Anda di halaman 1dari 11

2.

Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup ( KA ANDAL)


A. Pengertian Kerangka Acuan Dampak Lingkungan Hidup ( KA ANDAL)
Dalam kajian AMDAL,salah satu langkah dalam penyusunan dokumen AMDAL
yaitu menyusun Kerangka Acuan Dampak Lingkungan Hidup ( KA ANDAL ).Kerangka
Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup adalah suatu dokumen yang berisi tentang ruang
lingkup serta kedalaman kajian ANDAL.Kerangka acuan juga dapat diartikan sebagai ruang
lingkup studi analisis dampak lingkungan yang merupakan hasil dari pelingkupan yang
disepakati oleh penyusun AMDAL dan komisi penilaian AMDAL.
B. Sistematika Penyusunan Kerangka Acuan Lingkungan Hidup (KA ANDAL)
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
a. Tujuan dan Kegunaan Proyek
b. Peraturan perundang-undangan yang terkait dengan rencana usaha dan/atau
kegiatan dan lingkungan.
c. Landasan kebijaksanaan pengelolaan lingkungan hidup
d. Kaitan rencana usaha dan/atau kegiatan dengan dampak besar dan penting yang
ditimbulkan (Isu-isu pokok hasil pelingkupan yang terdapat pada dokumen KA
ANDAL)
1.2 Tujuan Studi dilaksanakannya ANDAL
a. Mengidentifikasi rencana usaha/atau kegiatan yang akan dilaksanakan,terutama
yang akan menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup.
b. Mengidentifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena
dampak besar dan penting
c. Memprakirakan dan mengevaluasi

rencana

usaha/atau

kegiatan

menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup.


d. Merumuskan RKL dan RPL.

BAB II RUANG LINGKUP STUDI


II.1 Dampak besar dan penting yang di kaji
a. Rencana usaha/potensial yang dapat menimbulkan dampak
b. Kondisi rona lingkungan hidup yang terkena dampak

yang

c. Jenis-jenis kegiatan yang ada di sekitar rencana lokasi beserta dampak-dampak


yang ditimbulkan terhadap lingkungan hidup.
II.2 Wilayah Studi
Wilayah studi mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam
kerangka acuan untuk ANDAL,dan hasil pengamatan dilapangan.Batas wilayah studi
ANDAL digambarkan dengan peta dengan skala yang memadai antara lain :
a.
b.
c.
d.

Peta batas wilayah studi


Peta batas ekologis
Peta batas social
Peta batas administrasi

BAB III METODE STUDI


III.1 Metode Pengumpulan dan Analisis Data
a. Dalam studi ANDAL,jenis data yang dikumpulkan baik data primer maupun
sekunder harus dapat dipercaya yang diperoleh dari metode dan alat.
b. Pengumpulan data dan informasi untuk demografi,social ekonomi,social
budaya,pertahanan dan keamanan serta kesehatan masyarakaat menggunakan
kombinasi dari tiga atau lebih metode agar diperoleh data yang reliabilitasnya
tinggi.
c. Dalam metode pengumpulan dan analisis data dilampirkan peta lokasi
pengambilan data.

III.2 Metode Prakiraan Dampak Besar dan Penting


Metode ini digunakan untuk memprakirakan dampak besar usaha atau kegiatan
dan penentuan sifat penting dampak terhadap komponen lingkungan hidup.Penggunaan
metoda formal dan non formal dalam memprakirakan besaran dampak dan Keputusan
Kepala BAPEDAL tentang Pedoman Penentuan Dampak Besar dan Penting untuk
memprakirakan tingkat kepentingan dampak.

III.3 Metode Evaluasi Dampak Besar dan Penting


Metoda evaluasi dampak yang lazim digunakan dalam studi untuk mengkaji
dampak besar dan penting usaha dan/atau kegiatan terhadap lingkungan hidup secara
holistik (seperti antara lain: matrik, bagan alir, overlay), yang menjadi dasar untuk
menelaah kelayakan lingkungan hidup dari berbagai alternatif usaha dan/atau
kegiatan.Evaluasi Tingkat kepentingan dampak mengacu pada pedoman ukuran dampak
penting berdasarkan Kepdal No.056/1994 dan Kepmen LH No.09/2000.
BAB IV RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
IV.1 Identitas Pemrakarsa dan Penyusun ANDAL
a. Pemrakarsa
- Nama dan alamat instansi/perusahaan sebagai pemrakarsa rencana usaha dan
-

atau kegiatan.
Nama dan alamat penanggung jawab pelaksanaan rencana usaha dan atau

kegiatan.
b. Penyusunan ANDAL
- Nama dan alamat lembaga/perusahaan disertai dengan kualifikasi dan
-

rujukannya.
Nama dan alamat penanggung jawab penyusun ANDAL.

IV.2 Tujuan rencana usaha dan/atau kegiatan secara sistematis dan terarah.
IV.3 . Kegunaan Rencana Usaha/Kegiatan
a. Penentuan batas lahan yang digunakan oleh rencana usaha yang dinyatakan dalam
peta berskala memadai.
b. Hubungan antara lokasi rencana usaha dan atau kegiatan dengan jarak dan
tersedianya sumber daya yang tersedia (air, energi, hayati, non hayati, SDM, dll)
c. Alternatif usaha dan/atau kegiatan berdasarkan hasil studi kelayakan(misal:
alternative lokasi, tata letak bangunan atau sarana pendukung, atau teknologi
proses produksi). Bila berdasarkan studi kelayakan terdapat beberapa alternatif
lokasi usaha dan/atau kegiatan;
d. Tata letak usaha/kegiatan yang dilengkapi dengan peta (Site Plan atau Lay Out).
e. Tahap
pelaksanaan
usaha
dan
/atau
kegiatan
tahap
prakonstruksi,konstruksi,jangka waktu masa operasi,hingga rencana waktu pasca
operasi.

Tahap pra-konstruksi
Tahap pra-konstruksi/persiapan tentang rencana usaha dan/atau kegiatan
dan jadwal usaha dan/atau kegiatan pada tahap pra konstruksi.Secara
mendalam difokuskan pada kegiatan selama masa persiapan (prakonstruksi) yang menjadi penyebab timbulnya dampak besar dan penting
terhadap lingkungan hidup.
Tahap Konstruksi
a. Uraikan penyebab timbulnya dampak pada tahap konstruksi antara
lain :
Rencana penyerapan tenaga kerja menurut jumlah, tempat asal
tenaga kerja, dan kualifikasi pendidikan.
Kegiatan pembangunan sarana dan prasarana (jalan, listrik, air)
dari rencana usaha dan/atau kegiatan.
Kegiatan pengangkutan dan penimbunan bahan atau material yang
dapat menimbulkan dampak lingkungan hidup.
Jenis-jenis dan tipe peralatan yang digunakan.
b. Uraikan tentang usaha atau kegiatan pembangunan unit atau sarana
pengendalian dampak serta upaya-upaya untuk mengatasi berbagai
masalah lingkungan hidup yang timbul selama masa konstruksi.
c. Uraikan tentang rencana pemulihan kembali bekas-bekas
material/bahan gudang,jalan-jalan darurat dan lain-lain setelah
usaha konstruksi berakhir.
Tahap Operasi
Uraikan penyebab timbulnya dampak pada tahap operasi antara lain :
Desain dan spesifikasi teknologi yang digunakan.
Jumlah dan jenis bahan baku dan bahan penolong yang digunakan
dalam proses produksi yang mungkin menimbulkan dampak besar
dan penting lingkungan hidup serta cara pengangkutan dan
penyimpanannya

(misal:

pestisida

serta

bahan

berbahaya

danberacun lainnya).
Rencana jumlah tenaga kerja, tempat asal tenaga kerja yang akan
diserap langsung oleh rencana usaha dan/atau kegiatan pada tahap
operasi.
Rencana penyelamatan dan penanggulangan bahaya atau masalah
selama operasi baik yang bersifat fisik maupun social.

Tahap pasca Operasi


Usaha yang dilakukan pada tahap pasca operasi antara lain :
Rencana merapikan kembali bekas serta tempat timbunan
bahan/material,

bedeng

kerja,

gudang,

jalan

darurat

dan

sebagainya.
Rencana rehabilitasi atau reklamasi lahan yang akan dilaksanakan
setelah masa operasi berakhir.
Rencana pemanfaatan kembali lokasi rencana usaha dan/atau
kegiatan untuk tujuan lain bila seluruh rencana usaha dan/atau
kegiatan berakhir
Rencana penanganan tenaga kerja yang dilepas setelah masa usaha
dan/atau kegiatan berakhir.
IV.4 Keterkaitan proyek dengan kegiatan lain di sekitarnya.Uraian kegiatan lain beserta
dampaknya yang terkait dengan rencana usaha/kegiatan atau proyek.

BAB V RONA LINGKUNGAN HIDUP


Rona lingkungan hidup yang diuraikan pada bab ini agar dibatasi pada
komponen-komponen lingkungan hidup yang berkaitan dengan, atau berpotensi terkena
dampak besar dan penting. Berikut ini adalah beberapa contoh komponen lingkungan
hidup yang dapat dipilih untuk dikaji sesuai hasil pelingkupan dalam KA-ANDAL.
V.1 Fisik- Kimia
a. Iklim, Kualitas Udara dan Kebisingan
- Tipe iklim, suhu, kelembaban, curah hujan, jumlah CH, arah-kecepatan angin
- Data periodik bencana alam
- Kualitas udara dan kebisingan serta sumbernya
b. Fisiografi
- Topografi, struktur geologi dan jenis tanah
- Keunikan dan kerawanan bentuk lahan dan batuan secara geologis
c. Hidrologi
- Karakteristik sungai, danau dll
- Rata-rata debit air (bulanan dan tahunan)
- Kadar sedimentasi
- Potensi dan kualitas air tanah (dangkal dan dalam)
- Potensi pemanfaatan air

- Kualitas Fisik-Kimia dan Mikrobiologi air


d. Hidrooseanografi
- Pasang-Surut, Arus dan gelombang, morfologi pantai, abrasi dan akresi serta
sedimentasi.
e. Ruang, Lahan dan Tanah
- Tata guna lahan
- Rencana pengembangan wilayah (RUTR)
- Kemungkinan konflik yang akan timbul
- Estetika

V.2 Biologi
a) Flora darat/air
- Tipe vegetasi
- Kerawanannya
- Jenis Vegetasi
- Jenis endemik yang dilindungi
b) Fauna
- Kelimpahan dan keragaman fauna
- Penyebaran
- Pola migrasi
- Hewan budidaya
- Satwa yang dilindungi
- Siklus dan daur hidup
- Perkembang-biakan
V.3 Sosial
1) Demografi
- Jumlah penduduk
- Jenis kelamin
- Pendidikan
- Agama
- Tenaga kerja
- Pertumbuhan panduduk
2) Ekonomi
- Pendapatan
- Pemilikan sumberdaya
- Kesempatan kerja
- Pusat-pusat pertumbuhan ekonomi
- Fasilitas Sosial
- Aksesibilitas
3) Budaya

Adat-istiadat
Pranata sosial
Pelapisan sosial
Warisan budaya
Kepemimpinan
Persepsi

V.4 Kesehatan Masyarakaat


Parameter lingkungan yang diperkirakan terkena dampak rencana pembangunan
dan berpengaruh terhadap kesehatan
Proses dan potensi terjadinya pemajanan
Potensi besarnya dampak timbulnya penyakit(angka kesakitan dan angka

kematian)
Karakteristik spesifik penduduk yang beresiko
Sumber daya kesehatan
Kondisi sanitasi lingkungan
Status gizi masyarakaat
Kondisi lingkungan yang dapat memperburuk proses penyebaran penyakit

BAB VI PRAKIRAAN DAMPAK BESAR DAN PENTING


Prakiraan dampak besar dan penting masing-masing tahap kegiatan
Penentuan arti penting perubahan kualitas lingkungan hidup yang diperkirakan
bagi masyarakaat diwilayah studi rencana usaha/kegiatan dan mengacu pada
pedoman dampak besar dan dampak penting.
Penentuan dampak primer, sekunder dan tersier.
Sumber dampak ,baik langsung maupun tidak langsung.
Metode prakiraan dampak penting

BAB VII EVALUASI DAMPAK BESAR DAN PENTING


Uraian mengenai hasil kajian dampak besar dan penting dari rencana usaha
dan/atau kegiatan. Hasil evaluasi ini selanjutnya menjadi masukan bagi instansi yang
bertanggung jawab untuk memutuskan kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha
dan/atau kegiatan, sebagaimana dimaksud dalam PP. Nomor 27 Tahun 1999.
1. Evaluasi Dampak Besar dan Dampak Penting

2. Jenis dampak dipilah kedalam 4 jenis


- Dampak positip besar dan penting (+P)
- Dampak positip kecil dan tidak penting (-TP)
- Dampak Negatip besar dan penting (-P)
- Dampak negatip kecil dan tidakpenting (-TP)
BAB VIII DAFTAR PUSTAKA
BAB XI LAMPIRAN

Surat izin/Rekomendasi
Foto-foto
Peta,gambar,grafik

Ruang lingkup kajian ANDAL meliputi penentuan dampak-dampak penting yang


akan dikaji secara lebih mendalam dalam ANDAL dan batas-batas studi ANDAL.Sedangkan
kedalaman studi berkaitan dengan penentuan metodologi yang akan digunakan untuk
mengkaji dampak. Penentuan ruang lingkup dan kedalaman kajian ini merupakan
kesepakatan antara Pemrakarsa Kegiatan dan Komisi Penilai AMDAL melalui proses yang
disebut dengan proses pelingkupan.
Pelingkupan merupakan suatu proses awal untuk menentukan lingkup permasalahan
dan mengidentifikasikan dampak penting (hipotesis) yang terkait dengan rencana usaha atau
kegiatan.
Tujuan Pelingkupan antara lain:
Menetapkan wilayah studi dan batas/horizon waktu prakiraan dampak ;
Mengidentifikasi dampak penting terhadap lingkungan
Menetapkan tingkat kedalaman studi sesuai dengan sumberdaya tersedia,
waktu, dana, tenaga);
Menetapkan lingkup studi dan rancangan studi secara sistematik;

Menelaah kegiatan/proyek lain yang terkait dan terletak di wilayah studi.


Waktu pelaksanaan pelingkupan antara lain :
Saat penapisan proyek (rencana kegiatan)

Menetapkan,apakah suatu rencana kegiatan perlu proses amdal atau proses


andal
Saat penyusunan kerangka acuan
Merupakan proses kelembagaan:
Pemrakarsa
Instansi yang berwenang
Tokoh Masyarakaat
Para pakar
Bermanfaat sesuai dengan tujuan pelingkupan
Saat penyusunan ANDAL,RKL,RPL
Dilakukan oleh penyusun dokumen tsb

Tujuannya agar senantiasa berada dalam konteks menelaah dampak


penting lingkungan seperti dimaksud dalam kerangka acuan.

Bersifat teknis :

o Kegiatan pengumpulan data


o Analisis data
o Rekomendasi upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan.
Proses pelingkupan untuk menyusun kerangka acuan
1. Identifikasi dampak potensial
Tentang rencana kegiatan atau proyek yang diusulkan, yang bersumber dari:
Pemrakarsa
Masyarakaat
Pakar
Instansi pemerintah
2. Evaluasi segenap dampak potensial
Untuk menghasilkan dampak penting hipotetis dengan meniadakan dampak
potensial yang tidak relevan atau yang kurang atau tidak penting.
3. Pemusatan (focussing) segenap dampak penting hipotetis dengan maksud agar
terancang lingkup dan kedalaman studi andal yang jelas dan sistematis dengan
focus bahasan pada dampak penting.
Metode pelingkupan antara lain:
a. Metode identifikasi dampak
a. Daftar uji check-list yang terdiri atas:
o Daftar uji sederhana
o Daftar uji kuesioner

o Daftar uji deskriptif


b. Matriks
c. Bagan alir (net work,flow diagram)
b. Pengamatan lapangan
c. Penelahan pustaka
d. Analisis isi
e. Interaksi kelompok
Pedoman Pelingkupan Untuk Penyusunan Kerangka Acuan
Dalam keputusan menteri negara klh nomor kep-50/hnklh/6/1987, lampiran II,
Tentang pedoman penyusunan kerangka acuan analisis dampak lingkungan; dan nomorkep-51/mnklh/6/1987. Lampiran II. Tentang pedoman penyusunan kerangka acuan studi
evaluasi lingkungan; ditegaskan bahwa dokumen kerangka acuan (KA) disusun karena
adanya pertimbangan:
1. Keanekaragaman
Rencana usaha dan/atau kegiatan dan rona lingkungan hidup pada umumnya
sangat beraneka ragam. Keanekaragaman rencana usaha dan/atau kegiatan dapat
berupa : keanekaragaman bentuk, ukuran, tujuan, sasaran dan sebagainya.
Keanekaragaman rona lingkungan hidup akan berbeda menurut letak georafis,
keanekaragaman faktor lingkungan hidup, pengaruh manusia dan sebagainya
2. Keterbatasan sumber daya
Penyusunan ANDAL kerapkali dihadapi pada keterbatasan sumbe daya seperti
keterbatasan waktu, dana, tenaga, metoda dan sebagainya.

KA-ANDAL

memberikan ketegasan tentang bagaimana menyesuaikan tujuan dan hasil yang


ingin dicapai dalam keterbatasan sumber daya tersebut tanpa mengurangi mutu
pekerjaan penyusunan ANDAL.
3. Efisiensi
Pengumpulan data dan informasi untuk kepentngan penyusunan ANDAL perlu
dibatasi pada factor-faktor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan prakiraan
dan evaluasi dalam ANDAL sesuai hasil pelingkupan.

Penentuan berupa data

dan informasi yang sangat relevan dalam dokumen ANDAL harus disusun dan
dirumuskan dalam dokumen KA-ANDAL.