Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR

PENGUKURAN PADA BENDA PADAT


Disusun Oleh :
1.
2.
3.
4.

Susanto
Naufal Firansyah
Muhammad Husni Farid
Dian Rizki Fitriyani

065114333
065114327
065114343
065114335

Kelas : J
Tanggal Percobaan : 1 November 2014
Asisten Dosen:
1. Desi Astrianingsih
2. Fenita Wulan Sari
3. Septi Anggraeni

LABORATORIUM FISIKA DASAR


PROGRAM STUDI ILMU KOMPUTER
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PAKUAN
2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

TUJUAN PERCOBAAN
Dengan dilakukannya percobaan ini, diharapkan mahasiswa dapat :
1. Mempelajari dan menggunakan alat-alat ukur
2. Menentukan volume dan massa jenis zat padat
3. Menggunakan teori ketidakpastian

1.2

DASAR TEORI
Volume zat padat dapat ditentukan dengan dua cara yaitu pengukuran langsung (untuk
benda dengan bentuk teratur) dan pengukuran tak langsung. Pengukuran langsung
merupakan metode statis yaitu dengan melakukan pengukuran dimensi (panjang, lebar,
tinggi, diameter dan sebagainya) terhadap benda, sedangkan pengukuran tak langsung
merupakan metode dinamis dengan menggunakan prinsip archimides sebagai acuannya.
Volume benda padat dapat ditentukan dengan mengurangi massa benda di udara dengan
massa benda di dalam air dan massa jenis zat padat dapat ditentukan dari volume dan
massa zat padat tersebut.
Alat yang digunakan dalam pengukuran :
a. Jangka sorong
Jangka sorong mempunyai dua rahang dan satu penduga. Rahang dalam digunakan
untuk mengukur diameter dalam benda. Rahang luar untuk mengukur diameter luar
benda. Sedangkan penduga digunakan untuk mengukur kedalaman. Skala utama pada
jangka sorong memiliki skala dalam cm dan mm. Sedangkan skala nonius pada jangka
sorong memiliki panjang 9 mm dan di bagi dalam 10 skala, sehingga beda satu skala
nonius dengan satu skala pada skala utama adalah 0,1 mm atau 0,01 cm. Jadi, skala
terkecil pada jangka sorong adalah 0,1 mm atau 0,01 cm.

b. Mikrometer Skrup
Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur panjang benda yang memiliki
ukuran maksimum sekitar 2,50 cm, Benda yang akan diukur panjangnya dijepit
diantara bagian A dan B. Untuk menggerakan bagian B anda harus memutar sekrup
bagian C. Pada micrometer sekrup dalam 0,5 mm pada skala utama terbagi atas 50
skala putar, dan pada setiap penunjukan tidak selalu terdapat skala utama yang
berimpit dengan skala putar.

c. Neraca Teknis
Massa benda menyatakan banyaknya zat yang terdapat dalam suatu benda. Massa
tiap benda selalu sama dimana pun benda tersebut berada. Satuan SI untuk massa
adalah kilogram (kg).Alat untuk mengukur massa disebut neraca. Ada beberapa jenis
neraca, antara lain, neraca ohauss, neraca lengan, neraca langkan, neraca pasar, neraca
tekan, neraca badan, dan neraca elektronik. Setiap neraca memiliki spesifikasi
penggunaan yang berbeda-beda.

Hukum Archimedes
Setiap benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam fluida (air/gas) akan
mendapat gaya keatas sebesar besar zat cair yang dipindahkan, dijabarkan oleh
Archimedes (287 212 SM) yang disebut Hukum Archimedes.

Keterangan :
: gaya ke atas/gaya angkat Archimedes (Newton)
: volume benda yang tercelup dalam fluida (
: massa jenis fluida (

g : percepatan gravitasi (

Menurut Archimedes, benda menjadi lebih ringan bila di ukur dalam air dibandingkan
di udara karena dalam air benda mendapat gaya keatas. Sementara ketika diudara, benda
memiliki berat yang sesungguhnya.

Ketika di dalam air benda dikatakan memiliki berat semu yang dinyatakan dengan :

Keterangan :
: berat sesungguhnya (N)
: berat semu (N)
: gaya angkat ke atas (N)
Gaya angkat ke atas ini disebut juga gaya apung. Definisi gaya apung adalah gaya yang
dikerjakan fluida pada benda yang timbul karena selisih gaya hidrostatik yang dikerjakan
fluida antara permukaan bawah dan permukaan atas.

BAB II
ALAT DAN BAHAN
2.1

ALAT
1. Jangka Sorong
2. Mikrometer Skrup
3. Neraca Teknis
4. Bejana gelas
5. Thermometer
6. Bangku penumpu

2.2

BAHAN
1. Balok Alumunium
2. Silinder Besi
3. Kunci

BAB III
METODE PERCOBAAN
3.1

CARA STATIS
1. Diukur panjang dan lebar benda padat dengan tempat yang berbada. Kemudian dibuat
hasil pengukuran dalam bentuk tabel (masing-masing tersendiri)
2. Diukur tebalnya dengan mikrometer skrup sama halnya dengan No. 1
3. Ditentukan massa benda padat dengan cara ditimbang (cukup sekali saja)
4. Dicatat suhu ruangan pada awal dan akhir percobaan
5. Diukur benda padat yang lain dengan harga rata-rata masing-masing penyimpanan.

3.2

CARA DINAMIS
1. Ditentukan massa benda padat dengaan cara ditimbang.
2. Ditimbang sekali lagi benda tersebut yang digantung pada tali tipis.
3. Ditimbang sekali lagi benda yang diggantung tersebut kemudian direndam seluruhnya
dalam air (airnya tidak ikut tertimbang dan benda tersebut tidak mengenai dasar
bejana)
4. Dicatat suhu air dalam ruangan pada awal dan akhir percobaan.
5. Diulang seluruh pengukuran tersebut untuk benda pada yang lain.

BAB IV
DATA PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN
DATA PENGAMATAN
Keadaan ruangan
Sebelum percobaan
Sesudah percobaan
1. Cara Statis
Balok : Alumunium
No
P (cm)
1
3,085
2
3,075
3
3,075
3,078

Silinder : Besi
No
P (cm)
1
1,57
2
1,56
3
1,57
1,566

2. Cara Dinamis
No
Benda
1
Kunci
2
Balok

P (cm) Hg
75,55
75,58

T (C )
28
28,5

C (%)
56
62

t (cm)
1,59
1,6
1,5
1,563

massa udara = 12,5 gr


V (cm3 )
(gr/cm3 )
5,371
2,327
4,871
2,566
4,958
2,521
5,066
2,471

L (cm)
0,78
0,78
0,78
0,78

t (cm)
4,03
4,045
4,044
4,039

massa udara = 61,6 gr


V (cm3 )
(gr/cm3 )
7,698
8,002
7,727
7,972
7,725
7,974
7,716
7,982

mudara (gr)
13,4
12,5

Mair (gr)
11,225
8,17

L (cm)
1,095
0,99
1,075
1,053

V (cm3 )
2,175
4,33

(gr/cm3 )
6,16
2,88

PERHITUNGAN
1. Cara Statis
a. Balok Alumunium :
Percobaan 1
Volume
=
=
= 5,371 cm3
Masa jenis =
=
=

Percobaan 2
Volume
=
=
= 4,871 cm3
Masa jenis =
=
=

Percobaan 3
Volume
=
=
= 4,958 cm3
Masa jenis =
=

=
Volume rata-rata

=
=
=
= 5,066 cm3

Massa jenis rata-rata

=
Ketelitian = (

=(
|
=(
= 91,5%

|)
|)
)

b. Silinder Besi :
Percobaan 1
Volume
=
=
(
=
=7,698 cm3
Masa jenis =

=
=

Percobaan 2
Volume
=
=
(
=
=7,727 cm3
Masa jenis =

)
cm

=
=

Percobaan 3
Volume
=
=
(
=
= 7,725 cm3
Masa jenis =

=
Volume rata-rata

=
=

=
= 7,716 cm3
Massa jenis rata-rata
=

=
Ketelitian = (

=(
|
=(
= 99%

|)
|)
)

1. Cara Dinamis
a. Kunci
Volume
= massaudara - massaair
= 13,4 gr 11,225 gr
= 2,175 cm3
Massa jenis =
=

= 6,16
Ketelitian = (

|)

=(
|
=(
= 79%

|)
)

b. Balok
Volume

= massaudara - massaair
= 12,5 gr 8,17 gr
= 4,33 cm3
Massa jenis =
=

= 2,88
Ketelitian = (

=(
|
=(
= 94%

|)
|)
)

BAB V
PEMBAHASAN
Dalam praktikum ini kita melakukan pengukuran dengan menggunakan alat pengukur
jangka sorong dan mikrometer skrup. Alat pengukur tersebut memiliki fungsi dan ketelitian
yang berbeda. Misalnya jangka sorong memiliki ketelitian 0,1 mm serta memiliki skala utama
dan skala nonius. Pada jangka sorong memiliki fungsi untuk mengukur ketebalan suatu benda,
diameter suatu benda dan panjang benda sampai nilai <15 cm. Mikrometer skrup memiliki
ketelitian 0,01 mm serta memiliki skala utama dan skala putar. Mikrometer skrup memiliki
fungsi untuk mengukur tebal benda dengan sangat teliti. Jadi, setiap alat pengukur mempunyai
fungsi yang khusus untuk mengukur setiap benda yang berbeda.
Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil dari suatu pengukuran yaitu, akurasi, presisi,
kesalahan, dan kemampuan individu dalam membaca alat ukur. Dalam percoban kali ini
pengukuran dilakukan oleh beberapa orang sebanyak 3 kali pengukuran di tempat yang
berbeda.
Untuk menentukan volume benda padat dapat dilakukan dengan pengukuran dimensi
(untuk yang bentuknya beraturan) dan untuk yang ukurannya tidak beraturan dengan
menggunakan prinsip Archimedes. Cara pengukuran dimensi ini dapat disebut juga dengan
metode statis yaitu dengan mengukur panjang, lebar dan tebal benda di tempat-tempat yang
berlainan serta menentukan massa benda tersebut (untuk massa benda cukup menimbang satu
kali saja). Setelah diketahui volume dan massa jenis benda padat tersebut maka massa jenis zat
padat tersebut dapat diketahui. Sehingga dapat diketahui pula bahan tersebut terbuat dari
bahan apa. Sedangkan untuk prinsip Archimedes disebut juga dengan cara dinamis yaitu
dengan mencelupkan zat padat di luar zat cair yang diketahui massa jenisnya.
Dengan menimbang zat padat di luar zat cair dan di dalam zat cair maka volume zat padat
dapat ditentukan.
Pengukuran yang dilakukan berkali-kali pasti memiliki nilai ketidakpastian. Adapun
sebab-sebabnya antara lain :
1.
2.
3.
4.

Adanya nilai skala terkecil (least count) yang timbul oleh keterbatasan alat ukur.
Adanya ketidakpastian bersistem.
Adanya ketidakpastian titik nol.
Keterbatasan pengamat.

BAB VI
KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. Pengukuran pada benda padat dapat dilakukan dengan menggunakan 2 metode
pengukuran, yaitu pengukuran statis dan pengukuran dinamis
2. Metode statis digunakan untuk mengukur benda yang memiliki bentuk beraturan,
sedangkan untuk mengukur benda yang memiliki bentuk tidak beraturan dapat
menggunakan metode dinamis dengan rumus archimendes
3. Untuk mengukur panjang dan lebar benda bisa menggunakan alat ukur jangka sorong
sedangkan jika kita akan mengukur ketebalan atau diameter suatu benda harus
menggunakan alat ukur micrometer sekrup yang memiliki ketelitian lebih kecil.
4. Suhu di dalam ruangan dapat berubah jika di dalam suatu ruangan terdapat beberapa orang
yang memiliki suhu tubuh yang berbeda

DAFTAR PUSTAKA
Buku Penuntun Praktikum Fisika Dasar Ilmu Komputer. Bogor: Universitas Pakuan.
Gita Latifah Serviyanti. (2012). Laporan Praktik Pengukuran Benda Padat,
http://www.academia.edu/7690199/Laporan_praktik_pengukuran_benda_padat, 19
November 2014

TUGAS AKHIR
1. Berikan keterangan mengapa tebal benda tidak diukur dengan jangka sorong,
melainkan dengan mikrometer skrup?
Jawab :
Mikrometer sekrup berguna untuk mengukur tebal suatu bahan yang tipis, karena
ketelitian mikrometer sekrup lebih baik dibandingkan jangka sorong, yaitu 0,01
milimeter. Jika digunakan untuk mengukur tebal benda dengan maksimal 2,5 cm. Jadi
mikrometer sekruplah yang digunakan, sedangkan jangka sorong digunakan untuk
mengukur panjang atau lebar suatu bahan dengan ketelitian 0,05 milimeter.
2. Apakah massa tali tipis dapat diabaikan dalam ketelitian 1 %?
Jawab :
Tidak bisa, karena itu dapat mempengaruhi ketelitian.
3. Tentukan volume benda-benda padat dengan kedua cara!
Jawab :
Dengan cara statis
Menghitung volume benda yang memiliki bentuk teratur, dihitung dengan
menghitung volume benda secara matematis.
Dengan cara dinamis
Menghitung volume benda yang memiliki bentuk tidak teratur, dengan
menghitung volume fluida yang dipindahkan ketika benda dimasukkan kedalam
fluida tersebut. (menghitung massa benda di udara dan massa benda di fluida,
volume benda merupakan selisih massa di udara dan massa di fluida).
4. Dari kedua cara di atas, manakah menurut pengamatan yang paling teliti?
Jawab :
Cara statis, karena memiliki pengamatan yang lebih teliti, karena pengukuran ini
dilakukan dengan alat bantu yang memiliki ketelitian yang signifikan.
5. Tentukan massa jenis benda-benda padat tersebut?
Jawab :
Masa jenis Balok
=
=

=
Masa jenis Silinder

=
Massa jenis Kunci

=
= 6,16

6. Dari langkah 5, tentukan jenis benda-benda tersebut!


Jawab :
Literatur massa jenis :

Aluminium
= 2,7
Besi
= 7,8
Tembaga
= 8,9
Kuningan
= 8,6
Jadi, balok merupakan jenis alumunium, silinder merupakan jenis besi, dan kunci
merupakan jenis besi.
7. Tentukan volume benda-benda tersebut pada suhu
Jawab :
Pada suhu (
), Volume
Balok
= 5,066
Silinder = 7,716
Kunci
= 2,175

, langkah 6?

8. Sebutkanlah salah satu cara lain untuk menentukan volume benda padat!
Jawab :
Dengan cara mencelupkan benda yang akan diukur volumenya ke dalam wadah
berisi air yang telah dicatat volume awalnya dan volume benda dapat dilihat dari besar
perubahan volume air dalam wadah tersebut.