Anda di halaman 1dari 17

Infiltrasi

Volume air yang mengalir kedalam profil persatuan luas dikenal dengan
laju infiltrasi. Pengaliran yang memiliki satuan kecepatan juga dikenal dengan
kecepatan infiltrasi. Pada kondisi laju hujan melebihi kemampuan tanah untuk
menyerap air dan infiltrasi akan berlarut dengan laju maksimal.
Kemampuan infiltrasi untuk menjelaskan laju infiltrasi yang dihasilkan
bila air pada tekanan atmosfer tersedia bebas di permukaan tanah. Pergantin
istilah ini dengan kemampuan infiltrasi menghindari kontradiksi antara ektensitas
dan intensitas dalam istilah kapasitas infiltrasi dan memungkinkan jika
penggunaan istilah laju infiltrasi dalam artian literal umum untuk menyatakan
pengaliran permukaan pada kondisi yang umum, berapapun besarnya laju atau
tekanan pemberian air kedalam tanah.
Kemampuan infiltrasi tanah tergantung pada faktor-faktor seperti waktu
dari hujan saat infiltrasi, kandungan air awal penghantar hidroulik, kondisi
permukaan tanah dan juga terdapatnya pengukuran kemampuan infiltrasi tanah
terdiri dari penggenangan pemberian hujan buatan dan analisis hidrograf daerah
ungkapan air.
Alat yang digunakan adalah : 1) single ring, 2) papan, 3) ember, 4)
cangkul, 5) mistar, 6) stopwatch, 7) alat tulis.
Sedangkan bahan yang digunakan adalah : 1) air.
Cara Kerja
a) cari lokasi yang akan kita lakukan percobaan

b) bersihkan permukaan tanah tersebut dari vegetasi yang tumbuh diatas nya tanpa
merusak perakarannya
c) masukkan single ring ke dalam tanah, kira-kira bagian
d) masukkan air ke dalam single tersebut
e) kemudian amati penurunan airnya, sesuai dengan interval waktu yang ditentukan,
yaitu : 2 menit, 4 menit, 6 menit dan 8 menit.
L1 sesaat =

Intake
x 60
Interval waktu

L1 rerata = Intake komulatif


x 60
Waktu komulatif

KETERHANTARAN HIDRAULIK / PERMEABILITAS TANAH JENUH


Permeabilitas ialah sifat yang menyatakan laju pergerakan suatu zat cair
melalui suatu media yang berpori-pori, dan disebut pula konduktivitas hidraulik.
Dalam hal ini cairan adalah air tanah dan media berpori adalah tanah itu sendiri.
Permeabilitas ini ada dua macam, yaitu permeabilitas pada tanah jenuh air dan
permeabilitas pada tanah tidak jenuh.

Keterhantaran hidrolik (K) adalah perbandingan antara debit terhadap


gradient hidrolik atau sudut pengaliran dan kurva gradient. Pada tanah jenuh
dengan struktur stabil, serta pada media sarang yang mantap seperti batu berpasir,
sebagai contoh, keterhantaran hidrolik dicirikan oleh nilai yang tetap. Besarnya
sekitar 10-2 10-3 cm/detik pada tanah pasir dan 10 -4 10-7 cm/detik untuk tanahtanah liat.
Data mengenai permebilitas tanah sangat penting diketahui untuk
digunakan dalam kepentingan-kepentingan pembukaan daerah pengairan dan
drainase. Pengamatan keterhantaran hidaulik dapat juga dilakukan langsung
dilapangan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk pengamatan
keterhantaran hidrolik dilapangan adalah metode auger hole. Menurut Susanto
(2004), metode auger hole adalah metode yang cepat, sederhana dan dapat
dipercaya untuk pengukuran keterhantaran hidraulik lapisan tanah yang berada di
bawah muka air tanah.
Susanto (2004), juga menjelaskan bahwa metode auger hole memberikan
nilai permeabilitas rata-rata lapisan tanah dari muka air tanah sampai beberapa
sentimeter dibawah lubang auger. Jika ada lapisan kedap pada dasar lubang auger
maka nilai K ditentukan oleh lapisan-lapisan di atas lapisan kedap ini.
Perbedaan konduktivitas hidrolik tanah baik jenuh maupun tak jenuh tiap
lapisan kedalaman tanah dapat sebagai petunjuk cepat atau lambatnya aliran air
pada tiap kedalaman, sehingga berpengaruh pada distribusi air tiap lapisan
kedalaman tanah. Distribusi air tiap kedalaman tanah berpeluang pada kelarutan
hara. Selain itu, pergerakan air yang cepat berpotensi membawa hara baik yang

masih berupa pupuk, terlarut, maupun yang terikat oleh koloid tanah; sehingga
menentukan kadar hara pada setiap lapisan profil tanah

I.PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Infilrasi merupakan proses masuknya air dari permuakan kedalam tanah.
Infiltarasi berpengaruh terhadap saat mulai terjadinya aliran permukaan atau run
off. Infiltrasi dari segi hidrologi penting, karena hal ini menandai peralihan air
permukaan yang bergerak cepat ke air tanah yang bergerak lambat dari air tanah.
( Hardjowigeno,1993)
Kapasitas infiltrasi suatu tanah dipengaruhi sifat sifat fisiknya drajat
kemapatannya, kandungan air dan permiabilitas lapisan bawah permukaan nisbi
air dan iklim mikro tanah. Air yang berinfiltrasi pada suatu tanah hutan karena
pengaruh gravitasi dan daya tarik kapiler atau disebabkan pula oleh tekanan dari
pukulan air hujan pada permukaan tanah.Proses berlangsungnya air masuk ke
permuakan tanah kita kenal dengan infiltrasi. Laju infiltrasi dipengaruhi oleh
tekstur dan struktur, kelengasan tanah, kadar materi tersuspensi dalam air juga
waktu.(Suripin, 2001)
Dengan mempelajari proses terjadinya dan faktor yang mempengaruhi
dalam proses infiltrasi terutama pada infiltrasi dibawah tegakan hutan, mahasiswa
memahami berbagi fungsi penting dari hutan sebagai salah satu media untuk
meningkatkan proses masuknya air dalam tanah sehingga peran hutan dalam
mengendalikan aliran permukaan nampak lebih jelas. Dengan memahami proses
dan cara pengukurannya, mahasiswa dapat melakukan analisis dan medesain
pembangunan atau pengelolaan suatu kawasan hutan dengan memperhatikan
peran proses infiltrasi didalamnya.

Setelah mempelajari kita akan mengerti dan memahami proses infiltrasi,


faktor faktor yang mempengaruhi, mampu melakukan pengukuran dan
perhitung untuk analisis hidrologi suatu kawasan.Perkolasi merupakan proses
kelanjutan aliran air tersebut ke tanah yang lebih dalam.Setelah lapisan tanah
bagian atas jenuh, kelebihan air tersebut mengalir ke tanah yang lebih dalam
sebagai akibat gaya gravitasi bumi dan dikenal sebagai proses perkolasi.
Penentuan laju perkolasi dapat dilakukan dengan memperhatikan kondisi fisik
tanah (permeabilitas,porositas dan tekstrur tanah), kedalaman air tanah dan
topografi daerah tinjauan serta sifat geomorfologi secara umum (Sudjarwadi,
1983).
Dari singkat uraian diatas, maka diperluka percobaan atau pengamatan laju
infiltrasi dan perkolasi.Infiltrasi adalah proses meresapnya air atau proses
meresapnya air dari permukaan tanah melalui pori-pori tanah. Dari siklus
hidrologi, jelas bahwa air hujan yang jatuh di permukaan tanah sebagianakan
meresap ke dalam tanah, sabagian akan mengisi cekungan permukaan dan sisanya
merupakan overland flow. Sedangkan yang dimaksud dengan daya infiltrasi (Fp)
adalah laju infiltrasi maksimum yang dimungkinkan, ditentukan oleh kondisi
permukaan termasuk lapisan atas dari tanah.Besarnya daya infiltrasi dinyatakan
dalam mm/jam atau mm/hari.Laju infiltrasi (Fa) adalah laju infiltrasi yang
sesungguhnya terjadi yang dipengaruhi oleh intensitas hujan dan kapasitas
infiltrasi.Kurva kapasitas merupakan hubungan antara kapasitas infiltrasi dengan
waktu yang terjadi selama dan beberapa saat setelah terjadinya hujan.Kapasitas
infiltrasi secara umum akan tinggi pada awal terjadi nya hujan ,akan tetapi
semakin lama kapasitas nya maka akan mencapai penurunan hingga mencapai
titik konstan. Besarnya penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu:
Kelembapan tanah
Kompaksi
Penumpukan bahan liatan
Tekstur tanah
Struktur tanah
Menurut knaap(1978) untuk mengumpulkan data infiltrasi dapat dilakukan dengan
tiga cara yaitu:

Inflow-outflow
Analisis data hujan dan hidrograf
Double ring inflometer
Dari ketiga cara tersebut yang paling sering digunakan pengukuran infiltrasi
dilapangan yaitu dengan menggunakan doble ring inflometer.double ring
infiltometer merupakan cara yang termudah dilakukan dimana selain pengukuran
yang mudah dilakukan juga bahan untuk membuat alatnya mudah dicari,inilah
yang menjadi alasan mengapa cara ini paling sering dilakukan
B.Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu :
1.Untuk mengetahui laju masuknya air kepermukaan dengan satuan cm/jam dan
menetahui laju masuknya air kedalam tanah (rembesan air kedalam tanah) dengan
satuan cm/jam.
2.Mahasiswa mampu menentukan nilai parameter inflitrasi yaitu fo, fc, dan K.
3.Mahasiswa mampu menetapkan persamaan penduga dan membuat kurva
inflitrasi model Horton
4..Mahasiswa dapat menghitung volume inflitrasi total selamawaktu (t) tertentu.

II.TINJAUAN PUSTAKA

1.1 Pengertian Infiltrasi


Infiltrasi didefinisikan sebagai proses masuknya air ke dalam tanah
melalui permukaan tanah. Umumnya, infiltrasi yang dimaksud adalah infiltrasi
vertikal, yaitu gerakan ke bawah dari permukaan tanah (Jury dan Horton, 2004).
Infiltrasi tanah meliputi infiltrasi kumulatif, laju infiltrasi dan kapasitas infiltrasi.
Infiltrasi kumulatif adalah jumlah air yang meresap ke dalam tanah pada suatu
periode infiltrasi. Laju infiltrasi adalah jumlah air yang meresap ke dalam tanah
dalam waktu tertentu. Sedangkan kapasitas infiltrasi adalah laju infiltrasi
maksimum air meresap ke dalam tanah (Haridjaja, Murtilaksono dan Rachman,
1991).
Laju infiltrasi tertinggi dicapai saat air pertama kali masuk ke dalam tanah
dan menurun dengan bertambahnya waktu (Philip, 1969 dalam Jury dan Horton,
2004). Pada awal infiltrasi, air yang meresap ke dalam tanah mengisi kekurangan
kadar air tanah. Setelah kadar air tanah mencapai kadar air kapasitas lapang, maka
kelebihan air akan mengalir ke bawah menjadi cadangan air tanah (ground water)
(Jury dan Horton, 2004).

1.2 Kapasitas Infiltrasi


Kapasitas Infiltrasi adalah kurva batas yang menggambarkan laju
peresapan air maksimum dengan waktu untuk jenis tanah tertentu (termasuk jenis
penutup tanahnya).
Faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas infiltrasi :
f = fC + e- kt
Rumus Horton

laju infiltrasi pada waktu t (mm/jam)

fc

kapasitas infiltrasi pada waktu t (mm/jam)

f0 - fc

f0

kapasitas infiltrasi awal pada t=0 mm/jam)

waktu terhitung mulainya hujan (menit)

konstanta untuk jenis tanah dan penutup

tertentu (1/menit)

1.3 Perhitungan Infiltrasi dan Laju Infiltrasi


Penentukan besarnya infiltrasi dapat dilakukna dengan melalui tiga cara
yaitu:
1. Menentukan perbedaan volume air hujan buatan dengan volume air larian pada
percobaan laboratorium menggunakan simulasi hujan buatan (metode simulasi
laboratorium).
2. Menggunakan alat ring infiltrometer (metode pengukuran lapangan).
3. Teknik pemisahan hidrograf aliran dari data aliran air hujan (metode separasi
hidrograf).
1.4 Pengukuran Infiltrasi
Infiltrasi dapat diukur dengan cara berikut :

a. Dengan infiltrometer
Infiltrometer dalam bentuk yang paling sederhana terdiri atas tabung baja
yang ditekankan kedalam tanah.Permukaan tanah di dalam tabung diisi air.Tinggi air
dalam tabung akan menurun, karena proses infiltrasi. Kemudian banyaknya air yang
ditambahkan untuk mempertahankan tinggi air dalam tabung tersebut harus diukur.
Makin kecil diameter tabung makin besar gangguan akibat aliran ke samping di
bawah tabung. Dengan cara ini infiltrasinya dapat dihitung dari banyaknya air yang
ditambahkan kedalam tabung sebelah dalam per satuan waktu.
b. Dengan testplot
Pengukuran infiltrasi dengan infiltrometer hanya dapat dilakukan terhadap
luasan yang kecil saja, sehingga sukar untuk mengambil kesimpulan terhadap
besarnya infiltrasi bagi daerah yang lebih luas.
Untuk mengatasi hal ini dipilih tanah datar yang dikelilingi tanggul dan digenangi air.
Daya infiltrasinya didapat dari banyaknya air yang ditambahkan agar permukaannya
konstan. Jadi testplot sebenarnya adalah infiltrometer yang berskala besar.
c. Lysimeter
Lysimeter merupakan alat pengukur berupa tangki beton yang ditanam dalam tanah
diisi tanah dan tanaman yang sama dengan sekelilingnya, dilengkapi dengan fasilitas
drainage dan pemberian air. Untuk mencapai tujuan ini lebih baik digunakan
lysimeter timbang, dengan lysimeter timbang besarnya infiltrasi dengan kondisi curah
hujan yang sebenarnya dapat dipelajari. Curah hujan harus diukur dengan alat
pencatat hujan (recording rain gauge) yang harus ditemptkan di dekat lysimeter
tersebut.

1.5 Model Horton


Model Horton adalah salah satu model infiltrasi yang terkenal dalam
hidrologi. Horton mengakui bahwa kapasitas infiltrasi berkurang seiring dengan
bertambahnya waktu hingga mendekati nilai yang konstant. Ia menyatakan
pandangannya bahwa penurunan kapasitas infiltrasi lebih dikontrol oleh faktor
yang beroperasi di permukaan tanah dibanding dengan proses aliran di dalam
tanah. Faktor yang berperan untuk pengurangan laju infiltrasi seperti penutupan
retakan tanah oleh koloid tanah dan pembentukan kerak tanah, penghancuran

struktur permukaan lahan dan pengangkutan partikel halus dipermukaan tanah


oleh tetesan air hujan. Model Horton dapat dinyatakan secara matematis
mengikuti persamaan 6.3:
f = fc + (fo fc)e-kt ; i fc dan k = konstan .. (6.3)
Keterangan;
f : laju infiltrasi nyata (cm/h)
fc : laju infiltrasi tetap (cm/h)
fo : laju infiltrasi awal (cm/h)
k : konstanta geofisik
Model ini sangat simpel dan lebih cocok untuk data percobaan. Kelemahan utama
dari model ini terletak pada penentuan parameternya f0, fc, dan k dan ditentukan
dengan data-fitting. Meskipun demikian dengan kemajuan sistem komputer
proses ini dapat dilakukan dengan program spreadsheet sederhana.
1.6 Model Philip Tanah Dua-Lapis
Pada satu seri dari papernya, Philip memperkenalkan analisis dari infiltrasi
berdasarkan persamaan Fokker-Planck, atau persamaan aliran untuk tanah
homogen dengan kadar lengas tanah awal dan suplai air yang berlebihan
dipermukaan.
Kurva Kapasitas Infiltrasi
Kurva kapasitas merupakan hubungan antara kapasitas infiltrasi dengan
waktu yang terjadi selama dan beberapa saat setelah terjadinya hujan.Kapasitas
infiltrasi secara umum akan tinggi pada awal terjadi nya hujan ,akan tetapi
semakin lama kapasitas nya maka akan mencapai penurunan hingga mencapai
titik konstan.
Besarnya penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu:
Kelembapan tanah
Kompaksi
Penumpukan bahan liatan
Tekstur tanah
Struktur tanah

Menurut knaap(1978) untuk mengumpulkan data infiltrasi dapat dilakukan


dengan tiga cara yakni:
Inflow-outflow
Analisis data hujan dan hidrograf
Double ring inflometer
Dari ketiga cara tersebut yang paling sering digunakan pengukuran infiltrasi
dilapangan yaitu dengan menggunakan doble ring inflometer.Double ring
infiltometer merupakan cara yang termudah dilakukan dimana selain pengukuran
yang mudah dilakukan juga bahan untuk membuat alatnya mudah dicari,inilah
yang menjadi alasan mengapa cara ini paling sering dilakukan.

III. METEODOLOGI

A. Tempat dan Waktu


Pratikum infiltrasi dan kurva kapasitas inflitrasi menurut model horton
dilaksanakan di lahan jurusan teknologi pertanian, pada tanggal 28 Mei 2013
tepat pada pukul 15.00 s/d selesai

B. Alat dan Bahan


Alat yang dipakai pada pratikum ini adalah 1).Penggaris, 2).Ring sample,
3).Single ring, 5).Martil besar (batem), 6).Papan, 7).Stop watch, dan 8).ember.
sedangkan Bahan yang digunakan adalah 1).Air
C. Prosedur kerja
Prosedur kerja yang dilakukan pada pratikum ini adalah sebagai berikut :
1. Siapkan terlebih dahulu bahan-bahan yang diperlukan dalam praktikum
pegukuran infiltrasi
2. Ambil ring sample ,kemudian tancapkan kedalam tanah sedalam dari ring
sample tersebut.
3. Tancapkan ring sample dengan perlahan dengan bantuan papan diatas
nya,kemudian
ketok papan tersevut dengan menggunakan martil hingga kedalaman ring sample

4. Kemudian ambil single ring ,dan tancapkan kedalam tanah posisikan ring
sample
ditengah-tengah single ring
5. Lakukan jkerjaan ini dengan baik jangan sampai mengganggu posisi daripada
ring sample
6. Isikan air kedalam ring sample hingga penuh
7. Tempelkan penggaris disamping ring sample tengah untuk mengetahui
seberapa

banyak

air

yang

serap

oleh

tanah
8. Hidupkan stop watch untuk menghitung laju infiltrasi
9. Catat hail yang diperoleh dari praktikum ini setelah melewati interval waktu(t)
yang telah ditentukan.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil

Tabel A.1
Data inflitrometer (single ring)
T(jam)

0,16

0,33

0,5

0,66

0,83

f(cm/jam)

10.5

10.3

9.8

9.1

8.6

8.3

7.9

Tabel A.2
perhitungan parameter inflitrasi
Kapsitas
No
1
2
3
4
5
6
7

Waktu (t)
0
0.166667
0.333333
0.5
0.666667
0.833333
1

(cm/jam)
10.5
10.3
9.8
9.1
8.6
8.3
7.9

infitrasi

(f)
fc
1
1
1
1
1
1
1

f-fc
9.5
9.3
8.8
8.1
7.6
7.3
6.9

Log(f-fc)
0.977723605
0.968482949
0.944482672
0.908485019
0.880813592
0.86332286
0.838849091

Persamaan liner regresi y=mX+C atau y=t dan X= log (f-fc) dengan
mempolt hubungan t dan log (f-fc) pada kertas grafik atau menggunakan
kalkulator maka diperoleh persamaan sebagai berikut y = -6,6582x + 6,5666,

Gambar A.1
kurva mencari gradien m
Dari

persamman

liner

tersbutdiperolehgradient

m=

-6.658,

denganmenggunakanrumus K= -1/0.434m, maka K= 0.34


dengan diketahuinya nilai pada tabel A.2, maka peramaasn kurva kapasitas
inffiltrasinya adalah , dimana f=fc+(fo-fc)e-Kt
T

fc

fo

10,5

10,5

0,34

0,16

10,3

9,807595

0,34

0,33

9,8

8,866016

0,34

0,5

9,1

7,833685

0,34

0,66

8,6

7,072366

0,34

0,83

8,3

6,505097

0,34

7,9

5,911215

0,34

Volume inflitrasi

untuk menghitung jumlah inflirasi total (Vt) selama waktu (t) maka dari
persamaan horton tersebut dilakukan integral dari persamaan horton yang
menghasilkan luasan dibawah kurva, yaitu :
V(t)= fc.t+

(1-

Satuan volume total (Vt) = tinggikolom air (mm, cm


daninchitergantungsatuanpada parameter infiltrasi yang digunakan.
Contoh :
Dari perhitunganpersamaankurva Horton di atasdiperoleh, fc = 1.0 cm/jam; fo=
10,5cm/jam dan K = 0.34 . Hitung volume total infiltrasiselama1 jam untuk areal
1 ha?.
Penyelesaian :
(10,5 1,0)
a. Jumlahtinggi air (1 jam) = 1,0 . 2 + --------------- (1
-3,06.2

)
0.34
= 5,07 cm = 0,0507 m

b. Volume air infiltrasipada areal 1 ha selama 2 jam adalah


V = 0,0507 x 104m3 = 507 m3
B.Pembahasan
Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan dilahan penelitian
Jurusan Teknologi Pertanian bahwa untuk mengukur laju infiltrasi pada tanah
dapat digunakan alat yang bernama infiltrometer, infiltrometer itu sendiri dibagi
menjadi 2 jenis yaitu : Single ring infiltrometer dan double ring infiltrometer.
Pada praktikum ini digunakan alat single ring infiltrometer. Pengunaan alat ini
cukup mudah dalam penggunaannya dan dapat dipindah pindahkan.
Pada lahan tersebut terjadinya penurunan pada laju infiltrasi setiap 10
menit. Hal ini terjadi karena adanya pengaruh dari bahan organic yang terkandung
didalam tanah tersebut. Pada lahan tersebut hanya sedikit mengandung bahan
organik dan mengakibatkan pori-pori pada tanah hanya sedikit. Sehingga daya
serap tanah pada air membutuhkan waktu yang cukup lama.

Pada praktikum ini tinggi air yang diperoleh selama 1jam dengan luas lahan
1ha yaitu 0.0088232 m dan Volume air infiltrasi pada areal 1 ha selama 1 jam
adalah V = 0,0088232 x 104 m3 = 88.232 m3.
Pengukuran kemudian dilakukan pada tempat yang tidak berbeda jauh dari
areal pertama dengan selang waktu pertama lima menit dan volume air yang
diukur dengan jangka waktu satu jam. Pengukuran menggunakan metode Horton
untuk mendapatkan jumlah tinggi air dan volume air infiltrasi, dimana jumlah
tinggi air dalam waktu satu jam adalah 0,0507 m. Kemudian hasil tersebut
dimasukkan kedalam tabel excell untuk ditentukan menggunakan persamaan
Horton. Hasil tersebut menggunakan data (f), (fc), (t), (k) kemudian data tersebut
digunakan untuk menentukan kurva gradien M.
Infiltrasi pada areal tersebut berlangsung lama hal ini dikarenakan pada
areal tersebut lebih padat daripada areal pertama sehingga kapasitas air masuk
kedalam tanah lebih sulit dibandingkan pada percobaan pertama. Proses
pemukulan juga berpengaruh dalam kapasitas infiltrasi yang terjadi. Jika
pemukulan tidak rata maka infiltrasi akan lebih sulit terjadi. Tanah pada areal
tersebut juga berpengaruh terutama keadatan tanah. Semakin padat tanah maka
laju infiltrasi semakin sulit untuk terjadi.

V. KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan
1.Perhitungan kapasitas infiltrasi dapat ditentukan dengan menggunakan model
Horton
f = fc + (fo-fc) e kt
2. Kurva kapasitas infiltrasi merupakan kurva hubungan antara kapasitas infiltrasi
dan waktu yang terjadi selama dan beberapa saat setelah hujan.
3. Infiltrasi adalah proses aliran air (umumnya berasal dari curah hujan) masuk ke
dalam tanah.

4. Infiltrasi merupakan penyerapan air oleh tanah yang berlangsung pada waktu
tertentu
5. Kita dapat menghitung volume infiltrasi dengan cara persamaan Horton
6. Double ring inflometer salah satu cara yang paling sering dilakukan dalam
pengukuran infiltrasi dilapangan,hal ini disebabkan pembuatan dan cara kerjanya
yang simple.
7.Single ring infiltrometer merupakan alat yang dapat digunakan untuk
mendapatkan data pengukuran infiltrasi pada suatu areal.
8. Kerapatan tanah mempengaruhi laju infiltrasi pada suatu areal.
9. Kecepatan laju infiltrasi berpengaruh terhadap volume air yang masuk kedalam
tanah.
B.Saran
Perlunya konsentrasi dan keseriusan dalam praktikum agar praktikan dapat
memahami dan mengerti pengukuran laju infiltrasi dengan metode Horton.