Anda di halaman 1dari 2

Luka terkontaminasi c.

tetani

Adanya pus, nekrosis jaringan & benda asing

Penurunan potensial oksidasi reduksi jaringan dan tekanan O2

Lingkungan anaerob

Spora berubah menjadi bentuk vegetatif dan berkembang biak cepat

Menghasilkan toksin

Tetanolisin : 1. Merusak jaringan lokal yg masih


hidup yg mengelilingi sumber infeksi. 2.
Mengoptimalkan kondisi yg memungkinkan
multiplikasi bakteri

tetanospasmin

Merambat dari tempat luka melewati motor


endplate dan aksis silinder saraf tepi ke kornu
anterior sumsung tulang belakang

Toksin menyebar melalui saraf motorik dan ditransportasikan


dalam akson scr retrograd ke dalam badan sel

Berdifusi keluar dan masuk ke neuron-neuron lain di dekatnya

Internalisasi ke neuron inhibitori

Ikatan disulfida antara rantai ringan & berat akan berkurang

Rantai ringan bebas

Rantai ringan membelah sinaptobrevin

Mencegah pelepasan neurotransmiter inhibitor

Saraf motorik

Saraf otonom

Pd interneuron yg menghambat neuron


motorik alfa

Neuron simpatetik preganglionik pd ujung


lateral dan pusat parasimpatik

Neuron motorik kehilangan fungsi inhibisi

Aliran impuls tdk terkendali

Aliran eferen yg tdk terkendali di saraf motorik

Hipertensi, hipotensi, bradikardi, takikardi, keringat


berlebih

Kekakuan dan spasme muscular yg berlebihan

Jalur kosong otot rahang, wajah dan


kepala lebih pendek

trismus

Otot faring : disfagia

Spasme progresif yang meluas

Otot laring : gagal nafas

Otot wajah : risus


sardonitus

Spasme yang berlebihan dpt menimbulkan


kejang

Lama dan terus menerus

Fraktur tulang panjang

Otot penunjang tubuh :


opistotonus

Anda mungkin juga menyukai