Anda di halaman 1dari 3

Zulfa Rozifah Semester VI

PRINSIP STRATIGRAFI
1.

Pengertian Stratigrafi
Stratigrafi mempunyai arti sempit yaitu ilmu pemerian lapisanlapisan batuan. hal
tersebut ditinjau dari arti katanya yaitu, strata (stratum) yang berarti lapisan batuan,
dan grafi (grafis) yaitu pemerian/gambaran. Arti luas dari stratigrafi adalah ilmu yang
membahas aturan, hubungan, dan kejadian (genesa) macam-macam batuan di alam
dalam ruang dan waktu.
Ilmu stratigrafi muncul di Britania Raya pada abad ke 19. Perintisnya adalah William
Smith. Kala itu diamati bahwa beberapa lapisan muncul pada urutan yang sama
(superposisi). Kemudian ditarik kesimpulan bahwa lapisan tanah yang terendah
merupakan lapisan yang tertua, dengan beberapa pengecualian.

2. Hukum hukum Stratigrafi


a. Uniformitarianisme
The Present is the key to the past. (James Hutton, 1785) Maksudnya adalah
bahwa proses-proses geologi alam yang terlihat sekarang ini dipergunakan sebagai
dasar pembahasan proses geologi masa lampau.
Uniformitarianisme adalah peristiwa yang terjadi pada masa geologi lampau
dikontrol oleh hukum-hukum alam yang mengendalikan peristiwa pada masa kini.
Contoh :pembentukan endapan sediment di muara sungai yang membentuk
delta, akan menghasilkan 3 bagian yang berbeda kemiringan lapisan batuan,
maka bila dijumpai tipe endapan yang terdiri dari top set, bottom set, dan fore set,
menunjukkan adanya proses pengendapan di muara sungai. Jadi penentuan
paleogeografi bisa ditentukan berdasar pembacaan data yang terekam pada
batuan. Dengan mudah kita dapat menentukan kedalaman lingkungan sediment
laut berdasar keberadaan fosil organisme,terumbu karang, yang menunjukan laut
dangkal, dan endapan diatome untuk laut dalam.
b. Original Horizontality
Sedimen yang baru terbentuk cenderung mengikuti bentuk dasarnya dan
cenderung untuk menghorizontal, kecuali cross bedding. Hal ini karena pengaruh
sedimen dikontrol oleh hukum gravitasi dan hidrolika cairan.
c. Superposisi
Dalam keadaan yang tidak terganggu, lapisan paling tua akan berada
dibawah lapisan yang lebih muda. Hal ini secara logis dapat dijelaskan bahwa
proses pengendapan mulai dari terbebtuknya lapisan awal yang terletak di dasar

1|Page

Zulfa Rozifah Semester VI


cekungan, selanjutnya ditutup oleh lapisan yang terendapkan kemudian, yang
tentu lebih muda dari ditutupinya.
d. Cross Cutting Relationship
Hukum ini menyatakan bahwa Batuan yang terpotong mempunyai umur
geologi yang lebih tua daripada yang memotong.
Prinsip-prinsip Cross-cutting Relationship :
Cross-cutting Relationship Struktural, dimana suatu retakan yang memotong
batuan yang lebih tua
Cross-cutting Relationship Stratigrafi, terjadi jika erosi permukaan atau
ketidakseragaman memotong batuan yang lebih tua, struktur geologi atau
bentuk-bentuk geologi yang lain.
Cross-cutting Relationship Sedimentasi, terjadi jika suatu aliran telah mengerosi
endapan yang lebih tua pada suatu tempat. Sebagai contoh suatu terusan atau
saluran yang terisi oleh pasir.
Cross-cutting Relationship Paleontologi, terjadi jika adanya aktivitas hewan dan
tumbuhan yang tumbuh. Sebagai contoh ketika jejak hewan yang terbentuk
atau terendapkan pada endapan berlebih.
Cross-cutting Relationship Geomorfologi, terjadi pada daerah yang berliku atau
bergelombang (sungai, dan aliran di sepanjang lembah).
e.

Faunal Succesion
Fosil (fauna) akan berbeda pada setiap perbedaan umur geologi, fosil yang
berada pada lapisan bawah akan berbeda dengan fosil di lapisan atasnya.
Fosil-fosil yang dijumpai pada perlapisan batuan secara perlahan mengalami
perubahan kenampakan fisiknya (ekibat evolusi) dalam cara yang teratur
mengikuti waktu geologi. Demikian pula suatu kelompok organism secara perlahan
digantikan oleh kelompok organism lain. Suatu perlapisan tertentu dicirikan oleh
kandungan fosil tertentu. Suatu perlapisan batuan yang mengandung fosil tertentu
dapat digunakan untuk koreksi antara suatu lokasi dengan lokasi yang lain.

f. Lateral Continuity
Pengendapan lapisan batuan sedimen akan menyebar secara mendatar,
sampai menipis atau menghilang pada batas cekungan dimana ia diendapkan.
Lapisan yang diendapakna oleh air terbentuk terus-menerus secara lateral dan
hanya membaji pada tepian pengendapan pada masa cekungan itu terbentuk.
g. Law of Inclusion
Suatu tubuh batuan yang mengandung fragmen dari batuan yang lain selalu
lebih muda dari tubuh batuan yang menghasilkan fragmen tersebut.
2|Page

Zulfa Rozifah Semester VI


h. Komplelsitas
Kondisi tektonik yang lebih kompleks menunjukkan bahwa telah terjadi
gangguan tektonik lebih dari satu kali pada daerah tersebut.
Hal ini menunjukkan daerah tersebut berumur leih tua disbanding lapisan
batuan yang berstruktur lebih sederhana.
i.

Hukum V
Pola penyebaran singkapan batuan dipengaruhi oleh kemiringan lapisan
batuan dan topografi.
Hubungan antara kemiringan lapisan batuan dan topografi daerah dirumuskan
dengan Hukum V

j.

Sostasi
Yaitu diferensiasi berdasarkan kerapatan jenis. Massa jenis yang lebih berat
berada di bagian bawah, sedangkan yang lebih ringan berada di bagian atas.

3|Page