Anda di halaman 1dari 20

KARYA TULIS ILMIAH

TEKNOLOGI DESALINASI AIR GARAM

Disusun sebagai partisipasi atas Lomba Karya Tulis Ilmiah


Tingkat SMA/SMK se-Kota Palu yang diselenggarakan
oleh Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah

Oleh:
Paramita Koriston

SMA Karuna Dipa Palu


Maret 2013

Halaman Pengesahan

Judul

: Teknologi Desalinasi Air Garam

Disetujui

: 22 Maret 2013

Penguji

Pembimbing

Penulis

Dra. Mince Rompas, M.Pd

Yarni Sinin, S.Pd

Paramita Koriston

NIP. 19670506 2006 042 014

NIP. 19770621 2006 041 006

NISN. 9973812380

Mengetahui,
Kepala SMA Karuna Dipa

Jamaluddin, S.Pd
Nip. -

Teknologi Desalinasi Air Garam

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan
pertolongan-Nya penulis dapat menyelesaiakan karya ilmiah yang berjudul Teknologi Desalinasi Air
Garam dalam rangka berpartisipasi dalam lomba karya tulis ilmiah tingkat SMU se-Kota Palu tahun
2013, yang diselenggarakan oleh Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah. Meskipun banyak
rintangan dan hambatan yang penulis alami dalam proses penelitian, pengkajian ulang dan
penyusunan, tetapi akhirnya penulis berhasil menyelesaikannya dengan baik.
Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing yang telah membimbing
penulis dalam menyusun karya ilmiah ini. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada keluarga,
teman-teman sesama pelajar, serta semua pihak yang sudah turut memberi kontribusi secara langsung
maupun tidak langsung dalam proses pembuatan karya ilmiah ini.
Dengan selesainya karya ilmiah ini penulis berharap akan dapat memberikan pengetahuan
tambahan tentang teknologi desalinasi air garam kepada siapapun yang akan membacanya, dan juga
sebagai bahan referensi ke depannya bagi mereka yang membutuhkan informasi tentang teknologi
desalinasi air garam.
Penulis pun sadar bahwa karya ilmiah yang telah penulis susun ini masih sangat jauh dari
sempurna. Seperti kata pepatah, "Tak ada gading yang tak retak,", maka begitu pula karya ilmiah ini,
masih memiliki banyak kekurangan dan kesalahan di sana-sini. Untuk itu penulis mengharapkan
adanya masukan berupa kritik dan saran yang bersifat membangun, demi penyempurnaan karya ilmiah
ini di masa yang akan datang.

Palu, 28 Maret 2013

Penulis

Teknologi Desalinasi Air Garam

ii

DAFTAR ISI
Halaman Judul...........................................................................................................................................i
Halaman Pengesahan..............................................................................................................................ii
Kata Pengantar........................................................................................................................................iii
BAB I: PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.......................................................................................................................1
1.2 Permasalahan........................................................................................................................2
1.3 Ruang Lingkup.......................................................................................................................2
BAB II: TUJUAN DAN SASARAN............................................................................................................3
BAB III: PEMBAHASAN
3.1 Perlunya Dilakukan Desalinasi Air Garam.............................................................................4
3.2 Bermacam-Macam Metode Desalinasi Air.............................................................................4
3.3 Metode Desalinasi yang Paling Cocok untuk Diterapkan di Sulawesi Tengah......................8
BAB IV: KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan. ........................................................................................................................10
4.2 Saran...................................................................................................................................10
Lampiran Gambar..................................................................................................................................12
Daftar Pustaka........................................................................................................................................14
Autobiografi Penulis..............................................................................................................................15

Teknologi Desalinasi Air Garam

iii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Air adalah senyawa kimia yang paling berlimpah di bumi. Senyawa ini menutupi sekitar
75% permukaan bumi, jadi sangat tepat kalau dikatakan bahwa kita hidup dilingkupi air, yang
juga membuat planet bumi tampak biru dan putih dari ruang angkasa (awan yang putih juga
air). Jumlah total air di bumi ini termasuk laut, danau, sungai, awan, hingga gletser dan es
kutub mencapai kira-kira satu setengah milyar ton atau sekitar 264 milyar galon.
Namun dari jumlah keseluruhan air di dunia yang begitu melimpah, sekitar 97% dari
jumlah keseluruhan tersebut merupakan air asin dan air payau, dan hanya sekitar 3% saja yang
merupakan air tawar. Air tawar tersebut meliputi air tanah, gletser dan es yang berfungsi untuk
menstabilkan iklim global, danau, sungai, dan berbagai genangan air permukaan dari air hujan
Sumber air bersih kita sehari-hari biasanya adalah air tanah dan sebagian kecil air sungai, yang
mana total air dari sumber tersebut hanya mencakup sekitar 0,3 0,5% dari keseluruhan
sumber air yang tersedia di bumi. Pencemaran air yang terjadi juga semakin memperkecil
jumlah air bersih yang ada. Air sungai yang sudah tercemar limbah dan air gambut di daerah
pasang surut, misalnya, tidak memenuhi syarat kesehatan secara fisik maupun kimia.
Inilah salah satu alasan mengapa begitu banyak krisis air bersih yang terjadi di
berbagai belahan dunia, padahal persediaan air di bumi begitu banyak dan tidak pernah
berkurang karena terus berproses dalam suatu perputaran siklus air. Krisis air bersih juga
dikarenakan oleh sebagian besar masyarakat yang selama ini hanya bergantung pada
persediaan air tanah yang jumlahnya tidak seberapa dibanding dengan jumlah penduduk yang
terus meningkat, mengira bahwa persediaan air bersih di bumi tidak terbatas hanya karena
bumi banyak memiliki air, padahal jumlah air bersih saat ini terus berkurang dan bisa jadi suatu
hari nanti akan habis sama sekali. Kurangnya kesadaran manusia untuk mengurangi tingkat
pencemaran air yang ada juga semakin memperburuk keadaan. Ketidakmerataan sumber air
bersih juga merupakan salah satu alasan terjadinya krisis air bersih. Ini sangat
mengkhawatirkan mengingat fungsi air terhadap seluruh makhluk hidup (terutama manusia)
yang sangat vital. Kekurangan air bersih dapat berpengaruh terhadap banyak hal, di antaranya
yaitu menurunkan tingkat kehidupan dan mengurangi pembangunan ekonomi.

Teknologi Desalinasi Air Garam

Melihat hal ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kita semua membutuhkan suatu cara untuk
meningkatkan persediaan air bersih. Dan mengingat 97% air di bumi adalah air asin dan payau,
maka hal ini dapat dijadikan alternatif, yaitu dengan melakukan suatu upaya untuk menurunkan
kadar garam dari air garam/asin sehingga dapat dikonsumsi serta digunakan untuk keperluan
sehari-hari, atau yang disebut sebagai desalinasi air garam. Upaya penyediaan air bersih dari
proses desalinasi air garam ini juga merupakan suatu langkah yang sangat cocok diterapkan di
Indonesia (khususnya di Sulawesi Tengah), mengingat Indonesia adalah negara yang
berbentuk kepulauan yang setiap pulaunya dikelilingi oleh lautan, maka tidak akan sulit bagi
masyarakat Indonesia untuk mendapatkan air asin atau payau.
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, penulis merasa terdorong untuk meneliti
dan mengkaji ulang sebaik mungkin mengenai teknologi desalinasi air garam, dengan harapan
teknologi tersebut dapat lebih dikembangkan di kemudian hari untuk mengatasi krisi air di
berbagai belahan dunia, khususnya di Indonesia dan Sulawesi Tengah, karena masih ada
beberapa daerah tertentu yang mengalami krisis air saat ini, contohnya di Kelurahan Pengawu,
Kecamatan Tatanga. Penelitian ini dituangkan dalam suatu karya ilmiah sederhana yang
berjudul Teknologi Desalinasi Air Garam.

1.2

1.3

Permasalahan
1.2.1

Mengapa desalinasi air garam perlu dilakukan?

1.2.2

Bagaimana sajakah macam-macam metode desalinasi air garam?

1.2.3

Metode desalinasi apakah yang paling cocok untuk diterapkan di Sulawesi Tengah?

Ruang Lingkup
Ruang lingkup karya ilmiah ini meliputi alasan perlunya dilakukan desalinasi garam,
macam-macam metode desalinasi air garam, dan metode desalinasi yang paling cocok untuk
diterapkan di Sulawesi Tengah.

Teknologi Desalinasi Air Garam

BAB II
TUJUAN DAN SASARAN
Tujuan dan sasaran dari penulisan karya tulis ilmiah ini adalah:
2.1

Menjelaskan perlunya dilakukan proses desalinasi air garam.

2.2

Mendeskripsikan macam-macam proses desalinasi air garam.

2.2

Memberikan pendapat mengenai metode desalinasi yang paling cocok untuk diterapkan di
Sulawesi Tengah.

Teknologi Desalinasi Air Garam

Bab III
HASIL PEMBAHASAN
3.1

Perlunya Dilakukan Desalinasi Air Garam


Sumber air bersih dari air tawar semakin menipis karena adanya pencemaran di sanasini, intrusi air laut terhadap air sumur, tanah dan sungai (seperti yang terjadi di Jakarta), dan
masih banyak penyebab lainnya. Dilihat dari semakin menipisnya sumber air bersih dari air
tawar ini, bukan tidak mungkin beberapa puluh tahun ke depan air bersih di bumi akan habis.
Hal ini mendorong kita semua untuk mencari sebuah alternatif sumber air bersih lainnya, dan
karena jumlah air laut dan payau yang sangat banyak, yaitu sekitar 97% dari keseluruhan
jumlah air, sehingga air laut dan payau pun dapat menjadi sumber air bersih alternatif yang
potensial.
Namun meminum air asin dapat mengakibatkan dehidrasi yang lebih buruk, karena
tubuh kita tidak didesain untuk meminum air asin. Idealnya tubuh kita membutuhkan hanya
sekitar 2 gram, atau setengah sendok teh garam per hari. Mengonsumsi garam secara
berlebihan secara terus-menerus dapat mengakibatkan kerusakan ginjal, penyakit
kardiovaskuler, tekanan darah tinggi, stroke, retensi cairan, luka pada lambung dan duodenum,
penurunan enzim pepsin, kerontokan rambut, peningkatan sekresi air empedu, osteoporosis,
hipertrofi ventrikel, pembengkakan jantung, meningkatnya resiko kanker perut dan lambung,
hingga kematian.
Untuk mengonsumsi air laut dan payau, kadar garam yang terkandung di dalamnya
terlebih dahulu perlu diturunkan hingga didapatkan air murni yang berkadar garam rendah dan
aman untuk dikonsumsi (kurang dari 100 ppm). Proses penurunan kadar garam pada air inilah
yang disebut sebagai desalinasi. Desalinasi secara besar-besaran untuk mengupayakan air
bersih untuk masyarakat banyak sudah dilakukan di Australia, Jepang, dan beberapa negara
lainnya.

3.2

Bermacam-Macam Metode Desalinasi Air Garam


3.2.1

Distilasi/ Penyulingan
Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia
berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan.
Dalam penyulingan air laut, air laut dipanaskan sampai temteratur titik didih air

Teknologi Desalinasi Air Garam

(100oC) kemudian uap airnya ditampung dalam media pendingin. Uap air yang sudah
didinginkan kembali tersebut akan

menetes dan ditampung sebagai air

tawar. Berbagai macam proses distilasi yang umum digunakan, seperti multistage
flash, multiple effect distillation, dan vapor compression umumnya menggunakan
prinsip mengurangi tekanan uap dari air agar pendidihan dapat terjadi pada temperatur
yang lebih rendah, tanpa menggunakan panas tambahan. Metode ini termasuk sebagai
unit operasi kimia jenis perpindahan massa. Penerapan proses ini didasarkan pada
teori bahwa pada suatu larutan, masing-masing komponen akan menguap pada titik
didihnya Model ideal distilasi didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton.
3.2.2

Osmosis Balik/ Reverse Osmosis (RO)


Osmosis balik atau reverse osmosis (RO), merupakan metode yang paling
umum dilakukan dalam hal desalinasi air garam, dan telah digunakan untuk
mengolah air laut untuk mendapatkan air tawar sejak awal 1970-an. Metode ini
dilaksanakan dengan memasukkan air yang ingin diproses ke piranti bejana yang berisi
membran semi permeabel, lalu larutan diberikan tekanan (yang lebih tinggi daripada
tekanan osmosis larutan), sehingga sehingga air murni mengalir melintasi membran
semipermeabel ke sisi yang lainnya, sementara kotoran dan zat-zat lainnya direjeksi ke
konsentrat (pekatan) dan tidak dapat melewati membran. RO dioperasikan secara
kontinyu.
Osmosis balik (RO) dapat mengurangi PPT air baku sampai 99% lazimnya
rejeksi 95% dapat dicapai. Rejeksi bakteri, virus dan pirogen oleh membran dapat
100%, kecuali ada bocoran pada segel mekanisnya atau membran mengalami
kerusakan. Osmosis balik bahkan dapat memurnikan air laut PPT 50.000 ppm dan juga
air berkotoran organik setelah diproses dengan memadai.
Osmosis balik memurnikan air PPT di atas 200 ppm. Hasil yang didapatkan
dari RO memenuhi syarat air murni secara fisik, biologis, dan kimiawi. Dalam
penggunaan air di bidang farmasi, kedokteran dan elektronika, RO dapat mengganti
kedudukan distilasi, dengan biaya jauh lebih murah dan proses yang lebih cepat.
Dalam metode RO energy hanya dibutuhkan untuk pemompaan atau pemberian
tekanan, dan biaya operasi juga hanya dibutuhkan untuk bahan kimia dan proses
pralakuan.

Teknologi Desalinasi Air Garam

3.2.2

Elektrodialisis (ED)
Dialisis adalah proses perpindahan molekul terlarut dari suatu campuran
larutan yang terjadi akibat difusi pada membran semipermeabel. Molekul terlarut yang
berukuran lebih kecil dari pori-pori membran tersebut dapat keluar, sedangkan molekul
lainnya yang lebih besar akan tertahan di dalam kantung membran. Selulosa adalah
salah satu jenis materi penyusun membran dialisis yang cukup umum dipakai karena
bersifat inert untuk berbagai jenis senyawa atau molekul yang akan dipisahkan.
Sementara elektrodialisis merupakan salah satu metode desalinasi yang
dikembangkan dari metode penyaringan dialisis. Karena garam memiliki ukuran partikel
yang lebih kecil dari pori-pori membran semipermeabel, maka garam tersebut akan
tertahan dalam kantong membran, dan hanya air yang akan keluar dari membran
tersebut. Elektrodialisis hampir sama dengan dialisis, hanya saja dalam metode
elektrodialisis menggunakan listrik tegangan yang tinggi dialirkan melalui 2 layar logam
yang menyokong selaput semipermeabel. Kemudian, partikel-partikel zat terlarut dalam
system koloid berupa ion-ion akan bergerak menuju elektroda dengan muatan
berlawanan. Adanya pengaruh medan listrik pempercepat proses pemurnian.

3.2.3

Ion Exchanger (Pertukaran Ion)


Ion exchanger (pertukaran ion) adalah salah satu metode memurnikan air
garam dengan menggunakan resin. Untuk mendapatkan air yang bebas dari garam,
umumnya digunakan dua jenis resin yaitu strong acid cation dan strong base anion.
Kedua resin ini berbentuk seperti pasir halus, dimasukkan ke dalam dua tabung
bertekanan (pressure tank) yang berbeda, lalu dilewati air.
Secara prinsip ion exchange bekerja dengan menukar ion yang ada di air
dengan ion tertentu. Ilustrasi sederhananya seperti saat kita bawa uang ke dealer mobil
untuk membeli sebuah mobil baru. Uang itu kita serahkan ke dealernya dan sebagai
imbalannya kita boleh membawa mobil baru.
Ada dua jenis resin yang dipergunakan, yaitu resin kation dan resin anion.
Resin kation akan menukar semua ion positif di air (misalnya Natrium, Kalsium,
Magnesium, Strontium) dengan ion Hidrogen (H). Sedangkan resin Anion akan
menukar semua ion negatif di air (misalnya Klorida, Sulfat, Nitrat) dengan ion OH. Ion
Hidrogen (H) bertemu dengan ion OH akan menghasilkan air murni (H2O).
Berikut ini tampilan reaksi kimia pada resin anion dan kation :

Teknologi Desalinasi Air Garam

3.2.3.1 Reaksi resin kation:


H+R- + HCl Na+R- + HCl
2 H+R- + MgSO4 Mg2+R2- + H2O4
Keterangan:

H+R- = resin kation

3.2.3.2 Reaksi resin anion:


R+OH- + HCl R+Cl- + H2O
R+OH- + SiO2 R+HsiO3Keterangan:
3.2.4

R+OH- = resin anion

Metode Desalinasi Sederhana Lainnya


Disamping ketiga metode desalinasi di atas, masih ada beberapa metode
desalinasi lainnya. Contohnya lifestraw dan watercone.
3.2.4.1 Lifestraw
Lifestraw adalah alat yang dimaksudkan untuk penggunaan di tempattempat dimana air yang tersedia adalah air yang kotor seperti air dari sungai
dan kolam. Lifestraw juga dapat digunakan untuk air laut dan payau. Lifestraw
adalah filter air yang dirancang oleh Vestergaard Frandsen dari Swiss.
Vestergaard Frandsen sendiri merupakan sebuah perusahaan Eropa berbasis
internasional yang bergerak dibidang kemanusiaan dan mengkhususkan diri
dalam tanggap darurat atas permasalahan yang kompleks. Lifestraw
diciptakan atas misi untuk mengurangi kesulitan untuk mendapatkan air di
seluruh dunia hingga setengah dari yang ada sekarang.
Caranya menggunakan lifestraw sangat mudah, langung hisap saja air
kotor atau air asin dari manapun menggunakan lifestraw seperti menggunakan
sedotan dan langsung dikonsumsi. Filter lifestraw melewati 3 tahap filter
karbon dan resin khusus yang efektif dalam membunuh dan menghilangkan
99,9999% bakteri yang menular melalui air, 99,99% virus, dan 99,9% parasit,
dan menurunkan kadar garam pada air. Namun alat ini belum dapat 100%
menghilangkan bau dan rasa dari air yang mengandung material logam berat.
Tapi alat ini bagaimanapun merupakan terobosan yang sangat bermanfaat
untuk mengatasi permasalahan air di daerah-daerah terpencil.

Teknologi Desalinasi Air Garam

Lifestraw saat ini memiliki dua model, yaitu model personal (untuk
digunakan perorangan) dan model family (untuk digunakan suatu keluarga).
Untuk model personal, lifestraw mampu menyaring 700 liter air, yang cukup
untuk dikonsumsi oleh satu orang selama satu tahun. Sementara lifestraw
model family mampu menyaring air hingga 18.000 liter air, yang cukup untuk
memenuhi kebutuhan air suatu keluarga selama tiga tahun. hingga 18.000 liter
air. Lifestraw juga memiliki harga yang terjangkau, untuk model personal
harganya sekitar US $ 2,00 atau sekitar Rp 20.000,00. Sedangkan untuk
model family harganya sepuluh kali lebih mahal, mengingat kemampuan
filternya yang kira-kira 25 kali lipat disbanding lifestraw ukuran personal,
sehingga dihargai sekitar US $ 20,00 atau sekitar Rp 200.000,00.
3.2.4.2 Watercone
Watercone sangat cocok dipergunakan di daerah pesisir pantai karena
proses desalinasi dengan menggunakan alat ini menerapkan proses
kondensasi embun dan hanya memerlukan cahaya matahari untuk prosesnya.
Jadi kita bisa mengambil air laut/asin atau payau hingga 8.8 liter dan lalu
ditaruh di bawah watercone. Setelah itu bila dibiarkan disengat sinar matahari,
dengan efektivitas sebesar 40% maka akan dicapai sekitar 1,6 hingga 1,7 liter
embun yang akan turun ke bagian pinggir watercone yang berpinggul sehingga
embun dapat ditangkap. Setelah itu tutup atas dari watercone dapat dibuka
dan air bisa dikeluarkan. Watercone terbuat dari plastik khusus yang dapat
tahan sengatan matahari dan dipakai setiap hari selama 7 tahun. Ini adalah
solusi mudah, murah dan efektif yang dapat digunakan oleh banyak orang di
pesisir.

3.3

Metode Desalinasi yang Paling Cocok untuk Diterapkan di Sulawesi Tengah


Daerah Sulawesi Tengah memiliki daerah pesisir yang membentang luas, dan banyak
masyarakat kita yang tinggal di daerah pesisir dan menggantungkan hidupnya pada air laut.
Namun, banyak masyarakat yang belum mengenal desalinasi. Tidak sedikit masyarakat pesisir
yang mengonsumsi air galian sumur, namun tanpa mereka sadari kandungan garamnya masih
melebihi kandungan garam yang layak dikonsumsi dan berbahaya bagi kesehatan. Ini terjadi
karena adanya intrusi dari laut yang jaraknya dekat dari kediaman mereka. Karena itulah,

Teknologi Desalinasi Air Garam

desalinasi perlu dikenalkan pada masyarakat Sulawesi Tengah, terutama masyarakat di daerah
pesisir pantai.
Metode desalinasi yang paling cocok menurut penulis yaitu dengan menggunakan
watercone, karena kita memiliki daerah pesisir yang luas. Juga karena proses penggunaan
watercone tidak rumit (hanya memerlukan sinar dan panas matahari), tidak harus dioperasikan
oleh ahli, tidak membutuhkan pergantian komponen secara rutin, dan dapat digunakan hingga
7 tahun, sehingga sangat cocok digunakan mengingat tingkat pendidikan masyarakat daerah
pesisir kita masih tergolong rendah.

Teknologi Desalinasi Air Garam

BAB IV
KESIMPULAN dan SARAN
4.1

Kesimpulan
Kini penulis berada pada tahap akhir dari karya ilmiah ini, yaitu kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, dapat ditarik kesimpulan bahwa:

4.1.1 Desalinasi merupakan suatu solusi yang tepat dan potensial untuk mendapatkan
sumber air bersih alternatif, mengingat persediaan air tawar bersih sudah mulai
menipis karena berbagai hal. Ini sangat penting, karena air berperan sangat vital
terhadap kehidupan kita. Tanpa air bersih yang cukup, organ-organ tubuh kita tidak
dapat berfungsi secara maksimal, sumber pangan tidak dapat hidup, dan lain-lain.

4.1.2 Metode desalinasi ada bermacam-macam, diantaranya distilasi atau penyulingan,


osmosis balik atau reverse osmosis (RO), elektrodialisis (ED), pertukaran ion atau ion
exchanger, dan beberapa teknologi desalinasi sederhana lainnya (seperti lifestraw dan
watercone).

4.1.3 Metode desalinasi yang paling cocok diterapkan di Sulawesi Tengah menurut penulis
yaitu metode desalinasi dengan menggunakan watercone, karena lebih mudah, praktis
dan tidak memerlukan tenaga ahli untuk menggunakannya.

4.2

Saran
Dalam penulisan karya ilmiah yang sederhana ini, penulis telah mempelajari dan
meneliti mengenai teknologi desalinasi air garam, sehingga penulis mempunyai beberapa saran untuk
pemerintah dan Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah, pembaca, dan penulis yang akan
datang. Penulis berharap saran-saran yang diberikan ini dapat bermanfaat di kemudian hari.
4.2.1

Saran penulis kepada pemerintah dan Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah:
4.2.1.1 Pemerintah dan Dinas Sumber Daya Air sebaiknya melakukan sosialisasi terhadap
masyarakat (terutama masyarakat yang tinggal di daerah pesisir) agar mereka
mengetahui tentang desalinasi.
4.2.1.2 Pemerintah dan Dinas Sumber Daya Air sebaiknya mengupayakan metode-metode
desalinasi untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat Sulawesi Tengah.

4.2.2

Saran penulis kepada pembaca:


4.2.2.1 Pembaca sebaiknya membagikan pengetahuan yang telah didapatkan melalui

Teknologi Desalinasi Air Garam

10

karya ilmiah sederhana ini kepada orang lain.


4.2.2.2 Pembaca sebaiknya mengupayakan penghematan air, memelihara dan meminimalisir
pencemaran terhadap sumber-sumber air. Karena walaupun upaya yang dilakukan
hanya berskala kecil, tetapi dapat berpengaruh terhadap pasokan air bersih ke
depannya.
4.2.3

Saran kepada penulis yang akan datang, yaitu sebaiknya melakukan penelitian lanjutan
terhadap teknologi desalinasi air garam serta (dapat juga) menambahkan teknologi desalinasi
terbaru ke depannya.

Teknologi Desalinasi Air Garam

11

LAMPIRAN GAMBAR

Teknologi Desalinasi Air Garam

12

Teknologi Desalinasi Air Garam

13

DAFTAR PUSTAKA
Wolke, Robert L. 2003. Einstein Aja Gak Tau!. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. ISBN 979-22-02919.
Hartomo, A.J. & Widiatmoko, M.C. 1994. Teknologi Membran Pemurnian Air. Jakarta : Andi Offset.
ISBN 979-533-173-6.
El-Kabumaini, Nasin. 2009. Air dan Pemanfaatannya untuk Teknologi. Surabaya : CV Walatra 2. ISBN
978-602-870-157-0.
Sujono,

Ica.

Desalinasi

Air

Laut.

http://rdsujono.blogspot.com/2011/09/desalinasi-air-

laut.html#!/2011/09/desalinasi-air-laut.html (diakses pada tanggal 22 Maret 2013).


Anonim. Distilasi. http://id.wikipedia.org/wiki/Distilasi (diakses pada tanggal 22 Maret 2013).
Anonim. Osmosis Terbalik. http://id.wikipedia.org/wiki/Osmosis_terbalik (diakses pada tanggal 23 Maret
2013).
Anonim. Dialisis. http://id.wikipedia.org/wiki/Dialisis (diakses pada tanggal 24 Maret 2013).
Saputra, Jhonni. Sistem Koloid: Pemurnian Koloid. http://jhonnisaputra.blogspot.com/2012/04/sistemkoloid-pemurnian-koloid.html (diakses pada tanggal 24 Maret 2013).
Siregar, Maria. Pertukaran Kation. http://www.slideshare.net/masgar1/pertukaran-kation (diakses pada
tanggal 25 Maret 2013).
Wijaya,

A.A..

Teknologi

Desalinasi.

http://www.profil.waterindonesia.com/main/wp-

content/uploads/2010/06/Teknologi-Desalinasi-I.pdf (diakses pada tanggal 25 Maret 2013).


Yunita.

Prinsip-Prinsip

Pertukaran

Ion.

http://www.scribd.com/doc/29738382/20/Prinsip-prinsip-

Pertukaran-Ion (diakses pada tanggal 26 Maret 2013).


Zeniad. Lifestraw: Alat Sederhana Penyelamat Dunia. http://zeniad.wordpress.com/2010/04/05/lifestraw-tahukah-anda-alat-sederhana-penyelamat-dunia (diakses pada tanggal 27 Maret 2013).
Yayan. Teknologi Watercone. http://waroengtoelisan.blogspot.com/2011/04/teknologi-watercone.html
(diakses pada tanggal 29 Maret 2013).
Teknologi Desalinasi Air Garam

14

AUTOBIOGRAFI PENULIS

Nama lengkap saya Paramita Koriston. Saya dipanggil Mita sejak lahir oleh keluarga dan
orang-orang terdekat, dan saya juga memanggil diri saya sendiri dengan sebutan itu. Paramita berasal
dari bahasa Pli yang artinya kesempurnaan. Sementara Koriston adalah nama keluarga saya.
Ibu melahirkan saya di Palu pada tanggal 15 Mei 1997 dan usia saya sekarang 16 tahun
menuju ke 17 tahun. Ayah saya, Khe Sun Kang, hanya seorang wiraswasta. Sedangkan Ibu saya, Tjioe
Fui Siang, adalah seorang Ibu rumah tangga yang baik. Saya anak ke-4 dari 4 bersaudara. Kakak
pertama saya, Jeissy Koriston, sekarang tinggal dan bekerja di Melbourne, Australia. Begitu juga
dengan kakak kedua saya, Yoan Koriston. Sementara kakak ketiga saya, Wiryadi Koriston, sekarang
telah menyelesaikan studinya di Australia dan berencana untuk menjalankan bisnis di Indonesia.
Saya tinggal di Jalan Sultan Hasanuddin no. 34, Palu. Status saya sekarang adalah sebagai
salah seorang pelajar di SMA Karuna Dipa Palu. Sebelumnya saya telah menyelesaikan pendidikan
saya di TK Karuna Dipa (2002-2004), SD Karuna Dipa (2003-2009) dan SMP Negeri 1 Palu (20092011).
Sewaktu SD saya selalu mendapat peringkat dan saya sangat menonjol dalam mata pelajaran
matematika, terbukti saya berhasil meraih juara 1 dalam Olimpiade Matematika Tingkat Provinsi pada
tahun 2008, serta beberapa kompetisi matematika lainnya. Saya juga sangat menyukai segala sesuatu
yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan alam.
Ketika SMP saya mengikuti program percepatan belajar (akselerasi), sehingga saya dapat
menyelesaikan studi saya di SMP hanya dalam dua tahun. Sewaktu itu kemampuan matematis saya
tetap menonjol, saya berhasil memenangkan juara 2 Lomba Cepat Tepat Matematika bersama temanteman sekelompok saya. Kemampuan saya dalam berbahasa asing juga cukup baik, buktinya saya
berhasil memenangkan Lomba Pidato Bahasa Inggris se-Kota Palu yang diselenggarakan oleh Dinas
Pendidikan Kota Palu. Pada waktu itu saya juga mulai tertarik untuk mempelajari bahasa-bahasa asing
lainnya, seperti Bahasa Korea, Spanyol dan Mandarin.
Selama duduk di bangku SMA ini saya juga cukup berprestasi. Saya telah memenangkan juara
8 Anugrah Kihajar 2012 Tingkat Nasional, harapan 1 Lomba Karya Tulis Tingkat SMA se-Kota Palu oleh
Dinas Sumber Daya Air, dan juara 2 pada Math Event Untad 2013.
Teknologi Desalinasi Air Garam

15

Hobi saya yaitu menulis, membaca, menyanyi dan mendengarkan musik. Saya sering menulis
cerpen, puisi serta blog. Saya juga senang membaca novel, komik dan artikel-artikel ilmiah. Novel
kesukaan saya yaitu Harry Potter oleh J.K. Rowling dan The Trilogy of Hunger Games oleh Suzanne
Collins. Sementara komik favorit saya yaitu Doraemon oleh Fujiko F. Fujio dan One Piece oleh Eiichiro
Oda. Saya menyukai beragam jenis musik, terutama musik klasik dan pop. Musik klasik favorit saya
yaitu Fr Elise oleh Beethoven dan Winter Wind oleh Frdric Chopin. Sedangkan untuk musik pop, saya
sangat mengagumi karya-karya Michael Jackson, Queen, Birtney Spears, Avril Lavigne dan FUN.
Ketika SD saya bercita-cita untuk menjadi seorang ilmuwan. Akan tetapi cita-cita tersebut
berubah ketika SMP, saya ingin menjadi seorang programmer. Dan kini saya ingin menjadi seorang
dokter gigi yang ternama. Moto hidup saya adalah Resiko itu nyata, tapi ketakutan itu pilihan,, saya
mencoba untuk menyadari dan mewaspadai setiap resiko yang mungkin akan saya hadapi dalam
berbagai pilihan yang saya ambil, namun saya akan tetap berani melangkah maju sesuai dengan
keinginan saya, dan mencoba untuk meminimalkan segala resiko yang mungkin. Saya tidak akan
pernah takut untuk maju.

Teknologi Desalinasi Air Garam

16