Anda di halaman 1dari 4

Nama

: Vicky Fernandez Efrain

NIM

: 023100221

Perusahaan : PT. PABRIK KERTAS TJIWI KIMIA, Tbk


Visi Misi, Tujuan Dan Strategi Perusahaan PT. PABRIK KERTAS TJIWI
KIMIA, Tbk

Visi
Menjadi produsen kertas kelas dunia terkemuka di abad 21 Tjiwi Kimia yang
didedikasikan untuk memberikan nilai yang superior kepada para pelanggan, pemegang
saham, dan karyawan. PT Tjiwi Kimia bisa mewujudkan visinya hanya dengan mengikuti
praktek yang bertanggung jawab yang menjamin kelangsungan semua sumber daya, dan
kesejahteraan masyarakat di mana itu melakukan bisnis.

Misi

Meningkatkan pangsa pasar yang global


Menggunakan teknologi canggih dalam pengembangan produk baru
Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan
Mewujudkan komitmen keberlanjutan di semua operasi

Tujuan
Memperluas daerah perusahaan serta meningkatkan volume penjualan sehingga
keuntungan perusahaan meningkat.

Strategi
Strategi Komunikasi Marketing Stationary PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia
Pabrik Kertas PT. Tjiwi Kimia yang merupakan produsen dan penyuplai kertas
terbesar di Asia Tenggara juga menghasilkan dan menerapkan seluruh potensipotens yang ada. Melalui berbagai perkembangan dan inovasi dari tahun ke tahun
Tjiwi Kimia berubah menjadi perusahaan produsen kertas terbesar di Asia
Tenggara dengan market lebih dari 100 negara di dunia dan di 5 benua. Dengan
kategori Middle East, Afrika, USA, Jepang dan Eropa.
Bagi konsumen Amerika Serikat Produk Stationary yag berasal dari Tjiwi Kimia
merupakan produk dengan mutu dan kualitas yang bagus serta harga yang relatif
murah. itulah image yang ada dibenak konsumen, sangatlah sulit menciptakan
citra positif di pangsa pasar Amerika Serikat, apalagi dengan tujuan untuk

menambah daya jual di negeri Paman Sam. Srategi Komunikasi Interpersonal ang
digunakan oleh divisi marketing Stationery selama ini bisa dikatakan berhasil
menciptakan citra positif baik terhadap
Analisa Porter 5 Force
Analisa strategi kompetitif Porter dilakukan untuk menentukan dan menganlisa
suatu industri sebagai suatu kesatuan dan untuk memperkirakan masa depan
industrinya. Analisa dilakukan terdiri dari lima faktor utama, yaitu ancaman para
pendatang baru, ancaman dari produk pengganti, ancaman dari pesaing, kekuatan
tawar menawar pemasok, dan kekuatan tawar menawar pembeli.
Ancaman Para Pendatang Baru
Pada saat ini, sudah terdapat pemain di industri kertas (Loose Leaf), tetapi tidak
tertutup kemungkinan munculnya pendatang-pendatang baru seperti Imperial,
President dan TGA.
Pemain baru dalam industri ini merupakan salah satu ancaman yang serius bagi
perusahaan, dan tingkat ancamannya cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena
kertas merupakan barang komoditi yang dengan mudahnya dapat ditiru dan
pesatnya kemajuan teknologi yang mempermudah untuk membuat produk dengan
harga yang cukup bersaing, tentu saja dapat menjadi ancaman yang mampu
mengambil market share Paperline.
Ancaman Dari Produk Pengganti
Paperline merupakan produk yang praktis namun juga memiliki kekurangan
dalam penggunaanya yang memungkinkan pemakai kehilangan kertas loose leaf
yang merupakan sutau kertas lepasan. Dibandingkan dari produk penggantinya
seperti Buku Tulis, Memo Pad, Agenda dan Laptop yang tidak terlepas dari
tempatnya. Hal ini menyebabkan ancaman dari produk pengganti tinggi.
Ancaman Dari Pesaing Ancaman dari pesaing merupakan suatu jal yang patut
diwaspadai oleh perusahaan, dimana kita dapat lihat bahwa tingkat persaingan
pada industri ini cukup tinggi. Tingkat persaingan yang cukup tinggi ini
disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
Meningkatnya jumlah pelajar
Peningkatan jumlah pelajar setiap tahunnya membuat banyaknya
kebutuhan akan kertas dalam catat mencatat yang sebagai kebutuhan dasar
pelajar semakin meningkat. Sekarang ini kebutuhan pelajar dalam
kegiatan pencatatnya tergantung pada kemudahan dalam penggunaannya,
dan mudah didapatnya produk yang digunakan tersebut.
Meningkatnya jumlah pemain di industri Loose Leaf
Jumlah pemain yang semakin meningkat menyebabkan konsumen
memiliki lebih banyak pilihan dalam memilih produk loose leaf, serta
varian produk yang bermacam-macam dengan harga yang kompetitif.

Meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi


Dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, maka
penemuanpenemuan baru yang dapat membuat kualitas produk semakin
meningkat akan lebih cepat ditemukan. Apabila perusahaan tidak
berkembang seiring dengan kemajuan teknogi, maka perusahaan dapat
tertinggal oleh pesaingnya dari segi teknologi, dan dikhawartikan kualitas
produk perusahaan juga tertinggal. Tingkat persaingan yang semakin
meningkat ini menngakibatkan tingkat ancaman dari pesaing cukup tinggi.
Kekuatan Tawar Menawar Produk
Produk Paperline yang beredar di Indonesia merupakan produk lokal dalam
negeri, dimana produksi Paperline dilakukan di Surabaya Jawa Timur. Produksi
Paperline dilakukan secara integrasi vertikal, dimana proses dari Row Material
sampai Barang Jadi dilakukan oleh PT Tjiwi Kimia, begitu pula dalam hal
pendistribusian produk dilakukan oleh PT CMI yang juga merupakan anak
perusahaan dari Sinar Mas Grup. Tidak adanya ancaman dari kekuatan tawar
menawar pemasok merupakan suatu keunggulan untuk Paperlin
Kekuatan Tawar Menawar Pembeli
Banyaknya pemain pada industri ini yang memiliki kualitas yang serupa dan
mempunyai harga yang cukup bersaing, tetapi pembelian Loose Leaf tidak
dipengaruhi oleh keberadaaan suatu Brand tertentu dan ini menyebabkan end-user
memilih Brand mana saja yang tersedia di toko. Dimana 78% responden
menjawab bahwa mereka akan membeli Brand yang tersedia. Hal ini disebabkan
karena Loose Leaf merupakan barang komoditi dan tidak adanya loyalitas produk
dalam penggunaannya. Sehingga dapat disimpulkan tingkat kekuatan tawar
menawar pembeli tinggi. Berdasarkan analisa-analisa diatas, maka diambil suatu
analisa gabungan terhadap analisa kuestioner, analisa SWOT dan analisa Porter 5
Force adalah sebagai berikut. Kebutuhan akan tulis menulis selalu terkait dengan
kertas. Produk loose leaf Paperline merupakan salah satu produk kertas yang
sudah dikenal dan banyak digunakan oleh kalangan pelajar. Penggunaan loose
leaf oleh kalangan pelajar dipakai sebagai alat catat mencatat yang pemakaiannya
didominasi oleh pelajar S1. Pembelian kembali loose leaf terutama pada saat
kehabisan dan frekuensi pembeliannya pada jangka waktu diatas 10 minggu.
Dengan alasan-alasan tersebut diatas, keberadaan loose leaf terbilang masih
mempunyai tempat di pasar dan prospeknya akan terus berkembang.
Meningkatnya penggunaan loose leaf disebabkan pula karena penggunanya yang
luas, tidak ada batasan usia dan jenis kelamin dalam pemakaian produknya. Dan
banyak kompetitor baru yang bermunculan membuktikan bahwa pasar Loose Leaf
masih diminati. Selain penjelasan keberadaan loose leaf diatas, penulis juga ingin
menjabarkan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan loose leaf oleh

pelajar dan mahasiswa. Dengan melihat seseorang memakai/ menggunakan loose


leaf, menjadikan salah satu motif seseorang (dalam hal ini: pelajar dan
mahasiswa) untuk menggunakan produk loose leaf, rekomendasi dari orang lain
juga memiliki andil dalam penggunaan Loose Leaf, hal ini sesuai dengan faktorfaktor eksternal yang mempengaruhi perilaku konsumen, salah satunya adalah
kelompok acuan yaitu kelompok yang mempunyai pengaruh langsung maupun
tidak langsung terhadap sikap dan perilaku seseorang. Beberapa diantaranya
adalah kelompok-kelompok primer seperti keluarga, teman, dan tetangga. Dan
ada pula faktor pribadi/ personal yang mempengaruhi perilaku konsumen,
termasuk diantaranya gaya hidup seseorang dimana pola hidup yang
diekspresikan oleh kegiatan dan minat seseorang. Gaya hidup dapat
mencerminkan seseorang secara keseluruhan. Kemudian harga maupun kualitas
kertas loose leaf juga sebagai bahan pertimbangan kustomer. Selanjutnya, dengan
pernyataan bahwa loose leaf mudah dibawa dan digunakan, konsumen (dalam hal
ini: pelajar dan mahasiswa) cenderung menggunakan loose leaf karena praktis dan
dapat dipakai untuk keseluruh kegiatan sekolah (tidak perlu membawa semua
buku yang ada). Selain itu, karena pengguna sudah lebih dahulu memiliki binder
file, maka dipakailah loose leaf. Pernyataan ini sesuai dengan Teori Tahapan
Perilaku Konsumen, dimana pada fase evaluasi alternative, berdasarkan berbagai
informasi yang ada, konsumen mulai mengevaluasi alternative pilihan yang dapat
dilakukan untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukannya. Pada tahap ini
konsumen mulai memiliki preferensi terhadap satu produk/jasa tertentu. Faktor
lain yang mempengaruhi penggunaan loose leaf adalah adanya promosi yang
lebih gencar agar kustomer tertarik pada produk, variant produk yang bervariasi
serta kemasan produk yang menarik/ eye catching juga menjadi salah satu faktor
yang mempengaruhi kostumer untuk membeli loose leaf. Berdasarkan salah satu
komponen 4P, dimana produk yang dipasarkan/ tawarkan harus memiliki suatu
diferensiasi dari kompetitornya, seperti variasi produk, kualitas yang diberikan,
desain, dan kemasan yang harus menarik perhatian konsumen.
Strategi Tingkat Unit Bisnis
Untuk menentukan Strategi Tingkat Unit Bisnis PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia
dapat disimpulkan melalui letak posisi kuadran yang berdasarkan pada diagram
Matriks SWOT diatas yang terletak pada Kuadran I yang jenis strategi Unit
Bisnisnya dapat digambarkan pada Matriks Strategi Bisnis Umum