Anda di halaman 1dari 25

1

BAB I
SPOT SPEED STUDY

1.1 PENDAHULUAN
Adapun tujuan dilakukannya praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Memperkenalkan pada mahasiswa cara melaksanakan survey

kecepatan

setempat (Spot speed survey)


2. Memperkenalkan cara menganalisis data hasil survey spot speedmenggunakan
speed gun dengan program statistic MINITAB.

1.2 MANFAAT
Adapun manfaat dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Digunakan untuk menganalisis kapasitas
2. Digunakan untuk menganalisis kecepatan
3. Digunakan untuk studi geometri
4. Menentukan pemasangan tempat penyebrangan (zebra crossing)
5. Menduga keefektifan modifikasi jalan dalam studi before and after
6. Dibandingkan terhadap kecepatan rancangan dan dianalisis apakah law
enforcement, realignment, atau rekontruksi diperlukan

1.3 PERALATAN
Adapun peralatan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai
berikut:
a. Bushnell Speed Radar Gun
b. Penanda (marker)
c. Pengukur jarak (meteran)
d. Alat-alat tulis, buku catatan, dan kelengkapannya
e. Komputer yang dilengkapi program statistic (MINITAB)

1.4 PROSEDUR
A. PENGAMBILAN DATA LAPANGAN
Adapun prosedur yang dilakukan dalam praktikum ini adalah sebagai
berikut:
1. Melakukan pengamatan lapangan untuk menentukan lokasi dan waktu
observasi
Pahami maksud survey:
a. Untuk analisis arus waktu sibuk: Lakukan survei Spot speed saat jam
sibuk
b. Untuk menduga pola kecepatan: Lakukan survei Spot speed saat off-peak
c. Untuk menentukan batas kecepatan: Lakukan survey saat off-peak
Untuk maksud praktikum ini mahasiswa diminta survey saat off-peak dan
waktunya pada hari kerja. Carilah tempat untuk mengukur kecepatan yang tidak
terlihat oleh pengemudi karena bila terlihat oleh pengemudi hasil kecepatan yang
dihasilkan akan lebih kecil dari seharusnya. Hal ini disebabkan pengemudi
umumnya akan memperpelan kendaraannya bila sedang dimonitor. Duduk di
kendaraan yang parkir di tempat parkir, duduk di tempat pemberhentian bus, atau
di restoran yang kesemuanya diusahakan sedekat mungkin dengan tepi jalan
adalah contoh-contoh lokasi yang dianjurkan untuk melakukan pengukuran.
2. Menandai lokasi target penembakan
Menggunakan penanda (isolasi cerah yang besar, cat, tali, kerucut
lalulintas, tiang listrik/telpon, atau pohon) untuk menandai lokasi target
penembakan (T). Lokasi target penembakan adalah tempat ketika target (dalam
hal ini kendaraan) melintas dan ditembak oleh pengamat dengan menggunakan
Busnell speed radar gun. Bila isolasi, cat, atau tali digunakan sebagai penanda,
usahakan tidak diperkerasan agar tidak menarik perhatian pengemudi. Contoh
lokasi penandaan yang baik adalah trotoar atau bahu jalan. Dari lokasi target
penembakan, tentukan lokasi pengamat, P (tempat pengamat menembak target)
dengan meteran. Jarak penembakan, R (jarak dan lokasi target penembakan ke
pengamat) tergantung keahlian pengamat. Jarak penembakan yang ada pada Tabel
1 dapat dipakai sebagai acuan.

Tabel 1.1 Jarak Penembakan Yang Dianjurkan


Keahlian pengamat

Jarak penembakan R (m)

Pemula

20

Ahli

30

Sangat ahli

40

mengukur simpangan penembakan (d). Simpangan penembakan adalah jarak


antara pengamat dan as jalan tempat target melintas. Sket lokasi target
penembakan dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1.1 Sket Lokasi Target Penembakan


Keterangan:

P = pengamat
T = target (kendaraan)
d = simpangan
LOS = garis bidik
T = target
= sudut penembakan
R = jarak penembakan atau range (m)

3. Pengumpulan data
Digunakan Bushnell Speed Radar Gun (lihat cara penggunaan dibawah) dan
formulir pada Lampiran A untuk mengumpulkan data kecepatan. Semua informasi
diatas table pada formulir diisi lebih dulu sebelum survey dimulai.
Cara penggunaan Bushnell Speed Radar Gun
Bushnell speed radar gun (Gambar 2) adalah alat pengukur kecepatan
berbasis radar dengan menggunakan teknologi digital. Cara kerja alat ini
menggunakan prinsip Doppler.

LCD Display
Tombol POWER

Tombol TRIGGER

Gambar 1.2Bushnell Speed Radar Gun


a. Menghidupkan alat dengan cara menekan tombol POWER(tombol dibawah
LCD display). Pada keadaan default satuan kecepatan adalah MPH (mile per
hour). Untuk merubah satuan dari MPH ke KPH (kilometer per hour) atau
sebaliknya caranya adalah:
1) Menekan tombol TRIGGER(jangan dilepas) dan tekan, dengan cepat,

tombol POWERdibawah LCD display makan satuan akan berubah dari


MPH ke KPH.
2) Satuan terpilih akan muncul di kanan atas layar.
3) Bila satuan sudah dipilih lepas tombol TRIGGER dan di layar LCD akan

terlihat tulisan KPH


b. Membidik target (kendaraan) dengan cara menekan tombol TRIGGER.
Arahkan alat ke target segaris dengan arah pandangan kedepan dari pengamat
namun tidak membentuk arah tegak lurus dengan arah perjalanan target (0
90). Sebuah ikon *))))) akan muncul di sebelah kanan atas LCD display (hal
ini menunjukan radar Doppler berfungsi). Radar akan terus berfungsi sampai
tombol TRIGGERdilepas. Selama radar berfungsi, alat akan terus mencatat
kecepatan kendaraan yang melintas di depan alat. Pencatatan kecepatan akan
berhenti ketika tombol TRIGGERdilepas.

c. Setelah tombol TRIGGERdilepas, di display akan muncul kecepatan tertinggi


hasil pengukuran beberapa kendaraan sebelumnya. Oleh karena itu, untuk
mempercepat

pengamatan,

bidik

saja

satu

kendaraan

kemudian

TRIGGERdilepas dan catat kecepatan (yang tertera di display) sesuai jenis


kendaraan pada formulir pengumpul data. Tekan lagi TRIGGER, tembak
target, lepas TRIGGER, catat kecepatan (sesuai jenis kendaraan). Demikian
prosedur diulang-ulang sampai sampel data terpenuhi.
d. Bila pengamatan sudah selesai matikan alat dengan cara menekan tombol
POWERdibawah LCD display selama kurang lebih 3 detik atau sampai
display mati. Sebagai petunjuk ketika tombol POWER ditekan pada display
akan muncul angka 3, 2, 1, dan mati.
e. Kendaraan yang diambil bervariasi (asalkan bermesin). Jumlah kendaraan yang
diamati, karena alas an statistic, minimum adalah 100 [sepeda motor (SM) 50,
kendaraan kecil (KK) 30, kendaraan sedang (KS) 15, kendaraan besar (KB) 5].
Contoh hasil survei yang dilaksanakan di Jalan Kaliurang, yang sudah
dirapikan, dapat dilihat pada Tabel Lampiran C1. Dalam contoh ini ukuran sampel
adalah 100.
Sebelum meninggalkan lokasi pengukuran, cek kembali data kecepatan
yang baru saja anda dapat apakah sudah benar atau belum dengan melihat
logikanya. Contoh: bila kecepatan rancangan di daerah pengamatan adalah 80
km/jam, hasil pengamatan 140 km/jam akan menimbulkan kecurigaan tentang
keabsahannya. Spot speed study hanya berkait dengan lalulintas satu arah. Oleh
karena itu, bila diinginkan untuk mengukur arah yang lain, prosedur yang sama
dengan diatas, dapat diulangi.

B.

ANALISIS MINITAB

Adapun langkah langkah menganalisis data kendaraan dari arah selatan


menuju utara menggunakan program MINITAB 13 adalah sebagai berikut:
1. Memberi nama tiap-tiap kolom : kolom C1 = No,C2 = Kecepatan hasil
bacaan(U0),C3= Kecepatan terkoreksi (Km/jam) seperti

Gambar

1.3

Pemberian nama tiap-tiap kolom dibawah ini

Gambar 1.3 Pemberian nama tiap-tiap kolom


2. Memasukkan data nomor,kecepatan hasil bacaan(U0)[Km/jam] dan kecepatan
terkoreksi(Uk)[Km/jam] hasil survei praktikum spot speed study ,copy dari
excel( jika data sudah dipindahkan ke excel) seperti Gambar 1.4 Entri Data
berikut

Gambar 1.4 Entri Data


3. Menggambar grafik Klik graphhistogrampada graph variable xselect
UKklik options
-

Pada Type of histogram pilih frekuency

Pada type of intervals pilih cut point

Pada definition of intervals pilih number of intervals dan ketik 10

Klik OK dua kali

Gambar 1.5 Cara Pemilihan Variable Sumbu X

4. Memilih tipe histogram yang akan dibuat.klik frequency pada type of


histogram klik cut point pada type of intervals klik OK

Gambar 1.6 Pemilihan Tipe Histogram

Gambar 1.7 Hasil Histogram

1.5 HASIL PENGAMATAN


Adapun hasil pengamatan dalam praktikum ini adalah sebagaiberikut:
Lokasi:Kaliurang Km 12

Pensurvei: Kelompok 72

Satuan: KPH

Tanggal:12/10/2013

Pukul: 14.00

ArahLL:Selatan-Utara

VR :70 km/jam

Jarak/S. Tembak: 20 m/3,2 m

Cuaca: Mendung

Tabel 1.2Hasil Pengamatan Selatan - Utara


No

SM

KK

KS

KB

NO

SM

KK

KS

KB

NO

53

48

33

19

26

62

51

51

40

45

40

47

27

46

44

52

50

48

41

48

28

43

46

53

56

31

33

47

29

46

41

54

44

28

27

45

30

47

38

55

41

39

39

42

31

61

45

56

62

38

36

51

32

62

39

57

47

56

41

33

42

45

58

43

50

33

34

57

44

59

10

41

48

51

35

57

43

60

11

46

36

20

36

58

41

61

12

40

41

18

37

50

47

62

13

47

67

32

38

48

63

14

44

50

29

39

64

15

55

45

42

40

65

16

65

42

29

41

66

17

41

44

30

42

67

18

43

47

34

43

68

19

45

40

44

69

20

46

43

45

70

21

50

41

46

71

22

49

44

47

72

23

52

43

48

73

24

54

40

49

74

25

52

41

50

75

SM

KK

KS

KB

10

Lokasi: Kaliurang Km 12

Pensurvei: Kelompok 72

Satuan: KPH

Tanggal: 12/10/2013

Pukul: 14.00

ArahLL:Utara-Selatan

VR : 70 km/jam

Jarak/S. Tembak: 20 m/3,2 m

Cuaca: Mendung

Tabel 1.3Hasil Pengamatan Utara - Selatan


No

SM

KK

KS

KB

No

SM

KK

KS

KB

No

41

45

28

28

26

66

45

32

51

69

42

28

35

27

64

53

43

52

53

40

23

46

28

44

45

40

53

62

40

27

29

45

54

37

54

48

53

29

30

57

49

35

55

49

49

30

31

46

42

56

54

53

33

32

42

57

44

42

41

33

48

58

52

43

30

34

69

59

10

45

40

28

35

55

60

11

53

51

30

36

63

61

12

52

43

28

37

62

13

47

44

39

38

63

14

52

49

45

39

64

15

54

44

33

40

65

16

62

43

42

41

66

17

42

43

41

42

67

18

43

52

34

43

68

19

49

47

40

44

69

20

51

51

33

45

70

21

53

40

58

46

71

22

48

40

37

47

72

23

47

43

33

48

73

24

46

40

29

49

74

25

49

46

23

50

75

SM

KK

KS

KB

11

1.6

ANALISIS DATA

1.6.1 ANALISIS PERHITUNGAN MANUAL


A.

MENGHITUNG KECEPATAN TERKOREKSI


Kecepatan terkoreksi timbul karena adanya fenomena efek kosinus dan

dapat dijelaskan sebagai berikut.


1.

Efek Kosinus
Bushnell speed radar gun akan memberikan hasil yang akurat kalau

digunakan sebagaris dengan target. Untuk lebih jelsnya lihat gambar 1:31

Dari data yang telah diperoleh di lapangan, kemudian dilakukan analisis


perhitungan manual yang dapat dilihat pada Tabel 1.3 berikut.

Gambar 1.8. Arah tembakan yang segaris dengan arah gerak target (kendaraan)
Pengamatan segaris sulit dilakukan karena membahayakan pengamat.
Oleh karena itu, pengamat perlu membuat sudut dengan target ketika membidik
(menembak). Hasil pengamatan bersudut ini akan memberikan kesalahan dan
harus dikoreksi. Fenomena ini disebut efek kosisnus (Gambar 4). Cara melakukan
koreksi adalah sebagai berikut.

Gambar 1.9. Fenomena efek kosinus


Misal sudut pengamatan =

12

ini disebut sudut efek kosinus atau cosine effect angle


Cos =

2 + 2

Bila kecepatan hasil bacaan pada alat = U0, maka:


Kecepatan terkoreksi = Uk = U0=

Keterangan:

= jarak tembak [m]

= simpangan tembak [m]

LOS

= garis pandangan [m]

= sudut pengamatan atau sudut efek kosinus[0]

U0

= kecepatan hasil pengamatan atau kecepatan hasil bacaan


pada alat atau measured speed [kph]

Uk

= kecepatan terkoreksi atau corrected speedatau kecepatan


sebenarnya target atau true speed[kph]

Dalam praktikum ini adapun perhitungan kecepatan terkoreksi adalah sebagai


berikut:
a. Data perhitungan kecepatan kendaraan utara menuju selatan
Diketahui: d= 2,6
R=20
Cos =
Cos =

2 + 2
20
20 2 +3.22

Cos = 0.9874
0
Uk =

=0.9874

41

0
Uk =

=0.9874

69

= 41.521Kph
= 69.878 Kph

0
Uk =

= 0.9874

53

0
Uk =

= 0.9874

62

= 53.674 Kph
= 62.789 Kph

13

Dari perhitungan tersebut dibuat dalam bentuk tabel 1.4 sebagai berikut :
Tabel 1.4 Hasil Perhitungan Kecepatan Terkoreksi dari Utara ke Selatan
No
1
2

Uo
Uk
Uo
Uk
Uo
Uk
No
No
[kph] [kph]
[kph] [kph]
[kph] [kph]
41
41,521 26
66
66,839 51
44
44,560
69
69,878 27
64
64,814 52
43
43,547

No
76
77

Uo
Uk
[kph] [kph]
28
28,356
30
30,381

53

53,674

28

44

44,560

53

43

43,547

78

28

28,356

4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25

62
48
49
54
44
52
45
53
52
47
52
54
62
42
43
49
51
53
48
47
46
49

62,789
48,611
49,623
54,687
44,560
52,661
45,572
53,674
52,661
47,598
52,661
54,687
62,789
42,534
43,547
49,623
51,649
53,674
48,611
47,598
46,585
49,623

29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50

45
57
46
42
48
69
55
63
45
42
40
40
53
49
53
42
43
40
51
43
44
49

45,572
57,725
46,585
42,534
48,611
69,878
55,700
63,801
45,572
42,534
40,509
40,509
53,674
49,623
53,674
42,534
43,547
40,509
51,649
43,547
44,560
49,623

54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75

52
47
51
40
40
43
40
46
45
53
45
54
49
28
28
23
27
29
30
33
41
30

52,661 79
47,598 80
51,649 81
40,509 82
40,509 83
43,547 84
40,509 85
46,585 86
45,572 87
53,674 88
45,572 89
54,687 90
49,623 91
28,356 92
28,356 93
23,293 94
27,343 95
29,369 96
30,382 97
33,420 98
41,521 99
30,382 100

39
45
33
42
41
34
40
33
58
37
33
29
23
32
43
40
37
35
42
28
35
46

39,496
45,572
33,420
42,534
41,521
34,432
40,509
33,420
58,738
37,471
33,420
29,369
23,293
32,407
43,547
40,509
37,471
35,445
42,534
28,356
35,445
46,585

b. Data Perhitungan Kecepatan Terkoreksi (Uk) Selatan-Utara


0
Uk =

53

0
Uk =

= 0.9874

0
Uk =

= 0.9874

0
Uk =

= 0.9874

0.9874
40
50
56

= 53.674 Kph
= 40.509Kph
= 50.636 Kph
= 56.712 Kph

14

Dari perhitungan tersebut dibuat dalam bentuk tabel 1.5 sebagai berikut :
Tabel 1.5 Hasil Perhitungan Kecepatan Terkoreksi dari Selatan ke Utara
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25

Uo
[kph]
53
40
50
56
44
41
62
47
43
41
46
40
47
44
55
65
41
43
45
46
50
49
52
54
52

Uk
No
[kph]
53,674 26
40,509 27
50,636 28
56,712 29
44,560 30
41,521 31
62,789 32
47,598 33
43,547 34
41,521 35
46,585 36
40,509 37
47,598 38
44,560 39
55,700 40
65,827 41
41,521 42
43,547 43
45,572 44
46,585 45
50,636 46
49,623 47
52,661 48
54,687 49
52,661 50

Uo
[kph]
62
46
43
46
47
61
62
42
57
57
58
50
48
45
48
31
28
39
38
56
50
48
36
41
67

Uk
No
[kph]
62,789 51
46,585 52
43,547 53
46,585 54
47,598 55
61,776 56
62,789 57
42,534 58
57,725 59
57,725 60
58,738 61
50,636 62
48,611 63
45,572 64
48,611 65
31,394 66
28,356 67
39,496 68
38,483 69
56,712 70
50,636 71
48,611 72
36,458 73
41,521 74
67,852 75

Uo
[kph]
50
45
42
44
47
40
43
41
44
43
40
41
51
44
46
41
38
45
39
45
44
43
41
47
48

Uk
[kph]
50,636
45,572
42,534
44,560
47,598
40,509
43,547
41,521
44,560
43,547
40,509
41,521
51,649
44,560
46,585
41,521
38,483
45,572
39,496
45,572
44,560
43,547
41,521
47,594
48,611

Uo
[kph]
76
33
77
40
78
41
79
33
80
27
81
39
82
36
83
41
84
33
85
51
86
20
87
18
88
32
89
29
90
42
91
29
92
30
93
34
94
19
95
47
96
48
97
47
98
45
99
42
100 51
No

B. Distribusi Frekuensi Kecepatan


Dibuat kelompok kecepatan dengan cara menentukan jumlah kelas dan lebar
kelas. Disusun kelompok kecepatan mulai dari kecepatan terendah hingga
kecepatan tertinggi. Sebagai pedoman jumlah kelas (=k) diambil mulai dari 5
hingga 20 (tergantung ukuran). Kemudian menentukan lebar kelas (=b) dengan
cara membagi selang (data tertinggi dikurangi data terendah) dibagi jumlah kelas.
Dalam praktikum ini dilakukan perhitungan distribusi frekuensi kecepatan
adalah sebagai berikut:

Uk
[kph]
33,420
40,509
41,521
33,420
27,343
39,496
36,458
41,521
33,420
51,649
20,254
18,229
32,407
29,369
42,534
29,369
30,382
34,432
19,242
47,598
48,611
47,598
45,572
42,534
51,649

15

Diketahui jumlah data (n) data kecepatan kendaraan dari arah selatan ke utara
adalah 100, sehingga:
1.

k = 1 + 3,3 log n
= 1 + 3,3 log (100)

= 7.6 ambil k = 7 (dari perhitungan minitab)


Selang = nilai max. nilai min.

2.

= 67.852 18.229
= 49.623
3.

b = selang/k

= 49.623/7
= 7.08 ambil b = 7 (dari perhitungan minitab)
4.

Mencari Batas Atas (BA) dan Batas Bawah (BB) dari kelas1.
Diketahui nilai minimum sebesar 18.229 kph, namun untuk menghindari

bilangan rumit dipakai 16 kph (asalkan 19 kph jangan melebihi 5 kph), sehingga
diperoleh BA kelas 1 = 24 dan BA kelas 2 = 32
Untuk data kecepatan kendaraan dari arah utara ke selatan dilakukan
perhitungan yang sama
Tabel 1.6Tabel Frekuensi Data dari Selatan ke Utara
No
1
2
3
4
5
6
7

Kecepatan
(km/jam)
(1)
16-24
24-32
32-40
40-48
48-56
56-64
64-72
Jumlah

Frekuensi Frekuensi
Frekuensi
relatif
kumulatif
(2)
(3)
(4)
3
6
12
49
19
9
2
100

0,03
0,06
0,12
0,49
0,19
0,09
0,02
1,00

3
9
21
70
89
98
100

Frek.
Kum.
Relatif
(5)
0,03
0,09
0,21
0,70
0,89
0,98
1,00

Nilai
Tengah
(6)
20
28
36
44
52
60
68

16

Tabel 1.7Tabel Frekuensi Data dari Utara ke Selatan


Kecepatan
Frekuensi
No (km/jam)
(2)
(1)
1
2
3
4
5
6
7

16 - 24
24 - 32
32 - 40
40 - 48
48 - 56
56 - 64
64 - 72
Jumlah

Frekuensi
relatif
(3)

Frekuensi
kumulatif
(4)

0.02
0.11
0.11
0.41
0.26
0.05
0.04
1,00

2
13
24
65
91
96
100

2
11
11
41
26
5
4
100

Frek.
Kum.
Relatif
(5)
0.02
0.13
0.24
0.65
0.91
0.96
1,00

Nilai
Tengah
(6)
20
28
36
44
52
60
68

C. KECEPATAN PERSENTIL
Menentukan Kecepatan persentil ke-50, persentil ke-15, dan persentil ke85 baik dengan rumus maupun dengan kurva frekuensi kumulatif relatif lebih
kecil dari.
a.

Dengan Kurva Frekuensi Kumulatif


Vi = L +

(100 )

L = nilai batas bawah kelas yang mengandung Vi


c = lebar kelas
f = frekuensi diselang kelas yang mengandung Vi
i = 1, 2, 3, 4, . 100
n = ukuran sampel atau frekuensi total
F = frekuensi total hingga batas bawah dari selang kelas yang mengandung
Vi
Kecepatan persentil ke-85 (V85) adalah kecepatan yang sering dipakai untuk
batas kecepatan maksimum (posted speed) karena dinilai sebagai kecepatan
maksimum yang paling aman. Sedangkan kecepatan persentil ke-15 (V15) adalah
kecepatan yang sering dipakai untuk batas kecepatan minimum (terutama di jalan
bebas hambatan) karena dinilai sebagai kecepatan minimum yang gangguannya
biasa diterima oleh pengemudi yang lainnya.
Arti V85:

17

a. Sebagian besar pengemudi memandang sebagai batas aman kecepatan


kendaraan
b. Merupakan batas atas kurva distribusi frekuensi kumulatif relatif yang
mempunyai kemiringan konstan
c. Merupakan kecepatan maksimum yang berlaku di jalan tersebut (posted speed)
d. Merupakan kecepatan rancangan jalan tersebut
Kecepatan persentil ke-50 (V50) adalah kecepatan median (yaitu nilai
tengah pada data terurut). Kecepatan mendian ini, umumnya, tidak sama dengan
kecepatan

rata-rata

(mean

speed).

Kecepatan

median

tidak

banyak

menggambarkan apa yang terjadi di jalan tersebut. Selang kecepatan normal


adalah bagian dari kurva yang mempunyai kemiringan konstan atau hamper
konstan namun kecepatannya bervariasi (=V85 V15). Dari selang kecepatan dapat
ditentukan kualitas arus lalu lintas (lihat table 2).

Tabel 1.8 Kualitas Arus Lalu Lintas


Lebar selang kecepatan

Kualitas arus lalu lintas

[km/jam]
[0 10]

Baik

[10 25]

Sedang

>25

Buruk

Dalam praktikum ini dilakukan perhitungan kecepatan persentil 15, 50,


dan 80 dari data kecepatan kendaraan dari arah selatan ke utara adalah sebagai
berikut :
7

15

50

85

V15 = L + (100 )= 32 + 12 (100 100 9)= 35,5 kph


V50 = L + (100 )= 40 + 49 (100 100 21)= 44,14 kph
V85 = L + (100 )= 48 + 19 (100 100 70) =53,53 kph

18

Selang kecepatan = V85 - V15 = 53,53 35,5 = 18.03 kph


Bila dilihat dari kurva:

Gambar 1.10 Presentil 15, 50, dan 85 Data


Dari Arah Selatan Ke Utara
V15 = 35,2kph
V50 = 44,14kph
V85 = 53,40kph
Selang kecepatan = V85 - V15 =53,40 35,2 = 18,2kph

Perhitungan kecepatan presentil 15, 50, dan 85 dari data kecepatan


kendaraan dari arah utara ke selatan adalah sebagai berikut :
c

15

50

V15=L + f (100 n F) = 32 + 11 (100 100 13) = 33,27kph


V50=L + f (100 n F) = 40 + 41 (100 100 24) = 44,44kph
c

100

V85=L + (

n F) = 48 +

7
26

85
100

100 65) = 53,38kph

Selang kecepatan = 53,38 33,27 = 20,11kph

19

Bila dilihat dari kurva:

Gambar 1.11 Presentil 15, 50, Dan 85 Data


Dari Arah Utara Ke Selatan
V15 = 33,2kph
V50 = 44,4kph
V85 = 53,1kph
Selang kecepatan = V85 - V15 = 53,1 33,2 = 19,9kph

20

1.6.2

Analisis Minitab
Dalam analisis minitab di dapat hasil sebagai berikut :

1. Histogram analisis kecepatan dari arah selatan ke utara adalah sebagai berikut:

Gambar 1.12 Histogram Analisis Kecepatan Dari Arah Selatan Ke Utara


(frequency)

Gambar 1.13 Histogram Analisis Kecepatan Dari Arah Selatan Ke Utara


(percent)

2. Histogram analisis kecepatan dari arah utara ke selatan adalah sebagai berikut:

21

Gambar 1.14 Histogram Analisis Kecepatan Dari Arah Utara Ke Selatan


(frequency)

Gambar 1.15 Histogram Analisis Kecepatan Dari Arah Utara Ke Selatan


(percent)

22

3. Kurva analisis frekuensi komulatif dengan nilai tengah dari arah selatan ke
utara adalah sebagai berikut :

Gambar 1.16 Kurva Analisis Frekuensi Komulatif Dengan


Nilai Tengah Dari Arah Selatan Ke Utara
4.

Kurva analisis frekuensi komulatif dengan nilai tengah dari utara arah ke

selatan adalah sebagai berikut :

Gambar 1.17 Kurva Analisis Frekuensi Komulatif Dengan


Nilai Tengah Dari Utara Arah Ke Selatan

23

5. Kurva analisis frekuensi komulatif relative dengan nilai tengah dari arah selatan
ke utara adalah sebagai berikut :

Gambar 1.18 Kurva Analisis Frekuensi Komulatif Relative Dengan


Nilai Tengah Dari Arah Selatan Ke Utara
6. Kurva analisis frekuensi komulatif relative dengan nilai tengah dari utara arah
ke selatan adalah sebagai berikut :

Gambar 1.19 Kurva Analisis Frekuensi Komulatif Relative Dengan


Nilai Tengah Dari Arah Utara Ke Selatan

24

1.7

PEMBAHASAN
Berdasarkan analisis data melalui perhitungan manual maupun melalui

analisis minitab di dapatkan hasil yang sama. Namun ada perbedaan pada
perhitungan kecepatan presenstil melalui perhitungan dengan melalui kurva.
Berikut selisih perhitungannya :
Tabel 1.9 Tabel Selisih Data Arah Selatan Ke Utara
Melalui

Melalui

Perhitungan

Kurva

15

35,5

35,2

0,3

50

44,14

44,14

85

53,53

53,40

1,3

Presentil

Selisih

Tabel 1.10 Tabel Selisih Data Arah Utara Ke Selatan


Melalui

Melalui

Perhitungan

Kurva

15

33,27

33,2

0,07

50

44,44

44,4

0,04

85

53,38

53,1

0,28

Presentil

Selisih

Perbedaan nilai presentil tersebut disebabkan oleh data yang didapat


terlalu sedikit sehingga kurang akurat, selain itu dapat disebabkan oleh human
eror dalam kesalahan membidik atu kurang tepat dalam membidik. Dari data arah
selatan ke utara di dapat nilai selang kecepatan sebesar 18,03 kph melalui
perhitungan manual sedangkan melalui kurva sebesar 18,2 kph. Dan dari data arah
utara ke selatan di dapat nilai selang kecepatan sebesar 20,11 kph melalui
perhitungan manual sedangkan melalui kurva sebesar 19,9 kph.

25

1.8

SIMPULAN
Berdasarkan analisis data kecepatan dari arah selatan menuju utara selang

kecepatan sebesar 18,03 kph, sedangkan dari arah utara menuju selatan selang
kecepatan sebesar 20,11 kph, sehingga kualitas kedua arus lalu lintas pada jalan
tersebut termasuk dalam kategori sedang karena selang kecepatan antara 10kph
25kph dan dapat dijadikan referensi untuk penggal jalan yang lain.