Anda di halaman 1dari 57

USG ( Ultrasonography)

Ultrasonografi medis (sonografi) adalah sebuah teknik diagnostik pencitraan


menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot,
ukuran mereka, struktur, dan luka patologi, membuat teknik ini berguna untuk memeriksa
organ. Sonografi obstetrik biasa digunakan ketika masa kehamilan.

Sumber gambar http://alifis.wordpress.com/2009/06/05/seri-fisikakesehatan__usg-eeg/

Pilihan frekuensi menentukan resolusi gambar dan penembusan ke dalam tubuh pasien.
Diagnostik sonografi umumnya beroperasi pada frekuensi dari 2 sampai 13 megahertz.
Sedangkan dalam fisika istilah suara ultra termasuk ke seluruh energi akustik dengan
sebuah frekuensi di atas pendengaran manusia (20.000 Hertz), penggunaan umumnya
dalam penggambaran medis melibatkan sekelompok frekuensi yang ratusan kali lebih
tinggi.
Tampak dalam sonogram seorang bayi dalam kandungan ibunya.

Kegunaan
Sonograf ini menunjukkan citra kepala sebuah janin dalam kandungan.
Ultrasonografi atau yang lebih dikenal dengan singkatan USG digunakan luas dalam
medis. Pelaksanaan prosedur diagnosis atau terapi dapat dilakukan dengan bantuan

ultrasonografi (misalnya untuk biopsi atau pengeluaran cairan). Biasanya menggunakan


probe yang digenggam yang diletakkan di atas pasien dan digerakkan: gel berair
memastikan penyerasian antara pasien dan probe.
Dalam kasus kehamilan, Ultrasonografi (USG) digunakan oleh dokter spesialis
kandungan (DSOG) untuk memperkirakan usia kandungan dan memperkirakan hari
persalinan. Dalam dunia kedokteran secara luas, alat USG (ultrasonografi) digunakan
sebagai alat bantu untuk melakukan diagnosa atas bagian tubuh yang terbangun dari
cairan.
SKEMA CARA KERJA USG
1. Transduser
Transduser adalah komponen USG yang ditempelkan pada bagian tubuh yang akan diperiksa,
seperti dinding perut atau dinding poros usus besar pada pemeriksaan prostat. Di dalam
transduser terdapat kristal yang digunakan untuk menangkap pantulan gelombang yang
disalurkan oleh transduser. Gelombang yang diterima masih dalam bentuk gelombang akusitik
(gelombang pantulan) sehingga fungsi kristal disini adalah untuk mengubah gelombang tersebut
menjadi gelombang elektronik yang dapat dibaca oleh komputer sehingga dapat diterjemahkan
dalam bentuk gambar.
2.Monitor Monitor yang digunakan dalam USG

3. Mesin USG
Mesin USG merupakan bagian dari USG dimana fungsinya untuk mengolah data yang diterima
dalam bentuk gelombang. Mesin USG adalah CPUnya USG sehingga di dalamnya terdapat
komponen-komponen yang sama seperti pada CPU pada PC CARA USG MERUBAH
GELOMBANG MENJADI GAMBAR.

PEMERIKSAAN USG (ULTRA SONOGRAPHY)


USG atau Ultrasonografi dalam dunia kedokteran memang bukan barang baru. Toh, kehadirannya
terkadang masih menimbulkan kekhawatiran pada sebagian orangtua tentang penggunaan dan
manfaatnya. Misalnya, kekhawatiran akan radiasi yang ditimbulkan dari alat tersebut. Beberapa
orang bahkan menyangsikan manfaat alat ini mengingat ada satu dua kasus kelainan bayi yang

dianggap tak terdeteksi oleh pemeriksaan USG. Belum lagi soal biaya. Beberapa klinik/rumah
sakit memang sudah memasukkan biaya USG dalam biaya pemeriksaan kehamilan. Namun
cukup banyak juga yang menagih pemeriksaan ini sebagai biaya tersendiri. Kalau pasien yang
meminta, mungkin enggak jadi soal. Tapi jika dokter melakukan pemeriksaan USG setiap kali
pasien kontrol dan ada biaya tambahan untuk itu, tampaknya ini tidak fair bagi pasien.
JENIS PEMERIKSAAN USG
1. USG 2 Dimensi
Menampilkan gambar dua bidang (memanjang dan melintang). Kualitas gambar yang baik
sebagian besar keadaan janin dapat ditampilkan.
2. USG 3 Dimensi
Dengan alat USG ini maka ada tambahan 1 bidang gambar lagi yang disebut koronal. Gambar
yang tampil mirip seperti aslinya. Permukaan suatu benda (dalam hal ini tubuh janin) dapat
dilihat dengan jelas. Begitupun keadaan janin dari posisi yang berbeda. Ini dimungkinkan karena
gambarnya dapat diputar (bukan janinnya yang diputar).
3. USG 4 Dimensi
Sebetulnya USG 4 Dimensi ini hanya istilah untuk USG 3 dimensi yang dapat bergerak (live 3D).
Kalau gambar yang diambil dari USG 3 Dimensi statis, sementara pada USG 4 Dimensi, gambar
janinnya dapat bergerak. Jadi pasien dapat melihat lebih jelas dan membayangkan keadaan
janin di dalam rahim.

4. USG Doppler
Pemeriksaan USG yang mengutamakan pengukuran aliran darah terutama aliran tali pusat. Alat
ini digunakan untuk menilai keadaan/kesejahteraan janin. Penilaian kesejahteraan janin ini
meliputi:
- Gerak napas janin (minimal 2x/10 menit).
- Tonus (gerak janin).
- Indeks cairan ketuban (normalnya 10-20 cm).
- Doppler arteri umbilikalis.
- Reaktivitas denyut jantung janin.

KESIMPULAN

Melihat fungsi dan cara kerja USG, dapat dikatakan bahwa kinerja USG identik dengan scanner
secara umum yang membedakan hanyalah data yang diterima, USG menerima data berupa
gelombang sedangkan scanner menerima data berupa barang

REFERENSI
http://navy102.wordpress.com/2008/10/07/usg-ultra-sonography/
http://alifis.wordpress.com/2009/06/05/seri-fisika-kesehatan__usg-eeg/
www.youtube.com

The Book Biomedical Engineering

Dibalik Teknologi USG (Ultrasonografi)

17
DEC
3 Votes

Ultrasonografi (USG) merupakan salah satu imaging diagnostik ( pencitraan diagnostik)


untuk pemeriksaan organ-organ dalam tubuh manusia. Dimana dengan mempergunakan
alat ini, kita dapat mempelajari bentuk, ukuran anatomis, gerakan serta hubungan dengan
jaringan sekitarnya. Pemeriksaan ini bersifat non-invasif, tidak menimbulkan rasa sakit
pada tubuh pasien, dapat dilakukan dengan cepat, aman dan data yang diperoleh
mempunyai nilai diagnostik yang tinggi. Takada kontra indikasinya, karena pemeriksaan
ini sama sekali tidak akan memperburuk penyakit penderita. Dalam 20 tahun terakhir ini,

diagnostik ultrasonik berkembang dengan pesatnya, sehingga saat ini USG mempunyai
peranan penting untuk meentukan kelainan berbagai organ tubuh.

Sejarah dan Perkembangan USG (Ultrasonografi)

Teknologi telah berkembang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir ini. Saat ini
orang tidak lagi harus menderita karena teknik pengobatan yang lama dan menyakitkan
dalam mendiagnosis secara akurat kondisi atau penyakit. Mesin USG telah terbukti
cukup efektif dan berguna dalam beberapa kasus medis maupun non-medis, baik kasus
kecil atau besar. Mempelajari lebih banyak tentang sejarah perangkat ini akan membantu
Anda memahami dengan jelas bagaimana mesin ini benar-benar berhasil dan berfungsi
dengan baik.

Masa Awal

Penggunaan Aplikasi mesin USG di dunia medis dimulai ketika manusia mulai mengukur
jarak menggunakan gelombang suara bawah air. Pertama kali ultrasonik ini digunakan
dalam bidang teknik untuk radar, yaitu teknik SONAR ( Sound, Navigation and Ranging)
oleh Langevin (1918), seeseorang yang berkebangsaan Perancis, pada waktu perang
dunia pertama, untuk mengetahui adanya kapal selam musuh. Kemudian digunakan
dalam pelayaran untukmenentukan kedalaman laut. Menjelang perang dunia ke II (1937),
teknik ini digunakan pertama kali untuk pemeriksaan jaringan tubuh, tetapi hasilnya
belum memuaskan.

Selama akhir tahun 1800-an, fisikawan mulai mengidentifikasi fisik fundamental dari
gelombang suara, refraksi, propagasi dan transmisi. Lord Rayleigh dari Inggris,
menerbitkan The Theory of Sound (Teori Suara) pada tahun 1877. Lazzaro
Spallanzani dari Italia dianggap berjasa karena menemukan USG pada tahun 1794 ketika
ia menunjukkan bagaimana kelelawar secara akurat dapat terbang dalam gelap

menggunakan echo refleksi dari suara tak terdengar di frekuensi tinggi. Francis Galton
menciptakan getaran suara frekuensi sangat tinggi pada tahun 1876, yang mampu
didengar telinga manusia, melalui Whistle Galton.

Berkat kemampuan dan kemajuan teknologi yang pesat, setelah perang dunia kedua usai,
USG berhasil digunakan untuk pemeriksaan alat-alat tubuh. Hoery dan Bliss pada tahun
1952, telah melakukan pemeriksaan USG pada beberapa organ, misalnya pada hepar dan
ginjal.

Dan kemudian, sejarah alat USG dimulai akhir tahun 1970an. Generasi awal alat USG ini
masih sangat tidak praktis, dikarenakan alat ini memiliki ukuran sebesar lemari es 2
pintu. Selain itu, teknologi fisika juga masih kuno, tetapi perkembangan iptek demikian
pesat sampai dalam kurun 2 dekade saja sudah telah ada teknologi yang ditambahkan dan
dikembangkan.

Sebelumnya,

pada

tahun

1880, Pierre

Curie dan Jacques

Curie dari

Perancis

menemukan efek piezo-listrik. Mereka menemukan bahwa USG bisa menghasilkan dan
diterima dalam frekuensi megahertz. Sistem deteksi sonar pertama kali diciptakan untuk
eksplorasi bawah air dan navigasi. Penemuan dioda dan trioda di tahun 1900-an juga
mendorong perkembangan USG. Paul Langevin dan Constantin Chilowsky dari Perancis
mengembangkan sebuah perangkat suara-echo frekuensi tinggi yang dihasilkan oleh
USG. Lahirlah hidrofon, dengan menggunakan transduser dan menggunakan kristal
kuarsa yang ditemukan oleh Curie bersaudara.

Dr Ian Donald menyarankan agar sonar dapat digunakan untuk diagnosis medis. Praktik
ini dimulai setelah USG digunakan secara terbatas setelah Perang Dunia II. Pada tanggal
21 Juli 1955, beliau mulai bekerja pada eksperimen yang melibatkan detektor logam
cacat ultrasonik industri. USG kemudian dirasakan sangat berguna dalam mendeteksi dan
membedakan fibroid, tumor perut dan kista.

Dr Karl Theodore Dussik dari Austria menyelidiki USG transmisi di otak pada tahun
1942 dan menerbitkan beberapa karya ultrasonik medis. Dr Ian Donald bersama rekan
lain dari Glasgow telah berjasa melakukan banyak hal dalam pengembangan aplikasi dan
teknologi praktis. Karya-karya mereka telah menyebabkan penggunaan teknologi yang
lebih luas dalam praktik medis ini.

Lebih banyak lagi tersedia sistem yang lebih komersial, seperti gambar greyscale dan
bistable. Doppler USG juga dikembangkan dengan mengkombinasikan pindai Duplex
dan pindai berwarna. Bahkan sekarang aliran darah melalui pembuluh tubuh dapat
dilihat. Pencitraan 3D dan 4D juga sekarang tersedia, yang dimuali dengan
penciptaanmicrochip pada tahun 1970.

Namun, terlebih dahulu diawali dengn munculnya USG 2 Dimensi yang masih
merupakan dasar dari seluruh alat USG saat ini, artinya walau sebuah mesin USG dijual
dengan label 4 dimensi, tetaplah berdasar pada sistem 2 dimensi.

USG 3 dimensi yang lahir sekitar 3-4 tahun yg lalu, merupakan pengembangan

2 dimensi dari panjang dan juga lebar yang ditunjang dengan proses komputer dari segala
macam processor yang baru seperti, Pentium, AMD, dll, yang kemudian dapat dibuat
rekonstruksi dari potongan-potongan gambar 2 Dimensi, menjadi tampilan 3 Dimensi
yang terlihat dilayar monitor.

Untuk mendapat gambar-gambar tersebut, operator USG tetap membuat gambar-gambar


2 Dimensi (yang terdiri dari banyak potongan-potongan gambar yang dibuat) kemudian
memory potongan-potongan gambar tersebut direkonstruksi oleh komputer dan tampak
dengan tampilan 3Dimensi di layar monitor.

Ada beberapa jenis USG yang tersedia pada saat ini, yang penggunaan masing-masing
USG tergantung pada kondisi pasien dan organ tubuh yang perlu diperiksa. Semua relatif
aman, nyaman dan terjangkau untuk digunakan. Semuanya juga memiliki risiko yang
sangat rendah dan tidak memerlukan persiapan apapun oleh pasien. Prosedurnya juga
non-invasif dan tidak menimbulkan rasa sakit, sehingga seseorang dapat segera
melanjutkan kegiatan normal setelah pengujian.

Pengertian USG ( ULTRA SONOGRAPHY )

Saat ini perkembangan dunia teknologi sangat berkembang pesat terutama dalam dunia
IT (Informatic Technology). Perkembangan dunia IT berimbas pada perkembangan
berbagai macam aspek kehidupan manusia. Salah satu aspek yang terkena efek
perkembangan dunia IT adalah kesehatan. Dewasa ini dunia kesehatan modern telah
memanfaatkan perkembengan teknologi untuk meningkatkan efisiensi serta efektivitas di
dunia kesehatan. Salah satu contoh pengaplikasian dunia IT di dunia kesehatan adalah
penggunaan alat-alat kedokteran yang mempergunakan aplikasi komputer, salah satunya
adalah USG (Ultra sonografi). USG adalah suatu alat dalam dunia kedokteran yang
memanfaatkan gelombang ultrasonik, yaitu gelombang suara yang memiliki frekuensi
yang tinggi (250 kHz 2000 kHz) yang kemudian hasilnya ditampilkan dalam layar
monitor. Pada awalnya penemuan alat USG diawali dengan penemuan gelombang
ultrasonik kemudian bertahun-tahun setelah itu, tepatnya sekira tahun 1920-an, prinsip
kerja gelombang ultrasonik mulai diterapkan dalam bidang kedokteran. Penggunaan
ultrasonik dalam bidang kedokteran ini pertama kali diaplikasikan untuk kepentingan
terapi bukan untuk mendiagnosis suatu penyakit.

Dalam hal ini yang dimanfaatkan adalah kemampuan gelombang ultrasonik dalam
menghancurkan sel-sel atau jaringan berbahaya ini kemudian secara luas diterapkan
pula untuk penyembuhan penyakit-penyakit lainnya. Misalnya, terapi untuk penderita

arthritis, haemorrhoids, asma, thyrotoxicosis, ulcus pepticum (tukak lambung),


elephanthiasis (kaki gajah), dan bahkan terapi untuk penderita angina pectoris (nyeri
dada). Baru pada awal tahun 1940, gelombang ultrasonik dinilai memungkinkan untuk
digunakan sebagai alat mendiagnosis suatu penyakit, bukan lagi hanya untuk terapi. Hal
tersebut disimpulkan berkat hasil eksperimen Karl Theodore Dussik, seorang dokter ahli
saraf dari Universitas Vienna, Austria. Bersama dengan saudaranya, Freiderich, seorang
ahli fisika, berhasil menemukan lokasi sebuah tumor otak dan pembuluh darah pada otak
besar dengan mengukur transmisi pantulan gelombang ultrasonik melalui tulang
tengkorak. Dengan menggunakan transduser (kombinasi alat pengirim dan penerima
data), hasil pemindaian masih berupa gambar dua dimensi yang terdiri dari barisan titiktitik

berintensitas

rendah.

Kemudian

George

Ludwig,

ahli

fisika

Amerika,

menyempurnakan alat temuan Dussik.

Teknologi transduser digital sekira tahun 1990-an memungkinkan sinyal gelombang


ultrasonik yang diterima menghasilkan tampilan gambar suatu jaringan tubuh dengan
lebih jelas. Penemuan komputer pada pertengahan 1990 jelas sangat membantu teknologi
ini. Gelombang ultrasonik akan melalui proses sebagai berikut, pertama, gelombang akan
diterima transduser. Kemudian gelombang tersebut diproses sedemikian rupa dalam
komputer sehingga bentuk tampilan gambar akan terlihat pada layar monitor. Transduser
yang digunakan terdiri dari transduser penghasil gambar dua dimensi atau tiga dimensi.
Seperti inilah hingga USG berkembang sedemikian rupa hingga saat ini.
Ultrasonography adalah salah satu dari produk teknologi medical imaging yang dikenal
sampai saat ini Medical imaging (MI) adalah suatu teknik yang digunakan untuk
mencitrakan bagian dalam organ atau suatu jaringan sel (tissue) pada tubuh, tanpa
membuat sayatan atau luka (non-invasive). Interaksi antara fenomena fisik tissue dan
diikuti dengan teknik pendetektian hasil interaksi itu sendiri untuk diproses dan
direkonstruksi menjadi suatu citra (image), menjadi dasar bekerjanya peralatan MI.

Fitur dan Spesifikasi USG

1. Transduser

Transduser adalah komponen USG yang ditempelkan pada bagian tubuh yang akan
diperiksa, seperti dinding perut atau dinding poros usus besar pada pemeriksaan prostat.
Di dalam transduser terdapat kristal yang digunakan untuk menangkap pantulan
gelombang yang disalurkan oleh transduser. Gelombang yang diterima masih dalam
bentuk gelombang akusitik (gelombang pantulan) sehingga fungsi kristal disini adalah
untuk mengubah gelombang tersebut menjadi gelombang elektronik yang dapat dibaca
oleh komputer sehingga dapat diterjemahkan dalam bentuk gambar.

2.Monitor Monitor yang digunakan dalam USG

Monitor berfungsi untuk memantau gambar yang telah diubah oleh USG dari gelombang
menjadi gambar yang dapat dilihat pada layar.

3. Mesin USG

Mesin USG merupakan bagian dari USG dimana fungsinya untuk mengolah data yang
diterima dalam bentuk gelombang. Mesin USG adalah CPUnya USG sehingga di
dalamnya terdapat komponen-komponen yang sama seperti pada CPU pada PC. Dimana
cara kerja USG merubah gelombang menjadi gambar.
Prinsip Kerja USG

Ultrasonik adalah gelombang suara dengan frekwensi lebih tinggi daripada kemampuan
pendengaran telinga manusia, sehingga kita tidak bisa mendengarnya sama sekali. Suara
yang dapat didengar manusia mempunyai frekwensi antara 20 20.000 Cpd (Cicles per
detik- Hertz).. Sedangkan dalam pemeriksaan USG ini mengunakan frekwensi 1- 10
MHz ( 1- 10 juta Hz).

Gelombang suara frekwensi tingi tersebut dihasilkan dari kristal-kristal yang terdapat
dalam suatu alat yang disebut transducer. Perubahan bentuk akibat gaya mekanis pada
kristal, akan menimbulkan teganganlistrik. Fenomena ini disebut efek Piezo-electric,
yang merupakan dasar perkembangan USG selanjutnya. Bentuk kristal juga akan berubah
bila dipengaruhi oleh medan listrik. Sesuai dengan polaritas medan listrik yang
melaluinya, kristal akan mengembang dan mengkerut, maka akan dihasilkan gelombang
suara frekwensi tingi.

Cara Kerja Alat Ultrasonografi

Transducer bekerja sebagai pemancar dan sekaligus penerima gelombang suara. Pulsa
listrik yang dihasilkan oleh generator diubah menjadi energi akustik oleh transducer, yang
dipancarkan dengan arah tertentu pada bagian tubuh yang akan dipelajari. Sebagian akan
dipantulkan dan sebagian lagi akan merambat terus menembus jaringan yang akan
menimbulkan bermacam-macam echo sesuai dengan jaringan yang dulaluinya.
Pantulan echo yang berasal dari jaringan-jaringan tersebut akan membentur transducer,
dan kemudian diubah menjadi pulsa listrik lalu diperkuat dan selanjutnya diperlihatkan
dalam bentuk cahaya pada layar oscilloscope. Dengan demikian bila transducer
digerakkan seolah0olah kita melakukan irisan-irisan pada bagian tubuh yang dinginkan,
dan gambaran irisan-irisan tersebut akan dapat dilihat pada layar monitor.

Masing-masing jaringan tubuh mempunyai impedance accoustic tertentu. Dalam jaringan


yang heterogen akan ditimbulkan bermacam-macam echo, jaringan tersebut dikatakan
echogenic. Sedang jaringan yang homogen hanya sedikit atau sama sekali tidak ada echo,
disebut anecho atau echofree . Suatu rongga berisi cairan bersifat anechoic, misalnya :
kista, asites, pembuluh darah besar, pericardial dan pleural efusion. Echo dalam jaringan
dapat diperlihatkan dalam bentuk :

A- mode L : Dalam sistem ini, gambar yang berupa defleksi vertikal pada osiloskop.
Besar amplitudo setiap defleksi sesuai dengan energy eko yang diterima transducer.
B- mode : Pada layar monitor (screen) eko nampak sebagai suatu titik dan garis terang
dan gelapnya bergantung pada intensitas eko yang dipantulkan dengan sistem ini maka
diperoleh gambaran dalam dua dimensi berupa penampang irisan tubuh, cara ini disebut
B Scan.
M- mode : Alat ini biasanya digunakan untuk memeriksa jantung. Tranducer tidak
digerakkan. Disini jarak antara transducer dengan organ yang memantulkan eko selalu
berubah, misalnya jantung dan katubnya.

CARA PEMERIKSAAN

Pemeriksaan USG dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

Pervaginam
Memasukkan probe USG transvaginal/seperti melakukan pemeriksaan dalam.
Dilakukan pada kehamilan di bawah 8 minggu. Lebih mudah dan ibu tidak perlu
menahan kencing.
Lebih jelas karena bisa lebih dekat pada rahim.
Daya tembusnya 8-10 cm dengan resolusi tinggi.
Tidak menyebabkan keguguran.
Perabdominan
Probe USG di atas perut.
Biasa dilakukan pada kehamilan lebih dari 12 minggu.
Karena dari atas perut maka daya tembusnya akan melewati otot perut, lemak baru
menembus rahim.

JENIS PEMERIKSAAN USG

1. USG 2 Dimensi

Menampilkan gambar dua bidang (memanjang dan melintang). Kualitas gambar yang
baik sebagian besar keadaan janin dapat ditampilkan.
2. USG 3 Dimensi

Dengan alat USG ini maka ada tambahan 1 bidang gambar lagi yang disebut koronal.
Gambar yang tampil mirip seperti aslinya. Permukaan suatu benda (dalam hal ini tubuh
janin) dapat dilihat dengan jelas. Begitupun keadaan janin dari posisi yang berbeda. Ini
dimungkinkan karena gambarnya dapat diputar (bukan janinnya yang diputar).
3. USG 4 Dimensi

Sebetulnya USG 4 Dimensi ini hanya istilah untuk USG 3 dimensi yang dapat bergerak
(live 3D). Kalau gambar yang diambil dari USG 3 Dimensi statis, sementara pada USG 4
Dimensi, gambar janinnya dapat bergerak. Jadi pasien dapat melihat lebih jelas dan
membayangkan keadaan janin di dalam rahim.
4. USG Doppler

Pemeriksaan USG yang mengutamakan pengukuran aliran darah terutama aliran tali
pusat. Alat ini digunakan untuk menilai keadaan/kesejahteraan janin. Penilaian
kesejahteraan janin ini meliputi:

- Gerak napas janin (minimal 2x/10 menit).

- Tonus (gerak janin).

- Indeks cairan ketuban (normalnya 10-20 cm).

- Doppler arteri umbilikalis.

- Reaktivitas denyut jantung janin.

Manfaat USG

Berikut ini akan dijelaskan mengenai manfaat yang dapat dirasakan ketika menggunakan
alat USG ini, terlebih pada para ibu hamil.

Pada kehamilan trimester I:

Menduga usia kehamilan dengan mencocokkan ukuran bayi.


Menentukan kondisi bayi jika ada kemungkinan adanya kelainan atau cacat bawaan.
Meyakinkan adanya kehamilan.
Menentukan penyebab perdarahan atau bercak darah dini pada kehamilan muda,
misalnya kehamilan ektopik.
Mencari lokasi alat KB yang terpasang saat hamil, misalnya IUD.
Menentukan lokasi janin, di dalam kandungan atau di luar rahim.
Menentukan kondisi janin jika tidak ada denyut jantung atau pergerakan janin.
Mendiagnosa adanya janin kembar bila rahimnya terlalu besar.
Mendeteksi berbagai hal yang mengganggu kehamilan, misalnya adanya kista, mioma,
dsb.
Pada kehamilan trimester II & III:

Untuk menilai jumlah air ketuban. Yaitu bila pertumbuhan rahim terlalu cepat disebabkan
oleh berlebihnya cairan amnion atau bukan.
Menentukan kondisi plasenta, karena rusaknya plasenta akan menyebabkan terhambatnya
perkembangan janin.
Menentukan ukuran janin bila diduga akan terjadi kelahiran prematur. Jadi, lebih ke arah
pertumbuhan janinnya normal atau tidak.
Memeriksa kondisi janin lewat pengamatan aktivitasnya, gerak nafas, banyaknya cairan
amnion, dsb.
Menentukan letak janin (sungsang atau tidak) atau terlilit tali pusar sebelum persalinan.
Untuk melihat adanya tumor di panggul atau tidak.
Untuk menilai kesejahteraan janin (bagaimana aliran darah ke otaknya, dsb).
Dengan demikian, jika hasilnya menunjukkan hasil yang tidak normal, maka kita dapat
bertindak lebih cepat untuk menyelamatkan janin. Karena gangguan aliran darah pada
janin dapat mengakibatkan pertumbuhan janin terhambat dan pada keadaan yang sudah
berat dapat mengakibatkan kematian.

Kekurangan USG

Kekurangan yang umum pada pemeriksaan USG disebabkan karena USG tidak mampu
menembus bagian tertentu badan. Tujuh puluh persen gelombang suara yang mengenai
tulang akan dipantulkan, sedang pada perbatasan rongga-rongga yang mengandung gas
99% dipantulkan. Dengan demikian pemeriksaan USG paru dan tulang pelvis belum
dapat dilakukan. Dan diperkirakan 25% pemeriksaan di abdomen diperoleh hasil yang
kurang memuaskan karena gas dalam usus. Penderita gemuk agak sulit, karena lemak
yang banyak akan memantulkan gelombang suara yang sangat kuat.

Perlu diketahui juga, akurasi/ketepatan pemeriksaan menggunakan alat USG tidak 100%,
melainkan 80%. Artinya, kemungkinan ada kelainan bawaan/kecacatan pada janin yang
tidak terdeteksi atau interpretasi kelamin janin yang tidak tepat. Hal ini dipengaruhi
beberapa faktor antara lain:

Keahlian/kompetensi dokter yang memeriksanya.


Tak semua dokter ahli kandungan dapat dengan baik mengoperasikan alat USG.
Sebenarnya untuk pengoperasian alat ini diperlukan sertifikat tersendiri.

Posisi bayi
Posisi bayi seperti tengkurap atau meringkuk juga menyulitkan daya jangkau/daya
tembus alat USG. Meski dengan menggunakan USG 3 atau 4 Dimensi sekalipun, tetap
ada keterbatasan.

Kehamilan kembar
Kondisi hamil kembar juga menyulitkan alat USG melihat masing-masing keadaan bayi
secara detail.

Ketajaman/resolusi alat USG-nya kurang baik.


Usia kehamilan di bawah 20 minggu.
Air ketuban sedikit.
Lokasi kelainan, seperti tumor di daerah perut janin saat usia kehamilan di bawah 20
minggu agak sulit dideteksi.
USG atau Ultrasonografi dalam dunia kedokteran memang bukan barang baru. Kehadiran
USG terkadang masih menimbulkan kekhawatiran pada sebagian orangtua tentang
penggunaan dan manfaatnya. Misalnya, kekhawatiran akan radiasi yang ditimbulkan dari
alat tersebut. Beberapa orang bahkan menyangsikan manfaat alat ini mengingat ada satu
dua kasus kelainan bayi yang dianggap tak terdeteksi oleh pemeriksaan USG. Belum lagi

soal biaya. Beberapa klinik/rumah sakit memang sudah memasukkan biaya USG dalam
biaya pemeriksaan kehamilan. Namun cukup banyak juga yang menagih pemeriksaan ini
sebagai biaya tersendiri. Kalau pasien yang meminta, mungkin enggak jadi soal. Tapi jika
dokter melakukan pemeriksaan USG setiap kali pasien kontrol dan ada biaya tambahan
untuk itu, tampaknya ini tidak fair bagi pasien.

TAK ADA RADIASI

Pemeriksaan USG merupakan pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada ibu hamil.
Sebelum ada alat ini, denyut jantung janin baru dapat didengar pada usia kehamilan 1618 minggu. Sementara dengan USG, pada usia kehamilan 6-7 minggu sudah dapat
dideteksi. USG juga dapat mendeteksi kelainan-kelainan bawaan di usia kehamilan yang
lebih awal.

Perkembangan USG

VIAMO: Laptop dengan Fitur USG

Mungkin belum banyak dari kita mengetahui bahwa beberapa software dan piranti baru
dapat kita terapkan di dunia medis sebagai pembantu paramedis untuk melakukan
diagnosis maupun penanganan di lapangan. Tidak harus selalu di lapangan. Namun
piranti keras maupun lunak ini dapat membantu kelancaran paramedis dalam
menjalankan tugasnya, baik itu praktisi kesehatan maupun yang masih berstatus
mahasiswa kedokteran maupun mahasiswa praktisi medis lain. Itulah teknologi. Dengan
tumbuh pesatnya perkembangan di bidang teknologi sangat mungkin diciptakan pirantipiranti medis penunjang diagnosis maupun pembelajaran medis yang lebih simpel dan
portabel.

Belakangan di tahun 2010 ini telah direlease suatu gadget baru pengembangan teknologi
radiologi berupa laptop Viamo keluaran pabrikan TOSHIBA. Laptop ini bukan laptop
biasa. Ini adalah laptop yang khusus diciptakan bagi kalangan medis lantaran
kemampuannya melakukan pencitraanUltrasonography (USG) dengan fitur teknologi
yang hi-end.

Laptop pioneer di dunia medis ini dibangun berlandaskan kaidah radiologi. Ia mampu
melakukan pemeriksaan USG secara portable dengan sangat mudah. Viamo
menggunakan mesin pencitraan dan teknologi transduser dengan Aplio XG, sehingga
memberikan kualitas citra gambar di berbagai situasi dengan tingkat portabilitas yang tak
terbatas.

Viamo telah menggunakan teknologi yang divalidasi secara klinis, bahkan telah disahkan
oleh FDA. Laptop ini menawarkan performa yang tinggi dengan fungsi citra yang
memungkinkan praktisi kesehatan memvisualisasikan jaringan secara mendetail per
menit serta struktur vaskular dengan presisi tinggi, sehingga memungkinkan diagnosis
USG yang lebih akurat lagi. Fungsi citra ini didukung oleh teknologi Pluse Substraction
THI yang telah ditanamkan pada Viamo.

Viamo memungkinkan pemeriksaan yang baik secara bedside. Sehingga pasien-pasien


yang un-mobile dapat dilakukan pemeriksaan dengan lebih nyaman. Fiturnya yang touch
screenmemudahkan akses penggunaanya. Apalagi mode tabletnya (laptop dioprasikan
dalam kondisi layar tertutup) mendukung pemeriksaan secara One-Touch Quick Scan,
sehingga terasa sangat simple dan sederhana untuk dilakukan. Bentuknya memang
nampak lebih lebar daripada laptop kebanyakan, namun masih dalam batasan yang
ramping. Hal ini membuat Viamo menjadi sangat ideal untuk digunakan sebagai gadget
klinis yang sifatnya portable, di manapun, dan kapanpun.

Viamo memberkan kenyamanan pada penggunanya. Monitor Viamo dapat diputar untuk
mengaktifkan posisi layar yang bebas. Masing-masing tombol Viamo dan layar sentuhnya
telah diprogram khusus agar sesuai dengan persyaratan diagnostik pada umumnya
ataupun diset sesuai preferensi pribadi.

Namun, TOSHIBA belum menyebutkan secara terperinci spesifikasi susunan hardware


pada Viamo, begitu pula mengenai harga perangkat medis ini. Hanya saja memang laptop
ini memiliki beberapa keunggulan, yakni:

Pencitraan yang lebih jelas, tentu dengan penyempurnaan teknologi USG yang hiend serta kualitas gambar yang sempurna mendukung pengambilan diagnosis yang lebih
baik. Sangat cocok bagi pasien in-cyto, radiologi, pediatric, maupun permasalahan
pembuluh darah.
Bermacam transducer dengan berbagai macam bentuk dan ukuran yang dapat dengan
mudah diganti-ganti. TOSHIBA menjamin bahwa transducer ini dapat dipakai pada seriseri Viamo yang akan datang.
Critical battery mode yang selalu diterapkan. Sehingga laptop akan sepenuhnya ON
apabila dihidupkan. Hanya dibutuhkan beberapa detik saja hingga laptop benar-benar siap
digunakan. Sangat mendukung dalam penanganan gawat darurat dan situasi kritis yang
membutuhkan respon cepat.
Layar touch screen memudahkan penggunaan dari laptop ini. Begitu pula mode tabletnya
yang sangat mudah dioperasikan, dapat pula diset dengan preferensi pribadi, serta
dilengkapi layar yang dapat bebas diposisikan. Membuat Viamo sangat mudah
digunakan.
KESIMPULAN

Melihat fungsi dan cara kerja USG, dapat dikatakan bahwa kinerja USG identik dengan
scanner secara umum yang membedakan hanyalah data yang diterima, USG menerima
data berupa gelombang sedangkan scanner menerima data berupa barang

Kamus mendefinisikan USG sebagai energi yang dihasilkan oleh gelombang suara
20,000 atau lebih getaran per detik. USG menggunakan gelombang suara yang jauh di
atas frekuensi, yang telinga manusia dapat diartikan. Operasi yang didasarkan pada
teknologi dari transduser memancarkan gelombang suara, yang menembus tubuh manusia
tanpa risiko.Memasuki tubuh, gelombang ini perjumpaan tulang dan berbagai organ
dalam. Gelombang frekuensi tinggi ini kemudian dipantulkan kembali dari organ-organ
dan jaringan membentuk tubuh internal gambar pada layar bagian dari sumber. Sifat
refleksi memungkinkan dokter untuk mengidentifikasi jenis jaringan.

Penemuan USG telah menjadi tengara dalam sejarah medis. Ini telah terbukti menjadi
batu loncatan yang luas terhadap penelitian medis. USG telah membantu penelitian medis
dalam memperoleh suatu pemahaman fungsi tubuh manusia. Sejarah dari penemuan
kembali ke zaman Perang Dunia II. Studi radar dan sonar itu adalah pendahulu untuk
pengembangan perangkat USG.

Nama dua ilmuwan menonjol dalam huruf tebal dalam sejarah USG dan pencitraan
medis. Yang pertama adalah bahwa dari Dokter Karl Theodore Dussik dari Austria.
Dokter Karl melakukan penelitian tentang investigasi USG transmisi otak. Berdasarkan
temuan-temuannya, ia menerbitkan makalah pertama ultrasonik medis pada tahun 1942.
Nama kedua adalah, tentu saja, terkenal di dunia. Itu adalah Profesor Ian Donald dari
Skotlandia yang mengembangkan teknologi dan aplikasi praktis untuk USG pada 1950an. USG pertama kali diuji oleh dia pada tahun 1957 dan setahun kemudian, fungsinya
telah diuji pada wanita hamil.
Aplikasi yang paling luas dari teknik ini adalah penggunaannya dalam sonografi untuk
menghasilkan gambar janin dalam rahim manusia. USG Kebidanan membantu untuk
memeriksa kesehatan anak yang belum lahir. Ini membantu dalam mengevaluasi usia
kehamilan, janin kelangsungan hidup dan pertumbuhan, lokasi plasenta dan di atas semua
memeriksa kelainan fisik yang besar. USG memiliki berbagai keuntungan lain juga.
Jaringan lunak pencitraan dari banyak bagian tubuh dilakukan dengan USG. Jantung,

ginjal, hati dan kantong empedu scan sangat umum days.Ultrasound ini dapat digunakan
untuk mencari tumor dan menganalisis struktur tulang. Teknik Doppler mesin ini
membantu untuk memvisualisasikan arteri dan vena dan dengan demikian, memonitor
aliran darah dalam setiap organ. Hal ini semakin sering digunakan dalam trauma dan
pertolongan pertama kasus juga.

Kemajuan dalam penelitian ilmiah telah menyebabkan kemajuan dalam perangkat USG.
Prinsip dasar tetap sama, perangkat medis baru bernama CAVITRON telah dibuat pada
tahun 1980. Perangkat ini memiliki potensi untuk menghancurkan tumor dalam tubuh.
Satu hal yang pasti. Penemuan-penemuan semacam itu tidak dapat dianggap sebagai
prestasi tunggal ketika mereka bermanfaat bagi kemanusiaan secara keseluruhan.

Daftar Pustaka

Widjanarko G., Hendra. 2007. USG 4 Dimensi. http://www.mail-archive.com/ayahbundaonline@yahoogroups.com/msg06627.html. Diakses tanggal 23 September 2011.

Doktermu.com.

2011.

Sejarah

Mesin

USG.

http://doktermu.com/Ultrasonografi-

USG/sejarah-mesin-usg.html. Diakses tanggal 23 September 2011.

___. 2008. Ultrasonografi. http://rspelamonia.blogspot.com/2008/11/ultrasonografi.html.


Diakses tanggal 23 September 2011.

Isrinalailisyarifah.

2009.

tanggal 23 September 2011.

http://isrinalailisyarifah.students-blog.undip.ac.id/.

Diakses

Subijakto.

2011.

Pengertian

USG

(Ultrasonografi).

http://subijakto.blogspot.com/2010/11/pengertian-usg-ultra-sonography.html.

Diakses

tanggal 23 September 2011.

Indah

Mulatsih.

2008.

Mengenal

USG

dan

Manfaatnya.

http://yuwielueninet.wordpress.com/2008/03/25/mengenal-usg-dan-manfaat-usg/.
Diakses tanggal 23 September 2011.

Firman. 2010. VIAMO, Laptop dengan Fitur USG. http://sibermedik.com/viamo-laptopdengan-fitur-usg-2. Diakses tanggal 23 September 2011.

ULTRASONOGRAFI (USG)

A.

PENDAHULUAN

Saat ini perkembangan dunia teknologi sangat berkembang pesat terutama dalam dunia
IT (Informatic Technology). Perkembangan dunia IT berimbas pada perkembangan
berbagai macam aspek kehidupan manusia. Salah satu aspek yang terkena efek
perkembangan dunia IT adalah kesehatan. Dewasa ini dunia kesehatan modern telah
memanfaatkan perkembengan teknologi untuk meningkatkan efisiensi serta efektivitas di
dunia kesehatan. Salah satu contoh pengaplikasian dunia IT di dunia kesehatan adalah
penggunaan alat-alat kedokteran yang mempergunakan aplikasi komputer, salah satunya
adalah USG (Ultra sonografi).

Ultrasonografi (USG) merupakan salah satu imaging diagnostik ( pencitraan diagnostik)


untuk pemeriksaan alat alat dalam tubuh manusia, diman kita dapat mempelajari bentuk,
ukuran anatomis, gerakan serta hubungan dengan jaringan sekitarnya. Pemeriksaan ini
bersifat non-invasif, tidak menimbulkan rasa sakit pada penderita, dapat dilakukan
dengan cepat, aman dan data yang diperoleh mempunyai nilai diagnostik yang tinggi.

Takada kontra indikasinya, karena pemeriksaan ini sama sekali tidak akan memperburuk
penyakit penderita. Dalam 20 tahun terakhir ini, diagnostik ultrasonik berkembang
dengan pesatnya, sehingga saat ini USG mempunyai peranan penting untuk menentukan
kelainan berbagai organ tubuh
B.

ULTRASONOGRAFI

1.

Pengertian

USG adalah suatu alat dalam dunia kedokteran yang memanfaatkan gelombang
ultrasonik, yaitu gelombang suara yang memiliki frekuensi yang tinggi (250 kHz - 2000
kHz) yang kemudian hasilnya ditampilkan dalam layar monitor.
Ultrasonografi

medis

(sonografi)

adalah

sebuah

teknik

diagnostik

pencitraan

menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot,
ukuran mereka, struktur, dan luka patologi, membuat teknik ini berguna untuk memeriksa
organ. Sonografi obstetrik biasa digunakan ketika masa kehamilan.
Pilihan frekuensi menentukan resolusi gambar dan penembusan ke dalam tubuh pasien.
Diagnostik sonografi umumnya beroperasi pada frekuensi dari 2 sampai 13 megahertz.
Sedangkan dalam fisika istilah "suara ultra" termasuk ke seluruh energi akustik dengan
sebuah frekuensi di atas pendengaran manusia (20.000 Hertz), penggunaan umumnya
dalam penggambaran medis melibatkan sekelompok frekuensi yang ratusan kali lebih
tinggi.
Ultrasonografi atau yang lebih dikenal dengan singkatan USG digunakan luas dalam
medis. Pelaksanaan prosedur diagnosis atau terapi dapat dilakukan dengan bantuan
ultrasonografi (misalnya untuk biopsi atau pengeluaran cairan). Biasanya menggunakan
probe yang digenggam yang diletakkan di atas pasien dan digerakkan: gel berair
memastikan penyerasian antara pasien dan probe.
Dalam kasus kehamilan, Ultrasonografi (USG) digunakan oleh dokter spesialis
kedokteran (DSOG) untuk memperkirakan usia kandungan dan memperkirakan hari
persalinan. Dalam dunia kedokteran secara luas, alat USG (ultrasonografi) digunakan
sebagai alat bantu untuk melakukan diagnosa atas bagian tubuh yang terbangun dari
cairan.

Pada awalnya penemuan alat USG diawali dengan penemuan gelombang ultrasonik
kemudian bertahun-tahun setelah itu, tepatnya sekira tahun 1920-an, prinsip kerja
gelombang ultrasonik mulai diterapkan dalam bidang kedokteran. Penggunaan ultrasonik
dalam bidang kedokteran ini pertama kali diaplikasikan untuk kepentingan terapi bukan
untuk mendiagnosis suatu penyakit.
Dalam hal ini yang dimanfaatkan adalah kemampuan gelombang ultrasonik dalam
menghancurkan sel-sel atau jaringan berbahaya ini kemudian secara luas diterapkan
pula untuk penyembuhan penyakit-penyakit lainnya. Misalnya, terapi untuk penderita
arthritis, haemorrhoids, asma, thyrotoxicosis, ulcus pepticum (tukak lambung),
elephanthiasis (kaki gajah), dan bahkan terapi untuk penderita angina pectoris (nyeri
dada). Baru pada awal tahun 1940, gelombang ultrasonik dinilai memungkinkan untuk
digunakan sebagai alat mendiagnosis suatu penyakit, bukan lagi hanya untuk terapi. Hal
tersebut disimpulkan berkat hasil eksperimen Karl Theodore Dussik, seorang dokter ahli
saraf dari Universitas Vienna, Austria. Bersama dengan saudaranya, Freiderich, seorang
ahli fisika, berhasil menemukan lokasi sebuah tumor otak dan pembuluh darah pada otak
besar dengan mengukur transmisi pantulan gelombang ultrasonik melalui tulang
tengkorak. Dengan menggunakan transduser (kombinasi alat pengirim dan penerima
data), hasil pemindaian masih berupa gambar dua dimensi yang terdiri dari barisan titiktitik

berintensitas

rendah.

Kemudian

George

Ludwig,

ahli

fisika

Amerika,

menyempurnakan alat temuan Dussik.


Teknologi transduser digital sekira tahun 1990-an memungkinkan sinyal gelombang
ultrasonik yang diterima menghasilkan tampilan gambar suatu jaringan tubuh dengan
lebih jelas. Penemuan komputer pada pertengahan 1990 jelas sangat membantu teknologi
ini. Gelombang ultrasonik akan melalui proses sebagai berikut, pertama, gelombang akan
diterima transduser. Kemudian gelombang tersebut diproses sedemikian rupa dalam
komputer sehingga bentuk tampilan gambar akan terlihat pada layar monitor. Transduser
yang digunakan terdiri dari transduser penghasil gambar dua dimensi atau tiga dimensi.
Seperti inilah hingga USG berkembang sedemikian rupa hingga saat ini.
Ultrasonography adalah salah satu dari produk teknologi medical imaging yang dikenal
sampai saat ini Medical imaging (MI) adalah suatu teknik yang digunakan untuk

mencitrakan bagian dalam organ atau suatu jaringan sel (tissue) pada tubuh, tanpa
membuat sayatan atau luka (non-invasive). Interaksi antara fenomena fisik tissue dan
diikuti dengan teknik pendetektian hasil interaksi itu sendiri untuk diproses dan
direkonstruksi menjadi suatu citra (image), menjadi dasar bekerjanya peralatan MI.
Ultrasonografi medis digunakan dalam:
a.

Kardiologi; lihat ekokardiografi

b.

Endokrinologi

c.

Gastroenterologi

d.

Ginaekologi; lihat ultrasonografi gynekologik

e.

Obstetrik; lihat ultrasonografi obstetrik

f.

Ophthalmologi; lihat ultrasonografi A-scan, ultrasonografi B-scan

g.

Urologi

h.

Intravascular ultrasound

i.

Contrast enhanced ultrasound

2.

Sejarah USG

Pertama kali ultrasonik ini digunakan dalam bidang teknik untuk radar, yaitu teknik
SONAR ( Sound, Navigation and Ranging) oleh Langevin (1918), seorang Perancis, pada
waktu perang dunia ke I, untuk mengetahui adanya kapal selam musuh. Kemudian
digunakan dalam pelayaran untukmenentukan kedalaman laut. Menjelang perang dunia
ke II (1937), teknik ini digunakan pertama kali untuk pemeriksaan jaringan tubuh, tetapi
hasilnya belum memuaskan.
Berkat kemampuan dan kemajuan teknologi yang pesat, setelah perang dunia keII, USG
berhasil digunakan untuk pemeriksaan alat-alat tubuh.
Hoery dan Bliss pada tahun 1952, telah melakukan pemeriksaan USG pada beberapa
organ, misalnya pada hepar dan ginjal. Sekarang Usg merupakan alat praktis dengan
pemeriksaan klinis yang luas.
3.

Prinsip USG

Ultrasonik adalah gelombang suara dengan frekwensi lebih tinggi daripada kemampuan
pendengaran telinga manusia, sehingga kita tidak bisa mendengarnya sama sekali. Suara
yang dapat didengar manusia mempunyai frekwensi antara 20 20.000 Cpd (Cicles per
detik- Hertz).. Sedangkan dalam pemeriksaan USG ini mengunakan frekwensi 1- 10
MHz ( 1- 10 juta Hz).
Gelombang suara frekwensi tingi tersebut dihasilkan dari kristal-kristal yang terdapat
dalam suatu alat yang disebut transducer. Perubahan bentuk akibat gaya mekanis pada
kristal, akan menimbulkan teganganlistrik. Fenomena ini disebut efek Piezo-electric,
yang merupakan dasar perkembangan USG selanjutnya. Bentuk kristal juga akan berubah
bila dipengaruhi oleh medan listrik. Sesuai dengan polaritas medan listrik yang
melaluinya, kristal akan mengembang dan mengkerut, maka akan dihasilkan gelombang
suara frekwensi tingi.
4.

Fisika dasar gelombang ultrasonik pada usg

Pemahaman mengenai sifat fisik gelombang ultrasonik sangat diperlukan didalam


pemeriksaan USG, antara lain :
a.

Untuk mengetahui prinsip kerja, cara pemakaian dan cara pemeriksaan alat USG

b.

Untuk membuat interpretasi gambaran USG dan mengenal berbagai gambaran

artefak yang ditimbulkan


c.

Untuk memahami efek biologik dan segi keamanan dalam penggunaan alat

diagnostik USG yang dewasa ini masih perlu dipantau


Gelombang ultrasonik merupakan gelombang suara frekuensi gelombang suara yang
dapat didengar oleh telinga manusia. Alat diagnostik USG menggunakan gelombang
ultrasonik yang mempunyai frekuensi 1-10 MHz. Kecepatan gelombang suara didalam
suatu medium akan berbeda dari medium lainnya. Sifat akustik medium menentukan
perbedaan ini.
Pengurangan intensitas merupakan atenuasi, yang dapat disebabkan oleh mekanisme,
refleksi, refraksi, absorpsi dan scattening.
Pengaruh atenuasi dalam pemeriksaan USG :

a.

Atenuasi akan membatasi kemampuan alat USG dalam memeriksa truktur jaringan

tubuh hanya sampai batas ke dalaman tertentu.


b.

Adanya atenuasi yang berbeda pada jaringan tubuh akan memberikan gambaran

USG yang berbeda pula


c.

Alat USG sulit digunakan untuk memeriksa struktur jaringan tulang organ yang

berisi gas
Faktor yang menambah keamanan penggunaan USG yang banyak dipakai saat ini
mempunyai intensits <10 MW/Cm2. Faktor lain yang menambah keamanan penggunaan
USG, baik terhadap ibu maupun janin :
a.

Gel ultrasonik yang digunakan adalah jenis pulsa, sehingga efek kumulatif di dalam

jar sangat kecil


b.

Dinding abdomen ibu (pada transabdominal) akan mengabsorpsi sebagian intensitas

gel ultrasonic
c.

Vaskularisasi pada dinding abdomen ibu dan janin akan menetralisir efek panas dari

gel ultrasonik.
Pemakaian USG jenis real tim dan adanya gerakan janin akan menghindari terfokusnya
intensitas gelombang ultrasonik pada suatu organ yang lama

5.

JENIS PEMERIKSAAN USG

a.

USG 2 Dimensi

Menampilkan gambar dua bidang (memanjang dan melintang). Kualitas gambar yang
baik sebagian besar keadaan janin dapat ditampilkan. USG 2D hanya menggunakan
dimensi panjang dan lebar. Janin akan tampak samar-samar seperti bayangan tapi
gerakannya terpantau pada layar monitor. Untuk pemeriksaan awal biasanya dokter
menggunakan USG 2D. Jika ditemukan kelainan janin barulah digunakan USG 3D atau
4D.

USG 2D saja sebetulnya sudah sangat memadai untuk melakukan pemeriksaan


kehamilan. Kecuali dalam keadaan kelainan tertentu yang harus dilakukan pemeriksaan
4D, seperti dicurigai adanya kelainan bawaan kecil-kecil. Kalau yang besar2 seperti
hidrosefalus (besar kepala), anensefali (nggak ada batok kepala), amelia (tidak ada
anggota gerak) dll masih bisa 'dilihat' dengan USG 2 D.

b.

USG 3 Dimensi

Dengan alat USG ini maka ada tambahan 1 bidang gambar lagi yang disebut koronal.
Gambar yang tampil mirip seperti aslinya. Permukaan suatu benda (dalam hal ini tubuh
janin) dapat dilihat dengan jelas. Begitupun keadaan janin dari posisi yang berbeda. Ini
dimungkinkan karena gambarnya dapat diputar (bukan janinnya yang diputar).

c.

USG 4 Dimensi

Sebetulnya USG 4 Dimensi ini hanya istilah untuk USG 3 dimensi yang dapat bergerak
(live 3D). Kalau gambar yang diambil dari USG 3 Dimensi statis, sementara pada USG 4
Dimensi, gambar janinnya dapat bergerak. Jadi pasien dapat melihat lebih jelas dan
membayangkan keadaan janin di dalam rahim. USG 4D adalah hasil penyempurnaan dari
USG 3D. Menggunakan empat dimensi yakni lebar, panjang, kedalaman plus gerak
(dimensi waktu). Sehingga hasilnya lebih detail dan akurat, karena bisa melihat bentuk
janin secara yang nyata. Bahkan mancung atau peseknya hidung janin pun bisa diketahui.
Alat ini dikembangkan pada tahun 1992 oleh seorang peneliti, Kazunori Baba dari
Institute of Medical Electronics, Universitas Tokyo.
d.

USG Doppler

Pemeriksaan USG yang mengutamakan pengukuran aliran darah terutama aliran tali
pusat. Alat ini digunakan untuk menilai keadaan/kesejahteraan janin. Penilaian
kesejahteraan janin ini meliputi:
1)

Gerak napas janin (minimal 2x/10 menit).

2)

Tonus (gerak janin).

3)

Indeks cairan ketuban (normalnya 10-20 cm).

4)

Doppler arteri umbilikalis.

5)

Reaktivitas denyut jantung janin.

6.

Cara Kerja alat Ultrasonografi

Transducer bekerja sebagai pemancar dan sekaligus penerima gelombang suara. Pulsa
listrik yang dihasilkan oleh generator diubah menjadi energi akustik oleh transducer, yang
dipancarkan dengan arah tertentu pada bagian tubuh yang akan dipelajari. Sebagian akan
dipantulkan dan sebagian lagi akan merambat terus menembus jaringan yang akan
menimbulkan bermacam-macam echo sesuai dengan jaringan yang dulaluinya.
Pantulan echo yang berasal dari jaringan-jaringan tersebut akan membentur transducer,
dan kemudian diubah menjadi pulsa listrik lalu diperkuat dan selanjutnya diperlihatkan
dalam bentuk cahaya pada layar oscilloscope. Dengan demikian bila transducer
digerakkan seolah0olah kita melakukan irisan-irisan pada bagian tubuh yang dinginkan,
dan gambaran irisan-irisan tersebut akan dapat dilihat pada layar monitor.
Masing-masing jaringan tubuh mempunyai impedance accoustic tertentu. Dalam jaringan
yang heterogen akan ditimbulkan bermacam-macam echo, jaringan tersebut dikatakan
echogenic. Sedang jaringan yang homogen hanya sedikit atau sama sekali tidak ada echo,
disebut anecho atau echofree . Suatu rongga berisi cairan bersifat anechoic, misalnya :
kista, asites, pembuluh darah besar, pericardial dan pleural efusion.
Display Modes
Echo dalam jaringan dapat diperlihatkan dalam bentuk :
a.

A- mode L : Dalam sistem ini, gambar yang berupa defleksi vertikal pada

osiloskop. Besar amplitudo setiap defleksi sesuai dengan energy eko yang diterima
transducer.
b.

B- mode

: Pada layar monitor (screen) eko nampak sebagai suatu titik dan garis

terang dan gelapnya bergantung pada intensitas eko yang dipantulkan dengan sistem ini
maka diperoleh gambaran dalam dua dimensi berupa penampang irisan tubuh, cara ini
disebut B Scan.

c.

M- mode

: Alat ini biasanya digunakan untuk memeriksa jantung. Tranducer

tidak digerakkan. Disini jarak antara transducer dengan organ yang memantulkan eko
selalu berubah, misalnya jantung dan katubnya.
7.

Penyulit

Suatu penyulit yang umum pada pemeriksaan USG disebabkan karena USG tidak mampu
menembus bagian tertentu badan. Tujuh puluh persen gelombang suara yang mengenai
tulang akan dipantulkan, sedang pada perbatasan rongga-rongga yang mengandung gas
99% dipantulkan. Dengan demikian pemeriksaan USG paru dan tulang pelvis belum
dapat dilakukan. Dan diperkirakan 25% pemeriksaan di abdomen diperoleh hasil yang
kurang memuaskan karena gas dalam usus. Penderita gemuk agak sulit, karena lemak
yang banyak akan memantulkan gelombang suara yang sangat kuat.

8.

Waktu yang tepat untuk pemeriksaan

Pemeriksaan dengan USG wajib semasa kehamilan sebetulnya hanya dua kali, yaitu:
a.

Saat pertama kali pemeriksaan kehamilan (usia kehamilan berapa pun namun

biasanya pada usia kehamilan 10-12 minggu). Pemeriksaan ini dilakukan sebagai
skrining awal. Gambaran janin yang masih sekitar 8 cm akan terlihat tampil secara utuh
pada layar monitor.
b.

Usia kehamilan 20-24 minggu sebagai skrining lengkap. Setelah usia kehamilan

lebih dari 12 minggu gambaran janin pada layar monitor akan terlihat sebagiansebagian/tidak secara utuh. Karena alat scan USG punya area yang terbatas, sementara
ukuran besar janin sudah bertambah atau lebih dari 8 cm. Jadi, untuk melihat kondisi
janin dapat per bagian, misalnya detail muka, detail jantung, detail kaki dan sebagainya.
Selain itu, penggunaan alat USG dapat dilakukan atas dasar indikasi yakni:
a.

Pemeriksaan USG serial untuk mengukur pertumbuhan berat badan janin.

b.

Bila perlu pada usia kehamilan 38-42 minggu untuk melihat bagaimana posisi bayi

apakah melintang, kepala turun, dan lainnya.


9.

Persiapan pasien

Sebenarnya tidak diperlukan persiapan khusus. Walaupun demikian pada penderita


obstivasi, sebaiknya semalam sebelumnya diberikan laksansia. Untuk pemeriksaan alatalat rongga di perut bagian atas, sebaiknya dilakukan dalam keadaan puasa dan pagi hari
dilarang makan dan minum yang dapat menimbulkan gas dalam perut karena akan
mengaburkan gambar organ yang diperiksa. Untuk pemeriksaan kandung empedu
dianjurkan puasa sekurang-kurangnya 6 jam sebelum pemeriksaan, agar diperoleh dilatasi
pasif yang maksimal. Untuk pemeriksaan kebidanan dan daerah pelvis, buli-buli harus
penuh.
SARAN UNTUK IBU HAMIL
a.

Saat akan menjalani pemeriksaan, untuk minum lebih banyak sebelumnya, hal ini

untuk mempermudah pengamatan yang akan dilakukan oleh dokter


b.

Untuk mempermudah pemeriksaan, usahakan untuk menggunakan baju yang sedikit

longgar.
c.

Saat layar menunjukan gambar janin, jangan ragu bertanya jika Anda ingin tahu

tentang kehamilan dan janin Anda pada dokter.


10. Indikasi Pemeriksaan
Belum ada keseragaman:
a.

Usia kehamilan tidak jelas

1)

Diameter G.S (KG)

2)

Jarak kepala bokong (crown-rump length. CRL)

3)

Diameter Giparietal dan Femur

Pengukuran Biometrik:
1)

Diameter gipanietal (DBP) baik pada trimester II

2)

Lingkar kepala

3)

Femur

4)

Lingkaran perut paling tidak akurat

5)

Lain-lain:

a)

Jarak biorbita

b)

Panjang humerus

c)

Panjang fibia-fibula

d)

Panjang radius-ulna

e)

Lebra serebelum

f)

Ukuran jantung

g)

Ukuran ginjal

h)

Ukuran limpa, dsb

Parameter yang paling sering digunakan adalah : Ukuran DBP dan Femur
i)

Semakin tua usia kehamilan, variasi biologik makin lebar

j)

Semakin tua usia kehamilan,makin berkurang ketepatan

k)

Semakin tua usia kehamilan, penentuan usia kehamilan

l)

Semakin tua usia kehamilan, melalui pemeriksaan biometri

b.

Tersangka kehamilan multiple

Dapat dijumpai lebih dari 1 kantong gestasi. Dapat diketahui dengan jelas mulai
kehamilan 6 minggu.
c.

Perdarahan dalam kehamilan

Komplikasi pada Kehamilan Trimester I:


1)
2)

Perdarahan nidasi tanda Hartman


Abortus USG untuk menilai keadaan mudiqah/janin serta luasnya daerah

perdarahan intra uterin


3)

Kehamilan Anembrionik (blighted ovum)

4)

Molahidalidosa

d.

Kehamilan Ektropik

e.

Tersangka kematian mudiqah (janin)

f.

Tersangka kehamilan ektopik

g.

Tersangka kehamilan mola

h.

Terdapat perbedaan tinggi fundus uteri dan lamanya amenorea

i.

Presentasi janin tidak jelas.

Pemeriksaan USG pada kehamilan Trimester II dan III : pemeriksaan Leopold yang sukar
karena pasien gemuk, kehamilan protein, hidramion
j.

Tersangka pertumbuhan janin terhambat

k.

Tersangka janin besar

l.

Tersangka oligohidramion/polihidramion

m.

Penentuan profil tersangka biofisik janin

n.

Evaluasi letak dan keadan plasenta

Pemeriksaan USG pada kehamilan Trimester II dan III: Pemeriksaan Leopold yang sukar
karena pasien gemuk, kehamilan protein, hidramin, dsb.
o.

Adanya resiko/tersangka cacat bawaan

Kelainan kongenital akan semakin besar, bila ditemukan:


1)

Oligohidramnion, terutama sebelum kehamilan 20 minggu

2)

Hidramnion (polihidramnion)

3)

Pertumbuhan janin terhambat (IUGR)

4)

Kelainan bentuk tubuh (Contoh : kepala tidak oval)/struktur intrafetal (asites,

tumor)
5)

Terdapat perbedaan mencolok dalam ukuran biometri satu dnegan lainnya pada usia

kehamilan
6)

Plasenta yang membesar pada usia kehamilan

7)

Tidak terlihat salah satu akumulikalis

8)

Aktivitas biofisik janin abnormal (berkarang/bo +)

Anasenfalus
Ditandai : tidak terbentuknya tulang-tulang frontal, parietal dan oksipetal.

Mikrosefalus
Disertai gangguan pertumbuhan otak. Biasanya mengalami kemunduran intelektual dan
gangguan pertumbuhan.
Ensefalokel
Disebabkan oleh defek tulang kepala, biasanya terjadi di bagian oksipital, kadang-kadang
juga dibagian nasal, frontal atau parietal pada defek yang besar sering disertai hermiasi
jaringan otak (eksensefalus).
Ensefalokel mudah dideteksi dengan USG bila defek tulang kepala cukup besar, apalagi
bila sudah herniasi. Akan tetapi lesi pada tulang kepala menjadi sulit dikenali bila
terdapat digohidramin
Spina
Pada penampang longitudinal, spina terlihat sebagai 2 garis paralel yang ekhogenik
menyerupai gambaran rel kereta api.
Spina Bifida
Merupakan kelainan sel neural akibat kegagalan dalam proses penutupan arkus
vertebrata. Dapat terjadi di daerah lumbo sakral (90%), toraks (6%), serukal (3%). Pada
70% kasus dijumpai adanya hidrosefalus.
Toraks dengan melihat struktur jangtung di dalamnya.
Bentuk = gell shape dengan bagian apeks menunjuk ke arah kranial dan bagian basal
dibatasi diafragma.
USG: yang dipakai penampang longitudinal melalui keempat rongga jantung (fourchamber view)
Abdomen
Disertai kelainan jantung, sel kemih atau kelainan pada sindroma down. Obstruksi sel
cerna bagian proximal ileum hidramnio.
Hidrops fetalis diserta asites serta pembesarn hepar dan limfa
Kelainan abdomen dapat dideteksi dengan USG :

a.

Obstruksi traktus gastrointestinal

b.

Gastrokisis, omfalokel

c.

Hernia umbilikalis

d.

Hernia diafragma

Traktus Urogenitalis
Banyaknya cairan amnion, terutama kehamilan trimester III, sangat ditentukan oleh
banyaknya urin yang diproduksi janin.
a.

Sindrom potter (agenesis renal bilateral, oligohiodramnion, kelainan bentuk wajah,

hipoplasia paru)
b.

Ginjal polikistik bilateral (resesif autosomal) terlihat massa tumor ekhogenik intra

abdomen
c.

Ginjal multikistik unilateral 20% (paling sering) 1-2 cm 6 cm

d.

Obstruksi sel kencing distal (uretral) kandung kencing melebar + hidronefrosis

dan dilatasi ureter


Esktremitas
Untuk mendeteksi adanya diplasia seperti dwafisme, fekomelia, okhondroplasi dan
beberapa keadaan hipomineralisasi (akhondrogenesis, osteogenesis, imperfekta, dsb).
Kelainan jari : polidaktili, adakhili, sindaktili dan ektrodakili.
Alat Kelamin
Mudah diidentifikasi dengan USG setelah kehamilan 20 mg
Penyulit pada : Oligohidramin, Kehamilan multiple, Janin sungsang
Petunjuk yang dapat ditujukan untuk memberitahukan jenis kelamin pada pasien:
a.

Pemeriksa telah cukup mahir dan berpengalaman dalam mengidentifikasi jenis

kelamin
b.
c.

Jangan menerka jenis kelamin apabila pemeriksa tidak yakin


Jangan memberitahukan jenis kelamin janin, apabila pasien tidak memintanya

secara spontan

d.

Meskipun pasien memintanya, lebih bijaksana untuk tidak memberitahukan hasil,

sekiranya jawaban itu akan mengecewakan pasien.


Jenis kelamin laki-laki penis dan skrotum
Trimester III testis dalam skrotum (terutama bila terdapat hidrokel yang normal bnyak
dijumpai)
Jenis kelamin perempuan labia mayora dan minora
Lebih sulit di identifikasi < 24 minggu
Jangan identifikasi atas dasar tidak terlihatnya penis dan skrotum.
e.

Alat bantu dalam tindakan obstetri, seperti versi luar, versi ekstraksi, plasenta

manual, dsb

9)

Tersangka hamil dengan IUD

10) Tersangka kehamilan dengan bentuk uterus abnormal


11) Tersangka kehamilan dengan bentuk uterus abnormal
12) Sebagai alat bantu dalam tindakan intervensi seperti amniosintesis, biopsivili
korales, transfusi intrauterine, fetuskopi, dsb
11. Cara Pemeriksaan
Pemeriksaan USG dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
a.

Pervaginam

1)

Memasukkan probe USG transvaginal/seperti melakukan pemeriksaan dalam.

2)

Dilakukan pada kehamilan di bawah 8 minggu.

3)

Lebih mudah dan ibu tidak perlu menahan kencing.

4)

Lebih jelas karena bisa lebih dekat pada rahim.

5)

Daya tembusnya 8-10 cm dengan resolusi tinggi.

6)

Tidak menyebabkan keguguran.

b.

Perabdominan

1)

Probe USG di atas perut.

2)

Biasa dilakukan pada kehamilan lebih dari 12 minggu.

3)

Karena dari atas perut maka daya tembusnya akan melewati otot perut, lemak baru

menembus rahim.
12. Pemakaian Klinis
USG digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis dalam berbagai kelainan organ
tubuh. USG digunakan antara lain :
a.

Menemukan dan menentukan letak massa dalam rongga perut dan pelvis.

b.

membedakan kista dengan massa yang solid.

c.

mempelajari pergerakan organ (jantung, aorta, vena kafa), maupun pergerakan

janin dan jantungnya.


d.

Pengukuran dan penetuan volum. Pengukuran aneurisma arterial, fetalsefalometri,

menentukan kedalaman dan letak suatu massa untuk bioksi. Menentukan volum massa
ataupun organ tubuh tertentu (misalnya buli-buli, ginjal, kandung empedu, ovarium,
uterus, dan lain-lain).
e.

Biopsi jarum terpimpin. Arah dan gerakan jarum menuju sasaran dapat dimonitor

pada layar USG.


f.

Menentukan perencanaan dalam suatu radioterapi. Berdasarkan besar tumor dan

posisinya, dosis radioterapi dapat dihitung dengan cepat. Selain itu setelah radioterapi,
besar dan posisi tumor dapat pula diikuti.
g.

konfirmasi kepastian kehamilan. Embrio dalam kantung kehamilan dapat dilihat

pada awal kehamilan 5 minggu dan detak jantung janin biasanya terlihat jelas dalam usia
7 minggu.
h.

Mengetahui usia kehamilan. Untuk mengetahui usia kehamilan dapat dengan

menggunakan ukuran tubuh fetus, panjang kaki dan lingkar kepala, sehingga dapat
memperkirakan kapan tanggal persalinan.
i.

Memantau pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan.

j.

Mengetahui lebih lanjut adanya ancaman keguguran. Jika terjadi pendarahan

vagina awal, USG dapat menilai kesehatan dari fetus. Jika detak jantung janin jelas, maka
prospek yang baik untuk melanjutkan kehamilan.
k.

Masalah dengan plasenta. USG dapat menilai kondisi plasenta dan adanya masalah-

masalah seperti plasenta revia dll.


l.

Memastikan adanya kehamilan ganda/kembar, apakah ada satu atau lebih janin di

dalam rahim.
m.

Mengukur jumlah cairan ketuban. Masalah terjadi ketika kandungan berlebihan

cairan ketuban atau terlalu sedikit. Volume (jumlah cairan) dapat dinilai dengan USG.
n.

Kelainan letak janin. Bukan saja kelainan letak janin dalam rahim, tapi juga banyak

kelainan janin seperti hidrosefalus, anesefali, sumbing, kelainan jantung, kelainan


kromoson, dll.
13.

Manfaat USG dalam kehamilan

a.

Trimester I

1)

Memastikan hamil atau tidak.

2)

Mengetahui keadaan janin, lokasi hamil, jumlah janin dan tanda kehidupannya.

3)

Mengetahui keadaan rahim dan organ sekitarnya.

4)

Melakukan penapisan awal dengan mengukur ketebalan selaput lendir, denyut

janin, dan sebagainya.


b.

Trimester II:

1)

Melakukan penapisan secara menyeluruh.

2)

Menentukan lokasi plasenta.

3)

Mengukur panjang serviks.

c.

Trimester III:

1)

Menilai kesejahteraan janin.

2)

Mengukur biometri janin untuk taksiran berat badan.

3)

Melihat posisi janin dan tali pusat.

4)
14.

Menilai keadaan plasenta.


Cara Membaca hasil USG

Waktu dilakukan pemeriksaan USG, pasien selalu menanyakan berapa berat dan panjang
bayinya. Untuk berat bisanya terukur jika kehamilan mencapai usia 20 minggu-an, karena
dibawah angka ini alat USG akan mengeluarkan kata "ERROR" jika dilakukan
pengukuran berat janin. Sedangkan untuk panjang bayi ? Tidak bisa diukur panjangnya,
karena posisi kaki bayi yang nggak lurus (bayi selalu posisi seperti orang bersila). Yang
bisa diukur adalah panjang dari ujung kepala ke ekornya atau istilah medisnya CRL
(Crown Rump Lenght).
Tetapi nggak usah kecewa dulu karena nggak tahu berapa panjang dan berat bayi. Jika
ukuran bayi dianggap normal, maka ada ukuran standar panjang bayi berdasarkan usia
kehamilan yang namanya hukum Haaese serta beratnya bayi berdasarkan usia kehamilan
menurut tuan Struber. Bunyi hukumnya adalah panjang bayi dalam 5 bulan pertama
merupakan kwadrat dari usia bulannya sedanglan mulai enam bulan dan seterusnya
panjang bayi adalah usia bulan dikali dengn angka 5 (lima). Tabelnya sbb:

FEMUR LENGHT (FL)

15.

Penilaian dengan Modalitas USG

Pemeriksaan dengan USG justru dapat memberikan sejumlah manfaat, antara lain
mendeteksi kelainan anatomis pada organ dengan cepat dan akurat. Berbeda dengan
pemeriksaan rontgen yang menggunakan sinar tembus dan dapat menimbulkan kelainan
pada jaringan tubuh karena radiasinya, pemeriksaan USG tidak menimbulkan efek
samping yang berbahaya bagi ibu dan janin. Penelitian yang dilakukan para peneliti dari
King Edward Memorial Hospital, Australia, menunjukkan, USG tidak akan
mempengaruhi tumbuh kembang fisik dan otak bayi saat mereka memasuki usia balita.
Penelitian ini sendiri telah dilakukan sejak 10 tahun yang lalu, dan melibatkan 2.700 anak
balita beserta ibunya.

Sampai saat ini belum ada laporan mengenai efek fisik yang merugikan terhadap janin,
ibu maupun pemeriksa sebagai akibat dari penggunaan USG, sehingga pemeriksaan USG
untuk kelainan kongenital cukup aman dilakukan pada trimester I sampai trimester III
dengan sensitivitas dan spesifisitas yang cukup tinggi, masing-masing berkisar 90-95%.
Patut pula dicatat, pemeriksaan dengan USG juga tidak menimbulkan rasa sakit bagi
pasien dan tidak memerlukan persiapan khusus. Namun, khusus untuk pemeriksaan
kantung empedu, memang perlu puasa sekurangnya delapan jam.
Pemeriksaan diagnostik invasif memerlukan bantuan USG, hal ini menyebabkan USG
menjadi alat deteksi kelainan kongenital yang utama.
Penentuan usia gestasi harus dilakukan pada saat pemeriksaan ultrasonografi pertama
kali, dengan menggunakan kombinasi ukuran kepala seperti DBP atau lingkar kepala, dan
ukuran ekstremitas seperti panjang femur. Pengukuran pada kehamilan trimester III tidak
akurat untuk menetukan usia gestasi. Jika sebelumnya sudah dilakukan 1 kali atau lebih
pemeriksaan ultrasonografi, maka usia gestasi pada pemeriksaan sekarang harus
didasarkan atas hasil pemeriksaan CRL, DBP, lingkar kepala, dan/atau panjang femur
yang paling awal dilakukan sebelumnya, oleh karena hasilnya akan lebih akurat. Dengan
demikian usia gestasi sekarang = usia gestasi pada pemeriksaan pertama + interval waktu
(minggu) sampai pemeriksaan sekarang. Pengukuran bagian-bagian struktur tubuh janin
yang abnormal (seperti kepala pada janin hidrosefalus atau ekstremitas pada janin dengan
displasia skeletal) tidak boleh digunakan untuk penghitungan usia kehamilan
a.

Standard pengukuran DBP dilakukan pada bidang aksial kepala melalui thalamus

(transthalamik). Jika bentuk kepala dolikosefalus atau brakhisefalus, pengukuran DBP


akan tidak akurat. Bentuk kepala yang demikian dapat diketahui melalui pengukuran
indeks sefalik, yaitu rasio DBP dengan diameter fronto-oksipital. Pada keadaan tersebut
ukuran yang digunakan sebaiknya adalah lingkar kepala.
b.

Pengukuran lingkar kepala dilakukan pada bidang yang sama seperti pada

pengukuran DBP. Pengukuran dilakukan melalui permukaan luar tulang kepala.


c.

Panjang femur harus diukur dan dicatat secara rutin setelah kehamil-an 14 minggu.

Seperti halnya ukuran kepala, panjang femur juga mempunyai variasi biologik tertentu
pada kehamilan lanjut.

d.

Perkiraan berat janin harus ditentukan pada akhir trimester II dan trimester III, dan

memerlukan pengukuran lingkar abdomen.


1)

Pengukuran lingkar abdomen dilakukan melalui bidang transversal abdomen pada

daerah pertemuan vena porta kiri dan kanan. Pengukuran lingkar abdomen diperlukan
untuk memprakirakan berat janin dan untuk mendeteksi pertumbuhan janin terhambat
dan makrosomia.
2)

Jika sebelumnya sudah dilakukan pengukuran biometri janin, maka prakiraan laju

pertumbuhan janin harus ditentukan.


e.

Evaluasi uterus (termasuk serviks) dan struktur adneksa.

Pemeriksaan ini berguna untuk memperoleh temuan tambahan yang mempunyai arti
klinis penting. Jika terlihat suatu mioma uteri atau massa adneksa, catat lokasi dan
ukurannya. Ovarium ibu seringkali tidak bisa ditemukan dalam pemeriksaan
ultrasonografi pada trimester II dan III. Pemeriksaan cara transvaginal atau transperineal
berguna untuk mengevaluasi serviks, bila pada cara pemeriksaan trans abdominal letak
kepala janin menghalangi pemeriksaan serviks.
f.

Meskipun tidak perlu dibatasi, pemeriksaan ultrasonografi paling tidak harus

meliputi penilaian anatomi janin seperti: ventrikel serebri, fossa posterior (termasuk
hemisfer serebri dan sisterna magna), four-chamber view jantung (termasuk posisinya di
dalam toraks), spina, lambung, ginjal, kandung kemih, insersi tali pusat janin dan
keutuhan dinding depan abdomen. Jika posisi janin memungkinkan, lakukan juga
pemeriksaan terhadap bagian-bagian janin lainnya.
Dalam praktiknya tidak semua kelainan sistem organ tersebut di atas dapat dideteksi
melalui pemeriksaan ultrasonografi. Pemeriksaan tersebut di atas dianjurkan sebagai
standar minimal untuk mempelajari anatomi janin. Kadang-kadang beberapa bagian
struktur janin tidak bisa dilihat, karena posisi janin, volume cairan amnion yang
berkurang, dan habitus tubuh ibu akan membatasi pemeriksaan ultrasonografi. Jika hal ini
terjadi, maka struktur janin yang tidak bisa terlihat dengan baik harus dicantumkan di
dalam laporan pemeriksaan ultrasonografi. Pemeriksaan yang lebih seksama harus
dilakukan terhadap suatu organ yang diduga mempunyai kelainan.

Pada trimester kedua, USG akan membantu melihat bentuk jantung dan sistem saraf
pusat (SSP). Ada tidaknya kelainan di otak, kelainan hidrosephalus, kelainan katarak
pada bola mata, kelainan rongga jantung seperti jantung bocor, dan sebagainya." Skrining
pada jantung dikenal sebagai pemeriksaan 4 chamber view (pandangan 4 ruangan).
Pada pemeriksaan trimester kedua ini juga bisa dilihat ada-tidaknya kelainan tulang
belakang, meliputi celah pada tulang belakang (spina bifida). Awal trimester kedua juga
bisa menentukan adanya bibir sumbing.
Pada trimester ketiga, kita bisa melihat kelainan janin yang berhubungan dengan
persalinan, misalnya, apakah tali pusat menempel pada plasenta dengan baik. Juga
kelainan lain, seperti plasenta di bawah atau janin terlilit tali pusat, dan sebagainya.
Standar RCOG untuk pemeriksaan USG pada kehamilan 20 minggu adalah sebagai
berikut :
1)

Umur kehamilan : dengan mengukur diameter biparietal (BPD), lingkar kepala

(HC) dan panjang femur (FL)


2)
3)

Nomalitas janin
Bentuk kepala dan struktur di dalamnya : midline echo, kavum pellucidum,

cerebellum, ukuran ventrikel dan atrium (< 10 mm)


4)

Spina : longitudinal dan transversal

5)

Bentuk abdomen dan isinya (setinggi lambung)

6)

Bentuk abdomen dan isinya (setinggi umbilikus)

7)

Pelvis ginjal (jarak anterior-posterior < 5 mm)

8)

Aksis longitudinal : tampak toraks abdominal (diafragma / buli-buli)

9)

Toraks (setinggi 4 chamber view)

10) Lengan 3 tulang dan tangan (tidak termasuk jari-jari)


11) Tungkai 3 tulang dan kaki (tidak termasuk jari-jari)
12) Optional : pembuluh darah yang keluar dari jantung, muka dan bibir

Kelainan kongenital pada umumnya akan terdeteksi secara USG apabila ditemukan halhal sebagai berikut :
1)

Hilangnya struktur anatomi yang normal, contoh : tidak ditemukannya gambaran

cairan dalam lambung harus dicurigai adanya kelainan atresia esofagus. Tidak ada
klavaria ditemukan pada kasus anencephali atau acrania.
2)

Terjadinya perubahan bentuk, tepi, lokasi atau ukuran dari struktur anatomi yang

normal, contoh: adanya massa dalam tengkorak menunjukkan kemungkinan suatu


encephalocele. Lambung terlihat dalam rongga dada menunjukkan adanya hernia
diafragmatika.
3)

Adanya struktur abnormal, contoh: double buble signs merupakan tanda atresia

duodeni.
4)

Kelainan biometri janin, contoh: tulang-tulang anggota gerak yang lebih pendek

dari ukuran yang normal menandakan adanya skeletal dysplasia.


5)

Adanya gerakan janin yang abnormal, contoh: pada kasus arthrogryposis multiplex

congenital maka janin sama sekali tidak bergerak.

16.

TAK 100% AKURAT

Perlu diketahui, akurasi/ketepatan pemeriksaan USG tidak 100%, melainkan 80%.


Artinya, kemungkinan ada kelainan bawaan/kecacatan pada janin yang tidak terdeteksi
atau interpretasi kelamin janin yang tidak tepat. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor
antara lain:
a.

Keahlian/kompetensi dokter yang memeriksanya.

Tak semua dokter ahli kandungan dapat dengan baik mengoperasikan alat USG.
Sebenarnya untuk pengoperasian alat ini diperlukan sertifikat tersendiri.
b.

Posisi bayi

Posisi bayi seperti tengkurap atau meringkuk juga menyulitkan daya jangkau/daya
tembus alat USG. Meski dengan menggunakan USG 3 atau 4 Dimensi sekalipun, tetap
ada keterbatasan.

c.

Kehamilan kembar

Kondisi hamil kembar juga menyulitkan alat USG melihat masing-masing keadaan bayi
secara detail.
d.

Ketajaman/resolusi alat USG-nya kurang baik.

e.

Usia kehamilan di bawah 20 minggu.

f.

Air ketuban sedikit.

g.

Lokasi kelainan, seperti tumor di daerah perut janin saat usia kehamilan di bawah

20 minggu agak sulit dideteksi.


C.

PENUTUP

D.

PUSTAKA

http://atem.weblog.com/2008/12/Ultrasonografy-1.html
http://navy102.wordpress.com/2008/10/07/usg-ultra-sonography/
http://cyberwoman.cbn.net.id/cbprtl/Cyberwoman/detail.aspx?
x=Mother+And+Baby&y=Cyberwoman%7C0%7C0%7C8%7C819
http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2008/5/18/kel2.html

Diposkan 5th February 2012 oleh citra abadi

2.1 Definisi USG


Ultrasonografi (USG) adalah alat diagnostik noninvasif menggunakan gelombang
suara dengan frekuensi tinggi diatas 20.000 hertz ( >20 kilohertz) untuk menghasilkan
gambaran struktur organ di dalam tubuh.1 Manusia dapat mendengar gelombang suara
20-20.000 hertz. Gelombang suara antara 2,5 sampai dengan 14 kilohertz digunakan
untuk diagnostik. Gelombang suara dikirim melalui suatu alat yang disebut transducer
atau probe. Obyek didalam tubuh akan memantulkan kembali gelombang suara yang
kemudian akan ditangkap oleh suatu sensor, gelombang pantul tersebut akan direkam,

dianalisis dan ditayangkan di layar. Daerah yang tercakup tergantung dari rancangan
alatnya. Ultrasonografi yang terbaru dapat menayangkan suatu obyek dengan gambaran
tiga dimensi, empat dimensi dan berwarna
Ultrasonography adalah salah satu dari produk teknologi medical imaging yang
dikenal sampai saat ini. Medical imaging (MI) adalah suatu teknik yang digunakan untuk
mencitrakan bagian dalam organ atau suatu jaringan sel (tissue) pada tubuh, tanpa
membuat sayatan atau luka (noninvasive). Interaksi antara fenomena fisik tissue dan
diikuti dengan teknik pendetektian hasil interaksi itu sendiri untuk diproses dan
direkonstruksi menjadi suatu citra (image), menjadi dasar bekerjanya peralatan MI. USG
merupakan suatu alat dalam dunia kedokteran yang memanfaatkan gelombang ultrasonik,
yaitu gelombang suara yang memiliki frekuensi yang tinggi (250 kHz 2000 kHz) yang
kemudian hasilnya ditampilkan dalam layar monitor.

2.2 Sejarah Perkembangan Ultrasonografi


Sekitar tahun 1920-an, prinsip kerja gelombang ultrasonic mulai diterapkan dalam bidang
kedokteran. Penggunaan ultrasonic dalam bidang kedokteran ini pertama kali
diaplikasikan untuk kepentingan terapi bukan untuk mendiagnosis suatu penyakit. Hasil
penelitian William Fry, dari Universitas Illinios dan Russel Meyers dari Universitas Iowa
membuktikan bahwa gelombang ultrasonic dapat digunakan untuk menghancurkan selsel ganglia pada penderita penyakit Parkinsons. Kemampuan gelombang ultrasonic dalam
menghancurkan sel-sel atau jaringan berbahaya ini kemudian secara luas diterapkan pula
untuk penyembuhan penyakit-penyakit lainnya. Misalnya, terapi untuk penderita arthritis,
haorroids, asma, thyrotoxicosis, ulkus peptikum (tukak lambung), elephanthiasis (kaki
gajah) dan bahkan terapi untuk penderita angina pectoris (nyeri dada).
Baru pada awal tahun 1940, gelombang ultrasonic dinilai memungkinkan untuk
digunakan sebagai alat mendiagnosis suatu penyakit, bukan lagi hanya untuk terapi. Hal
tersebut disimpulkan berkat hasil eksperimen Karl Theodore Dussik, seorang dokter ahli
saraf dari Universitas Vienna, Austria. Bersama dengan saudaranya, Freiderich, seorang
ahli fisika, berhasil menemukan lokasi sebuah tumor otak dan pembuluh darah pada otak
besar dengan mengukur transmisi pantulan gelombang ultrasonic melalui tulang

tengkorak. Dengan menggunakan transduser (kombinasi alat pengirim dan penerima


data), hasil pemindaian masih berupa gambar dua dimensi yang terdiri dari barisan titiktitik berintensitas.
George Ludwig, ahli fisika Amerika menyempurnakan alat temuan Dussik. Pemindaian
terhadap lokasi batu ginjal pada suatu jaringan tubuh dapat ia lakukan. Gelombang
ultrasonic yang menumbuk pada jaringan tubuh akan dipantulkan dan hasilnya kemudian
dapat dilihat pada layar osiloskop. Selanjutnya diketahui bahwa gelombang ultrasonik
tersebut memerlukan panjang gelombang tertentu agar suatu objek jaringan tubuh yang
densitasnya beraneka ragam dapat teridentifikasi.
Tahun 1949, John Julian Wild, ahli bedah Inggris yang bekerja di Medico Technological
Research Institute of Minnesota, berkolaborasi dengan John Reid, seorang teknisi dari
National Cancer Institute. Mereka melakukan investigasi terhadap sel-sel kanker dengan
alat ultrasonic. Beberapa jenis alat yang dibuat untuk kepentingan investigasi tersebut
antara lain B-mode ultrasound, transduser/ alat pemidai jenis A-mode transvaginal dan
transrectal. Prinsip alat-alat tersebut mengacu pada system radar. Oleh sebab itu mereka
kemudian menyebutnya sebagai Tissue Radar Machine (Mesin Radar untuk deteksi
jaringan).
Akhirnya, penggunaan ultrasonic mulai merambah bidang obstetric ginekologi. Penelitian
yang dilakukan Ian Donald pada tahun 1955 terhadap kista ovarium dengan
menggunakan alat Metal Flaw Detector mulai membuka peluang dilakukannya berbagai
penelitian lanjutan. Penelitian lanjutan ini tentu saja akan semakin menyempurnakan
teknik pemakaian ultrasonic sampai sekarang.
Beberapa hasil penelitian lanjutan yang cukup penting dalam bidang obstetric ginekologi
antara lain ditemukannya metode penentuan ukuran janin (fetal biometry), teknologi
transduser/ alat pemindai digital, tranduser dua dimensi dan tiga dimensi modern
penghasil tampilan gambar jaringan yang lebih fokus, dan penentuan jenis kelamin janin
dalam kandungan (Fetal Anatomic Sex Assignment/ FASA).
Penemuan metode penentuan ukuran janin dalam kandungan (fetal biometry) dimulai
sekitar tahun 1980-an. Berdasarkan tampilan gambar pada layar USG, beberapa
parameter yang biasa dijadikan standar penentuan ukuran dan berat janin antara lain

diameter kepala janin (biparietal diameter/ BPD), keliling lingkaran kepala janin (head
circumference/ HC), panjang tulang paha (femur length/ FL) dan lingkar perut
(abdominal circumference/ AC). Metode fetal biometry ini dapat membantu para dokter
ahli obstetric ginekologi menentukan apakah pertumbuhan janin berjalan normal atau
tidak.
Teknologi transduser digital sekitar tahun 1990-an memungkinkan sinyal gelombang
ultrasonic yang diterima menghasilkan tampilan gambar suatu jaringan tubuh dengan
lebih jelas. Penemuan computer pada pertengahan 1990 jelas sangat membantu teknologi
ini. Gelombang ultrasonic akan memlalui proses sebagai berikut. Pertama, gelombang
akan diterima transduser. Kemudian gelombang tersebut diproses sedemikian rupa dalam
computer sehingga bentuk tampilan gambar akan terlihat pada layar monitor. Transduser
yang digunakan terdiri dari transduser penghasil gambar dua dimensi atau tiga dimensi.
Berkat penemuan-penemuan spektakuler tersebut, alat utrasonik atau USG saat ini
sepertinya menjadi alat wajib seorang dokter ahli obstetric ginekologi. Apalagi setelah
diketahui bahwa USG tidak menimbulkan efek samping baik terhadap kesehatan janin
maupun kesehatan si ibu. Perjalanan panjang perkembangan penggunaan ultrasonic yang
mengilhami penemuan-penemuan tersebut tak boleh dilupakan begitu saja. USG yang
digunakan saat ini adalah hasil kerja para ilmuan di dunia dari berbagai bidang keilmuan.

2.3 Komponen USG


Cara kerja USG adalah memantulkan gelombang suara dan menerima kembali
gelombang suara yang telah dipantulkan setelah terkena suatu obyek. Obyek disini
berupa organ tubuh. Beberapa komponen penyusun USG adalah sebagai berikut.
1. Transduser
Transduser adalah komponen USG yang ditempelkan pada bagian tubuh yang akan
diperiksa, seperti dinding perut atau dinding poros usus besar pada pemeriksaan prostat.
Di dalam transduser terdapat kristal yang digunakan untuk menangkap pantulan
gelombang yang disalurkan oleh transduser. Gelombang yang diterima masih dalam
bentuk gelombang akusitik (gelombang pantulan) sehingga fungsi kristal disini adalah

untuk mengubah gelombang tersebut menjadi gelombang elektronik yang dapat dibaca
oleh komputer sehingga dapat diterjemahkan dalam bentuk gambar.
Monitor Monitor yang digunakan dalam USG
Monitor adalah layar yang digunakan untuk menampilkan bentuk gambar dari hasil
pengolahan data komputer.9 Monitor yang digunakan pada awal penemuan USG masih
berupa layar tabung besar yang terpisah dari mesin USG. Perkembangan teknologi yang
terus berkembang pesat membawa kemajuan pada teknologi monitor. Kalau pada awal
penemuan memakai layar tabung yang besar kini sudah menggunakan layar kecil dan
tipis. Awal penemuan USG layar monitor masih hitam putih sekarang sudah berwarna.
Layar monitor sekarang juga menjadi satu dengan alat USG sehingga bentuk USG lebih
terlihat kecil
3. Mesin USG
Mesin USG merupakan bagian dari USG dimana fungsinya untuk mengolah data yang
diterima dalam bentuk gelombang. Mesin USG kalau dimisalkan, seperti CPU dari USG
sehingga di dalamnya terdapat komponen-komponen yang sama seperti pada CPU pada
PC.

2.4 Klasifikasi USG


Sejalan dengan perkembangan teknologi yang ada pemeriksaan USG mempunyai
jenis-jenis yang semakin mendukung dalam pelaksanaan pemeriksaan USG itu sendiri.
Pemeriksaan USG awalnya hanya ada satu jenis pemeriksaan yang dihasilkan akan tetapi
karena kebutuhan akan hasil yang lebih baik dan didukung pula oleh kemajuan teknologi
jenis pemeriksaan USG dapat bermacam-macam. Perkembangan dari satu jenis menjadi
empat jenis, seperti yang ada sekarang disesuaikan dengan kebutuhan pemeriksa dan
kemampuan pasien. Jenis-jenis pemeriksaan USG yaitu:
Ultrasonogra dua dimensi
Ultrasonogra dua dimensi menampilkan gambar dua bidang (memanjang dan
melintang). Kualitas gambar yang dihasilkan cukup baik, sebagian besar keadaan organ
dapat ditampilkan. Contoh hasil USG dua dimensi dapat dilihat pada gambar 1.

Gambar 2.4.1 hasil pemeriksaan USG dua dimensi


Ultrasonogra tiga dimensi
Ultrasonogra tiga dimensi menampilkan tambahan satu bidang gambar lagi yang disebut
koronal. Gambar yang ditampilkan mirip aslinya. Permukaan suatu benda dapat dilihat
dengan jelas dan dapat dilihat dari posisi yang berbeda. Ini memungkinkan karena
gambar dapat diputar. Contoh hasil dari USG tiga dimensi dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 2.4.2 hasil pemeriksaan USG tiga dimensi


Ultrasonogra empat dimensi
Ultrasonogra empat dimensi merupakan istilah dari USG tiga dimensi yang dapat
bergerak. Gambar yang diambil dari USG tiga dimensi tidak dapat bergerak sementara
pada USG empat dimensi gambarnya dapat bergerak seperti keadaan sebenarnya. Jadi
pasien dapat melihat lebih jelas dan membayangkan keadaan janin di dalam rahim.
Contoh hasil dari USG empat dimensi dapat dilihat pada gambar 3.

Gambar 2.4.3 hasil pemeriksaan USG empat dimensi


Ultrasonogra Doppler
Ultrasonogra Doppler merupakan pemeriksaan USG yang mengutamakan pengukuran
aliran darah, baik di arteri maupun di vena, juga dapat menentukan kelenjar limfe.
Contoh hasil dari USG empat dimensi dapat dilihat pada gambar 4.

Gambar 2.4.4 hasil pemeriksaan USG doppler

2.5 Manfaat USG


USG menunjukkan citra kepala sebuah janin dalam kandungan.
Ultrasonografi atau yang lebih dikenal dengan singkatan USG digunakan luas dalam
medis. Pelaksanaan prosedur diagnosis atau terapi dapat dilakukan dengan bantuan

ultrasonografi (misalnya untuk biopsi atau pengeluaran cairan). Biasanya menggunakan


probe yang digenggam yang diletakkan di atas pasien dan digerakkan: gel berair
memastikan penyerasian antara pasien dan probe. Dengan teknologi ini juga dapat
mengukur janin agar tanggal persalinan diketahui, melihat jumlah janin yang ada di
rahim, mengetahui komplikasi dengan melihat anggota tubuh, organ, otak, dan tulang
belakang serta melihat posisi janin dan letak plasenta. Selain itu dengan USG dapat
melihat kelainan di rahim ibu misal kista, myoma atau lainnya. Manfaat lainnya yaitu
mendeteksi apakah kehamilan di dalam atau diluar kandungan.

2.6 Cara Kerja USG dalam Kesehatan


Ultrasonografi (USG) bekerja dengan prinsip gelombang suara unltrasonik. Ultrasonik
adalah gelombang suara dengan frekuensi lebih tinggi daripada kemampuan pendengaran
telinga manusia, sehingga kita tidak bisa mendengarnya sama sekali. Suara yang dapat
didengar manusia mempunyai frekuensi antara 20 20.000 Cpd (Cicles per detik = Hz).
Pemeriksaan USG ini menggunakan gelombang suara yang frekuensinya 1 10 MHz (1
10 juta Hz ), (Boer, 2005).
Gelombang suara frekuensi tinggi tersebut dihasilkan dari kristal-kristal yang terdapat
dalam suatu alat yang disebut transduser. Perubahan bentuk akibat gaya mekanis pada
kristal, akan menimbulkan tegangan listrik. Fenomena ini disebut efek piezo-electric,
yang merupakan dasar perkembangan USG selanjutnya. Bentuk kristal juga akan berubah
bila dipengaruhi oleh medan listrik. Sesuai dengan polaritas medan listrik yang
melaluinya, kristal akan mengembang dan mengkerut, maka akan dihasilkan gelombang
suara frekuensi tinggi, (Boer, 2005).
USG terdiri atas transuder dan monitor, transuder merupakan alat yang akan menstransfer
pantulan gelombang suara menjadi gambaran yang akan tampil dilayar monitor (disebut
sonogram). Transduser bekerja sebagai pemancar dan sekaligus penerima gelombang
suara. Pulsa listrik yang dihasilkan oleh generator diubah menjadi energi akustik oleh
transduser, yang dipancarkan dengan arah tertentu pada bagian tubuh yang akan
dipelajari. Sebagian akan dipantulkan dan sebagian lagi akan merambat terus menembus

jaringan yang akan menimbulkan bermacam-macam eko sesuai dengan jaringan yang
dilaluinya, (Rasad, 2005).
Pantulan eko yang berasal dari jaringan-jaringan tersebut akan membentur transduser,
dan kemudian diubah menjadi pulsa listrik lalu diperkuat dan selanjutnya diperlihatkan
dalam bentuk cahaya pada layar osiloskop. Dengan demikian bila transduser digerakkan
seolah-olah kita melakukan irisan-irisan pada bagian tubuh yang diinginkan, dan
gambaran irisan-irisan tersebut akan dapat dilihat di layar monitor (Rasad, 2005).
Masing-masing jaringan tubuh mempunyai impedance acustic tertentu. Dalam jaringan
yang heterogen akan ditimbulkan bermacam- macam eko, jaringan tersebut dikatakan
echogenic. Sedang pada jaringan yang homogen hanya sedikit atau sama sekali tidak ada
eko, disebut anechoic atau echofree atau bebas eko. Suatu rongga berisi cairan bersifat
anechoic, misalnya; kista, asites, pembuluh darah besar, perikardial atau pleural effusion.
Dengan demikian kista dan suatu massa solid akan dapat dibedakan, (Rasad, 2005).
Berdasarkan cara kerjanya, USG obstetri diabagi menjadi dua yaitu transuduser
transabdominal dan transvaginal. USG transabdominal digunakan dengan cara
ditempelkan di permukaan kulit perut. Sebelum menjalani pemerikasaan USG ini, pasien
diminta untuk meminum air putih dalam jumlah yang cukup banyak untuk memudahka
pemerikasaan karena gelombang suara bersifat merambat maksimal atau baik dalam
media air. Transuder ditempelkan dipermukaan perut yang sudah dilapisi dengan suatu
ultrasound gel agar-agar khusus. Kemudian transuder digerakkan keatas dan kebawah,
dan pada saat itu juga komputer akan menterjemahkan gelombang suara kedalam suatu
bentuk gambar. Cara kedua yaitu transvaginal, transuder dimasukkan ke dalam tubuh
melalui vagina. Transvagina digunakan pada kehamilan muda, dan sebelum dilakukan
pemeriksaan pasien diminta mengosongkan kantung kemih untuk mempermudah menuju
rahim.

2.7 Indikasi Pemeriksaan USG


Pemeriksaan USG merupakan salah satu persyaratan penting yang harus dipenuhi
sebelum pemeriksaan USG dilakukan. Pemeriksaan USG jangan dilakukan secara rutin
atau melakukan setiap melakukan pemeriksaan pasien terutama bila pasien hamil.

Banyak panduan yang diterbitkan, misalnya dari ISUOG (International Society of


Ultrasound in Medicine), AIUM (American Institute of Ultrasound in Medicine), RCOG
(Royal College of Obstetrics and Gynecology), atau ASUM (Australian Society
Ultrasound in Medicine)
Dalam bidang ginekologi onkologi pemeriksaannya diindikasikan bila ditemukan massa
tumor di daerah pelvic dan untuk pemantauan hasil pengobatan. Dalam bidang
uroginekologi, pemeriksaan USG dilakukan pada kasus kelainan congenital genitalia,
gangguan berkemih, atau gangguan akibat kelemahan otot-otot dasar panggul.
Dalam bidang obstetri, indikasi yang dianut adalah melakukan pemeriksaan USG begitu
diketahui hamil, penapisan USG pada trimester pertama (kehamilan 10-14 minggu),
penapisan USG pada kehamilan trimester kedua (18 20 minggu), dan pemeriksaan
tambahan yang diperlukan untuk memantau tumbuh kembang janin. Dalam bidang
ginekologi onkologi pemeriksaannya diindikasikan bila ditemukan kelainan secara fisik
atau dicurigai ada kelainan tetapi pada pemeriksaan fisik tidak jelas adanya kelainan
tersebut.
Dalam bidang endokrinologi reproduksi pemeriksaan USG diperlukan untuk mencari
kausa gangguan hormon, pemantauan folikel dan terapi infertilitas, dan pemeriksaan pada
pasien dengan gangguan haid. Sedangkan indikasi non obstetrik bila kelainan yang
dicurigai berasal dari disiplin ilmu lain, misalnya dari bagian pediatri, rujukan pasien
dengan kecurigaan metastasis dari organ ginekologi dll.
Berikut ini diberikan contoh indikasi yang dikeluarkan oleh NIH 1. National Institute of
Health (NIH), USA (19831984) menentukan indikasi untuk dilakukannya pemeriksaan
USG sebagai berikut :
Menentukan usia gestasi secara lebih tepat pada kasus yang akan menjalani seksio
sesarea berencana, induksi persalinan atau pengakhiran kehamilan secara elektif;
Evaluasi pertumbuhan janin, pada pasien yang telah diketahui menderita insufisiensi
uteroplasenter, misalnya preeklampsia berat, hipertensi kronik, penyakit ginjal kronik,
atau diabetes mellitus berat, atau menderita gangguan nutrisi sehingga dicurigai terjadi
pertumbuhan janin terhambat, atau makrosomia;

Perdarahan per vagina pada kehamilan yang penyebabnya belum diketahui;


Menentukan bagian terendah janin bila pada saat persalinan bagian terendahnya sulit
ditentukan atau letak janin masih berubah-ubah pada trimester ketiga akhir;
Kecurigaan adanya kehamilan ganda berdasarkan ditemukannya dua DJJ yang berbeda
frekuensinya, tinggi fundus uteri tidak sesuai dengan usia gestasi, atau ada riwayat
pemakaian obat-obat pemicu ovulasi;
Membantu tindakan amniosentesis atau biopsi villi koriales;
Perbedaan bermakna antara besar uterus dengan usia gestasi berdasarkan tanggal hari
pertama haid terakhir;
Teraba masa pada daerah pelvik;
Kecurigaan adanya mola hidatidosa;
Evaluasi tindakan pengikatan serviks uteri (cervical cerclage);
Suspek kehamilan ektopik;
Pengamatan lanjut letak plasenta pada kasus plasenta praevia;
Alat bantu dalam tindakan khusus, misalnya fetoskopi, transfusi intra uterin, tindakan
shunting, fertilisasi in vivo, transfer embrio, dan chorionic villi sampling (CVS).
Kecurigaan adanya kematian mudigah / janin;
Kecurigaan adanya abnormalitas uterus;
Lokalisasi alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR);
Pemantauan perkembangan folikel;
Penilaian profil biofisik janin pada kehamilan diatas 28 minggu;
Observasi pada tindakan intra partum, misalnya versi atau ekstraksi pada janin kedua
gemelli, plasenta manual, dll;
Kecurigaan adanya hidramnion atau oligohidramnion;
Kecurigaan terjadinya solusio plasentae;
Alat bantu dalam tindakan versi luar pada presentasi bokong;

Menentukan taksiran berat janin dan atau presentasi janin pada kasus ketuban pecah
preterm dan atau persalinan preterm;
Kadar serum alfa feto protein abnormal;
Pengamatan lanjut pada kasus yang dicurigai menderita cacat bawaan;
Riwayat cacat bawaan pada kehamilan sebelumnya;
Pengamatan serial pertumbuhan janin pada kehamilan ganda;
Pemeriksaan janin pada wanita usia lanjut (di atas 35 tahun) yang hamil.

2.8 Kontraindikasi Pemeriksaan USG


Tidak terdapat kontraindikasi pada pemeriksaan USG, karena pemeriksaan ini
sama sekali tidak akan memperburuk penyakit penderita. USG juga tidak berbahaya bagi
janin karena USG tidak mengeluarkan radiasi gelombang suara yang bisa berpengaruh
buruk pada otak si jabang bayi. Hal ini berbeda dengan penggunaan sinar rontgen. USG
baru berakibat negatif jika telah dilakukan sebanyak 400 kali. Dampak yang timbul dari
penggunaan USG hanya efek panas yang tak berbahaya bagi ibu maupun bayinya. Dalam
20 tahun terakhir ini, diagnostik ultrasonik berkembang dengan pesatnya, sehingga saat
ini USG mempunyai peranan penting untuk menentukan kelainan berbagai organ tubuh.
Jadi, jelas bahwa dalam penggunaan USG untuk menegakkan diagnosa medis tidak
memiliki kontraindikasi atau efek samping terhadap pasien.

2.9 Prinsip Interpretasi USG (Ultrasonografi)


Prinsip interpretasi gambar dalam ultrasonografi berdasarkan kepadakekuatan atas
intensitas gelombang yang dipantulkan kembali oleh jaringan ke tranduser. Berdasarkan
kekuatan intensitas tersebut, maka penggambaran ultrasonografi dibedakan menjadi
hyperechoic, hypoechoic, dan anechoic.
Hyperechoic/ echogenic
Echo yang dihasilkan terang, terlihat warna putih pada hasil scan.

Hyperechoic menunjukkan highly-reflective interfaces, seperti collagen, lemak, udara,


benda keras dan tulang

Hypoechoic/echopoor
Echo yang dihasilkan sedikit, terlihat warna abu-abu hitam pada hasil scan
Hypoechoic menunjukkan intermediate reflection/transmission, seperti pada kebanyakan
jaringan lunak
Tulang dan udara : gambar hyperechoic, hal ini disebabkan karena tulang dan udara
menghambat laju gelombang suara
Pada interface antara jaringan lunak-udara, sekitar 99% gelombang suara akan
direfleksikan
Pada interface antara jaringan lunak-tulang, sekitar 30% gelombangsuara di reflesikan
sedangkan sisanya akan diserap oleh tulang
Oleh karena itu pada kedua jenis interface diatas echo yang dihasilkan oleh permukaan
sangat kuat tapi struktur yang berada di bawah interface tersebut tidak akan tampak
Anechoic
Tidak ada echo yang dihasilkan, terlihat warna hitam pada hasil scan
Hal ini menunjukkan complete transmission dari suara, contoh cairan
Sedangkan kehadiran suatu partikulat di dalam cairan akan menyebabkan terbentuknya
echo