Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM

SIFAT FISIK HASIL PERTANIAN

MENGHITUNG BENTUK, UKURAN DAN MENGUKUR KEKERASAN


PADA BUAH

Oleh:
Ade Putri Aryani
NIM A1H012060

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2014

I;

PENDAHULUAN

A; Latar Belakang

Bahan pangan merupakan salah satu produk yang dihasilkan dalam


pertanian selain ternak dan produk-produk agroindustri. Bahan pangan hasil
pertanian ini sering kali mengalami kerusakan baik di lahan maupun dalam proses
penanganan pasca panen. Kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai
faktor diantaranya faktor fisik, mekanis, termis, biologis, dan kimia.
Untuk mengendalikan kerusakan bahan hasil pertanian tersebut, diperlukan
pengetahuan tentang tentang karakteristik (watak atau sifat) teknik dari bahan
hasil pertanian yang meliputi karakteristik fisik, mekanik, dan termal.
Beberapa komponen karakteristik fisik komoditas pertanian antara lain
bentuk, ukuran, volume, luas permukaan, densitas, porositas, warna, dan
kenampakan. Pengetahuan tentang karakteristik fisik bahan hasil pertanian ini
diperlukan sebagai dasar dalam :
1; Merancang bangun mesin-mesin pengolahan terhadap perhitungan energi

dalam proses pendinginan dan pengeringan, rancangan alat pengecil ukuran.


2; Menganalisis dan menentukan efisiensi suatu mesin, maupun proses

pengolahannya.
3; Mengembangkan produk-produk olahan baru.
4; Mengevaluasi serta mengawetkan mutu produk akhir.
5; Masalah distribusi, dan lain-lain.

Untuk itu penting mengetahui karakteristik fisik dari suatu produk pertanian
agar proses penyimpanan dan pengolahan hingga ke konsumen dapatberlangsung
lebih optimal karena dengan mengetahui karakteristik fisik produk pertanian kita

dapat menangani produk pasca panen secara benar dan kerusakan pun dapat
diminimalkan.

B; Tujuan
1; Menentukan bentuk dan ukuran suatu bahan hasil pertanian berdasarkan

perhitungan kebundran dan kebulatan.


2; Mengukur kekerasan bahan hasil pertanian dengan menggunakan Fruits

Hardness Tester.

II; TINJAUAN PUSTAKA

Bentuk dan ukuran bahan pangan mempunyai arti penting dalam


prosespenanganan

bahan

pangan,

misalnya

pada

proses

pengepakan,

pengangkutan, danpenyimpanan. Selain itu, bentuk dan ukuran bahan pangan juga
penting pada proses pengolahan bahan pangan. Ukuran menyatakan besaran

materi atauisi pada suatu komoditas yang dimanifestasikan dalam bentuk besaran
yaitu berat,lebar, volume, diameter, luas, tebal, dan panjang.
Ada beberapa karakteristik yang dapat digunakan untuk menjelaskan bentuk
dan ukuran bahan hasil pertanian, diantaranya :
1; Bentuk acuan

Dilihat melalui pengamatan terhadap keadaan permukaan dari potongan atau


melintangnya atau mengukur parameter-parameter bahan dan kemudian
membandingkannya dengan bentuk-bentuk yang sudah ada pada bentuk acuan
(chart standar). Berikut ini adalah bentuk acuan dari produk hasil pertanian :

Gambar 1. Contoh Chart Standar pada Buah dan Sayur.

Beberapa istilah dalam bentuk dan acuan yang dapat digunakan untuk
mendeskripsikan suatu objek :
Tabel 1. Istilah dalam Bentuk dan Acuan untuk Mendeskripsikan Suatu Objek
Bentuk
Deskripsi
Bundar (Round)

Menyerupai bentuk bulatan (spheroid)

Oblate

Datar pada bagian pangkal dan pusuk atau


puncak

Membujur (Oblong)

Diameter

vertikal

lebih

besar

daripada

diameter horizontal
Kerucut (Conic)

Meruncing ke arah bagian puncak

Bujur telur (Ovate)

Bentuk seperti telur dan melebar pada bagian


pangkal

Berat sebelah/ miring (Lopsided)

Poros yang menghubungkan pangkal dan


puncaktidak tegak lurus melainkan miring

Bujur telur terbalik (Oboveta)

Seperti telur terbalik

Bulat panjang (Elliptica)

Menyerupai bentuk elips (bulat panjang)

Kerucut terpotong (Truncate)

Kedua ujungnya mendatar atau persegi

Tidak seimbang (Unequal)

Separuh bagian lebih besar dari yang lain

Ribbed

Pada

potongan

melintangnya

sisi-

sisinyamenyerupai sudut-sudu
Teratur (Reguler)

Bagian horizontal menyerupai lingkaran

Tidak teratur (Iregular)

Potongan horizontalnya sama sekali tidak


menyerupai lingkaran

2; Kebulatan (Sphericity)

Kebulatan (sphericity) dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara


diameter bola yang mempunyai volume sama dengan objek dengan diameter bola
terkecil yang dapat mengelilingi objek.Seperti halnya nilai kebundaran, nilai
kebulatan suatu bahan juga berkisar antara 0-1. Apabila nilai kebulatan suatu
bahan hasil pertanian mendekati 1 maka bahan tersebut mendekati bentuk bola
(bulat).
a Rumus
b c untuk mencari kebulatan :

Sp h ericity=
atau
1 /3

Sp h ericity=

di
dc

dimana :
a = Sumbu terpanjang
b = Sumbu intermediate
c = Sumbu terpendek

Gambar 2. Penentuan Kebulatan

di =Diameter lingkaran terbesar di dalam obyek

dc =Diameter lingkaran terkecil yang membatasi obyek


3;

Kebundaran (Roundness)
Kebundaran adalah suatu ukuran ketajaman sudut-sudut dari suatu benda

padat. Nilai kebundaran suatu bahan berkisar 0-1. Apabila nilai kebundaran suatu
bahan hasil pertanian mendekati 1, maka bentuk bahan tersebut mendekati bundar.

Rumus menghitung kebundaran :


A
Roundness= p
Ac
Atau
Roundness=

N
i=1
r
NR

Gambar 3. Penentuan Kebundaran


dimana :
Ap = Luas permukaan proyeksi terbesar dari bahan dalam posisi bebas
Ac = Luas permukaan lingkaran terkecil yg membatasi
r = Jari-jari lengkungan
R = Jari-jari lingkaran maksimum
N = Jumlah sudut yang ada
4;

Pengukuran dimensi sumbu bahan


Untuk objek-objek yang berukuran kecil seperti biji-bijian, garis besar

proyeksi dari setiap sampel dapat diukur dengan menggunakan sebuah alat photo
pembesar (photographic enlarger), namun secara sederhana dapat pula dilakukan
dengan metode proyeksi dengan menggunakan OHP (Overhead Projector).
5;

Kemiripan terhadap benda-benda geometri

Selain membandingkan dengan bentuk standar, penentuan bentuk bahan


hasil pertanian dapat juga ditentukan dengan melihat kemiripan dengan bendabenda geometri tertentu, yaitu bulat memanjang (prolate spheroid), bulat
membujur (oblate spheroid), dan kerucut berputar atau silinder. Setelah diketahui
bentuk bahan berdasarkan kemiripan terhadap benda-benda geometri, maka
volume dan luas permukaan bahan dapat dihitung.
Rumus untuk perhitungan kemiripan berdasarkan tipe atau jenisnya adalah
sebagai berikut:
a; Bulat

V 4 a b 2
3

memanjang

ab
S 2b2 2 sin 1 e
c
b2
e 1
a

1/ 2

dimana :
V = Volume
S = Luas permukaan
a = Sumbu memanjang elips (major axes)
b = Sumbu membujur elips (minor axes)
e = Eksentrisitas
b; Kerucut berputar atau silinder (right circular cone) : wortel, mentimun.


V h r12 r1r 2 r2 2
3

sr1h22

22/1

dimana :
V= Volume bahan
S= Luas permukaan bahan
a= Sumbu panjang elips (major axes)
b= Sumbu pendek elips (minor axes)
r1= Jari-jari bagian dasar bahan
r2 = Jari-jari bagian pucuk
h = Tinggi bahan
e = Eksentrisitas
c; Bulat membujur (oblate spheroid)

Sebuah elip berputar pd sumbu pendeknya : buah anggur.


V 4 a 2b
3

b2 1 e
S 2a2 ln
e 1 e

III; METODOLOGI

A; Alat dan Bahan


1; Buah : Apel
2; Jangka sorong
3; Penggaris
4; Pensil/pulpen
5; Kertas HVS
6; Gelas ukur
7; Neraca
8; Kertas milimeter
9; Jangka

B; Prosedur Kerja
1; Menentukan buah yang akan digunakan (Apel).
2; Menggambar buah pada kertas mm blok.
3; Mengukur panjang buah dengan cara menentukan a, b, c, di, dc sesuai dengan

buah yang digunakan. Dengan ketentuan sebagai berikut ini :


a

= ukuran terpanjang bagian buah

= ukuran pertengahan bagian buah

= ukuran terpendek bagian buah

di = diameter lingkaran terbesar di dalam obyek

dc = diameter lingkaran terkecil yang membatasi obyek


4; Menghitung Ap, Ac pada produk buah dengan menggunakan kertas milimeter

blok.
5; Menghitung kebundaran dan kebulatan produk buah.
6; Menghitung kekerasan produk buah dengan menggunakan alat yaitu Fruits

Hardness Tester.

IV; HASIL DAN PEMBAHASAN


A; Hasil

Apel :
1; a = 6,03 cm

b= 4,49 cm

c= 4,24 cm

2; a = 5,6 cm

b = 4,3 cm

c = 3,8 cm

3; a = 5,98 cm

b = 4,81 cm

c = 4,29 cm

a; Kebundaran
1;
2;
3;

Ap
Ac
Ap
Ac
Ap
Ac

24,79

= 31,06 = 0,79
2 3,75
=
= 0,95
25
27

= 29 = 0,93

b; Kebulatan ( jangka sorong )


1;
2;
3;

( a .b . c ) 1/3
a
( a .b . c ) 1/3
a
( a .b . c ) 1/3
a

=
=
=

( 6,03 x 4,49 x 4,24 ) 1/3


= 0,806
6,03
( 5,6 x 4,3 x 3,8 ) 1/3
= 0,805
5,6
( 5,98 x 4,81 x 4,29 ) 1/3
= 0,833
5,98

c; Kebulatan ( mm blok )
1;
2;
3;

di
dc
di
dc
di
dc

3,9

= 4,5 = 0,87
2,8
= 3,4 = 0,82
3

= 3 , 5 = 0,86

d; Kekerasan ( P = F/ A)
1; Buah 1

P1 = 23,68
Prata-rata =

2; Buah 2

P2 = 25
P 1+ P 2+ P 3
3

P3 = 26,32
23,68+ 25+26,32
3

= 25

P1 = 25
Prata-rata =

P2 = 26,32
P 1+ P 2+ P 3
3

P3 = 25,84

25+ 26,32+ 25,84


3

= 25,72

3; Buah 3

P1 = 25,79
Prata-rata =

P2 = 25,79
P 1+ P 2+ P 3
3

P3 = 26,32

2 5,79+25,79+26,32
3

Tabel 2. Data Kelompok Lain


Buah
kebundaran
kebulatan
Jangka Mm blok
sorong
Salak 1
0,625
0,641
0,666
Salak 2
0,681
0,763
0,8
Salak 3
0,724
0,734
0,735
Apel 1
0,79
0,806
0,87
Apel 2
0,95
0,805
0,82
Apel 3
0,93
0,833
0.86
Jambu 1
0,839
0,89
0,892
Jambu 2
0,862
0,954
0,857
Jambu 3
0,828
0,87
0,871
Salak 1
0,206
0,827
0,439
Salak 2
0,285
0,815
0,544
Salak 3
0,409
0,927
0,661
Apel 1
0,786
2,99
0,77
Apel 2
0,842
3,006
0,84
Apel 3
0,754
2,91
0,8
Jambu 1
0,96
0,72
0,93
Jambu 2
0,94
0,67
1,6
Jambu 3
0,949
0,69
0,95

1
16,31
18,42
20,52
23,68
25
25,79
16,84
9,47
10,52
12,105
18,42
18,42
25,26
26,32
25,79
11,84
19,73
26,315

= 25,97

Kekerasan
2
3
24,21
25,78
23,68
25
26,32
25,79
18,94
9,73
8,68
24,736
23,15
25,78
24,74
25,26
20,53
14,21
12,47
25,52

24,21
24,73
24,21
26,32
25,84
26,32
20,52
10,52
11,05
23,684
22,63
22,63
26,32
26,32
26,32
14,47
10,52
25,52

x ratarata
21,57
22,97
22,80
25
25,72
25,97
18,1
9,9
10,08
20,175
21,4
22,27
25,44
25,96
24,21
15,506
14,24
25,79

B; Pembahasan

Karakteristik dari suatu bahan hasil pertanian sangat penting untuk klasifikasi
standar bentuk dan ukuran.Oleh karena itu dibuatlah suatu standar yang telah
disepakati bersama untuk mempermudah penanganan dan pengolahan produk

tersebut. Ada beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk menjelaskan bentuk
dan ukuran bahan hasil pertanian, yaitu: bentuk acuan, kebundaran, kebulatan,
dimensi sumbu bahan, serta kemiripan bahan hasil pertanian terhadap benda
geometri tertentu.
Ilmu untuk mengklasifikasikan bahan hasil pertanian sangat penting bagi
calon/sarjana teknik pertanian, karena itu sangat berperan aktif dalam peningkatan
mutu dan kualitas bahan hasil pertanian yang akan di olah pada proses berikutnya.
Karakteristik fisik hasil pertanian akan mempengaruhi bentuk dan ukuran berat
atau volume. Bentuk dan ukuran sangat penting dalam perhitungan energi untuk
pendinginan dan pengeringan, rancangan pengecilan ukuran, masalah distribusi
dan penyimpanan bahan, seperti elektrostatistik, pantulan cahaya dalam evaluasi
warna, dan dalam pengembangan alat grading dan sortasi.
Selain itu sifat fisik bahan hasil pertanian merupakan faktor yang sangat
penting dalam menangani masalah-masalah yang berhubungan dengan merancang
suatu alat khusus untuk suatu produk hasil pertanian, analisa prilaku produk dan
cara penanganannya, mengembangkan produk-produk baru dari tanaman dan
hewan dan mengevaluasi serta mengawetkan mutu produk akhir. Karakteristik
sifat fisik pertanian adalah bentuk, ukuran, luas permukaan, warna, penampakkan,
berat, porositas, densitas dan kadar air. Bentuk dan ukuran produk pertanian ini
merupakan hal yang penting diantaranya :
a; Proses penanganan bahan pangan (misalnya pada proses pengepakan,
pengangkutan, dan penyimpanan).
b; Pada proses pengolahan bahan pangan(penyeragaman bentuk dan
ukurangunamemberi
kenampakan
yang
lebih
baik,
mempermudahpengepakan, penyimpanan ataupun pengangkutannya).
c; Kualitas dan penerimaan konsumen.
Beberapa kriteria yang termasuk bentuk adalah: oval, simetri dan
melengkung.Sedangkan yang termasuk ke dalam ukuran adalah :
1; Volume
Pengukuran volume ada dua pengertian yaitu: volume nyata (volume bahan
tesebut dalam suatu wadah tertentu) dan volume mutlak (suatu bahan adalah
volume bahan itu sendiri).
2; Bobot
Bobot suatu bahan dapat diukur dengan berbagai jenis neraca sejak yang
halus sampai kasar, tergantung kepada tingkat ketelitian pengukuran yang di

3;

4;

5;

kehendaki. Dimana bobot suatu bahan tersebut dapat di catat sebagai bobot
total, bobot rata-rata, dan bobot persatuan tertentu.
Kerapatan
Kerapatan dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu ; kerapatan nisbi
(perbandingan antara kerapatan suatu bahan pada suatu suhu tertentu dengan
kerapatan standar), nyata (perbandingan antara massa suatu bahan pada suhu
tertentu dengan massa air pada suhu yang sama)dan kerapatan mutlak
(perbandingan antara bobot dengan volume bahan).
Luas bidang
Sebagian besar semua hasil pertanian memiliki ukuran yang tidak beraturan.
Pengukuran luas bidang dari bahan yang tak beraturan di lakukan dengan dua
cara yaitu : penimbangan dan simpons rule.
Panjang, lebar, diameter
Panjang, lebar dan diameter suatu bahan dapat di ukur dengan menggunakan
berbagai alat pengukur seperti penggaris, micrometer, dan vernier caliper.
Pada praktikum acara 1 bentuk dan ukuran produk pertanian yang digunakan

adalah produk holtikultura berupa buah-buahan, dan kelompok kami mengamati


bentuk dan ukuran pada mangga. Pertama-tama menggambar mangga di kertas
milimeter blok. Kemudian melakukan pengukuran, niai-nilai yang diukur
diantaranya:
a

= sumbu terpanjang

= sumbu intermediate

= sumbu terpendek

Ap

= luas permukaan proyeksi terbesar mangga dalam posisi bebas

Ac

= luas permukaan lingkaran terkecil yang membatasi

di

= diameter lingkaran terbesar dalam objek

dc

= diameter lingkaran terkecil yang membatasi objek.


Setelah mendapatkan data diatas, kemudian mencari nilai kebundaran

(roundness), kebulatan (sphericity), dan kekerasan pada mangga dengan rumus


yang ada.
1; Kebundaran

Kebundaran (roundness) adalah ukuran ketajaman sudut-sudut dari suatu benda


padat. Nilai kebundaran suatu benda berkisar dari 0 - 1, apabila nilai mendekati
1 maka bentuk bahan tersebut mendekati bundar.
Rumus kebundaran :
Ap
Kebundaran =
Ac

Dari hasil pengukuran pada mangga saat praktikum diperoleh:


Kebundaran yang diperoleh pada mangga yaitu 0,67. Hasil ini menunjukan
bahwa pada buah mangga kebundarannya tidak terlalu tinggi, karena suatu
bahan dikatakan mendekati bundar jika nilai kebundarannya mendekati angka
1.
2; Kebulatan (sphericity)
Kebulatan merupakan perbandingan antara diameter bola padatiga posisi
sumbu :a, b dan c. Nilai kebulatan suatu bahan berkisar 0 1, untuk nilai 1
berarti bahan mendekatibentuk bola (bulat).
Rumus mencari kebulatan :
a; Dengan jangka sorong
a b c 1/ 3

kebulatan=
b;

Dengan mm blok
kebulatan=

di
dc

Dari hasil pengukuran pada mangga saat praktikum diperoleh data sebagai
berikut:
Kebulatan yang diperoleh pada mangga dengan jangka sorong yaitu 0,694
sedangkan dengan mm blok 0,691. Hasil ini menunjukan bahwa pada buah
mangga mendekati bulat dengan perhitungan menggunakan jangka sorong

yaitu 0,71. Perbedaan perhitungan ini terjadi mungkin karena perbedaan dalam
menentukan bagian terbesar dan terkecil dari objek.
3; Kekerasan
Kekerasan (hardness) merupakan salah satu sifat fisik yang termasuk dalam
atribut tekstur yang penting dalam penilaian bahan makanan. Tekstur
merupakan sifat bahan yang dapat dideteksi melalui mata, kulit, dan sensor
dalam mulut yang dikelompokkan dalam parameter tekstur menjadi kekerasan,
kohesivitas, viskositas, elastisitas, dan adhesivitas. Dalam bahan makanan,
tingkat kekerasan ditentukan sebagai gaya yang diperlukan untuk menekan
bahan dengan gigi pengunyah untuk menghasilkan perubahan bentuk. Tingkat
kekerasan pada buah berbeda-beda berdasarkan tingkat kemasakan buah
tersebut. Beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kekerasan buah adalah
adalah suhu, tempat penyimpanan, respirasi dan transpirasi. Perubahan fisik
dan kimia yang terjadi pada proses pematangan buah dan sayuran meliputi
turgor sel, karbohidrat, gula sederhana, protein, pigmen, dan senyawa lainnya
seperti turunan fenol dan asam organik.Pada buah mangga, kemasakan buah
tertinggi berada pada bagian pangkal buah, disusul pada bagian tengah dan
ujung buah.
Pada praktikum, nilai kekerasan diperoleh dengan menusukan alat pengukur
kekerasan (FruitsHardness Tester) ke dalam mangga dengan melakukan 3 kali
pengukuran, kemudian di cari nilai rata-ratanya. Sehingga diperoleh hasil
sebagai berikut :
Pengukuran 1 = 0,45 kg/mm2
Pengukuran 2 = 0,5 kg/mm2
Pengukuran 3 = 0,45 kg/mm2
1+2+3
Kekerasan =
3
=

0,45+ 0,5+0,45
3

= 0,467 kg/mm2
Berdasarkan praktikum kali ini kekerasan yang diperoleh pada mangga yaitu
0,467 kg/mm2.

Dalam praktikum Sifat Fisik Hasil Pertanian untuk pengukuran bentuk dan
ukuran produk pertanian kali ini terdapat beberapa kendala yang terdapat yaitu
sebagai berikut :
1; Ketersediaan alat yang minim
Keterbatasan alat mengakibatkan waktu berjalannya praktikum menjadi tidak
efektif dan efisien.
2; Kesulitan dalam menentukan bagian Ap dan Ac.
Ap merupakan luas proyeksi terbesar dari bahan dalam posisi bebas.
Sedangkan Ac merupakan luas permukaan lingkaran terkecil yang membatasi.
Dalam penentuan bagian mana yang merupakan Ap dan bagian mana
merupakan Ac merupakan hal yang sedikit sulit. Penentuan ini hanya
dilakukan berdasarkan perkiraan menggunakan paca indera sehingga hasilnya
bersifat subjektif. Kekeliruan dalam menentuan bagian Ap dan Ac dapat
mengakibatkan berbedaan nilai kebundaraan (roundness) antara pengukuran
dengan jangka sorong dan millimeter block.
3; Kesulitan dalam menentukan nilai Ap dan Ac dalam millimeter block
Kesalahan dalam perhitungan nilai Ap dan Ac dalam millimeter block dapat
menyebabkan kesalahan dalam penentuan kebundaran (roundness). Maka
dalam perhitungan Ap dan Ac harus benar-benar teliti agar tidak terjadi
kesalahan.

V; KESIMPULAN DAN SARAN


A; Kesimpulan
1; Beberapa komponen karakteristik fisik komoditas pertanian antara lain

2;

3;
4;

5;

bentuk, ukuran, volume, luas permukaan, densitas, porositas, warna, dan


kenampakan.
Pengklasifikasian bahan hasil pertanian sangat penting karena hal tersebut
sangat berperan aktif dalam peningkatan mutu dan kualitas bahan hasil
pertanian yang akan di olah pada proses berikutnya.
Kebundaran (roundness) adalah ukuran ketajaman sudut-sudut dari suatu
benda padat.Kebundaran yang diperoleh pada mangga yaitu 0,67.
Kebulatan merupakan perbandingan antara diameter bola padatiga posisi
sumbu. Kebulatan yang diperoleh pada mangga dengan jangka sorong yaitu
0,694 sedangkan dengan mm blok 0,691.
Kekerasan (hardness) merupakan salah satu sifat fisik yang termasuk dalam
atribut tekstur yang penting dalam penilaian bahan makanan. Berdasarkan
praktikum kali ini kekerasan yang diperoleh pada mangga yaitu 0,467
kg/mm2.

B; Saran

Praktikum sudah berjalan dengan baik tetapi kedepanya praktikum bisa lebih
di kondusifkan lagi.

DAFTAR PUSTAKA
Abbas, Akmadi. 2007. Karakteristik Fisik Wortel (Daucus carrota L.) Tehadap
Penanganan Pasca Panen dan Penerapan Quality Control
(Online)Error! Hyperlink reference not valid.. Diakses tanggal
13 desember 2013.
Alekawa. 2009. KarakteristikFisik Bahan Hasil Pertanian (Bentuk dan ukuran) (Online)
Error! Hyperlink reference not valid.. Diakses tanggal 13 desember 2013.
Rianrtranda. 2012. Sifat Fisik Hasil Pertanian(Online)Error! Hyperlink reference
not valid.. Diakses tanggal 13 desember 2013.