Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN NEKROPSI ANJING

SELASA, 21 OKTOBER 2014


DI SUSUN OLEH:

Kelompok H gelombang III tahun 2013/2014


ALEX SUNDAY TAMPUBOLON, SKH
ANDRE YUDHI, SKH
ARI RUMEKSO, SKH
ARIAN PUTRA, SKH
BAGUS ADITYA PUTRATAMA, SKH
CYNTIA M. SIHOMBING, SKH
DANAGATA KANA, SKH
ENDRA, SKH
HAZAR SUKAREKSI, SKH
JESSICA RIZKINA WIBOWO, SKH
M. ADIB MUSTAFA, SKH
NARENDRA SANTIKA HARTANA, SKH
NOORSYAKILLAH B. MOHAMUD, SKH
NOVITA ELFRIDA BR. DEPARI, SKH
PUTU CANDRANOVIANI
SEPTIANA EKA SARI, SKH
STEPHANUS WAHYU NUGROHO, SKH
SULHI AUFA, SKH
WILYANTI, SKH

(B94134302)
(B94134303)
(B94134305)
(B94134306)
(B94134309)
(B94134315)
(B94134316)
(B94134320)
(B94134323)
(B94134332)
(B94134336)
(B94134339)
(B94134340)
(B94134341)
(B94134343)
(B94134351)
(B94134354)
(B94134355)
(B94134357)

DOSEN:
Drh. Vetnizah Juniantito, Ph.D, APVet

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI KEDOKTERAN HEWAN


FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2014

Hari/tanggal nekropsi

: Selasa, 21 Oktober 2014

No. Protokol

: P/197/14

Dosen PJ

: Drh. Vetnizah Juniantito,Ph.D, APVet

Dosen pembimbing Nekropsi : Drh. Vetnizah Juniantito,Ph.D, APVet


Signalement :
Jenis hewan

: Anjing

Bangsa

: Golden Retriever

Jenis Kelamin

: Jantan

Umur

: 3-4 tahun

Warna rambut

: Coklat

Pemilik

: Drh magda

Anamnese: Hasil pemeriksaan patologi anatomi :


ORGAN

EPIKRISE

DIAGNOSA

Adanya infestasi caplak

Rhipicephalus

Keadaan umum
Kulit dan Bulu

sanguineus
Mukosa

Pucat

Anemia

Mata

Konjungtiva pucat dan

Konjungtivitis dan

kemerahan

keratitis

Cantus medianus kotor

Kornea keruh

Lain-lain
Subkutis
Perlemakan

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Otot

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Rongga Tubuh
Situs Viserum

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Lain-lain

Kantung Hawa

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Sinus Hidung

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Khoane

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Laring

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Trakhea

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Bronkhus

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Paru

Warna menjadi gelap dan

Kongesti paru-paru

Tractus Respiratorius

mengandung darah
Traktus Digestivus
Rongga Mulut

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Esofagus

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Usus Halus

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Usus Besar

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Sekum

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Pankreas

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Hati

Terdapat banyak nodul di

cirrhosis hati

semua lobus
Traktus Sirkulatorius
Jantung
Pembuluh Darah

Berwarna pucat

Apex tumpul

Muskulus dan trabekula


tidak cembung

Dilatasi ventrikel kiri

Sistem Limforetikuler
Thymus

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Limpa

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Kongesti pada ginjal

Traktus Urogenitalia
Ginjal

Warna medulla dan koteks


homogen gelap

Kapsul ginjal lengket

Ginjal membengkak

Tidak ada kelainan

Ureter

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Otot

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Tulang

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Sumsum Tulang

Tidak ada kelainan

Persendian

Tidak ada kelainan

Lain lain
Sistem Syaraf Pusat dan
Perifer
Otak
Korda Spinalis
Saraf Perifer
Sistem Lokomosi

Diagnosa: Cirrhosis hati.

Tidak ada kelainan


Tidak ada kelainan

PEMBAHASAN

Pada pemeriksaan keadaan luar tubuh anjing terlihat adanya infestasi


caplak Rhipicephalus sangunieus yang hampir tersebar di seluruh bagiaan tubuh
anjing. Pemeriksaan mata terlihat cantus medianus kotor dan konjungtiva yang
kemerahan, hal ini menunjukan terjadinya konjungtivitis. Kelainan lain pada mata
adanya kekeruhan pada lensa mata atau keratitis. Kelainan lain pada permukaan
luar tubuh ditemukan perlukaan pada carpal dan tarsal, perlukaan yang terjadi
dapat terjadi akibat posisi anjing yang selalu berbaring dalam jangka waktu yang
lebih dari 6 jam yang sering disebut dengan luka dekubitus. Luka ini
menyebabkan erosi kulit dibagian yang terluka. Anjing tersebut tidak mampu
merubah posisi karena dalam kondisi yang lemah akibat dehidrasi, hal ini
ditunjukan oleh adanya tanda bekas infus.
Pemeriksaan kelenjar pertahanan terlihat adanya lymphadenitis, hal ini
ditunjukan oleh lymponodus submandibularis, retroparingeal, submaksilaris yang
berwarna merah gelap dan keluar darah saat disayat. Peradangan ini dapat
terjadi akibat adanya infeksi virus, bakteri, jamur, dan parasit. Peradangan ini
kemungkinan berkaitan dengan adanya infeksi akibat Rhipicephalus sangunieus.
Pemeriksaan saluran respirasi terlihat perubahan paru-paru. Pemeriksaan
paru-paru dilakukan secara inspeksi, palpasi, dan insisi. Inspeksi terlihat adanya
perubahan warna menjadi merah gelap yang diindikasikan sebagai kongesti
sehingga terjadi edema. Menurut Baradero et al. (2008), edema paru adalah
suatu keadaan darurat medis yang diakibatkan oleh kegagalan berat ventrikel
kiri. Edema paru yang diakibatkan oleh kegagalan jantung menimbulkan
peningkatan tekanan vena kapiler-kapiler pulmonal. Peningkatan tekanan
pulmonal ini melebihi tekanan intravascular osmotik. Oleh karena itu, cairan
plasma dari kapiler dan venula dapat masuk ke alveoli melalui membran alveolarkapilar. Dari alveoli, cairan dapat dengan cepat memasuki bronchial dan
bronchus dapat tenggelam dalam cairan ini. Selain kegagalan ventrikel, edema
pulmonum dapat terjadi akibat penghambatan peredaran darah pada hati
(ressang)
Pemeriksaan pada jantung menunjukkan adanya apex tumpul dan
musculus trabecularis cordis yang dangkal serta musculus papilaris cordis yang
tidak cembung. Secara normal, otot jantung akan berkontraksi secara penuh saat

rigor mortis sehingga tidak ada darah yang tersisa pada lumen. Kondisi ini adalah
ciri-ciri dari dilatasi jantung bilateral. Dilatasi jantung merupakan kompensasi
yang dapat membuat jantung yang sudah lemah. Paru yang mengalami edema
merupakan salah satu penyebab terhambatnya aliran darah sehingga terjadi
peningkatan pengembalian darah vena ke jantung (darah menggenang atau
terbendung). Dengan meningkatnya pengembalian darah vena ke dalam jantung,
ventrikel berdilatasi dan berusaha memompa darah dengan kontraksi yang lebih
kuat. Apabila darah tidak mampu dipompakan ke seluruh tubuh, maka darah
akan terbendung hingga dapat dialirkan. Hambatan ini akan mengakibatkan
kongesti pada organ hati dan ginjal.
Hasil pemeriksaan secara inspeksi pada organ ginjal kiri dan kanan
menunjukkan adanya pembesaran dengan warna merah gelap serta adanya
perlekatan antara kapsula dengan kortek ginjal. Hasil penyayatan curvature
mayor memperlihatkan bagian korteks dan medulla berwarna merah gelap yang
homogen dan tidak memiliki batas yang jelas. Perubahan ini menandakan
adanya kongesti.dan peradangan pada ginjal atau nefritis. Salah satu penyebab
kongesti adalah kegagalan jantung dalam memompakan darah ke dalam ginjal
(McGavin dan Zachary 2007). Dilatasi pada jantung merupakan salah satu
penyebab terjadinya gangguan pada kerja jantung. Selain itu nefritis juga ditemui
pada hewan yang mengalami ganggguan pada kerja jantung (Ressang 1984).
Pemeriksaan pada saluran pencernaan, ditemukan bentuk hati yang
berbungkul-bungkul atau bernodul-nodul. Pemeriksaan secara inspeksi terlihat
perubahan warna yang lebih gelap pada beberapa bagian dan terlihat nodulnodul pada seluruh bagian hati. Secara palpasi tidak terdapat perubahan
konsistensi yang berarti dan dilakukan palpasi pada nodul-nodul di seluruh
bagian hati dan konsistensinya seperti hati. Hati dilakukan insisi pada beberapa
bagian dan terdapat keluarnya darah pada bagian yang di insisi. Lesio patologi
yang terlihat mengarah terhadap adanya cirrhosis hati.
Cirrhosis hati adalah suatu keadaan patologis yang menggambarkan
stadium akhir fibrosis hepatik yang berlangsung secara progresif, ditandai
dengan pembentukan fibrosis hebat dan pembentukan nodul-nodul regeratif
sehingga terbentuk struktur hati yang abnormal. Salah satu faktor yang paling
memungkinkan terjadinya cirrhosis hati pada kasus ini adalah kerusakan
hepatocellular. Nekrosis hepatoselular yang terjadi berkelanjutan menyebabkan
deposit jaringan ikat. Jaringan ikat yang baru terbentuk dapat mengisi sinusoid

pada hati yang menyebabkan aliran darah di dalam sinusoid terhambat yang
ditandai dengan adanya kongesti. Hal inilah yang terlihat pada saat inspeksi
perubahan warna dan keluarnya darah pada bagian saat insisi.
Proses degenerasi hepatosit berlasung lama akan membentuk nodul
yang irregular sehingga fibrosis akan semakin banyak dan membentuk formasi
nodul. Formasi inilah yang akan membentuk makronodular cirrhosis yang terlihat
pada saat inspeksi.
Pada pemeriksaan situs visorum tidak ditemukan perubahan letak organ
akan tetapi ditemukan adanya akumulasi cairan yang berwarna merah. Pada
umumnya cairan dalam rongga abdomen tidak berwarna, tetapi akibat akibat
perubahan post mortem terjadi imbibisi hemoglobin yang menyebabkan warna
cairan menjadi merah. Menurut Macfarlane et all (2000), penimbunan cairan
pada rongga abdomen dapat disebabkan oleh cirrhosis hati. Pada keadaan
cirrhosis terjadi peningkatan tekanan vena porta yang menyebabkan peningkatan
tekanan hidrostatik kapiler dan penurunan kadar plasma protein. Ascites dapat
juga terjadi akibat kerusakan sel hati yang menyebabkan penurunan produksi
serum albumin, sehingga tekanan koloid osmotic berkurang.
Pemeriksaan pada daerah intestinal terlihat peradangan pada sepanjang
duedenum, jejunum dan ileum. Peradangan ini diduga terjadi akibat gangguan
pada hati yang mengalami cirrhosis. Pada lumen usus halus terlihat makanan
yang berwarna kehitaman, perubahan warna ini terjadi akibat persenyawaan
hemoglobin mengandung besi dengan

H2S didalam usus membentuk FeS.

Senyawa inilah yang menyebabkan perubahan warna tersebut (Ressang 1984).

KESIMPULAN
Berdasarkan pemeriksaan patologi anatomi yang telah dilakukan pada
anjing, dari lesio yang dapat diambil diagnosa secara patologis bahwa anjing
mengalami cirrhosis hati.

DAFTAR PUSTAKA
Macfarlane PS, Robin R, Robin C. 2000. Phatology Illustrated. London (UK):
Churchill livingstone.
Ressang AA. 1984. Patologi Khusus Veteriner. Bogor (ID): NV Percetakan Bali.