Anda di halaman 1dari 7

3M Corporation

Overview Kasus
Minnesota Mining & Manufacturing Corporation, yang selanjutnya disebut 3M, didirikan
pada tahun 1902. Pada tahun 2000, 3M mencapai penjualan sebesar $16,7 miliar dengan produksi
lebih dari 60,000 unit pada tahun tersebut. Sebagian besar penjualan disumbangkan oleh produkproduk lama, yaitu sebesar 35% dari total penjualan. Sedangkan sisanya, diperoleh dari penjualan
produk yang baru diperkenalkan pada tahun 2000.
3M memiliki enam segmen bisnis, antara lain transportation, graphics, safety, healthcare,
consumer and office, electro and communication, dan specialty materials. Seluruh segmen bisnis
tersebut menguntungkan selama tahun 2000. 3M merupakan perusahaan yang mengutamakan
inovasi. Intrapreneurship begitu dikembangkan dalam perusahaan ini. Sebagai perusahaan yang
menerapkan strategi product differentiation, 3M terbilang sukses. Terbukti dengan berbagai
pengakuan dari majalah Amerika dan penghargaan-penghargaan di Amerika kepada 3M
Corporation.
Kesuksesan 3M mungkin tidak lepas dari peran William L. McKnight, yang telah
memperkenalkan kebijakan dan filosofi perusahaan sebagaimana yang tercantum dalam Exhibit 1.
Manajemen percaya, bahwa kekuatan 3M ada pada inovasi yang terus dibangun dalam perusahaan.

Jawaban Pertanyaan
Evaluate the policies and philosophies of 3M from the standpoint of helping the company
implement this strategy, rooted in innovation.
Berdasarkan segmen bisnis dari 3M Corporation, yaitu transportation, graphics, safety,
healthcare, consumer and office, electro and communication, dan specialty materials, 3M mungkin
memiliki strategi korporat berupa unrelated diversification. Idealnya, perusahaan dengan strategi
korporat tersebut memiliki sistem strategic planning yang bersifat vertikal. Artinya, setiap segmen
diberi kewenangan untuk menentukan rencana strategik masing-masing untuk kemudian dievaluasi
dan disetujui oleh manajemen level korporat.
Dari segi business unit level, 3M terlihat memiliki competitive advantage dengan memilih
strategi diferensiasi. Unit bisnis yang memilih strategi ini, idealnya selalu mengutamakan inovasi
produk. 3M menurut saya telah mengutamakan budaya untuk berinovasi. Melalui kebijakan dan
filosofi yang tercantum, diketahui bahwa:
1. 3M memberikan kesempatan bagi karyawannya untuk mengejar proyek individu mereka.
2. 3M memberi kesempatan bagi karyawan untuk menangani proyek secara pribadi,
3. 3M memberikan toleransi terhadap kegagalan produk, dan bahkan menganggap jika
kegagalan dapat berubah menjadi keberhasilan,

4. 3M tentu saja memberikan reward terhadap kesuksesan produk,


5. 3M menetapkan bahwa hanya 30% dari penjualan yang diperbolehkan berasal dari produk
lama (4 tahun), sedangkan sisanya kemunginan diharapkan muncul dari produk-produk baru
( 1 tahun). Selain itu,
6. 3M bahkan menghabiskan biaya R&D yang dua kali lebih banyak dibandingkan dengan
perusahaan sejenis.
Menurut saya, kebijakan dan filosofi yang dibangun manajemen 3M bagus, dan 3M tergolong
perusahaan yang konsisten dan total sebagai differentiation strategic business

Minnesota Mining & Manufacturing Corp: Pengendalian atas strategi yang terdeferensiasi

Minnesota Mining & Manufacturing Corp (3M) didirikan pada tahun 1902. 3M melaporkan
pendapatan penjualan sebesar $16,7 miliar pada tahun 2000, sekitar $1,5 miliar berasal dari
penjualan produk yang diperkenalkan tahun 2000, pendapatan ini berasal dari enam segmen bisnis
3M, yaitu industrial (pita, amplas, dan perekat); transportasi, grafis dan keselamatan kerja;
perawatan kesehatan (termasuk perlengkapan medis dan operasi serta pembungkus popok sekali
pakai); konsumen dan perkantoran; listrik dan komunikasi; dan bahan baku khusus.
3M mengidentifikasikan 21 merk lama dan merk baru yang strategis. Beberapa mereknya yang
terkenal antara lain pita perekat Scotch, produk pembersih Scotch-Brite, dan kertas memo tempel
Post-It. Bahkan ada cerita menarik pada awal penciptaan Post-It, produk tersebut berawal dari
penciptaan lem super tetapi ternyata lem super yang diproduksi kurang kuat, secara tak disengaja
lem tersebut menempel pada kertas, dan kemudian digunakan oleh para pegawai kantor untuk
menempel memo-memo di meja kerja, melihat hal tersebut perusahaan kemudian memunculkan
Post-It. Merek-merek baru meliputi penguat tampilan Vikuiti, solusi jaringan serat optik Volition,
bahan perekat Command, dan produk P3K Nexcare. Lebih dari 75.000 karyawan 3M yang bekerja
untuk menghasilkan lebih dari 500 produk baru setiap tahun.
3M telah melembagakan budaya perusahaan yang mengembangkan kewirausahaan. Perusahaan
menerapkan struktur organisasi vertikal, dengan bisnis dibentuk berdasarkan teknologi dan pasar.
Dalam survei tahunan majalah Fortune terhadap Americas Most Admired Corporation, 3M masuk

dalam peringkat 10 besar selama 10 tahun dalam kurun waktu 15 tahun terakhir; dengan hanya 3
perusahaan lain yang dapat menandingi 3M. Selain itu 3M juga masuk dalam peringkat tiga besar
versi majalah Fortune untuk inovasi produk yang lebih sering dibandingkan dengan perusahaanperusahaan lain kecuali Rubbermaid. Pada Tahun 1995 3M memperoleh penghargaan National
Medal of Technology, penghargaan tertinggi dari pemerintah Amerika Serikat untuk inovasi.
Pada awal sejarahnya, pendiri dan CEO William L. McKnight, yang dikenal sebagai pendiri spiritual
perusahaan, memperkenalkan kebijakan dan filosofi yang dianggap bertanggung jawab atas
kemampuan 3M untuk melakukan inovasi secara konsisten. Manajemen saat ini terus menerima dan
memperluas kebijakan dan filosofi tersebut, karena percaya bahwa inovasi merupakan tonggak
kesuksesan masa depan 3M.
Berikut berbagai kebijakan dan filosofi yang dianut oleh 3M:
1. Opsi 15%. Karyawan memiliki opsi untuk menggunakan 15% dari waktu kerja mereka dalam
seminggu, untuk melakukakn proyek individual pilihan mereka sendiri.
2. Peraturan 30%. 30% dari pendapatan unit bisnis berasal dari berbagai produk yang diperkenalkan
dalam jangka waktu empat tahun terakhir. Bonus unit bisnis didasarkan pada seberapa sukses setiap
manajer mencapai cita-cita ini.
3. Jenjang karir dua tangga. Yaitu tangga teknik dan tangga manajemen, keduanya memberikan
peluang yang sama, sehingga memungkinkan karyawan untuk tetap fokus pada minat penelitian
dan profesional mereka.
4. Modal awal. Pencipta produk biasanya meminta modal awal dari manajer unit bisnis mereka
untuk mengembangkan gagasan produk baru. Jika manajer tersebut menolak untuk mendanai,
maka pencipta produk dapat mengajukan gagasan ke unit bisnis lain dalam 3M.
5. Toleransi terhadap kegagalan. Jika usaha baru tidak berhasil maka anggota tim dijamin akan
memperoleh kembali pekerjaan mereka sebelumnya.
6. Penghargaan atas keberhasilan. Ketika usaha baru tersebut mencapai target pendapatan
tertentu, para anggota tim akan memperoleh kenaikan gaji, promosi dan pengakuan.
7. Pengeluaran Litbang. 3M mengeluarkan 6-7% dari penjualan untuk penelitian dan
pengembangan dan secara konsisten telah meningkatkan pengeluaran litbang selama dua dekade
terakhir.
8. Penelitian tiga tingkat. Laboratorium tingkat bisnis: fokus pada pasar tertentu, dengan produk
jangka pendek; Laboratorium sektor: fokus pada penerapan dengan horizon waktu 3-10 tahun untuk
umur hidup produk; Laboratorium korporat: fokus pada penelitian dasar dengan horizon waktu
sampai 20 tahun.
9. Forum teknologi. 3M mendukung forum formal dan informal untuk membagi pengetahuan.
Ilmuwan dari laboratorium yang berbeda merupakan bagian dari Dewan Teknik, yang bertemu
secara periodik untuk membahas kemajuan dari proyek teknologi.

10. Kontak pelanggan. Ilmuwan bertemu secara teratur dengan pelanggan untuk mempelajari
bagaimana mereka menggunakan produk 3M.
Berdasarkan paparan strategi 3M diatas, secara umum strategi yang diterapkan sudah baik, sesuai
dengan budaya yang ada di masyarakat. Turn over karyawan perusahaan menjadi tinggi dengan
adanya jenjang karir dua tangga, adanya kenaikan jabatan dan banyaknya kesempatan yang bisa
diraih karyawan. Selain itu, karyawan seperti membuat perusahaan sendiri tetapi karyawan tetap
mempunyai penghasilan tetap (fix income).
Perkembangan hingga tahun 2005, pengeluaran bagian litbang dari 3M mencapai $5000 milyar,
20% income yang diperoleh dari 3M berasal dari produk-produk baru. 3M adalah contoh sebuah
perusahaan yang secara sukses menggabungkan dua strategi secara bersamaan yaitu
membangun dan memanen.
William McKnight berpendapat, jika pegawai tumbuh pengetahuannya, maka perusahaannya juga
akan mengalami pertumbuhan. McKnight mendelegasikan tanggung jawab dan memberi
keberanian kepada orang-orang, agar hal tersebut dapat melatih inisiatif mereka

Nama Besar sebuah Perusahaan dalam Visi dan Misi


Posted by rangkayo in Pengembangan Karir On August 8, 2012
Bekerja merupakan suatu keasyikan tersendiri ketika Anda telah menemukan Chemistry-nya, baik
berupa rekan dan teman kerja, suasana kerja, ruangan kerja, prosedur dan aturan kerja dan pastinya
Kesejahteraan dan Kepastian Kerja. Yang terakhir adalah puncak dari harapan setiap individu
bersedia menghabiskan waktunya 24/7 dalam bekerja.
Menemukan Chemistry dalam sebuah perusahaan bukanlah perkara mudah namun juga bukan
merupakan sebuah pekerjaan mencari jarum dalam jerami. Anda dapat menilai setidaknya dari luar
tentang sebuah perusahaan akankah memiliki keinginan untuk Tumbuh Berkesinambungan
(Sustainable Growth) atau hanya sekedar pelengkap pasar yang ada.
Mencermati hal ini Anda perlu tahu setidaknya Visi dan Misi sebuah perusahaan sebelum
memutuskan untuk bergabung dan ber-karir disana. Visi dan Misi ini dapat menjadi salah satu
cerminan Budaya Perusahaan yang telah menjadi Tatanan Kerja mereka dalam membangun
Organisasinya.
Misi Mision
Pengertian Misi (Mision) dapat dideskripsikan sebagai pertanyaan berikut:
- Why We are Exist Kenapa Sebuah Perusahaan (harus) Ada..?
- Reason for Being Alasan Keberadaan sebuah Perusahaan..?

- What Business We are IN Bisnis yang tengah Dijalankan sebuah Perusahaan..?


Misi merupakan sebuah Pernyataan Keinginan mendalam pendiri perusahaan tentang Organisasi
(Bisnis) nya bagi Masyarakat sekitar, baik pasar atau sosial ekonomi lainnya.
Berikut beberapa Pernyataan Misi dari Perusahaan-perusahaan Besar Dunia dan Perusahaan Besar
Indonesia yang Anda kenal, diantaranya:
3M: To solve unsolved problems innovatively
Mary Kay Cosmetics: To give unlimited opportunity to women
McKinsey & Company: To help leading corporations and governments to be more successful
Merck: To preserve and improve human life
Wall-mart: To give ordinary folk the chance to buy the same things as rich people
Walt Disney: To make people happy
Adira Finance: Brings Tomorrow Today to The Nation
Telkom Indonesia: Menjadi Model pengelolaan Korporasi terbaik di Indonesia
Visi Vision
Selanjutnya setelah menetapkan Misi, sebuah Perusahaan akan membuat Perencanaan Masa Depan
mereka dalam bentuk Visi (Vision). Secara Harfiah Visi adalah Penglihatan atau Pandangan yang
mencerminkan Harapan dan Cita-cita Masa Depan. Visi dalam bentuk pernyataan dapat
digambarkan sebagai berikut:
- Future Wanted State Masa Depan yang Diinginkan
- The State We Believe Apa yang Dipercaya akan datang
Berikut beberapa Contoh Visi Perusahaan Besar Dunia:
Boeing: Become the dominant player in commercial aircraft and bring the world into jet age (1950)
Sony: Become the company most known for changing the worldwide poor-quality image of
Japanese products (1950)
Citibank: Become the most powerful, the most serviceable, the most far-reaching world financial
institution that has ever been (1915)
PepsiCo: We will be an outstanding company by exceeding customer expectations through
empowered people, guided by shared values
Karakteristik Visi Yang Efektif

Visi sebuah Perusahaan akan efektif bila dapat dicerna dengan bahasa yang mudah dan
gamblang. Visi bukan merupakan Rangkaian Perencanaan Strategis (Strategic Planning) yang
Komprehensif dan Detail. Karakteristik Visi yang Efektif adalah:
1.

Dapat Terbayangkan > Bagaimana Keadaan Masa Depan

Tidak sulit bagi Anda untuk menerawang mengenai Kondisi sebuah Perusahaan dalam Jangka
Panjang 5 atau 10 tahun mendatang berdasarkan kinerja pada saat ini.
2.

Diinginkan > Visi menarik Kepentingan Jangka Panjang; Pihak Berkepentingan

Visi adalah sesuatu yang cukup menarik untuk diperjuangkan baik bagi pemilik organisasi maupun
pihak-pihak yang terkait.
3.

Layak > Tujuan yang Realistik

Sesuatu yang layak karena bersifat Realistis dan Terjangkau adalah Visi yang efektif serta merta
bukan sekedar Mimpi Siang Bolong, namun merupakan Keyakinan dan Kesungguhan Hati dalam
mencapainya.
4.

Fleksibel Visi cukup Jelas untuk memberikan Panduan Pengambil Keputusan

Visi mudah untuk dijelaskan bagi berbagai pihak, karena fleksibelitasnya dalam Pengertian, Maksud
dan Tujuan.
5.

Dapat di-Komunikasi-kan > Visi mudah dikomunikasikan Kurang dari 5 menit

Tingkat Fleksibilitas ini akan memberikan ruang komunikasi yang cukup bagi berbagai pihak dalam
memperjuangkan Visi yang layak tersebut.
Fungsi Visi
Dibuatnya Visi sebuah Perusahaan bukan semata Rangkaian Kata-kata Penyemangat,Slogan atau
Propaganda, melainkan sebuah Alat yang dapat berdaya guna bagi bermacam level individu
organisasi mewujudkan Tumbuh Kembang Individu dan Kelompok. Visi dalam sebuah Perusahaan
bertujuan untuk:
1. Memperjelas Arah Perubahan yang Dituju
2. Memotivasi orang Mengambil Tindakan ke Arah yang Benar
3. Membantu Mengkoordinasikan Tindakan berbagai Orang yang Berbeda
Pelajari dan Pahami Visi Misi sebuah Perusahaan, maka Anda akan melihat apakah ini termasuk
Perusahaan Besar atau sekedar Pelengkap Kebutuhan Pasar Belaka. Apakah Perusahaan ini layak
menjadi Ladang Karir Anda Bekerja dan menjadikannya Rumah Kedua yang Nyaman dan
Prospektif. Anda akan merasakan sebuah Chemistry ketika membaca dan memahami Visi Misi
sebuah Perusahaan dan dapat menilai Nama Besarnya.