Anda di halaman 1dari 9

PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN

DANGO SHOP

DIUSULKAN OLEH:

DEVITA PURWARDINI
10023058

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN


YOGYAKARTA
2013

RINGKASAN USAHA

Usaha bernama Dango Shop ini mengambil tema masakan ringan khas negeri sakura,
Jepang. Motivasi untuk melakukan usaha ini adalah banyaknya usaha makanan Jepang di
wilayah Yogyakarta, namun belum ada yang menyajikan kue dango dalam menu
masakannya. Kuliner ini sangat digemari di Jepang, sehingga pemilik ingin mengembangkan
lahan usaha baru untuk memperkenalkan kuliner Jepang kepada masyarakat sekitar. Motonya
yaitu membawa kuliner kelas dunia ke Yogyakarta dan membawa kuliner Yogyakarta pada
kelas dunia.
Kue dango sendiri hampir menyerupai kue mochi yang memiliki asal yang sama dari
Jepang. Namun kelebihan kue ini adalah penampilannya yang lebih menarik dan lebih berasa
manis tidak seperti kue mochi yang memiliki rasa tawar, serta aneka saos olahan yang
digunakan dalam mengkonsumsi kue ini. Rasa yang manis akan menjadi daya tarik bagi
anak-anak hingga orang dewasa, sebab di Yogyakarta sendiri terkenal dengan kulinernya
yang manis-manis. Kue mochi asli berisi kacang, sedangkan kue dango yang asli tidak
memiliki isi, namun kami akan menambah variasi menu kue dango yang berisi ubi jalar
kukus khas Indonesia. Kue mochi juga sudah banyak digemari dan bukan merupakan hal baru
bagi masyarakat Yogyakarta, sehingga besar harapan bahwa kue dango juga akan diterima
sangat baik di masyarakat. Usaha dalam bidang kuiner akan selalu menjanjikan bagi
pengusahanya sebab kuliner merupakan wadah yang selalu digemari oleh masyarakat.
Menjadi usaha Dango Shop yang pertama di Yogyakarta berarti akan memiliki
potensi yang besar untuk dilihat oleh masyarakat. Hal ini menjadi poin utama dan akan
menjadi nilai investasi tersendiri bagi Dango Shop untuk menarik minat pelanggan. Berbagai
fasilitas, sarana, kualitas serta cita rasa juga menjadi titik tengah dalam pelaksanaan usaha
Dango

Shop.

TUJUAN USAHA

Adapun tujuan dari usaha Dango Shop ini yaitu:


1. Memperoleh keuntungan,
2. Merilis usaha kue dango yang pertama di wilayah Yogyakarta,
3. Memperkenalkan makanan ringan khas Jepang pada masyarakat setempat,
4. Membawa kuliner kelas dunia ke Yogyakarta dan membawa kuliner Yogyakarta pada
kelas dunia,
5. Menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat,
6. Menciptakan shop (kedai/warung/toko) di mana setiap pelanggan tersenyum dan
merasa spesial,
7. Menciptakan makanan ringan yang paling baik di kelasnya dengan penyajian yang
istimewa, bersih, dan pilihan warna yang beragam,
8. Membuat organisasi yang memiliki hubungan kerja yang baik dan kuat antara
pemilik, karyawan, pemasok barang dan perusahaan.

STRATEGI USAHA

Tahap awal yang dilakukan dalam membangun usaha yaitu dengan melakukan
promosi melalui media komunikasi sosial seperti SMS, BBM, Facebook, Twitter, WeChat,
Line, KakaoTalk, Instagram, Path, dan WhatsApp yang dikirim ke tiap mahasiswa UAD.
Sosialisasi dan promosi ini dilakukan satu minggu sebelum usaha dibuka. Kami pun
melakukan promosi dari mulut ke mulut agar lebih banyak lagi mahasiswa yang mengetahui
mengenai usaha Dango Shop tersebut. kemudian setelah itu akan dilebarkan promosi usaha
ini kepada masyarakat sekitar hingga masyarakat lebih luas dengan menambah media
promosi melalui penyebaran brosur yang menarik.
Pada saat berjalannya usaha Dango Shop ini menawarkan strategi pemasaran berupa
pernyataan bahwa jika pelanggan kecewa dengan rasa dan kualitas kue dango di Dango Shop
maka akan diganti

dengan satu

buah souvenir cantik dari Dango Shop.

PROFIL PERUSAHAAN

Pendiri

Devita Purwardini

Investor

Devita Purwardini, P. Suice

Jam Buka Usaha

Senin-Jumat pukul 09.00-20.00 WIB, Sabtu dan Minggu


pukul 08.00-22.00

Sistem Penjualan

Customer/pelanggan yang datang dilayani langsung oleh


bagian kasir, dicatat pesanannya dan dihitung jumlah
harganya,

dilakukan

pembayaran

tunai,

bagian

kasir

meneruskan nota pesanan kepada chef dan chef akan


membuat dango sesuai pesanan, chef akan memberikan
kembali ke bagian kasir yang akan menyerahkan kembali
pada customer/pelanggan yang bahagia.
Lokasi

Jalan Seturan Raya no 98, Yogyakarta

Fasilitas

Shop yang nyaman dengan corak dinding dan lantai yang


menampilkan warna bunga sakura khas Jepang seperti pada
festival bunga tahunan, terdapat sejumlah kursi dan meja
yang nyaman, fasilitas musik non stop selama jam buka,
sistem pembayaran

yang menggunakan

komputerisasi,

terdapat menu minuman yang bervariasi untuk menambah


kenyamanan pelanggan yang menyantap makanan di tempat.

PRODUK

Harga

Deskripsi Produk

Dango () adalah kue Jepang berbentuk bulat seperti


bola kecil, dan dimatangkan dengan cara dikukus atau
direbus di dalam air. Adonan dango dibuat dari tepung
beras yang diulen dengan air atau air panas. Kushidango
adalah sebutan untuk sejumlah 3, 4, atau 5 butir dango
yang ditusuk menjadi satu dengan tusukan (kushi) dari
bambu. Dango yang rasanya manis dibuat dengan
menambahkan gula ke dalam adonan, sedangkan dango
yang tidak manis dicelupkan ke dalam saus. Dango juga
bisa dimakan dengan taburan bubuk kacang kedelai
(kinako), dimasukkan ke dalam mitsumame (agar-agar
yang dimakan bersama aneka buah kaleng) atau selai
kacang merah yang diencerkan dengan air. Selain dari
tepung beras, dango juga bisa dibuat dari tepung terigu
atau tepung millet.

Varian Produk

1. Kushidango (dango putih), dengan variasi saos yang


terbuat dari:
a. Selai kacang merah;
b. Bubuk kacang kedelai dan gula pasir;
c. Selai kacang kedelai muda;
d. Selai kacang walnut;
e. Wijen dan gula pasir
2. Tsukimidango (dango melihat bulan, yang disusun
membentuk piramida),
3. Mitarashi dango (Sejumlah 3, 4 atau 5 butir dango
ditusuk dengan tusukan bambu dan dipanggang lebih
dulu sebelum dicelupkan ke dalam saus dari campuran
kecap asin dan gula),
4. Kusadango (Dango yang dimakan bersama selai
kacang merah, bubuk kedelai, dan gula),

5. Hamidango (dango dengan warna-warni seperti putih,


hijau, merah muda, ungu, kuning).
6. Shiratama dango (dango yang dicelup bersama
dengan campuran agar-agar dan buah kaleng),
7. Botchan dango (dango berisi ubi jalar kukus),
8. Chadango (dango dengan taburan green tea).
Dibuat oleh

Chef dango

Gambar:

Hamidango

Tsukimidango

Mitarashi dango

Chadango & Botchan


dango

Shiratama dango

Kushidango

Kusadango

SEGMENTASI PASAR

Target pasar
Cara

membangun :

pasar

Anak-anak sekolah hingga mahasiswa dan orang dewasa


Membuat tempat (shop) yang menjaga kenyamanan
pelanggan dan sistem penjualan yang ramah, sopan,
senyum serta cepat dan tepat,
Produk yang tetap terjaga kualitas dan cita rasanya
seperti yang ada di Jepang,
Harga yang sesuai dengan kalangan pasar,
Bila ada konsumen yang kurang puas akan segera
dilayani,
Mendorong pelanggan untuk mengajukan keluhan
apabila kurang memuaskan,
Meminta umpan balik (feed back) pada karyawan
tentang upaya perbaikan pelayanan yang harus diberikan
pada pelanggan,
Lokasi usaha yang mudah dijangkau dan jam kerja yang
buka setiap hari serta penggunaan komputerisasi yang
membuat nyaman.

Persaingan pasar

Sejauh ini belum ada sebab baru akan dirilis perdana


sewilayah Yogyakarta, namun apabila suatu saat akan
banyak pesaing yang bermunculan, maka akan lebih
berinovasi dalam hal variasi rasa dan bentuk dan strategi
lainnya

Parameter kelayakan :

BEP (Break Event Point); ROI (Return of Investment);

pasar

PBP (Pay Back Periods).

BEP (Break Event Point)


1. Biaya tetap (per bulan)

Biaya gaji pegawai : Rp.

Biaya gaji pemilik

Biaya sewa gedung : Rp. 3.500.000

Biaya total

750.000

: Rp. 1.000.000

: Rp. 5.250.000

2. Biaya variabel (per unit)

Biaya bahan baku

Biaya tenaga kerja langsung : Rp. 1.000

Biaya listrik dan air

: Rp. 2.000

Biaya lain

: Rp. 2.000

Biaya total

: Rp. 10.000

: Rp. 5.000

3. Harga jual per unit : Rp. 15.000


4. BEP dalam unit:
BEP

= Biaya Tetap / (harga per unit biaya variable per unit)


= 5.250.000 / (15.000 10.000)
= 1.050 unit

5. BEP dalam rupiah:


BEP

= Biaya Tetap / (Kontribusi Margin per unit / Harga per unit)


= 5.250.000 / (5.000 / 15.000)
= Rp. 15.750.000

ROI (Return Of Investment)


ROI

= ((Total Penjualan Investasi) / Investasi) x 100%


= ((10.000.000 6.000.000) / 6.000.000) x 100%
= 66.67%

PBP (Pay Back Periods)


Rumus umum:

PBP

= 1 + (6.000.000 4.000.000) / (8.000.000 4.000.000)


= 0,5
= 6 bulan atau tahun

Anda mungkin juga menyukai