai reliabilitas statistik dari susunan
cawan paralel khusus itu. Suatu nilai indeks yang tinggi terlalu sering, dibandingkan dengan
distribusi 2, yang mungkin menunjukkan bahwa rata-rata dari susunan itu tidak reliabel.
Dalam cara ini indeks penyebaran Poisson adalah suatu alat AQC yang penting.
Lebih secara penting, nilai-nilai indeks yang dikumpulkan dari suatu jumlah yang besar
contoh uji-contoh uji yang berbeda yang dapat digunakan untuk panduan pada aspek-aspek
dari kinerja metode. Data pada dua metode memberikan suatu kesempatan untuk
membandingkan reliabilitas relatif mereka, dan validasi kedua yang akan beruntung dari
suatu perbandingan dengan spesifikasi yang berkembang selama validasi primer.
B.7.2

Distribusi frekuensi dari indeks Poisson

Tabel berikut menunjukkan beberapa baris pertama dari data pada jumlah paralel (B1, B2)
dari enam puluh contoh uji. Mereka menggambarkan suatu rangkaian besar dari konsentrasi
partikel. Indeks penyebaran Poisson (X2) dihitung untuk setiap susunan paralel sesuai
dengan A.3.

BSN 2010

47 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Suspensi
1
2
3
4
5

B1
256
228
89
27
143

X2
3,792
17,979
1,832
0,071
0,721

B2
302
146
108
29
129

Sebagai contoh, untuk pasangan hasil pertama nilai X2 diperoleh dari perhitungan:

X2 =

2(256 2 + 302 2 )
(256 + 302) = 3,792
256 + 302

Indeks tersebut mempunyai suatu distribusi statistik teoritis. Distribusi yang diobservasi dari
indeks-indeks dapat dibandingkan dengan harapan teoritis dengan mencatat frekuensi nilai
indeks dari ukuran yang berbeda. Batas-batas kelas yang diperoleh dari poin persentase
distribusi 2. Untuk melakukan itu, poin persentase dari distribusi 2 dengan tingkat
kebebasan yang sesuai (satu lebih kecil daripada jumlah paralel) yang harus
dikonsultasikan. Dalam hal ini tabel untuk satu derajat kebebasan yang dibutuhkan.
P

0,95

0,90

0,80

0,70

0,60

0,50

0,40

0,30

0,20

0,10

0,05

0,004 0,016 0,064 0,148 0,256 0,455 0,722 1,07

1,62

2,71

3,84

Cara yang paling sederhana untuk menggunakan tabel adalah membangun batas-batas
kelas untuk suatu distribusi yang tetap/genap untuk frekuensi yang diharapkan. Sebagai
contoh, dari semua nilai indeks, 20% diharapkan untuk turun dengan kesempatan pada
setiap lima kelas dengan batas-batas berikut :
Kelas 1

0 sampai 0,064

Kelas 2

0,064 sampai 0,256

Kelas 3

0,256 sampai 0,722

Kelas 4

0,722 sampai 1,62

Kelas 5

> 1,62

Frekuensi yang diharapkan pada masing-masing kelas tergantung pada jumlah kelas yang
dipelajari. Dengan 60 kasus (contoh dibawah), harapan akan jadi 12 observasi turun pada
setiap kelas.
Lainnya daripada distribusi genap/tetap dapat dibangun dengan suatu cara yang serupa.
Suatu konstruksi yang berbeda ditunjukkan pada contoh dibawah. Data dibagi dalam enam
kelas, dengan 5%, 15%, 30%, 30%, 15%, dan 5% kasus yang diharapkan pada kelas
masing-masing.
Data itu ditunjukkan pada kasus contoh diatas untuk satu metode khusus (metode A).
metode lainnya (metode B) diuji secara serempak pada suspensi yang sama dengan cara
yang sama secara tepat. Indeks-indeks penyebaran dari cawan paralel dengan metode itu
dihitung dan dikumpulkan juga pada kelas-kelas frekuensi. Hasil disajikan pada Tabel B.1.
BSN 2010

48 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Tabel B.1 Perbandingan dari frekuensi indeks penyebaran yang diobservasi dari dua
metode dengan harapan teoritis
Kelas
frekuensi

Batas kelas
atas

Frekuensi yang
diharapkan

0,004

Frekuensi yang diobservasi

Metode A
1

Metode B
2

0,064

0,455

18

10

10

1,64

18

15

22

3,84

10

10

>3,84

21

Total

60

60

60

Dengan jelas penentuan paralel dari metode B lebih dekat kepada harapan teoritis.
Penyesuaian dapat diuji dengan uji kesesuaian dan kebaikan dalam persesuaian kasus
dengan distribusi Poisson yang telah ditunjukkan pada spesifikasi. Jika metode A dan B
adalah ekuivalen sebaliknya, observasi dengan jelas menyokong pilihan dari metode B.
Suatu pemeriksaan yang lebih terperinci dari nilai indeks mungkin menyatakan alasan untuk
jumlah yang berlebihan dari nilai yang sangat tinggi dengan metode A. Jika ditemukan yang
berhubungan dengan jumlah koloni, itu dapat digunakan sebagai informasi tambahan
tentang batas atas kerja dari metode itu.
B.8 Contoh B.7 perhitungan dari komponen penyebaran berlebihan dari data
jumlah paralel
Kapanpun observasi paralel dalam bentuk data jumlah yang tidak dirubah ada tersedia,
prinsip itu digambarkan pada 6.2.3 [persamaan (12)] dapat digunakan untuk menilai
komponen tambahan (penyebaran berlebihan) dari prosedur analitis.
Contoh berikut didasarkan pada suatu uji kinerja metode multicentre. Lebih dari 50
laboratorium yang berpartisipasi. Hasil dari dua belas laboratorium diambil untuk
menggambarkan penghitungan.
Setiap laboratorium mempelajari suatu contoh uji milik mereka. Hal itu hanya disetujui
sebelumnya sehingga contoh uji harus menggambarkan jenis bahan yang sama (air
pembuangan kota). Semua menggunakan prosedur analitis yang sama kecuali bahwa setiap
laboratorium mempunyai kebebasan yang lengkap/sempurna untuk bagaimana mereka
mencampur dan mencairkan contoh uji yang mereka telah ambil.
Sebagai suatu akibat, hasil dari laboratorium yang berbeda mempunyai jumlah koloni ratarata yang berbeda secara luas pada pengenceran yang mereka telah ada tersedia untuk
menghitung.
Rancangan percobaan ini terdiri dari empat rangkaian pengenceran yang dibuat dari
suspensi contoh uji homogen. Satu cawan setiap pengenceran dibuat. Laboratorium
diinstruksikan untuk memilih pengenceran yang sama pada semua empat rangkaian untuk
menghitung.
BSN 2010

49 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Tabel B.2 Hasil dari laboratorium yang berbeda


Hasil paralel
C2
C3
233
218

C4
254

Varian

VTM

C1
198

225,8

560,2

2,48

155

145

150

131

145,3

106,9

0,75

58

53

64

66

60,3

34,9

0,58

37

42

38

31

37,0

20,7

0,56

124

106

92

117

109,8

194,9

1,78

28

17

11

20

19,0

50,0

2,63

167

238

213

206

206,0

864,7

4,20

10

12

13

10,8

4,9

0,46

66

84

94

71

78,8

160,9

2,04

10

13

8,3

11,6

1,40

11

204

186

225

216

207,8

284,2

1,37

12

162

141

166

199

167,0

575,3

3,45

Laboratorium

c = jumlah rata-rata per cawan


VTM = varian untuk rasio rata-rata (rasio Lexis).

Menurut prinsip yang diberikan pada 6.2.3, garis regresi dari VTM (=Y) pada c diharapkan
untuk mempunyai bentuk:
Y = 1 + u2c
Kemiringan garis hingga memberikan suatu penilaian untuk penyebaran berlebihan kuadrat
yang tetap.
Rata-rata dan varian didasarkan pada suatu jumlah kecil (empat) dari paralel. Sebaran acak
yang dapat dipertimbangkan adalah untuk diharapkan pada penilaian rasio mereka. Fakta ini
adalah bukti yang secara jelas ketika hasil dari penelitian ini direncanakan (Gambar B.2).

BSN 2010

50 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Gambar B.2 Ketergantungan dari varian untuk rasio rata-rata pada jumlah koloni
rata-rata pada suatu percobaan dengan contoh uji air pembuangan
Setiap titik menggambarkan satu contoh uji yang dipelajari oleh suatu laboratorium yang
berbeda. Rata-rata dan varian didasarkan pada jumlah koloni yang tidak dirubah pada empat
penentuan parallel dari suatu suspensi tes.
Karena dari sebaran yang besar, keraguan yang dapat dianggap tetap apakah garis regresi
secara akurat menggambarkan hubungan yang benar. Lebih banyak data yang akan
dibutuhkan untuk menilai kemiringan dengan suatu tingkat kepercayaan yang tinggi.
Kalkulasi itu dapat namun diteruskan untuk menggambarkan metode itu.
Garis regresi kuadrat terkecil (The least squares regression line) disesuaikan pada titik data
yang mempunyai persamaan:
Y = 0,99 + 0,00766c
Konstanta (0,99) terjadi sangat dekat nilai yang diharapkan 1,0. Kemiringan memberikan
nilai penyebaran data berlebihan kuadrat u2 = 0.00766. Variasi yang lebih sebagai nilai
simpangan baku relatif oleh karena itu u = 0.088.
Kemiringan tidak signifikan secara statistik. Hal itu tidak menunjukkan dengan meyakinkan
bahwa ada sumber variasi sebagai tambahan untuk distribusi Poisson. Tidak sebaiknya
untuk meneruskan lebih jauh dalam penafsiran. Hasilnya bagaimanapun cukup menarik
sehingga orang mungkin menyimpulkannya cukup baik/bermanfaat usaha untuk
mengumpulkan data yang serupa untuk mampu menilai kemiringan dengan kepercayaan
yang lebih tinggi.
CATATAN Tergantung pada rencana percobaan apa komponen-komponen dari ketidakpastian
kandungan konstanta penyebaran berlebihan. Faktor utama yang mungkin telah menyebabkan variasi
tambahan dalam rencana percobaan khususnya ini adalah :
- mungkin kekurangan campuran sempurna dari contoh uji itu
- kesalahan acak volumetrik dalam dillusi
- ketidak pastian hitungan perseorangan

BSN 2010

51 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Nilai konstanta 0,088 berarti bahwa komponen - komponen yang ditambah hanya sekitar
9 %. Heterogenitas contoh uji, ketidakpastian volumetric kumulatif dan kemampuan dapat
mengulang hitungan perseorangan yang mungkin dikombinasikan ditafsirkan untuk tetap di
dalam batas-batas yang dapat diterima.
Dalam rencana ini, dimana setiap laboratorium yang menggunakan sebuah contoh uji dari
milik mereka, tidak ada yang dapat dipelajari tentang kecakapan relatif dari laboratorium
yang berbeda. Semua perbedaan dalam penemuan relatif, penafsiran dari penampilan koloni
dan fungsi dari media bahan gizi yang telah hilang. Untuk memasukkan faktor-faktor ini,
semua laboratorium sudah akan mempelajari suatu contoh uji yang identik dan prosedurprosedur identik yang diikuti.
Jika hasil parallel telah jadi jumlah parallel dari botol dillusi akhir yang sama, kemudian faktor
penyebaran berlebihan tidak akan memasukkan ketidakserbasamaan bahan dan
ketidakpastian dillusi. Hanya sumber-sumber tambahan yang tetap akan dipipetkan dan
dihitung.

BSN 2010

52 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Lampiran C
(informatif)

Contoh dari eksperimen pengesahan

C.1

Jumlah cawan dan cawan penyebaran (diulang untuk contoh uji yang berbeda)

C.2

Filtrasi membran (diulang untuk contoh uji yang berbeda)

CATATAN
Data apapun pada jumlah yang ditiru atau cawan paralel yang ada tersedia dapat
digunakan untuk studi dari perincian khusus validasi. Sensivitas dan selektivitas harus dibuktikan
sebelum penggunaan dari rancangan ini.

BSN 2010

53 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

Bibliografi

FAO Manual of Food Quality Control 12. Quality assurance in the food control
microbiological laboratory.(FAO Food and Nutrition Paper 14/12. Rome, 1991. 154 pp.)
Report on Public Health and Medical Subjects No. 71. Methods for the Examination of
Waters and Associated Materials. The Microbiology of Water. Part 1 Drinking Water.
HMSO, 1994.
ISO 3534-1:1993, Statistics Vocabulary and symbols Part 1: Probability and general
statistical terms, and ISO 5725 (all parts), Accuracy (trueness and precision) of
measurement methods and results.
ISO 9998:1991,Water quality Practices for evaluating and controlling microbiological
colony count media used in water quality tests.
Quantifying uncertainty in analytical measurement. 1995. Eurachem. ISBN 0-948926-08-2
Guide to the expression of uncertainty in measurement. (GUM), 1995. International
Organization for Standardization, Geneva. ISBN 92-67-10188-9
Handbook for Microbiological Laboratories. Introduction to Internal Quality Control of
Analytical Work. Nordic Committee on Food Analysis (NMKL), Report No. 5, 1989.
Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater, 18th ed. 1992. APHA,
AWWA, WEF. [9] ISO 7218:1996, Microbiology of food and animal feeding stuffs General
rules for microbiological.
prEN 275-061:1997 E. Microbiology of food and animal feeding stuffs Protocol for the
validation of alternative methods.
ANSCOMBE, F.J. Sampling theory of the negative binomial and logarithmic series
distributions. Biometrika, 37, 1950, pp. 358-382.
COCHRAN, W.G. Estimation of bacterial densities by means of the "Most Probable Number".
Biometrics, 6, 1950, pp. 39-52.
COCHRAN, W.G. Sampling Techniques, 3rd edn. John Wiley & Sons, New York, 1977.
EL-SHAARAWI, A.H., ESTERBY, S.R. and Dutka, B.J. Bacterial density in water determined
by Poisson or negative binomial distributions. Appl. Environ. Microbiol., 41, 1981, pp. 107116.
FISHER, R.A. The negative binomial distribution. Ann. Eugenics, 11, 1941, pp. 182-187.
[
FISHER, R.A., THORNTON, G.G. and MACKENZIE, W.A. The accuracy of the cawaning
method of estimating the density of bacterial populations. Ann. Appl. Biol., 9, 1922, pp. 325359.
HAVELAAR, A.H., HEISTERKAMP, S.H., HOEKSTRA, J.A. and MOOIJMAN, K.A.
Performance characteristics of methods for the bacteriological examination of water.Water
Sci. Technol., 27, No. 3-4, 1993, pp. 1-13.
BSN 2010

54 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

HORWITZ, W. 1988. Protocol for the design, conduct and interpretation of collaborative
studies. Pure & Appl. Chem., 60, pp. 855-864.
HURLEY, M.A. and ROSCOE, M.E. Automated statistical analysis of microbiological
enumeration by dilution series. J. Appl. Bacter., 55, 1983, pp. 159-164.
JARVIS, B. Statistical aspects of the microbiological analysis of foods. Progr. Ind. Microbiol.,
21, 1989, p. 179.
LIGHTFOOT, N.F. and MAIER, E.A. (eds.). Microbiological analysis of food and water.
Guidelines for quality assurance. Elsevier, Amsterdam, 1998, 266 p.
LIGHTFOOT, N.F., TILLETT, H.E., BOYD, P. and EATON, S. Duplicate split samples for
internal quality control in routine water microbiology. Lett. Appl. Microbiol., 19, 1994, pp. 321324.
MASSART, D.L., VANDEGINSTE, B.G.M., DEMING, S.N., MICHOTTE, Y. and KAUFMAN,
L. Chemomertics: a textbook. Data handling in science and technology. Vol. 2. Elsevier,
Amsterdam, 1988, 488 p.
MCCLURE, F.D. Design and analysis of qualitative collaborative studies: minimum
collaborative program. J. Assoc. Off. Anal. Chem., 73, 1990, pp. 953-960.
MOSSEL, D.A.A., BONANTS-VAN LAARHOVEN, T.M.G., LIGTENBERG-MERKUS, A.M.T.
and WERDLER, M.E.B. Quality assurance of selective culture media for bacteria, moulds
and yeasts: an attempt at standardization at the international level. J. Appl. Bacteriol., 54,
1983, pp. 313-327.
NIEMEL, S.I. Quantitative estimation of bacterial colonies on membrane filters. Ann. Acad.
Sci. Fenn., Ser. A. IV Biologica, 1965.
NIEMEL, S.I. A semi-empirical precision control criterion for duplicate microbial colony
counts. Lett. Appl. Microbiol., 22, 1996, pp. 315-319.
NIEMEL, S.I. Performance characteristics of microbiological water analytical methods.
European Training Courses on Water Quality Measurements. Course A: Monitoring and
Measurements of Lake Recipients.Helsinki, Finland 25-29 August 1997.
STUDENT. On the error of counting with a haemacytometer. Biometrika, 5, 1907, pp. 351360.
TILLETT, H.E., LIGHTFOOT, N.F. and EATON, S. External quality assessment in water
microbiology: statistical analysis of performance. J. Appl. Bacteriol., 74, 1993, pp. 497-502.
TILLET, H. E. and LIGHTFOOT, N.F. Quality control in environmental microbiology
compared with chemistry: What is homogeneous and what is random?Water Sci. Technol.,
13, 1995, pp. 471-477.
TOMASIEWICZ, D.M., HOTCHKISS, D.K., REINBOLD, G.W., READ, R.B. Jr. and
HARTMAN, P.A. The most suitable number of colonies on cawanes for counting. J. Food
Protect., 43, 1980, pp. 282-286.

BSN 2010

55 dari 56

SNI ISO/TR 13843:2011

WEISS, H. and DAHMS, S. Statistically based analyst performance assessment for


microbiological analysis. Chapter 37 in: Analytical Quality Assurance and Good Laboratory
Practice in Dairy Laboratories.International Dairy Federation Special Issue No. 9302, 1993.
ISBN 92 9098 010 2.
YOUDEN, W.J. and STEINER, E.H. Statistical Manual of the AOAC. Association of Official
Analytical Chemists. Arlington, VA, USA, 1975, ISBN 0-935584-15-3.

BSN 2010

56 dari 56