Anda di halaman 1dari 6

TUGAS

HUKUM PIDANA LANJUTAN

Oleh :

NI KETUT WINDA PUSPITA

(1303005248)

DEDE SUKMA ARISTYA

(1303005259)

I PUTU NURA SASTRAWAN

(1303005263)

NI LUH GEDE MEGA KARISMA

(1303005267)

I PUTU WISNU KARMA

(1303005281)

FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2014
Pertemuan ke 9 : Perkuliahan V

Kasus
Lima tahun setelah Andi selesai menjalani masa pidana di LP Kelas II Kerobokan
dalam kasus perampasan sepeda motor, kembali diadili di Pengadilan Negeri
Denpasar dalam kasus pencurian, penipuan, dan penggelapan barang-barang milik
perusahaan tempatnya ia bekerja di bilangan Kuta. Andi selesai menjalani masa
pidana pada akhir tahun 2000, dan setelah itu ia berkerja di CV Jaya Garment
yang bergerak di bidang manufacturing dan eksport garmen. DI perusahaan
tersebut, ia juga menanamkan saham sebesar 20%. Pada akhir tahun 2005, Andi
dilaporkan ke Polda Bali dalam kasus pencurian, penipuan dan penggelapan
barang-barang milik perusahaan. Atas laporan tersebut, penyidikan dilakukan dan
sampai berlanjut ke proses pemeriksaan di persidangan. Hakim memutuskan
bahwa Andi terbukti bersalah dalam kasusu tindak pidana yang didakwakan
kepadanya.
Ilustrasi:
-

Andi selesai menjalani pidana di LP Kelas II dalam kasus perampasan


motor.

Andi selesai menjalani masa pidana pada akhir tahun 2000,

Andi diadili kembali dalam kasus pencurian, penipuan, dan penggelapan


barang-barang milik perusahaannya.

Ia menanamkan saham sebesar saham sebesar 20% pada akhir tahun 2005.

Ia dilaporkan ke Polda Bali dalam kasus pencurian, penipuan dan


penggelapan barang-barang milik perusahaan.

1. Karena Andi memiliki saham di perusahaan tempat ia melakukan tindak


pidana, apakah unsur-unsur tindak pidana yang disangkakan dapat
terpenuhi?

Pengertian tindak pidana secara umum adalah suatu perbuatan manusia


bersifat melawan hukum yang diancam dengan sanksi pidana sebagaimana
yang diatur dalam undang-undang.
Dari pengertian tersebut, maka unsur-unsur tindak pidana, yaitu :
Perbuatan manusia;
Melawan hukum;
Diatur dalam Undang-undang;
Adanya sanksi pidana.
Berdasarkan ilustrasi di atas, tindak pidana yang dilakukan oleh Andi yaitu
berupa pencurian, penipuan dan penggelapan. Tindak pidana pencurian
diatur dalam Pasal 362 KUHP, tindak pidana penipuan diatur dalam Pasal
378 KUHP, dan tindak pidana penggelapan diatur dalam Pasal 372 KUHP.
Ketiga jenis tindak pidana tersebut termasuk dalam jenis kejahatan
terhadap harta benda. Unsur dari tindak pidana terhadap harta benda diatas
sesuai dengan bunyi pasal-pasalnya yaitu pengambilan barang sesuatu
kepunyaan orang lain sebagian atau seluruhnya untuk dimiliki dan diakui
sebagai milik sendiri dengan cara tipu muslihat diancam dengan pidana.
Dalam kasus ini, meskipun Andi memiliki saham sebesar 20% di
perusahaan tersebut unsur-unsur tindak pidananya tetap terpenuhi karena
sebagian besar (80%) saham atau barang-barang dalam perusahaan
tersebut yang diambilnya adalah milik orang lain dalam perusahaan
tersebut.
Selain itu perbuatan Andi juga memenuhi unsur-unsur tindak pidana secara
umum yaitu:
a. Perbuatan manusia
Perbuatan manusia dalam ilustrasi ini berupa perbuatan yang dilakukan
oleh Andi yaitu pencurian, penipuan dan penggelapan barang-barang
milik perusahaan tempatnya bekerja.
b. Melawan hukum
Pengertan melawan hukum adalah suatu sifat tercela atau terlarang dari
suatu perbuatan, dimana sifat tercela tersebut dapat bersumber pada
undang-undang (melawan hukum formil) dan dapat bersumber pada
masyarakat (melawan hukum materiil).

Sifat melawan hukum yang ada dalam perbuatan Andi tersebut


termasuk dalam sifat tercela yang bersumber pada undang-undang
(melawan hukum formil).
c. Diatur dalam undang-undang
Pencurian diatur dalam Bab XXII Pasal 362 KUHP Indonesia yang
berbunyi: barangsiapa mengambil barang sesuatu.. diancam
karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau
denda paling banyak enam puluh rupiah
Penggelapan diatu dalam Bab XXIV Pasal 372 KUHP Indonesia yang
berbunyi:

barangsiapa dengans sengaja. diancam karena

penggelapan dengan pidana

penjara paling lama empat tahun atau

denda paling banyak enampuluh rupiah


Penipuan diatur dalam Bab XXV Pasal 378 KUHP Indonesia yang
berbunyi barang siapa yang dengan maksud diancam karena
penipuan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun
d. Adanya sanksi pidana
Pencurian dan penggelapan sesaui dengan KUHP dikenakan sanksi
pidana denda dan pidana penjara sedangkan penipuan dikenakan
pidana penjara.
2. Dalam kasus di atas, Andi dapat dijatuhi pidana lebih berat, kenapa?
Andi dijatuhi pidana lebih berat karena ia melakukan perbuatan pidana
berupa recidive. Pengertian Recidive adalah seseorang yang sering
melakukan perbuatan pidana dan karena dengan perbuatan-perbuatannya
itu telah dijatuhi pidana bahkan telah sering dijatuhi pidana.
Ada beberapa system mengenai Recidive:
1) Recidive Umum (Algemene Recidive/ Generale Recidive)
2) Recidive Khusus (Spesiale Recidive/ Bijzondere Recidive)
3) Tussen Stelsel (tempatnya antara recidive umum dan recidive
khusus)
Dalam kasus ini perbuatan Andi termasuk kedalam Tussen Stelsel karena
Andi melakukan perbuatan pidana dan terhadap perbuatan pidana itu ia
telah dijatuhi pidana oleh hakim. Tetapi setelah ia menjalani pidana dan
kemudian dibebaskan lagi, dalam jangka waktu tertentu yang telah
ditentukan oleh Undang-undang Andi melakukan perbuatan pidana dan

perbuatan pidana yang dilakukan itu merupakan golongan tertentu yang


ditetapkan oleh Undang-Undang.
Selain itu perbuatan Andi juga diperberat pidananya diperberat 1/3 karena
-

memenuhi syarat:
Terhadap kejahatan yang dilakukan harus sudah dipidana dengan
keputusan hakim yang tidak dapat di rubah lagi dan dengan hanya

dipidana penjara.
Harus dalam jangka waktu 5 tahun terhitung dengan syarat selesainya
menjadi pidana penjara dengan saat ia melakukan perbuatan pidana untuk

keduakalinya.
Dilihat dalam kasus tersebut, Andi pernah menjalani masa pidana dalam kasus
perampasan sepeda motor dan ia melakukan lagi tindak pidana pencurian,
penipuan dan penggelapan barang milik perusahaan dalam jangka waktu 5
tahun. Hakim juga telah memutuskan bahwa Andi terbukti bersalah dalam
kasus tindak pidana yang didakwakan kepadanya.
Dalam pengertian Recidive atau mengulangi perbuatan pidana, mengandung
arti kata adanya lebih dari satu atau beberapa perbuatan pidana yang telah
dilakukan, sehingga mempunyai bangunan hukum mirip bentuk perbarengan
perbuatan atau concursus realis dan memiliki kesamaan prinsip dalam
memperberat penerapan pidana.

DAFTAR PUSTAKA
Buku:
- Chazawi, Adami. 2002. Pelajaran Hukum Pidana Bagian 1. Jakarta:PT
-

Raja Grafindo Persada


Sakidjo, Aruan dan Poernomo, Bambang. 1990. Hukum Pidana Seri

Hukum Pidana 1. Jakarta Timur: Ghalia Indonesia


Widnyana, I Made. 1980. Hukum Pidana Recidive, Delik Aduan,
Gugurnya Hak Menuntut Pidana Dan Menjalankan Pidana. Denpasar:

Fakultas Hukum Universitas Udayana


Widnyana, I Made. 1992. Hukum Pidana II. Denpasar: Yayasan Yuridika

Fakultas Hukum Universitas Udayana


Zainal Abidin, Muhhamad dan Edy Kurniawan, I Wayan. 2013. Catatan
Mahasiswa Pidana. Jawa Barat: Indie Publishing.