Anda di halaman 1dari 9

Soal 1

a. Berikan penjelasan perbedaan antara pandangan Etnosentris, Polisentris, dan


Geosentris ! Berikan contoh!
Pandangan Etnosentris
Kenyakinan parochial bahwa pendekatan dan praktik kerja terbaik adalah yang
dimiliki oleh Negara asal /sendiri atau home country (Negara dimana kantor-kantor
utama milik perusahaan berada) dan meyakini bahwa orang orang di Negara-negara
lain tidak memiliki kemampuan, keahlian, pengetahuan atau pengalaman yang
dibutuhkan untuk membuat keputusan bisnis terbaik,seperti yang dimiliki orang-orang
di Negara sendiri. Sebagai contohnya adalah kebiasaan memakai koteka bagi
masyarakat papua pedalaman. Jika dipandang dari sudut masyarakat yang bukan warga
papua pedalaman, memakai koteka mungkin adalah hal yang sangat memalukan. Tapi
oleh warga pedalaman papua, memakai koteka dianggap sebagai suatu kewajaran,
bahkan dianggap sebagai suatu kebanggan.

Pandangan Polisentris
Pandangan bahwa para manajer di Negara tuan rumah (host country) mengetahui
pendekatan dan praktik kerja terbaik untuk menjalankan bisnis di Negara tersebut.
Beranggapan bahwa semua operasi luar negeri bersifat berbeda dan sulit dipahami.

Pandangan Geosentris
Sebuah pandangan berorientasi-dunia yang berfokus untuk menggunakan
pendekatan dan orang terbaik dari seantero dunia. Berpandangan bahwa goesentris
memiliki wawasan global dan mencari pendekatan dan orang terbaik, tanpa memandang
asal negaranya.
Kelebihan dan kekurangan dari tiga sikap bisnis internasional:
Orientasi
Keunggulan

Etnosentris
Negara Asal
Struktur sederhana

Polisentris
Negara Tuan rumah
Pengetahuan luas

Geosentris
Dunia
Memaksa

tentang pasar dan

pemahaman terhadap

angkatan kerja
global
Dikendalikan dengan Dukungan lebih besar Tujuan local dan
lebih ketat

Kekurangan

Manajemen lebih

dari pemerintahan

global seimbang

negara tuan rumah


Para manajer local

Orang dan

yang berkomitmen

pendekatan kerja

tinggi dan

terbaik yang

bersemangat kerja

digunakan tanpa

yang tinggi
memandang asal usul
Duplikasi pekerjaan Sulit dicapai

tidak efektif
Kaku (tidak fleksibel) Efisiensi berkurang

Para manajer harus


mempunyai baik
pengetahuan local
maupun global

Gangguan sosial dan Sulit melangsungkan


politis

tujuan global karena


terlalu berfokus pada
tradisi local

b. Bagimana prospek perdagangan Indonesia setelah terbentuknya Kabinet Kerja


Pemerintahan Jokowi ?
Prospek Perdagangan Indonesia terutama dengan luar negeri tergantung
pada bagaimana hubungan antar Negara terjalin. Hal tersebut tergantung pada
kinerja pemerintahan dan Presiden dalam menjalin hubungan tersebut,
Pemerintahan yang berperan penting dalam hal tersebut adalah Kementrian
Peradagangan, Mentri Luar negeri dan Presiden sendiri dalam melakukan
kunjungan-kunjungan kenegaraan untuk mempererat hubungan. Mentri luar
negeri yang saat ini saya nilai sangat tepat dalam menduduki posisinya karena
memiliki prestasi dibidangnya, namun disisi lain mentri perdagangan
berbeground dengan Industri yang saya nilai lebih tepat jika menjadi mentri
perindustrian.

Seperti yang kita tahu bahwa Negara kita masih belum menjadi Negara
industri yang kuat sehingga jika kita menggunakan perdagangan industri
tentunya akan kalah di persaingan global. Sehingga saya menilai perdagangan
Indonesia dengan luar negeri kurang cerah. Namun hal ini mungkin masih bisa
diatasi jika Jokowi mampu berkomunikasi politik yang baik di kancah
Internasional untuk memperkuat posisi Indonesia di mata Internasional. Maka
dengan hal tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa prospek perdagangan akan
kurang cerah karena posisi mentri perdagangan belum sepenuhnya tepat dan
komunikasi Jokowi dengan Internasional masih terasa kurang untuk membuat
hubungan yang baik di Internasional.
Soal 2
a. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan pemasaran internasional
, jelaskan !
Pemasaran internasional adalah kinerja dari aktivitas-aktivitas bisnis yang
dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan
mengarahkan barang dan jasa perusahaan kepada pelanggan dilebih dari satu
negara untuk mendapatkan keuntungan.
Tugas dari pemasaran internasional, yaitu : Perusahaan yang akan melakukan
pemasaran internasional harus melaksanakan tiga penanganan lingkungan yang
berbeda yang simultan. Sebagian lingkungan dapat dikontrol oleh perusahaan,
Lingkungan tersebut terdidi dari lingkungan perusahaan, lingkungan domestik
dan lingkungan asing.
Faktor dalam keputusan pemasaran berada pada lingkungan perusahaan dimana
pemasar dapat mengendalikannya. Faktor-faktor tersebut adalah empat P, yaitu :
price, promotion, product, dan place (chaqnel of distribution)
Faktor-faktor lingkungan domestik yang berpengaruh terhadap pemasaran
internasional meliputi hal-hal yang melibatkan kebijakan asing domestik yang
mempengaruhi keputusan pemasaran. Dan faktor-faktor tersebut cenderung tidak

pasti, sekalipun ada beberapa yang bisa dikendalikan. Faktor-faktor tersebut


adalah:
1. Kekuatan politik /hokum
2. Iklim ekonomi
3. Struktur persaingan
Sedangkan factor lingkungan asing yang berpengaruh terhadap pemasaran
internasional meliputi hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan asing yang
mempengaruhi keputusan pemasaran. Dimana faktor-faktor ini cenderung tidak
pasti dan sulit sekali untuk dikendalikan. Faktor-faktor tersebut adalah :
1. political/legal forces
2. Cultural forces
3. Geography and infrastructure
4. Structure of distribution
5. Level of technology
6. Competitive forces
7. economic force
Perusahaan mampu mengadaptasi lingkungan pemasaran internasional yang tak
dapat dikendalikan dengan menyesuaikan bauran pemasaran (product, price,
promotion dan distribution)
Kunci pemasaran internasional adalah adaptasi pada perbedaaan-perbedaaan
lingkungan dari satu pasar ke yang lainnya. Adaptasi adalah usaha secara sadar
dipihak pemasar internasional untuk mengantisipasi pengaruh dari berbagai
factor, baik asing maupun domestic, diluar kendali pada sebuah bauran
pemasaran dan kemudian menyesuaikan bauran pemasaran tersebut untuk
meminimalkan pengaruhnya.
Rintangan utama dalam keberhasilan pemasaran internasional adalah criteria
yang merujuk pada diri sendiri (SRC) dan etnosentrisme yang berhubungan
dengannya.

SRC adalah suatu referensi secara tidak sadar kepada nilai-nilai cultural,
pengalaman dan pengetahuan diri sendiri sebagai dasar keputusan.
Etnosentrisme adalah gagasan bahwa kultur atau perusahaan sendiri yang
paling mengetahui bagaimana melakukan semua hal.
Baik SRC maupun etnosentrisme menghalangi kemampuan untuk menilai
sebuah pasar asing secara apa adanya.
Reaksi kita sering berdasarkan pada arti, nilai, symbol dan perilaku yang relevan
pada kultur kita sendiri yang biasanya berbeda dengan kultur asing.
Dalam pemasaran internasional mengandalkan pada SRC seseorang akan
menyebabkan kegagalan dalam program pemasaran.
b. Rintangan utama dalam keberhasilan pemasaran internasional adalah self
reference criterion (SRC), jelaskan dan berikan contoh !
Rintangan utama dalam keberhasilan pemasaran internasional adalah criteria
yang merujuk pada diri sendiri (SRC) dan etnosentrisme yang berhubungan
dengannya.
SRC adalah suatu referensi secara tidak sadar kepada nilai-nilai cultural,
pengalaman dan pengetahuan diri sendiri sebagai dasar keputusan.
Etnosentrisme adalah gagasan bahwa kultur atau perusahaan sendiri yang
paling mengetahui bagaimana melakukan semua hal.
Baik SRC maupun etnosentrisme menghalangi kemampuan untuk menilai
sebuah pasar asing secara apa adanya.
Reaksi kita sering berdasarkan pada arti, nilai, symbol dan perilaku yang relevan
pada kultur kita sendiri yang biasanya berbeda dengan kultur asing.

Dalam pemasaran internasional mengandalkan pada SRC seseorang akan


menyebabkan kegagalan dalam program pemasaran.
Ada beberapa langkah untuk menghindari SRC :
1. Definisikan masalah atau tujuan bisnis dalam cirri-ciri kebiasaaan dan normanorma cultural di negara asal.
2. Definisikan masalah atau tujuan bisnis dalam cirri-ciri, kebiasaan dan normanorma cultural di negara tujuan melalui konsultasi dengan produk asli dari
negara tersebut dan jangan membuat penilaian.
3. Isolasi pengaruh SRC dalam masalah , dan periksa secara teliti untuk melihat
bagaimana pengaruh tersebut dapat mempengaruhi masalah
4. Definisikan ulang masalah tanpa pengaruh SRC dan berikan pemecahan untuk
situasi tujuan bisnis yang optimal.
Memiliki kesadaran global berarti mempunyai toleransi pada perbedaan cultural
dan pengetahuan tentang : kultur, sejarah, potensi pasar dunia, trend ekonomi,
sosial dan politik global.
Sebagai contohnya adalah pandangan cara berpakaian wanita di barat dan di
budaya timur (fashion). Pakaian berenang wanita di Barat hanya menggunakan
bikini saja dimana hal ini sangatlah tidak pantas dikenakan jika di Indonesia.
Pakaian renang wanita di Indonesia kebanyakan lebih tertutup bahkan ada pula
pakaian renang bagi pengguna hijab. Jika perusahaan konveksi Barat
menerbitkan pakaian renang seperti model barat maka hal ini akan
memunculkan SRC dan menimbulkan penolakan di lingkungan sekitarnya
karena perbedaan nilai dan budaya.
Soal 3
a. Pilih sebuah negara dan tunjukkan bagaimana pekerjaan dan topografi
mempengaruhi pemasaran dalam negara tersebut !

Dataran tinggi Tibet memiliki Iklim yang dingin karena letaknya yang tinggi.
Kebanyakan warga Tibet bekerja sebagai penggembala atau peternak domba dan
kerbau. Hal tersebut membuat Pakaian di Tibet lebih cenderung tebal untuk
menjaga suhu tubuh dan berwarna gelap agar tidak mudah kotor untuk
menggembala hewan hewan ternaknya.
Dalam rangka memenuhi permintaan dan keingginan penduduk Tibet. Industri
konveksi Cina banyak menggunakan pakaian-pakaian musim dingin yang tidak
laku di pasar untuk membuat dan memenuhi pasar di Tibet sesuai dengan
criteria. Dalam hal ini terlihat bahwa pemasar melakukan penyesuaian terhadap
topografi dan pekerjaan penduduk Tibet untuk melakukan pemasaran dan
penjualan sesuai dengan keiinginan konsumen di Tibet.

b. Pilih sebuah negara dan tunjukkan bagaimana kejadian-kejadian sejarah penting


telah mempengaruhi budaya negara tersebut !
PERAYAAN HANAMI
Hanami (hana wo miru = melihat bunga) atau ohanami adalah tradisi Jepang
dalam menikmati keindahan bunga, khususnya bunga sakura. Mekarnya bunga
sakura merupakan lambang kebahagiaan telah tibanya musim semi. Selain itu,
hanami juga berarti piknik dengan menggelar tikar untuk pesta makan- makan di
bawah pohon sakura.
Rombongan demi rombongan berpiknik menggelar tikar dan duduk-duduk di
bawah pepohonan sakura untuk bergembira bersama, minum sake, makan
makanan khas Jepang, dan lain-lain layaknya pesta kebun. Semuanya
bergembira. Ada kelompok keluarga, ada kelompok perusahaan, organisasi,
sekolah dan lain-lain.
Menurut kisah sejarah, kebiasaan hanami dipengaruhi oleh raja-raja Cina yang
gemar menanam pohon plum di sekitar istana mereka. Di Jepang para
bangsawanpun kemudian mulai menikmati bunga Ume (plum). Namun pada
abad ke-8 atau awalperiode Heian, obyek bunga yang dinikmati bergeser ke
bunga sakura. Dikisahkan pula bahwa Raja Saga di era Jepang dahulu gemar

menyelenggarakan

pesta

hanami

di

taman

Shinsenendi

Kyoto.

Para

bangsawanpun menikmati hanami di berbagai istana mereka, dan para petani


masa itu melakukannya dengan mendaki gunung terdekat di awal musim semi
untuk menikmati bunga sakura yang tumbuh disana sambil `tidak lupa
membawa bekal untuk makan siang. Hingga kini hanami menjadi kebiasaan
yang mengakar di seluruh masyarakat Jepang dan telah di terima sebagai salah
satu kekhasan bangsanya. Khusus di daerah Kansai dan Jepang Barat, tempattempat unggulan untuk ber-hanami adalah Arashiyama di Kyoto, Yoshino di
Nara, taman disekitar OsakaCastle dan Taman Shukugawa di Nishinomiya,
Prefektur Hyogo.
Waktu bunga sakura bermekaran di pohonnya berbeda-beda dari satu daerah ke
daerah lainnya, dimulai dari daerah paling selatan. Tapi rata-rata mekar dari
akhir Maret hingga awal April (kecuali di Okinawa dan Hokkaido). Dengan
demikian pesta memandang dan menikmati sakura juga berlainan waktunya dari
satu daerah ke daerah lainnya. Prakiraan pergerakan mekarnya bunga sakura
disebut garis depan bunga sakura (sakurazensen). Prakiraan ini dikeluarkan oleh
direktorat meteorologi dan berbagai badan yang berurusan dengan cuaca. Saat
melakukan hanami di suatu tempat adalah ketika semua pohon sakura yang ada
di tempat tersebut bunganya sudah mekar semua.
Namun akhir-akhir ini tradisi hanami membawa dampak negatif. Banyak orang
Jepang yang mabuk dan angka kecelakaan pun meningkat. Taman pun menjadi
gunung sampah. Di saat hanami kelihatannya kesadaran tertib buang sampah
menjadi luntur. Sayang sekali. Tapi di sisi lain, hanami seperti sebuah `rehat`
singkat dari striknya hidup orang-orang Jepang. Hanami juga merupakan
pembelajaran berharga bagi anak tentang alam dan tradisi.