Anda di halaman 1dari 6

Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan

2014

Pengaruh Faktor Air terhadap Pertumbuhan Jagung (Zea mays)


Diah Pratiwi
Program Studi Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura,
Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak

PENDAHULUAN
Air merupakan salah satu komponen penting bagi tumbuhan. Berbagai proses kehidupan pada tumbuhan
tidak akan bisa berlangsung tanpa adanya air, terutama pada saat proses perkecambahan biji. Kekurangan
air akan mengganggu pertumbuhan serta proses fisiologis tanaman, misalnya perkembangan embrio dan
endosperma terhambat, suplai oksigen ke dalam biji berkurang dan proses transport zat- zat makanan
menjadi terganggu.
Jagung (Zea mays) merupakan salah satu tanaman budidaya yang tergolong dalam famili Graminae. Jagung
termasuk tanaman annual (semusim) yang membutuhkan cukup banyak air dalam proses pertumbuhannya.
Menurut Indrawati (2004), setiap tanaman jagung membutuhkan sekitar 2 liter air setiap hari.
Kekurangan air pada jagung akan mengakibatkan aktivitas metabolismenya terhambat. Hal ini dapat dilihat
dari morfologi, tingkat pertumbuhan dan produksi buah yang dihasikannya. Menurut Gardner et al. (1991)
jagung yang kekurangan air akan memiliki ukuran daun kecil, sehingga akan mengganggu proses
penyerapan cahaya matahari untuk proses fotosintesis. Sejauh ini penelitian tentang pengaruh air terhadap
tanaman sudah banyak dilakukan, misalnya pengaruh air terhadap tanaman ginseng (Talinum paniculatum).
Menurut hasil penelitian Solichatun, dkk (2005), tanaman ginseng dapat tumbuh dengan baik pada
ketersediaan air yang cukup, yaitu sekitar 80 % dan 100%. Kebutuhan air bagi pertumbuhan tanaman
berbeda- beda tergantung jenis tanamannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
ketersediaan air terhadap pertumbuhan dan tingkat kelayuan tanaman jagung (Zea mays).
BAHAN DAN METODE
Waktu dan tempat penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada Jumat, 24 Oktober 2014 pukul 08.00- 11.00 WIB di Rumah Kasa Jurusan
Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura Pontianak.
Prosedur
Penelitian ini menggunakan alat dan bahan seperti cangkul, sekop tanaman, pot plastik, bak plastik, alat
penyiram, kertas label, selotip, tanah bakar, biji jagung dan air. Sebanyak 7 buah pot plastik diisi tanah
bakar dengan volume sama banyak. Kemudian biji jagung yang bernas sebanyak 5 biji dimasukkan ke
dalam tiap- tiap pot. Setelah itu masing- masing pot diberi perlakuan yang berbeda, yaitu pot 1 di siram
dengan air 1 x sehari, pot 2 disiram dengan air 1 x 2 hari, pot 3 disiram dengan air 1 x 3 hari, pot 4
dibiarkan selalu terendam air pada bagian bawahnya, pot 5 disiram dengan air 1 x sehari, pot 6 disiram
dengan air setelah memperlihatkan gejala kelayuan dan pot 7 dibiarkan selalu terendam air pada bagian
bawahnya. Pengamatan yang dilakukan pada pot 1, pot 2, pot 3 dan pot 4 adalah respon pertumbuhan
jagung terhadap tiap- tiap perlakuan, sedangkan pengamatan pada pot 5, pot 6 dan pot 7 adalah titik
kelayuan jagung. Pengamatan dan analisis data tentang pertumbuhan dan titik kelayuan jagung dilakukan
selama 30 hari.
Analisis Data
Akar jagung pada tiap- tiap pot setelah empat minggu ditimbang, kemudian dihitung berat basah dan berat
keringnya. Ada pun analisis berat basah dan berat kering akar jagung tersebut menggunakan rumus sebagai
berikut :
a. Berat Basah (BB) =
x 100 %
b. Berat Kering (BK) =

x 100 %

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil
Ketersediaan air berpengaruh terhadap pertumbuhan Zea mays. Ada pun data hasil pengamatan Zea mays
meliputi tinggi tanaman, panjang daun, jumlah daun dan jumlah daun untuk melihat pertumbuhan dan titik
kelayuannya.
Tabel 1. Pengaruh Faktor Air terhadap Tinggi Tanaman Jagung (Pertumbuhan)
Minggu
1
2
3
4

Pot 1
38,2
43,2
27,86
45,02

Pot 2
27,6
33,3
37,38
37,46

Pot 3
29,8
35,04
34,98
43,12

Pot 4
40,3
42,94
37,54
65,48

Pot 3
26,6
30,24
33
44,4

Pot 4
27,6
32,24
40,72
48,64

Pot 3 (cm)
1.06
1,32
1,42
1,96

Pot 4 (cm)
1.2
1,32
1,54
2,42

Pot 3
3
4
6
6

Pot 4
2
4
6
6

Tabel 2. Pengaruh Faktor Air terhadap Panjang Daun Jagung (Pertumbuhan)


Minggu
1
2
3
4

Pot 1
25,8
29,76
32,54
49,68

Pot 2
23,6
28,24
37,16
41,16

Tabel 3. Pengaruh Faktor Air terhadap Lebar Daun Jagung (Pertumbuhan)


Minggu
1
2
3
4

Pot 1 (cm)
1,24
1,38
1,48
2,18

Pot 2 (cm)
1,18
1,34
1,62
1,98

Tabel 4. Pengaruh Faktor Air terhadap Jumlah daun Jagung (Pertumbuhan)


Minggu
1
2
3
4

Pot 1
3
4
6
7

Pot 2
3
4
5
5

Tabel 5. Pengaruh Faktor Air terhadap Tinggi Tanaman Jagung (Kelayuan)


Minggu
1
2
3
4

Pot (cm)
37,25
40,75
36,37
15,25

Pot 2 (cm)
29
37
28,93
65,3

Pot 3 (cm)
34,25
39,85
34,15
76,12

Tabel 6. Pengaruh Faktor Air terhadap Panjang Daun Jagung (Kelayuan)


Minggu
1
2
3
4

Pot 1 (cm)
25
29,1
39,75
41,5

Pot 2 (cm)
27,3
32,06
41
46,16

Pot 3 (cm)
27
30,9
43,56
52,75

Tabel 7. Pengaruh Faktor Air terhadap Lebar daun Jagung (Kelayuan)


Minggu
1
2
3
4

Pot 1 (cm)
1,2
1,37
1,86
2,6

Pot 2
1,3
1,5
2,3
2,26

Pot 3
1,32
1,45
2,42
2,9

Tabel 8. Pengaruh Faktor Air terhadap Jumlah daun Jagung (Kelayuan)


Minggu
1
2
3
4

Pot 1
3
4
6
6

Pot 2
3
4
6
4

Pot 3
1
4
6
5

Pembahasan
Ketersediaan air pada suatu habitat akan mempengaruhi pertumbuhan suatu tanaman. Apabila suatu
tanaman mengalami kekurangan air maka akan mempengaruhi turgor sel sehingga akan mengurangi
pengembangan sel, sintesis protein, dan sintesis dinding sel (Gardner et al ., 1991). Pengaruh kekurangan
air selama tingkat vegetatif adalah tanaman kerdil, berkembangnya daun-daun yang ukurannya lebih kecil
dan jumlah daun yang sedikit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman jagung pada masing- masing
pot yang di beri air dalam jumlah berbeda memiliki tinggi yang berbeda pula pada setiap minggu
pengamatan (Gambar 1).
80
60

Pot 1

40

Pot 2
Pot 3

20

Pot 4
0
minggu ke-1

Minggu ke-2

Minggu ke 3

Minggu ke-4

Gambar 1. Tinggi tanaman jagung (Zea mays) yang dipengaruhi jumlah air yang diberikan (pertumbuhan)

Berdasarkan Gambar 1 dapat diketahui bahwa pot 4 yang terendam air memiliki tinggi yang melebihi
tanaman pada pot 1,2 dan 3. Hal ini dikarenakan tanaman jagung pada pot 4 ketersediaan air yang cukup,
sehingga akarnya bisa dengan mudah menyerap air dan digunakan untukn pertumbuhannya. Tanaman
jagung pada pot 1 disiram satu kali sehari, sehingga pertumbuhannya baik, sedangkan pada pot 2 dan 3
tanaman jagungnya rendah karena dikondisikan kekurangan air. Menurut Gardner et al ., (1991),
kekurangan air dapat menyebabkan ukuran daun tanaman kecil, sehingga akan mempengaruhi dalam proses
penyerapan cahaya yang dibutuhkan dalam fotosintesis, sehingga akan menghambat pertumbuhan tinggi
tanaman.
Selain itu, kekurangan air juga akan mempengaruhi ukuran daun, baik ukuran panjang (Gambar 2), lebar
(Gambar 3) dan jumlah daun (Gambar 4). Tanaman jagung membutuhkan air yang cukup untuk
pertumbuhannya, yaitu sekitar 2 liter per hari. Air komponen yang penting bagi pertumbuhan dan
perkembangan sel tanaman, sehingga apabila jagung tersebut kekurangan air maka pembelahan sel akan
terhambat. Oleh karena itu, ukuran daunnya kecil- kecil dan produksi daun baru juga sedikit.

60
50
40

Pot 1

30

Pot 2
Pot 3

20

Pot 4

10
0
Minggu ke-1Minggu ke-2Minggu ke-3Minggu ke-4

Gambar 2. Ukuran Panjang daun jagung (Zea mays) yang dipengaruhi jumlah air yang diberikan (pertumbuhan)

Berdasarkan Gambar 1, tanaman jagung yang selalu disiram (pot 1) dan terendam (pot 4) memiliki
pertambahan ukuran panjang daun yang optimal daripada tanaman jagung yang jarang disiram (pot 1 dan pot2).
3
2.5
2

Pot 1

1.5

Pot 2

Pot 3

0.5

Pot 4

0
Minggu ke-1 Minggu ke-2 Minggu ke-3 Minggu ke-4
Gambar 3. Ukuran lebar daun jagung (Zea mays) yang dipengaruhi jumlah air yang diberikan (pertumbuhan)

Gambar 3 menjelaskan pertambahan ukuran lebar daun tanaman jagung pada tiap pot. Lebar daun tanaman
pada pot 1 dan pot 4 selalu bertambah dengan cepat pada setiap minggu pengamatan, sedangkan tanaman
jagung pada pot 2 dan pot 3 ukuran daunnya betambah secara lambat, karena dalam kondisi yang
kekurangan air.
8
7
6
5
4
3
2
1
0

Pot 1
Pot 2
Pot 3
Pot 4
Minggu
ke-1

Minggu
ke-2

Minggu
ke- 3

Minggu
ke-4

Gambar 4. Jumlah daun jagung (Zea mays) yang dipengaruhi jumlah air yang diberikan (pertumbuhan)

Berdasarkan Gambar 4, pertambahan jumlah daun yang dihasilkan oleh tanaman jagung pada pot yang
memiliki persediaan air cukup akan lebih banyak daripada tanaman pada pot yang kekurangan air. Pot 1
dan pot 4 memiliki daun yang baru tumbuh pada setiap minggu pengamatan. Pot 2 dan pot 3 juga memiliki
daun yang baru tumbuh, namun hal itu tidak dapat ditemukan pada setiap minggu pengamatan.
4

Selain berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman jagung, air juga dapat berpengaruh terhadap titik
kelayuan tanaman tersebut. Air pada persentase pelayuan permanen adalah apabila pada kelembaban tanah
tersebut tumbuhan yang tumbuh diatasnya akan layu dan tidak akan segar kembali dalam atmosfer dengan
kelembaban relatif 100% (Gardner et al., 1991). Berdasarkan hasil penelitian, tanaman yang disiram satu
kali sehari (pot 1) dan tanaman di dalam pot yang selalu terendam (pot 3), tidak menunjukkan gejala
kekurangan air, seperti kelayuan, sedangkan tanaman pada pot 2 ada memperlihatkan gejala kelayuan,
namun setelah disiram tanaman tersebut kembali segar. Hal ini berarti tanamna yang memperlihatkan gejala
kelayuan tersebut bukan kelayuan permanen, sehingga masih bisa kembali segar seperti biasa serta bisa
tumbuh dan berkembang dengan baik.
80
70
60
50
40
30
20
10
0

Pot 1
Pot 2
Pot 3
Minggu
ke-1

Minggu
ke-2

Minggu
ke- 3

Minggu
ke-4

Gambar 5. Tinggi tanaman jagung (Zea mays) yang dipengaruhi jumlah air yang diberikan (kelayuan)
50
40
30

Pot 1

20

Pot 2

10

Pot 3

0
Minggu
ke-1

Minggu
ke-2

Minggu
ke- 3

Minggu
ke-4

Gambar 6. Ukuran panjang daun jagung (Zea mays) yang dipengaruhi jumlah air yang diberikan (kelayuan)
7
6
5
4
3
2
1
0

Pot 1
Pot 2
Pot 3
Minggu
ke-1

Minggu
ke-2

Minggu
ke- 3

Minggu
ke-4

Gambar 7. Ukuran lebar daun jagung (Zea mays) yang dipengaruhi jumlah air yang diberikan (kelayuan)

7
6
5
4
3
2
1
0

Pot 1
Pot 2
Pot 3
Minggu
ke-1

Minggu
ke-2

Minggu
ke- 3

Minggu
ke-4

Gambar 8. Jumlah daun jagung (Zea mays) yang dipengaruhi jumlah air yang diberikan (kelayuan)

Air seringkali membatasi pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya, misalnya jagung dan
tanaman lainnya. Respon tumbuhan terhadap kekurangan air dapat dilihat pada aktivitas metabolismenya,
morfologinya, tingkat pertumbuhannya, atau produktivitasnya. Air juga dapat mempengaruhi berat basah
jagung. Pertumbuhan suatu tumbuhan dapat diukur melalui berat bering dan laju pertumbuhan relatifnya.
Berat kering tumbuhan yang berupa biomassa total, dipandang sebagai manifestasi proses-proses
metabolisme yang terjadi di dalam tubuh tumbuhan. Biomassa tumbuhan meliputi hasil fotosintesis,
serapan unsur hara dan air. Gardner et al. (1991) menyatakan bahwa berat kering dapat menunjukkan
produktivitas tanaman karena 90% hasil fotosintesis terdapat dalam bentuk berat kering. semakin tinggi
tingkat ketersediaan air, maka akumulasi berat kering tanaman akan semakin menurun Dengan demikian,
air sangat mempengaruhi prtumbuhan dan perkembangan tanaman jagung, yaitu meliputi tinggi
tanaman,panjang daun, lebar daun, jumlah daun, berat basah dan berat kering.
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Tri Oktarini Adiaty, Silvi Kurniasari, Agus Paryono, Anastasia
dan Ulul Maulina Riami yang bertindak sebagai Asisten Praktikum Ekologi Tumbuhan yang telah
membantu serta membimbing kami dalam melakukan penelitian dan pengamatan.
DAFTAR PUSTAKA
Gardner, F.P., Perace, R.B., dan Mitchell, R.L. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya . Penerjemah: Susilo, H. Jakarta:
UI Press.
Indrawati, 2004, Saat Pemberian Air pada Jagung, Seminar Hasil Penelitian Tanaman Pangan, LPP Bogor, 1: hal 1823.
Solichatun, Endang Anggarwulan & Widya Mudyantini, 2005, Pengaruh Ketersediaan Air terh adap Pertumbuhan dan
Kandungan Bahan Aktif Saponin Tanaman Ginseng Jawa ( Talinum paniculatum Gaertn.), Biofarmasi, Vol. 3,
No. 2: 47-5.