Anda di halaman 1dari 25

Laporan Praktikum UOB 1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Latar belakang praktikum Unit Operation Bioprocess (UOB) ini adalah
untuk memenuhi syarat kelulusan mata kuliah praktikum Unit Operation
Bioprocess (UOB) serta upaya untuk memperdalam pemahaman tentang
proses operasi teknik dan aplikasinya yang terdapat di bidang teknik kimia,
yang selama ini hanya kami dapatkan secara teoritis di kuliah biasa ataupun
dari sumber lain. Seperti yang telah kita ketahui, di zaman sekarang ini,
teknologi dari unit-unit operasi telah berkembang sangat pesat dalam hal
penggunaannya maupun pengembangannya. Dalam praktikum kali ini, kita
akan membahas filtrasi. Filtrasi banyak dimanfaatkan untuk membersihkan air
dari sampah pada pengolahan air, menjernihkan preparat kimia di
laboratorium, menghilangkan pirogen dan pengotor pada air suntik injeksi dan
obatobat injeksi, dan membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada gula
dan untuk memurnikan bahan-bahan obat dari partikel dan bahan yang tidak
diinginkan sehingga dapat menjamin hasil akhir dari suatu produk obat yang
berkualitas dan sesuia syarat yang ditentukan. Dari penjelasan di atas, kita tahu
bahwa penggunaan filtrasi sangatlah luas dan tidak terbatas pada hal-hal di
atas. Oleh karena itu, Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia
memutuskan unutuk dapat mempelajari lagi secara lebih mendalam tentang
filtrasi.

1.2

Tujuan
Melakukan uji coba (test) filtrasi pada tekanan konstan dengan
menggunakan filter press kecil agar metode uji coba dapat dikuasai; dan
untuk mengobservasi mekanisme pemisahan solidliquid.
Menguji persamaan filtrasi dari Routh dan Lewis, serta menentukan
konstanta-konstanta yang ada dalam persamaan tersebut.
Mengukur/menentukan jumlah filtrat per unit waktu pada filtrasi larutan slurry
pada tekanan tetap

1.3

Teori Dasar

1.3.1
Definisi
Filtrasi adalah proses pemisahan dari campuran heterogen (slurry) yang
mengandung cairan (filtrat) dan partikel-partikel padat (cake) dengan menggunakan
media filter yang hanya meloloskan cairan dan menahan partikel-partikel padat.
1.3.2

Jenis Filter

Berdasarkan pada prinsip kerja, filtrasi dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
a.

Pressure Filtration
Proses filtrasi yang dilakukan dengan menggunakan tekanan untuk
mendorong slurry menuju media filter
b.
Gravity Filtration
1|Page

Teknologi Bioproses Universitas Indonesia

Laporan Praktikum UOB 1


Prose Filtrasi yang cairannya mengalir karena gaya berat
c.
Vacum Filtration
Proses filtrasi yang cairannya mengalir karena proses penghisapan
menggunakan prinsip hampa udara.
1.3.3

Jenis Media Filter

Pada operasi filtrasi, umumnya dikenal dua macam media filter :


a. Media Filter Primer
Media filter primer sebenarnya bukan suatu media filter yang sesungguhnya,
melainkan sebagai media filter pembantu yang menahan zat padat pada
permulaan proses. Media filter primer ini dapat berupa kain, kertas saring,
dan sebagainya, yang dipasang pada permukaan filter.
b. Media Filter Sekunder
Media Filter sekunder adalah Zat padat yang tertahan di permukaan filter
membentuk lapisan cake yang dapat berfungsi sebagai media filter yang
sesungguhnya. Tebal cake perlu diperkirakan / diperhitungkan karena akan
mempengaruhi besarnya penahan filtrasi. Filtrasi dapat dianggap dimulai
dengan penahan sama dengan nol, yang berarti belum berbentuk cake.
1.3.4

Alat alat pada Mesin Filter

Gambar 1. Mesin Filtrasi

1.
Feed valve merupakan valve yang mengatur keluarnya feed yang akan difiltrasi
pada tekanan tertentu. Sedikit perubahan pada feed valve akan sangat
mempengaruhi tekanan yang terjadi pada slurry yang akan difiltrasi
2.
Return valve adalah valve yang menjaga debit slurry yang keluar dari tangki.
Biasanya return valve dibuka secara penuh pada proses filtrasi.

2|Page

Teknologi Bioproses Universitas Indonesia

Laporan Praktikum UOB 1

Gambar 2. Feed valve & Return valve (atas-bawah)

3.

Filtrate delivery valve adalah valve yang mengatur debit hasil filtrasi.

Gambar 3. Filtrate delivery valve

4.
Penunjuk tekanan Gauge adalah alat yang menunjukkan tekanan yang dipakai
selama proses pressure filtration. Satuan yang dipakai pada penunjuk tekanan Gauge
adalah psi, jarum penunjuk Gauge sangat sensitif dalam menunjukkan perubahan
tekanan.

Gambar 4. Penunjuk Tekanan Gauge

5.
Handle adalah tuas untuk mengencangkan packing yang terdiri dari frame,
rubber packing dan filter cloth. Handle digunakan untuk memastikan packing tersusun
dengan rapat untuk menghindari kobocoran pada saat proses filtrasi.

3|Page

Teknologi Bioproses Universitas Indonesia

Laporan Praktikum UOB 1

Gambar 5. Handle

6.
Tangki reservoar sebagai tangki tempat slurry berkonsentrasi tertentu yang
akan difiltrasi.

Gambar 6. Tangki Reservoar

7.
Agitator sebagai sebagai pengaduk
berkonsentrasi homogen.

slurry untuk menjaga slurry tetap

Gambar 7. Agitator

4|Page

Teknologi Bioproses Universitas Indonesia

Laporan Praktikum UOB 1


8.
Pompa berperan sebagai pemberi tekanan pada slurry dalam proses pressure
filtration. Tekanan yang berasal dari pompa juga menyebabkan terjadinya resirkulasi
pada tangki dan mesin filtrasi.

Gambar 8. Pompa

9.
Frame sebagai tempat pemasangan filter cloth atau sebagai penahan filter
cloth.

Gambar 9. Frame

10.
Filter cloth berperan bukan sebagai media filter yang sesungguhnya, melainkan
sebagai media filter pembantu yang menahan zat padat pada permulaan proses.
Media filter primer ini dapat berupa kain, kertas saring dan sebagainya yang akan
dipasang pada permukaan filter.

5|Page

Teknologi Bioproses Universitas Indonesia

Laporan Praktikum UOB 1

Gambar 10. Filter cloth

11.

Rubber packing sebagai penyangga susunan frame dan filter cloth.

Gambar 11. Rubber Packing

12.

Gelas ukur 250 ml untuk menampung cairan hasil filtrasi (filtrat).

Gambar 12. Gelas ukur 250 ml

1.3.5
1.

Jenis Cake
Cake dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

Compressible cake, adalah cake yang mengalami perubahan struktur dalam


oleh adanya tekanan (ruang prous dalam cake mengecil, tahanan filtrasi makin

6|Page

Teknologi Bioproses Universitas Indonesia

Laporan Praktikum UOB 1

2.

besar). Hal ini mengakibatkan proses filtrasi menjadi semakin sulit. Peristiwa
ini mengkaibatkan proses filtrasi menjadi semakin sulit. Peristiwa ini terjadi
terutama bila bahan yang disaring berbentuk koloidal.
Non compressible cake, ialah cake yang tidak mengalami perubahan
struktural walaupun diadakan penekanan terhadapnya. Dalam praktek, non
compressible cake ini tidak ada, tapi untuk mempermudah perhitungan
diadakan pendekatan dengan memakai rumus-rumus yang berlaku untuk non
compressible cake.

1.3.6 Persamaan Pada Proses Filtrasi


Persamaan yang dipakai dalam percobaan ini adalah :
1.
Persamaan Routh
Jika filtrasi dilakukan pada P konstan, maka hubungan antara waktu tertentu t (detik)
dengan total volum filtrat Vf (cm3) yang terkumpul selama waktu t, dapat diekspresikan
dalam persamaan :
Vf2 + 2J . Vf = h. t...............................................................................(1)
Dengan : j dan h adalah konstanta yang dicari dari percobaan.
Persamaan lain yang menggambarkan hubungan anatar t dan Vf adalah :
A . P

. t = Rf. Vf +

Dengan :

=
Rf
=

=
C
=
A
=
2.

.C
2A

. Vf 2 ......................................................................(2)

Viskositas
Tahanan filter cloth
Tahanan spesifik cake, m/Kg
Berat solid / volum liquid, Kg/m3
Luas Permukaan Filter

Persamaan Lewis

[Vf/A]m . t = K . Pn . t ............................................................................(3)
Dengan : n, m, k adalah konstanta yang ditentukan oleh percobaan.

7|Page

Teknologi Bioproses Universitas Indonesia

Laporan Praktikum UOB 1


BAB II
PERCOBAAN
2.1 Percobaan
A. Persiapan
1. Membuka plate dan frame dengan memutar roda penekan (handle),
memasukkan kertas saring (filter cloth) pada masing-masing frame
dengan teratur dengan meluruskan lubang-lubang frame-nya.
2. Memberi rubber packing di antara plate dan frame, kemudian menutup
kembali dengan mengencangkan handle.
3. Menutup kran V-1 (drain valve) dan memasukkan slurry yang telah
dibuat dengan konsentrasi tertentu, yaitu 200 gram tepung dan air
sampai ketinggiannya 10 cm di bawa mulut tangki reservoar.
4. Mengaduk slurry secara kontinyu agar konsentrasi slurry tetap uniform.
B. Percobaan
1. Membuka penuh kran V-2 (return valve), menutup rapat kran V-3 (feed
valve), dan menghidupkan pompa sehingga terjadi resirkuasi larutan di
antara reservoar dan pompa.
2. Membuka kran V-3 dan membuang/menghilangkan udara di dalam filter
press. Mengatur bukaan kran V-2 dan/atau kran V-3 untuk menjaga agar
tekanan konstan.
3. Meletakkan gelas ukur 2 Liter di bawah kran V-4 (filtrate delivery valve).
4. Menjaga agar tangki reservoar tidak benar-benar kosong, karena tangki
reservoar akan segera kosong setelah beroperasi, dengan cara
menyiram dengan hati-hati larutan slurry di dalam tangki reservoar.
Untuk meyakinkan, mematikan pompa sebelum tangki benar-benar
kosong.
5. Selama percobaan filtrasi, mengatur bukaan kran V-2 atau kran V-3
secara terus-menerus untuk memperoleh tekanan yang konstan.
6. Mencatat waktu-waktu tertentu (t) selama filtrasi dengan menggunakan
stopwatch dan mengukur volume filtrat (Vf) yang tertampung pada
masing-masing waktu tersebut. Percobaan filtrasi dilakukan selama 20
menit, dengan interval pengambilan data volume filtrat adalah setiap 2
menit.
7. Ketika pompa dimatikan, akan terdapat raw liquid yang tertinggal dalam
pompa, tangki reservoar, dan pipa. Cairan sisa tersebut merupakan
liquid yang tidak terfilter.
8. Memutar handle untuk membuka plate dan frame, kemudian mencuci
filter cloth, frame, dan plate sampai benar-benar bersih dan tidak ada
cake yang tersisa.
8|Page

Teknologi Bioproses Universitas Indonesia

Laporan Praktikum UOB 1


9. Luas media fiter dimana cake terbentuk adalah luas filtrasi actual yang
dapat ditentukan dengan mengukur luas sebenarnya.
10. Mengulangi langkah percobaan A.1 sampai B.8 untuk variasi tekanan
sebesar 0.1 bar dan 0.2 bar.

2.2

Data Hasil Percobaan

Pada percobaan filtrasi, data yang diambil adalah volume filtrat pada selang
waktu tertentu. Pada percobaan ini, volume filtrat dihitung pada tiap selang waktu 2
menit. Data hasil percobaan disajikan pada tabel berikut:
Tabel 1. Data hasil percobaan

Waktu
(menit)
0-2
2-4
4-6
6-8
8-10
10-12
12-14
14-16
16-18
18-20

Volume filtrat (ml)


P
=
0.2 P
=
2
kg/cm
kg/cm2
158
163
148
180
166
160
140
159
168
150
164
151
146
146
150
144
144
140
158
140

0.4

Data diatas kemudian dihitung secara akumulatif untuk selanjutnya diolah agar
mendapatkan nilai konstanta persamaan Routh dan Lewis. Untuk variabel waktu,
satuan menit diubah menjadi detik. Berikut data akumulatif hasil percobaan:
Tabel 2. Data akumulatif

Waktu (s)

120
240
360
480
600
720
840
960
1080
1200

9|Page

P
=
0.2 P
=
2
kg/cm
kg/cm2
Volume filtrat (ml)
158
163
306
343
472
503
612
662
780
812
944
963
1090
1109
1240
1253
1384
1393
1542
1533

0.4

Teknologi Bioproses Universitas Indonesia

Laporan Praktikum UOB 1


BAB III
PENGOLAHAN DATA
3.1

Menentukan Konstanta j dan h pada Persamaan Routh


Hubungan antara waktu dengan total volume filtrat dinyatakan dengan
Persamaan Routh sebagai berikut:
2 + 2 =
Persamaan tersebut kemudian dilinierisasi untuk mempermudah perhitungan nilai
konstanta j dan h. Linierisasi Persamaan Routh dijabarkan sebagai berikut:
2 + 2 =
( + 2) =
+ 2

= +

persamaan tersebut sudah dalam bentuk persamaan garis lurus:


= +
dimana sumbu y menyatakan nilai t/Vf dan sumbu x menyatakan nilai Vf..
Data hasil percobaan kemudian diolah dan hasilnya disajikan pada tabel berikut:
Tabel 3. Pengolahan data hasil percobaan untuk persamaan Routh

Waktu (s)
120
240
360
480
600
720
840
960
1080
1200

P = 0.2 kg/cm2
Vf (ml)
158
306
472
612
780
944
1090
1240
1384
1542

t/Vf (s/ml)
0.759
0.784
0.763
0.784
0.769
0.763
0.771
0.774
0.78
0.778

P = 0.4 kg/cm4
Vf (ml)
163
343
503
662
812
963
1109
1253
1393
1533

t/Vf (s/ml)
0.736196
0.699708
0.715706
0.725076
0.738916
0.747664
0.757439
0.766161
0.775305
0.782779

Hasil plot data di atas pada grafik disajikan sebagai berikut:

10 | P a g e

Teknologi Bioproses Universitas Indonesia

Laporan Praktikum UOB 1

GRAFIK PERSAMAAN ROUTH (P=0.2


KG/CM2)
0,79

y = 6E-06x + 0,7676
R = 0,0895

0,785

t/Vf (s/ml)

0,78
0,775
0,77
0,765
0,76
0,755
0

200

400

600

800

1000

1200

1400

1600

1800

Vf (ml)

t/Vf (s/ml)

GRAFIK PERSAMAAN ROUTH (P=0.4


KG/CM2)
0,79
0,78
0,77
0,76
0,75
0,74
0,73
0,72
0,71
0,7
0,69

y = 5E-05x + 0,6993
R = 0,7928

200

400

600

800

1000

1200

1400

1600

1800

Vf (ml)

a. Tekanan 0.2 kg/cm2


Pada grafik, diperoleh persamaan garis y=6E-06x + 0.7676 . Nilai konstanta j
dan h dapat dihitung menggunakan nilai gradien dan intercept.
= +
= 6 06 + 0.7676

1
2
= +

Nilai gradien digunakan untuk menghitung konstanta h.


1
= 6106

= .
Setelah nilai h diketahui, nilai konstanta j dapat dihitung dengan menggunakan
intercept.
2
= 0.7676

2
= 0.7676
1.67105
2 = 127933.33
11 | P a g e

Teknologi Bioproses Universitas Indonesia

Laporan Praktikum UOB 1


= .
b. Tekanan 0.4 kg/cm2
Pada grafik, diperoleh persamaan garis y=6E-06x + 0.7676 . Nilai konstanta j
dan h dapat dihitung menggunakan nilai gradien dan intercept.
= +
= 5 05 + 0.6993

1
2
= +

Nilai gradien digunakan untuk menghitung konstanta h.


1
= 5105

= .
Setelah nilai h diketahui, nilai konstanta j dapat dihitung dengan menggunakan
intercept.
2
= 0.6993

2
= 0.6993
2.0104
2 = 13986
=
3.2

Menentukan Konstanta m, n, dan K pada Persamaan Lewis


Persamaan Lewis dinyatakan dengan:

[ ] = . .

Persamaan tersebut kemudian dilinierisasi untuk mempermudah perhitungan


nilai konstanta m, n, dan K. Linierisasi Persamaan Lewis dilakukan dengan
melogaritmakan kedua ruas sebagai berikut:

. = . .

=
= .
dimana = dapat disimplifikasi karena nilai A, K, dan P konstan
= .
= log +
=
persamaan tersebut sudah dalam bentuk persamaan garis lurus:
= +
dimana sumbu y menyatakan nilai log t dan sumbu x menyatakan nilai log Vf.
Data hasil percobaan kemudian diolah dan hasilnya disajikan pada tabel berikut:

12 | P a g e

Teknologi Bioproses Universitas Indonesia

Laporan Praktikum UOB 1


Tabel 4. Pengolahan data hasil percobaan untuk persamaan Lewis

Waktu/t
(s)
120
240
360
480
600
720
840
960
1080
1200

Log t
2.079181
2.380211
2.556303
2.681241
2.778151
2.857332
2.924279
2.982271
3.033424
3.079181

P = 0.2 kg/cm2
Vf (ml)
Log Vf
158
2.198657
306
2.485721
472
2.673942
612
2.786751
780
2.892095
944
2.974972
1090
3.037426
1240
3.093422
1384
3.141136
1542
3.188084

P = 0.4 kg/cm4
Vf (ml)
Log Vf
163
2.212188
343
2.535294
503
2.701568
662
2.820858
812
2.909556
963
2.983626
1109
3.044932
1253
3.097951
1393
3.143951
1533
3.185542

Hasil plot data di atas pada grafik disajikan sebagai berikut:

GRAFIK PERSAMAAN LEWIS (P=0.2


KG/CM2)
3,5

y = 1,0051x - 0,1265
R = 0,9998

log t

2,5
2
1,5
1
0,5
0
0

0,5

1,5

2,5

3,5

log Vf

GRAFIK PERSAMAAN LEWIS (P=0.4


KG/CM2)
3,5
y = 1,0373x - 0,2352
R = 0,9989

log t

2,5
2
1,5
1
0,5
0
0

0,5

1,5

2,5

3,5

log Vf

13 | P a g e

Teknologi Bioproses Universitas Indonesia

Laporan Praktikum UOB 1


Dari hasil pengolahan di atas, nilai konstanta Lewis m merupakan gradien dari
kedua persamaan grafik di atas, dimana pada tekanan 0.2 kg/cm 2 gradien persamaan
garisnya adalah 1.0051, sedangkan pada tekanan 0.4 kg/cm 2 gradien persamaan
garisnya adalah 1.0373. Sehingga nilai konstanta Lewis m dihitung dengan meratarata kedua gradient persamaan garis:
=

1.0051 + 1.0373
2

= .
Untuk mencari nilai konstanta Lewis n, persamaan Lewis dilinierkan dengan
penjabaran sebagai berikut:

[ ] = . .

dengan asumsi bahwa = maka


=
= +
= +
Nilai Vf yang digunakan diambil pada 1384 saat waktu 1080 s untuk tekanan
0.2 kg/cm2. Nilai ini diambil berdasarkan selisih volume fitrat yang paling kecil antara
kedua kondisi tekanan. Pada tekanan 0.4 kg/cm2, tidak terdapat volume filtrat sebesar
1384 ml. Oleh karena itu, praktikan melakukan interpolasi dan didapat bahwa pada
kondisi tekanan 0.4 kg/cm2, volume filtrat sebesar 1384 ml diperoleh saat waktu 1073
s.
Data t saat volume filtrat sama diplot terhadap kondisi tekanan. Data tersebut
disajikan pada table berikut ini:
Tabel 5. Data percobaan hasil pengolahan

Vf = 1384 ml
t (s)
1080
1073

Log t
3.033424
3.0306

P (kg/cm2)
0.2
0.4

Log P
-0.69897
-0.39794

Hasilnya menghasilkan grafik sebagai berikut:

14 | P a g e

Teknologi Bioproses Universitas Indonesia

Laporan Praktikum UOB 1

GRAFIK PERSAMAAN LEWIS


3,5
y = 0,9186x + 0,2441
R = 1

3
2,5
2
1,5
1
0,5
0
-1

-0,5

-0,5

0,5

-1

1,5

2,5

3,5

log P

Dari hasil pengolahan di atas, nilai konstanta Lewis n adalah minus gradien
persamaan garis lurus dari data. Pada grafik terlihat bahwa persamaan garis lurus
yang terbentuk adalah y = 0.9186x + 0.2441, sehingga terlihat bahwa:
=
= .
Untuk mencari nilai K digunakan intercept. Pada persamaan garis lurus, terlihat
bahwa:
= 0.2441
= . = .
dimana:

=
= 1.75

dengan menggunakan A = 100 cm2 maka perhitungannya menjadi:


1384
= 1.75
100
1384
=
1.75100

= .
Jadi, dari nilai konstanta yang telah diketahui maka persamaan Lewis pada
percobaan ini menjadi:
.
[ ]
= . .

15 | P a g e

Teknologi Bioproses Universitas Indonesia

Laporan Praktikum UOB 1


BAB IV
ANALISIS
4.1 Analisa Percobaan
Percobaan filtrasi memiliki tujuan yaitu untuk menguji coba filtrasi pada tekanan
konstan dengan menggunakan filter press kecil, menguji persamaan Ruth dan Lewis
dan menentukan konstanta-konstanta yang ada dalam persamaan tersebut, dan
mengukur jumlah filtrat per unit waktu pada filtrasi larutan slurry pada tekanan
konstan.
Prinsip kerja dari filtrasi yang dilakukan dalam percobaan ini adalah pressure
filtration atau filtrasi yang pengaliran bahannya menggunakan tekanan, sehingga
percobaan dilakukan dalam tekanan konstan. Pada praktikum ini, tekanan yang
digunakan adalah sebesar 0,2 kgf/cm2 dan 0,4 kgf/cm2.
Filtrasi pada percobaan ini dilakukan dengan memisahkan 2 zat yang sudah
tercampur menjadi slurry, yaitu air dan tepung, dengan menggunakan media porous
untuk membantu menahan zat padat (cake), dan cake yang terkumpul tersebut yang
kemudian akan menjadi media porous itu sendiri.
Langkah pertama dalam praktikum filtrasi ini yaitu mempersiapkan larutan
slurry. Larutan slurry dibuat dengan cara memasukkan tepung yang telah disediakan
ke dalam tanki reservoir, kemudian menambahakan air hingga ketinggian air
mencapai batas yang telah disediakan. Kemudian menyalakan motor pengaduk agar
air dan tepung dapat mencapai homogen dan konsentrasi slurry tetap uniform.
Selagi ada praktikan yang melakukan pembuatan slurry, praktikan lainnya ada
yang menyusun plate, kertas saring, rubber packing dan frame sampai tersusun
penuh, kemudian memutar roda penekan hingga tidak tersisa rongga antar
susunannya. Susunan akan dinyatakan sudah dapat digunakan untuk percobaan
apabila saat dicoba dialirkan air, tidak terdapat kebocoran pada susunan tersebut.
Langkah berikutnya, praktikan menyalakan pompa, membuka penuh return
valve dan membuka feed valve perlahan-lahan sampai tekanan mencapai 0,2 kgf/m2.
Kemudian membuka filtrat delivery valve dan meletakkan gelas ukur pada selang
yang mengalirkan filtrat. Selagi slurry mengalir, praktikan menjaga agar tekanan yang
terbaca pada alat pengukur tekanan tetap konstan pada angka 0,2 kgf/cm2 dengan

16 | P a g e

Teknologi Bioproses Universitas Indonesia

Laporan Praktikum UOB 1


cara mengatur feed valve. Kemudian setiap 2 menit selama 20 menit, praktikan
mencatat berapa volume filtrat yang tertampung dalam gelas ukur.
Setelah 20 menit, praktikan menutup feed valve, sehingga larutan slurry
berhenti mengalir ke media filter. Kemudian, tanpa membuang cake yang terbentuk di
susunan plate dan frame, praktikan kembali mengulangi percobaan dengan tekanan
konstan 0,4 kgf/cm2 selama 20 menit.
Pada akhir percobaan, ketika praktikan membuka susunan susunan plate dan
frame, dapat dilihat adanya cake yang terbentuk di antara porous. Cake yang
terbentuk ini merupakan media filter sekunder yang berfungsi sebagai media porous
baru yang membantu menyaring padatan dari larutan slurry sehingga cake yang
terbentuk semakin lama semakin tebal. Cake yang terbentuk menyebabkan tahanan
filtrasinya menjadi semakin besar, dan mengakibatkan proses filtrasi menjadi semakin
sulit.
Cake yang terbentuk pada percobaan filtrasi ini adalah jenis compressible cake
yakni cake yang dapat mengalami perubahan struktur karena adanya tekanan.
Namun, pada perhitungan konstanta-konstanta dalam persamaan Ruth dan Lewis,
diasumsikan bahwa cake yang terbentuk merupakan jenis non compressible cake. Hal
ini dilakukan untuk mempermudah dalam perhitungan konstanta-konstanta dalam
persamaan Ruth dan Lewis.

4.2. Analisa Data


Data yang didapatkan selama percobaan terlampir dalam pengolahan data.
Berdasarkan data yang diperoleh, Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa antara data
pada tekanan 0,2 kgf/cm2 maupun 0,4 kgf/cm2, volume filtrat yang tertampung tiap 2
menit cederung sama. Menurut teori yang berlaku, seharusnya pada tekanan yang
lebih tinggi diperoleh filtrat yang lebih besar, bahkan

hampir dua kali lipatnya.

Ketidaksesuaian ini akan dibahas pada analisis kesalahan.


Apabila dilakukan peninjauan data per 2 menit, keseluruhan data volume filtrat
yang tertampung memiliki nilai volume yang tidak beraturan semakin berjalannya
waktu. Berdasarkan teori, seharusnya semakin berjalannya waktu maka volume filtrat
yang tertampung akan semakin sedikit. Hal ini disebabkan, cake yang tertahan akan
menjadi media filter sekunder sehingga proses filtrasi akan menjadi semakin sulit, dan
akibatnya volume filtrat yang keluar akan semakin sedikit. Ketidaksesuaian ini akan
dibahas pada bagian analisa kesalahan.
17 | P a g e

Teknologi Bioproses Universitas Indonesia

Laporan Praktikum UOB 1


Dalam percobaan ini, data yang diperoleh, yaitu volume filtrat yang terbentuk
akan digunakan untuk mencari konstanta-kontanta dalam persamaan Ruth dan Lewis.
Keefektifan dari proses filtrasi berkaitan dengan tekanan yang digunakan proses
filtrasi, dimana semakin tinggi tekanannya maka semakin banyak pula slurry yang
dapat terfiltrasi.

4.3. Analisis Perhitungan


Pada hasil percobaan, dilakukan perhitungan untuk menguji persamaan Routh
dan persamaan Lewis dalam proses filtrasi dengan tekanan tetap.

Persamaan Routh
Pada persamaan Routh, dinyatakan hubungan antara waktu dan volume filtrat
pada proses filtrasi dengan P konstan adalah sebagai berikut :
2 + 2. = .
Persamaan tersebut dapat dilinearkan dengan membagi tiap ruas dengan

1
.

menjadi persamaan baru yaitu:

= + 2

Hasil plotting dari persamaan linear di atas adalah dalam bentuk y = a.x + b
dengan =

dan = . Dari grafik yang dihasilkan, didapatkan nilai slope yang


1

merupakan nilai dari dan nilai perpotongan grafik dengan sumbu y yang merupakan

nilai dari 2 .
Pada persamaan Routh dinyatakan juga bahwa :

2
. = +

2
Dengan adalah viskositas, Rf adalah tahanan filter cloth, adalah tahanan spesifik
cake[m/kg], C adalah berat solid/volum liquid, dan A adalah luas permukaan filter.

Persamaan Lewis
Persamaan tentang filtrasi dirumuskan oleh Lewis yaitu :
= . . .

18 | P a g e

Teknologi Bioproses Universitas Indonesia

Laporan Praktikum UOB 1


Dengan n, m, dan K adalah konstanta yang didapatkan dari percobaan yang dilakukan
oleh praktikan. Apabila . . kita misalkan sebagai C, maka persamaan tersebut
dapat dinyatakan sebagai :
= .
Apabila persamaan tersebut di jadikan persamaan logaritma maka akan
menjadi :
m. log = log + log
Apabila di buat sebagai persamaan linear, maka persamaan di atas dapat di
buat dalam bentuk y = mx + c, dimana y = log t , x = log Vf , a = m, dan b = - log C.
log = log log

4.4. Analisis Hasil


Lalu dengan perhitungan dan analisis yang telah praktikan lakukan maka
praktikan dapatkan:
Percobaan pertama (P = 0.2 kgf/cm2)
Bentuk linearisasi persamaan Routh yang diperoleh oleh praktikan dengan
meregresi data-data yang diperoleh adalah

y = 6E-06x+0.767,

maka dapat

ditentukan nilai a dan b yaitu a= 6E-06 b= 0,767.


Dengan mengetahui nilai a dan b maka maka praktikan dapat mengetahui nilai
dari konstanta J dan h. Setelah dihitung hasilnya sebagai berikut
= .
= .
Percobaan ke dua (P = 0,4 kgf/cm2)
Bentuk linearisasi persamaan Routh berdasarkan regresi data yang diperoleh
oleh praktikan adalah y = 5E-05x + 0,699, maka dapat ditentukan nilai a dan b yaitu a
= 5E-05 b = 0.699.
Dengan mengetahui nilai a dan b maka maka praktikan dapat mengetahui nilai
dari konstanta J dan h. Setelah dihitung hasilnya sebagai berikut
= .
=
Percobaan pertama (P = 0,2 kgf/cm2)

19 | P a g e

Teknologi Bioproses Universitas Indonesia

Laporan Praktikum UOB 1


Bentuk linearisasi persamaan Lewis berdasarkan grafik plotting yang telah
praktikan lakukan adalah y = 1.005x - 0.126, maka didapatkan nilai a dan b yaitu a =
1.005 dan b = 0.126
Percobaan ke dua (P = 0,4 kgf/cm2)
Bentuk linearisasi persamaan Lewis berdasar plot grafik plotting yang telah
praktikan lakukan adalah y = 1.037x - 0.235, maka didapatkan nilai a dan b yaitu a =
1.037 dan b = 0,235
Pada persamaan Lewis, dapat diperoleh nilai konstanta m, yaitu slope kedua
persamaan. Nilai tersebut adalah 1,005 dan 1,037.
Nilai m rata-rata = 1,021.
Sedangkan untuk menentukan konstanta n dari persamaan Lewis, diperoleh
dengan melinearkan persamaan ( )
Dengan memplot log t terhadap log P, maka akan diperoleh garis lurus dengan
gradien -n dan intercept log sehingga praktikan dapat menentukan konstanta n.
Persamaan garis lurus yang diperoleh dari grafik: y = -0,666x + 2,316 sehingga n =
0,666 dan = 102,316 = 207,01. Jadi persamaan Lewis dari percobaan ini adalah ( )
Dengan melihat perhitungan di atas dapat disimpulkan persamaan Lewis merupakan
suatu persamaan yang mengkorelasikan ( ) sebagai laju volume filtrat per luas
penampang frame sebagai hubungan eksponensial terhadap beda tekanan dan
waktu. Pada persamaan Lewis, P adalah variabel yang diubah dan dijaga konstan
selama pengambilan data dan variabel t sendiri adalah variabel independen di mana
akan mempengaruhi variabel lainnya. Luas penampang frame merupakan suatu yang
konstan melainkan mengalami perubahan karena luas penampang filter cloth akan
berubah karena perubahan karakteristik cake yang memiliki pori semakin mengecil
akibat akumulasi cake. Namun karena sesuai asumsi awal bahwa cake yang
terbentuk adalah non-compresible cake maka perubahan karakteristik sifat cake tidak
berpengaruh sehingga A (luas penampang) akan dianggap tetap.
Nilai m dan n sendiri adalah nilai eksponensial yang berubah agar terjadi
keseimbangan ruas kanan dan ruas kiri dari persamaan di atas. Dari perhitungan yang
telah praktikan dapatkan ternyata nilai eksponensial m berbeda cukup jauh sehingga
praktikan berkesimpulan bahwa penyesuaian nilai eksponensial cukup besar untuk
P yang telah ditentukan.

4.5. Analisa Grafik


20 | P a g e

Teknologi Bioproses Universitas Indonesia

Laporan Praktikum UOB 1


Grafik dari hasil perhitungan persamaan Routh adalah sebagai berikut:

GRAFIK PERSAMAAN
ROUTH y(P=0.2
KG/CM2)
= 6E-06x + 0,7676
R = 0,0895

t/Vf (s/ml)

0,79
0,78
0,77
0,76
0,75
0

500

1000

1500

2000

Vf (ml)

GRAFIK PERSAMAAN
ROUTH (P=0.4 KG/CM2)
t/Vf (s/ml)

0,8
0,75
y = 5E-05x + 0,6993
R = 0,7928

0,7
0,65
0

500

1000

1500

2000

Vf (ml)

Terlihat pada saat pengambilan data dengan kondisi tekanan 0.2 kg/cm 2,
hubungan antara volume filtrat (Vf) dan waktu per volume viltrat (t/Vf) tidak stabil.
Grafik yang naik turun disebabkan nilai Vf yang tidak stabil. Hal ini disebabkan karena
selama pengambilan data percobaan, tekanan yang tertera pada pressure gauge
tidak konstan karena alat percobaan yang tidak presisi sehingga harus selalu masih
disesuaikan, sedangkan grafik menunjukkan hubungan Vf dengan t/Vf dari hasil
perhitungan persamaan Routh yang berlaku pada p konstan. Hal ini juga terjadi pada
grafik data dengan kondisi tekanan 0.4 kg/cm2 dimana terdapat data yang tidak stabil,
walaupun secara keseluruhan data percobaan pada kondisi tekanan 0.4 kg/cm 2 lebih
stabil sehingga menghasilkan grafik yang lebih bagus dibandingkan pada kondisi
tekanan 0.2 kg/cm2.
Secara teoritis, pada kondisi tekanan yang semakin besar maka volume filtrat
yang dihasilkan akan semakin banyak. Hal ini tidak terjadi pada percobaan dimana
pada tekanan 0.4 kg/cm2 volume filtrat yang dihasilkan tidak jauh berbeda dengan
volume filtrat pada tekanan 0.2 kg/cm2. Hal ini dikarenakan pada saat percobaan
dengan tekanan 0.4 kg/cm2 sudah banyak cake yang terbentuk sehingga slurry yang
tersaring terhalang untuk difiltrasi. Namun, pada grafik terlihat kenaikan titik-titik data.
Hal ini dikarenakan sumbu y menginterpretasikan nilai t/Vf. Oleh karena itu, semakin
sedikit volume filtrat maka semakin besar titik pada sumbu y sehingga menghasilkan
plot data yang meningkat (membuat grafik terlihat naik).
Grafik dari hasil perhitungan persamaan Lewis adalah sebagai berikut:

21 | P a g e

Teknologi Bioproses Universitas Indonesia

Laporan Praktikum UOB 1

GRAFIK PERSAMAAN
LEWIS (P=0.4 KG/CM2)

GRAFIK PERSAMAAN
LEWIS (P=0.2 KG/CM2)
4

4
y = 1,0051x - 0,1265
R = 0,9998

y = 1,0373x - 0,2352
R = 0,9989

log t

log t

3
1

2
1

0
0

log Vf

log Vf

Dari grafik persamaan Lewis di atas, dapat kita simpulkan bahwa seiring
dengan bertambahnya waktu, maka volume filtrat yang dihasilkan juga bertambah.
Hal ini dapat dilihat pada bentuk grafik yang naik ke atas, baik itu pada kondisi tekanan
0.2 kg/cm2 maupun 0.4 kg/cm2.
Terlihat dari persamaan garis bahwa nilai gradien pada kondisi tekanan 0.2 kg/cm 2
lebih kecil dari nilai gradien pada kondisi tekanan 0.4 kg/cm2. Hal ini menunjukkan
bahwa volume filtrat yang dihasilkan lebih banyak seiring bertambahnya tekanan.

4.5 Analisa Kesalahan


Pada umumnya dalam suatu percobaan pasti terdapat kesalahan percobaan
sekecil apapun itu, terutama pada percobaan yang dilakukan hanya satu kali.
Kesalahan relatif maupun kesalah literatur ada dapat disebabkan oleh tiga jenis faktor
kesalahan, yaitu faktor kesalahan internal, faktor kesalahan eksternal dan faktor
kesalahan Instrumental (alat). Praktikan mencoba menganalisis kesalahan yang ada
dan mengelompokannya berdasarkan tiga jenis kesalahan yang sudah disebutkan
sebelumnya.
Faktor kesalahan internal didasari oleh perlakuan praktikan terhadap proses
percobaan maupun pengamatan. Pada percobaan Filtrasi ini terdapat kemungkinan
praktikan melakukan kesalahan penyusunan flate dan frame pada awal praktikum.
Sehingga ketika V2 (return valve) dan V3 (feed valve) dibuka terjadi kebocoran pada
bagian atas susunan plate dan frame. Hal ini menyebabkan praktikan harus
mengulang penyusunan plate dan frame yang berakibat kotornya frame karena
terbentuknya cake sebelum pengukuran sehingga menganggu aliran slurry pada
frame atau proses filtrasi itu sendiri. Selain itu kemungkinan tidak konsistennya
praktikan menjaga tekanan pada feed valve , karena fluktuasi tekanan yang cukup
cepat dan sulit dikendalikan sehingga mempengaruhi laju alir pada selang keluaran.
Selain itu terdapat kemungkinan kesalahan pada proses perpindahan atau
penggantian tabung penampung filtrat, bisa pada proses penggantiannya ataupun
waktu penggantian yang tidak tepat dua menit.
Faktor kesalahan eksternal terjadi karena kondisi lingkungan yang kurang
mendukung percobaan, namun pada jenis kesalahan ini praktikan tidak
menemukannya dalam percobaan filtrasi karena tidak terdapatnya faktor pengganggu
pada lingkungan.
Faktor kesalahan instrumental disebabkan karena alat yang digunakan dalam
percobaan. Meski praktikan tidak mengetahui usia alat yang digunakan serta
22 | P a g e

Teknologi Bioproses Universitas Indonesia

Laporan Praktikum UOB 1


hubungannya terhadap waktu pemakaian atau banyak pemakaian. Praktikan
menemukan alat pengukur tekanan pada feed valve tidak dapat diatur dengan baik
karena tidak konsisten dalam menunjukan tekanan yang ada sehingga mempengaruhi
seluruh proses penampungan filtrat. Selain itu frame yang digunakan dalam
percobaan ini berada dalam kondisi basah sebelum percobaan dilakukan sehingga
mempengaruhi proses filtrasi yang terjadi dalam rangkaiann plate dan frame.

Gambar 13. Proses Penjagaan Tekanan Pada Feed Valve Yang


Dilakukan Salah Seorang Praktikan Dari Grup 9

23 | P a g e

Teknologi Bioproses Universitas Indonesia

Laporan Praktikum UOB 1


BAB V
KESIMPULAN

Filtrasi adalah suatu proses pemisahan zat padat dari zat cair dari suatu
slurry dengan menggunakan media porous, yang meneruskan zat
cairnya serta menahan padatannya sehingga zat padat tersebut bekerja
sebagai media porous yang baru.

Filter press merupakan alat filtrasi dengan memanfaatkan perbedaan


tekanan untuk mendorong slurry agar proses filtrasi dapat dilakukan.

Media filter primer adalah kertas saring. Media filter sekunder adalah
filter cake, yakni padatan yang terbentuk dari endapan pada kertas
saring

Media filter primer merupakan media penahan padatan dan


pembentukkan cake pada awal proses filtrasi Media filter sekunder
berfungsi sebagai penyaring utama pada proses filtrasi. Sedangkan,.

Persamaan Routh menunjukkan bahwa nilai P berbanding lurus


dengan tahanan filtrasi (h). Hal ini disebabkan nilai P yang besar akan
menghasilkan laju alir volume filtrasi yang semakin besar. Akibatnya,
laju pembentukan cake juga semakin cepat. Maka, tahanan filtrasi juga
semakin besar (semakin banyak cake yang terbentuk). Nilai P yang
semakin besar secara tidak langsung akan memperkecil ruang pori
(porous) dalam cake sehingga volume filtrat yang dihasilkan semakin
berkurang seiring semakin lamanya waktu percobaan. Akan tetapi,
percobaan memberikan hasil:
Pada tekanan 0.2 kg/cm2
= .
= .

Pada tekanan 0.4 kg/cm2

= .
=
Persamaan Lewis pada percobaan ini menjadi:
[

.
]
= . .

Dimana = , ; = , ; = ,

24 | P a g e

Teknologi Bioproses Universitas Indonesia

Laporan Praktikum UOB 1


DAFTAR PUSTAKA
Tim penyusun. 1989. Petunjuk Praktikum Proses dan Operasi Teknik I. Depok:
Laboratorium Proses dan Operasi Teknik TGP FTUI.

25 | P a g e

Teknologi Bioproses Universitas Indonesia