Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM KOMUNIKASI RADIO


SEMESTER V TH 2014/2015

JUDUL
GAIN CONTROL WITH TRANSISTOR

GRUP
02

5B
PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


2014

PEMBUAT LAPORAN

: KELOMPOK 02

NAMA PRAKTIKAN

1. AYUNI SASKIA ACHMAD

2. ARLITA KUSUMA DEWI

3. AULIA SYIFA BARLIANI

4. NURHIDAYAT PUTRA

TGL. SELESAI PRAKTIKUM

: 28 OKTOBER 2014

TGL. PENYERAHAN LAPORAN

N I L A I

:..........

KETERANGAN

: ........................................

NOVEMBER 2014

..........................................
..........................................
.

GAIN CONTROL WITH TRANSISTOR

I.

II.

TUJUAN
1.1. Menjelaskan ketergantungan tegangan keluaran pada titik kerja dari rangkaian transistor.
1.2. Menentukan penguatan tegangan pada titik kerja yang berbeda dan menggambarkan
grafik hubungan antara penguatan dan arus kolektor stasioner.
1.3. Memberikan kesimpulan pengaturan range dari kurva karakteristik dan menyatakannya
dalam dB.
1.4. Menjelaskan pengaruh pengaturan pada bandwidth dan frekuensi resonsnsi pada tuned
amplifier, dengan bantuan kurva band pass.
1.5. Dari pengukuran tentukan hubungan antara tegangan keluaran amplifier dan tegangan
referensi pada keluaran demodulator.
1.6. Dari hasil pengukuran apakah pengaturan penguatan yang digunakan naik atau turun.
1.7. Menjelaskan pengaruh perubahan pada time konstan dan komponen pengaturan dalam
pengaturan penguatan.

DIAGRAM RANGKAIAN

III.

ALAT DAN KOMPONEN


1 Universal power supply
3 Universal patch panel
1 Dual Trace Oscilloscope
1 Digital Multimeter
1 Resistor 100 Ohm
1 Resistor 220 Ohm
1 Resistor 330 Ohm
1 Resistor 560 Ohm
1 Resistor 1 KOhm
1 Resistor 3,3 KOhm
3 Resistor 10 KOhm
Daftar Komponen
Resistor
R1 = 220 Ohm
R2 = 10 KOhm
R3 = 3,3 KOhm
R4 = 330 Ohm
R5 = 1 KOhm
R6 = 100 Ohm
R7 = 560 Ohm
R8 = 10 KOhm
R9 = 10 KOhm
R10 = 100 KOhm
R11 = 47 KOhm
R12 = 47 KOhm

1 Resistor 47 KOhm
1 Resistor 100 KOhm
1 Potensiometer 10 KOhm
1 Varicap 5500pF
1 Capacitor 100 pF
3 Capacitors 0,1 F
1 Capacitor 1 F
1 Capacitor 100 F
1 Coil 140 H
1 Diode AA118
1 Transistor BC 107

Kapasitor
C1 = 5500 pF variable
C2 = 100 nF
C3 = 100 nF
C4 = 100 pF
C5 = 1 F
C6 = 100 nF
Tambahan
C5 = 100 F
Transistor, Dioda
V1 = BC107
V2 = AA118
Coil, L1 = 140 H SO 5123 6R
Potensiometer P1 = 10 kOhm, Lin.

IV.

DASAR TEORI
In this exercise, a circuit is presented in which automatic control of the gain of
transistor is effected by shifting the working point of the transistor circuit. The control
characteristic of a transistor is not linear it flattens out somewhat, at the lower end (fig.1).
If the working point is shifted from A1 to A2, the gain of the circuit is made less due to
the smaller slope of the characteristic. This is the principle of decremental control.
Conversely, the working point can be shifted to A3, a larger quiescent current flow and in
this way reduce the gain of the circuit. In this case an ohmic resistance must be used so
that the voltage, VCE, falls below the transistor with a relative high saturation point is
required. (The BC 107 is not really suitable). This is the principle of incremental control.
Both types of control have their disadvantages, then, when the working point of a
transistor is shifted the dynamic characteristics of the transistor are also changed (rin, rout,
capacitances).
In decremental control, the transistor becomes high ohmic, the oscillatory circuits
are less damped and so a narrower bandwidth results. Conversely, with incremental
control, transistor becomes low ohmic, the oscillatory circuits are damped and a wider
bandwidth results. Also, a low ohmic control voltage amplifier is required. In simple
radio receivers, incremental control is most often used.

V.

LANGKAH PERCOBAAN
5.1 Pasang rangkaian seperti gambar, lepas C4, R10 dan R11.
Generator : gel. Sinus, F = 1 MHz, (50 mV) ke input
Osiloskop Y1 : AC, ke input
Y2 : AC ke MP3
5.1.1 Pengaturan titik kerja.
Atur P1 hingga arus kolektor 4 mA, resonansikan rangkaian pada frekuensi 1 MHz
dengan mengatur C1, dan tentukan VB, VE, VBE.
5.1.2 Fungsi P1
Ukur tegangan base-emiter (multimeter digital 2V) dan mengamati tegangan keluaran
saat P1 diubah.
Saat P1 diubah apa pengaruh pada titik kerja dari rangkaian dan pada amplitudo tegangan
keluaran.
5.2 Kurva karakteristik pengukuran
Rangkaian seperti 5.1.
5.2.1 Cek lagi rangkaian osilator pada IC = 4 mA
Atur tegangan input Uipp = 60 mV, set p1 agar arus kolektor sesuai dengan tabel,
mengukur tegangan keluaran untuk tiap-tiap harga aruspada tegangan masukkan konstan,
dan masukkan harga pada tabel.
5.2.2 Dari hasil pengukuran gambarkan kurva karakteristik pengaturan.
5.2.3 Tandai pada kurva, dimana arus stasioner pada saat penguatannya maksimum.
5.2.4 Hitung penguatan maksimum dan penguatan pada pengaturan dalam dB. Berapa
range dari pengaturan, dalam dB, dari rangkaian yang telah digunakan pada latihan ini.
5.3 Automatic Gain Control (AGC)
Rangkaian seperti gambar 5.1. Lepas P1
Pasang R10 = 100 K, R11 = 47 K, C4 = 100pF
5.3.1 Atur tegangan generator untuk tegangan keluaran sesuai tabel. Dan untuk tiap
keluaran MP4 ukur tegangan referensi dari demodulator, U4 (gunakan multimeter digital)
(DC, 20V). Masukkan harganya pada tabel. Apa hubungannya antara tegangan keluaran
dan tegangan referensi ?
5.3.2 Hubungkan MP4 ke MP1. Gambar masukkan dan keluaran dari amplifier. Rubah
tegangan keluaran :
a)
b)

Dengan pengaturan
Tanpa pengaturan (open-circuit MP4 dan MP1) dan amati efektifitas dari
pengaturan penguatan.

5.3.3 Atur tegangan masukkan sesuai pada tabel dan ukur untuk masing-masing,
tegangan keluaran dengan pengaturan penguatan pada rangkaian. Masukkan harganya
pada tabel.
5.3.4 Gambarkan grafik yang menunjukkan hubungan antara Uo dan Ui. Menggunakan
harga yang didapatkan dari 5.4.3.
5.3.5 Apa type pengaturan pengaturan penguatan dari rangkaian ini, incremental atau
decremental ?
5.3.6 Ganti C5 dengan 100F dan dengan pengaturan pengaturan penguatan dari
rangkaian, rubah secara tiba-tiba tegangan masukkan. Apa pengaruh C5 dalam respon
pengaturan penguatan pada rangkaian.

VI.

DATA HASIL PERCOBAAN

Lembar Kerja 1
Untuk 5.1.1.
Pada titik kerja : IC = 4 mA
VB = 4.5 V
VE = 3.0 V
VBE = 0.6 V
Untuk 5.1.2.
Pengaruh P1
Searah jarum jam : Nilai tegangan semakin mengecil
Berlawanan arah jarum jam : Nilai tegangan semakin membesar
Untuk 5.2.1 dan 5.2.2
Fo = 1 Mhz = konstan
Vipp = 60 mV = konstan
Ic
mA

0,25

0,5

0,75

8,5

10

Vopp
V

1.2

0.24

0.36

0.477

0.9

1.9

2.89

2.2

1.6

1.1

1.1

20

20

23.33

23.33

28.33

28.33

30

28.33

26.67

26.67

18.33

G=

Lembar Kerja 2
Untuk 5.2.3 dan 5.2.4
Karakteristik Kontrol

Untuk 5.2.5
Penguat maksimum
Penguat minimum
a)
Untuk decremental control
b)
Untuk incremental control
Range pengaturan
a)
Untuk decremental control
b)
Untuk incremental control

: 20 log 30

= 29.54 dB

: 20 log 20
= 26.02 dB
: 20 log 18.33 = 25.26 dB

: 3.52 dB
: 4.28 dB

Lembar Kerja 3
Untuk 5.3.1
Hubungan tegangan keluaran tegangan referensi
Tegangan keluaran Vopp
V
Tegangan referensi U4
V

-0.7

-1.2

-1.5

-2.5

Hasilnya : Semakin besar nilai tegangan outputnya, maka semakin besar pula nilai
tegangan referensi negatifnya.
Untuk 5.3.3
Hubungan Uo Ui (dengan gain control)
F = 1 MHz = konstan (resonansi)
Vipp
mV
Vopp
V

100

200

300

400

500

600

700

800

3.3

5.3

6.2

6.5

6.6

6.9

7.2

Lembar Kerja 4
Untuk 5.3.4
Uo sebagai fungsi dari Ui

Untuk 5.4.5
Rangkaian menggunakan incremental/decremental gain control.
Sebab : Tegangan referensi yang terdapat di MP4 lebih bernilai negatif, sehingga
menyebabkan nilai Vu1 menjadi lebih tinggi. Karena itu bias pada kaki basis
transistor menjadi lebih kecil atau descreased.
Untuk 5.4.6
Pengaruh bila harga C5 dinaikkan :
Kontrol menunjukkan sebuah reaksi yang lebih lama pada pergantian amplitudo karena
waktu yang konstan pada rangkaian kontrol lebih besar.
Lembar Kerja 5
Untuk 5.4.1
Pengaruh decremental control
Bandwidth pada tuned Amplifier
Frekuensi resonansi pada Amplifier

: berkurang
: naik

Untuk 5.4.2
Pengaruh incremental control
Bandwidth pada tuned Amplifier
Frekuensi resonansi pada Amplifier

: naik
: jatuh

VII.

ANALISA

Pada percobaan kali ini mengenai Gain Control with Transistor yang ditimbulkan
oleh perubahan titik kerja dari rangkaian transistor. Dalam radio receiver sederhana,
incremental control paling sering digunakan. Tegangan output yang dihasilkan didapat
dari tegangan input yang telah mengalami penguatan. Pada incremental control, transistor
menjadi low ohmic. Dengan decremental control, transistor menjadi high ohmic,
rangkaian osilator akan mengurangi beban dan juga menghasilkan narrow band.
Titik kerja pada transistor dapat mengatur/merubah besarnya penguatan tegangan.
Titik kerja maksimum dari transistor yaitu 4 mA dimana pada kondisi ini nilai tegangan
basis transistor (VB) adalah 4.5 V, nilai tegangan emitor (VE) 3.0 V dan nilai tegangan
basis-emitor dapat dilihat pada hasil pengurangan antara VB dan VE. Saat potensiometer
diputar Searah jarum jam maka amplitudo output semakin membesar kemudian mengecil
(beresonansi). Dan saat potensiometer diputar berlawanan arah jarum jam maka
amplitudo output mengecil terus menerus hingga mencapai 0 Vpp.

Pada percobaan 5.1.2, terdapat kesalahan pada hasil yang diperoleh pada tabel.
Seharusnya grafik penguatan dari tabel tersebut dapat mencapai nilai 200, tetapi pada
percobaan yang dilakukan tidak dapat mencapai nilai 200. Hal ini mungkin disebabkan
karena ada rangkaian yang short atau kesalahan pada saat merangkai komponenkomponen tersebut. Selain itu, dapat juga disebabkan oleh komponen transistor yang
telah rusak, atau komponen lain juga rusak.
Karakteristik dari dioda yang digunakan pada demodulator dapat mempengaruhi
hubungan tegangan output gain control dengan tegangan referensi dari demodulator.
Sehingga, jika tegangan output gain control melebihi tegangan dari dioda maka output
yang dikeluarkan adalah tegangan dioda tersebut (tegangan referensi). Decremental
control menyebabkan bandwidth pada gain control menjadi berkurang dan frekuensi
resonansi-nya meningkat. Incremental control menyebabkan bandwidth pada gain
control menjadi naik dan frekuensi resonansi-nya jatuh.

VIII.

KESIMPULAN
Dari percobaan ini mengenai Gain Control with Transistor, dapat disimpulkan:
Pengaturan titik kerja, dengan mengatur komponen P1 (potensiometer), yang akan
berpengaruh terhadap output, jika searah jarum jam, maka amplitudo output semakin
membesar kemudian mengecil. Sedangkan pada saat berlawanan arah jarum jam,
amplitudo output mengecil terus menerus sampai 0 Vpp.
Tegangan output gain control melebihi tegangan dari dioda maka output yang
dikeluarkan adalah tegangan dioda tersebut (tegangan referensi).
Pada incremental control, transistor menjadi low ohmic sedangkan pada decremental
control, transistor menjadi high ohmic.
Penguatan tegangan output dapat diatur dengan merubah titik kerja dari transistor.
Pada Gain Control with Transistor, tegangan output yang dihasilkan merupakan
penguatan dari tegangan input.

REFERENSI
Transistor adalah komponen elektronika semikonduktor yang memiliki 3 kaki
elektroda, yaitu Basis (Dasar), Kolektor (Pengumpul) dan Emitor (Pemancar). Komponen
ini berfungsi sebagai penguat, pemutus dan penyambung (switching), stabilitasi tegangan,
modulasi sinyal dan masih banyak lagi fungsi lainnya. Selain itu, transistor juga dapat
digunakan sebagai kran listrik sehingga dapat mengalirkan listrik dengan sangat akurat
dan sumber listriknya.
Transistor sebenarnya berasal dari kata transfer yang berarti pemindahan dan
resistor yang berarti penghambat. Dari kedua kata tersebut dapat kita
simpulkan, pengertian transistor adalah pemindahan atau peralihan bahan setengah
penghantar menjadi suhu tertentu. Transistor pertama kali ditemukan pada tahun 1948
oleh William Shockley, John Barden dan W.H, Brattain. Tetapi, komponen ini mulai
digunakan pada tahun 1958. Jenis Transistor terbagi menjadi 2, yaitu transistor tipe P-NP dan transistor N-P-N.
Gambar Tentang Pengertian Transistor

Cara Kerja Transistor hampir sama dengan resistor yang mempunyai tipe dasar
modern. Tipe dasar modern terbagi menjadi 2, yaitu Bipolar Junction Transistor atau
biasa di singkat BJT dan Field Effect Transistor atau FET. BJT dapat bekerja bedasarkan
arus inputnya, sedangkan FET bekerja berdasarkan tegangan inputnya.
Dalam dunia elektronika modern, transistor merupakan komponen yang sangat penting
terutama dalam rangkaian analog karena fungsinya sebagai penguat. Rangkaian analog
terdiri dari pengeras suara, sumber listrik stabil dan penguat sinyal radio. Tidak hanya

rangkaian analog, di dalam rangkaian digital juga terdapat transistor yang digunakan
sebagai saklar dengan kecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat di rangkai
sehingga berfungsi sebagai logic gate.
Jenis-Jenis Transistor juga berbeda-beda, berdasarkan kategorinya dibedakan
seperti materi semikonduktor, kemasan fisik, tipe, polaritas, maximum kapasitas daya,
maximum frekuensi kerja, aplikasi dan masih banyak lagi jenis yang lainnya.
http://komponenelektronika.biz/pengertian-transistor.html
Transistor adalah komponen elektronika yang terbuat dari bahan semikonduktor
dan mempunyai tiga elektroda (triode) yaitu dasar (basis), pengumpul (kolektor) dan
pemancar (emitor). Dengan ketiga elektroda (terminal) tersebut, tegangan atau arus yang
dipasang di satu terminalnya mengatur arus yang lebih besar yang melalui 2 terminal
lainnya.
Pengertian transistor berasal dari perpaduan dua kata, yakni transfer yang
artinya pemindahan dan resistor yang berarti penghambat. Dengan demikian transistor
dapat diartikan sebagai suatu pemindahan atau peralihan bahan setengah penghantar
menjadi penghantar pada suhu atau keadaan tertentu.

Jenis-jenis Transistor dari Fungsi Transistor


Transistor ditemukan pertama kali oleh William Shockley, John Barden, dan W.
H Brattain pada tahun 1948. Mulai dipakai secara nyata dalam praktik mereka pada tahun
1958. Transistor termasuk komponen semi konduktor yang bersifat menghantar dan
menahan arus listrik.Ada 2 jenis transistor yaitu transistor tipe P N P dan transistor
jenis N P N. Transistor NPN adalah transistor positif dimana transistor dapat bekerja
mengalirkan arus listrik apabila basis dialiri tegangan arus positif. Sedangkan transistor
PNP adalah transistor negatif,dapat bekerja mengalirkan arus apabila basis dialiri
tegangan negatif.
http://dasarelektronika.com/pengertian-dan-fungsi-transistor/

DAFTAR PUSTAKA
http://www.sridianti.com/pengertian-pemancar-wireless-transmitter-contoh.html (Diakses
pada 31 Oktober 2014)
http://asroful.wordpress.com/2011/12/08/pengaruh-kapasitansi-terhadap-rangkaiantransmitter-dan-receiver/ (Diakses pada 31 Oktober 2014)
http://ardianeko.wordpress.com/2012/01/26/transmitter-dan-line-transmission/
(Diakses pada 01 November 2014)
http://www.globalquality.info/tag/definisi-transmitter-adalah/
(Diakses pada 03 November 2014)