Anda di halaman 1dari 6

Cerita Mesum : Kutantang Keperkasaan Sopir Pribadiku

Cerita Mesum ini terjadi sebenarnya karena ulahku. Aku tantang keperkasaan Pak Warso
sopir pribadiku.

” aaahhh…pak …oooohhhh….terus pak…terusin pak…”


” aku masukin lagi ya sayang” kata pak warso
aku tidak menjawab aku hanya menanti batang itu masuk ke memekku yang sudah lapar
dan haus akan kenikmatan itu. ” aaaahhhhkkkk….pelan pelan pak…ouch…sakit pak…
sakit…” rintihku
pak warso dengan perlahan dan pasti menusukkan kontol besar itu ke memekku.
” ooohhh sayang…sempit sekali…seperti punya perawan…aaahhh ”
Kontol itu masuk keseluruhan pak warso diam sejenak , menunggu agar memek basahku
bisa menerima kontol yang besar itu.

Kisah ini adalah kisah nyataku, yang sampai saat ini masih berlanjut antara aku dan pak
warso.Pakwarso adalah sopir bribadiku yang sudah lama kerja di rumahku. Sore itu pak
Warso mengantarku ke kantor notaris, karena ada urusan yang harus aku selesai kan. Aku
duduk di jok belakang, tiba2 saja aku mengamati pak warso yang selama ini menjadi
sopir keluargaku.”hhmmmm…ternyata dia boleh juga, badan dia kekar dan berotot,
palagi itu nya yah…pasti nyummi” pikiran pikiran kotor mulai mempermainkan otakku.

“pak Warso…dah berapa lama sih menikah kok belum punya anak” pancingku
” 16 tahun Bu” jawab nya singkat
” kok lom punya anak…pasti Pak Warso kurang genjotan nya” kataku mulai menjuru
” siapa bilang bu…orang saya paling jago di ranjang…istri saya saja kadang minta
ampun nangis nangis” jawab nya

Aku dan pak warso memang dari dulu suka bicara blak blakan tapi baru kali ini menjurus
ke sola ranjang.

” aahh…G percaya aku pak” jawabku


“apa ibu mau saya kelonin…biar percaya” jawab nya sambil masih menyetir mobil.
pikiranku semkain tidak menentun membayangkan tangan tangan Pak warso menyusuri
tiap inchi kulit tubuhku.

”nggak ah pak laki laki mah besar di mulut doank…kek tamu tak di undang…belum juga
di suruh masuk udah keluar duluan’ jawab ku sedikit menantang.

”Bu…andai saja Ibu bukan majikan saya, dah dari dulu ibu saya perkosa” jawab nya
mengaget kan aku.

Sepulang dari kantor notaris pikiranku masih saja memikirkan kata kata pak Warso
ingin rasanya menikmatin benjolan di balik seleting celana itu.
“pak, tolong belikan ini ya…pake uang bapak dulu deh nanti aku ganti” kataku sambil
menyerahkan secarik kertas yang sebenar nya bukan lah catatan belanja melain kan
tulisanku menantang dia.

” PAK…AKU TUNGGU SAMPAI DIMANA KAMU BERANI SAMA AKU….KALO


MEMANG JANTAN BUKTIKAN”
tulisku di kertas itu.

Aku menuju meja makan setelah memberikan note kecil pada pak warso, aku duduk di
meja makan, yang arah nya membelakangi ruang tamu. Rumah ku selalu rame maklum
keponakan dan orang tuaku juga tinggal denganku. Tiba tiba saja aku merasakan tangan
kekar mencengkeram susuku, meremas nya dengan gemas nya, dan nafas memburu
terdengar jelas di telingaku.

” aaahhhh…kamu mau aku entot dimana…katakan…hhhhmmmmm….” katanya sambil


terus melumat kupingku dan meremas remas payudaraku yang montok .

” ssshhhh…..aaahhhh pak…terusin pak….nikmat sekali” jawabku sambil mulai meraih


bibir nya, aku semakin bernafsu ketika tangan pak warso turun keselakanganku. aku
semain gila menerima rangsangan itu.

“ooohhhh….hhhhmmmm….terusin pak….ayo pak terusin” ketika tiba tiba aku merasa


remasan remasan dia mengendor bersamaan lenyap nya dia dari belakangku. Aku kecewa
bukan kepalang, aku masuk kamar dan menutup pintu.

Keesok hari nya aku sengaja nggak ngomong apa apa ke pak warso , aku masih marah
akibat semalem. dalam perjalanan ke kantor ku aku hanya membisu.

” maafin aku bu, habis situasi nya seperti itu” tiba tiba dia membuka pembicaraan.
” sudah lah pak, kalo memang nggak bisa muasin orang nggak usah banyak bicara”
jawabku ketus

Tapi tiba tiba laju mobil memutar ke arah menjauh dariarah ke kantorku, menuju
pinggiran kota.

” mau kemana sih pak, aku bisa telat loh ” protesku.

Mobil terus melaju cepat menuju arah utara mendekati area pantai. sepuluh menit
kemudian pak warso membelok kan mobil menuju sebuah Hotel. dalam hati aku
tersenyum sendiri. Setelah pesan kamar Pak warso membawa mobil masuk kedalam, dan
parkir di depan salah satu kamar. Hotel ini memang bagus karena memiliki kamar sweet
yang indah dengan harga yang tak seberapa mahal.

Pak warso membuka pintu mobil, aku pura pura diam tak menghiraukan dia. Lalu pak
warso menarik tanganku masuk ke kamar hotel. sesampai nya di kamar belum sempat
aku berbicara, pak warso telah memelukku erat dan menciumiku dengan penuh nafsu.
” aaahhh…pak….ooohhhh…” desah ku sambil membalas kecupan kecupan nya, lidah
pakwarso bermain main di rongga mulutku.

” sekarang kau boleh minta apapun yang kamu mau, aaaaahhh…aku sudah lama ingin
mencumbu mu” kata pak warso di sela sela ciuman nya.

Tangan pak warso dengan kasar meremas kedua bukit kembarku, remasan yang kasar
semakin membuat aku gila, tubuhku meliuk bagai kan penari yang gemulai.
Tangan pak warso mulai turun menyusuri berut ku …meraba pantat ku yang padat berisi.

” Bu….aaaahhh…aku sudah lama menanti saat saat seperti ini…ssshhh….aaahhhh….aku


akan puas kan kamu ” ceracau pak warso sambil etrus menciumiku. ciuman itu turun ke
bagian dadaku, sementara tangan kanan pak warso mulai menyelinap di balik rok spanku.

“Ooohhh….pak …ssshhhh…terus pak..puas kan aku hari ini” ceracauku


” hari ini aku milik mu pak…aaahhh….terus pak…terus…” kata kata yang tak terkontrol
keluar begitu saja.

Pak warso membuka satu persatu kemeja kerja ku, dan melepas rokku dan melempar nya
begitu saja. aku di dorong nya ke dinding.
masih dengan beringas nya pak warso menciumi, menciumi payudaraku, yang masih
terbungkus bra, aku mengeliat geliat tak karuan.

” Bu…kamu begitu cantik, tubuh mu begitu indah…aku ingin menikmati tubuh indah mu
ini” celoteh pakwarso, sambil tangan nya membuka pengait braku, seketika itu
payudaraku yang montok menjadi sasaran lidah pak warso.

“terus pak…isep pak…isep terus…gigit…gigit puting nya pak” cercau ku


” OOohhh…indah nya….aaahhh…nikmat nya susu kamu bu”
” ayo pak …cepet pak nikmatin tubuhku ini…isep susuku yang montok ini”
“aahhhkk….oooohhhh….” aku memekik ketika pak warso tiba tiba sajamenyentuh
bagian yang paling sensitif itu.

Tangan pak warso mengelus elus memekku yang sudah basah.

” pak…terus ..aaahhh…masukin jari nya pak ..ayo pak..” aku memohon padanya

Pak warso jongko di depanku, menarik pahaku kananku dan menaruh nya di pundak nya,
kemudian pak warso menjilati memekku dengan rakus nya.

” ooohhh…pak…oh yah…ahhhh…terus pak…terus pak masukin lidah nya yang dalam


pak”

” hhmmm….enak nya memek mu Bu…ahhh…ini itil nya ya bu…aku isepin ya sayang”


kata pak warso.
” iya pak…isep pak..isep pak…terus pak ”

” ooohhhhhh……….aaaaaahhhhhhh….aaaaahhh….ahhhh…pak aku…aku…oohh…
paaaak ..aku…” dengan menghentak hentak kan pinggulku tanganku menekan kua kuat
kepala pak warso, tubuhku kejang kakiku gemetar, bagaikan mengeluarkan bongkahan
batu yang teramat berat dri dalam rahimku.

aku mencapai orgasm yang pertama, kaki ku masih gemetar, pak warso tau aku tak bisa
berdiri, dia membopongku keranjang. Kemudian dia menelpon room service memesan
juice oranges kesukaanku.

Pak warso kembali menciumiku, melumat bibirku,kembali aku di permainkan


nafsuku,kali ini aku lebih agresif, kubalas ciuman pak warso dan tanganku mengelus
pundak pak warso.
ciumanku merambat ketelinga pak warso, kusapu habis telinga pak warso dengan lidah
ku, kemudian ciumanku turun ke leher pak warso. Pak warso mendesah.

” aaahh…terusin sayang ciumi aku sampai kau puas” ceracau nya

tangan pak warso mempermainkan payudaraku, meremas dan memilin putingnya yang
mulai mengeras.

Tanganku mulai pindah ke ikat pinggang pak warso, segera saja aku buka ikan pinggang
itu dan menurun kan celana panjang pak warso. terlihat jelas benjolan di balik celana
dalam itu. Aku berjongkong di depan pak warso, perlahan ku turun kan celana dalam itu
dan….wow besar nya, gumam ku.aku mengulum batang pak warso yang keras bak gada
besi.

” ooohhhh….terus isep sayang…yah …yah…ohhh…aaahhhh ” pak warso mengerang

” aaaahhh…..terus sayang kulum habis kontol ku…aaahhhh ”

aku mengulum terus memain kan lidah ku di ujung nya yang merah mengkilat, dan
menusuk nusuk kan lidah ku ke lubang yang imut itu.

” eeemmmm….pak …aaahhh kontol bapak nyumi sekali” desahku, sambil terus


mengocok batang pak warso dengan bibirku, ku isep dan ku mainkan buah pelir yang
menggelantung itu.

” aaaahhhh…..aaahhhh….” pak warso mendesah desah ketika aku menghisap buah peler
nya.

Pak warso menarik bahuku, dan mendorong tubuhku ke ranjang, aku telungkup di
ranjang , dengan posisi setengah badan di ranjang dan kaki ku menjuntai ke lantai.
Pak warso menarik ke duah kakiku agar melebar pak warso kemudian sedikit menurun
kan badan nya, memukul mukul kan batang itu ke bongkohan pantat ku.

” aaahhh…pak ….ayo pak …aku sudah tidak tahan jangan permain kan aku pak” kata ku
menghiba.

pak warso membalik kan badanku , kemudian pak warso mennusuk kan gada yang merah
itu ke lubang vaginaku.

” aaahhhkkkk….pak sakit pak…sakit…” teriak ku saat kontol bear tu mencoba


menyeruak masuk, aku mendorong kaki pak warso dengan kaki ku agar menjauh.

pak warso lalu jongkok di depan vaginaku, dan menyapu bibir vagina itu dengan lidah
nya.

” aaahhh…pak …oooohhhh….terus pak…terusin pak…”


” aku masukin lagi ya sayang” kata pak warso
aku tidak menjawab aku hanya menanti batang itu masuk ke memekku yang sudah lapar
dan haus akan kenikmatan itu.

” aaaahhhhkkkk….pelan pelan pak…ouch…sakit pak…sakit…” rintihku

pakwarso dengan perlahan dan pasti menusukkan kontol besar itu ke memekku.

” ooohhh sayang…sempit sekali…seperti punya perawan…aaahhh ”

Kontol itu masuk keseluruhan pak warso diam sejenak , menunggu agar memek basahku
bisa menerima kontol yang besar itu.

” yah pak…iyah…iyah…terus pak ..terus…masukin yang dalam pak terus…ooohhh”

” sayang memek kamu nikmat sekali….memek kamu sungguh nikmat…aku akan entot
kamu sayang…aku akan memuaskan kamu” oceh pak warso

” ooohhh pak terusin pak…kontol bapak besar dan nikmat….oh ya…yah..yah…”


ceracauku diantara sodokan sodokan kontol pak warso.

pak warso menarik kontol nya dan memintaku turun ke lantai yang beralaskan selimut,
dia memintaku nungging. pak warso membungkukkan bandan nya dan menciumi pantat
ku, kemudian dia melebarkan bongkohan pantatku. lidah pak warso menyapu anusku.

” aahhkkk…pak…ooohhh….terus kan pak…iyah…jilati pak..ayo jilati terus anusku pak”

” eemmm…nikmat nya sayang…aku amat suka anus kamu yang indah ini” kata pak
warso

Kemudian pak warso berdiri dan mulai menusuk nusuk kan kontol nya, kenikmatan tiada
tara membawa aku meliuk dan bergoyang mengikuti sodokan demi sodokan dari kontol
pak warso.

‘ ayo pak…yang keras pak..yang keras…ooohhh …aaahhh”

” pak aku mau keluar pak…aaahhh…ayo pak cepetan pak…yang kenceng pak terus pak
sodok memek aku pak…entot yang kuat pak …ayo pak.” ceracau ku

” iya sayang aku juga mau keluar…aaahhh…”

” pak…oooohhhh….aaahhhh aku kelu…ak..aku…akukeluar paaak” dengan hentakan


keras ke belakangdan pak warso dengan hentakan keras kedepan aku merasakan seakan
akan kontol itu menembus anusku.

” aaahhhhhh……..sayang….ooooohhhhh….oooohhhhhh” erang pak warso yang di iringi


semburan hanggat di vaginaku.

kami berdua ambruk di lantai…menikmati sisa sisa kenikmatan sorga dunia itu.