Anda di halaman 1dari 7

PEMERIKSAAN TITIK LEMBEK ASPAL

(RING AND BALL TEST)


(PA-0302-76)
(AASHTO-T53-74)
(ASTM-D36-69)

1. TEMPAT PERCOBAAN
Percobaan Pemeriksaan Titik Lembek Aspal dilakukan pada Sabtu, 8 Juni
2013 bertempat di Laboratorium Jalan Raya, Fakultas Teknik Sipil, Universitas
Sumatra Utara, Medan.

2. TUJUAN PERCOBAAN
Tujuan percobaan ini untuk menentukan angka titik lembek aspal yang
berkisar dari 30C sampai dengan 157C dengan cara ring and ball. Titik lembek
merupakan temperature pada saat bola baja dengan berat tertentu, mendesak turun
lapisan aspal yang tertahan dalam cincin, berukuran tertentu, sehingga aspal
menyentuh pelat dasar yang terletak dibawah cincin pada jarak 25.4 mm, sebagai
akibat kecepatan pemanasan tertentu.

3. TEORI
Aspal adalah material termoplastis yang secara bertahap mencair sesuai
dengan pertambahan suhu dan berlaku sebaliknya pada pengurangan suhu. Namun
perilaku material aspal tersebut terhadap suhu atau prinsipnya membentuk suatu
spektrum / beragam. Tergantung dari komposisi unsur-unsur penyusunannya.
Percobaan ini dilakukan karena pelembekan bahan asapal dan ter, tidak terjadi
secara lansung dan tiba tiba pada suhu tertentu, tetapi bahan gradual seiring
penambahan suhu. Oleh sebab itu setiap prosedur yang di pergunakan diadopsi untuk
menentukan titik lembek aspal dan ter, hendaknya mengikuti sifat dasar tersebut
artinya penambahan suhu pada percobaan hendaknya berlansung secara gradual
dalam jenjang yang halus.

[Mardiana / 1007210019]

PEMERIKSAAN TITIK LEMBEK ASPAL


(RING AND BALL TEST)

Dalam percobaan ini titik lembek ditujukan dengan suhu pada bola baja
dengan berat tertentu mendesak turun suatu lapisan aspal atau ter yang tertahan dalam
cincin dengan ukuran tertentu sehingga plat tersebut menyentuh plat dasar yang
terletak pada tinggi tertentu sebagai kecepatan pemanasan.
Titik lembek menjadi suatu batasan dalam penggolongan aspal dan ter. Titik
lembek haruslah diperhatikan dalam membangun kontruksi jalan. Titik lembek
hendaknya lebih tinggi dari suhu permukaaan jalan . titik lembek aspal dan ter adalah
30 C - 200 C yang artinya masih ada nilai titik lembek yang hamper sama dengan
suhu permukaan jalan.Pada umumnya cara ini diatasi dengan menguakkan filler
terhadap campuran aspal.
Metoda ring and ball pada umumnya di terapkan pada aspal dan ter ini. Dapat
mengukur titik lembek bahan semi solit sampai solit. Titik lembek adalah besar besar
suhu dimana aspal mencapai derajat kelembekan (mulaileleh)dibawah kondisi
spsictes, berdasarkan tesausparatus yang ada bahwa pengujian titik lembek di
pengaruhi banyak factor.
Spesifikasi binamarga tentang titik lembek untuk aspal keras pen 40 (Ringg
and ball) adalah 51C (minimum) dan 63 C (maksimum), sedangkan pen 60 adalah
min 48C dan max 58C
Titik lembek adalah besarnya suhu dimana aspal mencapai derajat kelembekan
(mulaimeleleh) dibawah kondisi spesifikasi dari es :
1.

Berat bola isi

2.

Jarakantara ring dandoser plat besi

3.

Besarnyasuhupemanas

Menurut SK SNI 06 2434 1991, titik lembek aspal dan terberkis arantara
46 - 54c. Dalam pengujian titik lembek ini diharapkan titik lembek hendaknya lebih
tinggi dari suhu permukaan jalan sehingga tidak terjadi pelelehan aspal akibat
temperature permukaan jalan, untuk itu dilakukan usaha untuk mempertinggi titik
lembek antara lain dengan menggunakan filler terhadap campuran beraspal.
[Mardiana / 1007210019]

PEMERIKSAAN TITIK LEMBEK ASPAL


(RING AND BALL TEST)

Faktor faktor yang mempengaruhi pengujian titik lembek antara lain adalah :
1.

Kualitas dan jenis cairan penghantar.

2.

Berat bola besi.

3.

Jarak antara Ring dengan aspal plat besi.

4.

Besarnya suhu pemanasan.

Aplikasi dari nilai titik lembek antara lain dapat digunakan sebagai :
1. Bersama sama dengan nilai Penetrasi digunakan untuk menentukan PI
(Penetration Index) yang merupakan tingkat kepekatan aspal terhadap
temperatur.
2. Menentukan modulus bahan aspal dengan menggunakan nomogram Van
Der Poel.
3. Menentukan sifat kelelahan dari lapisan aspal dan agregat.

3. PERALATAN
a.

Cincin; dua cincin yang terbuat dari bahan kuningan

b.

Pelat persiapan benda uji; dengan permukaan halus terbuat dari bahan kuningan
ukuran (50 mm x 75 mm)

c.

Bola baja; dua bola baja dengan diameter 9,5 mm, setiap bola mempunyai berat (3,5
0,05) gram

d.

Pengarah bola; dua pengarah bola terbuat dari bahan kuningan, untuk meletakkan
bola di tengah cincin, untuk setiap bola satu bentuk dan dimensi.

e.

Bejana perendam; gelas kimia tahan panas, mempunyai ukuran diameter dalam
tidak kurang dari 85 mm dan tinggi tidak kurang dari 120 mm dari dasar bejana
yang mendapat pemanasan.

f.

Dudukan benda uji yang terdiri dari; pemegang cincin dan peralatannya, terbuat dari
bahan kuningan digunakan untuk meletakkan 2 cincin berisi lapisan aspal yang
diletakkan pada posisi horizontal.

g.

Thermometer

[Mardiana / 1007210019]

PEMERIKSAAN TITIK LEMBEK ASPAL


(RING AND BALL TEST)

4. BENDA UJI
a.

Panaskan contoh, aduk dengan teratur untuk menghindari pemanasan berlebih pada
suatu tempat dan menghindari terjadinya gelembung pada saat benda uji dituang,
setelah cair aspal siap untuk dituang.

b.

Panaskan aspal tidak lebih dari 2 jam sampai temperature penuangan dapat lebih 110
C atau dari atas titik lembek aspal yang diperkirakan.

c.

Bila pengujian harus diulangi, maka gunakan contoh uji yang baru pada wadah yang
bersih.

d.

Tuangkan aspal yang telah dipanaskan kedua cetakan cincin sampai

berlebih.

Diamkan benda uji selama 30 menit pada temperature ruang.


e.

Bila benda uji telah dingin, potong bagian aspal yang berlebih diatas cincin dengan
pisau atau spatula panas, sehingga lapisan aspal pada cincin penuh dan rata dengan
bagian atas cincin.

5. PROSEDUR PERCOBAAN
a.

Siapkan peralatan, bendauji, pengarah bola dan termometer.

b.

Isi bejana gelas dengan air suling (suhu 5C) sampai dengan 1053 mm,
masukkan peralatan pada tempatnya dalam bejana gelas.

c.

Letakkan thermometer diantara kedua benda uji, periksa dan aturlah supaya jarak
antara dasar benda ujidengan pelat dasar menjadi 25,4mm.

d.

Letakkan bola baja yang bersuhu 5C diatas dan ditengah masing-masing benda uji
menggunakan penjepit dengan memasang kembali pengarah bola.

e.

Panaskan bejana yang berisi air suling sehingga kenaikkan suhu menjadi 5C per
menit, kecepatan pemanasan ini tidak boleh diambil kecepatan pemanasan rata-rata
dari awal dan akhir pengujian, untuk 3 menit pertama perbedaan kecepatan
pemanasan tidak boleh 0,5C;

f.

Kemudian dilakukan pembacaan waktu untuk setiap kenaikkan suhu 5C hingga


benda uji menyentuh pelat dasar (pengujian dihentikan) dan diperoleh titik lembek
dari benda uji tersebut

[Mardiana / 1007210019]

PEMERIKSAAN TITIK LEMBEK ASPAL


(RING AND BALL TEST)

6. PERHITUNGAN
Amati terus kenaikkan suhunya sampai bola baja jatuh dan menyentuh pelat akibat aspal
melunak. Catatlah waktu yang diperlukan (dalamdetik) untuk setiap kenaikkan suhu
kelipatan 5C.

PEMERIKSAAN I

PEMERIKSAAN II

No.

Waktu
(menit)

Suhu
(oC)

No.

Waktu
(menit)

Suhu
(oC)

2,15

10

2,15

10

4,05

15

4,05

15

5,41

20

5,41

20

7,33

25

7,33

25

9,35

30

9,35

30

11,42

35

11,42

35

13,52

40

13,52

40

15,32

44

16,10

46

Temperatur pada saat bola menyentuh pelatdasar:


I.

44

II.

46

Temperatur titik lembek (Ring & Ball) rata-rata

[Mardiana / 1007210019]

45oC

PEMERIKSAAN TITIK LEMBEK ASPAL


(RING AND BALL TEST)

7. GAMBAR ALAT

Cincin dan Bola Baja :

Proses Pencairan Bitumen :


Berfungsi sebagai Mencairkan
bitumen yang telah mengeras

Alat Pembakar :

Berfungsi sebagai Penahan aspal dan


Pemberat saat pada proses softening di dalam
Bejana air.

Gelas Ukur / Bejana :

Berfungsi sebagai Pemanas saat


proses Softening

Berfungsi sebagai Alat saat proses


Softening

Termometer :
Berfungsi sebagai Pengukur
Suhu saat percobaan
[Mardiana / 1007210019]

Proses Saat Bitumen Turun


Menyentuh Lempengan Dasar
pada Gelas Ukur
PEMERIKSAAN TITIK LEMBEK ASPAL
(RING AND BALL TEST)

8. APLIKASI LAPANGAN
Sebagai pengetesan untuk menentukan besarnya titik lembek aspal yang dapat
terjadi akibat pemanasan pada suhu temperatur tertentu.

9.KESIMPULAN
1. Dari hasil percobaan diperoleh derajat titik lembek (supaya aspal menja dilembek)
adalah pemanasan sampai pada suhu 45C dalam rata-rata.
2. Menurut ketentuan Bina Marga AC 60/70 mempunyai derajat titik lembek antara
48C - 58C.
3. Dari hasil percobaan disimpulkan bahwa yang diuji memenuhi persyaratan untuk
titik lembek aspal menurut Bina Marga.

10. REFERENSI
1. Buku Pedoman Praktikum Jalan Raya Departemen Teknik Sipil USU
2. Silvia, Sukirman, Perkerasan Lentur Jalan Raya
3. Laporan Praktikum Jalan Raya.
4. www.jayatrade.com/aspal_polimer.php
5. SK SNI 06 2434 1991

[Mardiana / 1007210019]

PEMERIKSAAN TITIK LEMBEK ASPAL


(RING AND BALL TEST)

Anda mungkin juga menyukai