Anda di halaman 1dari 16

Laporan Isolasi Laktosa

Kimia Organik II

Disusun oleh :

Intan Wulandari - C - ( 1130408 )

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS SURABAYA
2014

Isolasi Laktosa dari Susu Skim

Page 1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Dasar Teori
Laktosa

merupakan

disakarida

yang berasal dari kondensasi antara


galaktosa

dan

glukosa,

yang

membentuk ikatan glikosida 14http://id.wikipedia.org/wiki/Laktosa

. Nama sistematis laktosa adalah

-D-galaktopiranosil-(14)-D-glukosa.
Laktosa terdiri dari molekul D-galaktosa dan D-glukosa yang
dihubungkan dengan ikatan -1,4-galaktosidik, dimana D-galaktopiranosa
berhubungan ke posisi 4 dari D-glukopiranosa. Laktosa memiliki gugus OH
yang bebas atom C no 1 pada gugus glukosanya. Karena itu, laktosa
mempunyai sifat pereduksi/reduktor. Sifat reduktor tersebut akan memberi
reaksi positif terhadap fehling dan menunjukkan sifat mutarotasi. Campuran
keseimbangan mempunyai rotasi spesifik +55o.
Laktosa dapat terhidrolisa dengan katalisator asam/enzim laktosa.
Laktosa dapat difermentasi menjadi asam laktat dengan bantuan dari
aktiivitas bakteri tertentu (misalnya lactobactillus bulgaricus), oleh karena itu
jika reaksi fermentasi terjadi pada susu maka susu akan menjadi asam.
Laktosa dalam sistem pencernaan manusia akan dipecah menjadi glukosa dan
galaktosa oleh enzim lactase yang diproduksi oleh sel-sel di usus kecil.
Laktosa (gula susu) sering disebut saccharum lactis berupa serbuk
hablur, putih, rasa agak manis. Laktosa ini stabil dalam air, dalam farmasi
sering digunakan sebagai zat pembawa (pengisi) dalam tablet dan puyer,
sebagai pengencer obat oral padat, dipakai dalam campuran untuk makanan
bayi.

Isolasi Laktosa dari Susu Skim

Page 2

Setelah dikonsumsi, laktosa dipecah di dalam usus menjadi dua


molekul monosakarida yaitu glukosa dan galaktosa, yang dibantu oleh enzim
-galaktosidase yang diproduksi pada membrane mukosa usus. Setelah
pemecahan, molekul monosakarida tersebut secara aktif diserap dan
didistribusikan menuju hati melalui pembuluh darah .Galaktosa merupakan
senyawa yang penting untuk pembentukan serebrosida. Serebrosida ini
penting untuk perkembanggan dan fungsi otak.
Laktase disintesis di retikulum endoplasma sebagai polipeptida
tunggal dan mengalami glikosilasi menjadi high mannose precursor.
Setelah mengalami beberapa proses, laktase ditransportasikan dan diinsersikan
pada membran mikrovilus. Laktase merupakan salah satu dari tiga enzim sel
epitel usus dengan aktifitas -galaktosidase. Enterosit juga mengandung
Lysosomal acid -galaktosidase, membantu hidrolisa laktosa, dan cytosolic galaktosidase yang tidak memiliki kekhususan terhadap laktosa.
Laktosa akan dipecah menjadi dua penyusunnya yang berupa
monosakarida untuk dapat diserap melalui peredaran darah. Enzim laktase
yang berfungsi memecah gula susu (laktosa) terdapat di mukosa usus halus.
Pada keadaan normal, tubuh dapat memecah laktosa menjadi gula sederhana
dengan bantuan enzim laktase. Tanpa laktase yang cukup manusia tidak
dapat/mampu mencerna laktosa sehingga akan mengalami gangguan
pencernaan seperti sakit perut dan diare yang dikenal sebagai intoleransi
laktosa atau defisiensi laktase.
Apabila ketersediaan laktase tidak mencukupi, laktosa yang
terkandung dalam susu tidak akan mengalami proses pencernaan dan akan
dipecah oleh bakteri di dalam usus halus. Proses fermentasi yang terjadi dapat
menimbulkan gas yang dapat menimbulkan gas dan rasa sakit di bagian perut.
Sedangkan sebagian laktosa yang tidak dicerna akan tetap berada di saluran
cerna dan tidak terjadi penyerapan air dari faeses sehingga penderita akan
mengalami diare.
Di dalam susu cair maupun susu bubuk dibagi menjadi dua macam
yaitu susu berlemak dan susu tidak berlemak. Biasanya dalam produk susu
mengandung minyak lemak. Minyak lemak tersebut dapat dihilangkan dengan

Isolasi Laktosa dari Susu Skim

Page 3

menggunakan pelarut non-polar, misalnya n-heksan, petroleum eter, dan


sebagainya.
Dalam susu skim sudah tidak lagi mengandung minyak/lemak atau
hampir tidak mengandung lemak. Susu skim mengandung kasein yang
disertakan ke dalam medium pertumbuhan bakteri berfungsi sebagai substrat
enzim. Hidrolisis kasein digunakan untuk memperlihatkan aktivitas hidrolitik
protease. Protease mengkatalisis degradasi kasein yaitu dengan memutuskan
ikatan peptida CO-NH dengan masuknya air ke dalam molekul. Reaksi
tersebut melepaskan asam amino.
Protein susu terbagi menjadi dua, yaitu Casein yang dapat diendapkan
oleh asam dan Rennin, serta protein whey yang dapat mengalami denaturasi
oleh panas pada suhu 65oC. Casein dalam susu mencapai 80 % dari total
protein. Pengasaman susu oleh aktivitas bakteri menyebabkan mengendapnya
casein. Whey adalah cairan susu tanpa lemak
dan casein. Pasteurisasi susu dilakukan untuk
mencegah kerusakan karena mikroorganisme
dan enzim. Ada 2 macam metode pasteurisasi
susu yaitu Holding methode dan HTST (High
Temperature Short Time ).
Laktosa dapat berada dalam 2 kristal,
bentuk -hidrat dan bentuk -anhidrat yang
dapat ditemukan pada tahana amorf atau
lirkaca.

Bentuk

yang

paling

umum

Struktur molekul dari -lactose,


seperti yang digambarkan oleh
Kristalografi sinar-X.
http://id.wikipedia.org/wiki/Laktosa

ditemukan pada -hidrat (C12H 22O 11H 2O)

B. Tujuan Percobaan
Terampil melakukan isolasi laktosa dari komponen komponen lain
yang terdapat di dalam susu skim.

Isolasi Laktosa dari Susu Skim

Page 4

BAB II

METODE KERJA

A. Prosedur
Kepustakaan : J. Cason and H. Rapoport, Laboratory Text in Organic
Chemistry, Prentice-Hall, New York, 1950, p. 113.
Place 25 grams of nonfat dairy milk powder in a 250-mL beaker (Note
1). Add 75 mL of warm water and stir to mix. Adjust the temperature of the
mixture between 40 and 500C by heating or cooling. Add about 10 mL of
10% acetic acid solution (Note 2) and stir the mixture to coagulate the casein.
Precipitation can be judged to be complete when the liquid changes form
milky to clear.
Removed the precipitate casein by filtering the mixture by gravity
through cheesecloth (Note 3). Collect the filtrate in a 250-mL beaker. Add
about 2 grams of calcium carbonate powder to the filtrate, stir it well, and boil
the suspension for about 10 minutes (Note 4). Add to the hot mixture as much
decolorizing carbon as would cover a nickel, stir the mixture thoroughly; and
filter it by suction through a layer of wet filter aid on a Buchner funnel (Note
5).
Transfer the filtrate to a 250-mL, beaker and concentrate it to a volume
about 30 mL by boiling over a low flame with a wipe gauze between the
flame and the beaker (Note 6). When the volume has been reduced to 30 mL,
turn off the burner and add 125 mL of 95% of ethanol and about the same
amount of decolorizing carbon as used before. Stir the mixture well and filter
it through a layer of wet filter aid on a Buchner funnel (Note 5).
Allow the clear filtrate to stand for crystallization for at least 24 hours
in a stoppered Erlenmeyer flask. Collect the crystals of lactose by suction
filtration. They may be washed with a small amount of 95% ethanol. Yield:
between 2,5 and 4,5 grams.

Isolasi Laktosa dari Susu Skim

Page 5

Notes
1. The powered milk is most easily measured by volume using a beaker; 25
grams is about 100-mL.
2. Ten percent acetic acid is prepared by diluting 10 mL of glacial acetic acid
to 100-mL. more than 10-mL acetic acid seems to be required if the dry
milk is not fresh.
3. Use two pieces of cheesecloth about 12 inches square. Lay them over a
conical funnel large enough to contain all the curds. First, decant as much
as possible of the liquid form the coagulated casein into the funnel and
then carefully transfer the wet protein mass onto the cheesecloth. After
most of the liquid has drained through, a bit more can be recovered by
wrapping the cheesecloth around the curds and squeezing.
4. The mixture will foam occasionally.
5. Add about 5 grams of filter aid (we have use Celite) to about 25-mL of
water in a small beaker. Wet the filter paper on the Buchner funnel with
water, fit the funnel to the suction flask, and apply a gentle suction. Swirl
the mixture of filter aid and water to suspend the solid, and pour the
suspension all at once into the Buchner funnel. When the water has been
drawn through the funnel, a damp pad of filter aid should be in place on
top of the filter paper. Remove the funnel momentarily and pour the water
out of the filter flask. Be careful not to disturb the layer of filter aid when
pouring the mixture to be filtered into the funnel.
6. Some bumping and foaming occur.

B. Alat dan Bahan


Alat :
1. Gelas Piala
2. Gelas Ukur
3. Pengaduk
4. Termometer

Isolasi Laktosa dari Susu Skim

Page 6

5. Erlenmeyer
6. Corong Buchner
7. Labu Hisap
8. Kertas Saring
9. Kapas
10. Kertas Perkamen
11. Alat Timbangan
12. Kaki Tiga dan Bunsen
13. Batu Didih
14. Pipet Tetes
Bahan :
1. Susu skim

10,6 gram

2. Asam asetat

qs

3. CaCO3

2,217 gram

4. Etanol

77,6 ml

5. Air

88,7 ml

Isolasi Laktosa dari Susu Skim

Page 7

C. Skema Kerja
8mgram
skimmed
milkmilk
+ 75+ml
air ml air
10,6
skimmed
88,7

Panaskan pada suhu konstan (40C) sambil diaduk-aduk, tambahkan


3 ml asam asetat encer tetes demi tetes ad terbentuk endapan casein

Saring dengan corong dan kertas saring

Tambahkan gram 2,217 CaCO3 dan batu didih, panaskan 10 menit


sambil diaduk (terbentuk endapan albumin)

Segera saring dengan corong biasa dan kertas saring dalam keadaan
panas, kemudian ambil filtratnya

Filtrat diuapkan dalam beaker glass ad volume 13 ml

Tambah batu didih kemudian panaskan sambil diaduk

Tambahkan 77,6 ml etanol 95 %

Bila keruh, saring dengan corong biasa dan kertas saring ad filtrat
jernih
Filtrat jernih dimasukkan ke dalam botol hasil (kertas perkamen
dilubangi agar etanol yang berlebih akan menguap sehingga
terbentuk kristal)

Diamkan 1 malam

Saring dengan corong buchner dan labu hisap, kemudian keringkan


dan timbang hasilnya

Isolasi Laktosa dari Susu Skim

Page 8

D. Gambar Pemasangan Alat

air 80 ml
Timbang
susu stim
10 gram
termometer
pengaduk

termometer

ditambah asam asetat encer


s.d.s ad terbentuk endapan
casein sempurna

saring dengan kertas saring


yang dilapisi dengan kapas

aduk, sambil
dipanaskan ad
400 C
pengaduk

Filtrat ditambah
2 gram CaCO3
botol hasil

bila keruh, saring


waktu masih panas

ditambah etanol
65 ml

uapkan ad 13 ml, sambil


diaduk dengan api kecil

filtrat didiamkan
semalam
botol hasil
timbang hasil
tutup dengan 2 kertas perkamen
yang dilubangi kecil-kecil
saring dengan corong
Buchner dan labu hisap,
terbentuk kristal laktosa

Isolasi Laktosa dari Susu Skim

Page 9

E. Reaksi kimia / Mekanisme Reaksi


Mekanisme Reaksi :
a) Pengendapan Casein
Ca-caseinate

2H+

Casein

Ca2+

(mengendap)
b) Pengendapan Albumin
CaCO3 + Albumin dalam H2

Ca-Albuminat + H2O + CO2


(mengendap)

Rumus Struktur Laktosa :

4-O-(-D-Galaktopiranosil)--D-Glukopiranosa
Konformasi Kursi :

4-O-(-D-Galaktopiranosil)--D-Glukopiranosa

Isolasi Laktosa dari Susu Skim

Page 10

BAB III

Hasil dan Pembahasan

I.

HASIL PERCOBAAN

Jumlah dalam Gram

Hasil teoritis

: 2 gram

Hasil praktis

: 270 mg

Rendemen / Persentase Hasil

= 13,5%

II. PEMBAHASAN /DISKUSI


Laktosa stabil dalam air dan dalam bidang kefarmasian sering
digunakan sebagai zat tambahan (pengisi sediaan) dan juga sebagai pemanis
dalam suatu sediaan. Untuk mendapatkan laktosa, bisa digunakan cara
isolasi dari susu skim, yaitu susu yang sudah dihilangkan bagian lemaknya.
Pada praktikum ini, mula-mula kami menimbang dahulu susu skim yang
telah disediakan, setelah itu mulai menghitung dan mengkonversikan bahanbahan lainnya yang dibutuhkan sesuai dengan jumlah susu skim yang
diberikan. Hasil penimbangan susu skim sebanyak 10,4 gram, sehingga
diperoleh :
Air
Asam asetat glasial =
CaCO3 =
Etanol =

Setelah perhitungan dan penimbangan bahan selesai, barulah kami


melarutkan susu skim dengan 75 ml air di dalam beaker glass dan dilakukan
pula pemanasan dengan suhu 40c. Suhu 40C adalah suhu optimum untuk
Isolasi Laktosa dari Susu Skim

Page 11

mengendapkan kasein. Bila suhu diatas 40C maka akan terbentuk endapan
casein yang tidak stabil (mudah terurai menjadi asam-asam amino yang lain)
sedangkan bila suhunya dibawah 40C, proses pembentukkan casein
menjadi tidak sempurna, hal ini disebabkan karena laktosa merupakan
disakarida yang jika terdapat kelebihan asam akan terhidrolisis menjadi
monosakarida yaitu D glukosa dan D galaktosa.
Setelah mencapai suhu 40C, segera ditambahkan dengan asam asetat
encer yang telah dibuat dari asam asetat glacial dan air dengan perbandingan
1:10. Tujuan dari penambahan asam asetat ini adalah untuk mengendapkan
casein yang terdapat dalam susu skim tersebut. Akan tetapi penambahan
asam asetat ini juga tidak boleh terlalu banyak, karena jika berlebih justru
akan menghidrolisis laktosa menjadi gula penyusunnya yaitu glukosa dan
galaktosa. Namun penambahan asam asetat encer yang terlalu sedikit
(kurang) juga akan menyebabkan laktosa yang terbentuk hasilnya kurang
baik.
Penambahan beberapa tetes asam asetat encer digunakan untuk
mengetahui apakah endapan casein telah terbentuk dengan sempurna atau
tidak, jika tidak terjadi kekeruhan maka casein telah mengendap dengan
sempurna. Jika sudah tidak keruh, larutan tersebut segera disaring dengan
menggunakan corong dan kertas saring yang telah dilapisi oleh kapas ke
dalam beaker glass yang lain. Diperlukan bantuan kapas, karena casein
merupakan senyawa polimorf, dimana casein memiliki bentuk yang sangat
beragam, untuk menghindari bentuk casein yang kecil dan halus lolos dari
kertas saring maka, ditambahkanlah kapas untuk menahan casein tersebut.
Filtrat yang telah tertampung ke dalam beaker glass diuji lagi dengan
menggunakan 1 tetes asam asetat encer, untuk memastikan tidak ada casein
yang lolos dari kertas saring dan masuk ke dalam hasil saringan (filtrat).
Setelah dipastikan filtart benar-benar telah terpisah dari endapan casein,
barulah dilakukan langkah kerja selanjutnya.
Hasil filtrat yang telah terpisah dari endapan casein, kemudian
ditambahkan dengan CaCO3 sebanyak 1,88 gram. Ini bertujuan untuk
mengendapan albumin yang juga terdapat di dalam susu skim. Senyawa

Isolasi Laktosa dari Susu Skim

Page 12

CaCO3 akan bereaksi dengan mengikat albumin dalam filtrat membentuk Ca


albumin. Ke dalam campuran ini juga ditambahkan pula batu didih dan
kemudian dilakukan pemanasan selama 10 menit. Saat melakukan
pemanasan, harus sambil diaduk-diaduk untuk menghindari terjadinya
bumping. Pemanasan ini diperlukan karena garam albumin (Ca albumin)
memiliki kelarutan yang rendah pada suhu tinggi.
Setelah

proses

pemanasan

selesai,

larutan

segera

disaring.

Penyaringan ini bertujuan untuk mendapatkan filtrat yang telah terpisah dari
endapan garam albumin. Lalu filtrat yang telah didapatkan segera diuapkan
sampai volume mencapai 13 ml dengan tujuan untuk menghilangkan air,
sehingga filtrat yang didapatkan hasilnya lebih pekat. Selama dilakukan
proses penguapan juga harus sambil diaduk agar pada lapisan bawah tidak
terjadi karamelisasi dan agar pemanasannya merata. Setelah volume filtrat
mencapai 13 ml, kemudian filtrat tersebut ditambahkan dengan etanol 95%
sebanyak 65 ml dalam keadaan api yang digunakan untuk pemanasan sudah
dipadamkan. Hal ini penting dilakukan karena etanol memiliki sifat yang
mudah terbakar. Penambahan dengan etanol 95% karena etanol tersebut
merupakan pelarut yang berguna untuk mengendapkan laktosa.
Setelah itu dilakukan penyaringan dengan menggunakan corong gelas
dan kertas saring hingga diperoleh filtrat yang jernih. Filtrat dimasukkan ke
dalam botol hasil bermulut lebar agar lebih mudah untuk mengambil
hasilnya, karena laktosa yang nantinya terbentuk akan menempel pada
dinding botol. Botol tersebut juga harus ditutup dengan kertas perkamen
yang telah dilubangi agar etanol yang berlebih dapat menguap. Kemudian
hasil didiamkan selama 1 malam sampai laktosa mengendap dengan
sempurna.
Setelah dilakukan pendiaman selama 1 malam kemudian hasil disaring
dengan menggunakan corong buchner dengan penghisap serta labu hisap,
dan kristal yang didapatkan ini dicuci dengan menggunakan etanol 25%
yang bertujuan untuk menghilangkan pelarut induknya. Lalu kristal laktosa
dikeringkan di udara bebas, karena proses pengeringan tidak dilakukan di

Isolasi Laktosa dari Susu Skim

Page 13

oven karena suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan laktosa mengalami
karamelisasi. Langkah terakhir yakni penimbangan.
Hasil penimbangan praktikum kami tidak sesuai dengan hasil teoritis
yang ada, menurut kami hal ini dikarenakan kemungkinan telah terjadi
human error, dimana pada saat penambahan asam asetat encer berlebih,
sehingga laktosa mengalami hidrolisis menjadi gula penyusunnya yaitu
glukosa dan galaktosa. Selain itu, ketika melakukan penyaringan, kami
keliru menaruh kertas perkamen pada corong buchner, seharusnya yang
dipakai adalah kertas saring. Sehingga ketika dilakukan penyaringan filtrat
tidak bisa tersedot, dan akhirnya sempat jebol. Akhirnya dilakukan
penyaringan lagi, dan banyak filtrat yang hilang.
Laktosa memiliki perbedaan dengan laktulosa, dimana laktosa
merupakan disakarida yang terdiri dari glukosa dan galaktosa, sedangkan
laktulosa adalah disakarida yang terdiri dari galaktosa dan fruktosa.
Laktulosa juga memiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi dibanding
dengan laktosa, karena gula penyusun laktulosa yaitu fruktosa memiliki
intensitas kemanisan yang tinggi. Laktulosa juga memiliki perbedaan
kegunaan dari laktosa, dimana biasanya laktulosa digunakan sebagai obat
urus-urus (laxansia)

Isolasi Laktosa dari Susu Skim

Page 14

BAB IV

KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum yang sudah kami lakukan, dapat disimpulkan :


1. Laktosa dapat diisolasi dari susu skim, dimana lemak dari susu mudah
dihilangkan.
2. Penambahan Asam asetat glasial tidak boleh berlebih/kurang, karena jika
berlebih dapat menghidrolisis laktosa menjadi gula penyusunnya yaitu
glukosa dan galaktosa. Sedangkan jika kurang akan menyebabkan laktosa
yang terbentuk hasilnya kurang baik.
3. Penambahan CaCO3 bertujuan untuk mengendapan albumin yang juga
terdapat di dalam susu skim.
4. Membutuhan waktu 1 malam atau lebih untuk laktosa mengendap dengan
sempurna setelah itu disaring dengan labu hisap menjadi Kristal laktosa yang
dikeringkan dengan udara bebas.
5. Laktosa dapat berada dalam 2 kristal, bentuk -hidrat dan bentuk -anhidrat
yang dapat ditemukan pada tahana amorf atau lirkaca.

Tanda tangan Praktikan :

Arlisa Fitria

Intan Wulandari

1130397

1130408

Isolasi Laktosa dari Susu Skim

Page 15

DAFTAR PUSTAKA

Isolasi Laktosa dari Susu Skim

Page 16