Anda di halaman 1dari 19

Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Berat Badan

Lahir

ARTIKEL PENELITIAN

Jessicca Susanto
102011032

PROGRAM STUDI SARJANA KEDOKTERAN

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRIDA WACANA
2011
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP BERAT BADAN LAHIR
Jessicca Susanto
ABSTRAK
Berat badan lahir adalah indikator penting untuk meninjau pertumbuhan dan perkembangan bayi.
Angka berat badan lahir diambil segera setelah bayi lahir dan dipengaruhi oleh interaksi berbagai
faktor tertentu seperti usia ibu saat hamil, riwayat merokok ibu, riwayat hipertensi ibu dan
tingkat pendidikan ibu. Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan studi
cross-sectional. Data penelitian diambil dari rekam medik ibu hamil yang berobat ke Puskesmas
A. Data yang dicatat adalah usia ibu saat mulai hamil, riwayat merokok selama kehamilan,
riwayat hipertensi dan tingkat pendidikan ibu. Data yang didapat dianalisa dengan uji ChiSquare, T-Test, dan korelasi. Sampel penelitian terdiri dari 101 pasien ibu hamil yang memenuhi
kriteria inklusi dan eksklusi. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan antara tingkat
pendidikan ibu dengan berat lahir bayi. Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang erat
antara umur ibu saat memulai kehamilan dengan berat badan lahir bayi.
Kata kunci: berat badan lahir, korelasi, faktor

PREDISPOSING FACTORS AFFECTING BIRTHWEIGHT


ABSTRACT
Birth weight is an important indicator to review the growth and development of infants. Figures
birth weight was taken immediately after the baby is born and is influenced by the interaction of
various factors such as age of the mother during pregnancy, maternal smoking history, history of
hypertension mother and mother's education level. The study design was observational analytic
cross-sectional study approach. Data were taken from medical records of pregnant women who
went to the health center A. The data recorded is the mother's age when she became pregnant,
history of smoking during pregnancy, a history of hypertension and educational level of the
mother. The data obtained were analyzed by Chi-Square test, T-test, and correlation. The study
sample consisted of 101 pregnant patients who meet the inclusion and exclusion criteria. ChiSquare Test showed no association between maternal education levels with birth weight infants.
Correlation test showed a close relationship between mother's age when starting a pregnancy
with a birth weight infants.
Key words: birth weight, correlation, factors

Mahasiswa Fakultas Kedokteran UKRIDA


Jalan Arjuna Utara nomor 6, Jakarta Barat 11510
jscrown88@hotmail.com NIM 102011032

Kata Pengantar
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya penyusunan
penelitian ilmiah mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi berat badan lahir bayi. Laporan ini
disusun untuk memenuhi tugas mata pelajaran metodologi penelitian. Dalam kesempatan ini
penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak dosen yang telah memberikan kesempatan
untuk belajar mengolah data dalam penelitian.
Artikel ilmiah ini dibuat dengan tujuan menjelaskan hubungan antara berat badan lahir
bayi yang dipengaruhi oleh kebiasaan merokok ibu, umur ibu, riwayat hipertensi dan tingkat
pendidikan ibu.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan penelitian ini jauh dari sempurna
sehingga sangat diharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna menjadi acuan
untuk menjadi pembelajaran di masa yang akan datang. Semoga penulisan ini dapat memberikan
informasi yang berguna dalam pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi
pembaca.

Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar .................................................................................................................. 3
DAFTAR ISI..................................................................................................................... 4
BAB I : PENDAHULUAN .............................................................................................. 5
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................ 5
1.2 Permasalahan ............................................................................................................. 5
1.3 Tujuan Penelitian ....................................................................................................... 5
1.4 Manfaat Penelitian ..................................................................................................... 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA .................................................................................. 6
2.1 Kerangka Teori .......................................................................................................... 6
2.2 Kerangka Konsep ....................................................................................................... 8
BAB III: METODOLOGI PENELITIAN ....................................................................... 9
BAB IV: HASIL PENELITIAN ...................................................................................... 11
BAB V: PEMBAHASAN ................................................................................................ 15
BAB VI: KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................................ 17
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 18
LAMPIRAN ...................................................................................................................... 19

BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Berat badan lahir merupakan indikator yang penting mengenai pertumbuhan dan
perkembangan bayi, serta status kesehatan ibu hamil. Beberapa bayi berat lahir rendah mungkin
lebih berisiko untuk masalah kesehatan tertentu. Beberapa mungkin menjadi sakit pada hari-hari
pertama kehidupan atau mengembangkan infeksi. Beberapa bayi lain mungkin menderita
masalah jangka panjang seperti tertundanya perkembangan motorik dan sosial atau
ketidakmampuan belajar. Dengan itu diperlukan informasi terhadap faktor-faktor yang
mempengaruhi kualitas berat badan lahir bayi.
1.2 Rumusan Masalah
Apa saja faktor-faktor pada ibu sebelum masa kehamilan yang mempengaruhi berat
badan lahir bayi?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan umum: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi berat badan lahir bayi
Tujuan khusus : Diketahuinya secara spesifik mengenai hubungan antara faktor-faktor yang
mempengaruhi berat badan lahir bayi
1.4 Manfaat penelitian
Menjadi dasar untuk mengintervensi masalah berat badan lahir rendah dan menjadi dasar
bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang
dibahas yaitu umur ibu saat hamil, riwayat merokok, riwayat hipertensi, dan tingkat pendidikan
ibu.

BAB II
Tinjauan Pustaka
2.1 Kerangka Teori
Berat badan lahir merupakan salah satu indikator kesehatan bayi baru lahir untuk
meninjau pertumbuhan fisik dan perkembangan status mentalnya. Selain sebagai indikator
kesehatan individu yang bersangkutan, berat badan lahir juga dapat meninjau tingkat layanan
kesehatan di suatu daerah atau negara. Berat lahir bayi adalah berat bayi yang ditimbang dalam
waktu 1 jam pertama setelah lahir. Apabila diukur beberapa hari setelah kelahiran maka berat
badan bayi akan didapat relatif lebih rendah.1
Berat badan lahir bayi dapat dibagi menjadi tiga kategori utama yaitu:
1. Berat badan lahir rendah jika berat kurang dari dari 2500 gram tanpa memandang
masa gestasi.
2. Berat lahir normal bila berat antara 2500-4000 gram
3. Bayi besar bila berat badan lahir lebih dari 4000 gram
Ada pula kategori tambahan yaitu berat badan lahir sangat rendah apabila berat badan
bayi dibawah 1500 gram, dan berat badan lahir amat sangat rendah apabila berat badan lahir bayi
dibawah 1000 gram. Pada keadaan berat badan yang dibawah 500 gram, sudah tergolong
kategori abortus. Berat badan lahir yang rendah merupakan faktor determinan yang
mengakibatkan kematian neonatal.2
Berat badan lahir merupakan hasil interaksi dari berbagai faktor yang mempengaruhi
keadaan janin selama berada dalam kandungan. Beberapa faktor yang mempengaruhi berat
badan lahir bayi yaitu:

1. Umur Ibu3

Umur ibu pada saat hamil berkaitan erat dengan berat badan lahir bayi.
Kehamilan dibawah umur 20 tahun merupakan kehamilan berisiko tinggi,
dan dua sampai empat kali lebih tinggi dibandingkan dengan kehamilan
pada wanita yang cukup umur. Pada umur yang masih muda,
perkembangan organ-organ reproduksi dan fungsi fisiologinya belum
optimal. Selain itu emosi dan kejiwaannya relatif belum cukup matang,
sehingga pada saat kehamilan ibu belum dapat menanggapi kehamilannya
secara sempurna dan sering terjadi komplikasi. Meskipun kehamilan di
bawah umur sangat berisiko, tetapi kehamilan diatas usia 35 tahun juga
tidak dianjurkan. Hal ini dipertimbangkan mengingat mulai pada usia ini
sudah mulai muncul penyakit seperti hipertensi, tumor jinak, atau penyakit
degeneratif pada persendian tulang belakang dan panggul. Hal yang
ditakutkan apabila ibu hamil mengidap keadaan patologis tersebut adalah
bayi lahir dengan berat badan rendah dan berbagai kelainan bawaan
sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi.

2. Kebiasaan merokok4,5

Merokok merupakan salah satu perilaku negatif yang sering terjadi pada
ibu hamil. Selain merokok secara aktif, ibu yang berinteraksi pada
komunitas orang yang merokok juga sama akibatnya karena tetap
menghirup asap rokok. Kebiasaan merokok dapat mengakibatkan kelainan
plasenta oleh karena gangguan sirkulasi darah plasenta akibat paparan
karbonmonoksida (CO) dalam darah. Akibatnya terjadi gangguan aliran
darah plasenta sehingga janin mengalami hipoksia dan tidak dapat tumbuh
dengan ideal.

3. Hipertensi6,7

Tingginya tekanan darah sistolik dan diastolik dalam kehamilan


mempunyai pengaruh terhadap berat badan lahir. Keadaan hipertensi
dalam kehamilan dapat terjadi sebelum, semasa, atau pada permulaan
persalinan. Ibu dengan hipertensi dapat menyebabkan hipoksia sehingga
pertumbuhan janin terhambat dan juga dapat mengakibatkan kelahiran

prematur. Hipertensi dalam kehamilan juga perlu diwaspadai karena


merupakan gejala awal dari preeklamsia dan eklamsia yang dapat
mengakibatkan gangguan pertumbuhan janin sehingga menghasilkan berat
badan lahir rendah.
4. Tingkat Pendidikan Ibu8

Tingkat

pendidikan

ibu

dihubungkan

dengan

pengetahuan

dan

karakteristik ibu terhadap status kehamilannya. Tingkat pendidikan


mempunyai hubungan yang eksponensial dengan tingkat kesehatan.
Semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin mudah seseorang untuk
menerima

konsep

berkesinambungan.

hidup

sehat

Pendidikan

secara

dapat

mandiri,

meningkatkan

kreatif,

dan

kematangan

intelektual seseorang yang berpengaruh pada wawasan, cara berpikir, baik


dalam pengambilan keputusan maupun dalam pembuatan kebijakan.
Semakin tinggi pendidikan formal seseorang maka semakin baik
pengetahuan tentang kesehatan yang dapat diterapkan pada kehidupan
sehari-hari termasuk pola makan ibu hamil sehingga mempengaruhi
peningkatan status gizi ibu yang pada akhirnya berhubungan dengan berat
bayi yang dilahirkan.
2.2 Kerangka Konsep

Bagan 1. Kerangka Konsep Penelitian

Faktor-faktor predisposisi:
Umur ibu saat hamil
Riwayat merokok
Riwayat hipertensi
Tingkat pendidikan ibu

Berat badan lahir bayi

BAB III
Metodologi Penelitian
3.1 Desain Penelitian
Desain penelitian yang dipilih adalah observasional analitik dengan desain studi cross sectional.
3.2 Lokasi Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Puskesmas A dengan periode mulai dari bulan Januari 2014 hingga
bulan Juni 2014.
3.3 Sumber Data Penelitian
Data penelitian didapatkan secara primer pada 101 sampel di Puskesmas A
3.4 Populasi Penelitian
Populasi didapatkan dari bayi yang baru lahir, dengan respondennya adalah ibu yang melahirkan
di Puskesmas A
3.5 Kriteria Inklusi dan Eksklusi
Kriteria inklusi dimaksudkan untuk mengetahui secara jelas terhadap siapa keberhasilan atau
kegagalan studi diberlakukan. Kriteria eksklusi berfungsi untuk menghilangkan atau
mengeluarkan subyek dari studi karena berbagai hambatan yang ada.9

Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah ibu berusia 15 hingga 36 tahun yang melahirkan bayi
lahir hidup di wilayah kerja Puskesmas A, yang berasal dari kehamilan tunggal dan cukup bulan
dengan kondisi normal, memiliki riwayat merokok, memiliki riwayat hipertensi, dan pernah
menjalani pendidikan formal.
Kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah ibu yang berusia kurang dari 15 tahun atau lebih dari
36 tahun, dan menderita penyakit lain dan komplikasi selama masa kehamilan.
3.6 Sampel
Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling terhadap ibu yang melahirkan
bayi di wilayah kerja Puskesmas A.
3.7 Identifikasi Variabel
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah berat badan lahir bayi. Variabel independen
dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi berat badan lahir bayi yaitu umur
ibu, kebiasaan merokok selama hamil, hipertensi, dan tingkat pendidikan ibu.
3.8 Cara Kerja
Penelitian dilakukan secara cross-sectional dengan pengambilan sampel secara simple random
sampling pada wilayah kerja Puskesmas A. Dari populasi diambil 101 sampel kemudian dicatat
usia, riwayat hipertensi, riwayat merokok selama kehamilan, dan pendidikan ibu dengan cara
wawancara. Pada saat wawancara digunakan pertanyaan sebagai berikut:
1. Berapa usia ibu saat mulai hamil?
2. Apakah ibu memiliki riwayat penyakit darah tinggi?
3. Apakah ibu merokok selama masa kehamilan?
4. Apa tingkat pendidikan terakhir ibu?
Data riwayat tekanan darah tinggi juga dapat didapatkan pada rekam medik. Tekanan darah
tinggi yang dimaksud adalah hipertensi kronis maupun hipertensi gestasional yang mungkin
dicatat saat ibu berobat ke Puskesmas A. Setelah semua data diperoleh, dilakukan pengukuran
berat badan bayi yang baru lahir dan dicatat, kemudian dilakukan studi uji chi-square, T-test,
korelasi pada data yang sudah didapatkan.

3.9 Definisi Operasional


Umur ibu adalah usia ibu saat pertama hamil, dihitung dari hari pertama haid terakhir. Hipertensi
adalah peningkatan tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg dan/atau diastolik melebihi 90
mmHg. Riwayat merokok dicatat apabila seorang ibu merokok paling sedikit 2 batang rokok per
hari selama masa kehamilan. Pendidikan tinggi apabila ibu lulus pendidikan sarjana, pendidikan
sedang apabila lulus SMA 3, pendidikan rendah apabila tidak lulus SMA atau hanya lulus SMP
atau SD saja.
3.10 Etika Penelitian
Responden sudah bersedia untuk mengikuti prosedur penelitian dan identitas responden
disamarkan. Responden akan diberikan hasil penelitian setelah penelitian selesai.

BAB IV
Hasil Penelitian
Karakteristik Subyek
Terdapat 101 pasien ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi selama
periode Januari 2014 hingga Juni 2014.
Tabel 1. Analisis Univariat Variabel Umur Ibu
Umur Ibu
N

Valid
Missing

101
0

Mean

23.43

Median

23.00

Mode
Std. Deviation

20
4.969

Pada tabel 1 didapatkan bahwa rata-rata umur ibu saat memulai kehamilan adalah 23 tahun dan
paling banyak hamil pada umur 20 tahun. Nilai tengah data adalah 23 tahun dengan standar
deviasi adalah 4,969.
Tabel 2. Analisis Univariat Variabel Berat Badan Lahir
BB lahir
N

Valid

101

Missing

Mean

2773.75

Median

2906.00

Mode

2381

Std. Deviation

666.025

Pada tabel 2 didapatkan bahwa rata-rata berat badan bayi yang lahir adalah 2773,75 gram dan
paling banyak lahir dengan berat 2381 gram. Nilai tengah data adalah 2906 gram dengan standar
deviasi 666.025.

Tabel 3. Analisis Univariat Variabel Riwayat Merokok


Merokok
Cumulative
Frequency
Valid

Percent

Valid Percent

Percent

Tidak

62

61.4

61.4

61.4

Merokok

39

38.6

38.6

100.0

101

100.0

100.0

Total

Tabel 4. Analisis Univariat Variabel Riwayat Hipertensi


Hipertensi
Cumulative
Frequency

Percent

Valid Percent

Percent

Valid

Tidak
Ya
Total

97

96.0

96.0

96.0

4.0

4.0

100.0

101

100.0

100.0

Tabel 5. Analisis Univariat Variabel Riwayat Pendidikan


Pendidikan
Cumulative
Frequency
Valid

Percent

Valid Percent

Percent

Tinggi

38

37.6

37.6

37.6

Sedang

63

62.4

62.4

100.0

101

100.0

100.0

Total

Uji Chi-Square antara variabel riwayat merokok dengan berat badan lahir (2 kategori)
Uji Chi-Square dilakukan terhadap variabel riwayat merokok (kategorik) dengan variabel
berat badan lahir (kategorik) yang dibagi menjadi dua kategori yaitu dibawah 2500 gram dan
2500 gram ke atas. Uji Chi-Square digunakan karena kedua variabel adalah tipe kategorik
dengan tabel 2x2 tanpa ada nilai 0 pada satu sel. Tidak terdapat nilai expected di bawah 5 dengan
populasi kecil (dibawah 1000), maka digunakan Yates Correction. Dengan hipotesis nol Tidak
ada hubungan antara riwayat merokok dengan kategori berat badan lahir dan sig 2-sided0.391
(>0.05), maka hipotesis nol diterima.
Uji Chi-Square antara variabel riwayat hipertensi dengan berat badan lahir (2 kategori)

Uji Chi-Square dilakukan terhadap variabel riwayat hipertensi (kategorik) dengan


variabel berat badan lahir (kategorik) yang dibagi menjadi dua kategori yaitu dibawah 2500 gram
dan 2500 gram ke atas. Uji Chi-Square digunakan karena kedua variabel adalah tipe kategorik
dengan tabel 2x2 tanpa ada nilai 0 pada satu sel. Terdapat 2 sel nilai expected di bawah 5 dengan
populasi kecil (dibawah 1000), maka digunakan Yates Correctiondan Fishers Exact Test.
Dengan hipotesis nol Tidak ada hubungan antara riwayat hipertensi dengan kategori berat badan
lahir dan sig 2-sided 0.647 (>0.05), maka hipotesis nol diterima.
Uji Chi-Square antara variabel riwayat pendidikan dengan berat badan lahir (2 kategori)
Uji Chi-Square dilakukan terhadap variabel riwayat pendidikan (kategorik) dengan
variabel berat badan lahir (kategorik) yang dibagi menjadi dua kategori yaitu dibawah 2500 gram
dan 2500 gram ke atas. Uji Chi-Square digunakan karena kedua variabel adalah tipe kategorik
dengan tabel 2x2 tanpa ada nilai 0 pada satu sel. Tidak terdapat nilai expected di bawah 5 dengan
populasi kecil (dibawah 1000), maka digunakan Yates Correction. Dengan hipotesis nol Tidak
ada hubungan antara riwayat pendidikan dengan kategori berat badan lahir dan sig 2-sided
0.000 (<0.05), maka hipotesis nol ditolak.
Uji Chi-Square antara Variabel Kategori Umur Ibu (2 kategori) dengan Berat Badan
Lahir (2 kategori)
Uji Chi-Square dilakukan terhadap variabel kategori umur ibu (kategorik) yang dibagi
menjadi 2 kategori yaitu di bawah 25 tahun dan 25 tahun ke atas dengan variabel berat badan
lahir (kategorik) yang dibagi menjadi dua kategori yaitu dibawah 2500 gram dan 2500 gram ke
atas. Uji Chi-Square digunakan karena kedua variabel adalah tipe kategorik dengan tabel 2x2
tanpa ada nilai 0 pada satu sel. Tidak terdapat expected di bawah 5 dengan populasi kecil
(dibawah 1000), maka digunakan Yates Correction. Dengan hipotesis nol Tidak ada hubungan
antara kategori umur ibu dengan kategori berat badan lahir dan sig 2-sided 0.577 (>0.05), maka
hipotesis nol diterima.
Uji T-Test antara Variabel Umur Ibu dengan Berat Badan Lahir (2 kategori)
Uji T-Test dilakukan terhadap variabel umur ibu (numerik) terhadap variabel berat badan
lahir (kategorik) yang dibagi menjadi dua kategori yaitu dibawah 2500 gram dan 2500 gram ke
atas. Uji ini digunakan karena terdapat value 0 pada SPSS sehingga uji ANOVA tidak dilakukan.

Dengan hipotesis nol Tidak ada hubungan antara umur ibu dengan kategori berat badan lahir
dan sig-2 tailed 0.000 (<0.05), maka hipotesis nol ditolak.
Korelasi antara Umur Ibu dengan Berat Badan Lahir
Uji korelasi dilakukan kepada variabel umur ibu (numerik) dengan berat badan lahir
(numerik). Dari hasil penelitian didapatkan arah korelasi positif (+0.03) dan kekuatan korelasi
tinggi (0.769).

BAB V
Pembahasan

Faktor Kategori Umur Ibu terhadap Berat Badan Lahir dengan Uji Chi-Square
Pada penelitian ini didapatkan hipotesis nol untuk hubungan antara dua variabel tersebut
diterima, yang berarti tidak terdapat hubungan antara kategori umur ibu dengan kategori berat
badan lahir.
Faktor Kebiasaan Merokok terhadap Berat Badan Lahir dengan Uji Chi-Square
Pada penelitian ini didapatkan hipotesis nol untuk hubungan antara dua variabel tersebut
diterima, yang berarti tidak ada hubungan antara riwayat merokok dengan kategori berat badan
lahir. Pernyataan ini tidak sesuai dengan kerangka teori, karena mungkin jumlah batang rokok
yang dihisap pasien kurang dari 5 batang (berdasarkan kerangka teori), sedangkan kriteria inklusi
dari penelitian ini adalah merokok paling sedikit 2 batang per hari.
Faktor Hipertensi terhadap Berat Badan Lahir dengan Uji Chi-Square
Pada penelitian ini didapatkan hipotesis nol untuk hubungan antara dua variabel tersebut
diterima, yang berarti tidak ada hubungan antara riwayat hipertensi dengan kategori berat badan
lahir. Pernyataan ini tidak sesuai dengan kerangka teori, karena mungkin disebabkan terdapat
pasien yang mengkonsumsi obat antihipertensi, sehingga pengukuran tekanan darah tidak akurat.

Faktor Tingkat Pendidikan Ibu terhadap Berat Badan Lahir dengan Uji Chi-Square
Pada penelitian ini didapatkan hipotesis nol untuk hubungan antara dua variabel tersebut
ditolak, yang berarti terdapat hubungan antara riwayat pendidikan dengan kategori berat badan
lahir. Pernyataan ini sesuai dengan kerangka teori, wanita/ibu dengan edukasi yang tinggi lebih
mampu dan sadar akan kesehatannya khususnya dalam kehamilan.

Uji T-Test Antara Variabel Umur Ibu dengan Berat Badan Lahir
Pada penelitian ini didapatkan hipotesis nol untuk hubungan antara dua variabel tersebut
ditolak, yang berarti terdapat hubungan antara umur ibu saat hamil dengan kategori berat badan
lahir.
Korelasi antara umur ibu dengan berat badan lahir
Berdasarkan hasil uji korelasi, didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan korelasi yang
erat dan positif antara umur ibu saat hamil dengan berat badan lahir bayi.

BAB VI
Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan adanya korelasi yang kuat dan positif antara
umur ibu dengan berat badan lahir bayi. Selain itu juga terdapat hubungan erat antara tingkat
pendidikan ibu dengan berat badan lahir bayi.
Beberapa uji lainnya memiliki hasil yang tidak sesuai dengan kerangka teori seperti
hubungan dengan faktor riwayat merokok terhadap berat badan lahir bayi dan riwayat hipertensi
dengan berat badan lahir bayi. Hal ini menandakan kemungkinan adanya bias dalam penelitian.
Saran
Saran untuk penelitian ini adalah dilakukannya penelitian lebih lanjut dan lebih
mendalam untuk mengurangi kemungkinan terjadinya bias dalam penelitian dan juga untuk
membahas mengenai faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh terhadap berat badan lahir
bayi.

Daftar Pustaka
1. Wardlaw TM. Low birthweight: country, regional and global estimates. New York:
UNICEF; 2004.p.3-4.
2. Spencer N. Weighing the evidence: how is birthweight determined. Abingdon: Radcliffe
Publishing; 2004.p.5-11.
3. Conley D, Strully KW, Bennett NG. The starting gate: birth weight and life chances.
California: University of California Press; 2004.p.159-61.
4. Oaks L. Smoking and pregnancy: the politics of fetal protection. New Jersey: Rutgers
University Press; 2004.p.8-13.
5. Thorn G. Practical parenting: healthy pregnancy. London: Octopus Publishing Group;
2004.p.24-5.
6. Hoffman JI, Moller JH. Pediatrics cardiovascular medicine. 2nd ed. Oxford: John Wiley
& Sons; 2012.p.944-7.
7. Acton QA. Vascular diseases: advances in research and treatment. Georgia: Scholarly
Editions; 2012.p.324-6.
8. Rodgers YM. Maternal employment and child health: global issues and policy solutions.
Northampton: Edgar Elgar Publishing; 2011.p.101-4.
9. Budiarto E. Metodologi penelitian kedokteran: sebuah pengantar. Jakarta: EGC,
2004.p.154.