Anda di halaman 1dari 4

SULFUR DIOKSIDA

Sulfur dioksida adalah senyawa kimia dengan rumus SO 2. pada tekanan


atmosfer standar. Sulfur dioksida adalah gas beracun dengan bau yang tajam
dan busuk. Sulfur dioksida biasanya didapat secara alami dari aktivitas
gunung berapi dalam konsentrasi yang sangat kecil dan dalam suasana di
sekitar 1 ppb. Triple pointnya adalah 197,69 K dan 1.67kPa (Wikipedia). Pada
mulanya Sulfur dioksida digunakan oleh orang Romawi dalam proses
pembuatan Anggur, saat itu mereka menemukan bahwa pembakaran lilin
sulfur didalam pembuluh anggur kosong membuat minuman anggur menjadi
lebih segar dan bebas dari bau cuka.
Sulfur dioksida dengan tingkat kelembapan 0.05% bisa digunakan dalam
berbagai macam penerapan. Pada kualitas yang murni dengan kelembapan 50
ppm, sulfur oksida digunakan untuk refrigeran. Selain itu, sulfur oksida dapat
digunakan sebagai bahan baku membuat asam sulfat, desinfektanbahan dalam
pabrik tekstis dan industri makanan sebagai pemutih, pengendali fermentasi
dalam pembuatan anggur, pelarut cair dalam pengolahan minyak, bahan baku
dalam pabrik agar pabrik tidak perlu membeli sulfit, bisulfit atau hidrosulfit.
Sulfur dioksida memiliki sifat-sifat fisika sebagai berikut :

Sulfur dioksida diproduksi dengan pembakaran sulfur atau pemangganan


metal sulfida dengan peralatan khusus. Namun, Sulfur dioksida juga bisa
didapatkan dengan pemulihan dari gas limbah yang berasal dari reaksi lain,
dengan flowchart berikut :

Dengan flowchart pembuatan sulfur dioksida cair ini, untuk memproduksi sulfur dioksida cair
sebanyak 100 dibutuhkan bahan dan utilitas seperti : Belerang (54 kg), H2SOa (30 kg), Air (7500 l),
listrik (1,5 MJ), Uap (340 kg) dan tenaga kerja ( 1,1 work-h). Tahap-tahap dalam flowchart

tersebut adalah:
1. Pada proses awal, sulfur dioksida dididihkan pada melter sampai suhu
mencapai -10oC,
2. Dengan mengendalikan jumlah udara yang masuk ke pembakaran, sulfur
dioksida diproduksi hingga 18% dari total volume udara yang masuk pada
pemanasan diburner. setelah dipanaskan diburner, Sulfur dioksida masuk
kedalam combustion chamber (ruang pembakaran) untuk dipanaskan
hingga suhu 1200 oC,
3. Gas sulfur dioksida hasil pembakaran dari combustion chamber kemudian
masuk kedalam heat exanger untuk memanaskan air pada boiler,
4. Setelah dingin, gas yang mengandung sulfur dioksida sebanyak 16-18%
tersebut dipompakan kedalam absorber. Kekuatan larutan yang keluar dari
absorber tergantung pada suhu dan tekanan dari gas yang masuk tersebut,
namun biasanya konsterasi senyawa yang keluar sebesar 1.3% dengan
suhu 70oC,
5. selanjutnya masuk ke absorber ke 2, Pada absorber ke-2 biasanya sebesar
0.02% sulfur dioksida akan hilang,
6. Kemudan larutan masuk ke stream tower sebelum masuk ke cooler,
7. Setelah

itu

uap

sulfur

dioksida

masuk

kedalam

dry

tower

yang

menggunakan 98% asam sulfat,


8. Selanjutnya uap sulfur dioksida dimasukkan dialirkan ke kondensor untuk
mengkompress sulfur dioksida sampai kira-kira 710 kpa dan didinginkan,
dan
9. Pada proses akhir sulfur dioksida disimpan kedalam silinder. Sulfur
dioksida cair yang diproduksi memiliki tekanan 200 sampai 300 kpa yang

disimpan pada silinder baja dengan kapasitas 22-45 kg pada mobil tangki
1-t atau mobil tangki 15-t.