Anda di halaman 1dari 18

ICHTYOLOGI

Sistem rangka
Dibuat untuk memenuhi salah satu tugas ichtyologi

Kelompok 2:
Yuko Nala Dwibarqi
Gita Nugraha
Annisa Dian Islami
Aninda Nurfadhilah Putri
Azhlimsyah R.P
Thaha Yasin
Rifai Dermawan
Azka Iqbal Musoffa

UNIVERSITAS PADJADJARAN
2013

Kata Pengantar
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirabbilalamin. Segala puji bagi
Allah yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya kepada kami untuk menyelesaikan
makalah ini dengan baik. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda
tercinta

yakni

nabi

muhammad

SAW.

Makalah ini bertujuan agar pembaca dapat mengetahui tentang sistem rangka yang dimiliki ikan,
ini kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini disusun oleh kami
sebagai penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri kami maupun yang
datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran, kerjasama dan terutama pertolongan dari
Tuhan akhirnya makalah ini dapat kami selesaikan .

Makalah ini memuat tentang sistem rangka yang dimiliki ikan, ini sangat berguna untuk
menambah wawasan pembaca tentang sistem rangka seperti apa yang dimiliki ikan. Penyusun
juga mengucapkan terima kasih kepada tim Dosen Ikhtiologi yang telah membimbing kami
sebagai penyusun agar dapat mengetahui lebih dalam tentang sistem rangka yang dimiliki ikan.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Kami sebagai
penyusun menyadari makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan oleh karena itu sekiranya
kami mendapatkan saran dan kritik untuk hasil yang lebik baik. Terima kasih atas segala
perhatiannya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
12 Maret 2013
Penyusun

Kelompok 2

BAB 1
PENDAHULUAN
Sistem rangka merupakan suatu sistem yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari
tubuh yang sifatnya menyokong dan melindungi. Sistem ini melindungi eksoskeleton dan
endoskeleton. Endoskeleton secara embriologis berasal dari epidermis saja, dermis saja atau
keduanya. Endoskeleton umumnya dijumpai pada hewan invertebrata. Pada vertebrata lebih
dikenal dengan dermal skeleton (Adnana, 2010). Sistem rangka merupakan suatu sistem yang
dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh yang sifatnya menyokong dan melindungi.
Sistem ini melindungi eksoskeleton dan endoskeleton. Endoskeleton secara embriologis berasal
dari epidermis saja, dermis saja atau keduanya. Endoskeleton umumnya dijumpai pada hewan
invertebrata. Pada vertebrata lebih dikenal dengan dermal skeleton (Adnana, 2010).
Sistem rangka dibagi menjadi dua yaitu rangka sumbu (rangka aksial), dan rangka
anggota (rangka apendikular). Rangka aksial meliputi tengkorak (cranium), tulang belakang
(kolumna vertebralis), tulang rusuk (costae) dan tulang dada (sternum). Rangka anggota meliputi
gelang bahu (gelang pectoral) dengan rangka anggota depan, dan gelang pinggul (gelang pelvic)
dengan rangka anggota belakang (Adnanb, 2010)
Menurut Anonima (2010), tulang- tulang kerangka diklasifikasikan menurut bentuknya dan
formasinya yaitu :
1. tulang panjang atau tulang pipa , terutama dijumpai pada anggota gerak. Tulang
panjang terdiri atas bagian batang dan bagian ujung, tulang pipa bekarja sebagai alat
ungkit dari tubuh dan memungkinkannya bergerak
2. tulang pendek, contohnya pada tuang carpalia di tangan dan tarsalia di kaki. Sebagia
besar terbuat dari tulang jarak karana diperlukan sikap yang ringan dan kuat. Tulangtulang ini diselubungi dengan jaringan padat tipis.kerena kuatnya muka tulang pendek
mampu mendukung seperti tampak pada pergelangan tangan.

3. tulang pipih, terdiri atas dua lapisan jaringan tulang keras dengan tenganya tulang
lapisan seperti spons. Dijumpai paa tulang tengkorak, tulang punggung, iga-iga, dan
scapula.
4. tulang tak beraturan adalah tuang yang tidak dapat dimasukkan dari salah-satu dari
ketiga kelas tadi contohnya vertebra dan tulang wajah
5. tulang sesanoid termasuk kelompok lain. Ia berkembang di dalam otot-otot dan
dijumpai didekat sendi.misal patella.
Air memiliki kerapatan yang lebih besar dibandingkan udara sehingga hewan lebih sulit
bergerak di air. Namun sebaliknya, air memiliki gaya angkat yang lebih besar dibandingkan
dengan udara. Beberapa hewan yang hidup di air memiliki struktur tubuh dan sistem gerak yang
khas. Untuk bergerak didalam air, ikan memiliki:
1. Bentuk tubuh yang aerodinamis (streamline) untuk mengurangi hambatan ketika bergerak
didalam air.
2. Ekor dan sirip ekor yang lebar untuk mendorong gerakan ikan dalam air.
3. Sirip tambahan untuk mencegah gerakan yang tidak di inginkan.
4. Gelembung renang untuk mengatur gerakan vertical; Susunan otot dan tulang belakang yang
flexsibel untuk mendorong ekor ikan didalam air.

BAB 2
PEMBAHASAN
Fungsi dan struktur rangka
Rangka berfungsi untuk menegakkan tubuh, menunjang atau menyokong organ-organ
tubuh, melindungi organ- organ tubuh dan berfungsi pula dalam pembentukan butir darah merah.
Pada beberapa ikan modifikasi tulang penyokong sirip menjadi penyalur sperma kedalam saluran
reproduksi ikan betina. Dalam perikanan terdiri dari tulang sejati dan terdiri dari tulang
rawan.Seluruh rangka Elasmobranchii terdiri dari tulang rawan, sedangkan Osteischthyes terdiri
dari tulang sejati. Tulang Osteichthyes awalanya terbentuk dari tulang rawan, kemudian
materinya menjadi tulang sejati dalam bentuk khusus melalui proses osifikasi. selain itu, dalam
beberapa ikan, modifikasi kerangka sirip mempercepat penempatan sperma ke dalam saluran
reproduksi betina.
Secara tidak langsung rangka menentukan bentuk tubuh ikan yang beraneka ragam. Dengan
demikian dapat dikatakan bahwa tulang-tulang yang membentuk system rangka berkaitan dengan
system otot serta mengalami evolusi seiring dengan adaptasi kedua system tersebut terhadap
lingkunganya secara terus menerus.
Rangka yang menjadi penegak tubuh ikan ada yang terdiri atas tulang rawan saja, dan ada
yang terdiri atas tulang sejati dan tulang rawan. Kelompok ikan yang bertulang rawan saja
dinamakan Chondrichthyes. Kelompok ikan yang bertulang sejati dan bertulang rawan di
kelompokan Osteichthyes. Pada perkembangan hidup awal (embrio dan larva) Osteichthyes
sebagian besar rangka di bentuk melalui tahap tulang rawan yang kemudian materialnya
mengalami proses osifikasi menjadi tulang sejati dalam bentuk-bentuk yang khusus.
Rangka ikan dibedakan menjadi 3 macam. Rangka pertama adalah ranka aksial, yang
merupakan proses yang memberikan bentuk dasar. Rangka kedua adalah rangka visceral yang
meliputi semua bagian tulang lengkung insang dan derivatnya. Rangka ketiga adalah rangka
apendikular yaitu tulang yang menokong sirip dan pelekatnya.

A. Rangka

1. Rangka Axial
1.1 Rangka tengkorak

Rangka tengkorak ikan

Secara embrionik pertumbuhan tengkorak ikan berasal dari tiga sumber, yaitu
chondrocranium (neurocranium), democranium dan splanchnocranium. Chondrocranium adalah
pembungkus otak yang pada mulanya berasal dari tulang rawan (elemen chondral).
Dermocranium adalah tulang tengkorak yang asalnya dibuat dari sisik yang berdifusi dalam
dermis atau corium kulit,dimna tulang tersebut tulang tambahan pada chondrocranium.
Splanehnocranium adalah tulang tengkorak yang berasal dari rangka visceral (tulang penyokong
lengkung ingsan) dan akan menjadi tulang tipis pada tengkorak.Jadi tengkorak ikan, walaupun
permulaan bersal dari tiga sumber yang pembentukannya terpisah, merupakan satu kesatuan.
Umumnya tulang- tulang dermal membentuk atap tengkorak.
-

Sepasang tulang parietal terletak didaerah atap tengkorak paling belakang

Sepasang tulang frontal yang merupakanb keeping dermal yang luas berkembang tepat didepan
tulkang parietal

Sepasang tulang nasal yang bentuknya memanjang dan terletak diantara dua lubang
hidung.Beberapa tulang dermal yang terdapat pada tulang- tulang tersebut yaitu post
frontal,prefrontal, postnarietal.dan masih banyak lagi.

Sepasang tulang lacrimal terdapat pada bagian anterior sisik tengkorak .Pada bagian telinga
terdapat pada tulang squamosal, yang merupakan tulang dermal.
Rahang atas terdiri dari tulang premaxilla, maxillajugal dan quadratojugal. Permaxilla
dan maxilla pada beberapa ikan terutama ikan buas, seringkali dilengkapi dengan gigi-gigi.
Tulang dermal yang terdapat pada langit-langit mulut ialah prevomer, endopterygoid,
ectopterygoid, palatine (masing-masing terdiri atas satu pasang) dan pharaspenoid (satu buah).
Tulang dermal yang terdapat pada rahang bawah ialah dentary, splenial, angular dan articular,
tulang dentary yang dilengkapi deangan gigi-gigi.

macam-macam bentuk rahang ikan

1.2 Tulang punggung dan tulang rusuk.

Bentuk dasar tulang punggung ikan


Secara emnbriologik, tulang punggung berkebang dari sceletome yang terdapat pada
sekeliling notochorda dan batang saraf, tiap-tiap pasang sceletome berkembang menjadi empat

pasang rawan yang dinamakan arcualia. Dua pasang arcuale terletak diatas notochorda, bagian
depan disebut basidorsal yang akan berkembang menjadi lengkung neural dan bagian belakang
dinamakan interdorsal. Dua pasang arcuela lagi terdapat pada bagian bawah notochorda yang
didepan dinamakan basiventral yang berkembang menjadi lengkung haimal, sedangkan bagian
belangkang interventral. Interventral dan interdorsal pada conricthye berkembang menjadi kping
intercalary yang terdapat pada ruas tulang punggung. Jadi ruas tulang punggung dibentuk oleh
arcualia yang mengadakan invasi mengelilingi notochorda. Berdasarkan pembentukannya,
terdapat dua macam tulang punggung yang monospondyly dan diplospondyly. Tulang punggung
yang monospondyly dibentuk dari persatuan interdorsal dan interventral suatu somite dengan
basidorsal dan basiventral somite dibelakangnya. Jika berhasil persatuan dua somite akan
membentuk centrum. Tulang punggung didaerah badan berbeda dengan yang didaerah ekor.
Tiap-tiap ruas didaerah badan dilengkapi oleh sepasang tulang rusuk kiri dan kanan untuk
melindungi organ- organ bagian rongga badan. Pada batang ekor tiap- tiap ruasnya di bagian
bawah hanya terdapat satu cucuk haemal, pada bagian atas tulang punggung terdapat cucuk
neural.
2. Rangka Viceral
Rangka visceral terdiri dari struktur tulang yang menyokong ingsan dan mengelilingi
pharynx.Tulang ini terdiri atas tujuh tulang lengkung ingsan.Dua lengkung ingsan yang pertama
menjadi bagian dari tulang- tulang tengkorak sedangkan lima lainya berfungsi sebagai
penyokong ingsan.
Pada ikan hiu tiap lengkung ingsan terdiri dari beberapa potong tulang rawan yang
digabungkan menjadi jeruji basal. Pada ikan teleostei sebagian besar bagian lengkung ingsan
terosifikasi dan pada beberapa kelompok ikan bermodifikasih sehubungan dengan kebiasaan
misalnya ikan mas mempunyai gigi pharynx.
3. Rangka Appendicular

Lima jenis sirip pada ikan


Rangka appendicular adalah tulang-tulang penyokong sirip dan melekatnya. Pada ikan
terdapat lima macam sirip yaitu sirip tunggal (punggung,ekor,dan dubur) dan sirip berpasangan
(sirip perut dan dada)
Sirip punggung terdapat pada ikan kelas Chondrichthyes yang disokong oleh keepingkeeping tulang rawan yang dinamakan rawan basal yang terletak bagian bawah yeryumpu pada
cucuk neural, dan radial yang terletak di rawan basal menunjang jari- jari.
Sirip dada disokong oleh tulang gelang bahu (pectoral girdle) yang kuat dan dinamakan
coracoscapula.Pada sirip dada ikan ini gelang bahunya terdiri dari tulang rawan dan tulang
dermal.
Sirip perut disokong oleh tulang rawan pelvic yaitu tulang rawan tempat menempelnya
tulang basipterygium.Pada ikan jantan, di ujung rawan basal tadi terdapat organ clasper yang di
gunakan dalam pemijahan untuk membantu menyalurkan sperma.
Bentuk ekor ikan ditentukan oleh beberapa ruas vertebrae yang paling belakang. Ada ruas
vertebrae yang tetap bentuknya dan ada juga vertebrae yang berubah bentunya.Pada garis besar
bentuk ekor ikan ada tiga macam yaitu:

Proterocercal.
Ruas- Ruas vertebrata yang menyokong sirip ikan tanpa mengalami perubahan bentuk.

Heterocercal
Bentuk ekor ikan tidak simetri,dimana ekor ikan bagian atas ujung ekor melengkung
keatas dan disokong oleh ruas tulang punggung.Bagian bawah ujung ekor lebih pendek dari pada
bagian atas ekor. Hanya disokong oleh beberapa jari- jari sirip ekor.

Homocercal.
Bentuk ekor simetris.bagian atas sama dengan bagian bawahdan disokong oleh jari- jari
sirip ekor. Dua ruas terakhir tulang punggung mengalami perubahan bentuk dan terdapat
beberapa tulang tambahan Ruas tulang punggung terakhir berubah menjadi urostyle sebagai
ujung chorda yang terosifikasi dan padanya tertempel tujuh keeping tulang yang dinamakan
hypural. Diatas hypural terdapat tiga pula tambahan yang dinamakan apural.

B. Sirip
Dalam melakukan gerakan dan menjaga keseimbangan tubuh, ikan menggunakan siripsirpnya. Namun selain sebagai alat gerak dan keseimbangan tubuh, pada beberapa jenis ikan,
sirip mempunyai fungsi tambahan atau berubah fungsi. Fungsi tambahan tersebut misalnya
sebagai alat peraba, penyalur sperma dan lain-lain.
Sirip ikan terdiri atas lima macam, yakni sirip dorsal (sirip punggung), sirip kaudal (sirip
ekor), sirip anal (sirip dubur), Dan sirip pectoral (sirip dada). 3 jenis sirip pertama dinamakan
pula sebagai sirip tunggal, dan 2 jenis sirip teakhir dimasukkan dalam golongan sirip ganda.
Karena jumlahnya 2 (sepasang). Sirip dorsal pada bebereapa ikan terdiri atas 2 lembar, seperti
pada ikan belanak, namun tidak dapat di katakana sirip ganda.
Patut dicatat pula bahwa tidaklah semua jenis ikan memiliki sirip lengkap, dan beberapa
jenis ikan yang lain memiliki sirip yang mengalami perubahan bentuk. Bawal hitam
(Parastromateus niger) tidak mempunyai sirip ventral. Namun ketika masih kecil ikan ini

mempunyai sirip perut. Ketika beranjak dewasa sirip ventralnya mengalami degenarisasi.
Beberapa ikan mempunyai sirip bersambung yang merupakan kesatuann dari sirip dorsa, audal,
anal, misalkan pada ikan lidah, belut, dan sidat.

Proses degenarisasi sirip pada ikan bawal hitam


Sirip pectoral mempunyai bentuk yang beragam. Pada ikan perenang cepat seperti ikan
tuna sirip pectoral cenderung panjang dan meruncing. Sebaliknya pada ikan yang gerakanya
lambat sirip ini cenderung membundar. Ikan scorpanidae mempunyai sirip pectoral yang seperti
kipas untuk menakuti mangsanya.
Sirip dorsal mempunyai banyak variasi. Sirip dorsal yang memanjang di temukan pada
ikan gabus. Dan ikan gemi yang mempunyai sirip dorsal 2 buah untuk menempel pada benda
atau mahluk lain.
Sirip anal pada beberapa ikan letaknya memanjang seperti pada bawal hitam. Sirip anal
menyatu dengan kaudal ditemukan pada ikan belida. Pada ikan seribu (Poecilla reticulata) jantan
sirip anal berubah menjadi gonopodium yang berfungsi sebagai penyalur sperma.

Sirip kaudal berperan dalam gerak berenang sebagai pendorong dan sekaligus berfungsi
sebagai kemudi untuk berbelok. Sirip ekor mempunyai bentuk, yakni: bundar, berpinggiran
tegak, berlekuk tunggal, bulan sabit, seperti garpu, baji, dan berlekuk ganda.

Macam bentuk sirip ikan


C. BENTUK TUBUH
Secara sepintas bentuk tubuh ikan terlihat bervariasi, namun pada dasarnya bentuk tubuh
ikan mempunyai yaitu kepala-badan-ekor. Selain memiliki pola dasar yang sama, umumnya ikan
mempunyai bentuk tubuh yang simetri bilateral. Tapi ada juga yang simetri bilateral, yang jika di
potong melintang maka bagian yang lain tidak sama ketebalan dagingnya.

Bentuk tubuh ikan simetri


Ketidak-simetrisanya bukan terjadi sejak kecil, namun berangsur-angsur matanya
bergeser kesalah satu sisi. Contohnya adalah ikan halibut California. Secara umum bentuk tubuh
ikan berkaitan dengan gerakan ikan maupun dengan tempat ikan itu hidup. Seringkali diduga
dimana ikan tersebut tinggal dapat dilihat dari bentuk tubuh. Karena dengan bentuk tubuh yang
berbeda, besarnya gesekan air akan berbeda. Meskipun begitu, ada beberapa jenis ikan yang
memiliki kecepatan renang yang tidak konstan. Saat keadaan normal ikan tersebut lambat,
namun pada saat dikejar mangsa ikan tersebut akan berenang cepat, salah satu contohnya adalah
ikan mas (Cyprinus caprio).

Proses ketidak-simetrisan pada ikan

Contoh ikan non bilaterial simetris.


Ada juga bentuk tubuh yang seperti ular, misalnya ikan belut (Monopterus albus)
biasanya dimiliki oleh ikan family Esocidae dan Lepiostidae. Bentuk membulat seperti bula ada
pada family Tetraodontidae dan Diodontidae. Ada juga yang bentuk tubuhnya picak biasanya
terdapat pada family Rajiidae dan Mobilidae yang sangat cocok tinggal di dasar perairan.

D. RENANG

Gerakan paling karakteristik dari ikan adalah untuk berenang. Ini adalah gerakan untuk makan
dan breading, untuk pelanggaran dan pertahanan, dan untuk perjalanan aktif. Mereka
menghasilkan tangkapan komersial yang dibuat dalam berbagai besar dunia perangkat stasioner
yang menangkap ikan dengan menyita mereka. Ikan juga berenang untuk membuat perjalanan
dari 1000 kilometer dan banyak lagi.

BAB 3

KESIMPULAN
Sistem rangka (tulang) adalah tempat melekatnya otot, pelindung organ-organ dalam,
dan penegak tubuh. Adapun fungsi sistem rangka pada ikan yaitu menegakkan tubuh,
menunjang/ menyokong organ organ tubuh, melindungi organ tubuh, dan membantu
pembentukan butir darah merah. Sistem Rangka pada Ikan terdiri dari: tulang rawan, jaringan
pengikat, sisik (squama), komponen komponen gigi, jari jari sirip, dan penyokong sel pada
sistem saraf.
Berdasarkan letak dan fungsinya rangka ikan dapat dibedakan menjadi :
1. Rangka axial : yang mencakup tulang tengkorak, tulang punggung dan tulang rusuk.
2. Rangka visceral : meliputi semua bagian tulang lengkung insang dan derivatnya
3. Rangka appendicular : meliputi sirip dengan pelekat pelekatnya.
Berdasarkan letaknya terhadap tubuh, rangka ikan dibedakan menjadi :
1. Eksoskeleton (rangka luar), contoh : sisik (squama)
2. Endoskeleton (rangka dalam), contoh : columna vertebralis
Secara tidak langsung, bentuk rangka menentukan bentuk tubuh ikan yang beraneka ragam.
Bentuk tubuh ikan merupakan interaksi antara sistem rangka dengan sistem otot serta evolusi
dalam adaptasi kedua sistem tersebut terhadap lingkungannya. Rangka yang menjadi penegak
tubuh ikan terdiri dari tulang rawan dan atau tulang sejati. Elasmobranchii merupakan seluruh
rangka yang terdiri dari tulang rawan sedangkan Osteichthyes terdiri dari tulang sejati. Sebagian
besar tulang Osteichthyes pada permulaannya terbentuk melalui tahap tulang rawan, kemudian
materialnya menjadi tulang sejati dalam bentuk bentuk yang khusus melalui osifikasi.
Osifikasi merupakan proses perubahan tulang rawan menjadi tulang sejati / tulang keras.

DAFTAR PUSTAKA

Ikhtyology, M.F.Rahardjo
http://ekahariani.blogspot.com/2010/10/sitem-rangka.html
http://www.scribd.com/doc/38216077/tugas-ikhtiologi