Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH EKONOMI TEKNIK

ANALYSIS OF RETURN

Darmansyah
11412719
3 IB 02 A

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI


TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS GUNADARMA

BAB1
PENDAHULUAN
Analisa ekonomi teknik adalah beberapa metode yang digunakan untuk menganalisis alternativealternatif mana yang harus dipilih secara sistematis, sesuain dengan kondisi-kondisi tertentu.
Pengertian-pengertian dasar ekonomi yang banyak digunakan disini adalah aliran kas (cash flow),
pengaruh waktu terhadap nilai uang (time value of money), wkuivalensi (equivalence), suku bunga
majemuk, suku bunga nominal dan efektif. Pemahaman pengertian-pengertian tersebut sangat
bermanfaat dalam mempelajari ekonomi teknik. Metode-metode yang banyak digunakan oleh para
ahli teknik dapat di kelompokkan sebagai berikut: nilai uang sekarang (present worth), biaya
tahunan/periode (annual cost), suku bunga investasi (rate of return), pemanfaatan biaya (benefit
cost ratio), penyusutan atau penghapusan (depreciation), dan pajak pendapatan (income taxes),
jika inflasi diperhitungkan, maka analisis harus dilakukan dalam daya beli tetap (constant purchasing
power). Penerapan teori keputusan (decision theory) dalam ekonomi teknik dewasa ini berkembang,
yang tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih akurat dengan resiko tertentu.

BAB 2
PEMBAHASAN MATERI

ANALISIS LAJU PENGEMBALIAN MODAL


(RATE OF RETURN ANALYSIS)

a.Pengertian Rste Of Return


Rate of Return adalah tingkat persentase pengembalian (i%) sehingga perbandingan antara PW of
benefit sama dengan PW of Cost.

EUAB = Equivalent Uniform Annual Benefit


EUAC = Equivalent Uniform Annual Cost

Dalam bab-bab sebelumnya suku bunga diketahui. Dalam beberapa keadaan adalah
bermanfaat untuk menghitung suku bunga suatu investasi, untuk mengetahui apakah
investasi tersebut menguntungkan atau tidak. Biasanya suku bunga invastasi tersebut
dibandingkan suku bunga yang terdapat di bank atau suku bunga standart. Jika suku bunga
investasi tersebut lebih besar dari suku bunga bank atau Minimum Atractive Rate of Return
(MARR), maka investasi tersebut dapat dilakukan, jika tidak maka lebih ekonomis
menyimpan uang di bank.
Seperti halnya dalam perhitungan Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) atau
Present Worth (PW), metode laju pengembalian modal dapat juga diterapkan untuk
memilih salah satu dari dua atau lebih alternatif yang paling efisien atau ekonomis.
Pengertian Rate of Return atau laju pengembalian modal disini adalah ekuivalen
dengan pengertian profit (keuntungan) dalam teori ekonomi. Perbandingan antara berbagai
alternatif yang terdiri atas sejumlah penerimaan / keuntungan dan pengeluaran / biaya yang
berbeda dengan periode yang berlainan dapat dilakukan dengan menghitung suku
bunganya, dimana dengan suku bunga tersebut kedua alternatif ekuivalen.
Jadi dalam hal ini laju pengembalian modal dapat didefinisikan sebagai suku bunga
sedemikian hingga:
PWbiaya = PWkeuntungan
atau PWbiaya - PWkeuntungan = 0
atau NPW = 0 (net present worth = 0 ).
Jika menggunakan EUAC:
EUAC = EUAB
atau EUAC EUAB = 0 atau NAW (net annual worth) = 0
Catatan: Perhitungan untuk mendapatkan rate of return dengan cara ini disebut juga
discounted cash flow method atau investors method. Rate of Return yang diperoleh disebut
juga Profitability Index (PI), Internal Rate of Return (IRR).

b. Memberikan pengertian konsep dasar analisis rate of return, asumsi dan penggunaannya
Metode ini untuk membuat peringkat usulan investasi dengan menggunakan tingkat pengembalian
atas investasi yang dihitung dengan mencari tingkat diskonto yang menyamakan nilai sekarang dari
arus kas masuk proyek yang diharapkan terhadap nilai sekarang biaya proyek atau sama dengan
tingkat diskonto yang membuat NPV sama dengan nol.
IRR yang merupakan indikator tingkat efisiensi dari suatu investasi. Suatu proyek/investasi dapat
dilakukan apabila laju pengembaliannya (rate of return) lebih besar dari pada laju pengembalian
apabila melakukan investasi di tempat lain (bunga deposito bank, reksadana dan lain-lain). IRR
digunakan dalam menentukan apakah investasi dilaksanakan atau tidak, untuk itu biasanya digunakan
acuan bahwa investasi yang dilakukan harus lebih tinggi dari Minimum acceptable rate of return atau
Minimum atractive rate of return (MARR) . MARR adalah laju pengembalian minimum dari suatu
investasi yang berani dilakukan oleh seorang investor.
Penerimaan atau penolakan usulan investasi ini adalah dengan membandingkan IRR dengan tingkat
bunga yang disyaratkan (required rate of return). Apabila IRR lebih besar dari pada tingkat bunga
yang disyaratkan maka proyek tersebut diterima, apabila lebih kecil diterima.
IRR adalah nilai discount rate i yang membuat NPV dari proyek sama dengan nol. Discount rate
yang dipakai untuk mencari present value dari suatu benefit/biaya harus senilai dengan opportunity
cost of capital seperti terlihat dari sudut pandangan si penilai proyek. Konsep dasar opportunity
cost pada hakikatnya merupakan pengorbanan yang diberikan sebagai alternatif terbaik untuk dapat
memperoleh sesuatu hasil dan manfaat atau dapat pula menyatakan harga yang harus dibayar untuk
mendapatkannya.

BAB 3
PENUTUP

Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat ditarik beberapa kesimpulan penting yang
merupakan hasil dari penelitian ini yaitu:
1. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis satu abnormal return secara parsial memiliki pengaruh
positif terhadap tingkat pengembalian yang dihasilkan perusahaan manufaktur di Bursa Efek
Indonesia.
2. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis kedua capital gain secara parsial memiliki pengaruh positif
terhadap tingkat pengembalian yang dihasilkan perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia.

Sumber Referensi
file:///C:/Users/PC-MANTAP/Downloads/bahan-ajar-ekotek%20(1).pdf
http://yogiefebryanekotek.blogspot.com/2012/02/rate-of-return-analysis.html