Anda di halaman 1dari 9

2

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tanaman Eceng Gondok merupakan suatu jenis tanaman yang masih
belum memiliki nilai jual yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan masih
banyaknya warga masyarakat yang belum mengetahui manfaat akan tanaman
air tersebut. Eceng gondok (Eichhornia crassipes) merupakan tanaman gulma
di wilayah perairan yang hidup terapung pada air yang dalam atau
mengembangkan perakaran di dalam lumpur pada air yang dangkal. Eceng
gondok berkembangbiak dengan sangat cepat, baik secara vegetatif maupun
generatif. Perkembangbiakan dengan cara vegetatif dapat melipat ganda dua
kali dalam waktu 7-10 hari.
Perkembangbiakannya yang demikian cepat menyebabkan tanaman Eceng
Gondok telah berubah menjadi tanaman gulma di beberapa wilayah perairan
di Indonesia. Di kawasan perairan danau, Eceng Gondok tumbuh pada bibirbibir pantai sampai sejauh 5-20 m. Perkembangbiakan ini juga dipicu oleh
peningkatan kesuburan di wilayah perairan danau (eutrofikasi), sebagai akibat
dari erosi dan sedimentasi lahan, berbagai aktivitas masyarakat (mandi, cuci,
kakus/MCK), budidaya perikanan (keramba jaring apung), limbah transportasi
air, dan limbah pertanian (Soemarwoto, 1977) . Salah satu upaya yang cukup
prospektif untuk menanggulangi gulma Eceng Gondok di kawasan perairan
adalah dengan memanfaatkan tanaman Eceng Gondok sebagai bahan baku
biogas. Eceng Gondok dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biogas karena
mengandung gas methan (CH4), Karbon Dioksida (CO2), Nitrogen (N2),
Karbon Monoksida (CO), Oksigen (O2),Hydrogen Sulfida (H2S) ini
dihasilkan dari penguraian bahan organik yang dilakukan jasad renik seperti
mikroba, baik jamur maupun bakteri (Suriawirira dan unus, 2002)

1.2 Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini sebagai berikut.


1. Tujuan umum gagasan ini adalah untuk mendapatkan eksplorasi
pemanfaatan eceng gondok untuk bahan baku biogas
2. Tujuan khusus gagasan ini adalah untuk menentukan langkah-langkah
strategis pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan bakar alternatif yang
murah,efisien dan ramah lingkungan.
1.3 Manfaat
Manfaat yang diperoleh dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1.4.1 Manfaat bagi peneliti
Sebagai bahan motivasi dan referensi untuk mengkaji sumber daya
alam yang ada di lingkungan sekitar dan memberikan informasi
tentang pemanfaatan baru dari sumber daya alam tersebut sehingga
berguna bagi mayarakat luas.
1.4.2 Manfaat Bagi Masyarakat
1. Menambah wawasan dan pengetahuan kepada masyarakat untuk
memanfaatkan eceng gondok yang tumbuh liar menjadi sumber
energi alternatif .
2. Membantu mengurangi pengeluaran biaya masyarakat akan bahan
bakar untuk keluarga yang saat ini masih tergolong mahal .
1.4.3 Manfaat bagi pemerintah
1. Menghemat subsidi negara terhadap BBM, karena biogas dari eceng
gondok merupakan alternatif bahan bakar yang murah dan efisien.
2. Mengurangi angka pengangguran dengan terbukanya lapangan kerja
baru dalam sektor industri pengolahan biogas dari eceng gondok
1.4.4 Manfaat bagi lingkungan
Menyeimbangkan
ekosistem
dengan
mengendalikan
laju
pertumbuhan eceng gondok.

II.

GAGASAN

2.1 Kondisi kekinian


Di indonesia, tanaman air ini kondang dengan nama eceng gondok. Termasuk
salah satu tanaman air yang populer di Indonesia. Awalnya didatangkan dari
Brazil oleh orang-orang Belanda sebagai tanaman hias. Tanaman yang
mampu berkembang pesat ini kemudian dianggap sebagai gulma air. Di
Indonesia eceng gondok banyak ditemukan di Rawa Peing, Jawa Tengah dan

Waduk Saguling di Jawa Barat. Namun dewasa ini banyak dimanfaatkan


sebagai filter air dari polusi logam-logam berat. Bahkan sudah dimanfaatkan
sebagai bahan kerajinan dan pakan ternak. (Don, 2000)
2.2 Solusi yang ditawarkan
Biogas adalah suatu campuran gas-gas yang dihasilkan dari suatu proses
fermentasi bahan organik oleh bakteri dalam keadaan anaerobik (Sahidu,1983).
Untuk membuat Biogas Eceng Gondok, terlebih dahulu harus disiapkan beberapa alat dan
bahan yangdiperlukan. Bahan dan alat itu dikelompokkan menjadi dua alat kerja, yaitu:
ALAT KERJA
- 3 buah drum isi 200 liter
- 1 buah drum isi 100 liter
- 1 meter pipa galvanis, ukuran 3 inchi- 5 meter slang karet/plastic
- 3 buah stop kran, ukuran inchi- 50 cm pipa, ukuran inchi
- 6 buah kleman slang, ukuran inchi- Pengelasan drum (Ls)
ALAT KERJA-2
- Plastik polyethylene- Kompor biogas
- PVC ukuran 3 inchi- 4 buah kenie, ukuran inchi
- Drat luar dalam
- 2 buah isolatif besar
- 4 batang baut- Karet ban dalam
- 1 buah pipa T,ukuran inchi- Slang plastic saluran gas
- PVC ukuran inchi- 3 buah stop kran, ukuran inchi- 2 buah lem paralon- Lem aibon
- 2 plat acritik 150 cm2

CARA PEMBUATAN ALAT

Alat Fermentasi
Dua drum ukuran 200 liter dibuang tutup atasnya dan keduanya disambung dengan

dilas secara horizontal. Disamping kiri dan kanannya dipasang 3 inchi pipa sepanjang 50
cm yang berguna untuk memasukkan Eceng Gondok yang sudah dirajang/ditumbuk dan

pipa yang satunya lagi sebagai pembuangan. Setelah itu di bagian atas drum fermentasi
dipasang pipa inchi dan stop kran inchi yang disambung dengan slang.

Alat Penampungan Gas


Drum ukuran 100 liter tutup bagian bawahnya dibuang, kemudian pada tutup bagian

yang tidak dibuang dipasang 2 buah pipa inchi dan stop kran inchi yang akan
disambung dengan slang dari ruang fermentasidan ke kompor gas. Lantas, tempat
penampungan gas yang bagian sisinya atau tutupnya dibuang dimasukkan ke drum yang
berukuran 200 liter yang sudah berisi 100 liter air. Selain alat penampung gas terbuat dari
bahan plastic yang berukuran panjang 120 cm dan diameter 60 cm. Alat penampungan
gas ini dimasukkan ke drum ukuran 200 liter yang sudah terisi air. Jika gas dari Eceng
Gondok sudah masuk ke alat penampungan drum atau plastic maka akan terlihat
mengambang. Fungsi air itu sebagai penekan. Air yang ada akan menekan gas ke
atas. Karena air dan gas tak bersenyawa.

PROSES PRODUKSI
Proses produksi eceng gondok sangat sederhana sekali, hanya dibutuhkan

perlengkapan seperti tabung fermentasi yang tersambung ke tabung pengumpul gas dan
diteruskan ke kompor. Hanya tiga bagian yang dibutuhkan dalam biogas ini, tabung
fermentasi, tabung penampung gas, serta kompor sebagai media pembakar.
Sebelum dimasukkan ke dalam tabung fermentasi, eceng gondok terlebih dahulu harus
dirajang atau ditumbuk halus. Setelah itu dicampur air bersih 1:1. Misalnya 20 kg eceng
gondok dicampur dengan 20 kiloliter air, lantas diaduk merata.
Setelah tercampur, masukkan ke dalam lubang pipa yang sudah disiapkan di ujung kiri
tabung fermentasi yang akan mengalirkan gas ke drum penampungan setelah beberapa
hari. Eceng gondok yang sudah ditumbuk sebanyak 20 kg dapat menghasilkan gas yang
dapat dipakai selama 7 hari, dan setiap harinya dapat dipakai selama 30 menit.
Eceng gondok seberat 30 kg yang telah dirajang tanpa ditumbuk dapat menghasilkan
gas yang dapat dipakai selama 7 hari, dan setiap harinya dapat dipakai selama 90 menit.
Ketika menggunakan biogas untuk memasak, tabung fermentasi bisa kembali diisi
dengan eceng gondok baru. Secara terus menerus eceng gondok bisa terus dimasukkan
ke dalam tabung fermentasi.

Karena dalam tabung tersebut sudah terpasang pipa untuk proses pengeluaran, ampas
eceng gondok akan mengalir dengan sendirinya bila eceng gondok baru masuk ke dalam
tabung. Ampas ini bisa digunakan untuk pupuk kompos.
2.3 Kehandalan gagasan
Pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan baku biogas dapat menjadi
solusi yang tepat bagi permasalahan energi, karena energi biogas yang
dihasilkan ramah lingkungan mengingat bahan bakunya adalah bahan organik
tumbuhan.dan juga biogas dari eceng gondok ini sangat ekonomis dan
terjangkau serta pembuatannya yang tidak terlalau sulit dan bahan baku yang
mudah didapat.
2.4 Pihak

yang

dapat

dipertimbangkan

dapat

membantu

mengimplementasikan gagasan yang diajukan


Dalam penerapan program ini diperlukan pihak-pihak yang diharapkan
dapat membantu mengimplementasikan gagasan yang diajukan penulis.
Adapun pihak-pihak yang dapat membantu mengimplementasikan gagasan
ini sebagai berikut.
1. Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral
Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral memiliki peranan yang sangat
penting dalam upaya pengimplementasian gagasan dalam program ini. Hal
ini disebabkan Mentri Energi dan Sumberdaya Mineral merupakan
lembaga tinggi di Indonesia yang bergerak dalam bidang energi. Peranan
Mentri Energi dan Sumberdaya Mineral dalam mengimplementasikan
gagasan ini dapat berupa pemberian sosialisasi terhadap masyarakat dan
pihak yang ingin mengolah tanaman eceng gondok menjadi bahan baku
biogas .
2. Media Informasi
Pihak berikutnya yang dapat membantu proses implementasi gagasan ini
adalah media informasi yang berperan untuk mensosialisasikan dan
menginformasikan kepada masyarakat bahwa eceng gondok dapat
digunakan sebagai bahan bakar yang murah dan efisien.
2.5 Langkah yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan gagasan

Berdasarkan pihak-pihak yang terlibat dalam pengimplementasian gagasan


seperti yang telah diuraikan diatas, maka diperlukan langkah-langkah yang
harus dilakukan agar pengimplementasian gagasan tersebut dapat terwujud.
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan gagasan
ini adalah sebagai berikut.
1. Mengadakan kunjungan ke Kemenentrian Energi dan Sumberdaya Mineral
untuk mensosialisasikan tentang pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan
baku biogas.
2. Mengadakan sosialisasi dan pengenalan ke berbagai daerah yang terdapat
tanaman eceng gondok yang tumbuh liar agar masyarakat sekitar turut
serta mengelolanya.
3. Mengadakan seminar yang dapat diikuti oleh semua kalangan baik
masyarakat umum tentang pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan baku
biogas.
4. Memberikan informasi dalam bentuk spanduk, baliho maupun iklan di
jaringan sosial yang berisi tentang bahan bakar alternatif dari eceng
gondok.
5. Membuat artikel untuk dikirim ke berbagai media massa seperti koran dan
majalah yang berisi solusi bahan bakar alternatif yang murah dan efisien

III.

KESIMPULAN

3.1 Gagasan yang diajukan


Pemanfaatan eceng gondok yang sangat bermanfaat berupa pemanfaatan
eceng gondok menjadi bahan baku biogasyang menjadi bahan bakar
alternatif. Pemanfaatan eceng gondok tidak akan merugikan, selain dapat
membantu menyerap racun di perairan, dapat dimanfaatkan untuk pengolahan
menjadi biogas yang nantinya dapat menjadi sumber pendapatan bagi
masyarakat sekitar. Eceng gondok bukan lagi dikenal sebagai tanaman yang
merugikan namun dapat bernilai ekonomis bila pemanfaatannya tepat guna.
III.2 Teknik implementasi yang dilakukan

1. Pengolahan eceng gondok menjadi biogas memberikan manfaat yang


positif bagi masyarakat, karena bisa menjadi bahan bakaralternatif yang
murah dan efisien
2. Biogas eceng gondok dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak terutama
masyarakat luas, karena bisa membantu masalah energi.
III.3 Prediksi hasil yang akan diperoleh
Prediksi hasil yang akan diperoleh dari implementasi gagasan ini adalah
pemanfaatan energi biogas eceng gondok oleh berbagai pihak terutama pihak
masyarakat luas yang menjadikan energi ini untuk konsmsi rumah tangga,
dikarenakan harganya yang murah dan pemanfaatannya yang efisien.

DAFTAR PUSTAKA
Shahnadz,Nida.Daya Tahan Tubuh (Endurance).
http://nidashahnadz13.blogspot.com/2012/11/daya-tahan-tubuh.html.
diakses 27 Desember 2012.16:08
Adrienne, Shelly Alicia.Akibat Stres, Daya Tahan Tubuh Menurun.
http://shellyalicia.blogspot.com/2011/10/akibat-stres-daya-tahan-tubuhmenurun.html. diakses 28 Desember 2012.18:05
Karpetitem.Obat Peningkat Sistem Imun.
http://kamissore.blogspot.com/2009/04/obat-peningkat-sistem-imun.html.
diakses 28 Desember 2012. 18:16
Fri, Hembing. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh dengan Pola Hidup Sehat.

http://portal.cbn.net.id/cbprtl/cybermed/detail.aspx?
x=Hembing&y=cybermed%7C0%7C0%7C8%7C92.

diakses

pada

Dsember 2012.18:33
Darmo, Mbah.Daya Tahan Tubuh Melemah?
http://pranaindonesia.wordpress.com/artikel/daya-tahan-tubuh-melemah/.
diakses 28 Desember 2012.18:47
Putri, Trica.Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh.
http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2012/12/19/cara-meningkatkandaya-tahan-tubuh-517925.html. diakses 28 Desember 2012.19:09
Hapsari, Deani Sekar.Buah Matoa, Manis Legit Kaya Manfaat.
http://food.detik.com/read/2012/07/20/172159/1970904/297/buah-matoamanis-legit-kaya-manfaat. diakses 28 Desember 2012:19:26
Pria.Matoa, si Buah Langka Sumber Vitamin E.
http://pria-artikelkesehatan.blogspot.com/2012/11/matoa-si-buah-langkasumber-vitamin-e.html. diakses 28 Desember 2012.19:32
Balai Pengkajian..................Mengenal Buah Matoa Lebih Dekat.
http://papuabarat.litbang.deptan.go.id/ind/index.php?
option=com_content&view=article&id=2:mengenal-buah-matoa-lebihdekat&catid=4:info-aktual&Itemid=5. Diakses 27 Desember 2012.15:17

LAMPIRAN

28

10

Tanaman Eceng Gondok