Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN

PENDAHULUAN

ASUHAN

KEPERAWATAN

GANGGUAN KEBUTUHAN PERSONAL HYGIENE


Tugas Mandiri
Stase Praktek Keperawatan Dasar

Disusun oleh:
AVIN MARIA
09/288919/KU/13446

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2014

KLIEN

DENGAN

I.

KONSEP KEBUTUHAN PERSONAL HYGIENE


1. PENGERTIAN
Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan
harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis
seseorang.Kebersihan

itu

sendiri

kebudayaan,social,keluarga,pendidikan.Persepsi

sangat

berpengaruh

seseorang

terhadap

diantaranya

kesehatan,

serta

perkembangan ( Tarwoto & Wartonah 2006).


Praktik hygiene sama dengan peningkatan kesehatan. Dengan implementasi tindakan
hygiene pasien, atau membantu anggota keluarga untuk melakukan tindakan itu dalam
lingkungan rumah sakit, perawat menambah tingkat kesembuhan pasien. Dengan
mengajarkan cara hygiene pada pasien, pasien akan berperan aktif dalam meningkatkan
kesehatan dan partisipan dalam perawatan diri ketika memungkinkan (Perry & Potter, 2005).
Jika seseorang sakit,biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan.Hal ini terjadi
karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele,padahal jika hal tersebut
dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum (Tarwoto & Wartonah 2006).
Personal hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya perorangan
dan hygiene berarti sehat. Kebersihan seseoang adalah suatu tindakan untuk memelihara
kebersihan dan kesehatan seseoran untuk kesejahteraan fisik dan psikis.
Macam-macam Personal Hygiene
1. Perawatan kulit kepala dan rambut
2. Perawatan mata
3. Perawatan hidung
4. Perawatan telingga
5. Perawatan kuku kaki dan tangan
6. Perawatan genetalia
7. Perawatan kulit seruruh tubuh
8. Perawatan tubuh secara keseluruhan
Tujuan Personal Hygiene
1. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang
2. Memelihara kebersihan diri seseorang
3. Memperbaiki personal hyiene yang kuranG
4. Mencegah penyakit
5. Menciptakan keindahan
6. Meningkatkan rasa percaya diri
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Personal Hygiene

1. Body image
Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya
karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap kebersihannya.
2. Praktik sosial
Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi
perubahan pola personal hygiene
3. Status sosial-ekonomi
Personal Hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampo,
alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya
4. Pengetahuan
Pengetahuan personal hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat
meningkatkan kesehatan. Misalnya pada pasien penderita DM ia harus menjaga
kebersihan kakinya.
5. Budaya
Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu maka tidak boleh dimandikan.
6. Kebiasaan seseorang
Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan dirinya
seperti penggunaan sabun, sampo, dan lain-lain.
7. Kondisi fisik
Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan
untuk melakukannya.
Dampak yang Sering Timbul pada Masalah Personal Hyiene
1. Dampak Fisik
Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya
kebersihan perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan
integritas kulit, gangguan membrane mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga, dan
gangguan fisik pada kuku.
2. Dampak Psikososial
Masalah social yang berhubungan dengan Personal Hygiene adalah gangguan kebutuhan
rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan
gangguan interaksi sosial.

2. NILAI-NILAI NORMAL

Berikut ini adalah nilai kecukupan energi dan kecukupan protein seseorang perhari
rata-rata ketika dalam aktivitas sedang. Jika sering melakukan aktivitas berat seperti olahraga
maka perlu ditambahkan asupan energi dan protein yang cukup.
a. Mulut dan Gigi
b. Rambut
rambut normal : bersih, berkilau, tidak kusut dan kulit kepala bersih, dan bebas dari lesi.
c. Kulit
Karakteristik kulit normal:
1. Kulit halus dan kering
2. Kulit utuh dan tidak memiliki abrasi
3. Kulit terasa hangat ketika dipalpasi
4. Perubahan yang terlokalisasi dalam tekstur dapat dipalpasi pada permukaan kulit. Kulit
lembut dan fleksibel.
5. Ada turgor yang baik (elastic dan tetap), dengan
kulit yang secara umum halus dan lembut.
6. Warna kulit beragam, dengan rentang dari cokelat tua ke merah muda ke merah-muda
terang (Potter dan Perry, 2005).
d. Kaki dan Kuku
e. Mata, Telinga, dan Hidung
Mata : tidak ada kemerahan, pandangan tidak kabur, air mata tidak berlebihan, konjungtiva
tidak anemis
f. Genitalia (alat kelamin pria)
3. HAL-HAL YANG PERLU DIKAJI
Pemeriksaan fisik pada Personal Hygiene :
a.

Riwayat Keperawatan

1) Pola kebersihan tubuh


2) Perlengkapan personal hygiene
3) Faktor factor yang memengaruhi personal hygiene
b.

pemeriksaan Fisik

1) Rambut
a) Keadaan kesuburan rambut
b) Keadaan rambut yang mudah rontok
c) Keadaan rambut yang kusam
d) Keadaan tekstur
1) Kepala
a) Botak atau alopesia
b) Ketombe
c) Berkutu
d) Adakah eritema

e) Kebersihan
1) Mata
a) Apakah sclera ikterik
b) Apakah konjungtiva pucat
c) Kebersihan mata
d) Apakah gatal atau mata merah
1) Hidung
a) Adakah pilek
b) Adakah alergi
c) Adakah perdarahan
d) Adakah perubahan penciuman
e) Kebersihan hidung
f) Keadaan membrane mukosa
g) Adakah septum deviasi
1) Mulut
a) Keadaan mukosa mulut
b) Kelembapan
c) Adanya lesi
d) Kebersihan
1) Gigi
a) Adakah karang gigi
b) Adakah karies
c) Kelengkapan gigi
d) Pertumbuhan
e) Kebersihan
1) Telinga
a) Adakah kotoran
b) Adakah lesi
c) Bentuk telinga
d) Adakah infeksi
8) Kulit
a) Kebersihan
b) Adakah lesi
c) Keadaan turgor

d) Warna kulit
e) Suhu
f) Tekstur
g) Pertumbuhan bulu
1) Kuku tangan dan kaki
a) Bentuk
b) Warna
c) Adanya lesi
d) Pertumbuhan
1) Genetalia
a) Kebersihan
b) Pertumbuhan rambut pubis
c) Keadaan kulit
d) Keadaan lubang urethra
e) Keadaan skrotum, testis pada pria
f) Cairan yang dikeluarkan
II.

III.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Kurangnya perawatan diri (oral hygiene) b.d. penurunan tkt kesadaran, kelemahan.
2. Kurangnya perawatan diri: mandi/hygiene b.d. gangguan kognitif
3. Resiko kerusakan integritas kulit b.d immobilisasi fisik

PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN
No.
1.

Diagnosa keperawatan Intervensi


Kurangnya
perawatan 1. Oral hygiene
diri

(oral

hygiene) Menggosok gigi, dental floss, bibir akan menjadi

berhubungan dengan
penurunan

Outcome
Mukosa, lidah, dan

irigasi diperlukan utk

lembab, merah

tingkat cleaning mencegah pleque.

kesadaran, kelemahan.

muda

2. Diet
a)

Ubah

dan

Inflamasi,
kebiasaan

mengurangi karbohidrat,

utuh.

dan lesi

makan; tidak ada dan gigi

makanan yg manis, buah apel,

bebas dari plak.

sayuran segar.
b) Setelah makan dianjurkan utk
menggosok gigi.
3. Sikat gigi
a) Sikat gigi sedikitnya 4x sehari
(setelah makan/mandi)
b) Pilihlah sikat gigi yg dpt
mencapai semua gigi
c)

Sikat

gigi

dimulai

dari

permukaan mulut, bgn dalam,


2.

Kurangnya

luar dan pipi.


perawatan 1. Kesehatan kulit merupakan Kulit

tampak

diri: mandi/hygiene b.d. perlindungan bagi tubuh:


kemerahan,
kulit
a) Cegah kulit dari iritasi dan
gangguan kognitif
akan hangat, lembut,
injury
halus, terhidrasi baik,
b) Kuku tajam, cincin yang dapat
drinasi atau sekresi
membuat luka kecil perlu
akan berkurang dan
dihindari
c) Hindarkan penggunaan handuk bau akan berkurang.
yg kasar serta menggosok badan
secara

kasar

yg

dapat

menyebabkan kerusakan jaringan.


2. Tubuh yang bau disebabkan
oleh bakteri di kulit:
a) Bersihkan tubuh terlbh dahulu
3.

Resiko
integritas

lalu beri deodorant


kerusakan
1. Beri penjelasan
kulit

pada

klien Setelah

dilakukan

b.d tentang: resiko adanya luka tekan, tindakan

immobilisasi fisik

perawatan

tanda dan gejala luka tekan, selama ... x 24 jam


tindakan pencegahan agar tidak diharapkan
2.

terjadi luka tekan)


Berikan masase sederhana
Ciptakan
lingkungan

nyaman
Gunakan lotion,

bedak untuk pelicin


Lakukan masase secara teratur

minyak

yang

mampu

mengetahui

dan

mengontrol

resiko :

Klien

atau

pasien

mampu

mengenali tanda dan


gejala adanya resiko

Anjurkan

klien

untuk

selama masase
Jangan
masase

pada

area berpartisipasi

utk

untuk

mengurangi

kekuatan geseran
Batasi posisi semi fowler hanya

30 menit
Observasi
(telinga,

area

yang

tertekan

mata

kaki,

sakrum,

skrotum, siku, ischium, skapula)


4. Berikan manajemen nutrisi
Kolaborasi dengan ahli gizi
Monitor intake nutrisi
Tingkatkan masukan protein dan
karbohidrat untuk memelihara ke-

seimbangan nitrogen positif


5. Berikan manajemen tekanan
Monitor kulit adanya kemerahan

dan pecah-pecah
Beri pelembab pada kulit yang

kering dan pecah-pecah


Jaga sprei dalam keadaan bersih

dan kering
Monitor aktivitas dan mobilitas

klien
Beri bedak atau kamper spritus
pada area yang tertekan

IV.

dalam

masase
baring, manajemen
3. Lakukan alih baring
Ubah posisi klien setiap 30 menit- nutrisi, manajemen
tekanan).
2 jam
Pertahankan tempat tidur sedatar
mungkin

mampu

resiko
menghindari pencegahan
luka tekan (masase
kerusakan kapiler
Evaluasi respon klien terhadap sederhana,
alih
kemerahan

rileks luka tekan


Klien

DAFTAR PUSTAKA
Anna Nur Hikmawati.2011 Modul Ketrampilan Dasar Dalam Keperawatan.SSG.Yogya

Potter, P.A, Perry, A.G. Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses, dan
Praktik.Edisi 4.Volume 2.Alih Bahasa : Renata Komalasari,dkk.Jakarta:EGC.2005
NANDA,2012-2014. Panduan Diagnosa keperawatan NANDA 2012-2014 Definisi dan
Klasifikasi. Philadhelpia.
Tarwoto & Wartonah. (2010). Kebutuhan Dasar Manusia Dan Proses Keperawatan. Edisi 4.
Salemba Medika : Jakarta