Anda di halaman 1dari 25

MANUAL

No: 002- 06 / BM I 2006

Konstruksi dan Bangunan

PekerjaanLapis PondasiJalan
Buku 6
LAPISPONDASITANAHSEMEN

DEPARTEMENPEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT
JENDERALBINAMARGA

Prakata

Salah satu aspek penting untuk menunjang keberhasilanpembinaan jalan adalah


tersedianyaStandar,Pedomandan Manual (SPM) yang
- dapat diterapkandenganmudah
dalam praktek. SPM yang sudah biasa digunakan dalam pembinaan jatan adalah
Spesifikasi.Namun demikian,karena Spesifikasibiasanyadisajikandalam uraian yang
ringkassehinggakadang-kadang
dialamikesulitandalam memahamiSpesifikasitersebut,
sehinggapenerapannya
kemungkinan
kurangsesuaidenganyang diharapkan.
Untukmembantumemecahkanpersoalandi atas,Direktorat
BinaTeknik,Direktorat
Jenderal
Bina Marga, DepartemenPekerjaanUmum mencobamenyusunManual PekerjaanLapis
PondasiJalan.
Tatacarapenulisanmanual ini telah disesuaikandengan pedoman yang diterbitkanoleh
BadanStandarisasi
NasionalNomor8-2000tentangPenulisanStandarNaiionallndonesia.
Karena tujuan utama penyusunanmanual ini adalah untuk membantudalam memahami
atau menafsirkanSpesifikasiyang berkaitandengan lapis pondasijalan, maka susunan
uraianpada manualini sejauhmungkindisesuaikan
dengansusunanpada BukuSpesifikasi.
Dengan demikian,apabiladalam Buku Spesifikasidijumpaiartikel yang dipandangsulit
dipahamiatau ditafsirkan,maka artikeltersebut,termasukpenjelasannya,diharapkandapat
ditemukandengan mudah dalam manual ini. Dengan manual ini, diharapkanSpesifikasi
yang diberlakukanpada suatu proyek benar-benardapat diterapkansesuai dengan
tujuannya,yaitu untuk mendapatkanlapis pondasi yang kinerjanyaandal. Manual ini
juga beberapajenis lapispondasiyang potensialuntukditambahkan
menguraikan
ke dalam
Buku Spesifikasi.
Kepada pihak-pihakyang telah membantgtersusunnyamanual ini, pimpinanDirektorat
JenderalBina Margatidak lupa mengucapkanterlmakasihserta mengharapkan
masukanmasukanlebihlanjutyang diperlukanuntuklebihmenyempurnakan
manualini.

Jakarta.

Desember2006

Qifehtuf Jenderal Bina Marga

"-',,"HendriantoN.

Daftarisi

1.
2.
3.
4.

5.

6.

7.

8.

R u a n gl i n g k u p
...1-20
A c u a nn o r m a t i f . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . : . . . . . . . . .
...............1-20
lstilah
d a n d e f i n i s. i. . . . . . . . , . . . . . .
.................2-2C
Persyaratan...............
..........3-20
4.1. Persyaratan
bahan
....3-20
4.1.1. Tanah.......
....3-20
4 . 1 . 2 . S e m e nP o r t l a n d
.............3-20
4.1.3. Air............
....3-20
4 . 2 . P e r s y a r a t acna m p u r a n . . . . . . . . . . . . . . .
.4-20
4 . 3 . P e r s y a r a t ahna s i lp e l a k s a n a alna p i sp o n d a s i t a n ashe m e n
.............4-20
pera1atan...............
4.4. Persyaratan
.4-20
4.4.1. Umum
..........4-20
4 . 4 . 2 . A l a tp e n g g e m b udra n p e n c a m p u.r. . . . . . .
.............5-20
4 . 4 . 3 . A l a tp e n g h a m p a r
...........5-20
4 . 4 . 4 . A l a tp e n y i r a m . . . . . . . . . . . .
.....5-20
4 . 4 . 5 . A l a tp e m a d a t . . . . . . . . . . . . . .
....5-20
4 . 4 . 6 . A l a tb a n t u .
....5-20
P e m b u a t afno r m u l ac a m p u r a n .
.............6-20
5 . 1 . P e m b u a t a fno r m u l ac a m p u r a nr a n c a n g a (nF C R )
...........6-20
5.2. Pembuatanformulacampurankerja(FCK)
.....7-20
P e l a k s a n a a. .n. . . . . . . . . . . . .
........8-20
6 . 1 . P e n y i a p atna n a hd a s a r
...............8-20
p
e
n
c
a
m
p
u
r
a
n
6 . 2 . P e m i l i h a cna r au n t u k
......10-20
danpenghamparan..........
6.2.1. Pencampurandan penghamparandengancara pencampurandi
tempat(mix-inplace)
...10-20
6.2.2. Pencampurandan penghamparanmenggunakancara mesinterpusat
(central-plant).............
..11-20
6.3. Pemadatan
12-20
6.4. Perawatan
12-20
Pengendalian
mutu
13-20
7 . 1 . P e n g e n d a l i apne n y i a p atna n a hd a s a r . . . . . . . .
.13-20
7.2. Pengendalianpenghalusantanah
13-20
7 . 3 . P e n g e n d a l i akna d a ra i r u n t u ko p e r a spi e n c a m p u r adni t e m p a t . . . . . . . . . . . . . . 1 4 - 2 0
n a d al a p i sp o n d a stia n a hs e m e n . . . . . . .
7 . 4 . P e n g e n d a l i apne m a d a t a p
....14-20
7.5. Pengendalian
ketebalanlapispondasitanahsemen
....14-20
7 . 6 . P e n g e n d a l i akna d a rs e m e n
......14-20
7.7. Perbaikanterhadaplokasiyang tidak memenuhiketentuan
14-20
7.8. Pengembalian
kondisipekerjaansetelahpengujian
.....15-20
Pengelolaan
pekerjaanlapispondasitanahsemen
lingkunganpelaksanaan
15-20
8.1. Umum.......
15-20
8 . 2 . M o b i l i s a sdia n d e m o b i l i s a s i . . . . . . . . .
16-20
8 . 3 . T r a n s p o r t ad
s ia n p e n a n g a n a.n. . . . . . . . . . . . . .
.....16-20
8 . 4 . P e m e l i h a r a al n
a l ul i n t a s. . . . . . . . .
...16-20
8.5. Pekerjaap
n e m b e r s i h a.n. . . . . . . . . . . . . .
17-20
8.6. Aspek lingkunganhidup
17-20

8 . 7. G a l i a n
8.8. Ketentuaninstalasipencampur
jalansampingdanjembatanyangdigunakan.
8.9. Pemeliharaan
8.10. Pemeliharaan
untukkeamananlalu lintas...

....19-20
.20-20
20-20
20-20

Daftar tabel

T a b e l6 . 1 . P e r s y a r a t aAni r . . . . . . . . . .
Tabel6.2. Sifat-sifat
yang disyaratkan
untuklapispondasitanah semen
Tabel 6.3. Petunjukuntuk pemilihanalat-alatyang cocok

..............4-210.....4-20
10-20

Daftargambar

G a m b a6
r . 1 . Baganalirpembuatan
(FCR)pondasitanah
rancangan
campuran

semen
Gambar6.2. C o n to h a si l sta bilisasitanah
dengan
semen

ill

...............9-20
..... .15- 20

Pendahuluan

Manualpekerjaanlapispondasijalan ini dimaksudkanuntukmembantudalammemperbaiki


dan meningkatkan
pemahamantentangpekerjaanlapis pondasijalan.Apabiladalam Buku
Spesifikasi
dijumpaiartikelyangsulitdipahamiatau ditafsirkan,
makadiharapkan
dalambuku
manualini dapatmemberikanketeranganyang cukup bagi perencanadan pelaksanadalam
merencanakan
pekerjaanlapispondasijalansehinggadidapatkankinerja
dan melaksanakan
jalan
pondasi
lapis
/perkerasan
sesuairencana.
Buku manualini disajikandalam8 buku,denganruanglingkupsebagaiberikut:
Buku1. Umum
Menguraikan
tentangfungsilapispondasi,jenis lapispondasi.Adapunjenis lapispondasi
yang dibahasmencakupprinsipstabilisasi,
jenis stabilisasisertapenggunaannya,
filosifi
jenis
disaindan pelaksanaan
pekerjaanstabilisasi,
peralatan
yang
termasuk
digunakan.
Buku 2. Pengambilancontoh dan pengujianbahan lapis pondasi
Menguraikantata cara pengambilancontoh,cara mereduksicontohsehinggavolumenya
sesuai dengan keperluanpengujianyang akan dilakukan,tata cara pengujianyang
diperlukanuntukmenentukansifat-sifatbahan yang menjadiparametermutu,baik bahan
yang akan atau telah digunakandapat dievaluasi,serta menguraikan
juga perhitungan
gradasiagregat.
Buku 3. Lapis pondasi agregat
Menguraikanpersyaratanagregat,campuran,peralatandan persyaratanhasil pekerjaan
lapis pondasi agregat serta menguraikantata cara perencanaan,pelaksanaandan
pengendalian
mutulapispondasiatasdan lapispondasibawah.
Buku 4. Lapis pondasi agregat semen
Menguraikantentangpersyaratanbahan (agregat,semen dan air), campuran,peralatan
dan persyaratan hasil pekerjaan lapis pondasi agregat semen. Di samping itu,
menguraikanjuga tentangtata cara perencanaan,pelaksanaandan pengendalianmutu
lapis pondasiagregatsemen untuk lapis pondasiatas (LPAS)dan lapis pondasiagregat
semenuntuklapispondasibawah(LPBAS).
Buku 5. Lapis pondasi beton padat giling (BPG/RCC)
Menguraikantentangpersyaratanbahan (agregat,semen dan air), campuran,peralatan
dan persyaratanhasil pekerjaan lapis pondasi beton padat giling (BPG/RCC) serta
menguraikantentangtata cara perencanaan,pelaksanaandan pengendalianmutu lapis
pondasibetonpadatgiling(BPG/RCC).
Buku 6. Lapis pondasitanah semen
Menguraikantentang persyaratanbahan, campuran, peralatandan persyaratan
pekerjaanlapis pondasitanah semen. Di samping itu, membahasjuga tentang
perencanaan,
pelaksanaan
dan pengendalian
mutulapispondasitanahsemen.
Buku 7. Lapis pondasi tanah kapur
Menguraikantentang persyaratanbahan, campuran, peralatandan persyaratanhasil
pekerjaanlapis pondasi tanah kapur. Di samping itu, membahasjuga tentang cara
perencanaan,
pelaksanaan
dan pengendalian
mutulapispondasitanahkapur.
Buku 8. Permasalahanlapangan
Membahasbeberapa permasalahanlapanganyang terjadi pada beberapatahapan
kegiatan dan dampaknya terhadap kualitas hasil pekerjaan. Tahapan tersebut
diantaranya
penghamparan
adalahpengadaandan penimbunanmaterial;pengangkutan;
dan pemadatan;
dan perawatan(khususuntuklapispondasiyangdistabilisasi).

Buku6
pondasi
Lapis
tanahsemen

1.

R u a n gl i n g k u p

Lapis pondasitanah semen adalahlapis pondasiyang terbuatdari tanah yang distabilisasi


dengansemen.Stabilisasi
tanahdengansemenadalahcampurantanahdengansemendan
air dengankomposisitertentusehinggatanahtersebutmemilikisifatatau daya dukungyang
lebihbaikdari semula.
Tanah yang digunakanuntuk pondasitanah semen adalah lempung,lanaudan termasuk
tanah berbutir(granular)sepertipasirdan kerikil.
Jenis pekerjaanyang dibahaspada Buku 6 ini mencakupuraiantentangpersyaratanbahan,
campuran, peralatan dan persyaratan hasil pekerjaan lapis pondasi tanah semen. Di
samping itu, membahasjuga tentangcara perencanaan,pelaksanaandan pengendalian
mutu lapispondasitanahsemen.
2.

Acuan normatif

s N t 0 3 - 1 7 4 3 -1 9 8 9
,
Metode
PengujianKepadatanBerat UntukTanah
sNl 03-1744-1989,
MetodePengujianCBR Laboratorium
s N r - 0 3 -1 9 6 6 -1 9 9Metoda
0,
PengujianBatasPlastis
s N t - 0 3 -1 9 6 7 -1 9 9Metode
0.
PengujianBatasCair denganAlat Cassagrande
s N t -0 3 - 1 9 6 8 -1 9 9Metoda
0,
PengujianTentangAnalisaSaringanAgregatHalusdan Kasar
sNr 03-2828-1992,
MetodePengujianKepadatanLapangandenganAlat KonusPasir
sNt 15-2049-1994,
SemenPortland
sNr 03-3438-1994,
Tata Cara Pembuatan Rencana StabilisasiTanah dengan Semen
Portland

sNt 03-3440-1994,
Tata Cara PelaksanaanStabilisasiTanah dengan Semen Portland
u n t u kJ a l a n

sNt 03-3423-1994,
MetodePengujianAnalisisUkuranButirTanahDenganAlat Hidrometer
sNl 03-6412-2000,Metode PengujianKadar Semen Dalam CampuranSegar SemenTanah

sNr 03-6427-2000.Metode PengujianUji Basah dan Kering CampuranTanah-Semen


Dipadatkan

sNt 19-6426-2000,
Metode Pengujian Pengukuran pH Pasta Tanah-Semen untuk
Stabilisasi

sNl 03-6798-2002.Tata Cara Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Kuat Tekan dan
LenturTanah-Semen
di Laboratorium

sNl 03-6817-2002,
MetodePengujianMutuAir untukDigunakanDalamBeton
sNl 03-6886-2002,Metode PengujianHubunganAntara Kadar Air dan Kepadatanpada
CampuranTanah-Semen

sNl 03-6887-2002.MetodePengujianKuatTekanBebasCampuranTanah-Semen

'l-20

3. lstilahdan definisi
3.1.
bahanpengikat(CementiousMateriall
bahanyang digunakan
dalamcampuranlapis pondasitanahsementerdiriatas semen
portlandsajaatausemenportlandditambah
denganbahan pozzolan.
3.2.
berat kering maksimum(maximumdry density,MDDI
bahanyang digunakan
dalamcampuranlapis pondasitanahsementerdiriatas semen
portlandsajaatausemenportlandditambah
denganbahan pozzolan.
3.3.
kadarair optimum (OptimumMoistureContent,OMCI
jumlah atau proporsiair terhadapberat kering agregatyang menghasilkan
kepadatan
tertinggi.
3.4.
lapispondasi
lapisanpada sistemperkerasan
yang terletakdibawahlapis permukaan
dan diataslapis
pondasibawahyangberfungsi
menyebarkan
tegangandarilapispermukaan
kepadalapisan
dibawahnya.
3.5.
lapis pondasibawah
lapisanpadasistemperkerasan
yangterletakdibawahlapispondasidan diatastanahdasar
yangberfungsi
menyebarkan
tegangan
darilapisandiataspadatanahdasar.
3.6.
pH
derajatkeasaman
darisuatubahan.
3.7.
pozolan
bahanyangmempunyai
susunankimiaidentikdenganportland
cementdengankadarCaO
yang rendahsehinggatidak mempunyai
daya lekatsepertisemendan bersifatpozzolanic
jika bercampur
portland
dengan
cementdan ditambahkan
Bahanini bisa
air ke dalamnya.
mensubstitusi
sebagian
dariportland
cementdalamcampuran.
3.8.
semen
bahanpengikatataumatrikantarapartikel-partikel
yangmengikatbutiranbatuankhususnya
butiranpasir,kwarsitataukonglomerat.
3.9.
stabilisasitanahdengansemen
campuran
tanahdengansemendanair dengankomposisi
tertentusehingga
tanahtersebut
mempunyai
sifatlebihbaikdaritanahsemula.
3.10.
tanahlateritatau lateritis
jenis tanah berbutiryang berasaldari endapanvulkanikyang banyakmengandung
gumpalan
dariferrooksida.

2-20

4.

Persyaratan

4.1.

Persyaratan
bahan

4.1.1. Tanah
a. Sebelumpenghalusan,
tanahyangcocokuntukdigunakan
sebagailapispondasitanah
semenharussesuaidenganukuranpartikel
yangditentukan
di bawahini dengancara
pengayakan
basah:
(1) Ukuranpalingbesardaripartikel
batuharuslebihkecildari75 mm.
(2) Kurangdari50 % melewati
saringan
No.200denganpengayakan
secarabasah.
(3) Setelahpenghalusan
tanah, batas ukuran partikelharus diperiksa,sehingga
gumpalan
tanahbilamana
diayaksecarakeringmemenuhi
ketentuan
di bawahini:
LolosAyakan25 mm
. 100%
LolosAyakanNo. 4
75%
"
b . Tanah dengan plastisitasyang rendah
atau tanah laterit yang mempunyaisifat-sifat
kekuatan yang tinggi, adalah tanah yang cenderungdipilih, daripadatanah yang
berkekuatanrendah,plastisitastinggiatau tanah mengembang(expansive).
Tanah harus bebas dari bahan organik yang dapat mengginggu proses hidrasi dad
Semen Portland.Bilamanadiuji sesuaiprosedurSNI 19-6426-2000,nilaipH nya setelah
berselangsatujam harus lebihbesar dari 12,2.
d . Tanah yang digunakanharus sedemikianhinggamenunjanghasil lapis pondasitanah
semen yang disyaratkan.Tanah yang sifat-sifatnyatidak memenuhipersyaratanbelum
tentu akan ditolakjika tanah tersebutmemenuhipersyaratanlapis pondasitanah semen
sebagaimana
disajikanpadaTabel6.2.
e . Semua lokasisumber bahan yang diusulkanharus diperiksadan disetujuidan untuk
memastikanbahwa sifat-sifattanah tersebutdapat digunakanterlebihdahulu harus diuji
dan hasilnyamemenuhipersyaratan.
4.1.2. Semen Portland
a. Semenyang digunakanuntuklapispondasisementanahadalahSemenPortlandbiasa
yang memenuhi ketentuan Standar Nasional Indonesia SNI 15-2049-1994Semen
PortlandType l.
b. Pengujianmutu harus dilakukanpada setiappengirimansemen ke lapangan,dan juga
setiapsaat untuksemenyang sudahdisimpandi lapangandan akandigunakan.
c. Semua semen yang akan digunakandalam pekerjaan harus disimpan di tempat
penyimpanan
di lapangansesuaidenganketentuanyang disyaratkan
dan harusdidaftar
untuk setiap penerimaannya.Banyaknyasemen yang diletakkandi lapanganuntuk
PercobaanLapangan Awal (PreliminaryField Trials)atau dalam pekerjaan juga harus
dicatatsecaraterincidan tidakada semenyang bolehdiletakkandi lapangan.
4.',1.3.Air
Sebelummemulaipekerjaan,air yang digunakandalam pekerjaanharuslahair tawar,dan
bebas dari endapanmaupun larutanatau bahan suspensiyang mungkindapat merusak
pembuatanlapispondasitanahsemensepertiyang sudahditentukan,
dan harusmemenuhi
ketentuanyangdisyaratkan
sesuaiyangdisajikanpadaTabel6.1.

3-20

Tabel6.1.Persyaratan
Air
No.
1.

2.
3.
4.
5.

MacamPenouiian
pH
Bahanorqanik
Minvakmineral

Kadarsulfat(Na"SO.)
KadarClorida(NaCl)

N i l a il i i n
4 , 5- 8 , 5
< 2000 ppm
< 2o/oberat semen
< 1 0 . 0 0 0p p m
< 20.000ppm

MetodaPenquiian
AASHTO T26-79

sNl 03-6817-2002
S N I06 -2502-1991

sNt 06-2426-1991
sNt 06- 2431- 1991

4.2. Persyaratan
campuran
Lapis Pondasitanahsemenharusmemenuhipersyaratan
sebagaimana
disajikanpada
Tabel6.2.
Tabel 6.2. Sifat-sifatyang disyaratkanuntuklapispondasitanah semen
PENGUJIAN

BATAS-BATAS SIFAT
(SetelahPerawatan7 hari)

Kuat Tekan Bebas kolcm'

Min.20
100"

cBR(%)

METODE
PENGUJIAN
sNt 03-6887-2002
sNr03-1744-1989

* Angka ini dapat


disesuaikanmelaluimengkalibrasikan
denganangka-angkaUCS yang disyaratkan,
mengikutipengujiankalibrasiuntuksetiapjenis tanah baru.

4.3.

Persyaratan
hasilpelaksanaan
lapispondasitanahsemen

pekerjaan
Hasilpelaksanaan
lapispondasilapispondasitanahsemenharusmemenuhi
persyaratan
atautoleransi
sebagaiberikut:
a . Formasitanahdasaryang sudahdisiapkanuntukdihamparpondasitanahsemenharus
memenuhi persyaratan,termasuk persyaratandimensinya.
b . Pada setiap pengukuranpenampang melintang,tebal rata-rata lapis pondasi tanah
semen yang sudah selesai dengan kekuatan dan kehomogenanyang diterima,
berdasarkanpengujiandari benda uji inti (core),harus sama atau lebih tebal dari pada
tebalrancangansepertiyangditunjukkan
padaGambarRencana.
Permukaan akhir dari lapisan teratas lapis pondasi tanah semen harus mendekati
ketinggianrancangandan tidak boleh kurang dari satu sentimeterdi bawah elevasi
rancangandi titikmanapun.
d . Permukaanakhir lapis pondasitanah semen tidak boleh menyimpanglebihdari 2 cm
dari mistar lurus sepanjang3 m yang diletakkandi permukaanjalan sejajardengan
sumbujalanataudari mal bersudutyang diletakkanmelintang.
e. Permukaanakhir dari lapisanterataslapis pondasitanah semen yang tidak rata akan
mengakibatkanbertambahnyakuantitas campuran aspal yang diperlukan untuk
pelapisanagar dapat memenuhitoleransikerataanpermukaancampuranaspal seperti
yang disyaratkan.
4.4.

Persyaratanperalatan

4.4.1. Umum
Peralatandan mesin-mesin
yang digunakandalam pelaksanaanpekerjaanharuslaik pakai
atau terkalibrasidan dirawat agar supaya selalu dalam keadaan yang memuaskan.
Peralatanprocessingharus direncanakan,dipasang,dioperasikandan dengan kapasitas
sedemikiansehinggadapat mencampurtanah, semen dan air secara merata sehingga
menghasilkancampuranyang homogenatau seragamyang diperlukanuntuk pemadatan.
Bilamana Instalasi pencampur digunakan maka instalasi pencampur tersebut harus
4-20

dikalibrasi
terlebihdahuluuntukmemperoleh
aliranyang menerusdari komponen-komponen
campurandenganproporsiyang benar.
Lapis pondasitanah semen harus dipadatkandengan alat pemadatsepertitimbrismekanis
(tampingcompactor),alat pemadat roda besi dengan penggetar,alat pemadat roda besi
dan alat pemadatroda karet.
4.4.2. Alat penggemburdan pencampur
Alat penggemburan
dan pencampuran
tanah harus menggunakanperalatanmekanisyang
mampumenggemburkan
tanahsehinggamemenuhipersyaratan
derajatkegemburan
tanah.
pencampuran
Keseragaman
dan kinerja lapis pondasi tanah semen yang baik tergantung
padatingkatkegemburan.
Peralatanpenggemburan
dan pencampuran:
a) Mesinpencampurpusat
b) Rotavatorringan(<100PK)
c) Rotavatorberat(>100 PK)
d) Motorgrader
e) Peralatanmanual(cangkul,sekop,gacokdll.)
4.4.3. Alat penghampar
Alat penghampartanah semen harus menggunakanperalatanmekanis yang mampu
menyebarkan
bahanlapispondasitanahsemendengantebalyangseragam.
Peralatanpenghampar:
a) Mesinpenghampar(pavingmachine)
b) Kotak penyebar(spreader box)
c) Motorgrader
d) Peralatanmanual
4.4.4. Alat penyiram
Tangkiair yang dilengkapi
denganbatangpenyiramair.
4.4.5. Alat pemadat
Alat pemadatterdiriatas:
a) Alat timbris mekanis(tampingcompactor)
b) Pemadatrodabesitendem
c) Pemadatgetar
d) Pemadatroda karet
e) Stempergetar
4.4.6. Alat bantu
a)
b)
c)
d)
e)

Penggaruk
Sekop
Roda dorong
Karunggoni
Alat penyemprotkabutair saat perawatan(handsprayer)

5-20

5.

Pembuatanformula campuran

5.1. Pembuatanformula campuran rancangan(FCR)


Campuranlapis pondasitanahsemen terdiriatas tanah,semen dan air. Kadarsemen dan
kadar air adalah berdasarkanhasil pengujianlaboratoriumdan percobaanlapanganawal,
tetapi harus dalam rentang3 % sampai dengan 12 % dari berat tanah asli (yaitu sebelum
dicampurdengansemen)dalamkeadaankeringoven.
O Rancangancampuranlaboratorium
dengancara UCS
Untuksetiaplokasisumberbahan (borrowpit) baru atau terdapatperubahanjenis tanah
yang akan digunakan,harus dilakukanpercobaancampurandi laboratoriumuntuk
menentukan:
1) Apakah bisa atau tidak membuat lapis pondasi tanah semen yang memenuhi
ketentuandalam hal kekuatandan karakteristikperubahanvolume,dari tanah yang

bersangkutan.
2 ) Kadarsemenyangdibutuhkan
untukmencapaikekuatansasarancampuran(target
mix strength).
3 ) Bataskadarair dan kepadatan
yangdiperlukan
pemadatan
untukpengendalian
di
lapangan.
@ Rancangancampuranlaboratorium
denganCara CBR
1) PengujianCaliforniaBearing Rafio (CBR) dapat digunakan sebagai alternatifdari
pengujianUCS. Akan tetapi,khususnyauntuktanah kohesif,karenahasil kekuatan
campurandari pengujianCBR pada umumnyatidak setepatdari pengujianUCS.
Apabila ditemukansumber bahan baru dan suatu jenis tanah yang baru maka
pengujianUCS dan CBR dapatdilakukankeduanya.
2) BilamanapengujianCBR digunakan,proseduryang diberikandalamSNI 03-17441989 harus diikuti(penumbuk2,5 kg) kecualisetelahpencetakanbenda uji harus
dirawatdengancara sebagaiberikut:
a) Semua benda uji dimasukkanbersama-samake dalam suatu kantong plastik
yang besar.
b) Udara dalam kantong plastik harus dijaga supaya tetap lembab dengan
menempatkansebuahpanci yang terbukayang diisi denganair dalam kantong
plastikbesartersebut.Air harusdr1agadenganhati-hatiagar tidak memercikatau
dengankatalainmenghindarkan
bendauji berkontaklangsungdenganair.
c) Kantongplastiktersebutharusditutuprapatdan diletakkandi suatutempat yang
teduh selamatepatT2 jam.
d) Setelah perawatan selama 72 jam, benda uji tersebutharus dikeluarkandari
kantong plastik dan direndam di dalam bak air selama g6 jam, kemudian
dilanjutkan
denganpengujiankekuatanCBR.
Prosedur untuk mendapatkanformula campuran rancangan (mix design) ini mencakup
langkah-langkah
berikutini (Gambar6.1):
1) Tentukanhubunganantara kadar air dan kepadatanuntuk tanah yang bersangkutan
denganmenggunakanpalingsedikitempat macam kadar semen SNI 03-6886-2002dan
g a m b a r k a nh a s i ld a r i p e n g u j i a ni n i s e p e r t id a l a mG r a f i kl ( G a m b a r 1 0 . 1 ) .P u n c a kd a r i
setiapkurvahubungankadarair - kepadatanmenyatakanKepadatanKeringMaksimum
(Maximum Dry Density/MDD) dan Kadar Air Optimum (Optimum Moisture Content /
OMC)untukkadarsemenyangdigunakan.
2) Masukkanangka-angkadari MDD dan OMC untuk setiap macam kadar semen pada
Grafik ll dan hubungkan titik-titik pengujian menjadi kurva yang luwes untuk
mendapatkan
variasidari MDD dan OMC denganbermacam-macam
kadarsemenuntuk
tanahyang bersangkutan.
6-20

3) Denganmenggunakanpalingsedikitempat macam kadar semen,buatlahserangkaian


benda uji untuk diuji kuat tekannya (Unconfined Compression Sfrength/UCS)dimana
benda uji ini dipadatkansampai dengan MDD dan OMC seperti yang ditentukan(a) di
atas. Setelah perawatanselama 7 hari, ujilah benda-bendauji ini dengan mengikuti
prosedur yang diberikandi SNI 03-6887-2002dan masukkan angka-angkakekuatan
yang diperolehpada Grafik lll. Gambarkankurva yang luwes melaluititik-titikpengujian
dan pilihlahkadar semen pada campuranyang memberikankekuatansasaranseperti
yang disyaratkan.
4) Masukkanangka dari kadar semen campuranyang dipilihitu kedalamGrafik ll, yang
sudah digambarpada butir 2) di atas, dan tentukanangka MDD dan OMC campuran
TanahSemendari kadarsemenyang dipilih.Gunakannilai-nilai
MDD dan OMC ini untuk
menentukankepadatanyang cocok dan batas kadar air untuk pengendalianpemadatan
di lapangan,dan gambarkanbatas-batastersebutpada GrafiklV.
5.2. Pembuatanformula campuran kerja (FCK)
1) Setelah formula campuran rancangan(FCR) diperoleh,langkah berikutnyaadalah
membuat formula campuran kerja. Pembuatan formula campuran kerja (FCK)
merupakansuatu keharusandan bilamanapembuatancampuranmenggunakanInstalasi
pencampur,maka lnstalasipencampurtersebutharus dikalibrasiterlebihdahuluuntuk
memperolehcampurandenganproporsiyang benar.
2) Lakukan pembuatancampurandengan komposisisesuai FCR, yaitu kadar air dan
kepadatanoptimumserta proporsisemen yang memenuhinilai kuat tekan bebas (UCS)
yang ditargetkan.Pencampurankadar semen yang sudah direncanakandi laboratorium,
diperiksadengan faktor efisiensipencampurandi lapangandengan ketentuansebagai
berikut:
a) Rumusuntukmenghitung
yaitu:
faktorefisiensi,
Kekuatancampurandilapangan

FE=
Kekuatan
campuran
dilaboratorium

b) Faktorefisiensihubungannya
yaitu:
denganalat pencampuran,
(1) alat pembentukmekanik . 40-50%;
(2) alatpencampurrotor
: 60-80%;
(3) instalasipencampur
: 80-100%.
3) Untuk usulansetiapjenis tanah baru yang akan digunakan,rancangancampuranlapis
pondasi tanah semen yang ditunjukkan dalam prosedur laboratoriumyang harus
dilengkapidengan pembuatan lajur percobaan lapis pondasi tanah semen yang
diusulkansepanjang50 meter dengan tebal, peralatan,pelaksanaandan prosedur
pengendalian
mutuyangdiusulkanuntukpekerjaanini.
4) Lajur percobaan ini harus diterapkan di luar lapangan (proyek) dan tidak ada
pembayaranuntuklajurpercobaantersebut.
5) Semua tahap pelaksanaan,masa perawatandan pengujiandari lajur percobaanakan
diawasi dengan cermat.Variasi prosedurkerja atau jumlah dan jenis dari pengujian
harusdilakukansedemikianrupa sehinggadiperolehhasilpercobaanyang memuaskan.
Pemeriksaanselama percobaanharus termasuk,tetapi tidak terbataspada, penentuan
yang berikutini :
a) Kecocokan,efisiensidan keefektifanumum dari cara dan peralatanyang diusulkan,
ditentukandalam hal kecepatandan seluruhkemampuandan keberhasilan
dalam
percobaanini.
melaksanakan
b) Derajat penghalusantanah yang dicapai,ditentukanbersama-samadengan cara
jumlahlintasanpenghalusan
visualmaupundengancara pencatatan
yangdiperlukan
untukmencapaiderajatkehalusanyangdisyaratkan.
c) Keefektifanpenggilasandan pemadatan,ditentukandengan pengujiankonus pasir
(sand cone) untuk memeriksa kepadatan lapangan pada pekerjaan yang sudah
selesaidenganfrekuensi3 (tiga)uji per segmen.
7-20

d) "Bulking ratio" adalah perbandinganantara tanah gembur yang sudah dihaluskan


dengan campuranyang sudah dipadatkan,untuk menentukantebal bahan gembur
yang diperlukanagardiperolehrancangantebalpadatlapisancampuran.
e) Rancangancampurantanahsemenyang memadai,ditentukandenganmengadakan
pengujianCBR dan/atauUCS pada benda uji berumur 7 hari yang diambil dari
campuransebelumdigilasdenganfrekuensi3 (tiga)uji per segmen,dan dilengkapi
dengan pengujianUCS pada benda uji inti yang diambildari lajur percobaanyang
sudahselesai.
Batas-bataspraktiskepadatandan kadar air untuk pengendalianpemadatandidapat
dari rancangancampuran laboratorium,ditentukandengan melakukanpengujian
kepadatan lapangan dan kadar air lapangan segera setelah campuran selesai
dipadatkandan membandingkan
yangdiusulkan.
hasilnyadenganbatas-batas
Hubungan
percobaan
antara
CBR
dan
UCS
untuk
campuran
tanah semen dengan
s)
menyiapkan dan menguji benda uji tersebut dengan dua cara pengujian dan
membandingkankekuatanrata-ratayang diperolehdari setiap cara pengujianpada
umur 1, 7 dan28 hari untukuji UCS dan 7 hari untukuji CBR.
h ) Kebutuhandan cara yang paling tepat untuk induksi dan pengendaliankeretakan
adalah penggilasan menggunakan pemadat roda karet, ditentukan dengan
mengamati lajur percobaan selama masa perawatan dan, bilamana retak susut
berkembangsecaraberlebihan,adalahdenganpengendalian
penggunaanberbagai
jenis dan beratdari mesingilas.
Jenis selaputtipis (membran)dan cara perawatanpada lapis pondasitanah semen
yang paling tepat, ditentukandengan cara visual pada permukaanlajur percobaan
dan kecepatanhilangnyaair yangdapatditentukan
denganpengujiankadarair.
Jumlah
yang
lapisan
diperlukan
lapis pondasitanahsemen yang
untuk
memperoleh
i)
memenuhiketentuandengan rancangantebal penuh (full depth design),ditentukan
denganvariasijumlahlapisandengantebalmasing-masing
maksimum20 cm.
k) Berdasarkandata yang diperolehdari lajur percobaandan tidak lebih cepat dari 14
hari setelahlajur percobaandihampar.
6.

Pelaksanaan

6.1. Penyiapantanah dasar


1 ) Pekerjaanpenyiapantanahdasarharusdilakukansesuaidenganketentuan,yaitugaris,
ketinggiandan dimensisepertiyang ditunjukkan
dalamGambarRencana.
2 ) Arti dari tanahdasaradalahpermukaantanahyang sudahdisiapkanuntukpelaksanaan
pekerjaan lanjutan yang akan dilaksanakan.Kecuali bilamana elevasi perkerasannya
harus dinaikkan(raisingof the pavementgrade) sepertiyang ditunjukkanpada Gambar
Rencana,maka permukaantanah dasar harus sama tinggi dengan permukaanjalan
lama.
3 ) Permukaanjalan lama harusdibersihkandari bahanyang tidakdiinginkandan kemudian
digilas (proof-rolling).Setiap ketidakrataanatau amblas yang terjadi pada permukaan
jalan lama selamapemadatanharusdiperbaikidenganmenggemburkan
lokasitersebut
dan menambah, membuang atau menggantibahan, menyesuaikankadar air jika
diperlukan,
dan memadatkannya
kembalisupayapermukaannya
halusdan rata.
4 ) Setelahselesaipemadatandan sebelummemulaioperasiberikutnya,
permukaantanah
dasarharusmemenuhitoleransipermukaanyangditetapkan.
5 ) Setiaplokasitanah dasar yang menjadilumpur,pecah-pecah
atau lepas karenacuaca
atau kerusakanlainnyasebelumdimulainyapenghamparan
lapis pondasitanah semen
harusdiperbaikisampaimemenuhipersyaratan.
6 ) Sebelumpenghamparan
lapispondasitanahsemenpadasetiapruas,tanahdasarpadat
yang sudahdisiapkanharusdibersihkan
dari debudan bahanlainnyayang mengganggu
dengankompresoranginatau cara lain yang disetujui,dan harusdilembabkanbilamana
diperlukan.

Persvaratankualitasbahan

GMFIK II

GRAFIKI
DAPATKAN BIKM & KAO
PADA BERBAGAI7OSEMEN

A
l

9
=
7:J

vo
a<

DAPATKANBIKM& KAOUNTUK
YANGDIPILIH
% SEMEN

\Y
\<

ii'i 0a

A
\:/

=
(r
o
tr

>z

/n

/u

<x

/:

ii<
m-

E
uJ
(D

KADARAIR (%)
LAKUKANPENGUJIAN
KTB ATAU CBR
TERHADAPBENDA UJI
YANG MEMPUNYAI
BIKM & KAO PADA
GRAFIK I

KADARSEMEN(%) ----->

-)

GUNAKAN BIKM" DAN KAO"


UNTUK MENENTUKAN
BATAS-BATAS
PENGENDALIAN
PEMADATAN DI LAPANGAN

G R A F I KI I I

t,,-{
(6)l

GMFIK IV

PENENTUANKADAR
SEMEN

.E

!
N

a
dl
uJ
(D

h
i
N=Z
r

z
u.z
t!<
Y(,
Y{

F k<

)<
ul

"

tuJ
(D

)<

KADARSEMEN (%)

KADARAIR LAPANGAN(Oh)

BIKM = BERAT ISI KERINGMAKSIMUM;KAO = KADARAIR OPTIMUM:KTB = KUAT TEKAN BEBAS

Stop

Gambar6.1. Baganalir pembuatancampuranrancangan(FCR)pondasitanahsemen

6.2. Pemilihancarauntukpencampuran
dan penghamparan
Pencampuran
tanah,semendan air harusdilakukandengancara pencampuran
di tempat
(mix-in-pl
pencampur
pusat
(central-mixi
ace) atauinstalasi
ng-plant).
Operasidenganinstalasipencampurbiasanyadibatasihanya untuktanah berplastisitas
rendah.Suatuindikatorbatasatas dari plastisitas
tanahyang masihdapatmenggunakan
instalasipencampurpusat dapat diperolehdenganmengalikanindeksplastisitastanah
denganpersenlolosayakanNo.40.Bilamananilainyakurangdari 500 cara pencampuran
denganinstalasi
dapatdigunakan.
Berbagaimacamalat yang dapatdigunakan
untukpencampuran
di tempatdapatdibagi
dalamempatkelompok
:
1) Rotavatoruntuk pekerjaanberat yang mesinnyalebih dari 100 PK, seringdisebut
"Pulvimixer"
(alatpenghalus
tanah),
2) Mesinstabilisasi
tanahsatu lintasan(single-pass
soi/ stabilization
machine),biasanya
mesinnya
lebihdari100PK;
Batasatasplastisitas
tanahyangdapatdikerjakan
denganberbagaimacammesinberikutini
yangdicantumkan
di dalamTabel6.3.
Tabel6.3. Petunjukuntukpemilihanalat-alatyang cocok
PETUNJUK
JENISPERALATAN
MesinPencamouran
Pusat
RotavatorRinqan(< 100 PK)

RotavatoruntukPekerjaan
Berat( > 100PK )

INDEKSPLASTISITASTANAH
DIKALIKANPERSEN
LOLOS AYAKAN No.40
< 500
< 1000
< 3500

TEBALPERKIRAANMAKSIMUM
YANGMAMPUDILAKUKAN
DALAMSATULAPIS(cm)
TakDibatasi
15
20 sld 30
jenistanahdan
tergantung
PK mesinvanqtersedia

< 2000 s/d 3000


MesinStabilisasiTanahSatu
20
Lintasan
PK mesin
teroantuno
Catatan:
Peralatantidak akan diterimaatau ditolakberdasarkantabelini, dan hanyadiberikansebagaipetunjuk
umum.
6.2.1. Pencampuran dan penghamparan dengan cara pencampuran di tempat (mix-in
place)

1 ) Tanahdari lokasisumberbahanyang telahdisetujuiharusdihampardan disebarsampai


rata di atas tanahdasaryang sudah disiapkanserta kadar airnyadisesuaikanseperlunya
untuk mendapatkan penghalusan tanah yang optimum. Bilamana pengeringan
diperlukan, kecepatan pengeringan harus dimaksimumkandengan terus menerus
menggaruktanahmemakaipulvimixer(penghalus
tanah) atau peralatansejenisdengan
beberapalintasanawal sampaitanahtersebutcukupkeringuntukdikerjakan.
2 ) Kadarair optimumtanahuntukpenghalusan
akanberadadi bawahkadarair tanahuntuk
kepadatankeringmaksimum,sepertiyang ditentukanpada SNI 03-1742-1989,
dan akan
dirancang berdasarkan percobaan lapangan awal. Pekerjaan penghalusan harus
dilaksanakanbilamana kadar air tanah berada dalam rentang 2% (dari berat tanah
kering)dari angkayangtelahdirancang.

3) Sebelumsemenditambahkan,
kecualiuntuk
tanahitu harusdihaluskan
sedemikian,
partikelbatu atau kerikil,sehinggagumpalantanah bilamanadiayaksecarakering
( s e su aBi u ti 4
r .1 .1 a .):
= 100%
LolosAyakan25 mm
= 75%
LolosAyakanNo.4
10-20

4) Tanah yang sudah dihaluskanharus disebardengan ketebalansedemikian,sehingga


setelah dipadatkanmencapaiketebalanlapisanyang dirancang,dalam batas toleransi
yang disyaratkan.Ketebalanyang tepat dari bahan gembur yang akan dihampar,harus
seperti yang ditentukandalam percobaan lapangan.Jumlah lapisan yang diperlukan
untuk mendapatkantebal rancanganpenuh lapis pondasi tanah sernen harus seperti
yang diperintahkanoleh direksi pekerjaandan harus berdasarkankehomogenandan
derajat kepadatanyang dapat dicapai.Apabila derajat kepadatanbelum tercapaimaka
penambahanjumlah lapisan tidak dapat dijadikandasar untuk penambahanwaktu
pelaksanaanpekerjaan.
5) Setelahpenghalusantanah sampaimemenuhiketentuan,semen harusditebarsecara
meratadi atas tanah dasar,baik dengantanganmaupundenganmesinpenebar,pada
takaran yang dihitung sedemikianuntuk memperolehkadar semen seperti yang
dirancang berdasarkanrancangan campuran laboratoriumdan percobaan lapangan
awal. Bilamanaditebar dengan tangan, petunjukuntuk jarak yang diperlukanuntuk
standarpenempatansemen 50 kg per zak.
6) Setelah semen disebar merata, serangkaian lintasan mesin pencampur harus
dilaksanakan
sampaiseluruhtanahdan sementercampurmerata,yang ditunjukkan
dari
meratanyawarna adukan. Jumlah lintasanyang diperlukansesuai hasil percobaan
lapangan awal dan berdasarkan kehomogenan campuran yang diperoleh dalam
pekerjaanyang sedangberlangsung,
7) Pekerjaanpenempatan
tanah,penghalusan
tanahdan pencampuran
tanahsemenharus
selalu dilaksanakandari bawah dengan ketinggianberapapun menuju keatas (yaitu
kearahtanjakan).
8) Bilamana semen dan tanah dianggap telah tercampurmerata, kadar airnya harus
ditambahkanseperlunyauntuk menyamai batas kadar air yang ditentukandalam
prosedur rancangancampuran laboratoriumatau seperti yang dirancangsesuai hasil
percobaan lapanganawal atau cara lainnya. Pada umumnya,batas bawah kadar air
untuk campuransemen tanah akan ditentukansebagaiKadar Air Optimum(OMC) di
laboratoriumdan batasatasnyaakan2 % (dari beratcampurantanah semen)lebihtinggi
daripadaOMC.Air yang ditambahkan
padatanahsemenharusdicampursampaimerata
denganmenambahkanbeberapakali lintasanmesin pencampurdan pemadatanharus
segeradilaksanakan
setelahlintasanini selesai.
6.2.2. Pencampurandan penghamparanmenggunakan cara mesin terpusat (centralplant)
1) Mesin pencampurtetap (tidak berpindah)dapat menggunakancara takaran berat
(weight-batching) atau cara pemasokan menerus (continous feeder) dan dapat
dilengkapidenganpengadukpedal (paddlemixers)maupunjenis panci (pan mixers).
2) Bilamanacara takaranberat digunakan,jumlah bahan tanah dan semen harusdiukur
dengantepat pertama-tama
harusdimasukkankedalaminstalasipencampurkemudian
air ditambahkan
secukupnyaagar kadarair hasilcampuranterletakdalamrentangyang
dirancang untuk pemadatandi lapangan. Perhatiankhusus harus diberikanpada
instalasi pencampur jenis takaran berat (batch) dengan pengaduk pedal untuk
memastikanbahwasemua sementersebarmeratadi loadingskrpdan dipasokmeratadi
seluruhbak pencampur.Baik pencampurjenis pedalmaupunjenis panci,semen harus
ditakarsecaraakuratdengantimbanganatau alat penakaryang terpisah,dan kemudian
dicampurkandenganbahantanah yang akan distabilitasi.
Bahantanah harusdicampur
sedemikiansehinggaterdistribusi
meratadi seluruhcampuran.
3) Bilamana cara takaran dengan pemasok menerus (continous-feed)digunakan,pedal
pencampur,baffelsdan kecepatanpemasukanbahan harus disesuaikanagar bahanbahannyatercampurmerata.Semprotanyang digunakanuntuk mendistribusikan
air
kedalampencampurharusdisesuaikan
agardapatmemberikankadarair yang meratadi
seluruhcampuran.
1',,-20

4) Jumlah dan kapasitaskendaraanpengangkutbahan campuran harus disesuaikan


denganhasil campuranyang dihasilkaninstalasipencampurdan kecepatanpelaksanaan
yang diperlukanuntukmenyelesaikanpekerjaandalamwaktu PeriodePelaksanaanyang
ditentukan.
5) Campuranharusdihampardi atas tanah dasar yang sudah dilembabkandengantebal
lapisanyang seragamdan harusdihampardenganmesin penghampar(pavingmachine)
atau kotak penyebar (spreaderbox) yang dioperasikansecara mekanisdimana dapat
meratakancampurandengan suatu ketebalanyang merata. Bahan harus dihampar
sedemikianhinggasetelahdipadatkanmencapaitebal lapisanyang dirancang,dalam
toleransiyang disyaratakan.
6.3. Pemadatan
1 ) pencampuran
dan seluruhoperasi,termasukpembentukan
dan penyelesaian
akhir,dan
harus diselesaikandalam waktu 60 menit alau 120 menit sejak semen yang pertama
tercampurtanah. Semua operasipenghamparan,pencampuran,dan pemadatandari
lapispondasitanahsemenharusdilaksanakan
dalamruas-ruasyang pendekdan bahan
setiapruas harusdipadatkandan dibentuksampaiselesaisebelumpencampuran
pada
ruasberikutnyadapatdimulai.
2 ) Panjangmaksimumsetiapsegmenkerja akan dirancangberdasarkankapasitasproduksi
dan kapasitassepertiyang ditunjukkanselama percobaanlapanganawal, tetapi dalam
keadaanapapuntidakbolehlebihpanjangdari 100 meter.Bilamanadapatmembuktikan
mampu mengerjakanlebih panjang dengan menambah kapasitas produksi yang
mencukupi.
3) Pemadatan awal harus dilaksanakandengan penggilas tampingfoof,penggilas roda
karetatau penggilasberodahalus,dimanapenggilasini tidak bolehmembebanisecara
langsungpada bahan tanah semen yang sudah dihampar,baik dalam kondisisudah
mengerasmaupunsebagiansudahmengeras.
4 ) Setelah penggilasanawal, pembentukandengan motor grader mungkin diperlukan
sebelumpenggilasan
akhir.Pemadatanharusdiselesaikan
denganpenggilasroda karet
atau penggilasberodahalus bersamaandengan motor grader untuk membentuklapis
pondasitanah semen sepertirancangannya.
Pada umumnya,penggilasanakhir perlu
disertai penyemprotansedikit air untuk membasahi permukaanyang kering selama
operasi pemadatan.Derajat kepadatanyang dicapai di seluruh lapisan lapis pondasi
tanahsemen haruslebihbesar darig7% kepadatankeringmaksimumlaboratorium.
5 ) Perhatiankhusus harus diberikanuntuk memperolehpemadatanpenuh di sekitar
sambunganmemanjangmaupun melintang.Sebelumsetiap bahan baru disambung
dengan bahan yang telah dipadatkan sebelumnya,ujung bahan dari pekerjaan
sebelumnyaharus dipotongsampai memperolehpermukaanvertikalsehinggadapat
dicapaipemadatanpenuh padatebal lapisanyang diperlukan.Bahanpada sambungan
melintangantara ujung akhir ruas pekerjaanyang lampaudengan ujung awal dari ruas
baru harus dipadatkandengan penggilasanmelintang(melintangjalan) sedemikian
hinggaseluruhtekananroda penggilasdiarahkanpada sambungantanpa menyentuh
secaralangsungpada bahandari pekerjaansebelumnya.
6) Segera setelah pemadatan dan pembentukan lapisan terakhir lapis pondasi tanah
semen,butiranbatu (chipping)yang memenuhipersyaratandapat ditebarsecaramerata
di atas permukaanlapispondasisementanahdan dibenamkanpadapermukaandengan
penggilasan.
Butiranbatu harusberukurannominal13 mm dengantakarankira-kira12
kg/m'.
6.4.

Perawatan

1) Segera setelah pemadatan dan pembentukanlapis pondasi tanah semen dan


penanamanbutiran batu, selaput tipis untuk perawatan (curing membrane) harus
12-20

2)

3)

4)

5)

dipasang di atas hamparan dan dipertahankansampai paling sedikit 24 jam. Curing


membraneini dapat berupa:
a) Lembaranplastikkedap air yang telah disetujui,dikaitkansecukupnyasupaya tidak
terbangtertiupangin dan dengansambungantumpangtindihpalingsedikit300 mm
dan dipasanguntukmenjagakehilangan
air;atau
b) Bahan lainnya yang terbukti efektif selama percobaan lapangan awal, antara lain
burlap,lapis resap ikat, curringcompound.
"Curingmembrane"harus dipertahankandi tempat selama 7 hari setelahpencampuran
dan penghamparanlapis pondasisemen tanah. Perawatanharus dilanjutkansampai
penghamparanaspal di atas lapis pondasi tanah semen. Pada saat itu "curing
membrane" harus dipindahkandan lapis resap pengikat disemprotkan.Akan tetapi,
dalam waktu 24 jam pertama dari masa perawatan,lapis resap pengikattidak boleh
diterapkan.
Lalu lintas atau peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan tidak diijinkan melewati
permukaanjalan sampai pelapisancampuranaspal telah dilaksanakan.
Selamamasa
tungguini, arus lalu lintasharusmenjagamelewatipekerjaanini. Untukarus lalu lintas
harusdisediakanjalan pemisahataujalan alih (detour)yang memadai.
penggilasanlapispondasitanahsemen harusdilakukanpada awal masa
Pengendalian
perawatanuntuk mengurangiukurandan jarak retak susut. Perpanjangan
penggilasan
ini akanditentukan
dari percobaanawal lapangan.
Bilamana lapis pondasitanah semen akan dibuat dalam dua lapisanatau lebih,
setiaplapisanyang sudahdihamparharusdirawatpalingsedikit7 hari sebelum lapisan
yang berikutnya
dapatdihampar.

Hasilakhirdari pelaksaanpekerjaanlapispondasitanahsemendisajikanpadaGambar6.2.
7.

Pengendalianmutu

7.1. Pengendalianpenyiapantanah dasar


Penyiapan tanah dasar dilakukan sesuai ketentuan yang ditetapkan sesuai Spesifikasi
TeknikBinaMargasesuaiSeksi3.3.
7.2. Pengendalianpenghalusantanah
1) Contoh tanah yang telah dihaluskanharus diambil dan diuji di lapangan,untuk
menyesuaikanukuran partikeldengan yang diberikanpada Butir 10.3.a.1),dengan
jumlahpengambilan
contohsebanyaklima contohuntuksetiapruas pekerjaan(dari100
meteratau kurang).
2) Bilamanasetiappengujiantunggalmengalamikegagalan,penghalusan
harusdilanjutkan
untukseluruhruas pekerjaantersebut.
3)
Pemeriksaanpenggemburan
dapat dilakukandengan mengambilsatu contohtanah yang
sudahdiprosesuntuksetiap2 m2;proseskegemburan
dapatdikontroldenganrumus:

PK=A/Bx10O%

6.2

Keterangan
PK = proseskegemburan
A
B

=
=

beratkeringtanahyang lolossaringantanahNo. 4
beratkeringtotalcontoh(tidaktermasukkerikilyang tertahansaringanNo. 4)

13-20

7.3, Pengendaliankadar air untuk operasi pencampurandi tempat


1) Pengambilan
contohdan pengujianuntukpengendalian
kadarair selamapenghamparan
dan pencampuranharus dilaksanakansebanyakminimum 3 (tiga) titik pada setiap
segmen kerja,dan pada setiap lokasi pengambilancontoh akan termasukpengambilan
dan pengujiancontohberikutini:
a) Sebuahcontohtanahsaat barudihampardi atasjalan (untukmenentukankebutuhan
pengeringan
atau pembasahan
sebelumpenghalusan).
b) Sebuah contoh setelah pencampuransemen dengan tanah (untuk menentukan
jumlah air yang perlu ditambahkanagar dapat mencapaikadar air yang ditentukan
untukpemadatan).
c) Satu contoh atau lebih setelah pencampuran air yang ditambahkan kedalam
campuransernentanah (untuk memeriksaapakah kadar air yang dirancanguntuk
pemadatansudahdicapai).
2) Nilai pengujiankadar air pada uji kepadatanpada setiap hari kerja digunakanuntuk
mengoptimalkan
kadarair pada hari kerja berikutnya.
7.4. Pengendalianpemadatanpada lapis pondasitanah semen
Segera setelah pemadatan setiap lapisan selesai dilaksanakan,pengujian kepadatan
lapangan (SNl 03-2828-1992)harus dilaksanakandengan intervaltidak melebihi50 m di
sepanjangjalan. Hasil kepadatandan kadar air pengujiankonus pasir (sand-cone)harus
dibandingkandengan kapadatankeringmaksimumdan kadar air optimumsesuaidengan
formulacampurankerja.
7.5. Pengendalianketebalanlapis pondasi tanah semen
1) Ketebalanterpasang lapis pondasi tanah semen yang telah selesai ditentukandan
dipantaudengan perbedaantinggi permukaansebelumdan sesudahpenghamparan
lapis pondasitanah semen dan dengan pengukurantebal benda uji inti, pada titik{itik
penampangmelintangsetiap50 metersepanjangproyek.
2) Pada setiap penampang melintangyang akan dipantauketebalannya,
titiktitikyang
akan diukurelevasinya
yang
dan diujidenganuji inti harusdiberijarak
samasatudengan
lainnyadan harustermasuksatu titik pada sumbujalan,satu titik 50 cm dari tepi untuk
k e d u as i s i j a l a n .
3) Bilamana lapis pondasi tanah semen dilaksanakansetengah lebar jalan, maka
diperlukandua titikpengujianyangterletak50 cm dari keduatepi.Pengambilan
bendauji
inti dilakukansetelahtanah semen berumur7 (tujuh)hari dan dilaksanakansetelah
penghamparan
lapisanterakhir(palingatas)dari lapispondasitanahsemenselesai.
7.6. Pengendaliankadar semen
Bilamanalapis pondasitanah semen tidak memenuhiketentuanyang disyaratkankarena
belum memenuhi kepadatandan diperkirakankekurangankadar semen, maka dapat
dilakukanpengujiankadar semen sesuai dengan SNI 03-6412-2000untuk menentukan
kadarsemenaktualdengancara analitispada contohcampurantanah semenyang diambil
dari pekerjaanyang tidak sempurnatersebut.
7.7. Perbaikanterhadaplokasi yang tidak memenuhiketentuan
Lapis pondasitanah semen yang tidak memenuhitoleransiatau mutu yang disyaratkan
harusdiperbaiki,
perbaikanitu dapattermasuk:
1) Perubahanperbandingan
pekerjaanberikutnya.
campuranuntukpelaksanaan

2 ) Penghalusankembalidari lapis pondasitanah semen yang sudah dihampar(bilamana


memungkinkan)
dan mengadukkembalidengantambahansemen.

3 ) Pembuangandan penggantianpada bagianpekerjaanyang tidakditerima.


4) Penambahanlapisan dengan lapis pondasi tanah semen pada pekerjaan yang
memerlukanperbaikantersebut, dengan tebal sesuai dengan yang ditetapkanpada
GambarRencana.
5) Bilamana retak merambat sampai meluas akibat berkembangnyaretak susut selama
periodeperawatanmaka retak dibiarkansampai maksimaldan retakanyang lebar diisi
pasir,selanjutnya
dapatdilakukanpelapisandi atasnya.
7.8. Pengembaliankondisi pekerjaansetelah pengujian
Semua lubang yang terjadi akibat pengujian pada pekerjaanyang sudah selesai harus
segera ditutupdengan bahan yang sama, dipadatkan20 tumbukanuntuk lubang bekas
contohintiatau 30 tumbukanuntuklubangbekasuji konuspasir,per lapis5 cm denganalat
penumbukMarshall

Gambar6.2. Contohhasilstabilisasi
tanahdengansemen
8.

Pengelolaanlingkunganpelaksanaanpekerjaanlapis pondasitanahsemen

8.1. Umum
Pengelolaanlingkunganselamapelaksanaandan penyelesaian
pekerjaanserta perbaikan
setiap cacat mutu pekerjaanlapis pondasi tanah semen, hal-halyang harus diperhatikan
adalah:
a. Mempunyai perhatian penuh terhadap keselamatanseluruh karyawan yang berada
dilapangan dan memelihara lokasi pekerjaan serta pekerjaan dalam kondisi yang
memadaidari gangguanyang membahayakan
personil.
b. Menyediakan
pagar,rambuperingatan
dan memeliharaatas penerangan,
dan perhatian,
kapandan dimanadiperlukanuntuk melindungipekerjaanatau untuk keselamatan
dan
kenyamananmasyarakat
atau lainnya.
c. Menanganisemua tindakanpencegahanyang memadaiuntuk menghindarikerusakan
kehidupandan lingkungankerja.Tindakanpencegahantersebut,harustermasuktetapi
tidakterbataspada:
1) Kelengkapanfasilitassanitasi untuk pencegahanpolusi biologi atau pabrik dari
lapangan atau setiap sumber air, sungai, sumur, tangki, penampungandan
pemasokanair.
2) Pencegahan
timbulnyakerusakantanpaalasanterhadapfloradan fauna.
15-20

3 ) Pencegahan
gas yangberlebihan
timbulnya
ataupengeluaran
asapdarimesinatau
alat-alat
operasional
lainnyayangberhubungan
denganpekerjaan.
4 ) Pencegahan
darikerusakan
ataugangguan
terhadap
sumberair,saluranirigasidan
drainase.
5) Pencegahandari kebisingansuara knalpot yang sangat menggangguatau tidak
dikehendaki
8.2. Mobilisasidan demobilisasi
a. Mobilisasidan pemasanganperalatandari satu lokasi ke tempat pekerjaandimana
peralatantersebutakan digunakan.Peralatantersebut sesuai dengan yang tercantum
dalampenawaran.
b. Penyediaandan pemeliharaanbase camp, kantor lapangan,tempat tinggal,bengkel,
gudangdan sebagainya.
c. Perkuatanjembatanlama untukpengangkutanalat-alatberat.
8.3. Transportasi dan penanganan
a. Pelaksanaanpekerjaanharus mengacupada PeraturanPemerintah,PeraturanDaerah
Propinsi dan Kabupaten/Kotayang berlaku maupun ketentuan tentang pelestarian
sumberdayaalam dan lingkunganhidup.
b. Bebandan muatansumbu kendaraanatau peralatanlainnya,harusdisesuaikan
dengan
jalandan jembatanyang ada dilingkungan
proyek.Bilamanaterjadikerusakanpadajalan
ataupunjembatan yang disebabkanoleh kegiatanpelaksanaanpekerjaanmaka harus
bertanggungjawab atas kerusakantersebut.
c. Bilamanaterdapatbahan yang hendak dibuang maka harus mengaturpembuangan
bahan di luar daerahmilikjalan dan harus mendapatkanijin tertulisdari pemiliktanah
dimanabahanbuangantersebutakanditempatkan.
8.4. Pemeliharaanlalu lintas
a. Selama pelaksanaanpekerjaan lapis pondasi tanah semen semua jalan lama tetap
terbukauntuklalu lintasdan dijagadalamkondisiaman sertadapatdigunakansehingga
permukimandi sepanjangdan berdekatandengan lokasi pekerjaandisediakanjalan
masukyangamandan nyaman.
b. Bilamanadiperlukanmembuatjalan ataujembatansementara,maka sebelumnyaharus
melakukansemua pengaturanyang diperlukan,bila diperlukantermasukpembayaran
kepada pemiliktanah atas penggunaantanah itu dan harus mendapatpersetujuandari
pejabatyang benvenang.Setelahpekerjaanselesai,maka kondisitanah tersebutharus
dibersihkan
dan dikembalikan
ke kondisisemulasesuaikesepakatan.
c. Pengaturansementara untuk lalu lintas untuk menjaga keselamatanumum dan
kelancaranlalulintasharusmencakup:
1) Pemasangandan pemeliharaan
rambu lalu lintasdan penghalang(banier).Rambu
lalu lintas dan penghalangyang digunakanselama pelaksanaanpekerjaanharus
diberigaris-garis(sfnps)yang reflektifdan atau terlihatjelas pada malamhari.
2) Untuk kelancaranlalu lintas di samping pemasangan rambu lalu lintas dan
penghalang,diperlukanjuga menyediakandan menempatkanpetugas bendera.
Tugasutamapetugasbenderaadalahmengarahkan
arus lalu lintasyang melaluidan
disekitarlokasipekerjaan,
terutamauntukpengaturanlalu lintassatuarah.
d. Pemeliharaan
untukkeselamatan
lalulintasperludilakukan,yaituterdiriatas:
1) Penyediaanjalan sementaradan pengendalianlalu lintas selama pelaksanaan
kegiatanharus dipeliharaagar tetap aman dan dalam kondisi pelayananyang
memenuhiketentuan,sehinggamenjaminkeselamatanlalu lintasdan bagi pemakai
j a l a nu m u m .
16-20

2) Selama pelaksanaan,harus menjaminbahwa perkerasandan bahu jalan dilokasi


yang berdekatandengandaerah milikjalan harusdijagaagar bebasdari bahan lapis
pondasi tanah semen, kotoran dan bahan yang tidak terpakai lainnya yang dapat
mengganggu
atau membahayakan
lalu lintasyang lewat.
8.5. Pekerjaanpembersihan
a. Selama periodepelaksanaan,pekerjaanharus bebas dari akumulasisisa bahan lapis
pondasitanahsemen,kotorandan sampah,yang diakibatkanoleh operasipelaksanaan
serta harus memelihara tempat kerja dalam kondisi rapi dan bersih setiap saat.
Pembersihanharus dilakukan secara teratur untuk menjamin bahwa tempat kerja,
struktur,kantorsementara,tempathunian.
b. Sistem drainaseharus terpeliharadan bebas dari kotoran dan bahan yang lepas dan
beradadalamkondisioperasionalpada setiapsaat.
c. Rumputyang tumbuhpada benihlama atau yang baru pada lokasiyang dikerjakandan
padataludsampingharusdipangkasdan dipelihara.
d. Bilamanadianggapperlu,bahan lapis pondasitanah semen dan sampahyang kering
disemprotair untukmencegahdebu atau pasiryang berterbangan.
e. Rambu lalu lintas dan sejenisnya harus dibersihkansecara teratur agar bebas dari
kotorandan bahanlainnya.
f. Untuk menampungsisa bahan bangunan,kotorandan sampah dilapangansebelum
dibuang,harusdisediakan
tempatkhusus,misaldrum.
g. Sisa bahan lapis pondasitanah semen, kotorandan sampah harus dibuangditempat
yang telah ditentukansesuai dengan PeraturanPusat maupun Daerahdan UndangundangPencemaran
yang berlaku.
Lingkungan
h. Sisa bahan lapis pondasi tanah semen, kotoran dan sampah tidak diperkenankan
dikuburdilokasiproyektanpapersetujuan
dan tidakdiperkenankan
dibuangpadadaerah
aliranair atausungai.
8.6. Aspek lingkunganhidup
Sebelumpelaksanaanfisik dilapangan,programpelaksanaanmanajemenlingkungan
terlebihdahuluharusdisusundan telahmendapatpersetujuan.
pengelolaan
b. Perencanaan
lingkungan(PPL)yang harusdilaksanakan
mencakup:
1) Semua kendaraandan mesin-mesinyang digunakanpada pelaksanaanpekerjaan
harus memilikiperedamsehinggamenghasilkansuara yang tidak membisingkan,
Disampingitu, gas buangyang dihasilkanharussesuaidenganstandarmutu udara
yangada.
2) Operasidan pemeliharaan
kendaraandan mesin-mesinharusdilaksanakan
sesuai
denganpabrikpembuatnya
dan tidakmencemariair dan tanah.
3) Semua kegiatanpelaksanaanlapis pondasitanah semen jalan harus diusahakan
dilakukanpadasianghari,kecualiada ijinatau perintahlain.
4) Pengadaantenaga kerja dengan kemampuandan keahliansesuai dengan yang
diperlukanmaka prioritasharusdiberikankepadapekerjasetempat.
5) Lokasisumber bahan (Quarry),harus dipilihberdasarkanbeberapaarahansebagai
berikut:
a) Prioritaspemilihanlokasi sumber bahan adalah yang sudah dibuka bilamana
j u m l a hd a n m u t u n y am e m e n u h i .
b) Lokasi sumber bahan harus dipilih yang memberikanrasio tertinggiantara
kapasitasbahanyang digali(baikkuantitasdan kualitas)dan kehilangan
sumber
daya Negara.
c) Lokasi sumber bahan yang disarankan adalah yang berdekatandengan
alinyemenjalan, yang sangatmudahdiambildan mempunyaitebingyang tidak
curam.

a.

'17-20

d) Ekploitasisumber bahan yang berlokasidi daerah sumberdaya alam yang vital


harus dihindari,sepertihutan tanaman kayu dan hutan lebat lainnyamaupun
daerah-daerahpenghasilbahan makanan dan hutan lindung untuk hewan
lainnya.
e) Disarankanuntukdihindariatau setidaknyamengurangipemilihanlokasisumber
bahan di dasar sungai.Meskipunpemilihanlokasisumberbahan di luar dasar
sungaitidakmemungkinkan,
sumberbahanyang terletakdi sungaiatau saluran
kecil tetap tidak boleh diambil.Disarankanuntuk memilihlokasisumberbahan
dipetak-petakatau endapan alluvial yang terletak di dasar sungai tetapi tidak
dialiriair padakondisiair normal.
6) Penggaliandi daerahsumberbahan hanya dilaksanakanuntuk pemasokanbahan
kebutuhanproyek.
7) Bilamanasumberbahanterletakdidaerahbergunungatau berbukit,atau bilamana
kondisitaludsangatlahmempengaruhi
stabilitaslereng,maka penggalianbertangga
harus dilakukan. Lereng sumber bahan yang telah dibentuk kembali harus
mempunyai kelandaianyang tidak kurang dari rata-rata 1 : 3 (kurang dari 2o/o).
Setelah pelaksanaan lereng bertangga dan pembaharuan sistem drainase,
permukaantersebutharusdilengkapidenganlapisanrumputdan ditanamidengan
semak maupun pohon. Pemeliharaantanaman ini diperlukandalam dua tahun
pertamasetelahpenanaman.
8) Pembentukan
kembalilokasisumberbahandilaksanakan
dengankriteriaberikut:
a) Kegiatanrehabilitasiharus dimulaisesegeramungkinsetelahpekerjaanselesai
dan kegiatanini harusdilaksanakan
bersama-sama
denganpengambilan
bahan
galianberikutnya.
b) Galian dilokasisumber bahan harus ditimbunkembalidengan menggunakan
bahan yang diperolehdari pekerjaanpembersihan
dan bahangalianyang tidak
dapatdigunakanuntukbahankonstruksi.
c) Kegiatanrehabilitasi
dilaksanakan
denganmemanfaatkan
kembalibahanhumus
yang diperoleh dari pekerjaan pembersihandan pembongkaranpada lapis
permukaantanahasli (kira-kirasetebal50 cm). Bahanhumusini ditumpukagak
landaidan ditempatkandi lokasiyang teduh dan jauh dari lokasipengambilan
bahan galian.Tumpukanhumus ditutupdengan bahan organiksepertirumput
atau daun. Perumputandenganjenis Herbaceouslebih disarankan.Tumpukan
humustersebutsecarabertahapditempatkankembalidi lokasibekasgalianpada
sumber bahan dan selanjutnyaditutupdengantanaman.Rumput,semak dan
pohondapatdigunakanuntukpenutupanini.
Apabilabahanini diperolehdari pemasokmakaketentuanpadaButir8) c) di atas
tidakdigunakan.
9) Kegiatan pembersihandan pembongkaranhanya dilaksanakandi daerah yang
benar-benar
diperlukanuntukpekerjaan.
10)Pembabatantanaman selama kegiatan pembersihandan pembongkaranharus
ditindaklanjuti
dengan penanamankembali sedemikianhingga mendekatikondisi
sebelumpembabatan.
11) Penanamankembalidenganpohonatau semakharusmengikutiarahanberikut:
a) Penggantian
dengantanamansejenisyangditebang,bilamemungkinkan.
b) Bilamana pertumbuhantanaman dirasa agak lambat, maka tanaman yang
berumurtiga tahun atau lebih harusdigunakan,kecualijika jenis tersebuttidak
mampu menciptakankondisi seperti semula atau tidak mampu memberikan
perlindungan
jenistanamandengan
lerengdalamwaktuyang lama.Selanjutnya,
pertumbuhansedangsampaicepatdapatdigunakan.
c) JenisAufhochthonous
lebihdisarankanuntuktanamanexotic.
d) Untukpenanamankembalisemak,pemilihanjenis semak harusmengutamakan
jenis yangdapatmemberimakanandan perlindungan
bagibinatang.
e) Jenis tanamanberakarpanjangtetapitidak membahayakan
stabilitasjalan dan
pemeliharaan
tidakmemerlukan
yangtinggilebihdisarankan.
biaya

jenistanamanyangbaikuntukdigunakan,
f) Berbagai
untukpenanaman
kembali
adafahLeucaena,Leucocephala,Calliandra,Calonthrysus,
AcaciaAuriculiformis,
AcaciaDucurrensdan GliricidiaSepium.
s) Pohonharusditanampadajarakyang cukupdari tepijalandan jarak antara
pohonpadagarisyangsamasekitar15 meter.
h ) Pemeliharaanyang teratur pada tanaman yang ditanam kembali sangat
diperlukan.
i) Pohonhasilpenanamankembaliyang mati harusdigantidenganyang baru.
12) Permukaanyang menghasilkan
sejumlahdebu distmosfirakibatkegiatanpekerjaan
harusdibasahisecarateratur.
13) Kerusakandan gangguanterhadaputilitasumumsepertijaringan
telepon,listrik,gas,
pipa air, fasilitasirigasi,pipa minyak,pipa pembuangan,pipa drainase,dan lain
sebagainya, harus dicegah dengan upaya mendapatkan informasi tetang
keberadaanlokasi utilitas yang ada, terutama utilitas apa yang terletak dibawah
permukaanlapispondasitanahsemen.
14)Setiapfasilitaspipa kabel,salurankabel atau jaringanbawah lapis pondasitanah
semenatau strukturyang mungkinditemukan,harusdilindungidan harusdiperbaiki
bila terjadikerusakanyang diakibatkanoleh operasikegiatanpekerjaan.
15)Bilamanasumur sebagaisumber air yang terletakdidekatlokasi pekerjaanyang
dipengaruhi
oleh kegiatangalianatau timbunan,maka sumurpenggantiyang setara
harus disediakan,meskipunharus membuatsumur baru, baik dengan penggalian
maupunpengeboran.
16)Tumpahanminyakdan polusibahanbangunanyang berasaldari pekerjaanharusdi
cegah.
17)Dampaklingkunganyang diakibatkanoleh pekerjaanjembatansementara(untuk
jalan akses)harusdicegahdenganmenggunakan
teknikpengembalian
bentukyang
cocok,sesuaiarahansebagaiberikut:
a) Pelaksanaanpengembalianbentuk harus dilaksanakansesegera mungkin,
bersama-samadenganpekerjaan.
b) Pengembalian
bentuksungaiharusdilaksanakan
denganpemadatanyang cukup
pada tanah yang diganti,terutamauntuk daerahyang kurangstabil,dan harus
diberitanamanpelindungyangcepattumbuh(baikrumputatausemak).
c) Untuk talud-taludyang penting dimana pengembalianbentuk dengan teknik
rekayasabiologi (bioengineering)sangat diperlukan,maka cara "s/ope fascinate"
(anyamansemak-semak)dapat digunakan.Bilamanakelandaianlereng tepi
sungaidi atas sekitar1 : 3, dan untuksungaidenganfluktuasialiranyang besar
dan risiko penggerusanyang tinggi pada saat banjir,maka cara "woodengreen
prop"harusdigunakan.
d) Jalan masukyang dibuatdi dalamair untuk pelaksanaan
pembuatanpier harus
ditutup kembali dengan tumpukan tanah disampingnyadan harus ditanami
kembali.
18)Penggunaansistem pelaksanaanyang memadai untuk mengurangisuara dan
getaranyang diakibatkanoleh pekerjaanjembatanharusditerapkan.
8.7. Galian
a. Pekerja yang melaksanakanpekerjaangalian sumber bahan maka pendudukdan
bangunanyangada disekitarlokasipenggalian
harusdijaminkeselamatannya.
b. Bilamanadiperlukantimbunanberupalapis pondasitanah semenatau bahan lainnnya
yang diperolehdari galian sumberdi luar daerah milikijalan, maka harus melakukan
pengaturanyang diperlukanuntuk membayarkonsesi dan restribusikepada pemilik
bahan (agregatatau tanah) maupun pihak yang berwenanguntuk ijin menggalidan
mengangkut
bahan-bahan
tersebut

19-20

c. Seluruh tempat bekas galian bahan atau sumber bahan yang digunakanharus
ditinggalkan
dalamsuatu kondisiyang rata dan rapidengantepi dan lerengyangstabil
dan salurandrainaseyang memadai.
8.8. Ketentuan instalasi pencampur
a.

Bilamanadalampembuatanpondasiagregatsemenmenggunakaninstalasipencampur
maka alat tersebutharus dipasangdilokasiyang jauh dari permukimansehinggatidak
menggangupenduduksekitarnya.
Instalasipencampurharusdilengkapidenganalat pengumpuldebu (dustcollector)yang
lengkap,yaitu sistem pusaran kering (dry cyclone)dan pusaran basah (wet cyclone)
sehinggatidakmenimbulkan
pencemarandebu ke atmosfir.Bilamanasalahsatu sistem
diatas rusak atau tidak berfungsi maka Instalasi pencampur tersebut tidak boleh
digunakan.

8.9. Pemeliharaanjalan samping dan jembatanyang digunakan


a . Jalan umum dan jembatanyang digunakanuntukpelaksanaanpekerjaanlapispondasi
tanah semen, yaitu untuk kegiatantransportasidan pengangkutandalam pelaksanaan
pekerjaan,termasukperkuatanjembatanyang ada, pembuatanjembatansementaradan
jalan masuk ke lokasi sumber bahan harus dipeliharasecara keseluruhandan harus
ditinggalkandalam keadaanberfungsidengan baik, mutu dan kenyamanannya
tidak
lebihburukdaripadasebelumkegiatandimulai.
b . Jembatansementarayang dibuat,tidakbolehdibongkarkecualidiperintahkan
lain.
8.10. Pemeliharaanuntuk keamananlalu lintas
Seluruhpekerjaanjalansementaradan kelengkapan
pengendalilalu lintasyang ada dijalan
samping atau jalan lokal yang menuju ke lokasi pekerjaanmaka pada setiap saat selama
periode pekerjaanharus dipeliharadalam kondisi aman dan dapat berfungsimenurut
ketentuan sehingga dapat menjamin keamanan lalu lintas dan masyarakat yang
jalantersebut.
menggunakan

20-20